Don't Cheat On Me, Baby!

Cast: Oh Sehun, Kim Jongin, Xi Luhan, Byun Baekhyun, Huang ZiTao, Do Kyungsoo, Zhang Yixing, Park Chanyeol, and Other.

Rated: T

Chaptered

Pair: KaiHun, HanHun

Warning: Yaoi, BL, Typo(s)

Disclaimer: Punya siapa coba

Summary: Sehun memiliki Jongin sebagai kekasih, si mantan preman sekolah. Inginnya Sehun meniti masa depan yang cerah dengannya, namun jika disuguhi oleh pengusaha muda nan kaya raya seperti Luhan apa mungkin Sehun bisa setia ?..

.

.

.

.

.

.

"APA ?!"

Sehun terlonjak kaget mendengar teriakan lantang dari Baekhyun yang duduk di sebrang mejanya. Segera ia mencondongkan tubuh dan membekap mulut kecil namun berisik itu dengan telapak tangan.

"Diam Baekhyun!" Bisiknya kesal. Dan mendapat anggukan cepat dari tersangka peneriakan yang tidak berkutik setelah di terjang oleh Sehun.

Sehun kembali pada posisi normalnya, memberi tatapan nyalang kepada teman-teman sekelas yang mulai 'kepo' dengan percakapan antara ia dan Baekhyun. Imut-imut begini kalau sudah marah, Sehun bisa sangat menyeramkan dan membuat orang takut. Iya, takut tidak tahan melihat muka Sehun yang malah jatuhnya aegyo.

Baekhyun di hadapannya menatap Sehun dengan mulut yang setengah menganga. "Aku tidak percaya ini..." Bisiknya menggenggam kedua tangan di dada. Overreacting atau biasa kita sebut lebay.

"Sehun kau... selingkuh ?" Bisiknya benar-benar pelan, melihat ke sekitar untuk memastikan tak ada yang mendengar atau melihat.

Sehun mengangguk pelan, memain-mainkan ujung meja dengan mimik yang tak mengenakkan untuk dilihat. Sedih dan merasa bersalah.

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak percaya bahwa Sehun selingkuh, padahal Sehun dan Jongin itu sudah ia nominasikan sebagai pasangan paling tak terpisahkan yang pernah ia temui. "Sehun aku tahu aku sering mengejekmu dengan Jongin, tapi tidak berarti kau harus selingkuh"

Sehun menggeleng cepat, "aku bukan selingkuh karena kau mengejek ku, Baekhyun, please" dan memberi Baekhyun tatapan 'memangnya kau siapa ?' sebelum melanjutkan, "ini karena Luhan Hyung" tambahnya kembali menggigit bibir. Semakin tak enak hati saat mulai membawa nama tersebut.

"Dan Luhan Hyung adalah.. ?"

"Selingkuhan ku"

Baekhyun mengerjap, "Whoa kau memanggilnya Hyung, oke lanjutkan"

"Aku suka Luhan Hyung dan-"

"Hanya suka dan kau langsung mau diajaknya selingkuh ?"

Sehun terhenti dan kalau bisa ingin menangis saat itu juga, kenapa sahabatnya ini harus membuatnya tambah tak enak hati pada Jongin. Dan kenapa dari semua teman yang ia miliki, Sehun harus curhat pada yang satu ini. Ia benar-benar telah memilih orang yang salah.

"Baekhyun tolong, aku tidak perlu kau buat makin berdoaa lagi" ucapnya, menghapus air mata -tak nyata- dari pipinya.

"Oh sorry, kau tahu aku kan, anggap saja radio rusak, jadi lanjutkan" Baekhyun memberi senyum memaklumi dan bersidekap di meja siap mendengar seluruh cerita Sehun.

Sehun mengehela nafas, sebelum kembali memantapkan diri untuk bercerita. "Aku suka Luhan Hyung, dan merasa nyaman, kau tahu ia selalu memenuhi keinginanku, pernah sekali aku bilang padanya bahwa ponsel ku mulai lambat, dan kau tahu apa responnya ?" Tanya Sehun menggebu-gebu. Baekhyun menggeleng cepat, namun tetap menatap excited akan kelanjutan omongan Sehun. "Dia menawarkan untuk membelikanku ponsel baru, Baekhyun! Ponsel baru!"

