Disclaimer : SUPER JUNIOR adalah milik orang tua dan agencynya
Cast : Lee DonghaeXKim KibumXChoi Siwon and other
Genre : Romance Action
Rating : T (bisa berubah sewaktu-waktu)
A/N : waaaaahhh, aku tak menyangka masih banyak yang ingat fic ini, bububu jadi semangat nulisnya *terharu*
Udah lah, aku gak mau banyak cincong, langsung aja :D
Summary : Lee Donghae, seorang agen intelijen rahasia tanpa catatan prestasi harus terpaksa menyamar sebagai anak SMU demi melindungi putra presiden yang tengah diincar oleh pembunuh bayaran. Tugas rahasia membuatnya harus kembali bersekolah di sekolah khusus putra SM High School dan tinggal di asrama namun, apa jadinya jika si target menolak keberadaannya? Mampukah ia melakukan misi dengan putra Presiden sebagai taruhannya?
MY LOVELY AGENT
Bububu
Chapter 4
Typos, ooc, oom, dll
.
.
.
.
.
Preview
Choi Siwon muncul di SM High School sebagai pengawas baru bagi asrama barat, kemunculannya yang mendadak membuat Donghae terkejut. Selain itu, Kibum yang mengenali sosok itu merasa kesal dan cemburu hingga pada moment yang tak sesuai secara tiba-tiba ia mencium Donghae.
Donghae mengumpulkan kekuatannya untuk mendorong Kibum, ia tidak menyangka Kim Kibum memiliki tenaga sekuat itu. Bahkan dalam bayangannya dulu, putra presiden hanyalah anak manja yang meminta orang lain untuk melakukan tugas-tugasnya, tapi Kibum memiliki kekuatan yang jika boleh dikatakan sedikit dibawah Siwon.
" APA-APAAN KAU " teriak Donghae begitu ia berhasil mendorong Kibum, merasa telah dipermainkan oleh teman sekamarnya itu, Donghae menggosok-gosok bibirnya sendiri seolah dengan begitu dapat membersihkan bekas ciuman Kibum
" aku hanya ingin menyadarkanmu dari bengong " jawab Kibum santai, ia masih tak dapat dengan jujur mengakui perasaannya pada Lee Donghae, atau jika boleh jujur dia belum bisa merebut hati Donghae karena sepertinya Donghae sangat menyukai orang bernama Choi Siwon itu, yang entah bagaimana saat ini menjadi pengawas mereka
" apa kau tahu kalau kau itu… " Donghae menghentikan perkataanya, tidak mungkin ia mengatakan kalau sebenarnya Kibum sedang diincar oleh seseorang " ani " gumamnya lantas meninggalkan Kibum
Kibum masih diam ditempatnya, tidak berniat mengejar Donghae yang meninggalkannya lebih dulu. Pandangan matanya menatap lurus kebawah sementara tangan kanannya mengepal erat, entah apa yang sedang dipikirkannya saat itu tapi wajahnya terlihat sangat kesal. ia usap bibirnya menggunakan lengan kirinya sembari memutar balik badannya menuju arah Donghae pergi―menuju sekolah.
Markas Pusat
Kantor secretariat utama
" APA KATAMU " wakil kepala Song berteriak seolah semua isi perutnya keluar, dihadapannya berdiri ajudan Siwon yang menunduk dalam-dalam menghindari tatapan mata wakil kepala Song yang seperti ingin membunuh seseorang
" aku sungguh tidak percaya kalau dia sesembrono itu " wakil kepala Song menyeret kaki kanannya yang pincang " rupanya dia sudah merasa superior " seluruh berat tubuhnya ia tumpukan pada kedua tangannya yang sedang mencengkeram tongkatnya erat, dilihatnya sejenak ajudan Siwon yang tengah berdiri menunduk dihadapannya lantas beranjak meninggalkan tempat itu
Sementara itu di SM High School seseorang tengah merogoh ponselnya yang ada dalam saku celana, yang tengah bergetar pada saat pelajaran. Dengan hati-hati agar tak ketahuan guru ia membuka pesan yang masuk di ponselnya.
