Luhan
Remake from Pheobe's novel "Claire"
Hunhan as Maincast
GS(Genderswitch) for uke, Typo(s)
Louise Lake terlihat brilian seperti biasanya. Warna biru tua yang nyaris kehijau-hijauannya kembali menyejukkan hati dan kepala Sehun. Ada beban besar yang menyelubunginya sekarang. Wanita yang mendapat anugrah harta yang berlimpah itu sudah memaksa Sehun untuk memperhatikannya lebih dari yang seharusnya.
Luhan ternyata seorang wanita yang sangat spesial dan segar. Bagaimana mungkin di usia yang mungkin hampir menginjak tiga puluh tahun, Luhan memiliki keremajaan yang menggairahkan.
Sebagai penakhluk wanita, Sehun tentunya sudah sangat sering berhadapan dengan perempuan cantik, tapi Luhanlah yang tercantik. Ia memiliki kesempurnaan yang semua laki-laki inginkan.
Seharusnya ia hanya mengutus Jackson untuk menemuinya, bukan menemui Luhan sendiri seperti yang dilakukannya hari ini. Sekarang Sehun benar-benar terjerat dengan kecantikannya. Luhan sangat istimewa, dia memiliki kulit keemasan yang nyaris putih, kulit terang yang berkilauan sehingga membuat Sehun terus membayangkan bagaimana rasanya menyentuh Luhan dan membelai kulitnya dengan lembut. Bukan hanya itu, Luhan memiliki rambut gelap dengan bola mata yang nyaris sama gelap. Jika tidak jeli, Sehun juga tidak akan melihat bulu mata berwarna gelap yang memenuhi matanya dengan sangat lebat. Hidungnya mancung dan mungil, bibirnya memiliki bentuk yang jelas dan sangat menggairahkan.
Tentunya hal itu saja tidak cukup. Sehun tidak akan mengatakan kalau Luhan memiliki apa yang laki-laki inginkan dari seorang perempuan jika hanya kecantikan yang seperti itu. Gadis itu juga menyempurnakan dirinya dengan tubuh yang indah, berlekuk dengan sangat jelas dan hal itu tidak mungkin disembunyikan dengan pakaian seperti apapun. Tubuh Luhan sangat penuh, tapi ia memiliki lengan dan kaki yang langsing. Pinggul dan dadanya seimbang, dan terakhir, lekuk pinggangnya cukup dalam sehingga mendorong Sehun untuk menggenggamnya dengan erat. Tapi tentu saja ia tidak bisa melakukan hal seperti itu pagi ini. Ia harus menunjukkan kepada Luhan betapa dirinya adalah seorang yang berbahaya demi mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.
Sehun harus bisa membuat Luhan melepaskan hartanya dan mengembalikan harta itu ke dalam genggaman Sehun, orang yang semestinya. Tapi, setelah melihat seperti apa Luhan ia merasa maklum mengapa Yifan meninggalkan segala dunia yang sudah menjadi miliknya demi seorang wanita yang menyebut dirinya dengan nama Luhan. Yifan terlalu baik, terlalu polos untuk mencintai seseorang dengan sepenuh hati. Sepupunya itu membawa kepolosannya untuk melarikan diri dengan Luhan dan membawanya pergi ke Denmark. Ia bahkan meninggalkan Seulgi begitu saja di altar setelah janji suci terucap.
Yifan benar-benar menggemparkan keluarganya, bahkan seluruh Calgary dengan gosip bodoh meninggalkan seorang istri yang cantik dan kaya demi wanita yag tidak jelas siapa. Yang pasti aib seperti itulah yang membuat Sehun terpaksa mencari Yifan dan dalam waktu beberapa minggu, laki-laki itu berhasil di culik dan dibawa kembali kepada istrinya di Calgary.
Sehun sudah berusaha membujuk Yifan untuk menjalankan kehidupan yang normal dan meninggalkan wanita itu. Sayangnya Yifan berkeras dan selalu ingin kembali menemui Luhan di Denmark hingga pada suatu hari, saat Yifan hendak melarikan diri sekali lagi, ia mengalami kecelakaan tragis yang membuatnya seperti mayat dengan bantuan selang -selang untuk bertahan hidup selama lebih dari delapan tahun. Dan semenjak itu, tidak ada keributan tentang simpanan atau yang di sebut Yifan sebagai cinta sejatinya lagi, yang ada hanya Seulgi yang dengan setia menunggui suami yang tidak mencintainya dan itu berhasil membuat Seulgi di juluki wanita mulia karena dengan setia mengurusi mayat hidup itu dengan perhatian ekstra.