Baekhyun melotot tak percaya, ia mengembangkan senyum yang begitu lebar hingga Sehun bertanya-tanya bagaimana mungkin mulut sekecil itu bisa tersenyum begitu lebar. "Lalu kau jawab apa ?!" Tanyanya semangat.

Sehun tersenyum simpul. "Aku tolak" ucapnya, dan segera melanjutkan saat Baekhyun akan menyuarakan protes. "Aku hanya jual mahal, oke ? Jika ku terima bisa-bisa ia mengira aku ini matrealistis. Nah, jika sudah pacaran seperti ini kan aku tidak akan sungkan-sungkan untuk minta belikan ini itu" ucapnya tersenyum-senyum menbayangkan hal-hal yang akan ia minta pada Luhan nanti. "Oh tapi jangan kira aku murni hanya memanfaatkannya ya, aku juga sayang padanya, habis dia tampan" ucap Sehun lagi kembali tersenyum malu.

Baekhyun ikut tersenyum senang, lalu terkekeh sambil menatap Sehun penuh arti. "Kau sudah mulai licik sekarang, eh ? You little bitch" katanya dengan memberikan dua jempol di hadapan Sehun.

Sehun menyilangkan lengan di dada dengan Senyum bangga. "Siapa dulu yang mengajarkanku" katanya membalas senyum penuh arti Baekhyun.

"Byun Baekhyun" ucap Baekhyun dengan menepuk dadanya sendiri. Tidak sadar sama sekali bahwa telah mengajarkan hal yang sangat tidak bagus pada sahabatnya yang sangat mudah untuk dipengaruhi ini.

Dan setelah di ingat-ingat kini Sehun paham betul kenapa ia langsung bercerita pada Baekhyun. Dan bukan pada temannya yang lain.

Karena temannya yang bernama Baekhyun inilah yang merupakan pakar dari segala pakar tentang cara memanfaatkan orang.

"Aku lihat fotonya dong" Dengan semangat Sehun mengeluarkan ponsel dari sakunya untuk memperlihatkan Baekhyun foto si 'Luhan Hyung pengusaha muda kaya raya ini' dan mendapat decakan kagum dari Baekhyun yang terus mengatakan betapa tampannya selingkuhan Sehun.

Jadi, hilang kemanakah rasa bersalahmu pada Jongin, Oh Sehun ?

...

Lain Sehun maka Lain juga Jongin, seperti biasa pagi-pagi di kelas ia dan juga 'teman-temannya' akan membuat kericuhan. Kali ini seorang siswa berkacamata tebal lah yang menjadi bahan hiburan mereka. Chanyeol yang terkenal paling jahil menyuruh bocah nerd tersebut untuk menari-nari di atas meja guru. Alasan Chanyeol saat ditanya mengapa ia mengerjainya adalah, "Salah sendiri kenapa menijak kakiku, sekarang rasakan" lalu tertawa kesetanan seperti seorang maniak. Padahal kaki yang -tidak sengaja- ditijak oleh bocah nerd tersebut tidaklah sakit sama sekali.

Jongin sedang menikmati hal tersebut, dengan menaikkan kakinya di meja sambil sesekali mengambil gambar untuk di sebar di sosial media. Ia terkekeh sebelum memperlihatkan foto tersebut ke orang yang juga sedang hengkang-hengkang kaki di sampingnya, Kris. Menertawakan bersama wajah merah bocah tersebut yang sangat menggelikan.

"Ah ya, Kai. Barang yang kau pesan waktu itu, sudah datang" ucap Kris di sela tawa mereka. Jongin atau lebih akrab disapa Kai oleh teman-temannya mendongak dari ponselnya, menatap berbinar pada Kris setelah mendengar apa yang baru saja ia katakan.

"Yang benar ?!" Tanyanya bersemangat. Kris mengangguk-anggukan kepalanya. "Yeah, cukup susah mencarinya, kau tahu, kau berhutang banyak padaku" Jongin tersenyum lebar dan menepuk-nepuk pundak Kris. "Kau tidak tahu betapa aku sangat berhutang budi padamu, Kris" ucapnya tampak begitu senang. Kemudian bertanya penuh harap, "Apa kau bawa sekarang ?"

Kria menggeleng. "Tentu saja tidak, dude. Kau mau aku di skors, huh ?"

Jongin menganggukan kepalanya mengerti. "Oke, kalau begitu di tempat biasa ?"

