Baiklah! Ini sebenarnya kagak ada hubungannya dengan Nordic, tapi setidaknya aku suka aja bikin ini! :D
Happy Reading! :D
Special Chapter 2: When Lance Meet The Drunking Boy
Lance belum pernah melihat orang mabuk sebelumnya. Dia teringat pertanyaan Anna ketika gadis berambut hijau itu melihat Matt yang suka beraksi kayak binatang sirkus sampai bikin Natalie pusing setengah sekarat (?) mengatasinya.
"Si Matt kenapa, sih? Dia habis diminumin bir mulu ya sampe mabuk begitu?" Itulah pertanyaan yang selalu diajukan Anna kepadanya.
Lance hanya bisa tertawa garing mendengarnya sambil asal ngomong, "Dia kagak cuma minum pake bir, mandi pun juga pake bir! Makanya jadi kayak begitu!"
Tapi, sungguh! Dia memang belum tau kayak gimana orang mabuk itu. Bahkan, pemuda berambut merah itu sering berpikir, 'Orang mabuk itu kayak gimana, ya?'
Sebelum menjadi guru di NNG, dia sering ikut Mathias ke World Meeting untuk sekedar nongkrong. Di sana, dia bertemu dengan banyak Nation yang sifatnya unik bin ajaib. Tapi di antara mereka semua, orang yang paling unik menurut Lance adalah Gilbert, sahabat Mathias yang dulunya merupakan personifikasi Prussia.
Lance tidak menduga kalau ternyata Mathias dan Gilbert adalah maniak bir. Dia mengetahui hal itu saat sang Danish mengajaknya ke Jerman yang kebetulan lagi ada perayaan Oktoberfest untuk minum bir bareng Gilbert dan adiknya, Ludwig. Mereka sudah janji untuk bertemu di sebuah bar di sana.
"Hai, Gilbert-san! Ludwig-san!" sapa Lance kepada kakak beradik German tersebut.
"Ah, hai juga!" balas Ludwig ramah.
"Hej, Den! Tumben lu bawa temen!" sapa Gilbert kepada Mathias sambil menepuk pundak pria jabrik itu.
"Hei, kalau kagak rame kan kagak asik!" balas Mathias sambil nyengir dan ikutan menepuk pundak pria albino tersebut.
"Und wie war dein Tag (Jadi bagaimana harimu), Gilbert-san?" tanya Lance dalam German.
"Gestern mein Bruder betrunken und erinnert sich nicht an, wenn er auf dem Tisch geschlafen (Kemarin kakakku mabuk dan tidak ingat kalau dia tidur di atas meja makan)!" jawab Ludwig sambil memijat keningnya.
Lance hanya bisa ber-'oh' ria mendengarnya.
"Hey, lass uns ein Bier trinken (Hei, ayo kita minum bir)! Biar awesome!" ajak Gilbert dengan kalimat khas-nya.
"Hehehe, oke!" balas pemuda berambut merah itu sambil tertawa garing.
Lance pun mulai terbiasa dengan kedua maniak bir tersebut. Dia tidak pernah bertemu langsung dengan orang yang benar-benar suka bir selain Mathias dan Gilbert.
Lance sendiri juga belum pernah minum bir. Minum sebotol jus cabe aja udah bikin dia teler, apalagi nanti kalau dia minum bir.
Suatu hari, para Daimyo di NNG sedang melakukan presentasi menarik. Mereka menjelaskan hal yang mereka sukai di depan ruang guru.
Saat itu, Shingen sedang ngomongin soal seni bela diri dan meminta Sasuke menjadi sukarelawan untuk diserang. Setelah dia presentasi (dan nyaris bikin Sasuke cacat seumur hidup), giliran Kojuro yang maju. Dia ini paling suka sama sayuran.
Tapi bukannya menjelaskan tentang jenis sayuran, dia malah menceritakan kecintaan kepada sayuran dan hobinya menanam sayuran di halaman dojo Masamune. Tentu saja hal itu membuat Lance dan para Daimyo yang lainnya jadi ngantuk semua.
