.
Jadi, mengambil kesempatan ini, Yunho kembali memeluk tubuh kecil Changmin dan membenamkan wajahnya di puncak kepala Changmin. Seluruh tubuhnya bergerak untuk mencari posisi nyaman memeluk Changmin, sebelum kedua matanya membulat lebar tak percaya.
'T-tidak mungkin...' teriaknya di dalam hati. 'Tidak mungkin Chami...'
.
.
Even though the world will against us..
Even though this love is forbidden..
As long as you love me,
I'll fight for you..
My precious one.
.
.
.
Author Ela JungShim presents
An Alternate Universe fanfiction
"My Hyung" ch 8
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin)
Rate : M
Length : 8 of ?
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK
Warn : TYPO's! , semi-incest! , semi-pedophil! , Chibi!Min
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
.
Yunho berusaha untuk diam tak bergerak sementara pikirannya berputar-putar dengan cepat di kepalanya. Sekali lagi, kaki Yunho bergerak di dalam selimut untuk memastikan. Lututnya menekuk, sementara ia menggerakkannya di antara kedua paha Changmin.
"..ngghhhh..."
Yunho langsung menjauhkan kakinya saat lututnya menyentuh benda di antara selangkangan Changmin, yang menyebabkan adiknya itu mengeluarkan bunyi desahan.
Hard...
Sesuatu yang berada di antara kedua kaki Changmin, sesuatu yang terletak di pangkal paha adiknya itu... mengeras..
(NB : Menurut penelitian, memang anak cowok, dari usia 3 tahun sudah bisa mengalami 'morning erection' , tapi hal itu disebabkan karena faktor fisiologis tubuh, dimana saat malam ke pagi, kandung kemih akan menjadi penuh hingga kandung kemih akan sedikit membesar. Dan tekanan kandung kemih ini merangsang sel syaraf di sekitar penis, hingga membuat penis menegang. Tapi kan Yunho nggak tau...jadi mikir yang 'iya-iya' deh itu orang XD)
Yunho langsung menarik nafas panjang untuk menenangkan segala pikiran yang iya-iya di dalam otaknya.
Dia berada satu tempat tidur dengan adiknya...
.
.
.
.
.
...yang tengah mengalami morning erection..
.
Dia berada di rumah mereka...
.
.
.
.
...yang cuma berpenghuni mereka berdua saja...
.
Dan ini adalah adiknya...
.
.
.
.
.
...adiknya, yang membuatnya selalu bermasturbasi dengan membayangkan kalau ia bisa merasakan bagaimana nikmatnya melihat adiknya mendesah di bawah tubuhnya...
..membayangkan bagaimana nikmatnya saat ia menjamah tubuh adiknya... menggoda titik-titik sensitif adiknya yang akan membuatnya mendengar suara desah merdu adiknya... merasakan ketatnya hole adiknya saat ia menyatukan diri dengan adiknya...
Ukh...
Sepertinya sekarang ini tak hanya milik Changmin yang menegang, tapi milik Yunho pun mulai bangkit dari tidurnya.
Dan sadar akan situasi-kondisi yang sangat mendukung, tanpa banyak berpikir lagi, Yunho langsung menyibakkan selimut yang menutupi tubuh mereka, dan pikiran mesum langsung menguasai otaknya saat melihat sesuatu di pangkal paha adiknya menggembung besar seolah ada benda yang tengah berdiri tegak lurus didalam sana.
Dengan perlahan, Yunho mulai menurunkan celana piyama adiknya... hingga kini ia bisa melihat langsung kemaluan adiknya yang memang ukurannya masih mungil.
How cute~!
Tanpa basa-basi, Yunho langsung menggenggam penis mungil adiknya, dan mulai meraba-rabanya dengan pelan.
"Eungghh~"
Yunho tersenyum saat merasakan tubuh adiknya tersentak kecil, sebelum desahan manis itu lolos dari bibir pouty adiknya.
Desahan lembut yang meluncur dari bibir bocah berusia delapan tahun itu jelas membuat keberanian Yunho untuk menjamahi tuuh adiknya semakin berkobar. Sentuhan-sentuhan ringannya kini mulai berubah menjadi pijatan-pijatan lembut.
"Eungghh... mmhhh... ha—aahh..."
Tubuh kecil Changmin menggeliat-geliat tak tenang saat ia merasakan ada sesuatu yang aneh di tubuhnya. Sesuatu yang terasa menyenangkan sekaligus membuat tubuhnya resah. Dan itu semua berasal dari bagian selatan tubuhnya...