"Yeah" Kris mengangguk singkat dan kembali menertawakan bocah malang yang kini di buat Chanyeol menari dengan satu kaki.

.

.

.

Shootdanonymous

.

.

.

Sehun menaiki tangga sekolah dengan mulut yang tak hentinya menggerutu. Dengan kaki yang terhentak-hentak ia meniti satu persatu anak tangga yang lumayan banyak tersebut. Tujuannya adalah kelas senior, atau jika lebih di persempit, kelas kekasihnya sendiri, Kim Jongin. Lantai tiga ini sebenarnya adalah lantai yang paling tidak ingin Sehun kunjungi, pertama karena harus menaiki tangga dan Sehun malas naik tangga, kedua disini penuh oleh kakak senior yang senang membully, ketiga ia harus bertemu dengan teman-teman preman Jongin yang menyebalkan. Yah, walaupun problem kedua tidaklah berlaku lagi semenjak Sehun berpacaran dengan Jongin, namun tetap saja yang pertama dan ketiga tetaplah masih sangat membebaninya.

Ah, lalu kenapa mau susah-susah menuju kesini ? Pastinya ingin bertemu Jongin. Dan alasan bertemu Jongin ? Ingin marah-marah, ya itu saja. Kekasihnya yang mengaku seksi itu sudah membuatnya menunggu 10 menit di pos sekolah. Apa ini semacam aksi balas dendam ? Sehun tak tahu dan tidak mau tahu. Ia ingin menuntut penjelasan. Sekarang juga.

Ya, sekarang juga saat ia sudah sampai di depan kelas Jongin yang masih memiliki penghuni namun tidak memiliki guru yang mengajar ini. Dan dimana sekiranya kekasih Oh Sehun ?

"Kris.. Kris! Sini!" Menempel pada daun pintu, Sehun memanggil Kris, senior -slash- teman preman Jongin yang berada di jangkauan matanya. Kris tidak menoleh, jelas karena tidak mendengar panggilan 'halus' Sehun sama sekali.

"Kriiiiisss" Sehun kembali mencoba peruntungannya. Ia sengaja memang tak mau memanggil keras-keras. Walau tidak akan ada senior yang berani membullynya namun tetap saja ia sungkan, disana masih terdapat banyak senior-senior yang menakutkan ngomong-ngomong. Ya Sehun tidak sadar saja kumpulan senior menakutkan yang merupakan raja-raja bullier adalah Jongin cs. Ironisnya Sehun sendiri tidak takut sama sekali dengan mereka akibat sudah terlalu sering diajak Jongin untuk 'hang out' bersama.

Berkat panggilan panjang Sehun yang tentunya menghasilkan sedikit percikan-percikan air dari dalam mulutnya, Kris menoleh, dan sedetik kemudian mengerang seakan malas melihat kehadiran Sehun. Denga wajah di tekuk Kris mendekat. "Apa maumu ?!" Tanya Kris galak pada adik kelas tersayangnya ini.

Sehun tersenyum miring. "Hehe.." katanya mencolek-colek iseng lengan senironya sehingga menghasilkan pelototan mata dari sang korban pencolekkan. "Galak sekali, Kris"

Kris kembali mengerang frustasi. Hanya mendengar Sehun memanggil namanya saja ia serasa ingin meledak. Ia tidak suka dan tidak akan pernah suka dipanggil hanya dengan nama. Oleh seorang adik kelas. Kurang lebih sama halnya dengan kasus Baekhyun yang tak suka di panggil 'Baekky' oleh Jongin. Namun ini beda lagi. Bukan tanpa alasan sebenarnya bertingkah seperti ini di hadapan Sehun, itu semua karena tingkat keberanian Sehun yang melampaui batas kewajarannya sendiri. Iya batas kewajarannya sendiri. Anggap saja Kris ini seseorang yang gila dipuja. Secara ia telah menjabat status ketua atas squad yang terdiri dari preman-preman sekolah disini.

