.
.
Even though the world will against us..
Even though this love is forbidden..
As long as you love me,
I'll fight for you..
My precious one.
.
.
.
Author Ela-ShimSparCloud presents
An Alternate Universe fanfiction
"My Hyung" ch 2
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin)
Rate : T
Length : 2 of ?
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK
Warn : TYPO's! , semi-incest! , Chibi!Min
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
.
"Yah! Yunho, kenapa kau tak pernah mau main bersama kami?" seru Heechul yang kesal karena untuk keseribu kalinya, sahabatnya itu selalu menolak ia ajak main sepulang latihan ekskul.
"Karena aku mau bersama Chami." sahut namja yang bernama Yunho itu sambil cepat-cepat memakai sepatunya. Namja yang memiliki sepasang mata mirip beruang dan wajah kecil namun tampan itu baru saja menyelesaikan latihan hapkidonya dan langsung di datangi Heechul yang selesai latihan ekskul drama.
"Dasar brother complex! Kalau begitu, ajak Changmin sekalian saja."
"Aniya. Tidak boleh. Aku tak mau kalau Chamiku yang manis jadi tertular tingkah burukmu itu Chullie." sahut Yunho cepat sambil memasang wajah horor.
"Yah! Apa maksudmu itu, hah? Lagipula, kau tahu si Jaejoong dari sekolah sebelah? Ia bilang pada Siwon kalau ia tertarik padamu, dan Siwon menyampaikannya padaku. Katanya, ia sangat berharap kalau hari ini bisa bertemu langsung denganmu."
Yunho terdiam sejenak dan berpikir keras. Ia mencoba mengingat sosok namja yang disebutkan sahabatnya itu. "Ah! Namja yang berwajah cantik seperti yeoja di foto handphonemu itu?"
Heechul mengangguk antusias. Pasalnya, kalau Yunho ikut, mereka bisa triple date. Ia dengan Hankyung, Siwon pasti bersama Kyuhyun, dan Jaejoong tak akan mengganggu mereka karena ada Yunho.
"Nope. Aku tak mau. Aku tak sedikitpun tertarik padanya, karena Chamiku ber-ribu-ribu kali lebih manis." tegasnya sambil berdiri dan mencangklong tas. "Aku pulang dulu Chullie. Bye."
Heechul membalas lambaian tangan sahabatnya sebentar, sebelum ia menghela nafas melihat Yunho yang kini berlari-lari seolah tak sabar ingin cepat pulang sampai kerumah. "Aiishh. Dasar brother complex tingkat akut."
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
"Chaaammiiii~ Hyung pulaaanggg~!" teriak Yunho keras setelah ia membuka pintu rumahnya. Dengan senyum sumringah tersemat di wajah tampannya, Yunho sudah siap sedia merentangkan tangan menunggu dongsaengnya yang biasanya akan langsung berlari menghampirinya.
"Hyyyuuuuungggg~ ^w^ !"
Grepp!
Tawa senang langsung meluncur dari mulut kedua kakak-beradik itu setelah Yunho meraih Changmin ke dalam gendongannya.
"Yunho-yah, jangan berteriak seperti itu. Ayo cepat ganti bajumu, baru boleh bermain bersama Changmin." ucap Jung Seohyun dengan lembut sambil meraih putra bungsunya dari gendongan Yunho.
"Aaaanggg~ ...Umma, Chami mau cama Yuno-hyuungg T^T" rengek bocah lima tahun itu sambil tangannya terulur-ulur ke arah hyungnya.
"Chami bisa main dengan Yunho hyung, tapi kalau Yunho hyung sudah ganti baju, arra? Jadi, kalau Yunho hyung itu lama berganti baju, Chami harus menemani Umma dulu."
Namja chubby berusia lima tahun itu membulatkan bambi eyesnya dan menatap hyungnya dengan tatapan super memelas. "Hyuuuunggg, ayo cepat ganti bajunyaaa.."
Yunho tersenyum kecil dan langsung berjalan menuju kamarnya. Namun samar-samar ia bisa mendengar obrolan kecil Umma dan dongsaengnya.
"Changmin-ah, kenapa kalau Yunho pulang, kau selalu tak mau bersama Umma lagi sih? Apa Changmin tak sayang Umma lagi?"
