.

"Hyung, kalau begicu Chami minta poppo di bibil."

Kedua mata Yunho melebar tak percaya.

.

.

Even though the world will against us..

Even though this love is forbidden..

As long as you love me,

I'll fight for you..

My precious one.

.

.

.

Author Ela-ShimSparCloud presents

An Alternate Universe fanfiction

"My Hyung" ch 3

Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin)

Rate : T

Length : 3 of ?

Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK

Warn : TYPO's! , semi-incest! , semi-pedo! Chibi!Min

Don't Like, Don't read, Don't Review

.

.

.oOHoMinOo.

.

.

.

Katakanlah Yunho tengah kerasukan setan. Katakanlah pikiran Yunho sedang konslet saat itu. Namun saat melihat bambi eyes yang sangat menggemaskan itu menatapnya dengan tatapan yang berbinar-binar itu, memang rasanya segala pikiran normal di dalam benak Yunho menguap begitu saja.

Menjadikan insting lah sebagai pengatur kendali tubuhnya.

"Chami.."panggilnya dengan nada suara yang cukup rendah sambil mencondongkan tubuhnya ke arah namja yang berusia lima tahun lebih muda darinya itu.

"Uung..?" gumam Changmin kecil sambil menatap hyungnya itu dengan tatapan lugunya.

Yunho dipaksa untuk menelan ludahnya dengan susah payah.

"Kalau Chami mau hyung poppo di bibir, berarti kalau sudah besar, Chami harus menikah dengan hyung—"

Tanpa Yunho sangka, belum selesai ia berucap, namdongsaengnya itu langsung mengangguk dengan antusiasnya.

"Ne! Chami memang maunya menyikah cama Yuno hyung!" girang namja kecil itu sambil tersenyum dengan sangat lebar hingga sepasang bambi eyes itu memincing dengan tidak simetris.

Ctas!

Kira-kira seperti itulah bunyi putusnya tali kewarasan seorang Jung Yunho. Karena setelah itu, namja yang masih berusia dua belas tahun itu langsung menangkup kedua pipi gembil namdongsaengnya.

Lembut dan kenyal. Yah, tentu saja Yunho sudah terbiasa karena memang dia sangat hobi mngecup pipi gembil nan kenyal milik adiknya itu. Namun kali ini, Yunho tak akan sekedar mengecup pipi itu saja.

Tatapan Yunho terarah langsung pada sepasang bibir plump yang berwarna pink alami itu. Sekali melihat, pandangan Yunho tak bisa beralih lagi. Dan kali ini, sepasang bibir plump itu terlihat semakin penuh karena kedua bibir itu sedikit terbuka. Merekah. Mengundang.

Mengikuti nalurinya, ibu jari kanan Yunho bergerak menuju ke bibir itu. Mengusapnya dengan sangat perlahan dari ujung satu hingga ke ujung satunya. Merasakan dengan kulitnya sendiri kelembutan dari bibir yang tengah menunggu untuk ia jamah.

Tidak..

Tidak bisa lagi...

Dengan satu gerakan cepat, Yunho langsung menyambar bibir dongsaengnya itu. Merasakan sendiri bibir adiknya itu dengan bibirnya sendiri. Merasakan sensasi menggelitik yang kini terasa di perutnya, ... dan ia menyukainya.

Sebagai bocah yang masih berusia dua belas tahun dan berada di akhir elementary school, jelas Yunho belum begitu mengerti bagaimana teknik ciuman itu. Jadi setelah saling menempelkan bibir yang cuma sebentar, Yunho melepaskan tautan bibir mereka.

Tapi seolah sudah mencandu dalam waktu yang begitu singkat, Yunho kembali menempelkan bibirnya pada bibir sang adik. Menikmati lagi sensasi menggelitk itu, ... dan mulai menginginkan lebih.

Mengecup sebentar, melepaskan, lalu mengecup bibir manis itu lagi. Dan semakin dirinya ingin merasakan sensasi yang menggelitik perutnya itu, durasi kecupan di bibir adiknya itu semakin ia perlama. Hingga akhirnya kini ia menekan bibir dongsaengnya itu cukup lama, ...dan ia masih menginginkan lebih.

Mengikuti naluri yang menuntunnya, dengan bibir yang masih menempel di bibir dongsaengnya, Yunho mulai bergerak. Bibirnya bergerak sendiri di atas bibir sang dongsaeng. Merasakan setiap inchi dari bibir Changmin dengan bibirnya sendiri. Dan tanpa bisa ia tahan, ia mulai membuka bibirnya untuk mengemut bibir bawah dongsaengnya. Mengemut, melumat, dan mulai menggigit—

"Hyaaaaaa!"

