.
Namun tanpa sepengetahuan Changmin, Yunho mengambil tiga pack kondom dan lima botol lube berbagai merk.
.
.
.
Even though the world will against us..
Even though this love is forbidden..
As long as you love me,
I'll fight for you..
My precious one.
.
.
.
Author Ela JungShim presents
An Alternate Universe fanfiction
"My Hyung" chapter 12
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin)
Rate : M for Mature and Mesum!
Length : 12 of ?
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK
Warn : TYPO's! , adegan tak senonoh! semi-incest! , semi-mesum-pedophil! , Chibi!Min
This is HOMIN FANFICTION. Pair utamanya adalah HOMIN. Kalau tidak suka, tidak usah baca, dan silahkan angkat kaki dari sini.
.
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
.
.
Waktu bergulir dengan cepat. Detik berjalan menuju menit. Menit berkumpul melewati jam demi jam, hingga berganti hari. Hari berjalan sampai minggu bergulir. Dan minggu pun akhirnya berganti bulan.
Tiga bulan berlalu terlalu cepat bagi seorang Jung Yunho yang tengah 'mendidik' dan 'mengajari' adiknya dalam privasi rumahnya. Dan kini sudah waktunya untuk Umma dan Appanya untuk pulang ke rumah.
Bukannya ia tak senang dengan kesembuhan sang Umma—ia sangat bersyukur dan sangat bahagia malah. Namun tetap saja, di antara senyuman gembiranya hari ini, ada sedikit rasa tak rela karena waktunya berdua dengan sang adik akan berkurang drastis—terutama waktu berdua di malam-malam penuh privasinya mereka.
Yunho menghela nafas sedih mengingat tiga pack kondom dan lima botol lube yang masih terbungkus rapi di laci lemarinya. Sduah berkali-kali pikiran nakalnya mencoba untuk mulai beralih ke jenjang yang lebih tinggi dengan Changmin, namun setiap kali ia berhadapan langsung dengan tubuh adiknya yang polos tak tertutup benang, yang ia bisa lakukan hanyalah menyenangkan adiknya dengan memanja batang senang milik adiknya hingga orgasme melanda tubuh kecil itu.
Dan baru minggu-minggu terakhir ini saja Chami berani untuk memegang bukti kelelakiannya dan sedikit bereksperimen dengan memberikannya belaian-belaian lembut—yang tetap saja sanggup membuatnya klimaks.
Dan kini, saat ini, ia dan Chami tengah berada di rumah sakit untuk membantu sang Appa mengepak semua barang-barang miliknya dan Umma selama tiga bulan ini berada di rumah sakit.
"Umma! Umma! Umma pulaaaaaanggggg~!" celoteh Changmin yang sedari tadi tak lepas dari sisi sang Umma yang kini sudah duduk dengan cantik di kursi roda.
"Iya sayang, iya. Umma sudah akan pulang ke rumah. Jadi anak baik dan ayo bantu dorong Umma." ucap sang Appa yang sudah selesai mengepak semua barang-barang mereka. Dua koper besar dan satu tas selempang yang berisikan laptopnya.
"Tapi kenapa Umma masih naik kursi roda? Umma sudah benar-benar sembuh kan?" tanya sang bocah paling kecil itu sambil memandang sang Umma dengan wajah khawatir.
Melihat raut khawatir sang anak yang begitu lucu dan menggemaskan, Jung Seohyun tak kuasa untuk tak mencubit sayang pipi anaknya. "Jangan khawatir begitu Chami. Umma sudah sembuh kok. Hanya saja, kata dokter Umma tidak boleh terlalu capek, Jadi Umma pakai kursi roda dulu. Nanti di rumah pelan-pelan Umma membiasakan diri dengan aktivitas, tapi bukan yang berat-berat dulu. Chami mengerti?"
Bocah delapan tahun nyaris sembilan itu berdiam sebentar sambil berpikir. Wajah polos itu berkerut penuh konsentrasi seolah tengah memikirkan masalah dunia yang sangat berat, sebelum akhirnya bocah kecil itu mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Chami mengerti! Nanti di rumah pokoknya Chami akan membantu Umma!" ucap bocah kecil itu dengan riang dan sumringah. Tak tahu dan tak sadar kalau semua tingkah lakunya yang imut dan menggemaskan itu membuat sang hyung jadi makin tak tahan untuk tak menggrepe-grepe sang adik.
