Baiklah! Aku kagak mau tau apa yang akan terjadi nanti! Pokoknya begitu banget, dah! -_-V

Balas Review! :D

Renka Sukina: Kedua OC yang kumaksud itu adiknya Denmark! Memang sengaja aku bikin mereka biar rame dan human name mereka bakalan ketahuan di sini! Giro juga muncul, kok! Oh, iya! Jangan lupa nanti kalau 'Elgang Teacher Problem' udah update, harap dibaca ya! :D *promosi terselubung.* Terima kasih Review-nya! :D

Happy Reading! :D


Chapter 2: The Absurd Sleepover Party


Di NNG, tepatnya di kelas 9C, terlihat sang ketua kelas (alias Luthfi) sedang berkutak (?) dengan HP-nya.

"YEEEEE! GUE HARUS KASIH TAU MEREKA!" teriak Luthfi tiba-tiba.

Oke! Mungkin kalian bingung ada apa dengan anak itu, bukan? Mari kita cari tau sebabnya!


Di kantin...

"Serius lu? Kita diundang temen FB lu nginep di rumahnya?" tanya Idham.

Rupanya Luthfi dan ketiga temannya diundang oleh seseorang! Hmm, siapa ya? *kepo!*

"Iya! Dia ngasih tau lewat BBM-nya!" jawab bocah berkacamata itu kegirangan.

'Please deh, Luthy(-pyon)! Berlebihan banget, sumpah!' batin Girl-chan dan Giro-kun sweatdrop.


Di ruang guru...

'Kok gue punya firasat harus pulang cepat hari ini, ya?' pikir Mathias saat sedang mengurus ulangan kelas 9E.

"Kalau Køhler-san mau pulang cepat, tidak masalah! Biar aku yang urus ini nanti!" sahut Motonari yang entah gimana caranya bisa baca pikiran sang ketua guru tersebut.

Sang Danish pun langsung tersenyum kecil.

"Ah, iya! Kalau kau mau mengurusnya, baiklah!" Pria jabrik itu pun langsung pergi meninggalkan ruang guru.


Di rumah Nordic...

"Aku pulang!" sapa Mathias sambil membuka pintu.

"Aniki cepat sekali pulangnya!" komentar Greenland yang baru saja menyambut kakaknya tersebut.

"Wah, kebetulan sekali! Aniki bisa tolong aku, tidak? Aku kerepotan, nih!" seru Faeroe dari dapur.

"Ah, sebentar!" Mathias melepaskan jasnya, menggantungnya, dan berjalan ke arah dapur.

"Sebaiknya aku menyiapkan sesuatu!" gumam Greenland sambil pergi ke ruang tamu.


Sementara itu, mari kita lihat keadaan keempat mulas 9C di NNG.

"Lu yakin dia bakalan ke sini, Luthy-pyon?" tanya Giro-kun ragu sambil menunggu di depan sekolah.

"Mungkin!" jawab Idham cuek.

"Dia pasti datang, lha!" sahut Luthfi kagak sabaran.

"Eh, apaan tuh?" tanya Girl-chan sambil menunjuk sekumpulan (?) asap dari kejauhan.

Gumpalan itu pun mendekat dan berhenti tepat di depan mereka. Setelah asapnya menghilang, terlihat seorang gadis berambut pirang twintail, bermata biru kehijauan, memakai sweater kuning dengan pita putih di depannya, rok hijau, dan sepatu roda berdiri di depan keempat anak itu.

"Hei, kalian! Kalian murid NNG, kan?" tanya gadis itu.

"Ah, ja!" jawab Girl-chan sambil mengangguk.

"Hehehe! Mit navn er Fiorel Axelsen (Namaku Fiorel Axelsen)!" katanya sambil nyengir.

"Ich ist Giro!"

"Ore wa Idham/Luthfi desu!"

"Aku ****, tapi panggil saja Girl-chan!"

"Oke! Mari ikut aku!" komando (?) Fiorel sambil berseluncur dengan sepatu rodanya.


-skip time-


"Kagak jauh lagi, nih?" tanya Idham.

"Sebentar lagi sampai, kok!" jawab Fiorel.

"Kok kayaknya gue pernah lewat sini, ya?" gumam Girl-chan bingung.

"Perasaan lu doang kali, Ra!" balas Luthfi santai tapi sotoy (?).

"Nah, sudah sampai!" Fiorel pun berhenti di depan sebuah rumah.

Keempat anak itu pun langsung mangap lebar melihat rumah tersebut.

Bukan! Bukan karena rumahnya yang mewah, tapi karena...

"HAH?! KAGAK SALAH, NIH?! BUKANNYA INI RUMAH PAK KAMBING?! JADI LU TINGGAL DI SINI?!" pekik Luthfi dan Idham shock.

