KyuMin! Sick

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, HanChul, GS!Heechul, kid!Sungmin.

Length : OneShoot

.

.

.

.

.

Oh Pheonix present

.

.

.

"Huwaaaaaa~"

"Minnie ingin apa sayang?" Kyuhyun menghela nafasnya dengan frustasi, ditimangnya dengan pelan tubuh sang anak yang masih menangis keras digendongannya.

"Kyu, sini biar Sungmin dengan umma saja." Heechul, sang umma, datang dengan raut wajah khawatir. "Kau pergi bekerja saja, tidak apa-apa."

"Hiks~ Daddy.. Daddy~" Sungmin malah mengeratkan pelukannya dileher sang ayah, membuat Kyuhyun menghela nafas untuk ke sekian kalinya.

"Jalan-jalan dengan Daddy ya? Kerumah Park Jussi? Mau?" bujuk Kyuhyun, namun Sungmin menggeleng keras, bocah balita itu tau siapa yang Kyuhyun maksud dengan Park Jussi.

Park Jussi adalah sebutan Kyuhyun untuk dokter keluarga mereka, karena saat ini Sungmin tengah rewel karena suhu badannya tidak normal. Kyuhyun dan Heechul serta Hangeng pun dibuat kalang kabut.

Bagaimana tidak? Sungmin merengek sepanjang malam hingga pagi ini dan Kyuhyun sukses meronda dikamar anaknya itu.

"Lalu ingin apa.." Kyuhyun lelah, tentu saja. Tapi juga khawatir karena Sungmin tak ingin ditawari ini itu dan juga belum makan apapun.

"Mommy.. Mommy.." Sungmin merengek diceruk leher Kyuhyun, sukses membuat Kyuhyun menahan nafas mendengar permintaan anaknya.

"Sini dengan Halmoeni sayang.." Heechul sungguh tak tega dengan keadaan cucunya, dari semalam panas suhu badan Sungmin tak turun sama sekali.

Lagi-lagi Sungmin menggeleng. Kyuhyun hampir menangis karena tak berhasil membujuk Sungmin dengan apapun.

"Kyu, Dokter Park sudah datang.." Hangeng, sang ayah datang ke kamar cucu semata wayangnya dan mempersilahkan sang dokter untuk masuk kedalam.

"Biar saya periksa Tuan muda kecil ini dulu, Tuan.." sapa pria paruh baya itu dengan ramah, Kyuhyun membalasnya dengan senyum tipis.

"Dia tak mau lepas dariku sejak semalam, dok.."

"Tidak apa-apa, biar saya periksa begini saja. Duduklah, Tuan." Kyuhyun menurut, duduk dipinggir ranjang Sungmin dan memangku sikecil sembari mendekapnya.

Setelah pemeriksaan kecil, sang dokter itupun membereskan peralatannya dan tersenyum kecil pada keluarga Cho.

"Pangeran kecil ini hanya demam biasa, tidak ada penyakit berlebihan. Mungkin karena kepalanya yang pusing dan lidahnya yang terasa pahit membuatnya rewel. Anda bisa menebus obatnya diapotik." Jelas sang dokter seraya memberikan secarik kertas yang berisi resep obat Sungmin.

"Terima kasih, Dokter."

"Sama-sama, kalau begitu saya permisi.."

"Mari saya antar ke depan," ujar Hangeng sopan, "Appa akan sekalian ke apotik untuk menebus obat Sungmin."

"Iya, appa.."

"Makan ya sayang?" Kyuhyun kembali mencoba membujuk Sungmin yang masih bergelung bak anak koala digendongan daddy-nya, namun untuk yang kesekian kalinya pria beranak satu itu harus menelan kekecewaannya karena gelengan kepala sang anak.

"Nanti Minnie tidak sembuh-sembuh.." ujar Kyuhyun pasrah, "Daddy sedih sayang.."

"Mommy.." rengek Sungmin pelan.

"Nanti kalau Minnie sudah sembuh, kita bertemu Mommy.. mau?"

Sungmin mendongak dan menatap Kyuhyun dengan mata kelincinya yang berkaca-kaca, "Minnie bica beltemu Mommy?" tanyanya serak.

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk pelan, "Tapi Minnie harus sembuh dulu.. nanti Mommy sedih kalau melihat anak kesayangannya sakit.. makan ya?" Kyuhyun mencoba, sekali lagi untuk membujuk Sungmin.

"Daddy janji?"

"Janji sayang.."

Pada akhirnya, Sungmin mengangguk pelan dan Kyuhyun bernafas lega, begitu juga Heechul yang masih ada disana.

.

.

.

.

"Bagaimana?" tanya Heechul begitu Kyuhyun menuruni tangga dan ikut bergabung dengan kedua orang tuanya diruang keluarga.