"Tapi untuk sekarang,Chami bantu dorong kursi roda Umma, oke?" sela sang Appa yang melihat interaksi istri dan anaknya itu.
"Uh-hum! Ayo Umma!" ucap Changmin yang dengan semangat langsung berputar ke belakang sang Umma dan mulai mendorong kursi rodanya.
"Sini Appa, kopernya yang satu kubawakan." ucap Yunho yang langsung meraih satu koper dan mengikuti Umma dan adiknya yang sudah berjalan lebih dulu.
Menatap sang adik yang begitu semangat disekitar sang Umma dengan pandangan yang meneriakkan rasa iri dan cemburu. Cemburu karena perhatian sang adik tak lagi sepenuhnya terarah padanya.
.
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
.
Kata orang, cemburu bisa membuat orang melakukan hal-hal gila.
Dan begitu pula yang terjadi pada Yunho saat ini. Waktu menunjukkan pukul 11 malam, dan dengan sebuah botol lube di tangan, ia mengendap-endap memasuki kamar sang adik. Tanpa membangunkan sang pemilik kamar, Yunho dengan cekatan melepaskan piyama Changmin, dan memulai tingkah gilanya.
Tak mempedulikan fakta dimana kedua orang tua mereka berada di satu rumah yang sama, dan dengan kamar yang berada di samping kamar Changmin.
.
.
.
.oOHoMinOo.
.
.
.
Panas...
Changmin bergerak-gerak gelisah dalam tidurnya. Kepalanya bergerak kesana-kemari dan nafasnya tercekat. Ada sesuatu yang membuat tubuhnya seolah terbakar.
Panas...
Kedua kakinya menekuk dan terbuka lebar... Kedua jemarinya bergerak liar menggenggam seprai dan membuatnya berantakan. Punggungnya melengkung dan kepalanya terdongak dengan desahan kecil lolos dari bibirnya.
"Chami..."
Kedua mata bulat Changmin langsung terbuka seketika. Kantuk terbang dari benaknya dengan kecepatan cahaya ketika ia melihat kepala hyungnya berada di antara kedua kakinya. Yang telanjang tanpa ada secuil kainpun. Dengan batang penisnya yang berdiri tegak berada di bibir hangat sang hyung.
Tubuh kecil Changmin kembali terhempas ke tempat tidur saat bibir itu terbuka dan lidah nakal Yunho menyapa kepala kejantanannya yang sensitif dan basah. Bibirnya terbuka untuk meneriakkan kenikmatan yang melanda tubuhnya sebelum ada tangan yang menutupi mulutnya.
Bibir Yunho yang tadi berada di pangkal paha-nya itu berpindah cepat ke telinganya.
"Sshtttt.. Jangan berisik Chami, ada Umma dan Appa di kamar sebelah." bisik Yunho dengan suara rendahnya yang terdengar serak oleh nafsu.
Tangan Yunho akhirnya meninggalkan mulut Chami ketika adiknya itu mengangguk.
"Good boy." bisik Yunho lagi. "Sekarang jadi anak baik dan tahan suaramu Chami." lanjut Yunho sebelum ia kembali bergerak turun.
Tak melewatkan kedua nipple yang tersaji di hadapannya, satu tangan Yunho meremas dada kiri Changmin, sementara mulut nakalnya mengecup dan menyesap puting kecil itu dengan semangat. Tak sedikitpun ia mempedulikan tarikan nafas kaget yang keluar dari bibir adiknya sebelum ia mengulum dan menggigiti nipple menggemaskan itu.
Changmin merasakan kewarasannya mulai menghilang. Tubuhnya seolah terbakar dengan setiap tindakan yang dilakukan sang hyung pada dirinya. Ia menggigit kuat bibirnya ketika merasakan hyungnya bergerak turun dan merasakan terpaan nafas hangat sang hyung pada kejantanannya yang langsung berkedut semangat.
"aah~!"
Kepalanya tersentak dan punggungnya melengkung sempurna ketika mulut yang panas dan basah itu melingkupi kejantanannya. Desahan lolos dari bibirnya tanpa sanggup ia tahan lagi.
"mphhh... nghhhh... sshhh—aahhh... h-hyunggghhhh..."
Tubuh Changmin menggelepar tak berdaya. Kedua tangannya terus berada di depan mulutnya untuk menahan semua desahan,lenguhan dan erangan yang mengancam untuk keluar dengan volume keras yang menyuarakan kenikmatan yang ia rasakan.