Tebak Fiorel tinggal dimana? Yap, dia tinggal di rumah Nordic! XD *plak!*

'Pantesan aja gue merasa kayak pernah lewat sini!' batin Girl-chan dan Giro-kun sweatdrop.


Di dalam rumah Nordic...

Onegai Number nine, Number nine, Number nine, suki datto iiteyo Mou ichido Number nine, Number nine, Number nine, dakishimete Sono mune ni gyutto (Thundy: "Lagu 'Number Nine' versi Jepang?" *sweatdrop.*)

"Aniki! Kayaknya mereka udah datang, deh!" kata Greenland yang berusaha untuk tidak sweatdrop karena mendengar bel aneh barusan.

"Buka saja pintunya!" seru Mathias dari dapur.

"Baiklah!" balas anak itu sambil berjalan ke depan pintu untuk membukanya.

"Tadaima, Greeny!" sahut Fiorel ceria.

"O-okaeri, Faeroe-chan!" balas saudaranya yang agak kaget dengan kelakuan Fiorel (alias Faeroe).

"Dia siapa, Fiorel-pyon?" tanya Giro-kun.

"Ah, iya! Boku wa Luthias Oersted!" jawab Greenland datar dengan menggunakan human name.

"Etto, kenapa mukamu mirip banget kayak pak Kam- Err, Mathias, ya?" tanya Luthfi bingung.

"Menekedele! Dari lahir aku sudah seperti ini! Mungkin karena takdir (?)!" jawab Luthias cuek.

'Takdir dari Kanada?' pikir Idham sweatdrop.

"Faeroe-chan! Siapa yang berada di depan sana?" tanya Mathias dari dapur.

'Mampus! Pak Kambing udah pulang!' batin LuthfIdham (?) kaget. *Narator digampar keduanya.*

Ketika sang ketua guru muncul dari dalam dapur, keempat anak itu pun langsung mangap season 2 (?) karena ternyata...

TUH KAMBING PAKE APRON, COY! IYA, APRON! *caps jebol!* *Narator dipenggal Mathias.*

"De-Denmaku-pyon pake apron? Ini hot news!" komentar Giro-kun cengo.

"Astaga Kambing! Demi Valkyrie Tank goyang ngebor (?), kita kagak salah liat kan pak Kambing pake apron?" tanya Luthfi sambil berusaha mengangkat rahangnya.

Sementara itu, Lance yang lagi kencan bareng Emil di warteg (lagi?!) langsung bersin di tempat.

Err, Herr Stoppersky! Tolong kau turunkan Gunblade itu, ya! Aku masih sayang nyawa, lho! ^_^V

"Ba-bapak ngapain pake apron?" tanya Girl-chan agak blusing. (Thundy: "Cie cie~" *dibalang pipa.*)

"Hej! Kalian ngapain ngeliatin bapak kayak hantu gitu?" tanya pria jabrik itu bingung.

"Pak Kambing kok pake apron? Kayak Kambing Banci (?) aja!" balas Idham shock.

"Bapak cuma mau bantuin Fiorel bikin kue dan tolong jangan panggil aku begitu! Ini bukan di NNG, lho!" saran Mathias sweatdrop.

"Terserah, Kambing-sama (?)!" Idham langsung masang tampang Himedere mode on. *Narator digeplak laptop bekas (?).*


Idham: "Narasiin yang bener dikit, Narator kagak elit! Udah OOC, terbalik (?) lagi!" *ngamuk gaje.*

Thundy: "Tanyain Author-nya! Gue kan cuma Narator yang kagak pernah digaji (?) sama Girl-chan!"

Idham: *sweatdrop.*


Etto, maaf soal kegajean barusan! Back to Story!

Reaksi mereka yang mendengarnya? Mathias langsung facepalm, sementara yang lainnya hanya bisa sweatdrop.

'Anak ini kebanyakan dengerin lagu 'Daughter of Evil' apa ya sampe segitunya?' batin Mathias sambil geleng-geleng kepala.


Beberapa jam kemudian...

"Enaknya ngapain, ya? Bosen!" keluh Luthfi sambil ngotak-ngatik HP-nya.

"Oy, Denmaku-pyon! Apa kagak ada sesuatu yang bisa dilakuin?" tanya Giro-kun.

"Jangan tanya aku! Tanyakan dirimu sendiri!" jawab Mathias cuek. (Cowboy: "Dapet darimana coba tuh kalimat?" *sweatdrop.*)

"Ya elah!" Giro-kun pun hanya bisa manyun.

"Yo, minna!"

Seluruh penghuni ruang tengah pun langsung nengok ke arah suara dan mendapati Duo Nordic bersaudara bersama sang guru termuda NNG baru balik dari warteg (Cowboy: "HAH?!").

"Lha? Pak Lance juga nginep di sini?" tanya Luthfi agak kaget.

"Hehehe! Iya!" jawab Lance sambil nyengir.

"Kebetulan! Ada ide untuk melakukan sesuatu?" tanya Luthias.

