Happy Reading! :D
Chapter 10: What a Bad Day?
~Greenland Part~
TET TORET TORET TORET!
Luthias pun terganggu dengan suara jam gaje tersebut. Dia pun membuka mata dan memilih untuk mengabaikan jam tersebut.
"Greeny! Pilih mati atau hidup?" tanya seseorang yang ternyata adalah kakak kembarnya, Mathias.
"Hn?" erang Luthias dengan malasnya.
"Mati? Boleh!" balas sang Danish.
"Det er op til søster alene (Terserah kakak saja)!" ujar sang Greenlander.
"DANISH AXE ATTACK!" teriak Mathias sambil menyerang sang adik dengan kapaknya.
"DAFUQ?!" jerit Luthias kaget.
"Du alle virkelig bråkete, uansett (Kalian semua berisik banget, sih)!" pekik Lukas yang terganggu mendengar suara tadi dengan aksen Norwegian-nya yang kambuh.
Luthias pun bangun dari tempat tidurnya dan...
Tap... Tap... Tap... GEDEBUK!
Ternyata dia jatuh dari tangga, pemirsa! Emil, Ieyasu, dan Lance pun muncul sambil mengangkat papan angka bertuliskan 0 7 4.
"Kurang greget!" ujar mereka bertiga.
"Anjrit!" umpat sang Greenlander kesal dan dia pun memilih untuk menonton TV di ruang tengah.
AQUA, AIR QENCING KUDA! HARGANYA, 500 JUTA! YANG BELI, HANYA ORANG GILA!
PAKE EKSIS KEMANA MANA JADI NORAK!
Kita taburkan bedak ke bayi kita dan terus kita-
BAKAR SAMPE MATANG DAN JADILAH SATE AYAM KITA MASUKKAN KE-
Ke pot bunga supaya-
MAKMUR SEJAHTERA INDONESIA!
"What the?" gumam Luthias jawdrop.
"WEL TO THE WEL WEL WEL!" kata Emil datar dari depan pintu ruang tengah.
"BUJUG, DAH! AISU-NII KESAMBET APAAN, SIH?!" pekik Luthias kaget.
"CYCLONE!" teriak Emil.
Tiba-tiba, Lance muncul di samping Emil sambil berteriak, "JOKER!"
"KALIAN PIKIR INI KAMEN RIDER DABURU, APA?!" bentak Luthias kesal.
"TUH, TANYAIN SI GUNNER JEJADIAN INI!" balas Emil sambil menunjuk ke arah Lance.
"Emil-san jahat!" kata Lance sambil mencembungkan pipinya dengan sebal.
"Green, Green! Kabur, Green!" ajak Emil panik.
"Kenapa? Kan hanya Gunner jejadian ini!" balas Luthias yang berdampak pada cara bicaranya karena...
"OBLIVION!" teriak Lance sambil langsung menibani Luthias dan Emil dengan Valkyrie Tank-nya.
Beberapa menit kemudian...
"Lukas nii-chan!" panggil Lance.
"Ada apa?" tanya Lukas sambil meminum Yoggi-nya yang kedua ratus lima puluh tujuh (?!).
'SAKIT BANGET, SIALAN! DASAR NORU-NII/NORE GOBLOK! LU SEMBARANGAN BAWA TUH GUNNER DAN LU UDAH NGANGGEP DIA ADEK LU?!' pekik Luthias dan Emil dalam hati.
"Beliin es krim, dong!" pinta Lance watados.
BYUR!
'NO, NYET! MAU DITEBAS KIRI KANAN ATAS BAWAH SERONG SILANG DI PANTATNYA ANKO, OGAH BANGET GUE!' umpat Lukas dalam hati setelah menyemburkan Yoggi-nya.
"Terserah lu, deh!" balas Lukas pasrah.
"Kita juga mau, dong!" ujar yang lainnya tiba-tiba.
