Luhan
Remake from Pheobe's novel "Luhan"
Hunhan as Maincast
GS(Genderswitch) for uke, Typo(s)
Preview Chap :
Beberapa saat kemudian, Luhan sudah berada di ambang pintu yang terbuka dan menatap seorang wanita dengan perasaan terkejut yang mencabik-cabik.
Byun Baekhyun berada disana dan sama terperangahnya dengan Luhan. Luhan lebih terkejut lagi saat Baekhyun berhamburan kedalam pelukannya, sehingga tubuhnya membentur perut Luhan dengan keras. Secepat mungkin Baekhyun melepaskan pelukannya dan memandang Luhan dengan tatapan tak menyangka. Baekhyun masih mau memeluknya?
"Luhan, aku mencarimu selama ini!" Desisnya.
"Aku sangat merindukanmu!"
"Baekhyun?"
Luhan benar-benar tidak tau harus mengatakan apa lagi selain menyebutkan namanya. Byun Baekhyun masih merindukannya setelah apa yang dilakukannya?
Dada Luhan terasa sesak. Mungkin ia akan menangis haru. Tidak, Dia sudah menangis karena haru. Luhan mencoba mencari pembenaran di mata Baekhyun tentang kata-katanya tadi. Benarkah Baekhyun mencari Luhan? Benarkah Baekhyun bisa memaafkan Luhan setelah apa yang dilakukannya bertahun-tahun lalu?
"Kau benar-benar Luhan, kan?" Baekhyun mengulangi ucapannya.
Senyumnya membuat Luhan terpaksa mengangguk dan Baekhyun memeluk Luhan sekali lagi. Chanhyun kecil memanggil ibunya. Seolah-olah tersadar, Baekhyun mengambil anaknya dari gendongan Luhan dan menggerutu.
"Kau membuat lelah Bibi Luhan, Sayang! Kau tidak lihat kalau perut Bibi Luhan sedang besar!"
Lalu Baekhyun kembali menoleh kepada Luhan. "Kau sedang hamil, benar? Itu artinya kau butuh istirahat. Mungkin aku mengganggumu jadi aku pulang dulu, kita bicara lain kali saja!"
"Baekhyun!" Luhan menyebut namanya sekali lagi.
"Maaf, aku tidak mempersilahkanmu masuk. Aku hanya shock. Kau tidak terlalu sibuk untuk mampir ke rumahku, kan? Jackson bilang, kau baru saja pindah rumah. Di rumahmu pasti belum ada apa-apa untuk diminum!"
Senyum Baekhyun merekah. "Ya, Aku baru pindah ke rumah sebelah. Akhirnya kita bertemu lagi dan kita ternyata bertetangga!"
"Aku sama sekali tidak pernah menghayalkan kalau yang seperti itu akan terjadi lagi. Masuklah!"
Luhan menggelengkan kepalanya agar Baekhyun mengikutinya ke dalam rumah. Mereka duduk di ruang tengah dan Luhan menyajikan dua gelas jus dingin di atas meja. Dia juga menyajikan beberapa buah biskuit berukuran besar yang dibuatnya pagi ini.
Perasaan Luhan masih tak menentu, tapi ia duduk di sebelah Baekhyun yang memangku anaknya. Ternyata anak itu adalah anak Baekhyun? Dengan Chanyeol?
Luhan memperhatikan lagi wajah Chanhyun dalam -dalam, dia memang mirip dengan ayahnya. Bagaimana mungkin Luhan tidak menyadarinya tadi?
"Kau pendiam sekali!"
Baekhyun memulai pembicaraan. Ia merasa kikuk dengan kesenyapan yang merebak di antara mereka.
"Dulu kau sangat cerewet. Selalu menjadikan segala hal yang kau lihat sebagai bahan pembicaraan. Sekarang kemana Luhan yang itu?"
"Maafkan aku, Baekhyun! Aku masih tak menyangka akan bertemu denganmu lagi!"