"Kagak tau! Oy, Girl-chan! Tumben Giro kagak bareng kamu!" ujar Lukas.

"Eh? Tadi ada di sini!" bantah gadis berambut hitam itu bingung.

"Udahlah! Ada yang mau main 'Five Night at Fredy', kagak?" usul Idham.

"Gila kamu! Tuh game pernah bikin para guru trauma, tau!" tolak Emil sewot.

KREEET! PRANG!

"Apa itu?" tanya Fiorel kaget. "Suaranya berasal dari dapur!"

"Jangan-jangan..."

Ucapan Girl-chan menggantung bersamaan dengan munculnya sesosok makhluk yang keluar dari dalam dapur.

"GYAAAAA! HANTU KUE LUMPUR (?) DATANG!" teriak mereka semua sambil kabur ke segala arah.

Alhasil, mereka semua pun berpencar ke dua arah.

Luthias, Fiorel, Emil, dan Girl-chan berhasil ngungsi ke lantai atas rumah Nordic.

Harap maklum saja! Rumah Nordic punya dua lantai, lho! Jadi, wajar kalau mereka berempat kabur lewat situ!

Sementara Mathias, Lukas, Lance, Luthfi, dan Idham terpaksa harus berdesakan di dalam lemari senjata milik Berwald.

"Aduh, sempit banget! Geseran dikit, dong!" pinta Lance agak kesal.

"Salahin pak Kambing! Badannya kan yang paling gede!" balas Luthfi mengeluh.

"Eh? Ngapain bapak yang disalahin?" tanya Mathias bingung.

"Tapi kok bisa ya Giro kayak gitu?" gumam Lukas heran. "Tuh anak kenapa coba sampe segitunya? Kerasukan roh kue (?), ya?"

"Kalau soal itu, kayaknya Ra- Maksudku, Girl-chan pernah cerita soal kejadian waktu ada festival kue di NNG bulan lalu!" jelas Idham yang teringat sesuatu.

"Oooh, maksud lu yang Giro kebanyakan makan kue gosongnya Matsu dan joget-joget gaje di tengah lapangan itu?" tanya Luthfi memastikan.

"Ma-maksudmu, Giro..." kata Lance menggantung.

"Terkena overdosis kue?" sambung Mathias bertanya.

"Kurang lebih begitu!" jawab Idham datar.

Lukas pun langsung kaget dan memasang tatapan 'serius-kamu? Memangnya-ada-overdosis-kue-?' ke arah Luthfi.

"Entahlah, pak Teplon! Tapi satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah..."

Luthfi menggantungkan kalimatnya bersamaan dengan seringai kecil yang sukses membuat sang ketua guru NNG langsung menelan ludah melihatnya.

"Jangan coba-coba!" cegah Mathias yang udah tau niat jahanam Luthfi.

Sayangnya, Idham dan Lukas juga memasang seringai yang sama dan sepersekian detik kemudian, Mathias pun langsung ditendang keluar dari dalam lemari oleh ketiga orang tersebut.

'Semoga Mathias selamat dari Giro!' batin Lance mewanti-wanti.


Di lantai atas...

"Semoga mereka berlima baik-baik saja!" kata Fiorel yang khawatir dengan keadaan kelima orang yang masih tertinggal di lantai bawah.

"Gue punya firasat bakalan ada korban jiwa berjatuhan nantinya!" gumam Emil mewanti-wanti.

"Maksudnya apa, Aisu-nii?" tanya Luthias bingung.

"Kalau Giro udah kayak gitu, biasanya dia bakalan nyari orang buat diajakin dansa atau dengerin rancauan gaje-nya!" jelas Girl-chan miris.


Tengah malamnya...

"Tada- Whoa! Ada apa ini?" tanya Tino kaget saat mendapati ruang depan yang udah berubah kayak kapal pecah tersebut.

Apa gue lupa kasih tau kalau Tino dan Berwald habis balik dari lebaran di Sealand (?) dua hari yang lalu?

Parahnya lagi, mereka berdua juga mendapati Mathias yang tepar di pojokan dengan tubuh berlumuran krim kue beserta Giro yang pulas tertidur di tengah ruangan yang hancur tersebut.

"Ap' y'ng t'rjad' d' s'ni?" tanya Berwald bingung.

"Aku juga tidak tau, Su-san!" jawab Tino yang sama bingungnya dengan Berwald.

Sepertinya hanya Tuhan, Author, dan para penghuni rumah Nordic selain mereka berdua yang tau dengan apa yang terjadi di situ!

Yah, mungkin setelah ini salah satu dari Nordic akan berpikir dua kali sebelum mengizinkan seseorang menginap di rumah mereka kalau kagak mau kejadian konyol kayak gini terulang lagi!


To Be Continue...


Yah, ini masih agak garing menurutku! Tapi, biarlah yang sudah berlalu terjadi! :D

Review! :D