Siapa sangka kalau ternyata wanita yang di tinggalkan Yifan di Denmark itu ternyata sangat mempesona. Seandainya Sehun tau sejak awal, maka ia akan mencari Luhan lalu menjadikan wanita itu sebagai miliknya. Sayangnya, Sehun telah membiarkan banyak lelaki Denmark menikmati tubuhnya karena ketidaktahuan itu. Luhan menjadi wanita penghibur demi membayar hutang dan sepertinya ia sangat membenci Yifan karenanya. Luhan terlihat tidak perduli saat Sehun menceritakan tentang apa yang terjadi pada Yifan, Kebenciannya kepada Yifan sudah berakar. Bisa di bayangkan kalau saat ia dan Yifan melarikan diri, usianya masih sembilan belas tahun dan dia harus menjual dirinya hingga beberapa tahun kemudian.
Tapi Yifan yang dia benci dengan sangat itu terbangun di suatu hari dan langsung meminta Sehun untuk memanggil pengacaranya. Semua orang tau kalau dia sedang mengurusi tentang hartanya, mungkin Yifan juga sudah mengetahui kalau kematian sudah semakin dekat. Yifan juga bersikap dengan sangat baik di akhir hayatnya, ia terlihat menyayangi Seulgi dengan sangat berbeda, mungkin karena saat itu Yifan menyadari kalau Seulgi selalu setia merawatnya selama delapan tahun? Tidak, Sehun tau itu tidak benar. Yifan masih mencemaskan Luhan sehingga ia mencantumkan nama Xiao Lu dalam sebagai satu -satunya nama yang tertera pada surat wasiatnya.
"Semua prosedurnya sudah siap, Sehun! Kau hanya perlu meminta tanda tangannya dan semua itu akan beralih kepadamu!"
Kata-kata Jackson di telepon terngiang terus. Ya, semudah itu dan seharusnya Sehun bahagia karena seluruh harta berharga itu akan berada di genggamannya. Tapi haruskah ia melakukan semua ini? Haruskan ia melepaskan Luhan dalam waktu sesingkat ini? Tentu saja tidak. Ia harus mengulur waktu lebih lama agar Luhan tetap berada di sisinya. Setidaknya sampai dirinya merasa bosan.
Sehun mengangkat telpon genggamnya lagi dan menghubungi Jackson yang mungkin sedang berada di sisi lain dari rumah itu. Jackson terdengar menjawab dengan mulut penuh dan pemuda yang sudah menjadi tangan kanannya selama lima tahun lebih itu mengakui kalau dirinya sedang menikmati kudapan sore yang dibuatkan oleh Mrs. Philarette, satu-satunya wanita terpercaya yang sudah melayani keluarga Oh sejak usianya masih belia.
"Cepat masuk ke kamarku!"
Dan ponsel itu di tutup lagi. Sehun kembali mengamati danau Louise dari jendela kamarnya. Di sebrang sana, ia bisa melihat kalau kerlip api unggun sudah mulai menyala dari kejauhan. Mungkin beberapa pemuda-pemudi dari College sedang bertamasya. Hal yang sangat tidak asing disini. Danau itu memang selalu ramai di kunjungi pelancong yang berharap menghirup udara segar khas pegunungan.
Sewaktu remaja, Sehun dan Yifan seringkali bertamasya kesana. Mereka sudah seperti saudara kembar yang sering bertukar identitas karena kemiripan mereka. Tentu saja mereka melakukan hal itu kepada orang -orang yang tau siapa keluarga Oh tapi belum pernah melihatnya.
Yifan terlalu baik sehingga ia merelakan namanya untuk Sehun gunakan sebagai senjata untuk memikat perempuan cantik. Lalu siapa yang bisa menolak saat pangeran dari keluarga Oh mendekatinya? Semua wanita tergila-gila dan Sehun menikmatinya. Ia tampan dan kaya, dan siapapun akan bersedia menyerahkan dirinya tanpa di minta. Lalu sekarang? Jika seluruh harta itu berpindah ketangan Luhan, maka image itu akan segera sirna.
