"Hyung.."
Yunho menelan ludahnya dengan susah payah, dan memaksakan dirinya untuk membalas panggilan adiknya. "N-ne Chami. W-wae?"
"Hyung—"
.
.
Even though the world will against us..
Even though this love is forbidden..
As long as you love me,
I'll fight for you..
My precious one.
.
.
.
Author Ela JungShim Changminnie presents
An Alternate Universe fanfiction
"My Hyung" ch 5
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin)
Rate : M
Length : 5 of ?
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK
Warn : TYPO's! , semi-incest! , Chibi!Min
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
.
Namja yang masih kecil itu menyentuh bibirnya yang kini agak membengkak. Sementara Yunho menunggu dengan perasaan panik mengenai apa yang akan di katakan oleh adiknya setelah ia melakukan tindakan tak bermoral pada adiknya sendiri.
Changmin tiba-tiba mempoutkan bibir merahnya, dan kata-kata yang keluar dari bibir itu sukses membuat Yunho jawdropped.
.
..
...
"Hyung, bibil Chami bukan makanan. Kalau hyung lapal, itu ada puding. Jangan makan bibil Chami dong. Humpph!" ucap namja kecil itu lengkap dengan bibir yang mengerucut dengan super imut, dan pipi yang di gembungkan dengan lucunya.
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
Semenjak kejadian hari itu, tak tahu mengapa, pikiran Yunho jadi sering di penuhi oleh adiknya itu. Bukan berarti selama ini adiknya tidak menempati prioritas utama dalam hidupnya, tapi... pikiran yang bersliweran di dalam benaknya itu mulai berubah menjadi bayangan yang aneh-aneh, dan tidak semestinya.
Jika dulu ia hanya berpikir mengenai Changmin sebagai adiknya yang manis, lucu, innocent, dan sangat ia sayangi sebagai adik. Sekarang...
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
"Aahhh... Aahhh... fasterhh... Chami—nghhh... fasterrhhh.." desah Yunho gila-gilaaan sambil tangannya meremas kuat surai madu Changmin. Meremas kuat, dan membuat kepala adiknya itu bergerak maju-mundur untuk memanja kejantanannya yang kini tengah di kulum oleh adiknya.
"Aahhh... ya, terus Chami... Nghh..kulum terus lolipop milik hyung... nghhh.."
Yunho memejamkan kedua matanya dengan erat merasakan nikmat yang berpusat di kejantanannya yang saat ini tengah berada di dalam mulut hangat dan basah milik adiknya itu. Seluruh tubuhnya gemetar dan meneriakkan nikmat yang tak terhingga karena mulut basah adiknya yang ketat itu menyelubungi kejantanannya yang sudah ber-ereksi sempurna. Yunho meraung penuh nikmat saat lidah Changmin juga ikut berpartisiasi dalam acara memuaskan junior miliknya itu.
"Aahh! Chami, jangan berhenti.." keluh Yunho saat adiknya itu melepaskan kejantanannya dari mulut panas itu. Yunho memaju-majukan pantatnya agar kejantanannya bisa kembali masuk ke dalam mulut sang adik.
Namun Changmin memegang kejantanan Yunho dan menahannya agar tak mendesak masuk ke dalam mulutnya."Hyung.." panggil bocah kecil itu sambil menatap Yunho dengan bambi eyesnya yang bulat dan sangat menggoda itu. Amat sangat menggoda, hingga Yunho kembali menyentuh-nyentuhkan ujung penisnya ke bibir sang adik.
"Wae Chami? Ayo kembali kulum dan jilat lolipop milik hyung.."
Changmin menggigit bibir bawahnya, sebelum ia bertanya. "Hyung, boleh Chami juga menghicap lolipop milik hyung? Chami bocan kalau cuma mengulum dan menjilat. Chami mau menghicap lolipop enak milik hyung juga.."
Yunho menggeram penuh nikmat mendengar kalimat Changmin yang langsung membuat kejantanannya berkedut-kedut penuh damba.
"Ya Chami. Ya. Hisap lolipop milik hyung... kulum, jilat, dan hisap, Chami.." ucap Yunho dengan suara yang sarat akan nafsu.
Saat bibir Changmin terbuka sedikit, Yunho dengan segera langsung memasukkan kejantanannya ke dalam mulut basah dan hangat itu.
"Aahhh... ya Chami... terusshh... hisap yang kuat Chami... hisap lolipop hyung dengan kuat... nghhh..."
Yunho terus-menerus memberikan instruksi pada adiknya yang kini menghisap kejantanannya. Sementara itu, kedua tangannya menahan kepala Changmin agar tetap berada tempat, sedangkan ia menggerakkan pelvisnya maju-mundur di dalam mulut adiknya.
"Aaahh... Chami... kau pintar... yahhh... terus seperti itu Chami.."
Yunho memejamkan kedua matanya erat-erat merasakan klimaksnya mulai mendekat. Mulut hangat Changmin. Lidah basah yang terus menjilati batang kejantanannya. Bibir yang terus menghisap ujung kejantanannya. Oooohhh...semua itu benar-benar membuat Yunho berada di ujung tanduk.
