Disclaimer : SUPER JUNIOR adalah milik orang tua dan agencynya

Cast : Lee DonghaeXKim KibumXChoi Siwon and other

Genre : Romance Action

Rating : T (bisa berubah sewaktu-waktu)

A/N : sebenarnya ini gak ada hubungannya sih, ada yang tahu pilemnya Donghae yang the Rumor gak? Tu pilem kan udah lumayan lama keluarnya, belum adakah link buat donlot? Kalo ada yang tahu *jebal* T_T

Summary : Lee Donghae, seorang agen intelijen rahasia tanpa catatan prestasi harus terpaksa menyamar sebagai anak SMU demi melindungi putra presiden yang tengah diincar oleh pembunuh bayaran. Tugas rahasia membuatnya harus kembali bersekolah di sekolah khusus putra SM High School dan tinggal di asrama namun, apa jadinya jika si target menolak keberadaannya? Mampukah ia melakukan misi dengan putra Presiden sebagai taruhannya?

MY LOVELY AGENT

Bububu

Chapter 5

Typos, ooc, oom, dll

.

.

.

.

.

Preview

Salah seorang dari anggota komplotan kudeta ternyata mengetahui keberadaan anggota Badan Intelijen dalam penyamarannya dan berhadapan langsung dengan Choi Siwon, pada saat itu Siwon berhasil mendapatkan bukti yang dapat membimbing mereka menemukan sosok pelaku itu. Namun, kenyataannya tak semudah yang dibayangkan karena sidik jari yang ditemukan pada barang milik pelaku penyerangan Siwon itu adalah Kim Kibum―si target pembunuhan itu sendiri.

Makam Pahlawan

Seorang laki-laki yang mengenakan tudung kepala tengah berjalan menembus guyuran hujan, melewati deretan makam para pahlawan yang pernah berjasa bagi Negara. Laki-laki itu berdiri didepan makam yang ia tuju, sebuah makam yang kelihatannya sudah cukup tua. Ia meletakkan bunga yang ia bawa didepan nisan tersebut, tangannya mengepal erat menahan amarah―yang telah ia pendam selama bertahun-tahun. Laki-laki itu memutar balik menuju arahnya datang tadi, ia tak berniat lama-lama berada disana, ditempat ayahnya dikuburkan.

SM High School

Siwon masih belum berani mengambil tindakan apapun terkait informasi yang diberikan oleh pak Park, mungkinkah ini sebuah kesalahan atau mungkin Kibum memang adalah salah satu anggota dari kelompok itu yang justru memanfaatkan keberadaannya sendiri sebagai putra presiden. Tapi apa untungnya bagi Kibum? Apa untungnya menjatuhkan kekuasaan ayahnya sendiri? Mungkinkah ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya adalah seorang putra presiden, melihat dari beberapa kasus yang pernah terjadi, kebanyakan anak politikus atau orang-orang yang memiliki kedudukan justru hidup dalam kesepian dan kehilangan sosok orang tua mereka. Mungkinkah Kibum juga salah satu dari anak-anak itu?

Sepanjang malam itu Siwon terus memikirkan motif Kibum untuk melakukan tindakan kudeta itu, serta upaya yang akan ia lakukan untuk memancing bukti lain yang dapat memperkuat dugaannya. Siwon berpikir untuk memberitahu Donghae terkait hal ini, agar ia bisa lebih waspada bahkan terhadap orang yang seharusnya ia jaga.

Siwon beranjak dari duduknya, mengambil ponsel yang ia letakkan dimeja kerjanya, hendak menghubungi Donghae untuk mengajaknya bertemu diluar, selain itu hari ini adalah hari libur, ia berencana untuk kembali ke markas dan melihat ulang hasil tes sidik jari itu, ia merasa belum puas sebelum melihatnya sendiri. Lamunannya buyar saat ia dengar seseorang diseberang mengangkat teleponnya, dengan suaranya yang masih mengantuk. Siwon sendiripun tak sadar bahwa ini masih pagi-pagi buta, ia sedikit linglung karena tak tidur semalaman memikirkan putra presiden.

" mianhae…aku membangunkanmu? " ucap Siwon lembut

" mmm…ada apa? " jawab Donghae sembari meregangkan tubuhnya yang terasa kaku

" ada yang harus kubicarakan, kita kembali ke markas dulu. Aku akan menyuruh seseorang mengawasi Kibum untuk sementara "

" hari ini? " keduanya malah hanya diam selama beberapa saat " tidak bisa, Kibum mengajakku kerumahnya " imbuh Donghae

" kau akan ke kediaman presiden? " Siwon sedikit terkejut dengan pernyataan Donghae, mengapa Kibum mengajak seseorang pulang bersamanya? Apakah ia merencanakan sesuatu, atau bahkan mungkin identitas Donghae sudah terbongkar?