Semula Sehun mengira kalau wanita jalang seperti Luhan pasti akan menghabiskan seluruh harta itu untuk bersenang -senang. Tapi kenyataannya, Luhan malah menolak dan Sehun akan segera mendapatkan harta yang di inginkannya. Tapi ketamakan Sehun menjalar. Ia bukan hanya harus mendapatkan hartanya saja, dia juga harus mendapatkan Xiao Lu. Setidaknya sampai ia merasa bosan.
Bunyi pintu di ketuk beberapa kali, Sehun hanya perlu mengucapkan satu kali kata 'Masuk' dengan intonasi yang biasa dan Jackson segera masuk kedalam ruangan itu lalu menutup pintu. Pemuda itu berjalan perlahan menghampiri Sehun dan menghadapnya dengan perilaku yang mencerminkan betapa ia menghormati Oh Sehun.
"Apa yang bisa ku bantu?"
Sehun melirik sebuah bangku di dekat jendela dan berkata. "Duduk disana. Aku ingin bertanya sesuatu hal."
Jackson mengikuti perintah Sehun dan duduk di kursi yang membelakangi ranjang sambil terus memandangi Sehun yang berdiri dengan bahu bersandar ke pinggiran jendela kaca yang lebar. Ia menunggu Sehun mengucapkan sesuatu.
"Apa mungkin kita membuat prosedurnya sedikit lebih sulit?" Akhirnya Sehun berbicara.
Jackson mengangkat sebelah alisnya. "Prosedur apa?"
"Pemindahan harta Yifan, tentu saja!"
"Semua orang menginginkan kemudahan Bos! Apa yang terjadi padamu? Hanya sebuah tanda tangan saja dan kau akan mendapatkan semuanya!"
"Masalahnya, aku tidak hanya mengingikan tanda tangan. Aku ingin Luhan lebih lama disini, bersamaku!"
Jackson berdecak tak menyangka. Ekspresinya menunjukkan tak habis pikir dengan keinginan konyol Sehun barusan. Dia sudah tertarik dengan Luhan, tentu saja. Jackson tau kalau Sehun tidak pernah membiarkan keinginannya kepada wanita tidak tersalurkan. Ia tertarik kepada Luhan dan Luhan harus menjadi miliknya.
"Tapi, jika kau menginginkannya kau bisa membayarnya. Dan dia pasti akan melakukan hal apapun untukmu."
"Aku rasa kau salah, Jackson. Dulu dia memang seorang pelacur. Tapi kita juga tau kalau tiga atau empat tahun belakangan ini dia sudah tidak lagi melakukan hal itu semenjak hidup bersama dengan laki-laki bernama Kai sampai akhirnya laki-laki itu meninggal."
"Tapi kau membayar semua hutangnya dengan kompensasi besar kepada Geronimo sehingga wanita itu terjebak dan bisa kita bawa kemari. Dia harusnya melakukan apapun untuk berterimakasih."
"Ya." Sehun membenarkan ucapan Jackson barusan.
Tentu saja Jackson tau, Jackson selalu mengetahui hal apapun yang dilakukannya.
"Ada alasan lain. Dia membenci Yifan , dan siapapun yang menyandang nama 'Oh'. Mustahil dia mau melakukan hal itu dengan laki-laki 'Oh' manapun."
"Lalu?"
"Aku akan menakhlukkannya dengan cara lain, Jackson. Kau tau kemampuanku untuk yang satu itu. Yang perlu kau lakukan adalah memikirkan bagaimana caranya agar Luhan bisa bersamaku lebih lama disini. Dan aku berjanji akan menakhlukkannya dalam waktu singkat."
"Ya, tidak ada yang bisa menolak ketampananmu!"
Jackson berdengung lemah, ia tidak yakin Sehun mendengar keluhannya karena laki-laki itu segera mengatakan;
"Cepatlah fikirkan sesuatu!"
Jackson mengerutkan keningnya beberapa lama lalu bergumam penuh semangat.
"Bukankah Yifan memang menginginkan wanita itu tinggal disini mengurusi hartanya?"
"Dia tidak akan mau!"