31 xx xxxx 11:12AM
From: Mr S
Sesuai rencana, habisi dia malam ini
Buru-buru dihapusnya pesan itu dan dimasukkannya kembali ponsel kedalam saku, berpura-pura memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh guru.
" apa aku sudah dinyatakan gagal? Apa aku akan ditarik dari misi ini? " Donghae memainkan jari-jemarinya, menunduk menghindari pandangan orang yang ada disebelahnya. Dia yang meminta Siwon menemuinya dibelakang gedung sekolah, sengaja untuk bertanya alasan Siwon datang ketempat ini tapi sejak tadi Siwon hanya diam, bersedekap sambil memperhatikan Donghae. Tak berkata sepatah katapun.
" apa kau… meragukan kemampuanku juga? "
" pak Park yang menemuiku " Siwon menggosok-gosok hidungnya yang gatal karena semilir angin tengah malam itu " dia memintaku untuk membantumu "
" tapi aku tak percaya kau memilih cara ini, lagipula ini adalah tugas yang dibebankan pada departemen kami… " Donghae menelan kembali apa yang ingin dia ucapkan dan hanya menghela napas. Ia sadar bahwa ia yang menelepon pak Park sambil kebingun layaknya amatiran. Selain itu tugas ini memang terlalu beresiko, wajar jika ia tak menginginkan ada kecerobohan. Meski begitu Donghae berpikir mengapa ia yang harus dikirim untuk misi ini jika semua orang bahkan Siwon tak mempercayai kemampuannya.
" sudahlah " Donghae menggosok-gosokkan telapak tangannya, mencoba menghangatkan diri. Karena terburu-buru keluar asrama ia sampai lupa membawa jaket, padahal udara saat ini cukup dingin " aku juga lupa melaporkannya, kemarin aku menemukan sebuah kancing di bawah wastafel toilet sekolah. Tapi tiba-tiba seseorang menyerangku dari belakang "
" apa? " Siwon menarik dan memeriksa tubuh Donghae, melihat apakah ada luka dikepalanya
" aku tidak apa-apa, hanya pingsan " ucap Donghae sembari menyingkirkan tangan Siwon yang ada dikepalanya
" apa kau sedang kesal? " tanya Siwon menyelidik, memperhatikan wajah Donghae yang tidak seperti biasanya serta sikapnya yang tak mau menatap matanya saat berbicara
" aniyo " dialihkannya wajahnya dari Siwon sembari menggelembungkan pipinya yang membuat Siwon tidak bisa menahan diri untuk tidak menciumnya. Siwon memegang pundang Donghae dan mendorong tubuhnya ke tembok tapi Donghae justru mendorong balik Siwon dengan segenap kekuatan yang dimilikinya hingga ia hampir terjatuh.
" aku bukan pemuas nafsu kalian " Donghae meninggalkan Siwon yang masih melongo―tidak mengerti dengan maksud perkataan Donghae. Ia sudah cukup kesal dengan tindakan tiba-tiba Kibum tadi pagi sedangkan Siwon tak mau memahami kekesalannya itu. Sekalipun Siwon adalah orang yang disukainya sejak dulu, tetap saja ia tidak dapat memaafkannya. Belakangan Siwon juga terlalu gampangan dan berani menyentuh Donghae sesukanya.
Melihat Donghae yang uring-uringan dan sudah semakin jauh Siwon memutar balik badannya, saat janji bertemu tadi ia sengaja melewati jalan yang berbeda dengan Donghae dan menghindari kecurigaan jika tiba-tiba bertemu seseorang, maka iapun akan melewati jalan yang sama seperti tadi, namun saat ia memutar badannya sebuah moncong pistol dengan peredam suara telah diarahkan tepat dikepalanya. Sementara orang yang tengah mengarahkan pistol ke kepalanya itu masih mengenakan seragam SM High School lengkap dengan penutup kepala berwarna hitam yang sukses menutupi wajahnya.
