Chapter 2

Kalian pasti tahu aku bukan orang paling baik yang pernah dilahirkan di dunia ini, aku bahkan tidak baik, tidak baik sama sekali.

Setelah ini kalian kalian pasti akan menganggapku menyedihkan.

Kalian pasti akan menganggapku Hypocrite paling menyedihkan yang pernah ada.

Aku dibesarkan untuk percaya kalau penyihir kelahiran muggle adalah mahkluk yang menjijikan. Mereka tidak layak dan tidak seharusnya mendapatkan kemampuan sihir mereka.

Aku juga dididik untuk menjadi seorang pangeran. Bisa dibilang keluarga kami adalah keluarga paling berkuasa dan paling kaya di seluruh penjuru dunia sihir. Keluarga Malfoy. Siapa yang tidak mengenal nama itu? Yeah Well, tentu saja para-para Mudblood itu tidak mengetahui nama Malfoy.

Beberapa hari sebelum aku pertama kali berangkat ke Hogwarts, Mother pulang dari pertemuannya dengan istri-istri keluarga pureblood lainnya dengan membawa kabar yang menarik.

Mereka bilang Harry Potter akan muncul. Mereka bilang Harry Potter akan ada di antara murid-murid baru yang akan masuk Hogwarts tahun ajaran baru ini. Aku bertanya pada Father apa yang harus kulakukan?

Father bilang ia juga tidak yakin, sampai saat itu, meskipun Voldemort sudah sudah pergi –entah untuk sementara atau selamanya- Father masih tidak yakin tentang Harry Potter. Apakah ia selamat dari dark lord karena keberuntungan atau karena ia justru lebih hebat dari Voldemort.

Akhirnya ayahku memberiku perintah untuk mencoba berteman dengannya dan kemudian melihat situasi untuk tindak lebih lanjut.

Maka aku melakukannya. Aku mendengar kalau Potter duduk di salah satu kompartemen, aku menemuinya dan mengajaknya berteman tapi kemudian ia menolaknya. Menyebalkan. Bagaimana mungkin ia lebih memilih Weasley daripada Malfoy?

Well, jika ia tidak mau menjadi temanku siapa peduli? Tapi aku tidak akan tinggal diam, aku tidak akan membiarkan Harry Potter mencuri singgasanaku.

.

Awalnya aku tidak begitu memperhatikannya, fokus utamaku hanya bagaimana cara membuat hidup Potter menderita. Tapi kemudian rambutnya membuatku akhirnya melihatnya untuk pertama kalinya. Ia duduk di deretan paling depan dan dengan penuh semangat menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh semua Profesor.

Penjilat.

Menyebalkan.

Lalu aku diberitahu oleh Vincent kalau ia seorang Mudblood. Ugh.

Menjijikkan.

Untung saja paling tidak Severus tidak memperlakukannya spesial, aku selalu menunggu-nunggu mata pelajaran potion karena hanya di mata pelajaran itu ia tidak bisa dengan sesuka hatinya menjawab pertanyaan dan ia tidak bisa bertindak seperti di kelas-kelas lain.

Seminggu pertama aku benar-benar menganggapnya seperti hama. Mudblood yang menyebalkan, suka cari perhatian, rambutnya berantakan, ugh, rambutnya itu tidak bisakah dia mengikat rambutnya atau semacamnya?

Ia selalu terlihat sendirian. Tentu saja, siapa yang mau berteman dengan orang sok tahu seperti itu?

Minggu kedua aku mulai tidak bisa berhenti memikirkannya. Tentu saja aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak bisa berhenti memikirkannya karena aku membencinya.

Dan kebohongan itu yang terus menerus kutelan sampai di tahun ketiga.

.

Aku selalu berkata pada diriku sendiri dan pada orang lain bahwa aku membencinya, aku selalu berkata pada diriku sendiri bahwa ia selalu ada dipikiranku karena aku terlalu membencinya dan selalu memikirkan bagaimana cara agar membuatnya menderita.

Aku tahu di lubuk hatiku yang paling dalam, dia menarik perhatianku karena ada yang berbeda dalam dirinya, ia kelahiran Muggle tapi lebih menguasai sihir dari siapapun di tahun kami, bukankah itu aneh? Tapi aku selalu mengatakan pada diriku bahwa aku membencinya, kalau muggleborn itu menjijikkan. Titik.