Dan sesuatu hal yang membuat Kris sebegini kesal dan risih berada di dekat Sehun adalah karena Sehun tidak pernah memanggilnya 'Sunbae' jangankan panggilan itu, memanggil 'Hyung' saja ia tak mau. Ya Kris tahu. Hanya hal sepele seperti itu. Tapi tetap saja ia tak suka jika tidak di hormati. Dan tidak hanya itu, mengetahui Kris benci jika tidak di hormati, Sehun semakin manjadi-jadi dalam memperlakukan Kris seperti teman sebayanya, bahkan terkadang ia menggoda pria yang lebih tua di atasnya itu. Harusnya, orang-orang berperilakuan seperti Sehun ini akan menjadi bahan bullyannya selama sebulan, namun sungguh sial Kris tak mungkin bisa memberi pelajaran pada kekasih temannya sendiri. Dalam hal ini Jongin yang sudah seperti saudara. Yeah, jadi anggaplah ia memiliki hasrat terpendam pada Sehun. Hasrat membully. Dan kesal karena tak bisa melampiaskannya. Lalu malah dibuat semakin geram saat Sehun bukan malah kapok namun menjadi-jadi seperti ini. It make him sick.

"Kau mau apa ? Mencari pangeranmu ?" Ikut menyenderkan tubuhnya di pintu, kini Kris sudah mengumpulkan kepercayaan dirinya seperti biasa. Menatap Sehun yang masih tersenyum-senyum tidak jelas.

Orang gila. Batin Kris kesal.

Sehun mengangguk-anggukan kepalanya semangat menjawab pertanyaan Kris. "Kemana dia ?"

Kris memutarkan bola matanya, "Sedang ada urusan, sana kau pulang sendiri saja" ucapnya lalu segera berbalik kembali memasuki kelas dan terhenti saat Sehun menarik tangannya. "Mana bisa begitu, katakan dimana Jongin"

Kris menghela nafas. "Sudah ku bilang ada urusan, Kau ti-"

"Kris, jangan ganggu Sehun" Tiba-tiba sebuah suara berat mengacaukan aksi berdebat kedua orang yang berbeda tinggi badan tersebut. Sehun yang melihat kedatangan Jongin segera menghambur ke pelukan kekasihnya. "Jongin.. Kris membully aku" lalu memalsukan tangisan yang sangat di buat-buat.

Sedangkan Kris dibuatnya menganga tidak percaya. "Apa ? Aku ? Tapi dia yang-"

"Sudah cukup" Jongin menjulurkan lima jarinya di depan wajah Kris menyuruhnya untuk berhenti.

Saat itu Kris hanya mampu mengutuk, mengutuk sekeras-kerasnya bocah yang hanya cekikikan di pelukan Jongin tersebut. Sebelum memasuki kelas meninggalkan dua sejoli itu menyelesaikan masalahnya. Ngomong-ngomong tentang masalah, bukankah seharusnya Jongin sedang dalam masalah.

Ingat akan tujuannya kesini, yaitu untuk marah-marah, Sehun segera melepaskan pelukannya.

"Jongin! Kau kemana saja aku sudah menunggu lama, tahu!" Mulainya, menyilangkan lengan di dada dan berusaha tampak garang. Namun hanya di balas Jongin dengan menggaruk-garuk belakng lehernya yang Sehun yakin tidak gatal sama sekali. "Aku dari toilet.. tapi aku masih punya semacam urusan, jadi tak apa kan kalau kau pulang sendiri ?" Tanya Jongin risih. Risih Sehun semakin marah.

"Apa ?!" Ah, Sehun serasa dejavu mengucapkan satu kata itu dengan intonasi yang sama pula.

"Baby, ini sangat penting, please. Hanya sekali saja" Jongin mengelus pipi Sehun meminta pengertian dari sang kekasih, namun segera di tepis oleh Sehun.

Sehun mendengus sebal. "Yasudah. Aku minta jemput Luhan Hyung saja kalau begitu" lalu segera berbalik untuk segera pergi dari sana. Ia kesal.. sangat kesal pada Jongin sampai-sampai rasanya ingin bicara begitu.

Tapi tunggu.

Apa baru saja Sehun menyebut nama Luhan ? Dihadapan Jongin ? Oh astaga ia salah bicara!

Sehun segera membalikkan badannya. Menghadap ke arah Jongin yang masih berdiri diam disana.

"Maksudku.. aku.. akan naik bus" Guman Sehun berusaha membenarkan omongannya. Walau percuma saja.

Jongin tak merespon. Tatapan dingin itu lagi yang tampak di matanya. Sehun baru ingin kembali menuju ke arah Jongin, namun kekasihnya itu lebih dulu pergi dengan gelengan kepala dan tatapan kecewa yang makin membuat Sehun seribu kali merasa bersalah.