" kau berbahaya juga rupanya " ucap suara dibalik penutup kepala itu " bermain-main dengan bawahanmu? " ejeknya dan menyunggingkan senyum, meskipun senyuman itu tidak dapat dilihat oleh Siwon
" siapa kau? " tanya Siwon dengan suara menggeram, tak gentar oleh moncong pistol yang telah diarahkan kekepalanya. Orang dihadapannya itu hanya tertawa ringan, seolah kemenangan sudah menjadi miliknya
" karena peranmu akan segera berakhir, maka akan kuberi tahu kau sedikit rahasia " orang itu bersiap-siap menarik pelatuknya " CL " saat orang itu sibuk memperkenalkan diri Siwon berhasil mengunci pergelangan tangannya dan memukulnya dengan tangannya yang terbuka, pistol itu terjatuh. Tapi, lawan dihadapannya itu sepertinya cukup berpengalaman, dengan tangan kirinya ia tarik tangan kanan Siwon. Keduanya saling menendang dan tepat mengenai perut masing-masing. Mereka saling memegangi perut masing-masing.
Keduanya melihat kearah pistol yang tergeletak di tanah, laki-laki itu mencoba meraih pistolnya namun Siwon telah lebih dulu menendangnya. Oleh CL ditariknya kaki sebelah kanan Siwon hingga ia terjatuh tapi Siwonpun tak ingin kalah, ia kunci tangan yang telah menarik kakinya itu dengan teknik Taekwondo yang pernah ia pelajari selama di pelatihan. CL menaikkan kakinya hingga tepat kearah kepala Siwon, untuk menghindarinya Siwon melepaskan tangan yang tengah ia kunci itu. Keduanya melompat kebelakang, masih dengan posisi waspada, Siwon sedikit lengah karena tiba-tiba CL melompat kesamping kirinya, tepat dimana pistol yang ditendangnya tadi berada. CL berhasil mendapatkan pistolnya kembali dan menodongkannya kearah Siwon, namun pada saat yang bersamaan juga Siwon telah mengeluarkan pistol dari balik saku jaketnya dan menodongkannya tepat kearah CL. Tidak ada cara lain bagi Siwon untuk menghindar, jika memang diperlukan ia akan menggunakan pistolnya, sekalipun pistol miliknya tidak berperedam suara.
" mari mati bersama disini " ucap Siwon dengan nafas yang terengah-engah
" aku menyesal telah menyepelekanmu " CLpun kehabisan nafasnya dan mundur perlahan-lahan, dengan posisi masih tetap menodongkan pistolnya kearah Siwon. Begitu jarak mereka cukup jauh, dengan gerakan cepat CL melarikan diri, meninggalkan tempat perkelahian itu
Siwon menghela nafas lega, memasukkan kembali pistol kebalik jaketnya " kulepaskan kau…untuk saat ini " ia amati benda kecil yang ada ditangan kirinya. Saat mengunci tangan CL tadi, Siwon sempat menarik kancing dilengan blazernya. Ia simpan benda penting itu disakunya dan kembali menuju asrama.
" dari mana kau? " tanya Kibum begitu mendengar seseorang membuka pintu kamarnya
" bukankah kau sudah tidur? " tanya Donghae, pura-pura tidak mendengar pertanyaan dari Kibum, dan langsung menuju tempat tidurnya sendiri. Dikenakannya selimut untuk menghangatkan tubuhnya yang sejak tadi kedinginan.
Keduanya diam, tak berbicara selama beberapa menit. Diluar terdengar suara anjing penjaga yang menggonggong seolah memberikan isyarat akan ada hal buruk terjadi.