"Aaahhh... eunghhh... ummhhh... h-hyung..? Eunghhh... a-apa yang hyung—ngghhh~"
Changmin yang akhirnya terbangun itu langsung membelalakkan mata tak percaya melihat tangan hyungnya kini berada di daerah privatnya. Namun suaranya sendiri mengkhianatinya, hingga hanya suara yang bertabur desahan saja yang keluar dari bibirnya.
"Unghhh... h-hyung—aahhh... h-hyung..!"
"Wae Chami?" tanya sang hyung dengan wajah innocentnya, sambil tangannya kini bergerak naik-turun memanja penis mungil adiknya.
"A-aaahhhhh~~"
Tubuh Changmin langsung gemetar hebat seolah ada aliran listrik nikmat yang menyengat seluruh tuuhnya. Ia menggelinjang merasakan gerakan tangan hyungnya di penisnya dan desahan-desahan aneh berhamburan dari bibirnya.
Kaget, bocah berusia delapan tahun itu langsung menutup mulut dengan kedua tangannya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Yunho langsung menyeringai mesum melihat tingkah polos adiknya, yang malah meningkatkan nafsu birahinya itu. Dan jangan salahkan Yunho, salahkan saja bocah kecil yang sudah terlalu serinmg menggoda imannya dengan segala tingkah polosnya itu. Dan juga, salahkan wajah manisnya yang kini diliputi dengan ekspresi kenikmatan itu. Membuat Yunho semakin tak bisa berhenti untuk memberikan kenikmatan pada tubuh adik tersayangnya itu.
Perlahan Yunho mencondongkan tubuhnya ke arah Changmin. Bibirnya kini tepat berada di telinga Changmin, dan mulai menilati cuping telinga itu.
"You're so cute, Chami~" bisik Yunho dengan suara rendahnya.
Tangannya yang sedari tadi berulah di bawah kini semakin menggila. Ia bergerak lebih cepat, sambil kini bibirnya kembali mengoda sang adik.
"Chami, keluarkan suara merdumu untuk Yuhno hyungmu ini~"
Changmin kembali mnggelengkan kepalanya karena tak ingin mengeluarkan suara aneh itu lagi. Ada hyungnya disini, dan ia tak akan mungkin mengeluarkan suara-suara aneh yang terdengar sangat memalukan itu!
Yunho yang melihat adiknya tetap betah dengan ke-keras kepalaan-nya itu menggunakan satu tangannya yang bebas untuk meraih tangan mungil Changmin. Menyingkirkan tangan kecil itu dari mulut Changmin, agar ia bisa mendengar desahan merdu adiknya.
"A-aahhh... h-hyunghhh... ngghhhh... Y-yunho hyung—aahhhh..."
Dan benar saja, saat tak ada lagi tangan itu, tak ada lagi yang bisa menahan bibir Changmin untuk meloloskan suara aneh itu dari tenggorokannya.
Bagaikan api yang disiram minyak, libido Yunho seorah dilecut hingga tingkat yang paling tinggi begitu mendengar desahan Changmin yang menyebutkan namanya itu. Penis tegangnya yang masih terkungkung celana itu seolah menunjukkan betapa tingginya hasrat Yunho sekarang ini.
Tak ingin berlama-lama tersiksa, Yunho mengocok penis mungil Changmin lebih cepat, dan jari telunjuknya kini menekan-nekan lubang kecil yang ada di ujung penis Changmin.
Tubuh Changmin tersentak kaget, dan kini mata bambi itu semakin membulat saat sengatan listrik nikmat itu kembali menerpa setiap sel tubuhnya dengan kenikmatan yang sangat besar.
"A-ah—Hyuuuuuunggghhh~!"
Tanpa bisa di kontrol lagi, tubuh bocah delapan tahun itu menggelinjang tak beraturan saat penis kecilnya menyemburkan cairan bening yang kental...
.
.
.
.
.
...dan disusul dengan keluar pula cairan bening encer kekuningan yang berbau agak pesing.
Yunho memelalakkan mata tak percaya. Ia baru saja membuat adiknya orgasme... dan kencing bersamaan?
.
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
.
"..hiks... hiks... Chami benci Yunho hyuuunggg! Huwweeeeee... Yunho hyung jahat sama Chamiiii... huwweeeeeee..."
Namja lima belas tahun itu menghela nafas panjang saat ia baru keluar dari kamar mandi dengan seragam lengkapnya. Setelah tadi ia melakukan yang iya-iya pada Changmin dan adiknya itu sadar, Changmin terus-menerus menangis tiada henti. Menangis dengan alasan yang cukup konyol.