"Aku punya ide, aku yakinkan ini akan menjadi alasan mengapa dia harus tinggal disini lebih lama sedangkan kau bisa menikmati harta yang sudah jatuh ke tanganmu."
Luhan harusnya melarikan diri, saat Kai meninggal. Tidak seharusnya Luhan membiarkan dirinya kembali kepada Geronimo dan berpindah tangan kepada laki-laki yang sekarang memintanya untuk menyerahkan seluruh harta yang Yifan berikan kepadanya. Luhan kesal, meskipun ia tidak lagi membenci Yifan setelah mendengar cerita dari Sehun tentang apa yang terjadi pada Yifan selama ini. Tapi semua hal itu malah membuatnya semakin merasa terjebak oleh keadaan.
Oh Sehun , tidak bisa dipungkiri cukup menarik. Tidak, sangat menarik. Luhan suka melihatnya tersenyum, Luhan juga suka saat Sehun menggodanya tadi . Tapi Luhan sudah sangat putus asa untuk berharap dan mencintai seseorang. Semua laki -laki yang tersimpan di hatinya selalu di pisahkan dengan cara yang sangat tidak adil dari hidupnya.
Dimulai dari cinta pertamanya dengan seorang laki-laki bernama Park Chanyeol. Saat itu dirinya masih sangat belia, baru sembilan belas tahun dan ia mengaku kepada Chanyeol kalau saat itu usianya sudah dua puluh tiga tahun. Mereka menjalin cinta selama tiga bulan saat mereka melakukan perjalanan bersama dengan mobil tua milik Luhan mengelilingi Canada. Cinta pertama, laki-laki pertama yang mengajarinya tentang romantisme, yang membuatnya merasa dicintai dengan seluruh hingga akhirnya Chanyeol pergi meninggalkannya setelah perjalanan mereka selesai. Saat itu Luhan sangat berharap Chanyeol bersedia untuk tinggal bersamanya, tapi ia tidak berani meminta. Luhan hanya membiarkan dirinya terus berharap dan pada akhirnya ia mulai merasa frustasi.
Selang beberapa minggu kemudian Luhan bertemu dengan Yifan di sebuah taman kota. Saat itu Yifan kebingungan memilih Bus yang akan di naikinya untuk pergi menuju Calgary dan Luhan membantunya. Sebulan kemudian mereka bertemu lagi dan Yifan mengingatkannya tentang pertemuan mereka yang pertama. Hal itu pada akhirnya membuat mereka berakhir di sebuah pojok rumah makan cepat saji dan mengobrol berjam-jam.
Tidak butuh waktu lama bagi Luhan untuk memikirkan penawaran Yifan menjadi kekasihnya karena saat itu Luhan tengah tertarik padanya. Yifan membuatnya berbunga-bunga dengan cinta, laki-laki itu bahkan tidak pernah menyentuhnya membuat Luhan merasa sangat di hormati. Laki-laki itu juga penuh dengan kesopanan yang tanpa cela. Tapi Luhan tau kalau percintaan mereka tidak mungkin ketika Yifan mengatakan kalau dia sudah di jodohkan. Luhan putus asa, namun Yifan mengobatinya dengan cepat. Laki-laki itu menawarkan kehidupan baru di Denmark dan tanpa pikir panjang Luhan menerimanya.
Kehidupan bahagia itupun pada akhirnya mereka rasakan. Yifan mencari uang untuk pernikahan mereka, janji yang membuat Luhan terlena hingga di suatu pagi Yifan menghilang dan Luhan dengan bodohnya menanti. Pagi berikutnya ia diseret-seret menuju ke sebuah tempat yang membuatnya merasa harus kehilangan nyawa saat itu. Yifan berhutang dan ia mendaftarkan nama Luhan sebagai penjaminnya sehingga Luhan harus selalu memulai pekerjaannya dibawah ancaman mengerikan.
Hingga beberapa tahun kemudian, ia bisa menata hidupnya, setengah lebih dari hutang-hutang itu terbayar dan Luhan bisa hidup bebas. Ia memulainya dengan mencari tempat tinggal sendiri dan bertemu dengan seorang sahabat bernama Kai. Kehidupan yang sangat menyenangkan diluar dunia Geronimo yang berbau rokok dan alkohol. Luhan berusaha berbuat baik dengan siapapun untuk mencari teman yang tidak dimilikinya selama bergaul dengan banyak pelacur di sarang Geronimo. Semua orang memikirkan dirinya sediri, dan memikirkan kesenangan.