Kenapa sih dia kagak bikin surprise di ceritanya? Misalnya pas dia lagi panen lobak, terus tiba-tiba dia diserang sama cacing raksasa! Itu kan kagak bakalan bikin bosen!
Selama Kojuro bercerita tentang sayuran, Lance mencurigai kalau Kojuro adalah roh sayuran jejadian yang sedang balas dendam kepada mereka yang alergi makan sayuran.
Setelah cerita Kojuro selesai, giliran Mathias yang maju ke depan ruang guru. Lance mulai curiga kalau nanti tuh ketua guru bakalan ngomongin bir.
"Baiklah! Gue akan ngomongin soal..." ujar pria jabrik itu menggantung sambil menahan nafas kemudian berteriak, "BIIIIIIIIIIIR!"
Dia pun mengeluarkan tasnya dan meletakkannya di atas meja. Pemuda berambut merah itu pun mulai saling berpandangan dengan Ieyasu yang duduk di sebelahnya.
"Yasu! Jangan-jangan dia..." kata Lance menggantung.
"Kayaknya kagak mungkin Makkun bakalan bawa begituan ke sini!" balas Ieyasu cemas.
Benar saja! Ternyata Mathias mengeluarkan beberapa botol bir dari dalam tasnya dan hal ini sukses membuat seisi ruang guru langsung cengo melihatnya.
Setelah menjejerkan sepuluh botol bir di atas meja, sang Danish pun ngomong lagi, "Nah, sekali lagi gue akan ngomongin soal... BIIIIIIIIIR!"
Seisi ruang guru pun langsung tepuk tangan.
"Yang pertama ini favorit gue!" jelas pria jabrik itu sambil mengambil salah satu botol dan meminumnya. "Aaaaaaaah~"
Kemudian, dia pun mengambil botol lain dari atas meja.
"Kalau yang ini rasanya agak tajam!" jelas Mathias lagi sambil meminumnya sampai hampir habis setengahnya. "Aaaaaah~"
Seisi ruang guru yang melihatnya pun hanya bisa manggut-manggut dan sangat serius memperhatikan penjelasan Mathias. Sebagian besar Daimyo di NNG memang kagak terlalu ngerti soal bir. Tapi kalau pulang-pulang nanti mereka bakalan jadi Alkoholik semua, sepertinya Lance tau siapa yang harus disalahkannya nanti!
Setelah meminum botol yang kelima, cara bicara Mathias mulai terdengar agak aneh dan dia ngomong begini, "Hehehe! Beklager! Gue mau ketawa dulu! Yang ini lumayan enak, tapi temen-temen gue di Nordic kagak terlalu suka! Hehe!"
Secara teori, presentasi Mathias lumayan bagus karena topiknya jelas, membawa contoh dari topik yang dibahas, dan juga menarik. Tapi, seharusnya ada yang mengingatkannya seperti ini: "Presentasi lebih bagus jika membawa contoh dari topik yang dibahas, TAPI JANGAN SAMPAI MABUK SAAT PRESENTASI JUGA!"
Kayaknya Mathias mulai lepas kendali!
Sejujurnya, Lance merasa kalau sobat jabriknya yang satu ini punya masalah berat dengan sifat peminumnya tersebut. Sebenernya menurut Lance, Mathias itu orangnya lumayan baik dan terlihat agak lugu walaupun tampangnya rada-rada bego. Tapi kalau udah ketemu sama minuman beralkohol, sang Danish udah kagak bisa nahan lagi dan langsung main samber aja!
Ketika mengambil botol keenam, Mathias sempat diam sebentar dengan tatapan kosong.
"Oy, Yasu!" panggil Lance.
"Nani, Ransu-kun?" tanya Ieyasu.
"Mukanya Mathias mulai merah, tuh!"
"Gile tuh Makkun! Dia beneran mabuk?!"
Webek, webek...