Ia mempercepat gerakannya di dalam mulut Changmin. Berusaha memasukkan kejantanannya sedalam mungkin di dalam mulut adiknya itu.
Dan saat ujung penisnya memukul pangkal ternggorokan Changmin, Yunho tak sanggup lagi mengendalikan dirinya. Gerakannya semakin menggila dan makin brutal mengerjai mulut adiknya. Tangannya bergerak seirama, membuat kepala Changmin ikut bergerak seiring gerakan pelvisnya sendiri.
"Aahhh... Chami... mulutmu benar-benar... Aaaaahhhhhhh...!"
Yunho mencapi klimaksnya, dan ia menembakkan spermanya dengan kuat dan penuh kepuasan. Nafasnya putus-putus dan sangat tidak beraturan akibat kenikmatan yang sangat intens melanda setiap sel tubuhnya.
"Chami..."
.
.
.
Yunho membuka kedua matanya dan menemukan kalau ia kini berada di dalam kamarnya yang gelap. Nafasnya masih belum stabil, dan matanya sudah nyalang menatap ke sekeliling kamarnya yang sunyi senyap.
'tidak mungkin...', pikir Yunho yang langsung membuka selimutnya...
..
...dan menemukan kalau celananya basah.
.
.
Wet dream.
.
.
Mimpi basah.
.
.
dengan Chami..
.
.
'Ya Tuhan...'
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
"Hyung.."
Tubuh Yunho tersentak kaget, dan dengan panik ia langsung menoleh ke belakang. Ke arah Changmin yang kini memasuki kamarnya.
"..Aaahhh...nghhh...fasteerrhh..aahh.."
Jantung Yunho seakan melompat dari tempatnya karena panik. Ia segera mempause 'film' yang tengah ia tonton di komputernya itu, dan berbalik ke belakang.
"W-wae Chami? A-ada apa?"tanya Yunho gugup sambil ia berusaha menutupi layar komputer itu dari pandangan adiknya menggunakan tubuhnya.
Changmin mengerutkan alis dan mengerucutkan bibirnya. "Hyung menonton apa? Kenapa ada dua olang yang tak pakai baju?"
Kedua mata Yunho melebar tak percaya, ia kembali berbalik dan langsung mematikan komputernyasecepat mungkin.
"Hyuuungg.. Chami juga mau ikut lihat film yang hyung tontoooonnn~ " rengek bocah kecil itu sambil berlari mendekati hyungnya. Ia menarik-narik baju yang di kenakan hyungnya sambil terus merengek. "Hyuuuuunggg~ "
"T-tidak boleh Chami. Itu film yang berisikan bahan pelajaran untuk tugas sekolah hyung. Filmnya membosankan kok." kilah Yunho sambil meraih Changmin ke dalam gendongannya.
'Ughh..' keluh Yunho saat tubuh Changmin menyentuh bagian privatnya yang sudah mulai tegang saat ia menonton 'film' tadi. Film yang dipinjamkan oleh Heechul si pervert.
"Lalu, Chami kenapa kemari, hmm?" tanya Yunho dengan ekspresi dan suara yang ia buat setenang mungkin.
Chami makin mempoutkan bibirnya dan mengalungkan kedua tangannya erat-erat di leher hyungnya. "Hyung cekalang celing di dalam kamal...padahal Chami kan mau main telus cama hyuungg...Chami kesepiaaann T^T "
Yunho tersenyum pahit mendengar ucapan adiknya itu. Memang belakangan ini ia terkesan menghindari adiknya dengan terus-terusan mengurung diri di kamar. Sebenarnya itu semua bukan tanpa alasan. Semenjak ia mendapat mimpi basah dengan Changmin sebagai objeknya, ia memang berusaha sebisa mungkin mengurangi waktu bermainnya dengan sang adik.
Namun itu saja tak cukup. Semakin ia mengurangi waktu bertemu denga Changmin, semakin intens pula mimpi-mmpi basah yang menghampirinya. Oleh karena itu, beberapa hari lalu ia meminjam film-film porno straight milik Heechul dan mulai menontonnya.
Tapi parahnya, semakin sering ia menonton film-film itu, semakin ia ketagihan dan selalu di akhir masturbasinya... nama Chami yang meluncur keluar dari bibirnya saat ia mencapai klimaks.
Ia tak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Namun saat ia bertanya pada Heechul mengenai keadaaannya—tanpa menyebutkan kalau orang yang terus-menerus ia pikirkan adalah Changmin— , Heechul berkata kalau ia pasti mencintai orang itu. Sangat mencintainya, karena ia terus-menerus berpikir tentangnya, baik dalam keadaan sadar,maupun di dalam tidurnya.
Ia... mencintai Changmin?
Mencintai... adiknya sendiri?
Tidak... ini tidak boleh terjadi. Changmin adalah adiknya yang berpaut usia tujuh tahun.
Ia... tak boleh mencintai adiknya!
.
.
Karena itulah...ia mulai menjauhkan diri dari adiknya.