" apa kau tahu kalau aku putra presiden? " Kibum tiba-tiba menyinggung tentang ayahnya, dengan suara rendah Donghae mengiyakan pertanyaan itu dan menambahkan bahwa tidak ada orang di sekolah ini yang tidak tahu kalau Kibum adalah putra presiden
" apa menurutmu kelompok kudeta itu akan berhasil menumbangkan pemerintahannya? "
" apa kau khawatir? "
" kurasa aku…sedikit senang " ucap Kibum sembari menyunggingkan senyum tipis yang sudah pasti tidak akan bisa dilihat oleh teman sekamarnya itu
" apa menjadi putra presiden itu melelahkan? " pertanyaan itu tak mendapat respon dari Kibum karena ia telah jatuh tertidur
Markas Pusat BI
Kantor Deputi III bidang kontra intelijen
" periksa sidik jarinya " perintah Siwon sambil menyerahkan kantong plastic berisi kancing milik CL yang ia dapatkan semalam
" luar biasa " semua orang yang ada diruangan itu bertepuk tangan
" secepat itu kau mendapatkan bukti tentang mereka " Donghwa memukul-mukul bahu Siwon, bertingkah sok akrab yang akhirnya hanya membuatnya dipelototi oleh kepala Park
" aku harus segera kembali kesekolah, aku tidak ingin menimbulkan kecurigaan " ucap Siwon seraya bangkit dari duduknya
" aku akan membawanya dan melaporkannya padamu secepatnya " jawab pak Park, memasukkan plastic itu kedalam saku jaket kulitnya " Donghwa, selesaikan laporanmu " perintahnya sembari menunjuk wajah Donghwa
" ndeeeeeee " jawab Donghwa kurang bersemangat
Siwon meninggalkan tempat itu menuju basement untuk mengambil mobilnya, dan kembali menuju SM High School untuk melanjutkan penyamarannya sebagai seorang pengawas.
SM High School
Donghae tengah membasuh wajahnya untuk menghilangkan rasa kantuk. Pada jam-jam seperti ini memang saat yang paling cocok untuk tidur. Ia biarkan air yang menetes dari wajahnya dan memandangi kaca wastafel, mengingat kembali kejadian malam itu, ketika seseorang memukulnya hingga pingsan.
" kenapa kau bengong " Sungmin berdiri disebelah Donghae, sepertinya memiliki masalah yang sama dengannya―mengantuk.
" hyungie, tumben kau sendiri? " tanya Donghae begitu menyadari tidak ada Kyuhyun si anak setan disekitar Sungmin
" ia sibuk dengan PSP nya " jawab Sungmin seusai menutup kran
" aahhh menyebalkan sekali " keluh Sungmin, mengganti topic pembicaraan mereka tentang Kyuhyun
" waeyo? "
" aku kehilangan satu kancing lengan blazerku "
" bagaimana bisa? "
" entahlah, mungkin karena mesin cuci " ditariknya tisu untuk mengelap air ditelapak tangannya
" mana mungkin " Donghae ikut menarik tisu untuk mengelap tangannya
" buktinya Kyuhyun juga kehilangan satu kancing blazernya…disini " Sungmin menunjuk blazernya sendiri, tepat dikancing nomor tiga
" jinjja? " tanya Donghae tidak percaya, atau lebih tepatnya ingin memastikan cerita itu
Sungmin mengiyakan pertanyaan Donghae itu dan meninggalkannya terlebih dulu kembali ke kelasnya. Donghae memikirkan kembali kancing baju itu, ada kemungkinan salah satu dari kedua orang itu adalah pelakunya, scenario terburuknya kedua orang itu saling bekerja sama. Namun Donghae memikirkannya kembali, jika memang Sungmin terlibat dalam hal ini tak seharusnya ia menyebut tentang kancing itu, karena si pelaku pasti sangat mengerti bahwa kancing itu adalah petunjuk untuk menemukannya. Maka kesimpulan Donghae jatuh pada Kyuhyun yang bekerja seorang diri, tapi sebelum melaporkan hal ini pada markas ataupun Siwonnie, ia ingin menyelidikinya terlebih dulu.
Dengan tampang yang masih ragu ia tinggalkan toilet, ia ulang-ulang dalam ingatannya kemungkinan-kemungkinan yang mungkin luput dari pengamatannya.
