Don't Cheat On Me, Baby!

Cast: Oh Sehun, Kim Jongin, Xi Luhan, Byun Baekhyun, Huang ZiTao, Do Kyungsoo, Zhang Yixing, Park Chanyeol, and Other.

Rated: T

Chaptered

Pair: KaiHun, HanHun

Warning: Yaoi, BL, Typo(s)

Disclaimer: Punya siapa coba

Summary: Sehun memiliki Jongin sebagai kekasih, si mantan preman sekolah. Inginnya Sehun meniti masa depan yang cerah dengannya, namun jika disuguhi oleh pengusaha muda nan kaya raya seperti Luhan apa mungkin Sehun bisa setia ?..

Gak suka jangan baca!

.

.

.

.

Hari ini hari sabtu. Sekolahnya libur. Yang biasa Sehun lakukan pada hari sabtu, ya tidur seharian.

Itu biasanya. Tapi kalau hari ini, ucapkan selamat tinggal pada guling dan kasur. Bagaimana lagi, Sehun tak dapat memejamkan matanya barang sedikitpun sejak ia terbangun pukul 5 pagi tadi. Lagipula bagaimana bisa jika sudah ada dua orang yang mengajaknya pergi pada hari yang sama. Hari sabtu ini. Di waktu yang berdekatan pula.

"Aih.. aku bisa gila!" Sehun memekik tertahan dengan telapak tangan yang menutupi wajahnya. Ia merenung, menggigit bibirnya berkali-kali sebagai bentuk sedang berfikir keras. Kemudian meraba ponsel yang ia lempar sembarangan setelah melihat isinya beberapa jam yang lalu, Ia melihat lagi isi pesan masuk yang belum ia sentuh sama sekali itu. Tidak disentuh di sini maksudnya, di balas tidak, di lupakan juga tidak. Hh.

"Ikut Jongin atau Luhan Hyung ?" Mungkin memang benar ucapan Sehun saat ia mengatakan dirinya bisa gila. "Jawab aku pinku, kenapa diam saja ?!" Karena telah mengajak bicara seonggok boneka rilakkuma menggemaskan berwarna coklat dan pink.

Sehun menghela nafas panjang, bukan, bukan karena merasa diabaikan oleh sebuah plushie. Namun hanya sedang kembali merenungkan masalah yang dihadapinya saat ini.

Seperti yang sudah di katakan. Ada dua orang yang mengajaknya pergi kali ini. Bukan hanya pergi seperti jalan-jalan, nonton lalu pulang. Bukan.

Tapi lebih seperti, membawa perlengkapan, menempuh perjalanan panjang, menikmati pemandangan, baru pulang di malam hari atau bahkan keesokan harinya.

Luhan mengajaknya pergi ke villa yang baru ia beli. Dalam artian, ia mengajak Sehun sebagai teman meresmikan kediaman untuk berlibur tersebut. Siapa yang tidak merasa tersanjung di beri kesempatan seperti itu. Ya sebenarnya, ia saja yang melebih-lebihkan, tapi tetap saja Sehun merasa spesial. Sialnya, tanpa bertanya dimana atau kapan, Sehun sudah kelewat semangat menyetujui ajakan Luhan dan membalas pesan yang dikirim pada pukul 11 malam itu. Lalu pergi tidur.

Entah mengapa, mungkin memang alam semesta ingin menunjukkan sesuatu pada Sehun. Ia bangun jam 5 pagi, dan hal pertama yang dicarinya saat terbangun tentu saja ponsel. Yah, tanpa bisa dielakan lagi ia bangun-bangun sudah melihat pesan masuk dari Jongin yang mengajaknya pergi ke Jeju, dikirim satu jam setelah pesan dari Luhan pula.

Setelah memghabiskan kira-kira setengah jam untuk berguling-guling di kasur. Ia akhirnya berhasil memutuskan sesuatu. Sehun lalu dengan berat hati mengetikkan suatu balasan pada salah satu kekasihnya ini dan mengatakan bahwa ia sedang sakit dan tak bisa pergi. Sudah terlalu sering berbohong, Sehun sampai tidak bisa merasa bersalah lagi.

