Don't Cheat On Me, Baby!

Cast: Oh Sehun, Kim Jongin, Xi Luhan, Byun Baekhyun, Huang ZiTao, Do Kyungsoo, Zhang Yixing, Park Chanyeol, and Other.

Rated: T

Chaptered

Pair: KaiHun, HanHun

Warning: Yaoi, BL, Typo(s)

Disclaimer: Punya siapa coba

Summary: Sehun memiliki Jongin sebagai kekasih, si mantan preman sekolah. Inginnya Sehun meniti masa depan yang cerah dengannya, namun jika disuguhi oleh pengusaha muda nan kaya raya seperti Luhan apa mungkin Sehun bisa setia ?..

.

.

.

.

.

"Iya ayah aku sudah sampai korea... baiklah akan segera ku urus"

Luhan segera mengakhiri panggilan telfon dengan sang ayah. Bukan ingin bersikap kurang ajar hanya saja jika terus berbicara dengan ayahnya ia hanya takut akan kembali mengamuk, alasannya tidak lain karena telah di pindah tugaskan di korea. Luhan bukannya anak kecil yang tidak ingin keluar dari zona nyamannya, yaitu di beijing. Hanya saja mengurus perusahaan di korea dalam waktu yang tak terhingga sampai kapan benar-benar bukan ide yang bagus untuk Luhan. Ia tidak ingin berpisah dengan keluarganya, lebih-lebih kekasihnya, Xiumin, yang dengan terpaksa harus memutuskan hubungan dengannya. Well, untungnya Luhan memang tak begitu serius menjalani hubungan tersebut, tapi tetap saja!. Bagaimanapun jika sudah berurusan dengan ayahnya Luhan kurang lebih tidak bisa berkutik sama sekali.

Satu bunyi pesan masuk mengangetkan Luhan dari lamunannya. Ternyata pesan dari sang ayah yang kebetulan tengah ia maki-maki dalam hati.

'Tidak usah menginap di hotel, menginap saja di rumah keluarga Oh. Nanti biar supirmu yang mengantarkan.

P.s: mereka memiliki anak laki-laki yang manis'

Luhan mengeratkan genggaman pada ponselnya setelah membaca pesan tersebut. Sekarang ia mengerti betul mengapa ayahnya mengirim ia ke Seoul. Sama sekali bukan masalah pekerjaan melainkan ini, masalah perjodohan. Ia dapat menyimpulkan bahwa sang ayah ingin nenjodohkannya dengan anak keluarga Oh.

Enak saja! Jika masalah pekerjaan Luhan masih mau diatur sana sini. Tapi masalah pendamping. Jangan harap bisa mengatur Luhan.

Dan apa maksud ayahnya itu menyuruh ia tinggal di kediaman keluarga Oh. Ayahnya benar-benar bodoh jika mengira Luhan mau menuruti perintahnya yang satu itu.

"Dasar ayah. Sudah tua masih saja menyusahkan ku" gumannya. Tiba-tiba berubah menjadi anak kurang ajar. Tidak ingin pusing-pusing, ia masuk ke kamar mandi hotel, badannya sudah terasa lengket akibat perjalanan yang lumayan panjang dari Beijing ke Seoul.

.

.

.

Shootdanonymous

.

.

.

"Lalu bagaimana Jongin kemarin ?"

Baekhyun, teman satu kelas sekaligus salah satu sahabat karib Sehun mulai bertanya tentang kejadian kemarin. Dimana Sehun berkata padanya dan teman-temannya akan memberikan Jongin pelajaran karena telah memasang tindik ditelinga. Bukan hanya satu namun dua dalam satu daun telinga.

Mereka berjalan berdampingan menuju kantin untuk mengisi perut atau sekedar berkumpul bersama teman-temannya yang lain.

"Yah begitulah" Sehun menghela nafas panjang saat menjawab. Tampak sudah tak semangat lagi membicarakannya.

"Kali ini apa yang membuat mu luluh ? Dia membelikan mu rumah ?"

Sarkatis dapat terdengar jelas dari nada bicara Baekhyun. Sehingga Sehun yang mendengar hanya dapat mengerutkan bibirnya tak terima.