Lance pun memperhatikan keadaan sekitar. Beberapa Daimyo hanya bisa bengong karena shock melihat kejadian yang mungkin bakalan menjadi sejarah di NNG: ada ketua guru yang mabuk saat sedang presentasi di ruang guru!
Muka Mathias udah merah banget! Untungnya, dia hanya mempresentasikan bir. Soalnya, kalau dia sampai ngomong, "Hari ini gue akan bercerita soal... NARKOBA!", mungkin bakalan ada pesta shabu-shabu di NNG.
"Errr..." Sepertinya Mathias mulai bingung buat ngomong sesuatu.
Mukanya semakin memerah dan dia menggaruk kepalanya sebentar. Seisi ruang guru kagak ada yang berani ngomong karena takut salah-salah bakalan digaplok pake botol. Lance sebenernya pengen banget gebukin Mathias dari belakang, tapi dia takut diserang duluan sama pria jabrik itu.
Sebelum dia meminum botolnya yang ketujuh, Ieyasu pun langsung mencegatnya sambil ngomong, "Kayaknya presentasi lu cukup sampe di sini aja deh, Makkun!"
"Hu-huek!" Mathias pun langsung berlagak kayak muntah.
"MATHIAS!" jerit Lance panik.
"Hehehe! Jeg er bare kidding (Aku hanya bercanda)!" katanya sambil nyengir garing.
Seluruh Daimyo pun langsung bertepuk tangan tanpa niat sama sekali.
Beberapa bulan sebelum Elgang menjadi guru di NNG, Lance dan ketiga temannya (Matt, Natalie, dan Anna) diajak Mathias ke Inggris karena Arthur mengadakan 'Garden Party' di London dan Mathias harus mengajak empat orang manusia sebagai tamu kehormatan untuk diundang. Katanya sih, sebagai acara silaturahmi antara manusia dan Nation!
Di sebuah ballroom mewah tempat acara itu diadakan, terdapat kumpulan tanaman pot, ratusan kursi untuk diduduki, beberapa pemain musik jazz, dan tidak lupa beberapa jenis minuman beralkohol yang berjejer di atas meja.
Lance sangat yakin, bagi beberapa orang seperti Mathias (alias para 'Beer Drinker'), pesta itu merupakan surga dunia bagi mereka!
Setelah mereka masuk ke dalam ballroom, beberapa pelayan mulai menawarkan wine kepada para tamu. Mathias berniat mencari gelas bir terdekat, tapi dicegat oleh Lance.
"Oy, kita harus dengerin pidato Ratu dulu!" kata Lance mengingatkan.
"Ja!" balas Mathias sambil mengangguk.
Tapi pidato dari Ratu Inggris yang berjalan dua menit itu hanya menunda hal buruk yang akan terjadi. Setelah pidato selesai, sang Danish langsung nyamber gelas bir terdekat dan menenggaknya sampai habis. Kemudian, Arthur ngajakin dia ngobrol sambil minum bir.
Saat Mathias sibuk ngobrol dengan Arthur, Lance sempat memperhatikan sang tuan rumah yang mukanya agak merah. Sepertinya dia mulai mabuk, tuh!
Tapi untungnya, Arthur masih tau diri dan punya akal sehat. Dia hanya diam dan duduk dengan tenang di kursinya. Tapi kagak taunya, Gilbert punya niat jahat buat ngerjain sang tuan rumah.
"Thur! Ambil birnya lagi, tuh!" kata Gilbert jahil.
"No! I will not get drunk! Beer is enough!" balas Arthur yang sayangnya kagak diperduliin sama si albino yang satu ini.
"Oke, gue ambil satu buat lu!" Gilbert pun langsung ngacir buat nyari bir terdekat.
Walaupun Arthur sempat nolak, tapi tetap aja dia minum bir sampai habis.
"Lu mau lagi, kagak?" tanya Gilbert sambil ngikik.
"No, Beer is enough!" jawab sang tuan rumah.