Dengan mantap Sehun bangun, menuju ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri dan bersiap-siap.

.

Nada dering nyaring dari ponsel menghentikan kegiatan Sehun yang sedang berusaha keras memakai celana jeans. Mau tak mau ia berhenti, membiarkan celananya hanya berggantung sampai sepangkal paha.

"Halo"

"Sudah siap, baby ? Aku di depan"

Mendengar hal tersebut. Sehun kembali melanjutkan usahanya memakai celana. Sedikit kesusahan dikarenakan hanya memiliki satu tangan yang produktif.

"Iya iya. Aku sebentar lagi selesai"

Lalu mematikan sambungan untuk mempercepat waktu bersiap-siapnya.

...

"Lama sekali kekasihmu itu" gerutu Kris yang sedang duduk menyandar di kursi belakang, tertuju pada si pemilik kekasih yang sedang mengetuk-ngetukkan jemarinya di badan mobil.

Jongin tidak menjawab, ikut menggerutu karena keleletan kekasihnya dalam berkemas. Bolak-balik ia melihat jam di ponselnya yang menunjukkan jam 8 lewat. Sudah sedari tadi ia berdiri dengan wajah dungu seperti ini, namun Sehun tak kunjung muncul dihadapannya.

"Jongiiin..." Yang dipanggil menoleh cepat, mendapati kekasihnya yang berlari-lari kecil menuju ke arahnya.

Sehun memegang sebelah pundak Jongin, menunduk dengan nafas yang ngos-ngosan. Ia berlari kencang sekali tadi dari kamar menuju ke luar, minta izin saja hanya dengan teriak-teriak pada orangtuanya yang entah mendengar atau tidak. Salahnya juga yang sangat jarang berlari sehingga baru mengerahkan sedikit tenaga saja, sudah kelelahan bukan main.

"Ayo cepatlah, Sehun. Yang lain sudah menunggu" ucap Jongin tergesa, namun masih menyempatkan diri untuk mengelus-elus pundak Sehun yang naik turun.

"Hh. Iya.. t-tunggu sebentar... maksudmu yang lain ?" Sehun bertanya di sela nafas panjang pendeknya. Tidak mengerti sama sekali maksud omongan Jongin.

"Tentu saja teman-temanku, lihatlah mereka sudah menunggu" Jongin menggeser tubuhnya sedikit sehingga membuat Sehun mendapatkan akses penuh untuk melihat isi dalam mobil metalic blue tersebut -yang baru Sehun sadari milik Chanyeol-. Ia dapat melihat Kris yang memainkan ponselnya serta Chanyeol di kursi kemudi, Jongdae yang tampak sedang berbincang-bincang dengan dua orang lagi yang tidak Sehun kenali.

"K-ku kira hanya kita berdua, Jongin!" Sehun protes pada sang kekasih, masih memandang tak percaya kepada banyaknya orang dalam satu mobil tersebut.

"Kalau hanya berdua, aku lebih pilih di kamar" ucap Jongin, terkesan penuh makna lalu segera membuka pintu dan sedikit mendorong Sehun untuk masuk. Mau tak mau Sehun harus terjerembab dengan tubuh Kris yang tak mau bergeser.

"Kris! Geser!" Perintah Sehun galak pada pria tinggi tersebut. Pasalnya ia jadi tak bisa masuk dengan benar karena Kris yang menghalang layaknya pohon tumbang di tengah jalan.

Yang disuruh geser mendengus. "Enak saja, aku tidak mau di tengah!"

Sehun mengerucutkan bibirnya, menatap Jongin memelas yang sudah pasang tempat di kursi depan. Sedangkan Jongin yang sedari tadi memperhatikan kejadian tersebut hanya menghela nafas.

"Lompati saja Kris, oke ?" Sarannya bak orang terbijak di dunia. Ck, jika hanya itu sih Sehun juga tahu, tapi maunya Sehun kan, duduk di dekat jendela.

