Disclaimer : SUPER JUNIOR adalah milik orang tua dan agencynya
Cast : Lee DonghaeXKim KibumXChoi Siwon and other
Genre : Romance Action
Rating : T (bisa berubah sewaktu-waktu)
A/N : tugasmenumpuktugasmenumpukmenumpuktugasmenumpuk
Summary : Lee Donghae, seorang agen intelijen rahasia tanpa catatan prestasi harus terpaksa menyamar sebagai anak SMU demi melindungi putra presiden yang tengah diincar oleh pembunuh bayaran. Tugas rahasia membuatnya harus kembali bersekolah di sekolah khusus putra SM High School dan tinggal di asrama namun, apa jadinya jika si target menolak keberadaannya? Mampukah ia melakukan misi dengan putra Presiden sebagai taruhannya?
MY LOVELY AGENT
Bububu
Chapter 6
Typos, ooc, oom, dll
.
.
.
.
.
Preview
Siwon ingin memastikan hasil dari tes sidik jari itu dan berangkat menuju laboratorium forensic, namun disana ia melihat keberadaan wakil kepala Song. Kecurigaannya akan adanya mata-mata di kubu BI semakin kuat dan pada saat akan meninggalkan tempat itu ia harus sekali lagi berhadapan dengan CL yang tidak lain adalah ketua asrama Handsome Dorm―Kim Heechul. Sementara itu Kim Kibum mengajak Lee Donghae untuk mengunjungi kediamannya, akan tetapi pada saat itu tiba-tiba Kibum menodongkan pistol di pelipis Donghae.
" aku tahu siapa kau " ucap Kibum ditelinga Donghae " tidak bisakah kau hentikan ini? " Donghae merasakan hawa panas yang keluar dari mulut Kim Kibum karena tubuh mereka yang begitu dekat, tapi Donghae hanya membisu dan tak bergerak sedikitpun.
Kim Kibum melemparkan pistol yang ditodongkannya kearah Donghae keatas tempat tidur, kemudian memeluk Donghae dengan erat.
" kau…putra dari kapten Lee kan? " gumam Kibum yang mau tak mau membuat mata Donghae terbelalak " dan aku tahu kalau kau adalah seorang agen intelijen " imbuhnya
" a…apa maksudmu? " ucap Donghae tergagap, ia melepaskan tangan Kibum yang tengah memeluknya dan membalikkan badan menatap wajah Kibum yang terlihat sedih
" aku…menyelidiki latar belakangmu " seolah petir menyambar kepala Donghae saat Kibum mengatakan itu, ia tak menyadari kalau selama ini dirinya telah diawasi, padahal ia berusaha menjadi seseorang yang tidak menonjol bahkan dalam BI sekalipun.
" lantas apa kau akan…"
" kumohon hentikan " potong Kibum " semuanya hanyalah kesalahpahaman "
" mwo? " Donghae sedikit tidak menyukai kata-kata yang diucapkan Kibum " kesalahpahaman katamu? Jadi maksudmu kematian ayahku adalah sebuah kesalahpahaman? "
" karena kau sudah mengetahui siapa aku sebenarnya, kurasa tidak ada gunanya lagi menyembukan semuanya " Donghae menatap mata Kibum lekat-lekat dan begitu sebaliknya " aku adalah putra kapten Lee yang terbunuh pada misi penyergapan di Korea Utara 17 tahun yang lalu, dan aku adalah Lee Donghae, yang tengah melakukan aksi kudeta kepada presiden " Donghae mengepalkan kedua tangannya, berusaha menahan amarah yang meluap-luap
" aku akan menceritakan semuanya padamu, dan kita lihat apakah kau masih berpikir bahwa ini sebuah kesalahpahaman "
Presiden Kim, Kapten Lee, dan Kepala bagian Park dulu adalah sahabat yang bersama-sama menjalankan misi penyergapan ke Korea Utara. Ketiganya ditugaskan untuk membawa kembali seorang ilmuwan yang kabur membawa prototype hasil penelitian yang dikembangkan Korea Selatan. Ketiganya memasuki territorial Korea Utara menggunakan identitas palsu demi menghindari terjadinya peperangan. Namun, pada misi itu, ada seseorang yang dengan sengaja membocorkan informasi kepada lawannya, mereka bertigapun akhirnya menjadi buronan di Korea Utara.