"Tidak lah, hanya saja... dia.. uhm bubble tea" Sehun menjawab pelan, meringis sendiri akan kata terakhir yang ia ucapkan. Ia malu terhadap Baekhyun, jujur saja. Tapi ya bagaimanapun kecintaan Sehun terhadap minuman tersebut lebih besar dari rasa malunya. Walaupun bubble tea telah membuat perutnya sakit.

Mendengar jawaban Sehun Baekhyun hanya dapat menggelengkan kepalanya. Merasa tidak percaya bahwa teman seperjuangannya ini dapat dengan mudah diperdaya hanya dengan bubble tea. Ini benar-benar tidak aman tentunya, mengingat Sehun memiliki Kim Jongin sebagai kekasih. Bisa-bisa Jongin dapat melakukan hal yang tidak-tidak pada Sehun hanya dengan Bubble tea sebagai gantinya. Baekhyun hanya khawatir oke ?

"Sehun, jangan mudah terperdaya begitu hanya dengan segelas bubble tea"

"Sepuasku Baek. Bubble tea se-pu-as-ku bukan hanya segelas!"

Oke tunggu. Sepuasnya ? Kalau begitu Baekhyun tidak kaget jika Sehun dengan mudah luluh pada si Kim Jongin itu.

Dasar makhluk hitam licik kelebihan hormon.

Umpat Baekhyun dalam hati.

Mereka sampai di tengah keramaian kantin dan langsung menuju di meja tempat teman-temannya sudah menunggu. Sehun sempat melihat Jongin di antara keramaian, seperti biasa duduk bersama teman-teman premannya yang memiliki kenakalan kurang lebih dengan Jongin, bahkan lebih parah. Kekasihnya itu mengedipkan matanya saat melihat balik Sehun dan hanya Sehun balas dengan memutar bola matanya malas. Semakin menjadi, Jongin menempelkan kedua jarinya dibibir dan membuat pose seolah-olah meniupkannya ke arah Sehun, namun dibalas Sehun dengan menjulurkan lidahnya seperti ingin muntah. Kegiatan tidak penting yang buang-buang waktu bagi Sehun. Namun toh ia selalu meladeni tingkah aneh Jongin.

"Hey Sehun kau mau ikut tidak ?" Sehun yang baru melepas pandang dengan Jongin dikagetkan dengan Tao yang menggoyang-goyang tangannya.

"Huh ? Apa ? Kalian ngomong apa ?" Tao menghela nafas diikuti gelengan kepala dari Kyungsoo.

"Kami berencana akan pergi ke klub malam" Jawab Tao sumringah.

"Klub malam ? Memangnya kalian punya identitas palsu ?"

"Ya baru berencana akan membuatnya" Yixing menambahkan.

Sehun menggigit bibirnya tanda sedang berfikir. Ia memang tidak asing lagi dengan tempat seperti klub malam. Jongin sering membawanya kesana bersama dengan teman-temannya. Namun disana pun ia selalu bersama dan selalu dibawah pengawasan kekasihnya. Yah nakal-nakal begitu Jongin tidak pernah menjurumuskan Sehun ke minum-minuman keras apalagi narkoba dan sejenisnya. Walaupun tanpa Sehun ketahui Jongin ikut menikmati hal-hal tersebut dibelakangnya.

"Baiklah aku akan ikut..."

"Ikut kemana hm ?"

Sebuah tangan melingkar dipinggang Sehun dan hembusan nafas hangat dari orang dibelakangnya membuat ia bergidik. Sehun menoleh dan tanpa sengaja menyentuh pipi Jongin dengan bibirnya.

"Ingin pergi tanpaku, baby ?"

Sehun melirik pada teman-temannya, bungung harus menjawab apa.

"Iya! Kami akan ke klub malam" belum sempat Sehun menjelaskan kepada Jongin, Tao sudah lebih dulu bersuara excited. Sepertinya memang dia yang paling tidak sabar untuk kesana.

"Ke klub malam ?" Jongin terkejut sudah pasti. Bahkan Sehun tidak yakin kekasihnya itu akan mengizinkannya untuk pergi. Sifat over protektif pada apa yang menjadi miliknya sudah terlanjur melekat pada Jongin sejak dulu.