"Aku juga tidak menyangka bahwa yang Jackson sebut sebagai kakak iparnya itu adalah kau! Dia menceritakan banyak hal padaku. Katanya, Jackson harus tinggal bersama kalian untuk menjagamu, ya? Suamimu sangat perhatian sekali kalau begitu!" Luhan tersenyum lagi.
"Baekhyun," Ia memanggil nama Baekhyun dengan suara bergetar.
"Tentang yang waktu itu…"
"Waktu itu kapan?"
"Sewaktu aku dan suamimu bercinta waktu itu!"
"Bercinta? Aku fikir kalian hanya mengobrol saja."
Baekhyun memberikan senyumnya lalu meraih tangan Luhan dan menggenggamnya erat-erat.
"Aku tidak ingin mengingat-ingatnya kalau malah akan membuatku membencimu. Aku anggap hari itu tidak pernah ada dalam hidupku!"
Luhan tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh lagi. Baekhyun bahkan menganggap kejadian itu tidak pernah ada?
"Aku benar-benar minta maaf. Saat itu aku hanya terbawa suasana dan saat aku melihatmu memergoki kami, aku benar-benar merasa tolol."
Luhan mencoba menghapus air matanya. Ia tidak akan pernah tenang jika mulut Baekhyun tidak mengatakan maaf untuknya.
"Kau tidak mau berbicara denganku saat itu, kau bahkan tidak melirikku. Kukira kau membenciku!"
"Apa itu juga menyakitimu?"
"Ya, aku sangat sakit sekali. Aku bercinta dengan suami sahabatku, dan di pergoki. Aku tidak tau mengapa bisa seperti itu."
"Aku sudah memaafkan kalian!"
"Terimakasih, Baekhyun!"
"Suamiku sudah menceritakan semuanya. Dia juga menceritakan tentang bagaimana hubungan kalian di masa lalu. Kupikir, bukan hal yang aneh kalau kalian bertemu dan melakukan hal itu tanpa sengaja. Kau masih menyayangi Chanyeol waktu itu?"
Luhan menggeleng. "Aku rasa, aku hanya iri padamu. Saat itu aku sama sekali tidak mencintai siapa-siapa tapi aku mengira kalau aku masih mencintai suamimu. Yang kurasakan saat melihat suamimu hanyalah harapan dimana aku berharap dia bisa menolongku dan untuk itu aku akan melakukan segalanya!"
"Suamiku bilang, setelah kejadian itu terjadi, Kau pindah rumah. Lalu hanya bertemu di Academy Erotica itu dan kau sama sekali tidak mau menyapanya!"
"Aku takut, Aku merasa malu. Dia juga tidak menyapaku saat itu! Dia datang hampir setiap malam dan kurasa dia ingin mengatakan sesuatu. Aku takut menyapanya karena kufikir suamimu akan mencaci makiku karena sudah merusak rumah tangganya. Setelah beberapa hari, dia menghilang begitu saja dan ku anggap kalau dia sudah melupakan masalah itu. Atau dia menganggap kalau tidak ada gunanya mencaci makiku."
"Kami di hukum selama hampir empat bulan. Suamiku harus dipenjarakan oleh ayahnya sendiri dan ayahku mengancam akan menikahkanku dengan orang lain. Tapi setelah kami bertemu lagi, semuanya mulai membaik. Kami mulai datang dan mencarimu, tapi kau tidak ada lagi. Orang -orang bilang, kau melarikan diri bersama Kai!"
"Melarikan diri? Dari siapa? Aku dan Kai hanya pindah untuk membangun kehidupan baru bersama-sama. Semenjak kejadian itu, semua orang mencemoohku. Ibunya Kai juga begitu. Tapi hanya Kai yang masih menganggapku teman. Dia bahkan membantuku melunasi hutang -hutangku. Kai juga sering datang sebagai pelanggan dan membayarku untuk menemaninya selama mungkin, lalu kami mulai mengobrol tentang rencana hidup. Saat Kai berkata bahwa dia ingin menikahiku, aku merasa sangat senang dan mulai banyak bermimpi. Tapi ibunya malah meninggal karena mendengar perkataan itu keluar dari mulut anaknya. Aku berusaha menghindarinya selama sebulan penuh. Sampai akhirnya Kai bisa meyakinkanku dan kami pindah ke Faero."