" Donghae-ya, kau harus berhati-hati terhadap Kim Kibum " peringatan Siwon itu sekaligus menjadi penutup pembicaraan mereka

Pikiran Siwon kembali melayang-layang, ia memikirkan kemungkinan adanya mata-mata dalam anggota BI yang tak ia cium keberadaannya. Kalau dipikir-pikir ada yang aneh, mengapa ia diserang pada hari pertama kepindahannya disini, setidaknya itu menunjukkan bahwa identitasnya sudah diketahui oleh pihak lawan. Padahal sebagai anggota BI identitas tentang dirinya tak boleh bocor kepada siapapun, kecuali ada seseorang yang berhasil membobol database yang ada di markas pusat yang dioperasikan oleh hacker top class, sehingga kemungkinan untuk mengakses data tersebut menjadi sangat kecil.

" berpikir saja tidak akan cukup " Siwon mengambil jaketnya yang ada pada sandaran kursi dan beranjak meninggalkan ruangannya, ia merasa harus bertindak secepat mungkin

Sementara itu Donghae dan Kibum tengah bersiap-siap untuk berkunjung ke rumah Kibum, undangan ini terjadi seusai makan malam, Kibum yang entah mengapa belakangan ini sedikit uring-uringan masuk kamar terlebih dulu dan disusul oleh Donghae. Kibum tengah membaca buku saat ia memasuki kamar.

" kenapa kau tidak mau? " tanya Donghae terkait penunjukannya sebagai ketua asrama, tak memperdulikan atmosfer yang kurang bersahabat disekitar Kibum. Tapi Donghae sudah tahu kalau Kibum tidak akan mau menjawab pertanyaan darinya, maka dengan kesal ia tarik wajah Kibum untuk melihatnya " berhenti bersikap dingin " omel Donghae tapi seketika itu juga Kibum menarik Donghae dalam pelukannya.

" Siapa kau sebenarnya? " bisik Kibum ditelinga Donghae. Mendengar pertanyaan itu Donghae sedikit terkejut, ia berpikir kalau Kibum menyadari ada yang disembunyikan oleh Lee Donghae

" a-apa maksudmu? " tanya Donghae berusaha melepaskan diri dari pelukan Kibum namun tak bisa " aku tak bisa bernafas, bisa kau lepaskan aku " Kibum tak merespon permintaan Donghae

" bisakah kau diam sebentar saja " gumam Kibum yang mau tak mau membuat Donghae berhenti mencoba melepaskan diri " aku…mengetahui siapa pelaku yang ingin melakukan kudeta itu… " ucapan Kibum kali ini lebih mengejutkan Donghae dibandingkan dengan pertanyaan yang diajukan padanya sebelumnya, tapi Donghae berpura-pura tak ada hubungan dengan hal itu dan hanya mendengarkan " kurasa aku akan menemui ayahku… "

Kibum melepaskan Donghae dari pelukannya dan kembali menghadap buku yang tadinya ia baca, sedangkan Donghae hanya membisu sembari menatap Kibum lekat, tak begitu mengerti dengan apa yang ingin dikatakan oleh Kibum " jadi…apa kau mau ikut denganku? " tambah Kibum dengan suara yang sangat lirih

" mwo? " Donghae mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Kibum barusan sekalipun dengan suara yang amat lirih tapi tetap saja hanya kata-kata itu yang bisa keluar dari mulutnya, sementara hatinya tengah bersuka cita. Mengunjungi kediaman presiden? Ini sesuatu yang hanya bisa ia bayangkan sebelumnya, seorang agen intelijen tanpa catatan prestasi sepertinya takkan pernah diijinkan memasuki kawasan yang bisa diibaratkan seperti cagar alam itu―dilindungi. Bukan sembarang orang bisa masuk kesana. Tapi sekarang, kesempatan itu datang tanpa ia duga, sebagai teman dekat putra presiden dia memiliki keistimewaan itu.

