"Yunho hyung!" panggilnya kencang sambil membuka pintu kamarnya...

.

.

.

BRUK!

Suara cup es krimnya yang jatuh membentur lantai...

.

.

.

.

...dan bocah itu langsung terdiam membeku.

.

.

.

Even though the world will against us..

Even though this love is forbidden..

As long as you love me,

I'll fight for you..

My precious one.

.

.

.

Author Ela JungShim presents

An Alternate Universe fanfiction

"My Hyung" ch 9

Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin)

Rate : M

Length : 9 of ?

Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK

Warn : TYPO's! , semi-incest! , semi-pedophil! , semi-Mesum! , alur yang lambat, amburadul dan tidak jelas , Chibi!Min

This is HOMIN FANFICTION. Pair utamanya adalah HOMIN. Kalau tidak suka, tidak usah baca, dan silahkan angkat kaki dari sini.

.

.

.

.oOHoMinOo.

.

.

.

.

Yunho yang kini tengah mengocok penisnya sendiri—dan nyaris mencapai klimaksnya fyi—langsung terdiam saat mendapati kalau kini Changmin tengah menatapnya dari pintu kamar. Wajah adiknya saat itu benar-benar sangat menggemaskan. Ekspresi shock, terkejut dan bingung terpancar jelas dari paras manisnya. Sepasang mata bambi yang bulat itu semakin membulat, dan terlihat amat sangat menggoda karena mata itu basah. Selain itu, bibir berwarna pink kemerahan itu terbuka sedikit karena kaget, dan itu membuat keseluruhan wajah Changmin nampak menggairhakan dalam pandangan matanya yang sudah sangat berkabut nafsu.

"..h-hyung.."

Ooohhhhh... dan suara imut yang tengah memanggilnya seolah menyiramkan bara nafsu dalam api birahinya. Tanpa bisa berpikir jernih, tangan Yunho bergerak sendiri untuk kembali mengocok penisnya. Kedua mata beruang Yunho menatap tajam pada sosok adiknya yang masih terdiam di depan pintu. Tatapan tajam itu menelusuri tubuh Changmin dengan amat perlahan, dari ujung rambut, hingga ke ujung kakinya.

.

.

.

Changmin tidak mengerti apa yang tengah kakaknya lakukan dengan tangan yang menggenggam benda yang biasa di gunakan Changmin untuk pipis itu. Namun kondisi hyungnya yang telanjang, duduk di tepi tempat tidur dengan kaki terbuka lebar, dan tangan yang berada di tempat itu jelas membuat Changmin terpaku dengan wajah kaget yang tak disembunyikan.

"..hyung.." panggilnya lirih untuk memastikan apakah namja yang di depannya ini memang benar kakaknya... ataukah jelmaan hantu.

Dan tubuh Changmin tersentak kaget melihat namja yang ada dalam pandangannya itu kembali menggerakkan tangannya yang menggenggam 'itu'. Namun kekagetan itu sirna dan kini Changmin merasa gemetaran saat ia merasakan kalau namja di depannya itu menatapnya dengan tatapan yang... sangat menakutkan. Tatapan yang ditujukan olehnya bukanlah tatapan lembut dan sayang yang biasa ditunjukkan kakaknya, namun tatapan itu lebih seperti tatapan seekor macan yang tengah menatap lapar pada rusa mangsanya.

"..h-hyung... k-kau Yunho-hyung kan?" tanya Changmin lagi sambil tangannya menggenggam erat ujung kausnya dengan takut.

Aaahhhh, andai kau tahu Changmin, wajah takutmu itu malah membuat Yunho semakin terangsang. Terbukti dengan tangan yang mengocok penis itu bergerak semakin cepat.

"..Aaaahhh... Chami... Chami... ngghhhh... kemarilah.."

Bocah kecil berumur delapan tahun itu menggigit bibirnya dengan bingung. Sepasang mata bambi bulatnya bergerak-gerak gelisah.

Namja yang didepannya ini, bermuka sama dengan hyungnya. Tapi tatapan yang ditujukan padanya itu benar-benar menakutkan.