Hampir setengah tahun, Luhan baru menyadari kalau Kai menaruh perhatian lebih kepadanya, sayangnya di saat yang sama Luhan bertemu kembali dengan Park Chanyeol. Saat itu sejumput harapan kembali timbul.
Luhan tau, tidak seharusnya ia berharap. Seharusnya ia membunuh harapannya saat mengetahui bahwa Chanyeol sudah menikah dengan sahabat barunya, Baekhyun. Tapi setiap kali mendengar Baekhyun bercerita tentang Chanyeol, kehadiran harapan itu tidak bisa di cegah dan semakin membuncah. Puncaknya adalah disaat Luhan merasa kalau Chanyeol memperhatikannya dan mereka bercinta. Sayangnya Baekhyun memergoki mereka dan itu membuat Luhan merasa semakin berdosa. Baekhyun tidak bersedia berbicara apapun dan mengurung diri semalaman itu. Luhan juga mengurung diri di flatnya untuk menangisi kebodohannya karena terus berharap.
Hingga pada pagi selanjutnya Kai mengetuk pintu dan mengatakan kalau Baekhyun sudah bersedia keluar dari flatnya. Luhan benar-benar tidak perduli dengan hal apapun lagi, yang diperdulikannya hanya bersimpuh di hadapan Baekhyun dan memohon pengampunan. Sayangnya Baekhyun bertindak seolah-olah dia tidak perduli dengan apapun yang Luhan katakan, Baekhyun pergi meninggalkannya dan Chanyeol tanpa sepatah kata maafpun.
Seharusnya Luhan senang, rumah tangga Chanyeol dan istrinya sudah hancur dan dia memiliki kesempatan besar untuk memiliki Chanyeol lagi. Tapi apalah dirinya, bukan Luhan yang dulu. Bukan Luhan yang lugu. Chanyeol hanya kasihan kepadanya dan tentunya tidak berharap hidup bersama degan wanita yang menjual dirinya selama hampir empat tahun. Luhan benar-benar hancur dan memutuskan untuk pergi dari rumahnya dan kembali kepada Geronimo. Ia merasa lebih pantas disana.
Perlu waktu setahun untuknya bisa terbebas dari Geronimo dengan bantuan Kai yang masih setia kepadanya. Kai bahkan ikut bekerja keras untuk membantu Luhan melunasi hutangnya. Laki-laki itu terus setia hingga ia berhasil menarik perhatian Luhan. Tapi Luhan tidak mencintainya, ia mencintai harapan yang mulai tumbuh setiap kali melihat keseriusan Kai untuk pelacur seperti dirinya. Maka di tangan Kai Luhan berubah.
Setelah ibunya meninggal, Kai membawanya untuk tinggal di tempat yang lebih jauh dan memulai kehidupan baru, sayangnya Kai mengalami kecelakaan naas yang menyebabkannya koma di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama. Semua uang simpanannya untuk pernikahan mereka juga simpanan Luhan, habis dengan cepat untuk biaya perawatan.
Jalan buntu mulai menerpa. Luhan merasa tidak ada pilihan lain selain kembali kepada Geronimo dan meminjam uang dalam jumlah besar. Sial, setelah uang itu juga habis, nyawa Kai tidak bisa di tolong lagi.
Kesedihan Luhan berlipat-lipat dan ia benar-benar terpuruk dan menyembunyikan diri dalam waktu lama, hingga Luhan kembali kepada Geronimo dengan suka rela. Luhan sudah pasrah dengan hal apapun yang terjadi padanya, termasuk menjual diri lagi untuk membayar hutang. Ia merasa kalau dirinya memang tercipta untuk menderita dan Luhan tidak akan menuntut keadilan apa-apa dari Tuhan. Tuhan sudah sangat baik dengan membiarkannya menikmati apa yang mungkin tidak akan dia rasakan bila tidak terlahir.