Namun tak punya pilihan lain selain menurut. Yah, mungkin minta Jongdae tukar tempat saja setelah selesai melompati Kris. Yang mana sangat susah karena tubuh Kris sangat tinggi dan memakan banyak tempat.

"Awas saja kau" geramnya pada Kris saat sedang berusaha merangkak melewatinya. Dan menghela nafas lega begitu sudah dapat duduk dengan nyaman di tengah.

Mobil mulai berjalan dan Sehun memulai aksinya untuk merayu Jongdae suapaya mau tukar tempat. "Jongdae mau tukar tempat tid-"

Sebuah telapak tangan menempel di mulut Sehun sebelum ia bahkan selesai bicara.

"Sudah ya ngobrolnya, aku tidur dulu" lalu pasang posisi menyandar di jendela.

Sehun kembali dibuat menganga oleh Jongdae, ngobrol dia bilang, Sehun belum selesai bicara saja sudah ia bekap, dan menggunakan cara pura-pura tidur seperti ini, sungguh menyebalkan.

"Jongin, kenapa kau di depan, sih ?" Kembali Sehun menyuarakan protes atas ketidaknyamanan yang ditimpanya saat ini. Pelampiasannya, tidak lain adalah kekasih sendiri.

Jongin menoleh, menggapai kepala Sehun untuk ia elus-elus.

"Aku yang minta, Sehun. Habisnya aku tidak punya teman bicara nanti" Belum sempat Jongin membuka mulut untuk menjelaskan, Chanyeol sudah lebih dulu menimpali.

"Kan ada Kris, Jongdae juga ada" ucap Sehun nyaris merengek kalau saja ia tak ingat tempat.

"Kris mana mau menanggapi omongan ku, Jongdae dari sebelum pergi juga sudah berpesan ingin tidur" tambah Chanyeol lagi.

Sehun memandang Jongin murung. Sebelum kembali menyandarkan tubuhnya dengan bersidekap.

Jika begini, sedikitnya Sehun merasa menyesal telah memilih ikut Jongin daripada Luhan. Maksud hatinya kan ingin memperbaiki hubungannya dengan Jongin. Tapi malah harus terjebak di mobil pengap dengan teman-teman berandalan kekasihnya yang menyebalkan ini.

"Hyung... hyung" Sentuhan kecil tiba-tiba di bahu membuat Sehun terkesiap. Ia menoleh ke belakang. Dan mendapati dua orang yang Sehun tak kenal tersebut sedang memandang penasaran ke arahnya.

"Huh ? Ada apa ?" Tanya Sehun heran.

Kedua bocah tersebut tersenyum, lalu salah satunya berbicara. "Jadi ini ya Sehun yang pacarnya Jongin Hyung ?" Tanya yang berambut pirang tampak penasaran.

Sehun mengangguk. "Aku kenal kalian tidak ya ?" Kini Sehun mulai penasaran dengan kedua bocah tersebut. Sampai-sampai membalikkan badannya untuk berbicara lebih nyaman dengan mereka.

"Kau tidak kenal, baby. Mereka adik kelas, sepupu Chanyeol" sahut Jongin dari depan.

"Ah, pantas saja kalian tampak menggemaskan" Mereka benar-benar menggemaskan jujur saja.

Keduanya tersenyum malu. "Hyung juga menggemaskan" ucap yang rambut hitam masih malu-malu.

Sehun ikut tersenyum, tampaknya perjalanan ini tidak akan berakhir buruk jika ada dua orang yang tampak tak menyebalkan sama sekali ini bersamanya.

"Jongin, pacarmu menggoda bocah"

Sehun yang sedang tersenyum-senyum bersama kedua bocah tersebut dibuatnya merengut. Ia menatap Kris dengan tatapan sengit yang masih tampak sibuk dengan ponsel, mengangkat jari telunjuk dan menusuk-nusuk kejam dada pria tersebut.

"Apa katamu, ha ?"

Kris menggenggam tangan Sehun. Menjauhkan jari langsing namun panjang itu dari dadanya. Seolah tak mengatakan apa-apa, ia tak menjawab dan bahkan kini sudah sibuk memasang earphone.

