Happy Reading! :D
Chapter 9: Green-kun and Faeroe-chan Activity in Class
Bagaimana ya keseharian kedua adik Mathias di NNG? Mari kita simak di bawah ini!
Cerita
"Minggu lalu ibu sudah memberi kalian PR! Sudah dikerjakan?" tanya Rena.
"Sudah, bu~" koor para mulas 9A.
"Bagus! Baiklah! Fiorel, maju ke depan!" perintah Rena yang sukses membuat Fiorel yang mendengarnya langsung cenat-cenut (?).
'Waduh, aku pertama!' batin sang Faeroese.
Fiorel dengan berat hati maju ke depan dan membawa buku PR-nya. Gadis Faeroe itu pun mengambil nafas dalam-dalam dan mulai bercerita.
"Makan indomie! Kemarin sore, aku bikin indomie dan aku makan sampai habis! Ini ceritaku, mana ceritamu?"
Ya ampun, Fiorel! Singkat amat tuh cerita!
Para mulas 9A pun langsung bengong semua. Tiba-tiba, terdengar suara tepuk tangan dari Mea.
"Cerita lu hebat banget! Pendek, tapi keren!" puji Mea.
Sontak, suara tepuk tangan yang lainnya pun memenuhi seisi kelas 9A.
"Fiorel keren!"
"Ceritanya awesome banget!"
"Hebat! Good job!"
Pujian-pujian itu pun membuat Fiorel terharu, sementara Rena malah facepalm melihatnya.
Damai
Di dalam kamus kelas 9E, kagak ada kata 'Damai'. Biarpun ada guru atau kagak, tetap saja kelas ribut kayak lagi dikejar Satpol PP (?). Contohnya, seperti sekarang ini!
Terlihat Add yang sedang membahas tentang aljabar. Sayangnya, murid-muridnya malah asik dengan dunianya sendiri. Luthias lagi main 'Five Nights at Fredy's' di HP-nya, Dark dan Sakazaki lagi ngomongin sesuatu, Hazuki dan Haruka lagi main Hangman, dan lain-lainnya yang males Author sebutkan.
Add yang melihatnya pun marah dan langsung memukul meja dengan penggaris. Sontak, para mulas 9E pun langsung diem semua.
"Kalian ini bukannya diam malah ribut! Liatin guru lagi nerangin pelajaran! Awas kalau nilainya jelek semua!" ancam Add.
"Iya, pak!" koor para mulas 9E.
Mereka semua pun diam, tapi itu tidak bertahan lama. Sepersekian detik kemudian, mereka pun ribut lagi. Add yang melihatnya pun hanya bisa sweatdrop.
"Baru aja dibilangin malah ribut lagi!" gumam Add sambil memijat keningnya.
Sabar ya, Add! Hidup ini kejam, lho!
Ember
Musim penghujan tiba dan para mulas kelas 9A bersiap untuk berperang. Berperangnya bukan melawan musuh, tapi melawan sesuatu yang lebih mengerikan. Bahkan, Fiorel udah bersiap untuk memimpin teman-temannya.
"Teman-teman, bersiaplah! Bentar lagi 'dia' datang!" teriak Fiorel.
Kita hitung mundur!
Tiga...
Dua...
Satu...
Dan...
Tes... Tes... Tes...
Terdengar suara air mulai membasahi kelas. Fiorel pun langsung berteriak kepada teman-temannya, "Ayo teman-teman, sekarang!"
Para mulas 9A pun langsung kocar-kacir mencari ember dan menaruhnya di tempat yang bocor.
Ternyata mereka berperang melawan air yang menetes dari atas alias bocor! Kasihan juga ya kelas ini! Sabar, ya! Hohoho! *plak!*
Imajinasi
"Woy, Darukun! Lu ngapain sih ngeliatin jendela mulu?" tanya Hadi.
Habisnya dari tadi Dark ngeliatin jendela terus. Siapapun pasti curiga kalau ada orang yang terus ngeliatin jendela. Dari masuk sekolah sampai sekarang, Dark tetap aja ngeliatin jendela.
"Gue lagi nungguin sesuatu!" jawab Dark singkat.
"Iya, gue tau! Tapi apaan yang lu tunggu?" tanya Switch penasaran.
"Sesuatu yang sangat keren!" balas Dark yang sukses bikin para mulas 9E yang lainnya langsung nengok ke arahnya.
"Apaan, tuh?" tanya Luthias bingung.
"Hujan pisang dari langit!" jawab Dark yang sukses membuat semua orang langsung ber-gubrak ria di tempat.