'GOD HELP ME PLEASE!' jerit Lukas stress dalam hati (lagi).
"Pasrah aja, ah!" gumam sang Norwegian dengan mirisnya dan dia pun pergi ke supermarket bersama yang lainnya.
Sementara Luthias dan Emil? Jangan ditanya! Mereka masih meratapi nasib!
"Ya udah deh, Aisu-nii! Aku pergi dulu, ya!" kata Luthias datar sambil berjalan pergi.
Mari kita nyanyi!
Satu satu, Luthias lagi jalan.
Dua dua, nginjek kulit pisang.
Tiga tiga, apa yang terjadi?
Satu dua tiga, jatuh dari jendela rumah.
GEDEBUK!
"NASIB!" teriak Luthias setelah jatuh dari jendela rumah.
"PRIHATIN, NAK!" balas Emil dari dalam rumah.
"BANTUIN!" perintah sang Greenlander.
"OGAH!" tolak sang Icelandic.
Sementara itu...
"DUIT GUE ABIS! SOMEBODY HELP ME!" teriak Lukas.
Tiba-tiba, datanglah Britania Angel dari atas langit.
"Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah~" nyanyi sang malaikat dari Inggris tersebut.
"MUKA LU TUH ANUGERAH!" balas Lukas gondok.
"GUE KUTUK LU JADI KERE! HOATA!" teriak Britania Angel sambil nunjuk Lukas dengan tongkat sihirnya.
Tapi Lukas berhasil menghindarinya dengan menunduk dan yang kena adalah Luthias.
"WAW, NEMU DOMPET!" jerit Ieyasu kegirangan sambil mengambil uang di dalamnya dan meninggalkan dompetnya.
"Dompetku mana?" tanya Luthias bingung dan melihat dompetnya berada tidak jauh dari kakinya.
"Oh, itu dia!" kata sang Greenlander lega sambil mengambil dompetnya.
Tapi setelah dibuka...
"MANA DUIT GUE?!" teriak Luthias kaget.
"TERNYATA KUTUKANNYA MANJUR!" kata Britania Angel.
"Au ah gemeresek (?)!" balas Lukas datar.
"Kabur, ah!" gumam sang malaikat itu sambil ngilang ditelan vortex (?).
"GUE NISTA!" teriak Luthias dengan suara toa hasil latihan dengan kakaknya (?).
"Oh!" balas sang Norwegian singkat.
"YEY! BELI PANCORAN, AH!" seru Ieyasu kegirangan.
"Dasar!" gumam Lukas sweatdrop.
~Norway Part~
Pagi hari yang cerah dan seorang personifikasi pun terbangun dengan indahnya.
Lukas POV
Sinar matahari yang terang memasuki kamarku. Tapi bukan sinar matahari yang membangunkanku, melainkan suara 'gedebuk' dari kamar Sverige. (Thundy: "Jadi si Berwald pake cara berguling, tuh?") Aku pun bangun dengan cara normal, tapi sambil salto karena kagak ada jadwal ngajar. (Cowboy: "Contoh kagak baik!") Saat aku berhenti, tiba-tiba aku terkena encok (Cowboy: "Makan tuh!") dan aku pun dengan susah payah mengambil alat pijat refleksi.
"Ah, leganya!" gumamku setelah melakukan pemijatan.
Aku pun membuka pintu kamarku dan melihat Anko dan Green lagi main kejar-kejaran di depan kamarku. Tapi naasnya, pintu kamarku yang udah terbuka ditutup paksa oleh Green dan aku pun nemplok di tembok.
Aku pun membuka pintu kamarku lagi sambil melihat kanan-kiri dan setelah merasa aman, barulah aku menuruni tangga. Sialnya, aku menginjak kulit pisang dan jatuh dari tangga dengan cara berguling.
"Nor-kun ngapain guling-guling di tangga?" tanya Fin.
"Gue mau tau aja karena katanya gue bisa mati kalau guling-guling di tangga!" jawabku ngasal.