"Anyiya Umma... Chami cayaaanggg cekali cama Umma. Tapi Yuno hyung kan pelgi cekolah dali pagi. Chami kan cudah cama Umma telus, jadi cekalang gililan Chami main cama Yuno hyung. Dan nanti malam Chami kumpul dan main belcama Appa, Umma dan Yuno hyung~"
"Aigoo.. Kyeoptaaa~ "
"Aaaanggg~ ..Ummaaaa... pipi Chami jangan dicubiitt... cakiiitttt T^T "
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
"Hyung, Chami cekalang punya teman balu loohh." ucap bocah chubby itu dengan penuh semangat. Namja cilik yang tengah bermain dengan crayon dan kertas gambar itu mengangkat-angkat batag crayonnya dengan penuh semangat.
"Hmm? Teman baru dimana? Namanya siapa? Teman namja atau yeoja?" bombardir Yunho yang langsung menghentikan kegiatannya membantu dongsaengnya itu menggambar.
"Nggg.. Ada teman balu di cekolah. Namanya Minho. Kalena anak balu, kata concaeng di culuh duduk sama Chami."
Yunho menatap dongsaengnya yang bercerita dengan penuh antusias itu. Kedua alisnya mengerut tajam. "Lalu, Chami suka dengan Minho itu?"
Namja cilik yang masih polos itu mengangguk dengan sangat antusias. "Chami cuka cama Minho. Minho lucu, baik, dan juga pandai belhitung."
Kerutan alis Yunho makin dalam. Wajahnya semakin masam menengar kalau dongsaengnya itu menyukai orang lain selain dirinya.
"Jadi, Chami lebih suka sama Minho itu daripada dengan Hyung?"
Kedua bambi eyes Changmin langsung membulat tak percaya. Bocah cilik itu langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Anyiya! Chami cuka Minho, tapi Chami paling cuka cama Yuno hyung. Pokoknya Yuno hyung nomel catu!"
Yunho memasang ekspresi tak percaya.
"Apa benar begitu? Rasanya tadi Chami semangat sekali tuh membicarakan Minho. Pasti Chami lebih suka Minho daripada hyung."
Wajah manis Changmin langsung terlihat panik dan bingung. Ia menatap hyung kesayangannya itu dengan tatapan paling memelasnya.
"Anyiya! Anyiya! Yuno hyung nomel catu! Yuno hyung itu olang yang paaaaaling Chami cayang di dunia!" seru Changmin sambil memasang ekspresi memelas yang membuat Yunho langsung luluh dan perasaan tak suka itu langsung lenyap begitu saja.
Namun Changmin yang tak melihat reaksi apapun dari hyungnya itu mulai berkaca-kaca. "Yuno hyuuungg... T^T " rengeknya sambil menarik-narik baju hyungnya itu.
Namja yang berusia lebih tua tujuh tahun itu akhirnya meloloskan senyumnya dan meraih namdongsaengnya itu mendekat padanya. Dengan mudah Yunho menempatkan Changmin d pangkuannya.
"Arraseo Chami, hyung mengerti. Tapi saat Chami bersama hyung, hyung tak suka kalau Chami membicarakan orang lain. Chami juga tak suka kan kalau hyung dapat telepon dari teman hyung saat kita sedang main bersama?"
Bocah ber-usia lima tahun itu mengangguk. Ia menyandarkan kepalanya di dada hyungnya dan kedua tangannya bergerak untuk memeluk. "Ne. Yuno hyung kan punya Chami. Teman Yuno hyung nggak boleh kecini lagi pokoknya. " gumam bocah itu dengan gerutuan kecilnya.
Kedua bibir pouty Changmin mengerucut kesal saat ia kembali mengingat waktu pertama kali(dan juga terakhir kalinya) Yunho membawa 2 temannya pulang ke rumah. Waktu bermainnya dengan sang hyung terganggu karena kedua teman hyungnya itu memonopoli perhatian hyungnya. Membuat amarahnya langsung memuncak dan akhirnya meledak dengan akibat berupa tangisan kesalnya dan lemparan mainan-mainannya pada kedua teman hyungnya itu. Mengusir dengan kasar.
Akhirnya setelah itu Yunho membawa keluar kedua temannya dan tak pernah lagi membawa teman ke rumah.
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
"Hyuuunggg~!"
Bruk!
"Uph!"
Yunho langsung terbangun dari mimpinya saat merasakan ada sesuatu yang menimpa tubuhnya. Ia langsung membuka kedua matanya dan menemukan kalau ternyata sesuatu itu adalah tubuh namdongsaengnya yang sekarang menindih tubuhnya.
Kedua matanya melirik ke arah jam di meja, dan kedua alisnya mengerut bingung melihat kalau waktu baru menunjukkan pukul enam pagi.
"Pagi hyuuung~!" seru bocah itu dengan penuh semangat. Meskipun masih memakai piyama, namun sepertinya bocah kecil itu sudah membasuh muka karena tak ada ekspresi kantuk di sana.