Hanya saja, satu-satunya orang di dunia ini yang memanggilnya dengan sebutan 'Chami' hanyalah Yunho hyung-nya seorang...

.

.

.

Oooooohhhhhh... andai kalian tahu betapa wajah takut-takut adiknya itu benar-benar semakin mengobarkan nafsu Yunho yang sudah di ujung tanduk. Setiap gerakan kecil yang dilakukan Changmin tak ada satupun yang lepas dari tatapan tajamnya. Ia semakin melebarkan kedua kakinya dan kini satu tangannya mulai meremas-remas bola kembarnya, untuk semakin menstimulasi rangsangan yang ia rasakan.

Satu langkah..

Yunho menggigit bibirnya dan mencoba menahan desahan yang mencoba lolos dari bibirnya melihat tingkah adiknya saat ini. Lihat saja, dengan ekspresi gabungan antara takut, khawatir dan ketidak yakinan, adiknya itu tetap berjalan maju ke arahnya sambil tangannya terus menggenggam erat ujung kausnya. Sangat imut dan menggugah birahi.

Bagaimana mungkin Yunho tak semakin hard melihat itu semua?

Gerakan tangan Yunho semakin cepat seiring dengan langkah kaki-kaki kecil Changmin berjalan ke arahnya. Semakin Changmin mendekat, Yunho pun semakin mendekat ke klimaks orgasmenya.

Seluruh benaknya hanya sanggup membangkan bagaimana rasanya jika ia meraup tubuh kecil Changmin, melontarkan bocah yang berselisih tujuh tahun darinya itu ke atas kasur, dan kemudian melakukan semua hal mesum yang sudah ia pelajari dari berbagai koleksi video porno yang dipinjamkan Heechul padanya.

Betapa menggoda bayangan yang begitu menggairahkannya itu!

Membayangkan bagaimana ia melumat bibir atas dan bawah milik Changmin, memasukkan lidah dan memagut sepasang bibir yang sering ia cium semenjak kecil...

...aaahhhhh...

Membayangkan bagaimana ia akan menciumi, menggigit dan menandai setiap kulit lembut Changmin yang selalu ia peluk...

...sssshhhhhh...

Membayangkan bagaimana penisnya akan masuk ke hole sempit adiknya yang pasti terasa sangat sempit, ketat dan kencang...

...Oooooohhhhhh...

Membayangkan bagaimana wajah manis Changmin nampak sayu di rundung nafsu, dan sepasang bibir penuh dosa itu akan memanggil namanya—

"..Y-yunho hyung.."

SPLUURRTTT!

Yunho mengerang tanpa suara ketika ia mencapai klimaksnya, dan benihnya menyemprot kuat hingga mencapai wajah Changmin yang kini hanya berjarak satu langkah darinya. Dengan nafas yang terengah-engah, Yunho menjatuhkan tubuhnya kebelakang dan berbaring terlentang di atas tempat tidur dengan wajah yang dilanda kepuasan.

Sedangkan Changmin, bocah kecil yang kini wajahnya nampak kotor karena berhiaskan cairan putih susu itu masih berdiri terpaku dengan wajah kagetnya. Tangan kecil itu gemetar saat ia menyeka wajahnya dan menemukan cairan putih mengotori wajahnya.

"CHAMI! BENCI! YUNHO HYUNG!"

Dan setelah teriakan bernada marah itu terdengar di seluruh penjuru kamar—dan juga seluruh penjuru rumah—bocah berusia delapan tahun itu langsung berlari keluar dari kamar itu.

Yunho yang segera sadar akan apa yang tengah ia lakukan, langsung bergegas memakai pakaiannya dan mencoba berlari mengejar adiknya itu. Namun sayangnya, adik kecilnya itu sudah masuk ke dalam kamar kedua orang tua mereka, dan mengunci pintunya dari dalam. Membuat Yunho hanya sanggup menghela nafas dengan perasaan menyesal yang sangat mendalam.

'Pabbo! Idiot! Bagaimana kau malah jadi lepas kendali seperti tadi?!' maki Yunho pada dirinya sendiri.