Yunho menyeringai senang mendengar desah tertahan yang keluar dari bibir adiknya. Mendengarkan adiknya mendesah dan mengerang dengan suara keras memang membuatnya merasa puas. Namun desahan tertahan yang keluar dari bibir adiknya terdengar begitu seksi dan menggairahkan baginya.
Melepaskan mulutnya dari kejantanan mungil adiknya, Yunho berpindah untuk menjilati setiap inchi batang kecil yang berdiri tegak menantang, beserta kedua bola kembarnya. Namun bukan itu tujuannya.
Dengan kedua tangan menggenggam kedua paha sang adik, Yunho melebarkan kedua kaki sang adik, dan mendorongnya ke atas. Hingga kini, selain kejantanan dan sepasang bola kembar, pemandangan yang tersuguh di hadapan Yunho adalah sebuah lubang kecil berwarna pink muda yang berkerut dengan kencang.
"Aahh~! Ngghhmpphh—AH! hnnggghhh... mmpphhhh...nggghhh—Ah! Ah!"
Tubuh Changmin langsung menggeliat liar. Kedua tangannya menangkup mulutnya sementara kepalanya terdongak ke atas. Punggung dan jemari kakinya melengkung sempurna. Seluruh bagian tubuhnya gemetaran merasakan sengatan nikmat yang melanda. Tangan yang menangkup bibirnya terkadang tak sanggup menahan jeritan-jeritan kecil yang keluar akibat lidah tak bertulang Yunho yang kini bermain di bagian tubuhnya yang belum pernah tersentuh sama sekali.
Lidah nakal itu tak hanya menjilat dan membahasi bagian luar tempat itu. Perlahan namun pasti, lubang kecil yang mulai rileks itu mendapati sebuah organ tak bertulang menggeliat berusaha memasukinya.
Tubuh Changmi bergerak-gerak gelisah. Kedua kakinya bergerak -gerak tak tentu, dan kepalanya terlontar ke kanan dan ke kiri merasakan sebuah lidah mulai bergerilya memasuki lubangnya yang ternyata begitu sensitif. Penis kecilnya yang sudah tegang semenjak mula, semakin basah dengan cairan bening yang mulai keluar dari ujung kepalanya.
"Nngghhh... haahhh... mmmhhhh—ah! sshhaahhh... ahhh... ngghhhh... hmph—ah! ah!"
Yunho tak berhenti mengerjai lubang Changmin dengan lidah dan mulutnya. Giginya pun menggigiti gemas sekitaran lubang Changmin, sembari mengecap dan tak henti lidahnya bergerak keluar-masuk di lubang virgin Changmin.
Puas mendengarkan semua desahan tertahan adiknya, Yunho menjauhkan wajahnya dari antara kedua kaki adiknya. Tangannya membuka botol lube yang sudah ia bawa, dan melumurkan isinya ke jemarinya.
O.O!
"AH!"
Jeritan Changmin yang tertutup oleh tangannya sendiri itu diikuti dengan kedua matanya yang terbuka lebar. Dan tanpa bisa menerjemahkan apa yang terjadi, pikiran Changmin langsung tertutupi oleh sensasi menyenangkan yang berpusat di lubang di bagian bawah tubuhnya, dan ia hanya bisa kembali untuk berusaha menahan semua jeritan, desahan, erangan dan lenguhan yang berlomba-lomba untuk keluar dari mulutnya.
Yunho sendiri tak kuasa untuk tak menggeram rendah saat satu jarinya memasuki lubang sempit dan ketat milik adiknya. Baru sedikit jemarinya masuk, lubang Changmin mengetat dan jari Yunho seolah tersedot masuk ke dalam lubang sempit Changmin.
Dan mendengar jerit terkesiap Changmin, Yunho mendorong jemarinya hingga ujung jemarinya kembali menyentuh sebuah tempat yang membuat adiknya itu kembali menjerit indah.
"...Ah! ngghhhh... h-hyunngghhh—ah! mmpnghhh... ngghhhh..."
Yunho menatap adiknya. Mereguk setiap inchi pemandangan yang tersaji di hadapannya dengan rakus, sementara jarinya bergerak cepat dan kuat keluar-masuk ke lubang yang masih terasa begitu sempit dan ketat. Ia kembali menambahkan lube di jarinya agar gerakan tangannya lebih mudah, dan kembali mem-fingerfucking lubang sempit adiknya dengan cepat dan dengan hentakan-hentakan kuat dan akurat ke titik nikmat sang adik.
