Baiklah! Chapter ini nanti OC muncul dan bakalan ada pairing nyasar di sini!

Oke, kita balas Review dulu! :D

Uchiha Iggyland: Lance itu character dari fandom 'Epic Battle Fantasy'! Coba cari di Google, pasti ketemu! XD *maklumi saja Author yang kegirangan karena kemaren habis main EBF 4!* Basara (atau lengkapnya Sengoku Basara) itu Anime, lho! Kalau belum tau, mungkin anda bisa cari di Google! :D *promosi part 2 (?).* Terima kasih Review-nya! :D

Happy Reading! :D


Chapter 1: The Jomblo Tokugawa and The Lost Cat


Siang hari yang cerah di Syalala Town (?).

Oke, abaikan saja nama kota yang aneh tersebut!

Di sepanjang jalan kenangan~ (?) *plak!*


Thundy: "Kenapa jadi nyanyi, coba? Skrip aslinya mana, woi?"

Cowboy: "Thun! Nih skrip aslinya!" *ngasih sebuah kertas dengan sweatdrop.*

Thundy: *nyengir sambil ngambil kertas tersebut.*


Maaf soal yang barusan! Kita ulangi dari awal!

Di sepanjang jalanan kota itu, terlihat Ieyasu yang sendirian karena lagi ngejomblo ria! Poor your! XD *Narator ditonjok Ieyasu.*

"Bosen gue sendirian mulu!" keluh pemuda Asian itu sambil menendang kaleng di depannya ke sembarang arah.

Di tengah jalan, dia melihat sepasang pemuda berambut merah dan putih lagi berduaan di sebuah warteg (?). (Cowboy: "Etto, memangnya sejak kapan ada warteg?" *sweatdrop.*)

'Eh, Ransu-kun sama Steilsson-san ngapain berduaan di situ?' batin Ieyasu sambil berjalan menghampiri kedua bocah tersebut.

"Ah, apa kabar Yasu?" sapa pemuda merah (yang ternyata adalah Lance) itu ramah kepada teman Asian-nya.

"Kalian ngapain mesra-mesraan di sini? Orang banyak jomblo juga!" tanya Ieyasu.

Webek, webek...

"Kata siapa banyak jomblo?" tanya Emil bingung. "Mending lu liat aja ke dalam biar lebih jelas!

Ieyasu pun masuk ke dalam warteg dan langsung mangap lebar karena ternyata...

TUH WARTEG ISINYA BERPASANGAN SEMUA, COY! *plak!* *caps jebol!*

Beneran, lho! Banyak pairing bertebaran di warteg itu! Dari yang Yaoi sampai yang Yuri, dari yang mainstream sampai yang crack, lengkap semua! Hanya Ieyasu dan kejombloannya saja yang sendirian di warteg itu.

"Mas-chan (?)! Kereta aja gandengan, masa mas kagak?" tanya Honey watados sambil berjalan pergi.

Poor Yasu! Aku tau nasibmu sebagai jomblo ngenes memang berat banget!


Ieyasu: "Heh, Narator gaje! Gue mau nanya dulu sama lu! Memangnya lu juga jomblo?"

Thundy: "Masih mending kita jomblo! Lha, si Kambing? Hubungan dia sama Author aja kagak jelas!" *dilempar Mathias ke Argentina (?).*

Cowboy: "Err, aku rasa kita tidak boleh membicarakan itu dulu, deh!" *sweatdrop.*


Baiklah! Back to Story!

"Yasu! Daripada lu sendirian, mendingan lu temenin aja kucing di sono! Kali aja yang punya lagi nyariin!" saran Lance sambil menunjuk seekor kucing berbulu coklat-putih dengan pita bendera Danish di lehernya yang lagi tidur di bawah salah satu meja.


Sementara itu, terdapat sepasang anak yang sepertinya sedang mencari sesuatu di sekitar halte bus. Apakah itu? *plak!*

"Duh! Kopenhagen kemana, ya?" tanya seorang gadis berambut pirang twintail bermata biru kehijauan sambil celingak-celinguk mencari sesuatu.