Udah bikin kepo, jawabannya kagak logis pula! Ya ampun!
"Aduh, Darukun! Sampai Aniki berubah jadi kambing beneran pun juga kagak bakalan mungkin! Imajinasimu terlalu tinggi!" balas pemuda Greenland yang baru saja bangkit dari gubrakannya (?) tersebut.
"Kan kayak Spongebob, kita harus menggunakan imajinasi!"
Sang Greenlander pun hanya bisa tepuk jidat, sementara Sakazaki yang mendengarnya berniat untuk membuat Dark kagak nonton Spongebob lagi.
Lagu
"Anak-anak! Sekarang kita akan membahas tentang lagu kebangsaan!" kata Lu.
Para mulas 9A hanya bisa manggut-manggut mendengarnya.
"Baiklah! Aruka, apa nama lagu kebangsaan Indonesia?" tanya Lu.
"Indonesia Raya, bu!" jawab Aruka.
"Bagus! Fiorel! Nyanyikan lagunya!" perintah Lu yang langsung bikin Fiorel kaget mendengarnya.
Gimana kagak kaget? Dia lagi enak-enaknya ngemut permen malah disuruh nyanyi di depan kelas. Sang Faeroese pun dengan berat hati langsung menuju ke depan kelas.
Fiorel pun mengambil nafas dan mulai menyanyikannya.
"Indonesia, tanah airku~" Entah kenapa, gadis Faeroe itu malah menari dengan gaje-nya. "Ayo teman-teman! Kita nyanyi semuanya!"
Para mulas 9A pun langsung mulai bernyanyi dan menari seperti Fiorel.
"Pinchi no... pinchi no... Pinchi no Ranruku..."
"Sonna Toki... Urutoraman ga Hoshii~"
"Urutoraman GAIA!" Mereka semua pun mengakhiri nyanyian itu dengan menirukan gaya Ultraman.
Lu pun hanya bisa facepalm. Masa dari lagu kebangsaan Indonesia tau-taunya malah masuk ke OST Ultraman? Aduh, aduh!
Hancur
BRAKKK!
"Yah, pintunya rusak satu!"
PRANGGGG!
"Bingkainya pecah, nih!"
PRAKKK! BRAKKK!
"Kursinya hancur!"
Itulah rutinitas harian kelas 9E, ngancurin perabotan sekolah. Entah itu pel, sapu, meja, bingkai, pokoknya ngancurin aja. Kagak ada yang melarang mereka, kok! Ketua kelasnya aja malah ikut-ikutan ngancurin barang.
"Hari ini dua kursi rusak, kemarin meja patah satu, kemarinnya lagi pintu kelas yang satu rusak, bingkai udah almarhum semua, pel sama sapu udah pergi ke alam sana! Entar apa lagi yang rusak, ya?" tanya Luthias kepada dirinya sendiri.
Sementara sang Greenlander merenungkan perabotan sekolah yang hancur, teman-temannya malah ngancurin perabotan sekolah lainnya.
PR
"Oy! Liat PR MTK-nya, dong!"
"Minjem PR TIK-nya!"
"Woy, gue yang minjem duluan!"
"Jangan ngaku-ngaku lu! Jelas-jelas gue duluan!"
"Baka! Pinjem PR PKN-nya!"
Beginilah rutinitas harian kelas 9A, minjem PR kemana-mana. Terserah mau salah atau kagak, yang penting PR-nya selesai aja.
Yang paling banyak dicontekin PR-nya adalah Mea karena dia yang paling rajin di kelas 9A. Tapi dengan satu syarat! Kalau mau nyontek, bayarannya sebungkus tahu gejrot dan itulah sebabnya kenapa kelas 9A selalu bau tahu gejrot.
Dangdut
"Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga~ Aduhai begitulah kata para pujangga~" Terdengar suara dangdut yang mengalun dengan kerasnya di kelas 9E.
Para mulas cowok 9E malah asik menari-nari sambil menghayati lagu tersebut.
Kagak nyangka, ternyata mereka semua suka sama lagu begituan. Liatin aja Luthias yang lagi nari sambil ngangkat jempolnya, Dark yang tau-tau bisa goyang itik (?), Switch sama Hadi malah nari salsa, Hazuki sama Kaien nari ballerina (?).
Sekali mendengar lagu dangdut, semuanya pun berubah. Yang awalnya kalem jadi heboh, yang awalnya heboh malah tambah heboh. Memang dangdut itu lebih dahsyat dari serangan bom nuklir! Tarik mang~
To Be Continue...
Review! :D