Tubuh Yunho sedikit oleng ke belakang hingga tautan bibirnya dengan bibir namdongsaengnya itu terlepas. Ia menatap ke arah tubuhnya, dan menemukan tangan kecil adiknya itulah yang mendorongnya menjauh.

"Yuno hyung gigit bibil Chamiiii T^T . Yuno hyung nakaaall..!"

Yunho mengerjapkan kedua matanya bingung. Dan sebelum ia sempat bereaksi—

Cklek.

"Yunho? Minnie? Ada apa ini?" tanya Seohyun yang langsung memasuki kamar putra sulungnya itu.

Changmin yang melihat kedatangan Ummanya langsung turun dari tempat tidur hyungnya, dan berlari menyongsong sang Umma.

"Huwweeee... Ummaaa.. Yuno hyung gigit Chami lagiiii T^T . Nakaaall... Yuno hyung nakal Ummaaa.. " lapor Changmin pada sang Umma.

Seohyun langsung menangkap putra bungsunya itu dan menggendongnya. "Aigooo.. Minnie kena gigit Yunho hyung lagi ya?" tanya Seohyun dengan santai karena memang sudah sering sekali ia mendapati Yunho yang menggigit sayang pada pipi gembil atau jari mungil adiknya itu.

"Ne Umma... Yuno hyung nakal cama Chami.."

"Karena Yunho hyung nakal sama Minnie, berarti kita harus beri hukuman pada hyung. Setuju?" usul sang Umma.

Namja kecil dalam gendongan Seohyun itu mengangguk dengan semangat.

"Umma punya es krim di dalam kulkas. Karena hari ini Yunho hyung nakal, jadiiii.."

"Jadi Yuno hyung tak boleh makan ec kliimmm! Yeaaay! Ec klimnya cuma buat Chamiiii" sahut Changmin sambil tertawa senang.

"Nah, kalau begitu, ayo Minnie mandi, sarapan, lalu makan es krimnya." ajak Seohyun yang beranjak keluar dari kamar Yunho setelah mengedipkan mata pada putra sulungnya itu dahulu.

"Yeeaayy! Calapan dan ec kliiiimmm!"

.

.

Yunho menghela nafas lega saat kegilaannya tadi berakhir dengan aman. Ia sungguh tak mengerti bagaimana ia bisa mencium bibir adiknya sendiri. Dan bahkan menggigit bibir Changmin saking menikmatinya... membayangkan kalau tadi ia bisa meneruskan aksinya...

Yunho langsung menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran ngawur yang bersliweran di dalam benaknya.

Untung saja tadi Changmin tak sampai bilang kalau yang ia gigit itu bibir adiknya. Dan lebih untungnya lagi karena Ummanya tak bertanya lebih jauh dan mengira kalau ini kejadian biasa dimana ia menggigit pipi gembil atau jemari mungil adiknya itu.

Ia harus menghilangkan pikiran-pikiran aneh itu dari benaknya. Karena itulah, Yunho memilih untuk bangun dan menuju kamar mandi. Mencuci wajah sekalian mandi agar bisa menyegarkan pikirannya.

.

.

.oOHoMinOo.

.

.

"Yuno hyung celagamnya baluuu!" seru Changmi penuh semangat pagi itu.

Ya, Yunho kini sudah tiga belas tahun. Sudah lulus dari elementary school, dan kini waktunya ia menjalani waktunya sebagai siswa Junior High School. Berganti sekolah, berarti berganti pula seragam yang ia pakai, dan kini namdongsaengnya itu keliahatan senang sekali melihatnya.

Namja kecil itu terus berceloteh riang mengomentari hyungnya yang kini terlihat berbeda. Ia terus saja bergerak-gerak di atas kursinya. Membuat kaki-kaki kecilnya yang belum sampai menapak ke lantai itu terayun-ayun penuh semangat.

"Ah, semuanya sudah siap?" sapa sang kepala keluarga yang akhirnya muncul di meja makan itu. Yong Hwa langsung mengambil duduk di tempat biasanya, dan memulai memimpin doa sebelum mereka sekeluarga sarapan.

Sarapan berlangsung khidmat, dan setelah selesai, Yong Hwa menggiring kedua anaknya untuk masuk ke mobilnya. Menunggu sang istri yang tengah berberes, dan kemudian mereka sekeluarga berangkat menuju ke acara penerimaan siswa baru di sekolah Yunho.

