Baiklah! Chapter ini sebenarnya bagian dari Chapter sebelumnya, tapi sengaja dipisah biar unik! :D
Well, Chapter ini menceritakan kejadian saat Lance dan Emil sebelum ketemu Ieyasu yang lagi ehemgalauehem di depan warteg! Kalau soal kejadian Faeroe dan Greenland saat kehilangan Kopenhagen, nanti akan aku ceritakan kalau ada waktu! -_-V
Mari balas Review! :D
Honey Sho: Sebenarnya aku mau memfokuskan Denmark dan OC-ku di sini, tapi nanti aku penuhi! Thanks for Review! :D
Happy Reading! :D
Special Chapter 1: The Lovey-Dovey Part (*Girl-chan langsung dilempar Emil ke pulau Fakland (?).*)
Seminggu setelah kejadian surat di NNG...
Para guru (yang kebanyakan adalah Daimyo) sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk kegiatan mereka nanti di ruang guru. Termasuk, bocah Icelandic yang satu ini!
"Steilsson-san! Apa kau ada waktu?" tanya Kenshin.
"Maaf, ya! Aku ada jadwal makan siang!" jawab Emil ketus.
"Dengan Ransu-san?"
JLEB!
"Kau tau dari mana?" tanya pemuda berambut putih itu kaget.
"Setauku cuma dia yang dekat denganmu!" jawab pria (atau wanita? Entahlah! Gender-nya tidak jelas! *Narator dibekuin Kenshin.*) itu jahil.
"Kalau sudah tau, ya sudah!" balasnya cuek.
-skip time-
Sekarang, dia dan Lance sedang berjalan ke tempat makan tujuan (dan Emil bersumpah mereka pasti bakalan makan di tempat yang sangat tidak enak mengingat Lance lagi kagak punya duit alias bokek! *Narator digiles Valkyrie Tank.*).
"Oy, gue harap lu tau tempat makan yang bagus!" kata sang Icelandic yang lagi judes mode on.
"Ya ampun! Masa mau makan di warteg (?) aja pake protes?" tanya Lance cuek.
Webek, webek...
"HAH?! GUE KAGAK SALAH DENGER, NIH?! KITA MAKAN DI WARTEG?! DEMI TROLL NORE YANG TERBANG KE BULAN (?), SEGITU BOKEKNYA SAMPE MAKAN DI WARTEG?!" pekik Emil panjang, lebar, emosi, stress, dan OOC.
Lukas langsung bersin saat lagi kencan sama Natalia di sebuah warteg (HAH?!).
'Siapa nih yang ngomongin gue?! Pasti Anko atau kagak bocah merah itu!' batinnya kesal.
Well, Back To Story!
"Ngomongnya biasa aja, kali! Gue kan kagak budek, tau!" balas pemuda berambut merah itu jutek cuek bebek (?).
Emil pun langsung facepalm di tempat dengan sikap temannya tersebut.
'Kenapa gue harus suka sama bocah aneh ini, coba?' batinnya bingung.
"Oy, Emil-san! Lu mau gue traktir, kagak? Kalau kagak mau, ya udah!" Lance langsung nyelonong pergi.
"Iya, iya, gue mau!" Emil pun segera menyusul temannya.
Di warteg...
Sekarang kedua bocah itu sudah duduk di salah satu meja warteg yang entah kenapa kesannya kayak kencan di restoran mewah (?).
"Ah, saatnya mesan sesuatu!" kata Lance sambil manggil seorang pelayan.
"Dafuq! Keren amat warteg pake pelayan! Memangnya lu kate restoran bintang lima?" tanya Emil cengo.
"Jangan menilai buku dari sampulnya!" jawab Lance watados plus kagak nyambung.
Emil pun hanya bisa sweatdrop mendengarnya.
"Well, mau makan sesuatu?" tanya Lance.
"Apa saja yang bisa kutemukan di menu!" jawab Emil sambil melihat buku menu. (Cowboy: "Kesannya kayak di restoran banget!" -_-")
"Aisu! Kau makan di sini juga?" tanya seseorang di belakang Emil.
"Sebentar! Suara itu, aura itu, jangan-jangan..."
Dengan muka horror, bocah Icelandic itu pun langsung nengok dan mendapati kakaknya sudah berada di belakangnya.
"GYAAAAA! WHAT THE DENMARK?! ASTAGA KAMBING! DEMI IEYASU YANG JOMBLO (?), LU NGAPAIN DI SINI, NORE?!" pekik Emil sewot.
Entah kenapa, teriakan tadi membuatku teringat sesuatu!
Ah, lupakan! Back To Story!
"Lukas-san di sini juga?" tanya Lance yang sweatdrop karena dua hal.
Pertama, karena kesewotan Emil dan kedua, karena kemunculan Lukas yang kayak hantu (?) tersebut.
"Aku hanya ingin menemani Natalia nyari kakaknya, masalah?" jawab Lukas datar.
'Cuma nemenin doang atau malah kencan?' batin Emil yang tau kalau Lukas udah punya gebetan.
"Oke, selamat menikmati acara makan siang (baca: kencan) kalian dan semoga cepat bulan madu (?)!" kata pria Norwegian itu watados sambil berjalan pergi.
'Bujug, dah! Lu mau nyumpahin kita cepat nikah?' batin keduanya sweatdrop.
"Kalau iya, kenapa? Masbuloh?" tanya Lukas dengan sangat nge-jleb.
Err, apa ada yang lupa ngingetin gue buat ngasih tau kalau si Teplon itu bisa baca pikiran? *Narator digepengin Troll Lukas.*
"Hei, Lance! Bukannya itu Ieyasu?" tanya Emil sambil menunjuk seorang pemuda berjaket kuning tidak jauh dari tempat mereka.
"Benar juga, ya! Mau disapa?" saran Lance.
"Terserah kau saja!" jawab Emil cuek.
Berlanjut ke Chapter 'The Jomblo Tokugawa and The Lost Cat'...
Ini masih agak gaje! Harap maklum! :D
Kayaknya crack pairing IceLance ini udah menjadi OTP saya sejak bikin fic 'Basara Teacher Problem', 'The Crazy Summer Camping', dan 'It is Our Night'! Jadi, maaf buat shipper (atau apapun namanya) HongIce, NorIce, dan pairing Iceland lainnya! -_-V
Review! :D