Semua sensasi nikmat yang melanda setiap sel tubuhnya... ditambah dengan situasi yang mendebarkan dimana ia harus menahan segala suara yang keluar dari bibirnya agar tak ketahuan oleh kedua orang tuanya membuat Changmin tak sanggup lagi.
"Hyung!"
Tak perlu waktu lama bagi Yunho untuk membuat adiknya mencapai klimaks tanpa ia perlu memanja kembali penis sang adik. Jeritan kecil yang memanggil namanya itu menandai orgasme Changmin yang disusul dengan keluarnya cairan encer yang berwarna bening bercampur putih susu.
Cepat-cepat Yunho melepas celana pendeknya yang mengurung penisnya yang sudah menegang. Dengan cekatan ia menaiki adiknya, dan menyodorkan penisnya itu ke depan mulut adiknya.
Changmin yang tubuhnya sudah begitu lemas akibat semua perlakuan sang hyung pada dirinya, merasakan ada benda yang menyentuh bibirnya dan memaksa masuk. Tanpa sanggup berpikir, Changmin membuka mulutnya begitu saja, dan disambut dengan sebuah organ tumpul berukuran besar memasuki mulutnya.
Panas...
Dan Changmin tak berontak sedikitpun ketika organ tumpul yang terasa hangat di mulutnya itu brgerak keluar-masuk didalam mulutnya. Insting mengambil alih tubuhnya, dan tanpa ia sadar lidahnya bergerak pada batang penis yang berada di dalam mulutnya.
Kepala Changmin terdongak ke atas karena rambutnya di jambak. Pandangan matanya langsung bertubrukan dengan tatapan panas Yunho. Ia ingin mengucapkan sesuatu, namun benda besar yang menyumpal setiap sudut mulutnya itu mencegahnya.
Geraman rendah terlepas dari mulut Yunho merasakan lidah Changmin menyusuri batang penisnya. Dan Yunho merasa akan gila ketika ujung penisnya yang sensitif mendapatkan getaran dari dalam tenggorokan Changmin. Ia menggenjot mulut Changmin dengan cepat dan tatapannya tak lepas sekalipun dari wajah polos Changmin yang mulutnya terbuka lebar memberikan blowjob pada penisnya.
Hyung yang sudah terlampau horny itu tak sanggup lagi menahan semua birahinya. Dengan tetap bergerak keluar-masuk di mulut Changmin, Yunho mencapai klimaksnya. Membuat Changmin kecil kaget dan kebingungan ketika cairan semen Yunho menyembur di dalam mulutnya.
Yunho cepat-cepat mengeluarkan penisnya dari mulut Changmin ketika mendengar adiknya tersedak
"Uhukk! Uhukk!"
Changmin langsung terbatuk-batuk dengan kuat begitu penis Yunho keluar dari mulutnya. Cairan putih susu berhamburan keluar dan akhirnya Changmin bisa bernafas dengan baik. Untungnya dengan cepat Yunho langsung mencari handuk dan membersihkan cairan sperma-nya yang belepotan di sekitar mulut, wajah dan tubuh Changmin.
Tok Tok Tok!
Kedua kakak-beradik yang barusan saja melepaskan hawa nafsunya itu merasakan tubuhnya langsung membeku.
"Chami, kau tak apa-apa nak?" tanya suara feminin dari balik pintu kamar.
.
.
.
.
.
~TBC~
Annyeeeongg~!
UPDATE!
Dan
Saengil Chukkahamnida Shim-Choikang-Max-Changmin~!
Harusnya sih Ela update pas tgl 06/02(Saengil Chukkahamnida Jung-U Know-Yunho) dan pas tanggal 12/02 (Happy HoMin Day), tapi apa daya, Ela tak sanggup..
Jadinya hari ini aja Ela apdet, karena janti jam 22.00WIB itu sudah masuk tanggal 18/02 waktu KorSel
Happy BirthDay my beloved pretty boy! Semoga langgeng selalu sama hyung ya~
Dan, jeng jeng jeng! Lubang Chami sudah tak virgin lagi! Yeeeiiiyyy~! #tebarkembangtujuhrupa #dilemparbatasamaChami
Like usual, cliffhanger dengan Umma mereka yang mau masuk ke kamar Chami!
Ditunggu reviewnya ya semua~
Salam, HoMin Shipper HardCore