"Dan kalian menikah?"
"Hampir. Tapi kami harus mencari uang untuk itu. Kai berjanji akan mempersembahkan sebuah pernikahan yang indah dan dia sangat bekerja keras. Kau tau sendiri, Kai adalah pekerja kasar. Aku selalu khawatir setiap kali dia pergi bekerja. Suatu ketika Kai mengalami kecelakaan kerja, dia terjatuh dari jembatan dengan luka parah dan terendam selama beberapa hari di dalam air sampai orang-orang menemukannya. Kukira aku akan kehilangannya. Begitu mengetahui Kai masih hidup, aku sangat senang karena harapan dan mimpi mimpi itu masih mungkin untuk kuraih. Aku melakukan segala cara untuk membayar pengobatan terbaik Kai. Dia koma selama beberapa bulan dan dokter mulai mengancam untuk mencabut alat bantu yang berada di tubuhnya. Akhirnya aku kembali ke Denmark dan menemui Geronimo lagi. Aku meminjam uang dalam jumlah yang besar untuk kesembuhannya. Kai pun bisa bertahan hidup beberapa bulan lagi. Hingga akhirnya, Dokter benar-benar menyingkirkan semua alat bantu yang menyokong hidupnya. Mereka membunuh Kai dan membuatku sangat kecewa."
"Astaga, kukira sekarang kau menikah dengan Kai! Saat melihatmu tadi aku menyangka kalau kalian melarikan diri ke Canada dan hidup bahagia disini!"
"Perjalananku menuju kebahagiaan masih sangat panjang, Baekhyun! Tapi aku bangga sudah mendapatkan sebagiannya! Bagiku semua ini sudah cukup baik."
Baekhyun mengangguk. "Suamimu adalah Marketing Developer perumahan ini, kan? Seharusnya aku berfikir kesana saat Jackson mengatakannya. Suamiku sedang berada disana sekarang dan jika yang di temuinya adalah Kai, dia pasti sudah menelpon. Dia harus segera pulang dan bersujud meminta maaf kepadamu."
"Tidak perlu. Aku yang memulainya dan suamimu sama sekali tidak bersalah!"
"Ya, tapi dia menikmatinya." Baekhyun berdesis.
"Aku tidak heran lagi dengan kelakuannya yang satu itu. Selama pernikahan kami, sudah terjadi dua kali perang besar karena sikap akrabnya kepada perempuan. Aku harus terbiasa dengan hal itu!"
Luhan tersenyum lega. Baekhyun memaafkannya dan sekarang mereka bertetangga lagi. Dia sangat bahagia.
"Bagaimana kalian bisa berada di Canada?"
"Oh, sebelumnya kami tinggal di Norwegia beberapa bulan. Aku tidak betah disana dan kami memutuskan pindah ke Canada. Aku senang dengan keputusan itu, keputusan yang sangat tepat karena aku bisa bertemu kembali denganmu."
Seulgi menggeram kesal di sebuah apartemen sederhana miliknya. Ia di usir dari rumah 'Oh' oleh Sarah secara tidak hormat. Tidak ada hal lain yang lebih menghinanya dibandingkan dengan itu.
Sarah menghujatnya dengan kata kata yang jauh lebih kejam dari kata-kata yang di gunakannya untuk mengusir Luhan beberapa waktu lalu. Sial, Seulgi sama sekali tidak tau siapa yang sudah membeberkan tindak-tandunya selama ini. Mungkinkah Sehun diam-diam menemui Bibinya dan mengarang cerita?
