Disclaimer : SUPER JUNIOR adalah milik orang tua dan agencynya

Cast : Lee DonghaeXKim KibumXChoi Siwon and other

Genre : Romance Action

Rating : T (bisa berubah sewaktu-waktu)

A/N : tidak usah berlama-lama, langsung saja

Summary : Lee Donghae, seorang agen intelijen rahasia tanpa catatan prestasi harus terpaksa menyamar sebagai anak SMU demi melindungi putra presiden yang tengah diincar oleh pembunuh bayaran. Tugas rahasia membuatnya harus kembali bersekolah di sekolah khusus putra SM High School dan tinggal di asrama namun, apa jadinya jika si target menolak keberadaannya? Mampukah ia melakukan misi dengan putra Presiden sebagai taruhannya?

MY LOVELY AGENT

Bububu

Chapter 8

Typos, ooc, oom, dll

.

.

.

.

.

Preview

Pak Park menceritakan hal yang berusaha ditutupi oleh Siwon di tengah meeting, tentang kebenaran siapa Lee Donghae yang sesungguhnya. Sementara itu Donghae dan Kibum meninggalkan asrama SM High School setelah Kibum melumpuhkan Heechul yang berusaha menghentikannya. Pertempuran yang semakin mendekati klimaksnya.

Markas BI

" apa yang mau kau katakan pak Park " bentak wakil kepala Song tak sabaran

" tentang…kasus 17 tahun yang lalu, tentang hubungan antara Lee Donghae dan Kapten Lee yang terbunuh pada peristiwa penyergapan itu " Siwon terkejut mendengar pernyataan kepala bagian Park, kenapa ia mendapat telpon yang sama? Kenapa ia tak melaporkannya kepada Siwon? Dan kenapa dia baru mengatakannya sekarang. Padahal Siwon berusaha keras untuk menutupi fakta yang telah ia ketahui itu. Ia takut hal ini akan membuat Donghae dalam posisi menjadi tersangka.

" apa maksud anda? " tanya Kepala Han

" anda pasti tahukan, berita yang menghiasi media selama berminggu-minggu itu. Nasib tragis yang dialami rekan saya yang sangat saya sayangi itu " semua orang menjadi tenang,lebih tepatnya terkejut dengan apa yang didengar barusan.

" Lee Donghae adalah putra dari Kapten Lee " raut penuh kesedihan terpancar di wajah pak Park

" Ini Gila… " gumam Donghwa

" Jadi, anda ingin mengatakan bahwa mungkin saja ini semua adalah ulah dari putra kapten Lee yang berniat untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya? " Kepala Han menutup file kasus yang sebelumnya tengah ia bolak-bolak

" Saya tidak ingin mendengar drama klise semacam itu " imbuhnya dengan wajah yang tegas

" Tapi sayangnya saya setuju dengan apa yang dikatakan Pak Park " sahut Wakil Kepala Song yang tiba-tiba berdiri dari duduknya

" Saya mendapatkan laporan dari CL bahwa agen Lee Donghae yang telah ditugaskan oleh tuan Kepala Sekretariat Utama baru saja meninggalkan asrama bersama putra presiden Kim Kibum "

" APA?! " wajah-wajah terkejut menghiasi seluruh anggota rapat, seketika ruang rapat menjadi gaduh. Sementara itu Siwon masih mematung, tak ingin memahami kondisi yang tengah terjadi saat ini. Mungkinkah orang yang sangat dicintainya adalah penjahat yang tengah ia buru selama ini.

Sementara itu Donghae dan Kibum

" Aku tak tahu apa yang tengah kau rencanakan " ucap Donghae yang merasa dibuat bingung oleh sikap Kim Kibum

" Bukankah kau ingin menyanderaku agar dapat mengancam ayahku bukan? " Kim Kibum merebahkan tubuhnya dibangku yang ada di pinggir jalan " Sejujurnya aku juga ingin dia berhenti menjadi presiden "

Donghaepun ikut duduk disebelah Kibum

" Kau tidak cocok dengan misi semacam ini " ejek Kibum, tapi Donghae hanya diam tak membalas ejekan itu " Hatimu terlalu lemah, takut menyakiti orang "

" Kau belum mengenalku, tutup mulutmu " ucap Donghae sembari menatap wajah Kibum yang duduk disebelah kanannya

" Kau sudah salah paham " Kibum membalas tatapan Donghae " Ayahku tidak pernah mengkhianati ayahmu "

" Apa yang kau tahu, saat kasus itu terjadi kau bahkan lebih kecil dari aku…"

" Tapi aku tidak bodoh " potong Kibum

" MWO?! " Donghae naik pitam, dia menarik lengan Kibum dan menyeretnya " Kita harus segera pergi " ucapnya

Basement Markas BI

" Sebenarnya apa yang sudah dia lakukan, dasar bodoh! " teriak pak Park " Padahal sejauh ini semua berjalan dengan lancar, kenapa dia tak membunuh mata-mata Song itu " gumamnya seorang diri

Pak Park mengeluarkan ponsel dari saku celananya, dan melakukan panggilan

" Rencana berubah " ucapnya begitu telepon itu tersambung " Habisi dia juga " tutupnya dan kemudian menghubungi nomor lainnya lagi

" Kau sudah ditempatl? "

" Iya, aku sudah membawanya " balas orang diseberang teleponnya

" Suruh dia menghubungi ayahnya, aku akan segera kesana "

1 jam sebelumnya

" Saya mendapatkan laporan dari CL bahwa agen Lee Donghae yang telah ditugaskan oleh tuan Kepala Sekretariat Utama baru saja meninggalkan asrama bersama putra presiden Kim Kibum "

" APA?! " wajah-wajah terkejut menghiasi seluruh anggota rapat, seketika ruang rapat menjadi gaduh.