" apa kau sedang main-main? " sebuah suara yang sangat ia kenal menegurnya " sebagai pengawas, aku berharap anak bimbingku serius mengikuti pelajaran "
" arasseo…arasseo… " Donghae berjalan lurus kekelasnya, mengabaikan Siwon yang tengah tersenyum mendengar jawaban tak bersemangatnya itu
" aku rasa kita harus segera memilih penggantiku " ucap Heechul pada saat makan malam
" kenapa mesti buru-buru, hyungie yang paling cocok menjadi ketua asrama ini "
" betul "
" iya, tidak terpikir yang lain " semuanya saling bersahutan memberikan pendapatnya
" tapi kurasa Bummie juga cocok " sela Heechul " bagaimana menurut pengawas? " Heechul mengalihkan pandangannya pada Siwon
" hmmm…kelihatannya ia dapat diandalkan " komentar Siwon, sembari mengamati Kibum yang masih sibuk mengaduk-aduk makanannya
" Donghae-ya, menurutmu bagaimana? " Heechul melontarkan pertanyaan yang sama pada Donghae " kau kan teman sekamarnya "
" eh? " Donghae bingung untuk menjawabnya, sejak tadi ia sibuk mengamati gerak-gerik Kyuhyun yang duduk disebelah Sungmin―tepat dihadapannya " hmm…kurasa " imbuhnya tidak begitu yakin
Mendengar nada suara Donghae yang tidak begitu yakin itu membuat Kibum sedikit kesal
" aku tidak mau, minta saja yang lain " tolak Kibum dingin, ia bawa tempat makannya yang sebenarnya masih penuh menuju dapur. Gerakannya itu kemudian diikuti oleh yang lain, yang sebenarnya sudah sejak tadi menyelesaikan makan mereka.
" kau lihat kan pengawas? " Heechul menyikut lengan Siwon " itu pengaruh yang dimilikinya "
Merasa tak mendapatkan apapun dari pengamatannya terhadap Kyuhyun, Donghaepun menyelesaikan makannya dan kembali kekamar. Kibum tengah membaca buku saat ia memasuki kamar.
" kenapa kau tidak mau? " tanya Donghae, tak memperdulikan atmosfer yang kurang bersahabat disekitar Kibum. Tapi Donghae sudah tahu kalau Kibum tidak akan mau menjawab pertanyaan darinya, maka dengan kesal ia tarik wajah Kibum untuk melihatnya " berhenti bersikap dingin " omel Donghae tapi seketika itu juga Kibum menarik Donghae dalam pelukannya.
" Siapa kau sebenarnya? " bisik Kibum ditelinga Donghae
Sementara itu Siwon masih seorang diri berada di meja makan, ia berharap pak Park segera mendapatkan hasilnya. Dia juga cukup percaya diri untuk menemukan kelompok itu, sementara Donghae bertugas menjaga Kibum. Ia akan berusaha sebisa mungkin menemukan persembunyian orang-orang itu. Ia sedikit terkejut saat ponsel disaku celananya tiba-tiba bergetar, pada layar ponselnya yang berkedip-kedip muncul nama orang yang sejak tadi ia pikirkan.
Calling
Kepala Park
Siwon menggeser tombol hijau dilayar ponselnya, mengangkat telepon yang ia yakin pasti tentang bukti yang dapat membimbingnya itu.
" yeoboseo? "
" Mungkin hasilnya diluar dugaan " ucap pak Park yang langsung membicarakan pokok permasalahannya, Siwon hanya mendengarkan dengan seksama tiap kata yang diucapkan oleh pak Park
" yang terbaca adalah sidik jarimu dan Kim Kibum―putra presiden "
Seketika Siwon bangkit dari bangkunya, masih dengan memegang ponsel ditelinga kirinya " tidak mungkin " gumamnya pada diri sendiri, terkejut dengan hasil tes sidik jari itu, ia tak menyangka kalau kasus ini serumit ini, karena dalam bayangannya tugas ini hanyalah untuk menjaga Kibum dan menemukan kelompok kudeta itu " Donghae… " imbuhnya dengan nada khawatir
TBC
Emmmmmmm….no comment deh
Aku masih kebingungan memunculkan adegan actionnya karena pelaku yang sesungguhnya belum muncul secara terang-terangan…
Ahhhhh frustasi, padahal aku sudah memikirkannya seharian
Kalau ada yang punya saran tentang adegan actionnya, boleh memberikan inspirasi untuk author ini, hehehe
Kemudian terima kasih untuk reviewnya :D
Mohon dukungannya XD
Salam
bububu
