Readers!
*author keluar dari lampu*
GOMEN UPDATE NYA KELAMAAN MINNA-SAN author sedang sibuk dengan urusan sekolah yang tidak ada habisnya selama sekitar 2 minggu ini, banyak ulangan, pr, praktek, ambil nilai, kerja kelompok, dkk. Oh iya terimakasih sudah mereview fict ini. Saya tidak keberatan anda memberi saya informasi tentang beberapa hal yang saya tidak tau. Sebenarnya saya bingung mau lanjutin fict ini atau di delete aja. Soalnya saya pikir alurnya ga jelas dan bahkan sampe sekarang saya belum tau akhir ceritanya bagaimana. Tapi ternyata ada juga yang ngarepin fict ini tetap dilanjutin, jadi saya lanjutin! Kebanyakan curcol disini, ayo kita langsung baca!
Thanks for :
HWANG ENERGY
.
ANNONYMOUS99
.
KEVIN NIAN
.
KIRA DAISUKI
.
AND ALL SILENT READERS
.
.
.
*maaf jika ada kesalahan dalam penulisan
Naruto © Masashi Kishimoto
Pair : Namikaze Minato-Uzumaki Kushina
Rate : T
Genre : Romance, Humor - masih dipertanyakan- pastinya garing
Warning : typos (sahabat sejati saya), gaje, alur maksa, garing, dkk,dsb,dll
Enjoy it!
.
.
.
"Begini, pertama sebenarnya berhubungan dengan mental, ya jangan anggap lawanmu sangat hebat, tapi juga jangan lengah jangan sampai mentalmu jatuh, aku pernah ke dojo lain saat usiaku 13 tahun, waktu itu aku sengaja memakai sabuk kuning, dan ada anak kecil yang mengajaku bertanding, ia menyerang sangat agresif dan sedikit gegabah, tapi aku kalah, minggu depannya aku datang lagi kesana dengan sabuk hitam, dan anak itu langsung kalah" Jelas Minato panjaaaaaaaannnnggggg dan lebaaaaaarrr. Akibatnya, beberapa genangan air muncul di lantai *yeks!*
"Kenapa? " Tanya Kushina.
'Mental? Asal kau tahu saja, mentalku baja!' Seringai Kushina dalam hatinya.
'Mentalmu tempe!' Balas Minato dalam hati kecilnya
'Kau ikan asin!' Balas batin Kushina panas
'Kau kangkung balacan! 'dan akhirnyabatin mereka semakin memanas bung!
'Kau tahu dan sambal terasi!' mereka memulai acara batin-membantin saudara-saudara!
(Author : weh mau berantem atau mau mesen makanan sih?)
MinaKushi saling bertatapan, mengepalkan tangan mereka.
Author tutup kuping.
"KAN ELO YANG NULIS AUTHOR DODOL!"
(Author : BERISIK WOY! Yaudah, daripada kita berantem disini, pasti saya kalah melawan 2 orang sangar, lebih baik back to the story!)
Setelah pertikaian sengit main character bersama authornya tadi, Minato menjawab pertanyaan Kushina.
"Mungkin karena mentalnya down, karena yang kurasakan saat ia menyerangku tidak agresif seperti waktu pertama kali kami bertanding, gerakannya juga agak kaku, dan tersirat sedikit kekhawatiran di wajahnya" Jadi, yang dilakukan si rambut jerami itu hanya menceramahi Kushina seperti anak kecil, bukan hal aneh yang mungkin akan tersirat di pikiran anda sekalian.
"Hubungannya dengan aku dan Fugaku?" Tanya Kushina dengan bodohnya. Kapasitas otaknya mungkin bukan medium lagi, tapi small. Cantik sih cantik tapi budek dan err~ bodoh *dirante Kushina*
"Kau pasti telah berfikir kalau 'Fugaku sangat hebat' singkirkan pikiran itu dari otakmu! Anggap Fugaku ya, satu tingkat dibawahmu, tapi ingat jangan terlalu meremehkan" jelasnya lagi.
Kushina melongo, mulutnya mangap matanya ga kedip, ga gerak, ga goyang, ga napas *eh. Lalu ngangguk-ngangguk. Tanda ia mengerti. Atau dia hanya pura-pura mengerti? Entahlah, gadis itu memang sulit ditebak.
"Jadi, aku harus menganggap Fugaku itu hmm… sabuk kuning boleh?" Tanya Kushina dengan raut wajah yang bingung.
"Ya begitulah, tapi ingat pesanku, jangan anggap mereka remeh, setiap musuh punya skill mereka masing-masing, tidak menutup kemungkinan mereka akan mengeluarkan jurus terhebat mereka ketika mereka dalam keadaan yang sangat terdesak " Ucapan Minato kali ini tidak dimengerti Kushina sama sekali.
Kushina menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan semangat *loh?*
"Jadi intinya?" Tanya Kushina dengan raut wajah bodoh, maksud dari bodoh itu ialah sangat amat bodoh *dicincang*
Minato menghela nafas panjang dan menatap Kushina tajam 'Bodoh sekali anak ini' pikirnya.