Sehun menghela nafas. Memilih untuk tak memperdulikan omongan Kris agar tak memperpanjang masalah. Lalu kembali memusatkan diri pada dua bocah tersebut.

"Nama kalian siapa ?"

"Aku Taehyung, dan ini Jungkook" Yang berambut pirang, Taehyung, memperkenalkan dirinya sekaligus temannya.

Sehun mengangguk, kembali tersenyum manis.

"Kenapa kalian bisa disini ?"

"Kami ingin gabung kelompoknya Kris Hyung, makanya kami minta ikut" Kali ini Jungkook menjawab, melirik sedikit pada Kris yang sedang mengutak-atik ponselnya dengan sedikit mengangguk-anggukan kepala, kemungkinan mendengar lagu.

"Sehun Hyung berani sekali ya dengan Kris Hyung" tambahnya pelan. Takut yang dibicarakan mendengar.

Sehun mengedikkan bahu. "Kenapa kalian ingin masuk kelompok berandalan begini, huh ? Tidak baik tahu" Titah Sehun tanpa mengecilkan volume suaranya, seolah di dalam mobil tersebut tidak ada orang-orang yang sedang dibicarakan. Bahkan Chanyeol yang sudah teriak protes tak terima saja tidak ia pedulikan. Untungnya, sang ketua masih mendengar lagu menggunakan earphone sehingga ia tak mendengar omongan Sehun.

"Geng mereka adalah yang paling keren di sekolah, Hyung! Kami sangat ingin jadi salah satunya" Taehyung ngotot sehingga membuat Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tapi kan, kalian baru kelas satu, sedangkan mereka kelas 3, mana bisa masuk begitu saja" tungkas Sehun lagi, berusaha meyakinkan kedua bocah yang tampak polos ini untuk tak terjerumus dalam pergaulan tidak baik. Padahal kelompok tidak baik yang dibicarakannya ini beranggotakan kekasihnya sendiri. Dan ia pun secara tak langsung sudah sering bergaul dengan kelompok ini berkat Jongin.

"Mereka bisa mulai jadi pembawa tas kami" sahut Jongin lagi yang tampaknya ikut menyimak percakapan diantara ketiga orang tersebut, meninggalkan Chanyeol nyaris mengerang frustasi karena ia baru saja mengajak Jongin berbicara namun sahabatnya malah tidak memperdulikan dengan menanggapi omongan orang lain.

Sehun yang mendengar ucapan Jongin menoleh cepat. "Jongin kau kejam sekali, kasihan mereka!" Ucapnya tak terima.

"Tidak masalah, Sehun Hyung. Kan semuanya harus dimulai dari bawah" Jungkook tersenyum meyakinkan sehingga membuat Sehun berbinar memandangnya.

"Iya! Yang penting kan kami kelak bisa jadi penerus geng Kris Hyung" Tambah Taehyung semangat, di hadiahi tos dari temannya.

Sehun hanya dapat menghela nafas. Jangan bilang ia tidak berusaha mengingatkan, ya.

"Bicara lagi kalian bertiga ku tendang lewat jendela"

Sehun, Taehyung, Jungkook terdiam. Bersamaan menoleh pada sosok pria tampan dengan earphone dan mata yang terpejam. Lalu dengan cepat kembali pada posisi duduk masing-masing.

.

.

.

Shootdanonymous

.

.

.

"Sehun! Kau menginjak kaki ku!" Adalah suara rintihan dari seorang pria tinggi yang baru saja di sambar seorang bocah kurus, sehingga membuat kakinya terinjak.

Si bocah tengah berlari kegirangan menuju villa berukuran tidak terlalu besar. Terkapar di teras kayu tersebut dengan nafas yang terengah-engah.

"Udara segar.. udara segar" racaunya, menghirup kasar udara di sekitarnya bak orang yang telah terperangkap di tempat pengap puluhan tahun.