Bahkan sewaktu Yunho memandikan dan membersihkan tubuh Changmin, adiknya itu terus-terusan terisak sambil mengeluarkan kata-kata benci pada dirinya.
Dan lima belas menit sudah berlalu semenjak ia mandi, dan kini ia masih melihat Changmin bergelung di dalam selimut -(dengan seprai dan selimut yang sudah diganti tentunya)- sambil terus menangis.
Yunho berjalan mendekati adiknya itu dan mengelus gundukan selimut yang berisikan tubuh kecil adiknya itu. "Chami.."
"Huwweeeee... Yunho hyung jahaatttt... hiks... Yunho hyung membuat Chami ngompoool... huwweeeee... Ummaaaa..."
Yunho kembali menghembuskan nafasnya entah untuk kesekian kalinya pagi ini. Perasaannya sungguh sangat campur aduk sekarang ini.
Ia memberikan adiknya handjob, membuat adiknya mendesahkan namanya, membuatnya mengeluarkan air mani (plus mengeluarkan air seni juga)... tapi kini adik kecilnya itu memangis dan marah karena sudah membuat bocah kecil itu... mengompol...
Ia tak tahu lagi harus bagaiaman mendeskripsikan perasaan yang bertumpuk di dalam hatinya.
"Chami, hyung minta maaf. Nanti hyung akan belikan apa saja yang Chami mau. Tapi sekarang Chami harus bersiap, ne? Hari ini kan Chami masuk sekolah lagi." bujuk Yunho sambil menarik-narik pelan selimut yang menyelubungi tubuh adiknya bagai kepompong itu.
"..hiks... Hyung jahat... buat Chami... hiks... mengompol lagi... huwweeee... nanti Chami dimarahi Umma T^T "
Yunho langsung mengelus-elus kepompong kecil yang kini bergetar itu.
"Chami, Umma tak akan tahu kok. Umma kan tak ada di rumah. Jadi tak akan ada yang tahu kalau Chami mengompol selain Chami dan hyung. Hyung juga akan tutup mulut demi Chami deh. Jadi Chami jangan marah lagi sama hyung ya.."
Kepompong selimut itu mulai bergerak-gerak, dan kini akhirnya Yunho bisa melihat lagi wajah manis Changmin—meskipun wajah itu penuh leleran air mata.
"Jeongmal? Hyung tak akan mengadukan Chami ngompol ke Umma?"
Yunho tersenyum lega dan menganggukkan kepalanya. "Ne."
"Yaksok?" tanya Changmin lagi sambil menyodorkan jari kelingkingnya.
"Yaksok." ucap Yunho sambil mengaitkan kelingkingnya ke jari kelingking Changmin. "Hyung berjanji tak akan mengadukan Chami ke Umma."
Dan perlahan, senyum di wajah Changmin pun kembali merekah.
"Hyuuuunggg! Mana baju seragamkuuuuu.. Kenapa belum disiapkan? Chami kan mau sekolaaahhh.." seru Changmin yang sudah kembali keceriaannya itu.
"Iya, iya. Hyung akan siapkan bajumu. Dan setelah ini hyung akan memasakkan sarapan untukmu."
Kedua mata bambi Changmin langsung membola kaget.
"Andwaaeee! Hyung tak boleh masak! Nanti dapur kita hancuuurrr!" ejek Changmin dengan memasang wajah horor yang dibuat-buat.
"Yah! Dasar dongsaeng nakal!" seru Yunho sambil menerjang Changmin dan menggelitiki bocah delapan tahun itu.
.
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
.
Malamnya, Changmin tengah menonton tv dengan tenang. Acara kartun favoritenya sedang di putar, dan kini de pelukannya terdapat satu cup besar es krim vanilla yang bertabur selai coklat dan juga kacang mede+potongan brownies.
Hatinya sedang riang karena siang sampai petang tadi, ia menemui Umma dan Appanya. Bagaimana ia tak senang, kalau selama tadi bertemu, Ummanya sudah bisa bercakap banyak dengan dirinya. Selain itu tadi Yunho hyung...
.
...
.
.
...
.
.
—eh? Kemana hyungnya itu?
Changmin langsung mengedarkan pandangannya ke sekitar, dan hasilnya nihil. Ia tak menemukan hyungnya di manapun.
Sambil menggendong es krimnya, kaki kecil Changmin mulai berjalan mengitari rumah mereka.