Tapi kemudian, ketika untuk pertama kalinya aku mimpi basah, aku tahu siapa yang sebenarnya menjijikkan.

Tentu saja setelah itu aku tetap berkata pada semua orang kalau aku membencinya, tetap melakukan hal-hal buruk yang menunjukkan kalau aku tidak ingin ada orang-orang sepertinya di dunia kami.

Aku tidak ingin menjelaskan banyak hal tentang sisa tahun-tahun kami di Hogwarts, seperti yang kalian tahu betapa menyedihkannya hidupku karena kembalinya Voldemort, dan tugas sialan yang diberikannya padaku.

Dan sampai saat itu, sampai akhirnya aku tahu kalau Voldemort sudah kalah dan Potter menang, aku tidak pernah berpikir kesempatan akan datang padaku. Aku tidak pernah berpikir kalau Merlin akan memberiku kesempatan. Tidak pernah sama sekali.

Jadi aku mengikuti persidangan yang diadakan kementrian begitu saja tanpa ekspektasi apa-apa.

Begitu aku mendapatkan putusan, kalau aku dan ibuku bebas dan aku bisa kembali ke Hogwarts, aku berpikir mungkin ini saatnya.

Aku tidak mungkin menjadi kekasihnya atau seseorang yang dicintainya atau disayanginya, tapi kami mungkin saja berteman bukan? Lagipula Hermione Granger yang kukenal adalah salah satu Gryffindor paling Gryffindor yang pernah kutemui.

Aku mempersiapkan diriku selama seminggu, berkali-kali berlatih di depan cermin bagaimana bicara padanya, bagaimana mengulurkan tanganku, meminta maaf atas semua kesalahanku dan berkata bahwa aku berharap bisa menjadi temannya.

Aku sudah hafal pidato singkat yang akan kuucapkan padanya, jadi hari itu aku berangkat ke King Cross dengan penuh percaya diri.

Tapi kemudian aku melihatnya, begitu cantik, begitu indah, begitu sempurna, semua kalimat-kalimat yang sudah kurancang menghilang entah kemana.

Kurasa ini adalah omong kosong yang selalu Blaise bicarakan padaku. Cinta.

Aku yakin aku sudah jatuh cinta pada Hermione Jean Granger.

Kapan aku tahu nama tengahnya Jean? Entah.

.

Aku kemudian menghabiskan sisa tahun terakhirku di Hogwarts menjadi orang paling bodoh di seluruh penjuru dunia sihir, aku menghabiskan waktuku menghina diriku sendiri, aku menghabiskan waktuku untuk mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak lebih dari seorang pecundang yang menyedihkan.

Untuk menghampirinya dan menyapanya saja aku tidak punya nyali, apa lagi untuk mengulurkan tanganku dan minta maaf padanya.

Aku mendengar kabar kalau ia dan Weasley berpacaran. Menurut kalian aku harus bagaimana? Tentu saja aku seharusnya tidak melakukan apa-apa. Aku bukan siapa-siapanya, untuk apa aku memikirkan bagaimana aku seharusnya merespon?

Aku hanya menghabiskan sisa tahunku memandanginya dari jauh. Apa yang kudapatkan? Banyak.

Selama ini, meskipun aku tahu di dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku menyukainya, aku tidak pernah benar-benar menyisihkan waktu untuk memperhatikannya, tapi akhirnya satu tahun ini, semuanya seakan-akan terbayar.

Aku mulai melihat semua hal-hal kecil yang ada padanya. Mulai dari bagaimana caranya makan, bagaimana ia selalu cenderung menggunakan mulut bagian kanannya untuk mengunyah, bagaimana tata cara makannya yang benar-benar lebih sopan dari banyak perempuan pureblood yang pernah kulihat, bagaimana ia selalu mengunyah makanannya pelan-pelan, dan bagaimana ia selalu menutup makan siang dan makan malamnya dengan Strawberry.

Aku juga jadi begitu mengenal cara jalannya, bagaimana ia selalu berjalan di sisi kiri koridor, bagaimana ia berjalan jika sedang mengantuk, bagaimana caranya berjalan ketika datang bulan.