Tapi sungguh, ia tak berpikir kalau ia sampai membuat adiknya sedih dan jadi kesepian seperti ini.
"Maaf... maafkan hyung, ne?" pinta Yunho sambil mengelus surai lembut milik adiknya. "Seharian ini hyung akan menemani Chami main sepuasnya."
Wajah mendung Changmin langsung berganti dengan ekspresi penuh suka cita. "Yeaaaayyy! Ayo kita main hyuuunggg~! *^O^* " seru bocah itu penuh semangat dengan missmatch eyes yang kini terlihat jelas.
Yunho tak bisa menahan diri untuk tak mengecup pipi yang terlihat menggembung lucu itu. Dan akhirnya ia mengajak adiknya keluar untuk bermain bersama di halaman rumah mereka.
.
.
.
.
'Aaahhh, Chami...andai kau tahu apa akibat dari senyummu itu...' keluh Yunho dalam hati sambil berpikir mengenai Yunho junior yang jadi ikut bersemangat melihat senyum cerah adiknya itu.
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
"Yunho, bisa Umma bicara sebentar denganmu?"
Yunho yang baru saja pulang dan tengah mengganti pakaian itu menoleh ke arah sang Umma, dan mengangguk.
"Tentu, Umma. Ada apa?" tanya Yunho yang barusan selesai memakai kaus rumahnya. Ia duduk di tempat tidurnya, dan Seohyun pun duduk di samping putra sulungnya.
"Yunho, meskipun Chami bukan putra yang lahir dari rahim Umma, tapi kau tahu kalau Umma menyayangi Chami sama besar seperti Umma menyayangimu kan?" mulai Seohyun sambil mengelus surai halus milik putranya itu.
"Ne, Umma. Memangnya kenapa?" tanya Yunho yang benaknya penuh dengan rasa bingung mengenai apa yang akan Ummanya sampaikan.
"Dan meskipun kalian tak berbagi darah, Chami tetaplah adikmu kan, Yunho?"
Semakin tak mengerti dengan arah pembicaraan Ummanya, Yunho hanya mengangguk. "Ne, Umma. Chami itu adikku, dan aku menyayanginya."
"Ya. Umma tahu itu. Kalian berdua sangat dekat. Chami benar-benar menganggapmu sebagai hyungnya yang paling ia sayang, dan kau sendiri selalu memprioritaskan Chami di atas segalanya." Ucap Seohyun sambil tersenyum saat mengingat tingkah manis kdua putranya itu.
Namun sedetik kemudian, tatapan mata Seohyun berubah menjadi serius.
Seohyun menatap Yunho dengan penuh arti, dan ia menggigit bibirnya dengan kuat. Ini...masalah keluarga mereka. Meskipun ia tak ingin membicarakan ini, tapi... ia harus.
"Yunho... apa kau mencintai Chami?"
Jantung Yunho terasa berhenti seketika. Kedua matanya melebar tak percaya...dan perasaan takut langsung menguasai hati dan pikirannya dengan cepat.
Bagaimana ini?
Apakah Ummanya tahu kalau ia... sudah jatuh cinta pada adiknya sendiri?
Apa... apa yang harus ia katakan?
Ia tak mungkin berbohong pada Ummanya..
Tapi ia juga tak mungkin berkata jujur kalau ia memang mencintai adiknya sendiri..
'...apa yang harus ia lakukan...?'
.
.
.
.
.
~TBC~
Annyeeeoooonggg~!
Author akhirnya kembali membawa lanjutan dari My Hyung!
Yang pada yadoooonggg, itu aku kasih special gift berupa cuplikan adegan NC Hyung ama Chami~ Tapi Cuma cuplikan aja yah, cz Chami masi kecil~
Ah, aku minta maaf karena selama ini nggak balas review yang masuk, tapi yakinlah, semua review yang masuk itu aku baca, dan jadi penyemangat aku buat terus ngelanjutin ff ini. Buat yang tanya soal apakah di ff ini Chami akan terus anak kecil ato enggak, jawabannya enggak. FF ini akan terus berjalan sampai keduanya beranjak gede dan akhirnya melakukan 'ehem-ehem' #plak! Dan sepertinya ff ini akan jadi ff yang panjang, so, please stay with me till the end, Okay? #lebai
Oh, mungkin beberapa dari kalian ada yang tahu kalau d kolom review ini ada 'orang usil' yang ikut menyumbangkan reviewnya. Tapi maaf ya, kolom review itu digunakan untuk mereview cerita yang ada, jadi kurasa 'orang usil' itu memang salah tempat. Apalagi kata-katanya itu tidak ada hubungannya dengan ff my hyung ini. Jadi, aku pinta dengan sangat, tak usah ada yang meladeni 'orang usil' itu, Ok? Karena semakin di ladeni, akan semakin girang ;) Fokus ke cerita ff ini aja yaaaaa~
Nah, mungkin ffnya memang pendek, tapi seperti biasa, author memang sengaja mengepaskan dengan akhir yang menggantungbiar kalian ssemua penasaran~
So, keep review biar aku makin cepet apdet, Okay? Hihihihi~