" Saat ini CL sedang mengikuti mereka "

" Bagus " ucap Kepala Han "Aku yakin dia akan menghubungi presiden. Sekretariat utama, kau bawa timmu untuk mengawal presiden "

" N-Ne " Jawab Siwon tidak kehilangan profesionalismenya

" Timku akan segera menuju lokasi "

" Beri tahu mata-matamu itu agar tidak kehilangan jejak mereka " imbuh Kepala Han kepada wakil kepala Song

Disebuah gudang kosong

Donghae mengikat tubuh Kibum diatas sebuah kursi, tapi Kibum tak menunjukkan perlawanannya sama sekali.

" Apa yang sedang kau rencanakan? " tanya Donghae sembari mengencangkan ikatan pada tubuh Kibum

Kibum menghela napas " saat ini kau tengah melampiaskan kemarahanmu pada orang yang salah "

" tutup mulutmu " potong Donghae

" akan kuberitahu kau sesuatu yang menarik " ucap Kibum " pak presiden tidak akan pernah datang kemari, dia adalah laki-laki yang tak akan meninggalkan kantornya sekalipun kau membakar kantor itu " nada sinis terlukis jelas pada setiap kata-kata Kim Kibum

" dia lebih rela putranya mati dibandingkan harus turun dari singgasananya, ya…dia adalah ayahku " Kibum menatap lurus kearah lantai " aku membenci ayahku melebihi kebencian yang kau miliki " dilihatnya Donghae yang kini tengah berdiri mematung

" aku takkan menyalahkanmu atas semua ini, kuijinkan kau membawaku kemari karena aku tahu apa yang kau lakukan itu akan sia-sia " Kibum mulai terkekeh

" MWO? " Donghae terkejut dengan pengakuan yang dilakukan oleh Kibum " morago? " teriaknya

" aku memandangmu terlalu tinggi, kupikir kau cukup cerdik untuk mengetahui bahwa semua ini adalah tipuan " Donghae mecengkeram wajah Kim Kibum, mata keduanya saling beradu " kau tak punya pilihan lain, aku sudah membongkar identitasmu pada kepolisian. Kau…dan semua orang yang terlibat dalam rencanamu akan segera berakhir, kecuali kau lebih memilih untuk mati saat ini " imbuh Kibum merasa puas

Tiba-tiba sebuah laser diarahkan tepat dikepala Donghae, ia tengah dibidik oleh seorang sniper. Kibum bangkit dari duduknya, masih dengan posisi tubuh yang terikat dikursi. Menghalangi laser itu mencapai kepala Donghae. Seseorang entah dimana tengah bersembunyi untuk menghabisi nyawa Donghae, orang itu kini tengah menarik pelatuknya, sembari menunggu targetnya terbidik dengan sempurna.

" kau…akan mati " ucap Kibum seraya mendorong tubuh Donghae kebelakang dengan menggunakan badannya, tepat pada saat itu sebuah peluru melesat menggores baru sebelah kiri Kibum.

Si sniper merasa panic karena keberadaanya telah diketahui, sementara targetnya meleset. Disaat ia tengah membidik untuk yang kedua kalinya dibelakangnya muncul seseorang.

" itu tak akan berhasil " ucap orang itu dan menendang si sniper tepat diwajahnya, seketika hidungnya mengalirkan darah. Si sniper berusaha bangkit dari posisi jatuhnya tapi dengan cekatan orang itu memukul tengkuk si sniper dan membuatnya pingsan.

" kau baik-baik saja? " tanya Donghae mencoba bangkit dan membantu Kibum, dilepasnya ikatan di tubuh Kibum. Donghae mengikat luka Kibum dengan sapu tangan miliknya.

" acting yang sangat bagus " ucap Kibum sembari meringis menahan sakit "aku kira kau akan benar-benar menghancurkan wajahku " guraunya

" tutup mulutmu " sergah Donghae

" kenapa aku harus? " Kibum memegang erat lengan kiri Donghae yang tengah sibuk merawat lukanya " ini semua akan berakhir dan kau akan kembali pada orang itu kan? "

" siapa yang kau maksud? "

" kau tahu siapa yang kumaksud " Kibum terus menyerocos layaknya orang yang mulai kehilangan kesadaran " apa kau menganggapku sebagai anak kecil? Tak bisakah kau melihatku seperti kau…"

Donghae menutup mulut Kibum dengan tangan kanannya " sudah kubilang tutup mulutmu " menyibakkan poni didahi Kibum dan mencium keningnya

" ini belum berakhir, musuh yang sebenarnya akan segera tiba " ucap lee donghae.

TBC

Sudah lama ya…aku hampir lupa dengan apa yang coba kutulis tapi kuucapkan terima kasih untuk review di chapter sebelumnya. Aku akan berusaha untuk menyelesaikan ff ini jadi jangan bosan menunggunya ya, Dan…jangan lupa untuk meninggalkan jejak di chapter ini juga :D

Salam

bububu