"Panasnya sudah turun, Sungmin sedang tidur dikamar.."

"Obatnya sudah diminum?"

"Sudah umma.."

"Syukurlah.." Heechul mendesis lega mendengarnya.

Kyuhyun menyenderkan seluruh berat tubuhnya pada sandaran sofa dibelakangnya dan memejamkan matanya. Heechul dan Hangeng yang melihatnya tersenyum sendu.

"Tidurlah dikamar, Kyu.. nanti kalau Sungmin bangun umma yang akan mengurusnya." Bujuk Heechul.

"Aku terlalu lelah untuk pergi kekamar umma, biarkan aku istirahat disini." Ujar Kyuhyun parau. Pria itu sudah sangat mengantuk karena semalaman begadang demi putra kecilnya, belum lagi menggendong Sungmin hampir 12 jam.

"Mau umma buatkan teh? Atau susu?"

"Nanti saja umma, aku mengantuk.."

Setelahnya hanya terdengar dengkuran halus dari sang anak karena Kyuhyun benar-benar tertidur dan mengabaikan kedua orang tuanya yang menatapnya kasihan.

Ditatapnya wajah Kyuhyun yang penuh dengan gurat lelah dan wajah kusut. Jelas saja, semalam saat pulang dari kantor Kyuhyun dikejutkan dengan Sungmin yang menangis, dan saat diperiksa badan sikecil panas tinggi. Alhasil sukses membuat Kyuhyun panik semalaman sampai tak sempat mengganti baju kerja nya. Pria itu masih dibalut kemeja hitam yang di lengannya digulung asal dan celana bahan. Rambut coklatnya yang biasa rapi kini terkesan acak-acakan. Kyuhyun bahkan tak pergi kekantor hari ini.

"Aku kasihan melihatnya seperti itu," gumam Heechul, Hangeng menoleh dan mengusap punggung tangan istrinya dengan lembut.

"Kau juga dulu begitu saat Kyuhyun panas.." balas Hangeng tenang, "Itu naluri, Honey.."

"Ya, bisa dibilang begitu.."

"Sudahlah, yang penting Sungmin sudah tidak apa-apa.. istirahatlah, aku akan kekamar Sungmin untuk menjaganya, takut dia terbangun dan menangis. Kyuhyun pasti panik." Titah Hangeng lagi, Heechul mengangguk.

.

.

.

"Terima kasih, noona.." Kyuhyun tersenyum canggung saat melihat Eunhyuk menggendong Sungmin yang tertidur dikamarnya. Eunhyuk menoleh dan tersenyum lembut.

"Tidak apa-apa, dia hanya rindu ibunya, Kyu.."

Kyuhyun menghela nafasnya dan duduk diujung ranjang kecil Sungmin. Pria itu mengusak kasar rambutnya. Memang Eunhyuk datang kerumah Kyuhyun setelah mendapat telpon dari Heechul dan mengatakan Sungmin menangis histeris dan menjerit memanggil Mommy-nya terus menerus. Dan Heechul tak punya ide lain selain meminta tolong pada istri Donghae itu untuk menenangkan Sungmin, karena Heechul sendiri tak bisa. Heechul berpikir Eunhyuk –karena Eunhyuk juga seorang ibu- bisa membantu mereka.

"Aku tidak berguna ya?" gumam Kyuhyun pelan, satu liquid bening mengalir di pipinya. Eunhyuk yang melihatnya menjadi tak tega dan ikut duduk disebelah Kyuhyun, menepuk-nepuk punggung pria yang sudah dianggap adiknya sendiri.

"Kau tidak boleh bicara begitu, Kyuhyun.. karena kau adalah ayah yang hebat. Sangat hebat!" ujar Eunhyuk, "Dan aku sangat iri padamu."

"Aku tidak bisa menjaga Sungmin dengan baik, noona.. aku-"

"Kau ayahnya. Apa yang kau lakukan pasti yang terbaik untuk Sungmin." Ujar Eunhyuk lagi, "Ini semua takdir. Bukan salahmu atau salah siapapun jika Sungmin memang tidak bisa merasakan kasih sayang ibunya. Dan yang aku lihat, kau selalu berusaha menjadi ayah dan ibu untuk jagoan ini."

"Tapi tetap saja aku bukan ibunya, noona.."

"Ya, tapi kau ayahnya." Satu suara husky menyela pembicaraan Eunhyuk dan Kyuhyun. Dilihatnya Donghae berdiri didepan pintu bersama dengan orang tua Kyuhyun, dan jangan lupakan sikembar Taemin dan Henry yang menatapnya dengan binar polos.