Tapi sayangnya, Gilbert malah nyariin bir lagi dan kembali dengan dua botol bir.
"Ayolah, Thur!" tawar Gilbert dengan laknatnya.
Arthur pun akhirnya minum lagi dan Gilbert langsung manggil temen-temennya untuk mengelilingi Arthur.
"Ayo kita dukung Arthur!" ajak Gilbert.
"Arthur! Arthur! Arthur!" sorak mereka semua mendukung Arthur.
Arthur pun meminum birnya sampai habis.
Mereka semua tidak menyadari kalau beberapa orang udah natap mereka dengan tampang aneh. Ada juga yang masang tampang curiga karena ada yang kagak beres di antara mereka.
Semakin banyak dia minum bir, Arthur semakin kepayahan. Tampangnya udah beda banget! Kayaknya dia udah beneran mabuk!
"Fly, flying around!" Arthur pun mulai ngomong ngaco.
Daripada Arthur ketauan mabuk dan bikin malu di rumahnya sendiri, Lance menyarankan para Nation untuk mencabut kabel generator listrik dan menyetrumkannya ke tubuh Arthur.
"Tapi Lance, gimana kalau nanti dia mati?" tanya Natalie khawatir.
"Dia kan Nation, Natz! Karena itu, mendingan Arthur-san pingsan aja daripada mabuk!" balas Lance setengah panik.
Arthur pun berusaha untuk berjalan, tapi dia malah hampir jatuh. Gilbert pun langsung dengan sigap menangkap tubuhnya.
"Are you okay, Thur?" tanya Gilbert khawatir karena dialah yang bikin sang tuan rumah jadi mabuk.
Sontak, para Nation yang lainnya pun juga ikutan khawatir. Kalau nanti Arthur beneran mabuk di rumahnya sendiri dan tiba-tiba (maaf) berak di atas tanaman pot di ballroom itu, apa kata dunia nanti?
"O-oy, cepet bawa dia pulang!" saran Ludwig untuk menenangkan suasana.
Allistor (Sang personifikasi Scotland yang merupakan kakaknya Arthur) pun menepuk pundaknya sambil ngomong, "Good idea! Good luck for bring him to my home!"
"Was?! Warum ich (Kenapa aku)?!" jerit Ludwig panik karena menyesal telah membuka mulutnya.
Akhirnya, Ludwig pun memapah Arthur dan membawanya keluar dari ballroom tersebut secepat mungkin agar tidak dilihat orang. Pintu keluarnya cukup jauh dari posisi mereka sekarang dan tentu saja hal itu membuat para Nation yang melihatnya jadi was-was.
Mungkin kalau ada orang yang nanya, "Kenapa dia dipapah begitu?", Ludwig bakalan bilang, "Dia mendadak kena stroke!".
Tiba-tiba...
"HOEK!"
Arthur muntah di atas karpet sutra milik sang Ratu.
Mampus!
Para Nation yang melihat dari kejauhan pun langsung panik dan histeris. Ludwig pun hanya bisa mangap lebar dan memperhatikan keadaan sekitar. Ternyata ada beberapa orang yang ngeliatin mereka.
Kalau udah begitu keadaannya, mungkin seharusnya Ludwig ngomong begini, "Ini kebiasaan Arthur kalau berkunjung ke rumahnya sendiri, jadi harap maklum!"
Seminggu setelah para guru NNG nge-kost, Lance sibuk mengerjakan sebuah catatan di kamarnya dan didatangi Add yang kebetulan kamarnya berada di sebelah kamar pemuda berambut merah tersebut.
Awalnya, Lance mengira dia kagak bakalan ketemu sama para jagoan mabuk. Tapi tau-taunya, Add ngomong begini, "Lu tau, kagak? Kemaren gue mabuk dan tidur di dalam kulkas, terus kagak inget apa-apa keesokan harinya!"
Lance pun langsung masang tampang pokerface-nya sambil bilang, "I will not invite you to my home for next time!"
Special Chapter 2 End!
Review! :D