"Entahlah! Salahmu juga lepasin dia tanpa penjagaan!" jawab seorang pemuda berambut putih jabrik bermata ungu dengan kacamata sambil memasang wajah jutek.

"Yah, Greeny! Aniki pasti bakalan bentakin kita habis-habisan kalau tau Kopenhagen hilang!" kata gadis itu sedih.

"Sudahlah, Faeroe-chan! Lebih baik kita cari terus! Aku juga tidak mau kena marah Aniki!" saran pemuda tadi menenangkan saudaranya.


Kita kembali ke warteg untuk melihat keadaan Ieyasu di sana!

Rupanya dia tertidur sambil meluk kucing nyasar barusan. Lance dan Emil udah pergi dari tadi. Yang tersisa di warteg itu hanyalah Sakon-Katsuie, Alfred-Arthur, Ludwig-Feliciano, Sadiq-Roderich, Mitsunari-Hanbei, Nobunaga-Nouhime, Oliver-Rin (?), Gakupo-Miki (?), Lukas-Natalia (Taukah kalian? Pasangan ini cukup mengejutkan duo YasuLance yang mengira kalau Lukas tuh juga jomblo! XD *Narator ditonjok Troll Lukas.*), Miku-Gumi (?), Tsuruhime-Magoichi (?), dan Bella-Kayutsha (?).

Wow! Banyak banget, ya!

Yah, keadaannya cukup tenang, sih! Sampai...

"YASUUUUU! LU APAIN KUCING GUEEEEE?!"

PRANG!

Teriakan maut Mathias pun sukses membangunkan Ieyasu, mengagetkan seluruh penghuni warteg, serta memecahkan seluruh kaca dalam radius 300 meter (?). *lebay!*

"Ma-Makkun! Lu ngapain di sini?" tanya Ieyasu shock.

"Harusnya gue yang nanya ke lu! Lu ngapain di sini dan kucing gue diapain sampe benyek begitu, hah?!" bentak Mathias sambil nunjuk kucing di pelukan Ieyasu.

Ternyata tuh kucing keadaannya udah mengenaskan! Udah dipeluk sampe benyek, diilerin pula!

Kasihan banget! Malangnya nasibmu, wahai kucing si Kambing! *Narator ditabok Mathias.*

"E-eh? Ini kucing lu?" tanya Ieyasu kaget.

"Kagak, kucing tetangga! Ya iyalah!" jawab Mathias sewot.

"Anko! Kok kucing lu bisa nyasar ke sini? Setau gue tuh kucing harusnya sama Faeroe dan Greenland, kan?" tanya Lukas bingung.

"Menekedele! Gue juga kagak tau kenapa Kopenhagen bisa nyasar ke sini!" balas pria jabrik itu sambil angkat bahu.

"Aniki! Noru-nii! Kopenhagen ketemu, ya?"

Sontak, ketiga pria itu pun menengok dan mendapati seorang gadis pirang twintail bersama seorang pemuda putih jabrik berkacamata sedang berada di depan pintu dan kedua anak itu sangat dikenali oleh duo DenNor.

"FAEROE?! GREENLAND?!" pekik kedua pria Nordic itu kaget.

Sementara Ieyasu hanya bisa melongo dan kucing di pelukannya pun melompat dari tangannya dan berjalan menghampiri gadis itu.

"Maaf, Aniki! Kami mencarinya sampai ke sini karena Faeroe-chan lupa mengawasinya saat dilepas!" kata pemuda jabrik (yang entah kenapa terlihat mirip dengan Mathias) tersebut.

"Untunglah! Kupikir kalian nyasar!" Mathias hanya bisa sweatdrop mendengarnya.


-skip time-


"Jadi, kalian berdua adiknya Makkun?" tanya Ieyasu.