Misi penyergapan itupun akhirnya berubah menjadi misi melarikan diri, namun yang berhasil lolos pada saat itu hanyalah presiden Kim, sedangkan kedua lainnya dinyatakan tewas dalam misi. Kasus ditutup begitu saja, tanpa benar-benar memastikan kebenaran berita itu. Kemudian, 5 tahun setelahnya Kepala bagian Park kembali ke Korea Selatan, menemui Donghae yang masih duduk di bangku SMP. dia menceritakan segala hal yang terjadi di Korea Utara, tentang presiden Kim yang mengkhianati mereka. Maka sejak hari itu, kebencian dalam hati Donghae tumbuh. Ia berniat membalaskan dendam ayahnya kepada Kim Jongwoon yang saat itu masih menjabat sebagai Komandan Kepolisian.
Dengan saran dari Kepala bagian Park, ia memutuskan untuk bergabung dengan BI, karena dengan begitu akan lebih mudah baginya dalam mencari informasi. Misinya saat itu hanyalah untuk mencari tahu motif Presiden Kim membunuh ayahnya tapi, amarah Donghae muncul ketika Komandan Kepolisian itu diangkat sebagai presiden. Dia tidak rela jika penjahat itu, yang hidup diatas mayat ayahnya menjadi pemimpin Negara ini. namun, saat itu ia masih dalam pelatihan dan belum bisa melakukan apa-apa.
" apa kau bisa menjelaskan padaku…kesalahpahaman itu? " mengingat kembali tentang ayahnya membuat Donghae meneteskan air mata. Kibum berusaha mendekat tapi Donghae mundur dan menghindarinya.
" aku…belum bisa mengatakan apapun, hanya saja aku mohon kau percaya padaku…bahwa ini semua adalah…"
" mustahil " potong Donghae "mustahil aku percaya padamu, bahkan setelah kau menyelidiki latar belakangku " meskipun mengatakan demikian, Donghae tak tahu lagi apa yang harus ia perbuat setelah ini. bisa saja Kibum melaporkannya dan hancurlah semua rencana yang ia susun selama bertahun-tahun. tapi, entah mengapa Donghae percaya bahwa Kibum tidak akan mengatakan apa yang ia ketahui pada siapapun.
Asrama SM High School
Siwon semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi, setelah terbongkarnya identitas penyerang Donghae yang tidak lain adalah putra presiden sendiri membuatnya berpikir mungkin kasus ini akan segera selesai. Tapi kenyataannya tidak semudah yang ia bayangkan, terlalu banyak pihak yang terlibat dalam hal ini. ia mencoba merangkai semua kejadian yang berhubungan dengan kasus kudeta tersebut.
Kibum adalah penyerang Donghae yang berarti dia adalah pelaku kudeta itu, ketua asrama adalah mata-mata yang dicurigai oleh Siwon dan orang yang telah mengirimnya ternyata adalah wakil kepala Song. Jangan-jangan dipilihnya Lee Donghae dalam kasus ini juga bukanlah sebuah kebetulan. Kenapa semuanya semakin tampak buram. Siapa sebenarnya dalang dibalik aksi kudeta itu?
Bunyi ponsel yang ia letakkan dimeja membuat lamunan Siwon buyar, display handphonenya tidak menunjukkan nomor orang yang memanggilnya. Dengan agak ragu ia mengangkat panggilan itu.
" halo…" sapa Siwon dengan suara yang direndahkan
Pemanggil yang ada diujung telepon itu tidak menjawab sapaan Siwon
" halo… " sapa Siwon sekali lagi
" aaaaa…selamat siang, Kepala secretariat utama " suara itu sangat kecil, seolah pemilik suara itu baru saja menghirup helium
" siapa ini? " tanya Siwon penuh kewaspadaan
" hooooo… anda tidak perlu tahu siapa saya, cukup dengarkan saja apa yang akan saya sampaikan ini "
Siwon dengan tenang mendengarkan apa yang dikatakan orang itu.
" apa anda mengenal Lee Donghae? " tanyanya diiringi tawa
Pertanyaan itu membuat Siwon sedikit terkejut, siapa sebenarnya orang yang menghubunginya ini.
" aaahhh iya, saya lupa. Saya yang meminta anda untuk mendengarkan saja " orang itu menjawab pertanyaannya sendiri seolah sedang melakukan monolog " kalau begitu….apa anda tahu kasus penyergapan ke Korea Utara 17 tahun yang lalu? "
Orang itu berhenti sejenak, sedangkan Siwon masih belum paham apa yang sebenarnya ingin dibicarakan oleh orang itu.