"Itu kotor, Sehun" suara Jongin dapat terdengar berikutnya diikuti dengan kedua tangan yang menarik bangun pinggang Sehun, mau tak mau membuatnya ikut berdiri di samping Jongin.

"Aku lelah tahu" ucap Sehun merengut, mengalungkan lengannya di leher Jongin sebagai tumpuan berdiri.

Chanyeol masih berkutat dengan kunci setelah beberapa saat berhasil membuka pintu villa yang di dominasi dengan kayu tersebut.

"Hanya ada dua kamar, tapi kita juga bisa mengambil sofa" ucap Chanyeol selaku keponakan dari pemilik villa saat mereka mulai masuk.

"Taehyung dan Jungkook ambil sofa" ucap -atau lebih seperti perintah Kris pada kedua bocah tersebut. Disambut dengan anggukan antusias dari keduanya, mereka langsung menuju arah sofa dan menghidupkan televisi. Samar-samar Sehun dapat mendengar Taehyung berbicara, "Lumayan, bisa nontom sampai pagi"

"Kai, kau ingin sekamar dengan Sehun ?" Tanya Kris. Dibalas dengan tatapan Jongin yang seolah memgatakan 'Duh, Jelas'. Lalu hanga mengangguk-angguk singkat.

"Kalau begitu kalian ambil kamar yang kecil, karena kami bertiga, kami ambil kamar utama" tambah Chanyeol menunjuk pada kamar di sebelah kirinya dengan pintu kayu juga. Diiringi gumanan Jongdae yang mengatakan ia ingin lanjut tidur. Entahlah ada apa dengan pria itu, Sehun hanya menyimpulkan ia habis mabuk semalaman.

Jongin tanpa membuang waktu menarik tangan Sehun menuju ke kamar mereka. Sehun yang kelelahan hanya dapat terseok-seok memgikuti langkah Jongin. Ia hanya ingin tidur saat ini, mungkin 10 menit atau lebih, barulah setelah itu main di pantai atau melakukan kegiatan lainnya yang menyenangkan.

Di kamar yang minimalis namun modern itu Sehun langsung membaringkan tubuh. Tidak perduli badannya yang terasa lengket atau bahkan kaus kakinya yang bahkan belum sempat ia lepas. "Sehun jangan langsung tidur"

Sehun melirik pada kekasihnya yang sedang melepas celana jeans yang ia kenakan, sehingga hanya menunjukkan satu-satunya kain yang ada ditubuhnya berupa boxer hitam polos. "Aku ngantuk, Jongin" keluh Sehun, berpindah posisi telentang dengan tangan yang berusaha menggapai-gapai kakinya ingin melepas kaus kaki.

Decakan halus Jongin keluarkan selagi berjalan mendekati Sehun yang hampir terlihat seperti orang mabuk berat. "Begini saja tidak bisa" gumannya, perlahan melepas kaus kaki bergambar lucu milik Sehun.

Jongin merangkak ke atas Sehun dengan sepasang kaus kaki yang ia pegang di tangannya. Mereka hanya diam, bertatap-tatapan, dengan Jongin yang menatap Sehun serius dan di balas Sehun dengan tatapan mengantuk.

"Jauh-jauh sana! Kau itu sudah seperti bintang porno, tahu"

Jongin menyeringai, mendaratkan bibirnya di pipi Sehun. "Tidak apa-apa, bintang porno hanya untuk Oh Sehun" bisiknya sengaja menyentuh daun telinga Sehun dengan bibirnya.

"Ish, mesum" Sehun menguap malas dan mengubah posisinya menjadi miring, lama-lama ia jadi salah tingkah jika dipandangi dengan tatapan seperti itu oleh Jongin. "Sebaiknya mandi sekarang, baby" bisik Jongin lembut, menjatuhkan tubuhnya di samping Sehun dan memeluk pinggng ramping itu erat. Sesekali memberi kecupan ringan di bagian sensitif leher kekasihnya.