Kalian mungkin tidak percaya ini, dan mungkin akan menganggapku menjijikkan setelah ini, tapi sekali waktu itu dia memarahi seorang murid perempuan hanya karena tidak sengaja menyenggolnya saat keluar dari ruang kelas, aku sempat bertanya-tanya ada apa dengannya? Karena itu bukan sifatnya, kemudian beberapa detik kemudian dia langsung minta maaf pada perempuan yang baru saja dimarahinya dan berbisik pelan kalau ia sedang period. Kemudian perempuan itu tersenyum dan mengangguk kearahnya mereka lalu berjalan ke kelas selanjutnya bersama seperti tidak ada masalah. Dan semenjak itu aku mulai memperhitungkan hari-hari dan mengetahui kapan ia datang bulan.

Iya, iya, aku tahu ini terdengar menjijikkan, aku tahu, tapi aku tidak punya alasan untuk menjelaskan diriku. Apa jika aku memberi alasan aku melakukan itu karena aku mencintainya sudah cukup?

Aku sering sekali diam-diam duduk di perpustakaan, tidak cukup jauh dan tidak cukup dekat dengannya yang sedang memberi bantuan pelajaran pada siapapun yang membutuhkan, bahkan jika dipikir-pikir sepertinya ia tidak pernah menyadari keberadaanku di dekatnya, yeah well, tidak begitu dekat juga sih, dan lagipula bagaimana mungkin aku mengharapkan Hermione Granger akan menyadari keberadaanku?

.

Aku kemudian menyadari kalau aku sudah membuang-buang waktuku ketika tidak terasa kami sudah tinggal satu minggu lagi berada di Hogwarts.

Aku seharusnya bisa menggunakan waktu satu tahun ini untuk mendekatinya, atau paling tidak minta maaf padanya, tapi aku hanya menghabiskan waktuku untuk memandanginya.

Lagi-lagi dengan bodohnya selama satu minggu aku mempersiapkan diriku untuk meminta maaf padanya, setelah kupikir-pikir tidak akan ada gunanya aku minta maaf dengan pidato panjang lebar yang bertele, jadi aku akan menghampirinya di hari terakhir, kemudian minta maaf dengan cepat lalu pergi.

Aku memanggilnya sebelum ia naik ke kereta bersama beberapa temannya. Namanya terdengar aneh di mulutku, Hermione. Aku memanggilnya dan menyuruh teman-temannya untuk naik duluan dan aku bersyukur atas pengertiannya kalau aku butuh privasi.

Jadi aku mengulurkan tanganku, begitu ia menjabatnya, aku mengucapkan selamat atas kelulusannya lalu minta maaf atas semua kesalahanku selama ini.

Ia bahkan belum sempat mengatakan sesuatu, tapi begitu ia melepaskan jabatan tanganku dan mengangguk pelan, aku langsung pergi begitu saja, seperti pengecut.

Tapi anehnya, aku bisa merasakan kalau ia tersenyum ke arahku. Well, setidaknya ia sudah mengangguk, entah itu artinya ia memaafkanku atau tidak, setidaknya satu tahunku ini tidak terbuang sia-sia.

.

Aku menghabiskan waktu dua minggu untuk berlibur ke luar negeri, aku berusaha menemukan tempat yang tenang dari celotehan Mother tentang apa yang harus kulakukan setelah lulus. Jujur aku tidak tahu apa yang ingin dan harus kulakukan setelah lulus.

Apa aku harus bersantai-santai saja? Apa aku harus mengelola perusahaan? Apa aku harus membuka toko ramuan sederhana? Apa aku harus jadi pemain Quidditch? Apa aku harus menjadi Auror? Aku benar-benar bingung.

Jadi aku pergi selama dua minggu dan kembali setelah memutuskan akan melamar pekerjaan di kementrian. Peduli setan dengan orang-orang yang membenciku karena aku seorang pelahap maut, dan peduli setan dengan mereka yang membenciku karena aku adalah aku.

Aku melamar pekerjaan di kementrian, dan meskipun hampir semua orang membenciku, mereka tidak bisa dengan begitu saja mengabaikan nila-nilaiku yang nyaris sesempurna dia. Tidak, mereka tidak bisa.

Jadi kemudian aku diterima dan bahkan diberi pilihan antara dua departement, departement of Law Enforcement, atau departement of Mistery?

Saat itu aku sudah tahu kalau Hermione juga sudah diterima bekerja di kementrian, dan mungkin ia bahkan diberi pilihan bagian manapun yang ia inginkan, jadi meskipun pilihanku hanya dua, aku berusaha memposisikan diriku di posisinya.