Dan kembali, Changmin harus menelan pil kekecewaan saat tak menemukan hyungnya di manapun.
'Ah! Mungkin Yunho hyung ada di kamarnya!' pikir Changmin yang langsung menaiki tangga dan berjalan cepat menuju kamar sang hyung.
"Hyung?" panggil Changmin saat ia membuka pintu kamar kakaknya itu.
Gelap. Kamar kakaknya masih gelap. Yang berarti kalau kakaknya itu tad ada di dalam kamarnya.
Changmin menutup kembali pintu kamar kakaknya, dan berjalan lesu ke kamarnya sendiri.
"Uukh... Yunho hyung dimana? T^T " gumam bocah kecil itu dengan raut wajah sedih.
'Sshhh... ngghhh... a-aaahhhh...'
Langkah kaki bocah kecil itu terhenti tepat di depan kamarnya. Jantungnya berdebar keras karena tadi ia mendengar suara-suara aneh... dan sepertinya suara aneh itu berasal dari dalam kamarnya!
"U-ukh... Yunho hyung... Chami takut hantuuuu T^T " rengek Changmin dengan suara lirihnya. Suasana rumahnya sangat hening dan semakin lama semakin terasa mencekam... dan itu membuatnya semakin takut.
'Ngghhh... aahhhh...sshhhh..'
Tubuh kecil itu tersentak takut saat suara aneh itu kembali terdengar di telinganya, dan ia berjongkok sambil memeluk es krimnya.
"..hiks... Yunho hyung dimana... hiks... Chami takuuuttt T^T ..." tangis Changmin yang tak tahu harus kemana lagi. Ia sudah mengelilingi rumah, dan hyungnya itu tak ada. Di kamar hyungnya pun tak ada. Dan kini ada suara-suara aneh dari dalam kamarnya.
'Sshhh... aahhh... Chami—nghhhh... Chamiii...'
Tubuh kecil itu kembali tersentak saat suara aneh itu kembali terdengar. Dan kali ini suara itu memanggil 'Chami' ... panggilan yang hanya Yunho hyung seoranglah yang menggunakannya.
Mungkinkah... mungkinkah suara itu suara Yunho hyung?
'A-aahhh... Chami—aahhhh...'
Itu suara hyungnya! Tapi... tapi kenapa suara hyungnya terdengar aneh? Apakah hyungnya sedang kesakitan?!
Berbekal dengan pemikiran kalau hyungnya sedang kesakitan dan memanggil-manggil namanya, Changmin langsung membuka cepat pintu kamarnya.
"Yunho hyung!" panggilnya kencang sambil membuka pintu kamarnya...
.
.
.
BRUK!
Suara cup es krimnya yang jatuh membentur lantai...
.
.
.
.
...dan bocah itu langsung terdiam membeku.
.
.
.
.
.
.
.
~TBC~
Annyeeeonggg~!
Akhirnya Ela dapat masuk kerja siang, dan bisa ngetik lanjutan ff My Hyung ini~!
BANZAAAIIIII~!
Mian, mian, jeongmal mianhae... Ela sepenuh hati minta maaf yang sebesar-besarnya buat para readers yang sudah menunggu-nunggu update-an ff my hyung ini.. Mian karena membuat para readers menunggu lama, bahkan sampai membuat reader sampai menangih ke Ela.. Maaf ya.. T^T
Mood bikin ff akhirnya muncul waktu ngetik sekuel Catch Me.. dan semenjak itu nyari2 waktu buat ngetik ff.. Cuma karena Ela masuk pagi terus, jadi nggak sempet, dan baru bisanya hari ini.. Ela minta maaf sekali lagi ya T^T #mewek bareng Chami
Dan btw, tadinya mau bikin full NC, tapi kesian kan kalo Chami kecil udah maen langsung di genjot ama Yunho.. jadi kali ini baru handjob dulu~
Dan Chapter depan bakal Ela kasi tau kenapa Chami sampe terdiam kayak gitu ;p
Jadi, yang mau chapter depan cepet update, silahkan tinggalkan jejak ya~~
Dan buat semua reader ff ini, yang sudah berbaik hati meninggalkan jejak review, Ela ucapkan terima kasih banyak yang sebesar-besarnya, karena tanpa dukungan dari review kalian, mungkin ff ini bakal berhenti di tengah jalan. Kalian semua lah yang bikin Ela bisa ttep semangat ngetik semua ff HoMin~
Jeongmal gomawo for you all~ dan Ela usahakan update chapter depan bisa lebih cepet~