"Kau ayahnya, Sungmin tahu itu." Donghae kembali berujar dengan tegas, "Aku yakin kau sudah melakukan yang terbaik untuk Sungmin. Jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri kalau kau bukan orang tua yang baik."

"Hyung.."

"Kau sendiri yang bilang jika umma, appa cukup untuk Sungmin kan, sayang?" ucap Heechul parau. Tercekat saat melihat Kyuhyun menangis. "Berhenti menyalahkan dirimu, Kyu. Umma sangat bangga mempunyai putra tampan seperti Cho Kyuhyun dan cucu yang menggemaskan seperti Cho Sungmin."

"Umma.."

"Jika kau seperti ini, Sungmin sedih sayang.." ujar Heechul sembari mengusap kedua pipi Kyuhyun. Sebegitu paniknya kah Kyuhyun melihat anak semata wayangnya sakit.

Memang, Sungmin tak pernah sakit. Anak itu selalu ceria dan kelewat aktif jika bersama Kyuhyun dan juga kakek neneknya, wajar saja Kyuhyun panik setengah mati saat melihat Sungmin rewel terus menerus dan lebih banyak diam. Ini pengalaman pertamanya.

"Uhh.. Daddy.." lenguhan pelan tercipta saat suasana mulai hening. Sungmin menggeliat dan mengerjap saat bias lampu kamar memenuhi penglihatannya. Anak itu siap menangis lagi jika Kyuhyun tak cepat tanggap dan mengambil alih Sungmin dari gendongan Eunhyuk.

"Daddy disini sayang.. Daddy disini.. uljima.." ujar Kyuhyun pelan dan menepuk-nepuk pantat bulat Sungmin. Sungmin dengan reflek mengalungkan tangannya dileher sang ayah dan menaruh kepalanya dibahu pria itu.

"Minnie pusing, hm?" tanya Kyuhyun lembut, Sungmin mengangguk.

"Banyak bintang dimata Minnie, Daddy.." ujar Sungmin serak, Kyuhyun tersenyum.

"Nanti kita tangkap bintangnya dan kita taruh ditoples, ya?"

"Dibelikan untuk Mommy boleh?" tanya Sungmin, Kyuhyun tersenyum lagi mendengar kalimat polos putranya, namun tetap saja pria itu mengangguk.

"Nanti kita berikan untuk Mommy."

"Taem mau bintang juga.." satu kalimat polos lainnya menguar dari seorang bocah yang saat ini sedang menatap Kyuhyun dan Sungmin dengan mata yang berkaca-kaca. Sukses membuat para orang dewasa disana terkekeh geli.

.

.

.

.

Sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang menembus jalanan yang cukup sepi, dikanan kiri mobil tersebut hanya ada pepohonan yang cukup rindang. Dan tak lama kemudian mobil itu berhenti tepat didepan sebuah pemakaman.

Tiga orang dewasa dan satu anak kecil berbalut jaket rusa yang cukup tebal keluar dari mobil dan mulai memasuki area pemakaman tersebut, menuju satu makam ditengah-tengah padang itu.

"Sayang.. aku datang.." Kyuhyun meletakkan bunga mawar putih kesukaan istrinya dan menaruhnya didepan nisan tersebut. Sang istri, Cho Chengmin.

Hangeng dan Heechul juga membungkuk dan meletakkan sebuket bunga untuk sang menantu serta melakukan doa. Sementara itu Kyuhyun berjongkok didepan makam itu setelah kedua orang tuanya selesai berdoa dan mundur untuk memberi Kyuhyun privasi.

"Aku merindukanmu.." ujar Kyuhyun lirih, kembali menerawang saat-saat dimana ia masih bersama sang istri. "Hari ini aku datang bersama malaikat kita.." ujar Kyuhyun lagi dan menyuruh Sungmin mendekat.

Pria itu memeluk Sungmin dengan erat sembari tersenyum tipis pada sang putra, "Beri salam pada Mommy sayang.." titah Kyuhyun, Sungmin mengerjap menatap Kyuhyun dengan binar polosnya, Kyuhyun mengangguk menguatkan.

Bocah itu maju selangkah dan meletakkan sebuah gantungan berbentuk bintang yang indah diatas nisan sang ibu, lalu membungkuk lucu guna menyapanya.

"Annyeong, Mommy... Minnie datang.." ujar Sungmin ceria, Kyuhyun tak kuasa menahan haru melihat putra kecilnya semakin pintar dari hari ke hari.