.

.

.

"Nah, karena sudah selesai, Bumonim dan Minnie akan pulang dulu. Belajar dengan baik disini, dan bertemanlah dengan orang-orang yang baik." ucap Yong Hwa memberi nasehat kepada putra sulungnya itu.

"Ne, Appa. Yunho mengerti."

"Yunho yaaaahhh!"

Empat kepala yang ada disitu langsung menoleh ke arah suara, dan menemukan kalau Heechul, teman sepermainan Yunho memangilnya dengan kencang. Yunho langsung tersenyum melihat sahabat dekatnya itu juga satu sekolah dengannya.

Namun jika Yunho tersenyum melihat temannya, Changmin langsung menekuk wajah manisnya saat melihat teman hyungnya itu.

Dengan cepat Changmin langsung turun dari gendongan Ummanya, dan memeluk kaki hyungnya dengan protektif.

"Chami?" tanya Yunho yang bingung melihat tingkah namdongsaengnya itu.

"Yuno hyung punya Chami. Chami mau gendooong.." pinta namja kecil itu sambil merentangkan kedua tangannya.

Yunho yang tak mengerti apa-apa pun jelas langsung menuruti permintaan adiknya itu.

"Yunho yah, ayo kita ke kelas." ajak Heechul yang kini berjalan ke arah sahabatya itu.

Changmin makin mengeratkan pelukannya pada hyungnya. Sepasang bibir plumpnya mengerucut tak senang melihat kedatangan teman dari kakaknya itu.

Tanpa Yunho sadari, senyum nakal menghiasi wajah Heechul melihat adik dari sahabatnya itu kini berada di gendongan Yunho dan memeluknya erat bagaikan bayi koala.

"Oh, Changmin juga ikut datang ternyata." ucap Heechul sambil mendekati sahabatnya itu. "Tapi sayang sekali ya Changmin-ah, kali ini hyungmu harus ikut denganku."

Yunho melemparkan tatapan peringatan pada Heechul saat ia merasakan kalau adiknya itu makin erat memeluknya. Wajah manis adiknya itu kini terlihat masam karena kesal.

"Chullie, apa memang sudah waktunya?" tanya Yunho serius.

"Aku tak bercanda Yun. Lima menit lagi kelas perkenalan akan di mulai, dan kita harus sudah siap di dalam kelas sekarang." sahut Heechul sama seriusnya. Namun saat ia melihat Changmin yang terlihat belum mau lepas dari sahabatnya itu, mata Heechul langsung berkilat nakal.

"Yunho, sudah, ayo tinggalkan adikmu ini, dan ikut denganku ke dalam kelas." ajaknya dengan senyum senang karena ia pasti sudah bisa menggoda namja imut yang merupakan dongsaeng dari sahabatnya itu.

Changmin yang mendengar ucapan Heechul langsung mendongak menatap hyungnya dengan tatapan memelas. "Hyuung.." panggilnya lirih dengan wajah memelas. Satu tangannya menggenggam kemeja baju hyungnya dengan erat.

Yunho tak tahu harus bagaimana saat ini. Di satu sisi, ia memang harus masuk ke kelas karena kelas perkenalan akan segera di mulai. Di sisi lain, ia tak tega juga harus meninggalkan dongsaengnya yang kini menatapnya dengan begini memelas.

"Hyung... hyung cama Chami kan? Hyung tetap cama Chami kan?" tanya namja kecil itu dengan suara lirih dan terdengar menahan tangis. "Hyung cama Chami dan nggak cama teman hyung itu kan?"

Yunho tak bisa mengambil keputusan apapun, dan ia langsung menoleh ke arah Ummanya yang malah tersenyum saja melihat interaksi mereka.

Seohyun yang melihat putra sulungnya itu kebingungan dan menatap minta tolong padanya itu akhirnya turun tangan. Ia berusaha meraih putra bungsunya yang berada dalam gendongan Yunho.

"Umma! Andwae! Chami mau cama Yuno hyung!" ronta namja kecil itu saat sang Umma berusaha meraih tubuhnya.

"Sshh.. Minnie, Yunho hyung harus sekolah dulu. Jadi Minnie pulang dengan bumonim ya." bujuk Seohyun sambil melepaskan Changmin dari Yunho.

"Yuno hyung! Chami mau cama Yuno hyung! Yuno hyuuuungg!" namja kecil itu merengek keras saat ia sudah berada dalam gendongan Ummanya. Kedua tangan mungilnya terulurke depan, berusaha untuk menggapai sang hyung.