"Iya, boleh tidak ?"

Jongin memandang Sehun sebentar lalu beralih memandang teman-teman Sehun satu persatu.

"Bagaimana kalau kalian ikut dengan kami"

Jongin menyarankan. Seperti dugaan Jongin tidak akan dengan semudah itu membiarkan Sehun pergi tanpanya.

"Ikut kalian ?"

"Ya baekky... kami berencana akan pergi ke klub malam ini"

"Hey pertama aku bukan anjingmu! Dan klub mana yang kau maksud ini huh ?" Baekhyun berucap sebal. Ia tidak suka di panggil 'baekky' baginya nama itu terdengar seperti nama anjing milik tetangganya. Dan lebih-lebih Jongin yang selalu memanggilnya begitu membuat ia tambah kesal.

"Black Pearl"

Dapat terdengar hentakan meja dari sebrang Sehun yaitu tepat dimana Tao menggebraknya.

"Black Pearl ? Kau bercanda Jongin itu klub elite! Astaga aku akan sangat merestuimu dengan Sehun jika kau membawa kami kesana!"

Jongin terkekeh pelan. Sedangkan Sehun memutar bola matanya malas.

Siapa juga yang ingin minta restu pada Tao.

"Chill Tao, aku sudah pasti dapat memasukkan kalian kesana"

Jadi, ke klub malam bersama kekasih dan teman-teman di malam sabtu ? Tidak buruk juga.

.

.

.

Shootdanonymous

.

.

.

Sehun memasuki ruangan bergemerlap itu dengan perasaan sedikit berdebar. Ia tidak tahu mengapa kali ini perasaannya menjadi lebih bersemangat dari malam-malam sebelumnya. Entahlah mungkin karena terdapat sedikit harapan bahwa ia juga pergi bersama teman-temannya, yang berarti, ada kesempatan untuk minum tanpa diketahui Jongin. Ya itu hanya 'mungkin'.

Berbicara tentang Jongin, laki-laki itu selalu menjaganya agar tetap aman selama memasuki klub. Hal yang biasa ia lakukan. Padahal Sehun tidak yakin bahwa akan ada yang melakukan hal tidak-tidak padanya. Well, belum.

Bahkan, Sehun hanya bisa menurut saat kedua tangan besar itu mendorong pelan bahunya untuk menuju ke arah bar minuman.

"Whisky dan... air putih" Pesan Jongin kepada bartender.

Oke tunggu.

"Air putih ?" Sehun menyuarakan protesnya akan pesanan Jongin. Siapa yang memesan air putih di tempat seperti ini. Bahkan Sehun setidaknya mendapatkan cola di malam-malam sebelumnya.

Jongin tersenyum simpul. Senyuman simpul yang begitu menyebalkan bagi Sehun.

"Minuman keras tidak baik untuk mu" lihatlah siapa yang berbiacara..

"Jongin! Aku ingin minum. Sekarang!" Sehun menyilangkan lengannya didada untuk mempertegas omongannya.

"Go ahead. Minuman sudah ada di depanmu" Jongin melirik santai pada segelas penuh air putih dingin yang baru saja di sajikan oleh sang bartender.

"Bukan air putih! Aku ingin.. eung.. ingin v..vod.. vodka saja. Iya vodka juga tidak apa-apa!" Sehun menyuarakan keinginannya dengan terbata-bata. Well, ia tidak familiar dengan jenis-jenis minuman keras, oke ? Yang ia tahu hanya vodka, yang teman-temannya bilang memiliki kadar alkohol lebih rendah.

"Tidak boleh"

Jawaban telak dari Jongin. Membuat Sehun kini memajukan bibirnya tak senang.

"Aku pesan sendiri bisa!" Mendengus pada kekasihnya. Sehun beralih pada bartender tinggi yang sedang sibuk mengelap gelas-gelas. Mungkin lebih tepatnya pura-pura sibuk selagi Sehun melihat. Karena pada kenyataannya ia sudah terlanjur menguping pembiacaraan sepasang kekasih ini dari tadi.