"Jadi intinya saat kau dalam keadaan unggul, jangan lengah, karena justru itulah keadaan yang hm… menegangkan? Ya menegangkan, kau tidak tau apa dia sudah benar-benar kehabisan tenaga atau justru menunggu saat yang tepat untuk menyerang balik. Mengerti?" Minato ragu melihat wajah Kushina yang tampak suram. Lama kelamaan raut wajah Kushina berubah, alisnya terangkat satu.
"Hei, tapi kenapa aku malah diceramahi bergini -ttebane!" Nada emosi mulai terdengar dari gadis bermata violet itu. Ia menatap Minato tajam. Minato membalas tatapan tajam Kushina dengan tatapan yang lebih tajam. Akhirnya mereka saling menatap tajam, mereka beradu siapa yang paling tajam dan ternyata MINATO yang paling tajam saudara-saudara, tatapan Kushina hanya 1,5 meter dan tatapan Minato 1,7 meter tajamnya (bukannya panjang?)! *geplak!*
"Kau itu bisa sabar tidak sih? Ini kan baru pembuka tau!" teriak Minato jengkel.
"Nee? Pembukaannya saja satu jam lebih!" Kushina menggelengkan kepalanya. "Kau itu suka sekali ceramah -ttebane!" Ucap Kushina dengan api kemarahan yang mulai membakar dirinya, bukan! sepertinya itu adalah api semangat masa muda yang ditransfer dari Lee dan Gai!
"Ini bukan ceramah! Tapi ini latihan dasar! Memangnya apa maumu sih?" Kushina menyeringai mendengar pertanyaan Minato, sontak Minato bergidik.
"Latihan fisik" ucap Kushina santai. Wajah Minato merah padam, kepalanya jadi kuning-merah sekarang, ia seperti lampu lalu lintas terbalik.
"Fisik" gumamnya pelan. Entah apa yang ada di pikiran si jerami bodoh itu.
"BAKA ERO!" teriak Kushina sambil melayangkan semua barang yang ada di ruangan itu ke wajah Minato. Ada kucing, anjing, meja, kursi, serbet,sendok, garpu, piring, gelas, mangkok, sumpit, STOP! Kenapa di ruang karate malah ada peralatan makan + anjing dan kucing? Entahlah, masih misteri. *author bloon*
"KAU MAU MEMBUNUHKU YA?"
"HABIS KAU MESUM!"
"Yasudah, ganti bajumu dengan baju karate, kau tidak akan bisa bertanding dengan rok sependek itu" ucapnya hati-hati. Kushina masih diam ditempat, matanya menjelajahi seluruh ruangan, tidak ada ruang ganti.
"Ruang ganti dimana?" Tanya Kushina. Tidak mungkin kan dia berganti pakaian disini, di depan Minato, bisa-bisa sesuatu buruk terjadi padanya.
"Disini saja" Minato keceplosan, sifat usilnya itu memang terkadang menghibur orang lain, tapi terkadang membawanya ke alam maut, ia menenggak ludah. Ia tau apa yang akan terjadi setelah ini. 'Si tomat akan mengamuk'
Kushina mengepalkan tangannya, sebuah sewotan muncul di kepalanya, lalu muncul lagi di kedua tangannnya yang terkepal. Ia menarik napas dalam-dalam.
Semua orang (-Kushina) tutup kuping.
1
2
3
"BAKA ERO!" Kushina mengamuk lagi, ia melemparkan watafel, bath tub, sabun, shampo, conditioner, gayung, shower, closet beserta isinya *o ow* ke wajah Minato.
"UZUMAKI KAU JOROK SEKALI SIH!" Teriakan dari seorang Namikaze Minato menggelegar layaknya petir.
"KAU YANG JOROK! PIKIRANMU SANGAT JOROK NAMIKAZE!"
"TAPI KAU BISA MEMBUNUHKU!"
"MEMANGNYA AKU PEDULI?"
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
"…"
(Readers : KELAMAAN DIEMNYA WOY!)
"Ruang ganti, ada di belakang tirai itu, ada pintu di dalamnya, masuk saja kesana" Ucap Minato memecah keheningan yang dibuat author *hehe*.
Kushina diam, tidak menjawab pertanyaan Minato sama sekali. Gadis dengan tinggi 158 cm itu menatap Minato tajam, seperti ingin membunuhnya. Merasa diberi death glare, Minato menatap Kushina bingung ia mulai membuka mulutnya.
"Tunggu apa lagi?" Ia memasang ancang-ancang untuk kabur jika kemungkinan terburuklah yang ia dapat, Uzumaki Kushina mengamuk lagi.
"Kau tidak memasang CCTV di ruang ganti kan?" Tanya Kushina dengan tampang horror.
"Tentu saja tidak! Untuk apa aku memasang CCTV di sana? Otakku masih waras, kecuali…" Ucap Minato yang membuat Kushina sedikit heran. Minato ngeblush.
"Kecuali apa?" Tanya Kushina ketus.