" kenapa… kau mengajakku? " tanya Donghae, bersikap jual mahal

" entahlah, tapi aku hanya ingin menunjukkan padamu…seperti apa kehidupan putra presiden itu "

Maka siang itu keduanya dijemput oleh seorang supir yang bertugas khusus melayani keluarga presiden, seseorang yang tidak hanya harus memiliki surat ijin mengemudi, tapi juga seseorang yang memiliki kemampuan untuk melindungi mereka, jika sewaktu-waktu ada hal buruk terjadi. Pria yang menjemput mereka berdua bertubuh tinggi besar, posturnya seperti seorang bodyguard yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun. ia mengenakan pakaian resmi yakni setelan jas berwarna hitam dan sebuah sepatu hitam yang mengkilat. Dengan gesit laki-laki itu membukakan pintu mobil dan sembari membungkukkan kepala mempersilahkan kedua orang itu masuk.

" apa pak presiden ada dikediamannya? " tanya Kibum begitu orang itu memasuki mobil

" beliau sedang ada pertemuan dengan seorang diplomat dari Inggris " jawab laki-laki itu sambil memasukkan gigi mobil

" kau tak perlu seformal itu denganku Kangin-hyung " ucap Kibum, Donghae yang duduk disebelahnya hanya memandang keluar jendela sembari mendengarkan pembicaraan kedua orang itu

" bu presiden? "

" beliau sedang ada agenda peresmian Social School " Kibum menghela nafas mendengar jawaban Kangin " tapi beliau akan segera pulang jika acaranya selesai karena mereka juga sangat merindukan anda " Kangin mencoba menghibur

" apa kau tidak pernah pulang sebelumnya? " sahut Donghae

" tiga bulan yang lalu " Kibum melihat jam tangannya yang tepat menunjukkan pukul sepuluh " tapi tidak ada satupun orang dirumah "

Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai disebuah rumah yang sangat besar yang dikelilingi oleh pagar yang sangat tinggi dan juga memiliki penjagaan yang sangat ketat. Setiap sudut ruangan dilengkapi dengan CCTV. Donghae tidak henti-hentinya mengagumi tampat itu.

Laboratorium Forensik

Siwon memarkirkan mobilnya dan mengambil id yang ia letakkan didalam dashboard, dan berjalan menyusuri basement menuju gedung laboratorium yang berada di lantai paling atas tapi pandangannya teralihkan pada sebuah mobil yang sangat tidak asing baginya, sebuah mobil produksi luar negeri berwarna silver dengan plat nomor 32du 9953. Diamatinya mobil itu dengan seksama.

" sedang apa dia disini? " gumam Siwon seorang diri dan melanjutkan perjalanannya kembali

Sesampainya dilantai paling atas, ia tak langsung menuju keruang laboratorium melainkan memasuki ruang pengawasan dimana semua monitor CCTV berada. Ia menunjukkan id cardnya kepada petugas yang berjaga disana, kemudian petugas itu mempersilahkan Siwon untuk masuk. Diamatinya monitor yang menunjukkan nomor F-703―yakni camera yang berada di ruang laboratorium, ada beberapa orang yang mengenakan pakaian berwarna putih, tapi perhatiannya terfokus pada satu-satunya orang yang berambut putih ditempat itu dan tengah berdiri sembari memusatkan seluruh beban tubuhnya ke tongkat yang sedang ia cengkeram.

" wakil kepala Song, sudah kuduga " tak berapa lama setelah Siwon menyadari keberadaan wakil kepalanya itu, sosok itu terlihat meninggalkan ruang laboratorium. Siwonpun bergegas meninggalkan ruang pengawasan dan berlari menuju lift, ia berusaha agar keberadaannya tak diketahui oleh wakil kepala, karena kalau sampai wakil kepala menyadari keberadaan mobil Siwon di basement, kecurigaannya akan adanya mata-mata dalam kubu BI akan terbongkar. Begitu lift sampai di basement dan pintu lift terbuka, Siwon berlari menuju mobilnya. Tapi seketika ia menghentikan langkah begitu melihat sosok yang tengah menyilangkan kedua tangannya dan bersandar pada mobil wakil kepala Song, orang itu belum menyadari keberadaan Siwon karena sedang asyik mendengarkan music dari headset yang ia pasang dikedua telinganya, dengan langkah pelan Siwon menghampiri orang tersebut. Sosok itu terkejut saat Siwon berdiri disebelahnya, tapi kemudian ia tersenyum licik seolah-olah dirinya tidak sedang dalam masalah.

" Pengawas " gumamnya sembari melepaskan headset yang ia kenakan

Kediaman Presiden

Kibum mengajak Lee Donghae berkeliling rumahnya yang begitu luas dan dilengkapi system keamanan yang sangat ketat bahkan melebihi markas BI. Tidak ada celah sedikitpun bagi seorang penjahat menerobos pengamanan itu kecuali ia siap mati ditempat.