"Yunho, masuklah ke dalam sekarang. Biar kami yang mengurus Minnie." ucap Yong Hwa saat melihat tatapan putra sulungnya yang sepertinya berniat untuk meraih tangan adiknya itu.

"Ayo Yun, kelas kita akan segera di mulai." uca Heechul sambil menggandeng tangan Yunho dan menariknya masuk ke dalam.

Yunho menatap pada Appanya dan juga temannya. Meskipun ia tak ingin meninggalkan adiknya, tapi ia memiliki kewajiban lain sekarang ini. Karena itulah, dengan sangat berat hati, akhirnya Yunho berbalik dan berjalan menuju kelasnya bersama dengan Hechul

"Huuwweeeeee! TT^TT Yuno hyuuuuunggg! Yuno hyuuuungg.. T^T " tangis Changmin meledak saat melihat hyungnya itu malah menjauh bersama temannya itu. Dan tangisnya itu makin keras saat ia melihat kalau teman hyungnya itu menoleh ke belakang, dan menjulurkan lidah mengejek ke arahnya.

"Huuwweeeeee T^T Yuno hyuuuungg! Yuno hyung punya Chamiiiiiiiii T^T Yuno hyuuuuuuuuungg! Chami mau cama Yuno hyuuuuuuung TT^TT "

"Sshhh... Minnie, biarkan hyung sekolah dulu, ne? Nanti kalau sudah pulang, Yunho hyung pasti akan main sama Minnie lagi." bujuk sang Umma yang kini berbalik dan berjalan menuju mobil mereka di parkiran.

"Andwaaeee... Chami mau Yuno hyuuungg! Huwweeeeee... Yuno hyuuuuunggg T^T Yuno hyuuuuunggg TT^TT "

Hati Yunho terasa remuk mendengar adiknya menangis memanggil-manggil namanya. Ingin sekali ia berbalik dan menenangkan adiknya, tapi itu tak mungkin karena ia masih harus menunaikan kewajibannya sebagai pelajar baru di sekolah ini. Karena itulah, dengan berpikir bahwa setelah pulang sekolah ia akan segera bisa bertemu dengan adiknya, Yunho berjalan menuju kelasnya dengan langkah mantap.

'Pulang sekolah nanti, tunggu hyung, Chami.'

.

.

.oOHoMinOo.

.

.

'Aneh', pikir Yunho saat ia pulang ke rumah dan menemukan kalau tak ada Changmin yang menyambutnya di depan gerbang rumah.

"Aku pulaaaang." teriaknya saat ia masuk ke dalam rumah. Ia tersenyum saat menemukan Changmin yang asyik bermain dengan bantal kecilnya yang berbentuk kotak seperti dadu.

Namja berusia enam tahun itu mendongak dan menemukan hyungnya berjalan masuk. Wajah cerianya seketika langsung masam, dan ia melemparkan bantal dadunya itu ke arah hyungnya.

"Chami?" tanya Yunho yang bingung melihat tingkah dongsaengnya itu. Tak biasanya adiknya itu cemberut saat melihatnya pulang.

"Chami benci Yuno hyung!" seru namja kecil itu dengan keras. Sambil menggunakan kaki-kaki mungilnya, Changmin berlari meninggalkan Yunho dan masuk ke dalam kamarnya.

Meninggalkan Yunho yang menatap tak mengerti akan tingkah adiknya itu.

.

.

.

.

.

~TBC~

Annyeong~!

Author balik dengan bawa lanjutan ff Chibi!Homin..

Huuufth, kali ini nggak terlalu panjang cz udah jam segini. Waktunya author buat ciao kerjaaa~

Author no comment mengenai ff yg udah di hapus sama admin ffn. Karena kan memang sebenarnya semua ff di fandom screenplay ini melanggar guideliness karena menggunakan chara yang ada d dunia nyata.

Tapi yang pasti, author masih bakal rajin bikin fanfiksi dan ngelanjutin ff-ff hutang author yang masih menumpuk itu.

Kalo untuk hutang ff di luar pair HoMin, macam ChangKyu, WonMi, KyuWook, YooMin, dll itu masih bakal berlanjut, tapi memang bakal agak lama karena keserobot ff couple HoMin yang menduduki nomor satu di hati author.

Nah, uda cukup cerewetnya author, karena ini ud nyaris telat buat siap-siap kerja dan kembali ke dunia nyata.

Last, jangan lupa kasih bayaran buat kerja keras author bikin ff ini berupa review ya~