"Kecuali ada Jiraya-sensei disini" Minato terkekeh mendengar perkataannya sendiri.
"Oh! Aku tau Jiraya-sensei guru IPA mu itu! Yang katanya mesum sekali itu kan? Aku tau banyak tentang dia dari Fugaku" ucap Kushina dengan semangat.
"Iya, iya nanti saja ya ceritanya, cepat ganti bajumu dan kita harus cepat latihan" perintah Minato.
Kushina mengerucutkan bibirnya dan menajamkan matanya.
"Apa maksudmu?" Tanya Kushina ketus.
"Ya, maksudku kau cepat ganti baju, sebelum… sebelum… sebelum keburu sore!" ucap pria dengan mata senada dengan batu safir itu. 'padahal aku ingin menjawab sebelum aku yang menggantikan bajumu' Minato terkikik mendengar innernya bicara seperti itu.
Kushina yang sudah berjalan menuju ruang ganti menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Minato yang sedang terkikik sendiri dengan hebohnya.
" Apa yang kau tertawakan, baka?" ia mulai memasang tatapan membunuh.
"Tidak, tidak ada" tawa Minato yang histeris *eh* tadi tiba-tiba berhenti dengan sendirinya. Wajahnya mendadak pucat, ia sudah kapok karena hampir mati ditimpukin oleh barang-barang yang tidak jelas darimana asal usulnya itu sama Kushina. Jadi dia lebih memilih diam.
" Kau pasti memasang CCTV kan? makanya kau terkikik bodoh seperi tadi" wajah Kushina mendadak horror.
"Tidak! Sungguh aku tidak memasang CCTV atau apa pun itu! Percayalah padaku!"
Kushina diam, ia menatap Minato dengan tatapan mengintrogasi. Minato merasa kesal pada author *loh?* maksudnya Minato merasa kesal pada dirinya sendiri karena ia tidak bisa meyakinkan Kushina. Ia berjalan mendekati Kushina.
Ia mencengkram bahu mungil Kushina
"Kushina tatap mataku! Apakah aku berbohong? Apa mataku mengatakan aku berbohong? Hah?" kata Minato sambil mengguncang-guncang tubuh Kushina dengan sangat keras. Mau tau bagaimana wajah Minato saat ia melakukan adegan itu? Matanya membulat, lubang hidungnya mengembang, mulutnya menganga lebar, dan beberpa rintikan hujan keluar dari rongga mulutnya *JOROK!*
Kushina tidak bisa menahan amarahnya.
'Kau pikir kau sedang bersama siapa, baka?'
DUAGH
Kushina menonjok Minato dengan sekuat tenaganya, dan dengan sepenuh hati, jiwa, raga, dan rohnya *loh?*
"AAH UZUMAKI KENAPA KAU MEMUKUL KU LAGI?"
"APA YANG KAU LAKUKAN BODOH?"
"Aku hanya ingin meyakinkanmu, kalau aku tidak berbohong" tampang Minato mulai melankolis.
"Tapi itu cara yang pasaran, dan norak, baka! Itu seperti di sinetron-sinetron Indonesia dattebane!"
"Kan kalau ga norak bukan sinetron Indonesia namanya, Uzumaki!" *whoops*
(Author : WOY! Kembali ke scenario dong! Bolot orang dengerin lo pada tereak-tereakan mulu!)
Oke, readers ayo kembali ke cerita semula.
Ehem…
10 menit setelah 'World War' itu, Kushina keluar.
"Minato, aku sudah selesai!" teriakan Kushina menyadarkan Minato dari lamunan anehnya. Entah apa yang ia lamunkan saat Uzumaki Kushina sedang berganti pakaian.
Minato memalingkan wajahnya ke arah suara tadi. Ia melihat Kushina dengan pakaian karatenya dan ada sebuah sabuk hitam melingkar sempurna di pinggang rampingnya. Rambutnya digelung ke atas dan disisakan sedikit di depan. Minato terus menatap Kushina dengan dahi berkerut.
Kushina yang daritadi dipelototi oleh Minato merasa tidak enak "Apa?"
Minato mengedipkan matanya beberapa kali "Tidak, tidak ada"
"Bisa kita mulai sekarang?"
"Ya"
" Aku harus apa?"
"Turuti saja perintahku, jangan membantah atau melawan"
Kushina mmengerutkan dahinya dan menaikan alisnya, ia memberenggut menatap Minato.
'Mau apa lagi dia?'
TBC
A/N : Selesai chapter 2 nya, TBC nya sama kaya chapter 1, sama-sama ga jelas. Saya udah terlanjur bikin chapter 2 dan sayang kalo tiba-tiba putus tengah jalan karena kurang diminati oleh para readers. Tolong beri pendapat, apa saya harus melanjutkan ke chapter 3 dan seterusnya, atau harus saya delete, atau mungkin discontinued. Tapi saya berat mau delete atau discontinued, karena ini my first MinaKushi. Saya minta sarannya aja ya, terimakasih :D
Mind to review?
Regards
Nakamura Emi