Jika aku adalah Hermione Granger, departemen mana yang akan aku pilih jika hanya dua departement ini yang tersisa?

Dan aku tidak pernah lebih bahagia dalam hidupku atas keputusan yang kubuat. Aku kemudian menghabiskan tiga tahun terbaik sekaligus terburuk dalam hidupku.

Aku menghabiskan tiga tahun untuk bekerja bersama Hermione, melihatnya bekerja, menikmati keberadaannya disampingku. Aku menghabiskan waktu tiga tahun untuk mengingat-ingat semua fitur-fitur tubuhnya, mengingat semua bintik-bintik cokelat dipipinya, mengingat pipinya, hidungnya, bibirnya, alis matanya, dagunya, tindikan di kupingnya.

Memasukkan semua aspek-aspek tubuhnya dalam ingatanku, kakinya saat menggunakan celana panjang, saat menggunakan jeans, saat menggunakan rok pendek. Mengingat bagaimana ketika ia menggigil atau bagaimana saat ia berkeringat. Aku bahkan berusaha mengingat bagaimana bentuk bokong dan dadanya meskipun aku tidak pernah menyentuh mereka.

Kami mulai dekat, kami dekat dengan cara yang aneh. Kami tidak benar-benar berteman tapi hubungan kami lebih dari seorang kenalan, beberapa kali aku menjadikan ketidaktahuanku tentang Muggle sebagai alasan untuk bicara dengannya.

Aku tetap belajar banyak darinya, ia memberiku referensi film dan serial Muggle tentang forensik dan kepolisian, membuatku banyak tahu dan menyadari kalau Muggle memang tidak buruk.

Tentu saja orang-orang tetap melihatku sebelah mata, mereka tetap menganggapku menyebalkan, mantan pelahap maut yang sudah terlalu terlambat untuk bertobat. Aku tahu orang-orang pasti bertanya pada Hermione kenapa ia mau berteman denganku, aku tahu. Entah apapun jawaban Hermione pada mereka aku tidak peduli, yang penting bagiku adalah aku bisa menghabiskan waktu dengannya.

Menghabiskan waktu dengan Hermione berarti sedikit banyak berpapasan dengan Potter dan Weasley, aku berbohong jika aku berkata aku tidak membenci setiap detik keberadaan mereka disekitarku dan aku yakin mereka juga pasti sama tidak sukanya denganku, tapi kami tidak bisa melakukan apa-apa. Hermione Granger jauh lebih penting daripada permusuhan kekanak-kanakkan kami, dan itu berlaku padaku, begitu juga Potter dan Weasley.

Sedikit banyak aku mulai bisa mentolerir keberadaan mereka, Ronald Weasley tidak buruk, sementara Potter bisa diterima keberadaannya. Pekerjaanku juga berjalan dengan lancar. Harus kuakui aku bisa melakukannya dengan baik karena bantuan Hermione.

Aku tahu aku benar-benar celaka. Aku benar-benar mencintainya dan tahu kalau suatu saat ini akan menghancurkanku. Aku berusaha menjaga jarak dengannya meskipun itu berat. Aku tahu ia sepertinya sudah menemukan seseorang, seseorang yang sepertinya akan menjadi teman hidupnya, aku bisa melihatnya di matanya.

Jadi ketika tawaran promosi datang padaku, aku menerimanya dengan cepat tanpa berpikir dua kali, berharap pekerjaanku tambah banyak dan bisa menghindari dan melupakan Hermione.

Sepertinya Merlin memang ingin membuat kami menjauh. Ia juga mendapat promosi dan pindah ke bagian lain. Dan kami benar-benar menjauh. Aku semakin sibuk dan Hermione juga tidak kalah sibuk, kami hanya sesekali berpapasan di lift atau di kantin, dan setelah satu tahun, aku tahu kalau aku tidak lebih dari seorang kenalan baginya.

Ku kira aku akan baik-baik saja, ku kira dengan hubungan kami yang semakin renggang aku akan dengan mudahnya melupakannya, melupakan kalau aku punya perasaan padanya, melupakan cintaku. Aku bahkan menghabiskan banyak waktu dengan wanita-wanita lainnya, berharap paling tidak ada satu atau dua perempuan yang bisa mengalihkan pikiranku darinya. Tapi tidak, tidak ada satupun perempuan sepertinya. Aku selalu berharap itu dirinya, aku selalu membayangkan Hermione-lah yang berada di bawahku, berada di pelukanku, meneriakkan dan mendesahkan namaku dan itu tidak membuat semuanya lebih baik.