"Aku mau vodka. Sekarang" pesannya pada si bartender tinggi. Bartender itu hanya diam memandang Sehun, lalu pandangannya beralih pada Jongin yang memberi isayarat untuk tidak menuruti pesanan Sehun.

"Maaf ya. Sudah habis"

Sehun mngerutkan keningnya. Tidak percaya sama sekali atas apa yang dikatakan bartender dengan nametag 'Minho' tersebut. Ia melirik sekilas pada Jongin yang dengan santai meminum segelas whiskynya dalam selaki teguk.

Pasti Jongin. Iya pasti dia yang membuat minho tidak mau memberikan aku minum.

Ia membatin.

Lihatlah dia, sudah menghabiskan bergelas-gelas whisky dan membiarkan Sehun hanya dengan segelas air putih dingin disini. Bahkan kekasihnya itu sudah terlihat sedikit mabuk.

"Dasar jelek" umpat Sehun keras dan hanya dibalas kerlingan mata dari Jongin.

Sehun menghela nafas panjang. Ia bosan jika begini terus. Sehun jadi penasaran apa yang sedang dilakukan oleh teman-temannya saat ini, keberadaan mereka pun Sehun tak tahu karena Jongin sudah lebih dulu membawanya ke bar minuman ini sesudah memasukkan mereka. Mungkin teman-temannya saat ini sedang minum sepuasnya. Sehun dapat membayangakan Tao ataupun Baekhyun yang sudah mabuk sedang menari-nari liar di lantai dansa sana.

"Bosan"

Jongin meletakkan gelas ke-7 nya di meja tepat saat Sehun sudah mengeluh kebosanan untuk yang ke... hmm 5 kali ?. Ia bangkit berdiri dan menggenggam kedua tangan Sehun, serta merta menyuruhnya ikut berdiri.

"Sini. Ku ajak kau berdansa" Sehun kembali menurut saat tangan besar itu menariknya untuk ke lantai dansa. Lantai yang penuh dengan orang-orang. Sehun memandang penasaran kepada orang-orang tersebut. Mereka tampak bebas menari-nari semaunya. Seirama dengan musik yang dimainkan sang DJ. Tanpa sadar Sehun mulai dengan menggerak-gerakkan kepalanya mengikuti irama. Serta merta disusul dengan gerakan pinggulnya.

Tangan Jongin yang melingkar di pinggang Sehun hanya membuat dirinya semakin bersemangat, lebih-lebih kekasihnya itu sempat mencuri kecupan-kecupan ringan di leher Sehun. Ia bisa bilang bahwa Jongin sedikitnya tengah terpengaruh oleh alkohol.

.

.

.

Shootdanonymous

.

.

.

Luhan menggerak-gerakkan kepalanya pelan kala mendengar suara musik beat yang di mainkan DJ. Guna melepaskan stres Luhan berakhir di tempat bernama klub malam ini, yang kebetulan berada dekat dari kediamannya di gangnam. Walaupun klub malam bukanlah tempat favorite Luhan, namun di sini tidaklah terlalu buruk, cukup berkelas sesuai dengan seleranya.

"Tambah lagi winenya tuan ?" Minho sebagai bartender yang baik, menawarkan dengan ramah untuk mengisi ulang gelas nyaris kosong milik Luhan.

Luhan mengguman 'boleh' dan dengan segera Minho mengisi gelas tersebut dengan botol wine mahal yang ia pegang. Melihat dari penampilan saja Minho tahu bahwa Luhan ini orang kaya, jadi memesan wine semahal apapun bukan masalah baginya. Cara minumnya saja sangat berkelas.

"Dimana toilet ?" Minho yang diam-diam masih memperhatikan gerak-gerik berkelas Luhan terkaget-kaget saat mendapati pria itu menoleh ke arahnya.

"Disana... Maksudku anda tinggal lewat lorong di ujung sebelah sana, lalu belok kanan sedikit" Ketahuan menatap orang tentunya membuat Minho gugup. Dalam kasus ini orang seperti Luhan.

Luhan mengangguk sekali pada Minho lalu segera berdiri untuk menuju tempat yang ia butuhkan saat ini, toilet.