"Chami... Chami sayang, hyung minta maaf. Keluarlah dan hyung akan menjelaskannya padamu." ucap Yunho lirih meskipun sebenarnya ia sama sekali tak punya ide bagaimana harus menjelaskan kejadian tadi pada adiknya itu.

BRUKK!

Sebuah suara benturan keras terdengar dari balik pintu tempat Yunho berdiri. Jelas sekali kalau kini adiknya tengah melemparkan sesuatu ke pintu tak berdosa ini.

"PERGI! Yunho hyung bertingkah aneh dan menakutkan! Yunho hyung juga mengotori wajah Chami dengan cairan aneh! CHAMI BENCI YUNHO HYUNG!"

Yunho menghela nafas melihat kemurkaan adiknya itu. Terakhir kalinya ia membuat adiknya benar-benar marah adalah saat hari pertama ia masuk ke junior high school. Dan itupun membutuhkan banyak waktu dan juga banyak sogokan untu adiknya—hal yang saat ini sedang tidak ia miliki.

Karena itu Yunho memilih untuk mengalah malam ini. Ini sudah malam, dan jujur saja, ia sendiri tak tahu harus berkata apa jika ia bertatap muka dengan adiknya itu. Tak sanggup menjelaskan apa yang terjadi tadi tanpa membuat ia mengacaukan hubungan persaudaraan mereka.

"Chami, hyung minta maaf. Hyung akan memberi waktu Chami untuk menenangkan diri. Selamat malam Chami."

Dan dengan kalimat itu, Yunho berjalan menjauh dari depan kamar milik orang tuanya. Meninggalkan Changmin yang langsung meneteskan air mata saat ia mendengar hyung-nya malah pergi meninggalkannya.

.

.

.

.oOHoMinOo.

.

.

.

"Aku mengacaukan semuanya..."

Itulah jawaban yang dikeluarkan Yunho saat Heechul dan Donghae bertanya berkali-kali mengapa ia terlihat sangat murung dan kacau hari ini. Changminnya masih marah, dan pagi tadi hanya ada keheningan karena Changmin sama sekali tak mau membuka mulutnya untuk menjawabi Yunho.

"Memang kau mengacaukan apa?" tanya Donghae penasaran.

Yunho menatap kedua sahabatnya dengan tatapan memelas. Ia stress karena baru kali ini ia didiamkan adiknya, dan ia benar-benar butuh saran dari kedua sahabatnya.

"Jadi begini, aku ini menyukai seseorang—Stop. Jangan menyelaku dulu, karena aku tak akan pernah memberitahukan siapa orang yang kusukai pada kalian." ucap Yunho yang melihat gelagat Donghae dan Heechul yang sudah akan membuka mulutnya.

Heechul yang lebih pengertian akhirnya hanya mengangguk.

"Teruskan."

"Dia lucu, menggemaskan dan amat sangat polos.."

"Che! Dan kau sudah sangat tercemar dengan semua video porno yang hobi kau tonton." celetuk Heechul seenak jidatnya.

"Chulie, please.."

"Oke, oke. Aku akan menutup mulutku." ucap Heechul sambil menggerakkan tangan di depan mulutnya dengan gestur seperti menutup ritsluiting.

Yunho mengela nafas dan memantapkan diri untuk menceritakan kejadiannya semalam.

"Aku... uh, dalam suatu keadaan dimana saat itu aku sedang bersamanya. Dan yaaahh, saat itu aku bisa dibilang terbawa nafsu, dan uh... aku, saat itu aku... uh.. sedang bermain solo.."

Kedua pasang mata milik Heechul dan Donghae sama-sama berbinar-binar dengan tatapan yang sama mesumnya.

"Lalu?"

"Ya, lalu apa yang terjadi?"

"Apakah kau menyerangnya?"

"Kau melakukan itu dengannya?"

"Kalian berdua melakukannya?!"

"Oh my gosh! Kau sudah tak perjaka lagi?!"

Kedua mata Yunho melebar mendengar pertanyaan beruntun yang dikeluarkan kedua sahabatnya. Cept-cepat saja ia menutup mulut kedua sahabatnya karena suara mereka tak bisa dibilang pelan. Untung saja saat itu ruang kelas sepi karena teman sekelasnya yang lain sepertinya meluncur ke kantin karena kelaparan.