"Ya elah! Kita kan Nation, Nor-kun!" balas Fin datar.
Setelah kejadian itu, aku pun menghabiskan sarapanku dan keluar untuk jalan-jalan. Sayangnya, aku terkena air jemuran dari tetangga sebelah.
"Kamper!" umpatku kesal.
"Kalau jalan liat dulu, dong!" kata ibu-ibu tetangga sebelah.
"Mau minta dikutuk, ya?!" tantangku sewot dan ibu-ibu itupun langsung ngacir setelah melihatku mengeluarkan buku sihir.
"Cih! Ngacir aja, deh!" gumamku sambil berjalan melewati Kantor Bupati (?) untuk mencari Kera Sakti (?). (Thundy: "Dia malah nyanyi!" *sweatdrop.*)
Aku tak sengaja melihat kucing di sungai. Entah kenapa, aku tak merasakan kalau itu kucing beneran, tapi...
"Meong, meong!"
Sontak, aku pun berteriak sambil berusaha untuk menyelamatkan kucing itu. Tapi setelah diselamatkan, ternyata itu kucing mainan bersuara.
"I AM IN MANGA!" teriakku lagi sambil berlari ke arah rel kereta api, kemudian aku tertabrak kereta dan mati.
~A Dream~
"AAAAAAH! MIMPI YANG MENGERIKAN!" teriakku sambil bangun.
"Gue bangun?" tanyaku bingung sambil mencubit pipiku dan langsung meringis kesakitan.
"Yey, udah bangun!" ujarku kegirangan.
Aku pun membuka pintu kamarku dan tak sengaja melihat pintu kamar Aisu yang terbuka. Aku pun mengintip dari celah pintu dan ternyata...
AISU DAN LANCE LAGI YAOI-AN!
"AAAAAAAAAAAAH, ADEK GUE KENAPA?!" teriakku lagi.
~Dream again~
"AAAAAAH! A DREAM AGAIN! OKE, NORWAY! A DREAM CANNOT HURT YOU, YOUR DREAM CANNOT HURT YOU!" pekikku panik.
Aku pun melihat ke arah jendela dan melihat darah. Ternyata di luar sana terdapat kepala Green yang terpenggal, Faeroe-chan yang tertusuk, Fin yang terbelah menjadi dua, dan kepala Sverige yang terbelah.
"AAAAAAAAAAAAAAH!" teriakku.
~Another Dream Again~
"SHIT, I AM IN YO DAWG!" teriakku lagi sambil melihat jendela dan ternyata udah malam.
Tunggu dulu! Ini bukan malam, tapi aku berada di luar angkasa dan dekat dengan black hole.
"AAAAAAAAAAAAAH! I AM SO CLOSE TO BLACK HOLE! AAAAAAAAH!" teriakku panik.
~The Real World~
"AAAAAAAAAAH!" teriakku lagi.
"Gue udah bangun, nih?" tanyaku bingung sambil mencubit pipiku lagi.
"Ugh!" Aku hanya bisa meringis kesakitan setelah melakukannya. Ternyata bukan mimpi!
"Gue kasihan banget sama Norge, dari tadi kagak bangun-bangun!" kata Anko watados.
Aku langsung menengok ke arah suara itu dan ternyata anggota Nordic yang lainnya plus Matt dan Lance ngumpul di pojok kamarku sambil main poker.
"Apa?" tanyaku setelah mendengar hal itu dengan nada datar.
"Eh? Udah bangun?" Fin nanya balik dengan kaget.
"Masih tidur!" jawabku dengan tampang 'You-don't-say'.
"Hebat lu, Kas! Tidur dari jam 9 malam sampe jam 7 malam!" puji Matt kagum.
Pantesan aja dari tadi mimpiku yo dawg terus! Ternyata aku tidur dari jam 9 malam sampe jam 7 malam!
To Be Continue...
Review! :D