...

Jika bertemu orang mabuk di toilet Luhan sudah tidak heran lagi, tapi jika orang mabuk tersebut sampai pingsan, apakah Luhan harus diam saja ? Belum lagi jika hanya ada dirinya dan orang mabuk tersebut di ruangan.

Seperti sekarang Luhan sangat dibingungkan dengan situasi, baru ia membuka pintu toilet ia melihat seorang laki-laki yang terbaring telungkup di lantai. Hanya sendirian.

Perlahan Luhan menghampiri orang tersebut, ia berjongkok untuk melihat lebih jelas.

"Hey" tepukan di bahu tentu tak dapat dengan mudah membangunkannya.

Menjadi orang yang baik hati dan senang menolong, Luhan menangkat kepala orang tersebut untuk ia letakkan di pangkuannya. Orang yang pada awalnya ia kira laki-laki dewasa ini adalah salah, nyatanya hanyalah seorang bocah laki-laki yang jika Luhan tidak salah tebak merupakan bocah SMA. Heran sendiri dengan tingkah bocah-bocah di bawah umur zaman sekarang yang nekat memasuki tempat yang tak seharusnya seperti ini. Wajahnya putih namun tertutupi dengan rona merah efek dari alkohol. On top of that, he's cute.

Luhan memperhatikan dengan seksama fitur nyaris sempurna milik bocah ini, perlahan ia kembali menepuk pipi kemerahannya berusaha membangunkan.

"Hey bangunlah"

Tak ada respon. Luhan menghela nafas panjang. Dilihat dari kondisinya pun cukup jelas bahwa bocah ini tidak akan dengan mudah dapat terbangunkan, paling tidak besok pagi.

Luhan tidak bisa meninggalkannya begitu saja, namun juga tidak bisa membawanya begitu saja. Luhan memang suka laki-laki manis, apalagi yang seperti bocah satu ini, sangatlah tipenya. Namun tetap saja ia tidak boleh sembarangan membawa anak orang pulang, lebih-lebih tempat yang ia tempati saat ini bukanlah rumah melainkan hotel. Lalu, ia harus bagaimana saat ini ?

Ia pun dengan meyakinkan keputusannya mulai mengangkat bocah tersebut untuk berdiri. Luhan akan membawanya, bukan, bukan membawanya pulang, namun membawanya ke bartender yang tadi rasa-rasanya sudah cukup membantu.

"Uhh.." bocah tersebut melenguh saat badannya di angkat Luhan untuk berpapah padanya. Mungkin ia memang tidak sepenuhnya pingsan kalau begitu. Luhan perlahan membawa anak tersebut.

...

Minho memandang bingung pada kedua orang dihadapannya aneh. Pemuda berkelas yang tadi memesan wine mahal kini membawa satu orang bersamanya, orang yang sedang dalam keadaan pingsan. Dan seseorang yang tidak sadar diri itu terlihat sedikit tak asing baginya.

"Aku menemukannya pingsan di toilet, uruslah dia disini terlebih dahulu siapa tau ada yang mencarinya, aku harus pergi" Perlahan ia letakkan bocah tersebut untuk duduk di kursi bar dengan sebagian tubuh yang ia letakkan pada meja.

Ia kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan meletakkannya di samping kepala bocah tersebut. "Urus dia benar-benar" lalu pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban dari Minho.

Minho memandang kepergian Luhan dengan wajah bingung. Ia lalu memandang bocah tersebut yang ia kira tengah pingsan.

"Dasar anak muda, padahal sudah dilarang untuk minum"

.

.

.

.

.

.

Tbc

A/N: Ini lumayan panjang gasih ?. Tentang kaihun atau hanhun, mari kita lihat nantinya oke ? saya juga ngikutin alur ;) . Setelah saya pikir-pikir chap kemaren sehun agak kecewekan ? padahal pribadi suka uke yang ga lembek, yang berani tapi jadinya sehun kek gitu, akan saya perbaikin deh. Thanks yang sudah review, fav, maupun follow semua review aku baca kok, maaf ga bales satu2 karena seperti sebelumnya takut jatuhnya nyepam. mwah!