"Yah! Aku tak semesum itu bodoh! Dia itu masih polos dan tak mengerti apa-apa tentang hal seperti itu! Aku tak melakukan itu padanya!"

Heechul dan Donghae sama-sama meringis dengan wajah tak berdosa.

"Kalau bukan itu, lalu apa yang terjadi?"

"Dia... dia melihatku saat aku bermasturbasi, dan aku menyuruhnya mendekat. Dia itu polos sekali, dia tak mengerti apa yang sedang kulakukan dengan tanganku itu, dan karena kepolosannya itulah dia menurutiku. Dan begitu dia sudah dekat, aku tak sanggup lagi menahannya, dan akhirnya aku orgasme didepannya. Buruknya, itu...uh, spermaku mengenai wajahnya. Dan ini semua berakhir dengan dia yang marah padaku dan mendiamkanku."

Yunho memejamkan matanya dengan erat, dan tangannya bergerak untuk menutupi wajahnya.

.

.

.

..

..

..

...

...

...

"SHIT! This is so hot Yunho-yah!" seru Heechul setelah keheningan cukup lama melanda mereka.

Yunho langsung mendongakkan kepalanya mendengar reaksi Heechul yang jauh dari perkiraannya.

"A-apa?"

"Wow!" Kali ini Donghae yang berkomentar. "Dude, keren sekali!"

"Mwo?! Yah! Kalian berdua! Apa kalian mengerti apa yang aku bicarakan? Sekarang dia marah dan menjauhiku! Kenapa kalian berdua hanya fokus pada bagian pornonya saja!" marah Yunho yang tak terima melihat reaksi kedua sahabatnya itu. "Aarghhhh... apa yang harus kujelaskan padanya? Dia sangat marah padaku..."

"Bilang saja yang sejujurnya. 'Sayangku, kau membuatku bernafsu dan tidak tahan, hingga aku bermasturbasi didepanmu' . Selesai masalah." sahut Heechul dengan super santainya.

"Yah! Bukankah sudah kubilang kalau dia itu amat sangat polos! Mana mungkin ia mengerti dengan kata masturbasi dan kata-kata kotor lainnya?!" protes Yunho yang menganggap saran Heechul itu tiada guna.

"Aku tahu!" seru Donghae tiba-tiba. "Bagaimana kalau kau menunjukkannya?"

"Huh? Apa maksudmu, Hae?"

"Begini, kau bilang kalau orang yang kau suka itu polos dan tak mengerti apapun tentang seks kan? Kalau begitu, tunjukkan dan ajari dia!" jawab Donghae dengan raut wajah bangga, seolah ia sudah memberikan saran paling baik dan saran paling bijak sedunia.

Yunho hanya sanggup memasang wajah paling bodohnya saking ia shock mendengar ucapan Donghae.

"Aku setuju dengan ikan mokpo ini! Kalau dia tak tahu mengenai masturbasi, ajarkan itu padanya! Buat dia merasakan nikmatnya mencapai klimaks, dan dia pasti akan mengerti. Selain itu, keuntungannya nanti kau bisa bermasturbasi bersamanya! Dia bisa membantumu, dan kau bisa membawanya ke puncak surga dunia! Jadi sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui!"

"T-tapi..."

"Tak ada tapi-tapian. Kau ingin hubunganmu dengannya kembali baik kan? Hanya itu satu-satunya cara untuk menjelaskan kepadanya!" tukas Heechul cepat.

"Ya. Dan selain itu, nantinya kau akan bisa bermain juga dengannya. Pertama kau ajari dia bermasturbasi. Lalu kalian saling membantu untuk mencapai klimaks. Dan selanjutnya, naik ke tahapan lebih tinggi dengan kau menggoda dan mempersiapkannya dengan jarimu atau mulut. Dan terakhir, saat ia sudah terbiasa dengan semuanya, kau bisa membobolnya, man!" lanjut Donghae penuh semangat.

Yunho hanya sanggup menelan ludahnya dengan susah payah mendengarkan ucapan kedua sahabatnya itu.