Bernafas, memiliki ibu, cinta pertama dan cinta -cinta lainnya, bahkan kesedihan. Luhan sudah terlalu menikmati kesedihannya. Toh ia juga di lahirkan sebagai anak yang tidak diinginkan sehingga orang tuanya membuang Luhan ke jalanan sebelum ia menemukan ibu baru di panti asuhan. Dia memang terbuang dan harus menerimanya. Termasuk juga menerima saat beberapa orang memukulnya dan mengatakan kalau seseorang membayar semua hutangnya dan berarti Luhan harus berpindah bekerja di tempat lain. Ia pasrah.
Sampai akhirnya ia menemukan Sehun yang kembali menyejukkan hatinya. Laki-laki yang membelinya dan mungkin saja Luhan akan melakukan apapun untuknya. Tapi Luhan tidak seharusnya berharap, Oh Sehun hanya menginginkan harta Yifan yang ternyata sudah berpindah ke dalam genggaman Luhan.
Tunggu dulu, Luhan memiliki uang yang cukup untuk menebus dirinya, kalau begitu ia akan segera bebas dari Sehun juga dengan negosiasi yang pantas. Luhan hanya ingin kebebasan dan sedikit bekal untuk menjalani kehidupan barunya.
Bunyi pintu terbuka lagi, kembali menarik perhatian Luhan. Ia yang sejak tadi hanya duduk di atas ranjang menanti malam menjelang hanya menoleh kebelakang dan menemukan Sehun kembali masuk kedalam ruangan itu, kembali menutup pintu, dan kembali duduk di tempatnya tadi. Ia menyodorkan seberkas surat kepada Luhan untuk di tanda tangani. Luhan mendapatkan sebuah bolpoint juga bersama dengan kertas itu.
Ia membaca semua yang tertulis dalam kertas itu dan merasa tidak ada yang bisa merugikannya. Kertas pemidahan hak atas harta Yifan itu akan di tanda tanganinya, tentu saja. Tapi sebelum itu,
"Setelah semua harta ini ada di tanganmu. Aku bebas, kan?" Luhan bergumam sambil memandangi Sehun dengan ekspresi serius.
Dia harap jawaban 'Ya' hadir. Tapi anggukan Sehun cukup untuk membuatnya senang.
"Kau tidak akan memintaku melakukan sesuatu untuk menebus uang yang kau berikan kepada Geronimo sebagai kompensasi…"
"Tentu saja!" Sehun memotong.
"Kau bebas dari apapun setelah semua harta itu jatuh ke tanganku! Kau juga akan mendapatkan uang yang tentunya cukup untuk memulai hidup baru."
Luhan tersenyum senang lalu merebahkan kertas itu di atas pahanya untuk di tanda tangani. Setelah selesai, ia memberikannya kepada Sehun dengan kesenangan berlimpah. Dirinya akan bebas dan sudah kembali ke Canada. Yang harus dilakukannya sekarang hanyalah memulai hidup baru tanpa laki -laki manapun karena dirinya tidak di takdirkan untuk itu. Dia tentunya tidak boleh berharap banyak. Tidak, tidak boleh berharap sama sekali.
"Kalau begitu sekarang aku mau pergi! Kau hanya perlu memanggilku lagi untuk memberikan uang itu, atau aku yang akan menemuimu secepatnya."
Sehun menggapai tangannya, ia membuat Luhan berdelik dan berontak. Beberapa saat kemudian laki-laki itu melingkarkan tangannya ke pinggang Luhan dengan kuat dan Luhan tidak tau harus melakukan hal apa lagi selain menggapai-gapai pintu dan berteriak.
"Bukankah aku sudah bebas? Apa yang kau inginkan?"
"Aku belum medapatkan harta itu!" Sehun mengangkat tubuh Luhan dan kembali menghempaskannya ke atas ranjang.
Luhan mengeluh lalu menyapu sejumput rambutnya yang memenuhi wajah, ia berbaring terlentang dan menatap Sehun yang berdiri menghadapnya sambil bertolak pinggang.
"Apa maksudmu? Aku sudah menanda tangani surat itu!"
"Tanda tanganmu hanya sebagian kecil Nona! Kau harus tetap disini, setidaknya sampai aku siap mengumumkan siapa dirimu."
"Apa maksudmu?"
"Kau tau apa yang surat wasiat itu katakan? Kau harus bisa berbaur dengan keluarga Oh setidaknya selama setengah tahun untuk bisa mendapat hak penuh dari harta itu. Dan itu berarti, surat ini berlaku setelah kau tinggal disini, bersama keluarga Oh selama setengah tahun."