"Ja!" balas kedua anak itu sambil mengangguk kayak burung pelatuk (?). *plak!*

"Lalu, kalian berdua ke sini mau liburan?" tanya Lance penasaran.


Thundy: "Eh, tunggu sebentar! Sejak kapan tuh anak balik ke warteg?"

Lance: "Sejak Mathias teriak tentang kucing!"

Thundy: *sweatdrop.*


Oke, maaf soal yang barusan! Back to Story!

"Begitulah!" jawab Lukas singkat.

"Aniki! Bisakah kita pulang?" tanya Faeroe. "Kasihan Fin-nii dan Su-nii nunggu di rumah!"

"Ah, iya! Dia benar juga, Dan! Fin pasti khawatir dengan kita!" sambung Emil.

"Oh, iya!" Mathias langsung facepalm dan segera berdiri dari tempat duduknya. "Oke, sebaiknya kita kembali ke rumah sekarang!"

Ketika kelima Nation itu berniat keluar dari warteg, mereka pun berhenti karena...

"Etto, Makkun! Kucingmu tidak dibawa?" tanya Ieyasu sambil menunjuk kucing yang dari tadi berada di pangkuan Lance.

"Ah, iya! Terima kasih sudah mengingatkanku untuk membawa Kopenhagen!" balas Greenland sambil mengambil kucing itu dan pergi menyusul saudaranya.

'Anyir! Keren amat nama kucingnya! Tuh kucing jantan atau betina, sih? Lagian, bukannya Kopenhagen itu ibukota Denmark?' batin duo YasuLance yang cengo mendengar nama kucing barusan.

"Ransu-kun?" panggil Ieyasu.

"Yes, Yasu?" tanya Lance.

"Ternyata nama kita kalah dengan seekor kucing! Kucingnya Makkun pula!"

"Gue juga tau, jomblo!"

"Masih mending gue jomblo! Daripada Makkun? Hubungan dia sama Girl-chan aja kagak jelas!" (Thundy: "Oy, Yasu! Lu ngapain ngulang kalimat gue?"/Ieyasu: "Gue kagak tau harus ngomong apalagi, coy!"/Thundy: *sweatdrop.*)

"Mendingan kita jangan ngomongin itu dulu, deh! Entar ujung-ujungnya kita malah dipenggal!" (Cowboy: "Setuju banget!" d-_-" *dipenggal beneran.*)

"Benar juga, sih! Terus, kita dari tadi mau ngapain di sini? Mau jadi pajangan?"

"Sepertinya tidak! Karena..."

Ucapan Lance terpotong bersamaan dengan dark aura yang keluar dari tubuh seorang penjaga warteg berbadan kekar di belakang Ieyasu.

"Ada seseorang di belakangmu!"


Sore harinya, di NNG (NihoNime Gakuen)... (Cowboy: "Cepat amat! Memangnya habis ngapain? Ber-harem ria?" *dikeroyok bersama.*)

"Aku pulang!" kata Lance sambil membuka pintu ruang guru.

"Ah, okaeri Stopper- Si Yasu kenapa?" tanya Motochika saat melihat Lance menyeret Ieyasu (yang udah tepar dengan tubuh babak belur) dan memasang wajah cuek bebek.

"Nasib seorang jomblo!" jawab pemuda berambut merah itu datar.

Motochika dan yang lainnya pun hanya bisa sweatdrop berjamaah mendengar alasan Lance tadi plus merasa kasihan dengan keadaan Ieyasu yang mengenaskan tersebut.


To Be Continue...


Oke, ini masih gaje dan aku tidak tau harus bagaimana lagi untuk hal ini! -_-V

Well, Chapter depan aku akan kasih tau human name buat kedua OC personifikasi daerah otonom Denmark ini!

Kenapa Faeroe dan Greenland? Aku suka aja gitu dan sepertinya menarik kalau dimasukkan ke dalam fic! Aku ini tipe Author amatiran dengan imajinasi yang tinggi, tapi pewujud ide yang rendah! -_-V

Review! :D