Balas Review! :D
Renka Sukina: Iya, aku pernah mainin di HP abangku dan langsung trauma gara-gara ada boneka yang muncul tiba-tiba! Itu beneran bikin trauma banget! Well, info tentang kedua OC-ku ada di Author Note paling bawah dan terima kasih Review-nya! :D
Happy Reading! :D
Chapter 4: The Boring Sunday or The Absurd Sunday?
"Huuh, bosen!" keluh Fiorel lesu sambil ngulet di teras.
Sekarang hari Minggu dan gadis Faeroe itu sedang duduk di depan rumah Nordic dengan tampang bosan.
Biasanya, dia bakalan jalan-jalan sama kedua kakak jabriknya. Sayangnya, baik Mathias maupun Luthias, mereka lebih memilih berada di rumah dengan kerjaan yang menumpuk.
Para anggota Nordic yang lainnya? Mereka juga sibuk sama urusan masing-masing. Lukas lagi ngurusin tugas di Magic Club, Emil lagi kencan sama Lance di rumah bocah merah itu (Daripada mereka kencan di warteg lagi? Kan kagak elit banget!), Tino dan Berwald? Mereka jangan ditanya, karena katanya Peter ngambek lima hari lima malam dan mereka terpaksa balik lagi ke Sealand!
Singkatnya, Fiorel bener-bener bosen di rumah. Sebenarnya, dia bisa main sama Kopenhagen, Hanatamago, atau Mr. Puffin. Tapi sayangnya, mereka bertiga dititipkan ke tetangga sebelah mereka yang berasal dari Estonia kagak tau apa alasannya. Yang pasti, Fiorel kagak tau harus ngapain untuk mengisi kebosanannya.
Tiba-tiba, gadis pirang itu melihat seorang pemuda berambut hitam berantakan dan memakai kacamata lewat di depan rumahnya sambil membawa segumpal mochi raksasa (?). Eh, bukan mochi biasa, deng! Tuh mochi punya muka sama tiga duri di atasnya.
"Luthfi-kun!" panggil Fiorel.
Anak yang dipanggil Luthfi itu pun menengok dan menghampiri gadis Faeroe tersebut.
"Eh, Fiorel! Tumben sendirian!" sapa Luthfi dengan sifat 'easy going'-nya.
"Iya, nih! Aniki sama yang lainnya lagi sibuk!" keluh Fiorel lagi. "Eh, moncong-moncong, kamu ngapain lewat sini?"
"Gue cuma mau beli makanan buat Magsen!" jawab Luthfi sambil memperlihatkan mochi yang dibawanya.
"Oh, aku boleh ikut? Mumpung bisa sekalian jalan-jalan!" ujar Fiorel antusias.
"Iya, boleh aja! Tapi gimana sama pak Kambing?" tanya Luthfi agak ragu. "Takutnya dia nyariin lu lagi!"
"Tenang saja! Aku bisa tinggalkan pesan untuk Aniki!" balas gadis pirang itu bersemangat.
-skip time-
Akhirnya dengan setengah terpaksa, Luthfi dan Fiorel pun berangkat ke toko hewan. Tapi setelah tiba di sana...
"Ah, aku pengen beli es krim! Tapi kenapa kita ke sini?" tanya gadis itu lesu.
Luthfi pun berbalik dan berhenti, kemudian menatap Fiorel dengan cuek. Dia menaruh tangan kirinya di pinggang, sementara tangan kanannya memegang mochi peliharaannya.
"Lha? Gue kan mau beli makanan buat Magsen! Lagian, kalau lu mau beli es krim, tokonya kan cuma seratus setengah langkah (?) dari sini!" jawabnya datar.
"Tapi aku kagak bawa uang dan takut nyasar! Gimana, dong?" balas Fiorel watados.
Luthfi pun langsung facepalm mendengar alasan gadis Faeroe tersebut.
'Gue heran banget deh sama adeknya pak Kambing yang satu ini! Kok bisa Idham suka sama anak unik kayak Fiorel, ya?' batin pemuda berkacamata itu. "Ya udah, deh! Pake duit gue aja belinya!"
"Tapi gimana sama mochi kamu?" tanya Fiorel.
"Gue kan tinggal minta duit ganti rugi sama abang lu! Tinggal terima beres dan kagak usah terlalu ribet banget!" jawab Luthfi asal ceplos.
"Memangnya Aniki mau?"
"Eh, iya juga sih! Udahlah, nanti belinya satu aja! Soalnya, duit gue pas-pasan!"
Sementara itu...