" kita mau kemana? " tanya Donghae sambil mengikuti Kibum yang jalannya lumayan cepat, mereka hanya berdua saja karena Kangin langsung kembali ke pos jaganya setelah mengantarkan mereka sampai rumah.

Tanpa menjawab pertanyaan Donghae, Kibum mengajaknya berbelok kesebuah ruangan yang sangat luas tapi gelap. Bau debu menyeruak kedalam hidungnya begitu mereka memasuki tempat itu. Ruangan itu dipenuhi dengan rak-rak yang sangat tinggi. Kibum menyalakan lampunya begitu mereka memasuki ruangan dan menutup pintunya.

" ini… " gumam Donghae sembari mengamati isi ruangan tersebut

" ruang arsip " jawab Kibum singkat, berjalan menyisiri ruangan itu untuk mencari buku

" kau diijinkan masuk kemari? " Donghae mengikuti dibelakang Kibum, mengamati apa yang sedang dicarinya

" tidak " diambilnya sebuah buku yang sangat tebal diantara deretan-deretan buku dalam rak " tapi mereka tidak akan ada yang berani mengatakan apa-apa selama pak presiden tidak ada, sekalipun ruangan ini dilengkapi dengan empat buah CCTV disetiap sudutnya " Kibum meletakkan kembali buku yang diambilnya tadi dan mengambil yang lainnya. Tapi tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan mengatakan bahwa ayah dan ibu Kibum sudah pulang dari acara mereka dan tengah menunggu keduanya di meja makan. Kibum menarik tangan Donghae dengan cepat sembari meletakkan begitu saja buku yang dipegangnya.

" tunggu…tunggu…apa aku sudah terlihat rapi " ucap Donghae, ia merasa tegang karena akan bertemu dengan presiden secara langsung

" kita tidak sedang dalam rapat " jawab Kibum tak acuh

Donghae berjalan mengikuti Kibum menuju ruang makan, disana telah menunggu seorang wanita dan seorang pria yang tidak lain adalah presiden dan sang istri. Kedua orang itu tersenyum ramah saat melihat Donghae dan putranya muncul, keduanya mempersilahkan Donghae duduk.

" terima kasih sudah mau berkunjung kemari " ucap sang presiden dengan suaranya yang sangat indah, seperti seorang penyanyi. Sang presiden berperawakan sedang, sekalipun saat ini ia tengah dalam masalah tapi pembawaannya terlihat santai, dia adalah Kim Jongwoon―ayah dari Kim Kibum. Sementara itu sang ibu Negara memiliki karakter keibuan yang sangat kuat, lemah lembut dan sangat perhatian, wanita berambut panjang yang sangat cantik―Kim Ryewook.

" a…itu…saya merasa terhormat telah diijinkan memasuki tempat ini " jawab Donghae gugup

" terima kasih sudah berteman dengan putra kami " ucap Ryewook yang hanya dijawab dengan sebuah senyuman kaku oleh Donghae

" apa kau sehat? " tanya ayah Kibum kepada putranya

Kibum menyuapkan potongan steak yang telah dihidangkan sebelumnya kedalam mulutnya " baik " jawabnya singkat

Mereka melanjutkan makan tanpa ada yang berkata sepatah katapun, suasana seperti ini membuat Donghae semakin canggung dan merasa salah tempat.

" ada yang ingin kubicarakan dengan kalian berdua " ucap Kibum sembari meletakkan pisau dan garpunya

" sayang, bisakah kita bicarakan itu setelah makan saja " sela Ryewook

" ayah…kumohon menyerahlah dari jabatanmu yang sekarang " ucap Kibum mengabaikan peringatan ibunya " kembalilah menjadi… "

" ikut ke ruang kerjaku " potong Kim Jongwoon sembari meletakkan garpu dan pisaunya, lantas bangkit dari tempat duduknya. Kibumpun ikut beranjak dari tempat duduknya, berjalan dibelakang sang ayah.

" maaf sayang, lanjutkan makanmu ya… " ucap Ryewook merasa tak enak pada Donghae dan ikut serta pergi meninggalkan Donghae yang menikmati makannya seorang diri.

Basement laboratorium Forensik

Sosok yang berdiri dihadapan Siwon itu memasukkan mp3nya kedalam saku celana, kemudian tanpa aba-aba menyerang Siwon tepat di pundaknya, Siwon membalas tendangan itu dan membuat laki-laki itu terpental diantara dua sisi mobil. Siwon menarik kerah baju orang itu dan memaksanya untuk berdiri, saat Siwon hendak melayangkan tinju ke wajah orang itu, dia menangkisnya dan mencengkeram tangan Siwon, tangan kanan orang itu menekan sikut kanan Siwon yang tengah mencengkeram kerah bajunya dan kaki kanannya berhasil menendang Siwon tepat didadanya. Siwon terlempar kebelakang tapi segera bangkit dari posisi jatuhnya.