"Mulut bodoh.. ugh kenapa aku menyebut namanya" Kalau Sehun pada dasarnya bocah cengeng mungkin ia sudah menangis tersedu-sedu sekarang. Menangis karena menyesali perkataannga sendiri.

.

Namun semenyesal apa pun Sehun pulang dengan selamat adalah prioritas utama. Selamat dalam artian ada seseorang yang mengantarnya pulang, walau itu semua bisa di katakan modus karena ia memang ingin di jemput oleh Luhan.

Hingga ia kini sudah duduk manis di mobil selingkuhannya tersebut. Dalam perjalanan menuju ke restoran sushi mewah yang sudah ingin Sehun kunjungi dari dulu.

"Bagaimana sekolah ?" Luhan yang masih sibuk memyetir memulai percakapan di antara mereka.

"Baik-baik saja, Hyung"

Hening.

Oke, ini sungguh awkward.

"Kau mau bubble tea ?" Tanya Luhan kembali, tersenyum simpul saat melihat Sehun terlonjak senang hanya karena ia bertanya seperti itu.

"Mauu" ucap Sehun aegyo, akhirnya kembali pada sifat dasarnya jika sudah menyangkut minuman favorite. "Kita beli ya, Hyung ?" Pinta Sehun dengan memiring-miringkan kepalanya menghadap Luhan. Namun langsung menyerngit heran saat Luhan malah menggeleng. "Hyung tidak mau membelikan aku bubble tea ?"

"Tidak" ucap Luhan singkat, namun segera menambahkan. "Karena aku sudah beli untukmu, lihatlah ke belakang"

Dengan cepat Sehun menoleh ke kursi belakang, mendapati dua gelas bubble tea dengan rasa coklat dan vanilla yang dua-duanya merupakan daftar rasa favorite Sehun. Dengan senyum yang mengembang, ia mengambil kedua gelas bubble tea tersebut. "Hyung tidak mau kan ?" Tanya Sehun menyalahi aturan. Seharusnya kan "Hyung mau ?"

Ah, ini Bubble Tea ngomong-ngomong, mari kita maklumi saja sifatnya.

Luhan menggeleng-gelengkan kepala, tersenyum memandang Sehun yang sedang menyeruput Bubble Teanya.

Duh, kalau punya selingkuhan yang pengertian seperti Luhan, rasa-rasanya jadi tidak menyesal telah berselingkuh. He he

.

.

.

Shootdanonymous.

.

.

.

Jongin menatap sebuah benda yang diidam-idamkannya sedari dulu. Benda yang baru sekarang bisa ia miliki. Ia akui benda ini ilegal, namun Jongin tidak peduli demi ingin memenuhi rasa ketertarikannya.

Jongin mengangkat benda tersebut di tangannya, memperhatikan dengan seksama tekstur kasarnya. Lalu mengarahkan pada Kris main-main.

"Angkat tangan, Mr. Wu. Anda saya tangkap" ucapnya lalu diikuti gelak tawa puas.

Kris hanya memutarkan mata. Ia tahu Jongin tengah senang karena telah mendapatkan benda itu, jadi ia biarkan saja. Saking senangnya Jongin, wajah muram yang sedari tadi di pasangnya setelah berbicara dengan Sehun kini sirna entah kemana.

"Berhati-hati saja, dude. Jangan sampai ketahuan appamu" saran Kris, membersihkan miliknya sendiri yang serupa dengan milik Jongin.

Yap, Jongin baru saja mendapatkan barang yang diinginkannya, sebuah Glock-17, yang ia idam-idamkan dari dulu.

.

.

.

.

Tbc.

A/N: banyak yang ngamuk, nggak terima sehun selingkuh haha... seneng saya buat kalian ngamuk ), tapi tenang kaihun shipper saya cuma bisa bilang tenang ya tenang semua akan indah pada akhirnya :v tulunq gampar saja anak ini.

Oke pertanyaan:

.ini mpreg ? No, baby. it's not.

.ada apa dengan call me baby ? Haha gapapa saya greget dengernya, mau daddy atau baby ga masalah. Tapi kalo daddy tuh rada... u kno what i mean )

.Barang yang pengen dibeli Jongin ? Ini dia baru terungkap, Glock-17, searching deh kalo penasaran kalo ga sih ya udah :D

.Latar belakang keluarga Jongin ? Belum terungkap. Tapi normal kok lengkap mami papinya, masalah kaya ngganya ya liat aja nanti.

That's all.