"Aniki, coba kau baca ini!" kata Luthias sambil memperlihatkan sebuah kertas kepada kakak kembarnya.
Mathias pun mengambilnya dan membaca isi kertas tersebut.
Isinya seperti ini:
Aniki, Greeny! Aku ikut Luthfi-kun ke toko hewan! Kalau nanti dia minta uang ganti setelah kembali ke sini, itu tandanya aku abis beli sesuatu pake uangnya!
Faeroe-chan
"Sebenernya gue kagak apa-apa biarin Faeroe-chan jalan sama Luthy-kun, tapi soal duit? Masa kita harus nalangin dana buat bayar ganti rugi hanya gara-gara hal sepele kayak gini?" tanya Mathias sweatdrop.
Adik kembarnya hanya bisa angkat bahu dengan tampang tidak perduli yang sukses membuat pria Denmark itu tambah sweatdrop melihat sikap pemuda Greenland tersebut.
Beberapa menit kemudian...
Luthfi dan Fiorel pun tiba di rumah Nordic dan disambut oleh Duo Jabrik yang sudah menunggu di depan rumah.
"Tadi Faeroe-chan habis jalan-jalan kemana?" tanya Luthias datar sambil meletakkan jari tengahnya di atas 'jembatan' kacamatanya.
"Maunya ke toko hewan, tapi ujung-ujungnya malah beli es krim! Jadinya duit gue yang pas-pasan kepake beliiin es krim buat Fiorel! Padahal tuh duit buat makanan mochi gue! Sakitnya tuh di sini!" gerutu Luthfi panjang lebar sambil memegang jidatnya karena pusing yang hanya dibalas dengan tatapan sweatdrop dari Duo Jabrik tersebut.
"Jadi kamu mau minta ganti rugi?" tanya Mathias yang masih sweatdrop mendengar penjelasan Luthfi yang kayaknya mulai galau.
"YA IYALAH!" teriak pemuda itu sewot.
"Aku masuk dulu, ya!" sela Fiorel sambil mengemut es krimnya dan berjalan memasuki rumah.
"Faeroe-chan, Faeroe-chan!" gumam Luthias sambil geleng-geleng kepala dan berjalan menyusul gadis itu.
'Begitu susahnya mengurus mereka! Aku bingung kenapa Boss mereka bisa betah dengan sifat mereka yang merepotkan itu!' batin Mathias sambil menghela nafasnya.
"Ya udahlah! Bapak ganti duit kamu, mumpung bapak lagi kagak bad mood! Tapi, kau harus merahasiakan ini dan hanya kita berdua yang tau, oke?" Mathias pun mengeluarkan dompetnya dan menyerahkan uang 50 Kroner kepada Luthfi.
"Lha? Banyak amat, pak! Es krimnya kan cuma sepuluh ribu!" protes anak itu cengo.
"Hitung-hitung kamu bisa kenal mata uang asing dan moncong-moncong, kenapa kamu kagak pergi ke tetangga sebelah bapak aja? Di sana juga ada toko hewan, lho!" saran pria jabrik itu datar.
"Memangnya tetangga bapak jualan makanan mochi (?)?" tanya Luthfi heran.
"Ja, Luthy-kun! Mendingan kamu ke sana aja! Tinggal lurus, belok kiri, terus kalau ketemu rumah dengan kotak pos yang bertuliskan 'Eduard Von Bock', toko hewannya ada di situ!" jelas Mathias yang kelihatannya kagak sabaran ngurusin bocah yang mulai pasang tampang bego ala Kaito (?) di depannya tersebut. "Apa kamu perlu dicincang dulu baru pergi?!"
"Eh, iya iya! Saya pergi!" Pemuda berkacamata itu pun langsung secepatnya minggat dari rumah Nordic sebelum si Raja Kambing (?) *Narator dipenggal Mathias.* Eh, salah deng! Maksudnya, sebelum dia benar-benar dicincang oleh ketua guru tersebut.
"Haah! Pak Kambing ada-ada aja, deh! Masa nyaraninnya pake ngancem dicincang dulu?!" gerutu Luthfi sambil mengelus mochi yang daritadi sudah tertidur di pelukannya.
"Luthfi!" panggil seseorang.
Anak itu pun menengok dan mendapati sepasang orang menghampirinya. Mereka berdua adalah seorang pemuda berambut pirang panjang, bermata biru, dan memakai baju hitam serta seorang gadis berambut ginger brown (atau malah jingga?) twintail, bermata coklat, dan memakai gaun merah.