"Yup. Biarpun pelan-pelan, tapi kalau membayangkan nantinya kau bisa membobolnya dan merasakan seks yang sebenarnya, semua perjuangan itu akan berbuah manis!"

Kembali Yunho terpaksa meneguk ludahnya sendiri mendengarkan bisikan setan yang perlahan mulai merasuk ke dalam pikirannya.

"Apa kau tak mau? Bayangkan..., dengan mengajarinya, nanti kau akan bisa merasakan bagaimana jemarinya menggenggam milikmu dan mengocoknya..."

"Atau kalau kau bisa membujuknya, mulutnya akan meraup milikmu dan memanjanya..."

Oooohhh... setan sudah merasuk ke dalam akal sehat Yunho, dan kini ia mengangguk membayangkan bagaimana nikmatnya jika Changmin, adiknya yang polos itu mengulum penisnya. Ooohhhh... yeaahhh..

"Dan setelah perjuangan panjangmu, nantinya kau akan bisa merasakan kenikmatan sejati saat milikmu berada di dalam tubuhnya. Merasakan betapa tempat ketat itu seolah menghisapmu untuk masuk terus ke dalam, dan memijatmu dengan setiap sel-selnya. Apa kau mau itu Yunho-yah?"

Yunho mengangguk tanpa sadar. Otaknya sudah benar-benar di racuni oleh ucapan berbisa dari kedua sahabatnya.

"Karena itu lakukanlah. Ajari dia mengenai kenikmatan seks secara bertahap, dan nantinya kau akan bisa memilikinya sepenuhnya."

Kali ini Yunho mengangguk dengan mantap. Ya, ia akan membuat adiknya yang polos itu belajar mengenai hal-hal tak senonoh itu dengan cara yang sangat nikmat~

'Tunggu saja Chami, hyung akan mengajarimu semua hal yang hyung tahu..'

.

.

.

.oOHoMinOo.

.

.

.

Changmin langsung melesat masuk ke dalam rumah begitu mereka berdua turun dari taxi. Seharian ini, meskipun bertemu, Changmin benar-benar tak mempedulikan Yunho sama sekali. Kecuali saat mereka mengunjungi orang tua mereka. Hanya saat itulah Changmin bersikap biasa pada kakaknya karena ia tak mau kedua orang tuanya khawatir melihat mereka bertengkar.

Chami marah. Dia kesal. Semenjak semalam, hyungnya itu tak berbuat apa-apa untuk membujuknya sama sekali. Hanya kata-kata maaf saja yang diucapkan kakak satu-satunya itu, dan itu semakin membuat ia jadi kesal.

Sebenarnya, semenjak pagi ia sudah memaafkan tingkah aneh yang dilakukan kakaknya itu. Ia tak mengerti apa-apa tentang semalam, dan yang ia tahu, tingkah hyungnya itu benar-benar membuatnya takut. Hanya saja, ia masih kesal karena semalam kakaknya sama sekali tak berusaha untuk membujuknya, dan malah meninggalkannya begitu saja.

Pagi juga sama, hanya kata-kata maaf yang terlontar, tanpa ada usaha apapun dari hyungnya untuk meluluhkan amarahnya. Berbeda dengan dulu, ia selalu senang marah pada hyungnya, karena hyungnya itu pasti akan melakukan segala cara untuk membujuknya agar ia senang kembali.

Apa ini artinya hyungnya itu sudah tak menyayanginya lagi? Apa karena Yunho hyung sudah tak sayang lagi padanya, maka ia bertingkah cuek seperti ini?

Dengan menggigit bibirnya kuat-kuat, Changmin berjalan cepat menuju kamarnya.

BRAKK!

Pintu tak bersalahpun menjadi pelampiasan Changmin akan kekecewaan, kesedihan dan kemarahan yang ia rasakan.

Dan setelah memastikan kalau ia sudah mengunci pintu kamarnya, ia mandi dan memakai piyama sapi kesayangannya. Setelah yakin kalau hyungnya memang tak berniat mencarinya, ia akhirnya naik ke tempat tidurnya dengan hati yang sangat berat.