Merasa terganggu, Sehun menggerutu. Menutupi bagian lehernya dengan telapak tangan dengan harapan dapat membuat Jongin berhenti. "Jongin, jangan ganggu" keluh Sehun menggeser-geser tubuhnya menjauh dari sang kekasih. Namun Jongin malah semakin menempelkan tubuhnya pada Sehun, membuat Sehun berdecak sebal dan menatap kesal ke arah Jongin. Sungguh, ia sudah serasa ingin mengikat tubuh Jongin di pilar atau apapun agar tidak dekat-dekat dengannya.

Bukannya Sehun tidak suka jika dekat-dekat dengan Jongin, hanya saja Jongin yang hanya mengenakan boxer ketat dengan tubuh yang begitu melekat dengannya. Dan mendapat sedikit sentuhan di bagian bawah, sungguh bukanlah ide yang baik saat ini.

"Iya aku mandi setelah kau, yasudah sana"

Jongin tersenyum sebelum memberi kecupan singkat di pipi Sehun. Lalu segera berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar tersebut. Meninggalkan Sehun nyaris sesak nafas akan keintiman yang mereka lakukan barusan.

Yang tadi itu, benar-benar membuat Sehun gugup. Untung tidak kelepasan dan malah merespon tindakan-tindakan 'kode' dari Jongin barusan.

.

.

.

Shootdanonymous

.

.

.

Sehun berjalan di bibir pantai dengan kaki yang menendang-nendang malas pasir putih di sekitarnya. Tekadang berjongkok untuk memungut kerang berbentuk unik yang menarik perhatiannya. Malam-malam, dan sendirian.

Ia sedang melarikan diri. Iya, sungguhan melarikan diri dari villa yang sekarang penuh dengan laki-laki mabuk. Sebenarnya, Sehun ingin ikut. Maksudnya ikut mabuk. Tapi titah ayahnya beberapa minggu yang lalu masih terlalu terngiang jelas di kepalanya sehingga membuat dirinya sanggup menolak minuman keras itu. Tapi ia jadi khawatir dengan nasib Taehyung dan Jungkook, apakah kedua bocah itu berhasil kabur atau malah berakhir mabuk bersama geng berandalan tersebut. Sehun hanya dapat mendoakan yang terbaik untuk mereka.

Jongin, kekasih berkulit tan Sehun itu termakan hasutan teman-temannya sehingga ikut menikmati minuman beralkohol. Ia kesal dengan Jongin, dan itu sudah pasti. Jelas-jelas ia berjanji untuk tidak akan menyentuh minuman keras itu atau pergi ke klub malam lagi. Namun malam ini ? Janji ya hanya tinggal omongan, Sehun tak tahu lagi harus bereaksi seperti apa saat Jongin sadar nanti.

Jadilah saat ini Sehun lebih memilih menikmati angin malam di tepi pantai dan pemandangan indah lampu dari villa-villa di sekitar.

Jika sedang kesal dengan kelakuan Jongin begini, rasa-rasanya jadi merindukan Luhan yang sangat perhatian dan pastinya tidak bertingkah 'nakal' seperti Jongin. Mungkin jika ia memutuskan untuk ikut Luhan, Sehun sudah hengkang-hengkang kaki di villa mewah dengan Tv super besar.

Sehun bahkan tak tahu dimana keberadaan Luhan sekarang. Setelah mengirim pesan balasan yang mengatakan dirinya tak bisa ikut, Luhan tidak membalas apapun lagi. Membuat ia khawatir akan kemungkinan Luhan marah padanya.

Lelah berjalan, Sehun duduk di kursi pantai untuk beristirahat sejenak, lama-lama kakinya jadi pegal. Mungkin berbaring sebentar disini tidak masalah. Sehun membawa jaket tebal sehingga sedikitnya bisa menghalau angin malam masuk ke tubuhnya. Ia mengambil ponsel di saku celana, mengunjungi website favorite untuk mengusir kebosanan, sampai telinganya menangkap suara familiar seseorang yang sedang berbicara. Sehun menoleh kesekitarnya, namun hanya melihat beberapa orang yang tak dikenal berlalu larang, lalu suara familiar tersebut terdengar lagi, kali ini terdengar nyaring tampak dari nadanya sedang marah, Sehun menoleh cepat ke arah belakang, samar-samar melihat seseorang berkemeja putih yang tampak sedang menelfon.