Sesekali ia menyapaku untuk meyakinkanku kalau kami masih berteman meskipun untuk sekedar minum kopi bersama saja aku tidak berani dan selalu menjadikan kesibukanku sebagai alasan.

Sampai saat ini, sampai saat ia berdiri begitu cantiknya di depan altar aku masih menyesalinya.

Bagaimana jika selama bertahun-tahun ini aku menggunakan kesempatanku, bagaimana jika aku berani mendekatinya dan berkata padanya bahwa aku ingin kami menjadi lebih teman, akankah ia memberiku kesempatan? Atau bagaimana jika aku punya cukup keberanian untuk sekali saja mengajaknya makan malam bersama? Bagaimanakah kami sekarang?

Aku menyesal, tapi begitu undangan pernikahannya berada di mejaku aku tahu semuanya sudah terlambat. Tidak ada satupun yang tahu bagaimana perasaanku padanya, tidak ada yang tahu. Satupun.

Beitupun saat aku duduk di antara para undangan lain di pernikahannya, menyaksikannya berjalan ke arah altar menahan rasa sakitku, tidak ada satupun yang tahu, tidak.

Aku berlatih semalaman untuk tersenyum, aku mengingatkan diriku untuk tersenyum sepanjang acara kemudian dengan cepat pulang, bagaimanapun caranya, aku tidak ingin menunjukkan kepada siapapun bahwa aku tidak akan pernah merestui pernikahan ini, bahwa aku tidak ingin ia menikah dengan orang lain selain diriku. Bagaimana aku akan hidup setelah ini?

Aku tidak pernah menganggap diriku sebagai tipe pria yang penyayang, tidak sama sekali. Aku berkali-kali bergonta-ganti kekasih tapi tidak ada satupun dari mereka yang kusayangi, mungkin satu-satunya perempuan selain Hermione yang kusayangi hanya ibuku, aku bahkan lebih jauh menyayangi sapu terbangku dibanding mantan-mantan kekasihku dan melihat Hermione, berdiri dengan begitu sempurnanya di depan altar, aku tahu aku tidak akan pernah bisa menyayangi siapapun lagi setelah ini.

"Saudara-saudara yang terkasih, hari ini kita berkumpul disini, pada hari yang indah ini…"

Aku tidak tahu aku seorang masokis atau seorang gila? Bagaimana bisa aku duduk disini, berpura-pura bahagia untuk pernikahan perempuan yang kucintai dengan pria lain? Sepertinya aku harus pergi ke dokter jiwa Muggle setelah ini.

"Ron dan Hermione, seperti yang kita tahu sudah saling mengenal dari mereka kecil, bersahabat untuk jangka waktu yang sangat lama, mengalami hal-hal yang menyenangkan sekaligus mengerikan bersama…."

Jantungku berdebar-debar, aku merasa seperti jantungku akan meledak, otakku menyuruhku lari, menyuruh kakiku untuk berdiri dan berlari dari tempat ini, aku tidak bisa menyaksikan perempuan itu menjadi istri orang lain.

Tapi apa aku sanggup melakukannya? Dua hari yang lalu Hermione mendatangiku dan dengan sopan dan senyumannya memintaku datang ke pernikahannya karena ia menganggapku sebagai temannya, itu betul, sampai kapanpun, apapun yang kulakukan, aku dan dia hanya sebatas teman.

Tapi apakah Hermione benar-benar hanya menganggapku sebagai teman? Hanya teman? Aku melihatnya berkali-kali menatapku aneh, sesekali ia bahkan sepertinya tidak sadar kalau ia terlalu lama menatapku, apa semuanya hanya sekedar sebatas pertemanan baginya?

Aku mungkin sudah dan akan menyesali banyak hal dalam hidupku, termasuk bertahun-tahun aku tidak mendekatinya selama aku punya kesempatan, tapi untuk kali ini, untuk hari ini saja, aku tidak ingin menyesali kepergianku ke pernikahan Hermione.

"Jika di antara para hadirin sekalian, ada yang tidak berkenan atau memiliki alasan tertentu yang mencegah terjadinya pernikahan di antara pasangan ini, silahkan bicara sekarang atau lebih baik diam selamanya."

Aku menarik nafasku lalu berdiri.

-To Be Continued-