"...Yunho hyung... hiks... Yunho hyung tak lagi sayang sama Chami T^T "

.

.

Dan begitulah, bocah kecil kita yang manis ini kembali tidur dengan wajah yang basah karena airmata.

.

.

.

.oOHoMinOo.

.

.

.

"..mi... Chami... bangun Chami..."

Bocah delapan tahun itu menggerakkan bibirnya dengan imut sambil bergumam malas dengan mata masih terpejam "..mmmmhhhh... Chami masih ngantuk, hyung..."

"Waahhh... berarti Chami udah tak marah lagi pada hyung ya?"

Sepasang mata bambi Changmin langsung terbuka saat ia mendengar suara hyungnya untuk kedua kalinya. Apalagi kalimat terakhir hyungnya itu membuatnya segera tersadar dari kantuk yang masih menggantung.

"H-hyung kenapa bisa masuk kamar Chami?" tanya bocah kecil itu bingung. Seingatnya, pintunya itu tadi sudah ia kunci.

"Karena hyung punya duplikat kunci kamar Chami sejak hyung tidur bersama Chami." jawab Yunho yang kini duduk santai di samping adiknya.

.

.

.

..

..

..

...

...

...

" O.O! Hyung keluaaaarrrr! Chami masih marah pada—ukh, tangan Chami kenapa?"

Bocah berwajah manis itu akhirnya bisa mencerna situasi dan ia berteriak menyuruh hyungnya pergi. Namun saat namja kecil itu ingin bangkit untuk mendorong hyungnya, ia tak mampu melakukannya karena... tangannya terikat di atas kepalanya?!

"Hyung! Tangan Chami kenapa terikat begini? Bantu Chami lepas kain ini hyuuunggg.." rengek Changmin karena ia tak bisa bergerak bebas dengan tangan yang terikat kain tebal nan lembut, yang terhubung pada kepala ranjangnya.

Namun bukannya menuruti rengekan adiknya itu, Yunho malah mengelus sayang surai halus adiknya. Ia tersenyum dengan wajah yang terlalu tenang. Dan itu membuat Changmin perlahan merasa takut.

"Y-yunho hyung...?"

"Chami, maafkan hyung. Hyung mengikat tangan Chami begini karena hyung tak ingin Chami lari saat hyung ingin meminta maaf pada Chami. Chami tahu kalau hyung sangat sayang pada Chami kan? Karena itu hyung ingin menjelaskan pada Chami mengenai tindakan hyung semalam." ucap Yunho yang kini mendekatkan wajahnya hingga kini hanya ada jarak satu jengkal jari saja yang memisahkan wajah kakak beradik ini.

"Hyung mau..."

.

.

.

.

.

.

.

.

~TBC~

Annyeooooog~!

MY HYUNG chap 9 sudah apdeeeettt~!

Gimana? Gimana? Tempat TBC-nya pas banget kan~ Ela memang pintar~!

'Hyung mau...' = isilah titik-titik itu dengan fantasi kalian selama nanti menunggu apdetan selanjutnya~

Betewe, semua readersku, ELA CINTA KALIAN SEMUA.. MMUAACHHH! Kalau nggak ada kalian, mungkin ff my hyung ini sudah berhenti sejak kemarin-kemarin.. #hugAtuAtu

Oh, dan ya, ke depannya, ff ini bakal penuh dengan rangkaian kegiatan mesum Yunho menistakan delapan-tahun-Chami~! Yeaaayyy~! Ela memang paling suka kalau Yunho mencemari Chami yang masih kecil~ Muehehehehehe #DigamparChangmin

Anyway, ini tanggal 14 feb = HAPPY VALENTINE DAY~!

Biarpun telat dua hari, HAPPY HOMIN DAY~! (tepatnya 2hari lalu, tanggal 12Feb)

Dan tak lupa HAPPY FEBRUARY IN LOVE HOMIN FANFIC FESTIVAL~!

February is HOMIN Month of Love~!

Mari tebarkan cinta HOMIN ke seluruh penjuru ffn~

Last, review dari kalian adalah gaji, sekaligus penyemangat buat Ela~