Suara itu, Sehun sangat kenal. Namun sayang ia tak dapat melihat karena minimnya cahaya di sekitar sini, membuat Sehun tak dapat memastikan jika orang tersebut merupakan orang yang sama dengan yang ia pikirkan. Tetapi sedetik berikutnya Sehun dibuat tertegun saat pria tersebut selesai menelfon dan kini tampak sedang mengutak-atik ponselnya dengan sedikit menggerutu. Kini Sehun dapat mengenali dengan pasti siapakah orang tersebut berkat layar ponsel yang menyinari wajahnya, pantas jika ia merasa familiar dengan suara itu, karena pemilik suara sendiri merupakan orang yang sangat dekat dengannya.

Reflek, bibir Sehun menggumankan nama dari pria berkemeja putih tersebut pelan. Namun pria itu malah beranjak berdiri tampak ingin pergi sehingga membuat Sehun panik dan langsung meneriakkan namanya,

"Luhan Hyung!"

"Huh ?"

.

.

.

Shootdanonymous

.

.

.

"Untung kita bisa kabur, ini semua gara-gara kau sih!"

"Hah ? Kenapa aku ?"

"Iya karena kau malah memancing Jongin Hyung untuk minum lagi, ia jadi malah menyuruh kita minum"

"Aku kan hanya iseng, tidak tahu kalau dia malah menantang kita duluan"

Jungkook menghela nafas. Tidak habis fikir dengan kelakuan temannya Taehyung yang melakukan tindakan nekat, dengan watados mengatakan 'Hanya sanggup minum segitu, Hyung ?' pada Jongin yang hanya meminum tiga gelas pada saat itu. Berakhir dengan tatapan nyalang Jongin dan malah memaksa mereka untuk minum terlebih dahulu. Ungtungnya tindakan cepat Jungkook yang langsung menarik tangan Taehyung dengan alasan ingin mencari kerang di pantai menyelamatkan mereka.

"Ngomong-ngomong, apa kau sadar Sehun Hyung sudah lebih dulu kabur dari pada kita ?" Tanya Jungkook selagi mereka berjalan-jalan di tepi pantai.

Taehyung menggeleng dan menatap heran temannya. "Yang benar ? Aku terlalu terpesona dengan kemampuan minum Jongdae Hyung, jadi tidak sadar"

"Iya, aku diam saja saat dia diam-diam keluar villa, wajahnya merengut terus, lucu sih, tapi menakutkan juga jika dilihat"

Taehyung berdecak merespon ucapan Jungkook. "Kau ini bicara apa" mengalihkan pandangannya dari Jungkook yang tampak sedang membayangkan wajah merengut Sehun yang hampir-hampir membuatnya kabur sedari tadi. Apalagi saat tatapan sinisnya tidak sengaja menatap Jungkook. Hiih seram.

"J-jungkook, Jungkook!" Guncangan ganas yang begitu tiba-tiba dari Taehyung membuat hayalannya buyar seketika. Ia menatap kesal ke arah Taehyung, ingin memarahi namun ia urungkan saat melihat wajah terkejut temannya yang sedang mengarah pada... pada...

"S-sehun Hyung.. ?"

Taehyung membekap mulutnya cepat, menarik paksa dirinya untuk bersembunyi di balik kursi pantai yang keberadaannya tidak jauh dari tempat ia melihat Sehun, bersama orang lain, jangan kira ini adalah hal yang normal, karena menemui Sehun yang jelas-jelas memiliki kekasih sedang berciuman dengan pria lain adalah berita besar.

"Berikan ponsel mu, cepat cepat!"

Jungkook menggeledah kantung celananya panik saat Taehyung menulurkan tangan ke arahnya. Segera menyerahkan ponsel berwarna putih miliknya.

"Kau mau apa ?" Bisik Jungkook saat Taehyung membuka aplikasi kamera.