"Pak Matt, bu Natalie! Kalian berdua lagi kencan, ya?" tanya Luthfi watados.
"Eh, enak aja! Pacaran aja belum, apalagi kencan!" jawab gadis bernama Natalie itu sewot dengan blushing. "Kami hanya lagi jalan-jalan aja dan kebetulan ngeliat kamu di sini!"
"Oh iya, tumben kamu sendirian aja! Biasanya sama Idham atau Giro Bilyet (?)!" kata pemuda bernama Matt tadi sambil menepuk pundak anak itu.
Di rumah Girl-chan...
"Hatsu!"
Giro-kun yang lagi latihan biola di kamarnya pun langsung bersin di tempat dan sukses menerbangkan kertas not miliknya.
"Giro, du er okay (kau baik-baik saja)?" tanya Girl-chan dari lantai bawah. (Karena rumah mereka dua lantai dan Giro-kun latihan di lantai atas!)
"Ah, daijoubu Nee-chan!" balas Giro-kun datar sambil menaruh biolanya di atas tempat tidurnya dan merapikan kertas not yang berserakan di lantai.
'Siapa nih yang manggil gue 'Giro Bilyet'?! Pengen minta digetok biola kali tuh orang?! Awas aja kalau ketemu!' batin pemuda berambut hitam ponytail itu kesal.
Well, mari kita kembali ke Luthfi!
"Saya mau ke toko hewan buat beli makanan peliharaan saya!" balas anak itu sambil memperlihatkan mochi peliharaannya. "Mendingan saya pergi dulu, keburu dia kelaparan!"
Luthfi pun pergi meninggalkan kedua orang yang memasang tampang bingung tersebut.
"Itu slime atau bukan, ya?" tanya Natalie.
"Kagak tau! Kayaknya bukan, deh!" balas Matt datar.
To Be Continue...
Well, sesuai janjiku ke Renka-san, saya mau ngasih tau tentang kedua OC di sini!
1. Luthias Oersted
Nation: Greenland
Gender: Male
Age: 16
Penampilan: Berambut putih jabrik, memilik mata ungu dengan kacamata berbingkai putih, sering memakai baju lengan panjang berwarna kuning berkerah hijau dengan garis merah-jingga di lengannya, celana panjang biru, sepatu boot putih mirip sepatunya Iceland, dan kadang-kadang juga memakai jas hitam yang mirip jasnya Denmark.
Fakta Menarik:
-Suka meletakkan jari tengahnya di atas 'jembatan' kacamatanya kalau lagi memikirkan, menyarankan, atau menanyakan sesuatu.
-Punya julukan 'anak yang luarnya formal, tapi dalamnya frontal' karena dia sering berbicara kasar kalau sedang emosi, tapi biasanya sangat sopan.
-Takut berenang karena trauma pernah didorong ke sungai saat masih kecil dan jangankan berenang di laut, berendam di bak mandi aja udah bikin dia histeris setengah mati.
-Dia suka dipanggil 'Greeny' sama Mathias dan Fiorel, 'Green-kun' sama Tino, dan 'Green' sama Berwald, Lukas, dan Emil.
-Sangat menyukai kucing dan punya peliharaan bernama Kopenhagen.
-Sering keceplosan nyebutin aib para Nordic kalau lagi frontal mode on, contohnya seperti: 'Demi sempak Aisu-nii yang diumpetin di kulkas sama Fin-nii, ...' dan biasanya dia bilang begitu kalau lagi kaget.
2. Fiorel Axelsen
Nation: Faeroe Island
Gender: Female
Age: 14
Penampilan: Berambut pirang twintail dengan jepit rambut Nordic (bisa dibilang, mirip Nordic Cross-nya Norway) di poni kanannya, bermata biru kehijauan, sering memakai sweater kuning dengan pita putih, rok pendek berwarna hijau, dan sepatu hitam dengan kaus kaki panjang bergaris putih-biru-merah.
Fakta Menarik:
-Suka dipanggil 'Faeroe-chan' sama para Nordic.
-Sering nyasar jika pergi sendirian, bahkan di rumah pun harus sering ditemenin dan alasannya karena dia pernah nyasar ke kamar Berwald saat ingin pergi ke dapur.
-Sangat menyukai binatang, terutama yang imut seperti kelinci atau kucing.
-Menyukai makanan yang manis, terutama kue dan juga suka memasak.
-Punya kedekatan khusus dengan Idham.
-Takut dengan sesuatu yang menjijikkan seperti darah dan bangkai.
Review! :D