"Pagi juga Chami. Wae? Ini hari libur kan? Kenapa pagi-pagi sudah bangun?" tanya Yunho sambil mengucek-ucek matanya untuk mengusir kantuk.
"Hngg...tak tahu hyung. Tapi Chami tadi bangun langcung cemangat. Cuci muka, gocok gigi, lalu ke kamal bumonim." jelas bocah kecil itu dengan semangat menggebu. Terlihat semburat merah yang menandakan kalau bocah itu benar-benar dalam kondisi yang sangat bersemangat di pagi hari ini.
Yunho tersenyum kecil sambil kedua tangannya mengangkat tubuh dongsaengnya itu dari atas tubuhnya. Menempatkan tubuh kecil itu di samping tubuhnya dan menyandarkan tubuhnya sendiri di kepala ranjang.
"Ne. Lalu?"
"Lalu tadi caat Chami macuk kamal bumonim, Chami lihat Appa cedang poppo Umma."
"Hmm..hmm.. Lalu?"
Yunho mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar ucapan dongsaengnya itu. Kedua bumonim mereka itu memang orang yang suka melakukan skinship untuk menunjukkan kasih sayang. Jadi sudah bukan pemandangan asing kalau melihat Appa mereka mengecup pipi, hidung dan juga dahi Umma mereka. Hanya saja, perkecualian kalau di bibir, kare—
"Tapi hyung, kenapa Appa poppo Umma di bibilnya?"
—Kedua mata Yunho langsung melebar tak percaya.
'Aigoooo, kenapa bumonim bisa seceroboh itu sih?'
"Hyuuung, kenapa Appa poppo Umma di bibil? Biacanya di pipi atau dahi kan?" tanya bocah itu dengan wajah yang terlihat amat sangat polos itu.
Otak Yunho langsung berpikir cepat. Kalau ia bilang yang sebenarnya, itu namanya menodai kepolosan dongsaengnya itu. Tapi kalau tak dijawab, dongsaengnya itu pasti akan semakin penasaran. Dan rasa penasaran dongsaengnya itu kadang-kadang berbahaya.
"I-itu...ah! Itu karena Umma dan Appa sudah menikah. Kalau sudah menikah, boleh poppo di bibir. Tapi kalau belum, cuma boleh poppo di pipi atau kening. Arra?"
Hati Yunho bersorak bangga karena kini ia bisa memberikan alasan yang cukup masuk akal, dan bisa membuat dongsaengnya itu tak akan tanya macam-macam lagi.
"Hyung...menikah itu...nggg...kenapa menikah?"
Yunho kembali memutar otaknya dengan cepat.
"Kita itu menikah karena kita suka dan sayaaang sekali dengan orang itu. Kalau suka atau sayang, pasti ingin tinggal satu rumah dan dekat-dekat terus. Appa kan paling suka dan sayang dengan Umma, makanya Appa menikahi Umma agar Umma terus di samping Appa. Chami mengerti?"
Bocah kecil itu kembali mengangguk-angguk. Setelah terdiam sebentar, kemudian namja kecil itu menatap hyungnya dengan tatapan berbinar-binar dengan bambi eyesnya itu.
"Hyung, kalau begicu Chami minta poppo di bibil."
Kedua mata Yunho melebar tak percaya.
.
.
.
.
.
~TBC~
Annyeong~
Pertama-tama, mumpung masih tanggal 12 Februari, biarkan author tereak :
"HAPPY HOMIN DAY~!"
Tadinya mau bikin ff oneshot rate M sebagai perayaan, tapi karena waktunya mepet, jadinya author lanjut my hyung ini aja deh.. Soalnya ff ini ternyata dapat respon yang baik, dan author gak mungkin hapus ini ff..
Kangen sih sama chibi homin dan juga sekalian ngurangin hutang author..
Oh, dan author gak bisa jawab review yang masuk satu per satu, tapi karena berupa pertanyaan, jadi author jawab.
1 Ini mungkin bakal happy ending, biarpun ntar ada bagian
2 chibi!Min itu artinya Min versi kecil alias versi chibinya.
3 Buat Penagih Hutang ato Kmship : adalah hak seorang author untuk bikin ff sesuka keinginan author. Lagipula, kalau author gak ada mood, mau ngetik juga gak bakal jadi. Dan saat ini moodnya author sedang berkiblat ke HOMIN.
Nah, author juga minta maaf cz author ini sedang super sibuk, ada urusan kerja, pelatihan, akreditasi, dll, jadi apdetan ff rada macet gini. Jadi author mohon buat bersabar menunggu, ne?
Last, author minta reviewnya lagi doooonggg~