"Tentu saja mengambil foto mereka berciuman" Taehyung menjawab cepat, dengan lihai mengambil foto semahir mungkin dan berusaha agar tak terlalu jelas dengan sinar kamera yang terang benderang.

"Untuk apa kau foto mereka ?" Jungkook disini masih bingung akan maksud Taehyung, apakah temannya ini penggemar dadakan Sehun atau ia memang orang cabul ?

"Nanti kita perlihatkan pada Jongin Hyung"

"Apa ?! Kau gila ? Hubungan mereka bisa hancur"

Jungkook berusaha mengambil ponselnya dari Taehyung namun segera di halang oleh temannya.

"Dengan ini kita bisa langsung masuk ke dalam kelomlok mereka, kau tahu. Jika kita memperlihatkan ini, Kris Hyung akan melihat bahwa kita setidaknya berhasil mendapatkan berita besar"

Jelas Taehyung, seketika berhenti memotret saat dilihatnya Sehun memutuskan ciuman dan tampak menolehkan kepalanya kemana-mana. Kemungkinan merasa curiga atas sinar dari kamera serta suara mereka berbicara yang agak meninggi.

"Astaga hampir saja" Taehyung mengelus dadanya saat bersandar di sisi kursi. Menoleh pada Jungkook yang menatap ke arahnya dengan tatapan berbinar. "Kau pintar juga"

...

Sehun melepaskan tautan bibirnya dengan Luhan saat dirasa ada cahaya yang mengenai retina matanya. Melihat sekeliling namun tak mendapati apapun.

"Ada apa, Sehun ?" Tanya Luhan khawatir, mengelus pipi Sehun dengan ibu jari sehingga menimbulkan semburat kemerahan di pipinya. Ia masih terkejut dengan ciuman tiba-tiba dari Luhan, Oke ?

"T-tidak ada"

Mungkin hanya orang lain yang sedang berfoto.

.

.

.

.

Tbc

A/N: Posting di hari jumat, siapa tau berkah wkwk. Ini chapter terpanjang dari sebelumnya. Kepanjangan ? Apa kependekan ? Yaudah lah bingung gue. Ati-ati lo kecewa ntar. Langsung aja. Oh iya, jadi pertanyaan yg gue jawab cuma yang bener2 pertanyaan. Ngerti gak ? Gak ? Sama :/

. Ada scene nangis ? Ada, eh ada gak ya. Ada deh ada wkwk labil nih gue ._.

. Luhan pernah punya pacar minseok, dan sekarang gak suka lagi ? Pernah, dan iya gak suka lagi karena kayak yg udah gue tulis di chp sebelumnya, Luhan gak ngejalanin hubungan itu serius, mana harus ditinggal ke korea lagi kan.

. Tisu di pojokan bekas onani ? 100% benar.

. Gak suka Jongin ? ... dude, dia bias gue... oke pertama jangan dimasukin ke hati lah ff ini. Gue baca Sehun disiksa jongin alhamdulillah ga pernah ngira authornya benci sehun. Tapi gapapa namanya juga nanya ya, gue hargain lah )

. Lebih banyak hanhun.. kaihunnya mana ? Kaihunnya ada lol :v maksudnya ya gmna ya kok perasaan masih banyak kaihun loh. Tenang deh, bakal dibanyakin nanti.

. Sampai berapa Chapter ? 10 mungkin atau lebih dikit. Bentar lagi ditamatin deh kayaknya.

.Kapan ketahuan selingkuh ? Chp depan siap siap )

Oke itu aja pertanyaan yang bisa di jawab. Kalo ada yang ga kejawab maapin ye :(. Sebenernya review di chp ini gue paling seneng tapi males juga iya. Pertama review nya panjang2, terus bilang nungguin ff ini hampir tiap hari, diriku terhura nak :') dan ada yang baru nemu ff ini dan mau review dr 1 sampe 7, Atuhlah terhura bgt. Menurut kalian biasa aja ? Gapapa yang penting gue seneng. Yang udah dukung, yang review pendek atau panjang, follow, fav tengkyusomach cium :* semoga ga ngecewain.