" kau…CL kan? " tanya Siwon, ia memasang kuda-kuda bersiap untuk menyerang " ketua asrama " imbuhnya dengan menggertakkan gigi

" tepat sekali " keduanya melayangkan tendangan pada timing yang bersamaan dan terjatuh pada saat yang bersamaan pula, namun Siwon yang memiliki reflex yang lebih baik dari CL dapat bangkit terlebih dulu dan menonjok pipi sebelah kiri CL. Pada pukulannya yang kedua CL berhasil menendang pundak kiri Siwon.

CL mengusap ujung bibirnya yang sobek, ia lihat darahya yang menempel di ujung-ujung jarinya dan dengan wajah yang penuh amarah ia mengeluarkan sebuah pistol―pistol yang sama dengan yang dilihat Siwon pada malam itu.

" kurasa tidak ada salahnya membunuhmu disini " geramnya " apa kau tidak pernah belajar sopan santun untuk tidak melukai wajah lawanmu? " gumamnya lagi sembari menarik pengaman pistolnya

" HENTIKAN " teriak sebuah suara dibalik punggung Siwon, keduanya melihat kearah suara itu yang tidak lain adalah wakil kepala Song " CL turunkan pistolmu " atas perintah itu CL memasukkan kembali pistolnya dan membersihkan bajunya yang kotor akibat perkelahian tadi

" apa kau mencurigaiku? " ucap wakil kepala Song, menghampiri Choi Siwon yang masih berdiri dalam posisi waspada " kau tenang saja, awasi saja semua bawahanmu " lantas ia berlalu menuju mobil Silvernya. CL yang mengemudikan mobil itu juga ikut masuk, namun sebelumnya ia membuka kaca mobil dan mengucapkan salam perpisahan pada Siwon.

" sampai ketemu lagi di asrama, Bapak Pengawas "

Kediaman presiden

Seorang pelayan mengantarkan Donghae untuk beristirahat, orang itu membimbingnya menuju kamar tamu

" itu…kamar siapa? " tanya Donghae pada pelayan yang sedang membuka pintu kamar untuknya

" tuan muda " jawab pelayan itu melihat arah yang ditunjuk oleh Donghae " sesekali ibu presiden menempatinya, ketika ia merindukan tuan muda " pelayan itu mempersilahkan Donghae memasuki kamar

" jika ada yang anda butuhkan, silahkan tekan saja angka 5 pada tombol yang ada disebelah lemari itu " imbuhnya memberika penjelasan dan meninggalkan Donghae sendiri

Donghae meletakkan tasnya diatas tempat tidur dan mengamati sekeliling tempat itu, mengecek apakah didalam kamar itu juga terpasang kamera CCTV. Begitu telah yakin bahwa tak ada benda yang mencurigakan tersebut, ia tiarap didekat pintu, ditempelkannya telinga kelantai dan memfokuskan indra pendengarnya. Ia tak mendengar suara apapun didekatnya, hanya suara detik jam tangannya, maka iapun segera bangkit dan dengan gerakan yang sangat pelan ia membuka pintu kamarnya. Melihat tak ada bayangan siapapun, ia berjinjit menuju kamar yang dikatakan sebagai kamar Kim Kibum oleh pelayan tadi, namun pintu kamar itu terkunci. Donghae mengeluarkan sebuah penjepit kecil yang ia selipkan dalam lipatan kemejanya namun ia membatalkan niatnya itu begitu merasakan ada sebuah kamera CCTV yang sedang mengawasi gerak-geriknya, iapun kembali kekamarnya dan mengunci pintu kamar.

Donghae membongkar-bongkar isi tasnya, namun pada saat itu seseorang membekap mulutnya dari belakang dan menodongkan sebuah pistol di pelipisnya. Donghae tak bergerak, ia sangat mengenal orang yang tengah menodongkan pistol padanya itu, bau yang sangat ia kenal―Kim Kibum.

" aku tahu siapa kau " ucap Kibum ditelinga Donghae

TBC

Hmmmmmmm….gimana ya? Mwolla…

Sepertinya kisah si agen intelijen tanpa catatan ini akan segera berakhir, nantikan kisahnya ya…wkwkwkwk

Terima kasih yang sudah memberikan coment positif di chapter one step forward ya, ditunggu lagi komennya di chapter ini.

Salam

bububu