"Astaga, mana mungkin ada wasiat seperti itu!"
"Ada, tentu saja. Yifan tidak mungkin memberikan hartanya begitu saja kepada wanita asing jika keluarganya juga membutuhkan harta itu, ibunya dan istri Yifan juga harus menikmatinya setidaknya selama setengah tahun!"
"Mereka tidak mungkin menerimaku." Luhan putus asa.
"Mereka bisa saja melempar kotoran ke wajahku."
Lalu ia memandang Sehun. "Aku tidak bisa melakukan ini, jika itu terjadi maka aku pastikan kalau kau tidak akan pernah mendapatkan harta itu!"
"Kalau begitu kau tidak akan bebas dariku. Nona! Kau harus berusaha untuk berbaur dengan mereka. Tinggal disini dan…"
"Menerima banyak penghinaan?"
Sehun tertawa sejenak. "Begitu menurutmu?
"Lalu apa lagi yang akan ku dapatkan jika bertahan di rumah ini?"
"Aku dan ranjangku, bagaimana?"
"Jangan membuat lelucon konyol. Di perjanjian tadi, tidak ada kata yang menunjukkan kalau aku mendapat hadiah seburuk itu!"
"Kau bilang aku dan ranjangku buruk? Sangat banyak wanita yang menginginkan aku!"
"Ya, tapi bukan aku. Hanya wanita-wanita bodoh yang melakukan kebodohan."
Bunyi menggeram dari mulut Sehun terdengar beberapa saat. "Sudahlah, kita bahas mengenai ini lain kali. Yang pasti, Nona. Kau sudah menandatangani surat yang di salah satu pasalnya berisi bahwa kau siap membantu segala hal untuk kelancaran proses ini. Dan tinggal setahun disini adalah proses penting. Atau kau akan ku tuntut dengan denda besar, kau lihat sendiri tadi jumlahnya?"
Luhan tidak bisa menyangkal karena ia sudah membaca bagian itu. Tiga ratus juta dolar dan dia sekarang tidak tau harus membayarnya dengan apa karena Luhan tidak memiliki uang sepeserpun. Lalu apa yang harus dilakukannya? Tidak ada satu logikapun yang bisa bergulir di otaknya. Sepertinya ia harus menyerah.
"Baiklah, aku akan melakukannya. Tapi hanya setengah tahun dan berjanjilah untuk melakukan apapun agar waktu-waktu penghinaan itu bisa cepat berlalu!"
Sehun menyunggingkan sebuah senyum. "Lalu sekarang, bagaimana dengan undangan ke kamarku untuk merayakan ini semua? Kita bisa minum -minum lalu…"
Ia menggantung ucapannya beberapa saat untuk memberikan efek merayu. Tapi sayang sekali Luhan sepertinya menolak. Wanita itu membuang wajahnya kearah lain dan tidak ingin memandang Sehun sampai dia pergi meninggalkan ruangan itu.
Sehun berdecak kesal. "Yah, kalau begitu nikmatilah keberadaanmu di kamar ini sebelum akhirnya kau harus merelakan dirimu berbagi ranjang bersamaku!"
TBC
Chap 3 apdeeeeetttt!
Chap kemaren ada yang ngerasa kependekan? itu emang seyeo sengaja bikin pendek soalnya di chap 1 nya itu kepanjangan pake banget. Tapi yang ini udah agak panjangan kok. Banyak yang ngira Yifan-nya jahat yaaa? Dulu pertama kali baca seyeo juga ngiranya gitu kok, tapi udah tau kan sekarang :) Dan kayaknya bakal lebih banyak adegan dewasanya deh daripada 'husband', abisnya sehunnya kan disini nafsuan /-_-/.
Buat yang nge-fav, nge-follow, sama nge-review, makasih :)
Big Thank's and Big Hug to :
Angel Deer, Seravin509, akaindhe, Juna Oh, Arifahohse, noVi, xieluharn, Selenia Oh, rikha-chan, XikaNish, niasw3ty, SyiSehun, mandwa, oohsehan, Ludeer, Misslah, JYHYunho, pinkeuexo, Oh Ailu, snowless, molly a.k.a syfr17, ceszyy, and All Guest.
Last..
Review Juseyo..
Gomawoooo... :*:*