"Mommy, daddy bilang Minnie bica beltemu Mommy dicini.. kata daddy juga, Mommy celalu ada didada Minnie.." Sungmin menghentikan ucapannya sejenak sebelum melanjutkan, "Minnie juga tidak pernah nakal cama Daddy, Moeni dan Boeji, ya Daddy?" bocah menggemaskan itu menoleh sebentar pada sang ayah yang mengangguk mengiyakan, "Jadi Mommy tidak boleh pelgi.. Mommy cudah janji." Ancamnya lucu.

Kyuhyun dengan segera merengkuh Sungmin dalam pelukannya dan menangis dalam diam, sementara Heechul sudah menangis dipelukan suaminya yang memandang mereka berdua dengan senyum terpatri.

"Kau lihat, Min? Malaikat kita pintar sekali.." ujar Kyuhyun sembari menatap Sungmin yang mengerjap lucu, "Dia mirip sekali denganmu.."

"Daddy tidak boleh menangic.."

"Daddy tidak menangis sayang.."

"Nanti kalau Daddy menangic, Mommy pelgi.."

"Iya.. maaf, hm?" Sungmin mengangguk dan mencium pipi Kyuhyun, setelahnya bocah yang baru saja sembuh seminggu yang lalu itu menunjukkan senyuman lebarnya.

"Hehehe.."

"Minnie janji tidak akan meninggalkan Daddy dan Mommy kan?"

"Uh-huh!" anak itu mengangguk antusias. "Minnie janji."

Kyuhyun memeluk tubuh mungil Sungmin dengan erat, yang dibalas tak kalah erat pula oleh buah hatinya.

"Meski Mommy tidak bersama kita disini.. tapi Mommy selalu ada dihati Minnie.."

"Iya, daddy.."

"Daddy sayang Minnie, jangan buat Daddy khawatir lagi sayang.." ujar Kyuhyun serak. Sungmin mengusap kedua pipi Kyuhyun dengan tangan mungilnya dan mengangguk polos.

"Daddy calanghaee.." ujar Sungmin ceria, cukup menimbulkan satu senyuman diwajah Kyuhyun.

"Appa do.." ujar Kyuhyun dan mengecup kedua pipi anaknya.

"Jadi tidak sayang dengan Moeni dan Boeji?" tanya Hangeng pura-pura sedih, dipelukannya Heechul masih menangis sesenggukan sekalipun wanita itu tersenyum.

Sungmin kembali menunjukkan senyuman lebarnya saat dirinya dikelilingi oleh ayah, kakek dan neneknya.

"Moeni, Boeji calanghaee.."

Dan ke empat manusia itu kembali saling berpelukan dan menatap nisan wanita cantik bernama Chengmin itu dengan senyum diwajah mereka.

.

.

.

.

.

.

.

END

.

.

.

Holaaaaaaa~ hehe sumpah ini absurd ya? pheo lagi iseng aja.. Cuma buat kangen2an sama readers semua.. jangan bully yaa..

Oh betewe, congratulation uri Super Junior menangin album of the year kuartal 3 dengan albumnya Devil di 5th Gaon Chart Award.. sumpah seneng euyyyy,, apalagi liat postingannya Eunhyuk di New Zealand.. eaaaaaa xD

pheo Cuma mau ngasih tau nih sama readers semua. Debut FF pheo nanti tanggal 4 april 2016, jangan lupa yaa.. mampir ke akun ini yaaaaaa ^^

dan sekali lagi terima kasih buat semua yang udh nge review ff2 pheo.. yang punya akun udh pheo jawab di Pm yaa .. pheo akan ngejawab yang gak punya akun disini.

Park heeni : hehe si embul mah kan emang posesif maaf pheo gak buat prekuel sebelum sungmin lahir, gak ada ide.. hehe makasih udh review yaa

Chu : hehe iya nih seo kebiasaan xD heechul mah gtu, nama nya emak2 rempong /plak/ makasih udh mampir ^^

Guest : haha kamu seneng banget seo didamprat ama si kyupil xD umin mah selalu menang diatas segala2nya /apa ini?/ makasih udh review ^^

Kiikyuming : kamu juga :3 udh tau yaa emaknya minnie siapa ^^ makasih udh mampir..

Orange girls : hehehe pheo juga suka sama kamu :o udh ketauan yaa emaknya sungmin.. makasih udh review lohhhh..

Nahh udh tau yaa emak nya sungmin disini, pheo buat squel ini karena pengen menuhin permintaan readers buat istrinya Kyuhyun, jadi pheo pake nama china nya Sungmin.. ohh ff ini itu sebenarnya Oneshoot, tiap chapter berbeda, jadi satu chapter ending. Dan pheo rasa berakhir disini. Kapan2 pheo bikin drabble lagi deh :3

Okeh, see you at my Debut yaa .. 4 april inget 4 april /maksa/

Terima kasihhhh, review juseyoooo

.

.

.

Oh Pheonix 2016