" tentu saja anda tidak tahu ya… " lanjutnya " saat itu anda masih kecil kan? " ia tertawa―menertawakan kebodohannya sendiri yang menanyakan hal yang sudah jelas ia tahu jawabannya.
" akan kuberitahu anda, kasus yang melibatkan presiden, Kepala bagian Park―bawahan anda dan seorang lagi yang meninggal pada misi itu, kapten Lee―ayah dari Lee Donghae, orang yang sangat anda cintai " ucapan laki-laki itu membuat mata Siwon terbelalak,keringat dingin menetes dipelipisnya. Apa maksud ini semua, siapa orang yang memberikan informasi padanya ini.
" apa kau percaya kalau seorang anak akan mewakili bakat yang dimiliki oleh ayahnya? " orang itu berdehem " aku mengijinkan anda menjawab " perintahnya
" mu…mungkin "
" kalau begitu…kuberi tahu anda, Kapten Lee adalah salah satu agen intelijen terbaik dimasanya " bayangan wajah Donghae seketika berkelebat dibenak Siwon
" apa anda percaya kalau anak dari agen intelijen terbaik di eranya hanyalah seorang agen tanpa catatan prestasi? "
" apa maksudmu? " kini Siwon mulai terpancing emosi
" bukankah sudah jelas " orang itu tertawa menjengkelkan " Lee Donghae, yang sangat kau cintai itu tidak seperti yang kau bayangkan selama ini " dengan sepihak orang itu memutuskan sambungan teleponnya.
" halo…halo…" teriak Siwon sekuat tenaga, meskipun ia tahu itu percuma.
Dilemparkannya ponsel ke meja. Menyandarkan bahu dan kepalanya ke kursi sembari menatap langit-langit kamarnya.
" apa lagi ini.. " gumamnya lirih, kasus kali ini benar-benar membuat mentalnya rapuh " jika demikian… tak ada cara lain selain menghentikannya kan? " imbuhnya dengan nada penuh penyesalan.
Kediaman Presiden
" aku tak peduli apa yang akan kau lakukan, aku tak bisa berhenti begitu saja hanya karena kau memintaku " Donghae membuang muka dari Kibum " aku pulang " diambilnya tas diatas tempat tidur, namun Kibum mengehentika Donghae.
" kita pulang sama-sama, aku tidak ingin kau dicurigai " ucap Kibum tenang
Donghae hanya menatapnya dengan tatapan bingung, bukankah ia adalah criminal yang berniat menghancurkan pemerintahan yang dipimpin oleh ayahnya. Tapi kenapa Kibum masih memperlakukannya dengan baik.
Donghae melepaskan tangan Kibum yang memegang tangannya, kemudian menarik kerah Kibum dan mencium bibirnya dengan ringan dan mendorongnya kebelakang agar menjauh.
" ucapan terima kasih "
Kibum tersenyum simpul. Inilah kenapa ia sekarang menjadi orang yang ragu-ragu.
" sebelum itu…ada yang ingin kutanyakan " ucap Kibum " apa kau…menyukai pengawas asrama? " Kibum menatap Donghae lekat. Melihat wajah Donghae yang memerah merespon pertanyaannya, membuatnya sedikit cemburu.
Kibum menghela napas dan berjongkok sembari menyembunyikan wajahnya. Melihatnya yang tiba-tiba berjongkok, secara reflex Donghaepun melakukan hal yang sama. Disentuhnya kepala Kibum lembut.
" kau…tidak apa-apa? " tanya Donghae khawatir
bagaimanapun…aku tak bisa melawanmu, batin Kibum
TBC
Jreeng…jreeng…akhirnya update juga XD
Maaf, karena updatean yang sangat sangat sangat #$%#4 lama ini. tapi, karena belakangan ini sedang banyak waktu luang, aku berharap bisa menyelesaikannya dengan segera.
Semoga masih ada yang menunggu kelanjutan dari fic ini dan Terima kasih yang tidak lupa meninggalkan coment, bagi author sepatah dua patah kata dari pembaca itu seperti engine yang dapat mendorong niat menulis author. Jadi…jangan bosan menulis komennya ya
Salam
bububu