Seulgi ingin menangis, tapi ia tidak boleh terlihat lemah karena itu. Sejak awal Seulgi tau kalau pernikahannya dengan Yifan sudah salah. Tapi ia butuh uang untuk hidup. Semua orang hanya tau bahwa keluarganya adalah orang terhormat tanpa tau kalau Seulgi kekurangan uang. Ia selalu berusaha menjadi yang tercantik untuk mendapatkan laki-laki yang terkaya.
Saat tawaran menikah dengan Yifan datang, Seulgi merasa sedang memeluk bulan. Keluarga Oh sangat terpandang di Calgary. Semula Seulgi kira, ia bisa dengan mudah menggoda Yifan dan bermanja-manja dengan uangnya. Tapi Yifan meninggalkannya menjalankan pesta pernikahan sendiri. Laki -laki itu menghilang setelah mengucapkan janji suci untuknya.
Untuk beberapa hari, Seulgi benar-benar menangis. Menangisi kegagalan rencananya untuk mendapatkan Yifan. Tapi beberapa saat kemudian Seulgi merasa lebih lega karena, walau bagaimanapun dirinya adalah satu -satunya istri Yifan yang syah secara hukum. Lagi pula saat itu ia hanya menunggu satu minggu untuk mendapatkan Yifan kembali. Laki-laki bodoh itu telah salah memilih untuk melarikan diri. Seharusnya ia memilih untuk menjalani pernikahan yang wajar bersama Seulgi.
Saat mendengar kabar kalau Yifan kecelakaan ia sangat berharap kalau Yifan kehilangan nyawanya dan memberikan seluruh hartanya kepada Seulgi. Sayangnya Yifan terus bertahan hidup dalam keaadaan yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk hidup. Semangat hidupnya terlalu tinggi.
Seulgi fikir, dirinyalah yang akan diminta mengurusi semua tanggung jawab Yifan terhadap harta keluarganya setelah laki-laki itu tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi ternyata Sarah memilih menyerahkan semua tanggung jawab itu kepada keponakan tersayangnya, Sehun.
Seulgi sempat membenci Sehun. Ingin membalas dendam atas segala hal yang sudah dirampas dari dirinya. Oh Sehun terlalu lihai dan cerdas, dan terlalu tampan untuk disingkirkan begitu saja. Karena itu Seulgi selalu menginginkan bisa menikmati malam bersamanya setelah sekian lama ia tinggal di keluarga Oh dan harus kehausan karena menjaga sikapnya. Bila Sehun bersedia, maka Seulgi akan merasakan kalau keluarga Oh tidak se-membosankan yang dia kira.
Seulgi tau tentang kemungkinan berpindahnya harta Yifan kepada Sehun dan jika ia mendapatkan Sehun, maka kemungkinan dirinya untuk menjadi nyonya yang kaya sudah semakin dekat.
Mencari-cari kelemahan Sehun terlalu mudah. Sehun sangat suka dengan wanita cantik dan juga mudah bosan dengan wanita sejenis. Lagi pula saat itu, Sehun sedang bosan dengan istrinya. Sehun sepertinya tengah marah karena wanita itu menggugurkan kandungannya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Karena itu Seulgi mulai melancarkan godaan.
Godaan pertama meleset, tapi godaan kedua berhasil membuat Sehun takhluk. Akhirnya Sehun bersedia masuk ke kamarnya dan mereka bercinta. Percintaan yang sangat luar biasa yang akhirnya membuat Seulgi ketagihan dan mengulanginya terus menerus.
Lama-lama Seulgi merasa kalau dirinya mulai kehausan akan sentuhan Sehun. Tapi Sehun terlalu mudah bosan dengannya dalam waktu beberapa minggu dan selalu menjadikan istrinya sebagai alasan untuk menghindar.
Pada akhirnya Seulgi melakukan segala cara untuk memisahkan Sehun, untuk membuat Sehun hanya terfokus padanya. Seulgi hanya perlu mengaku kalau dirinya sedang mengandung anak Sehun dan wanita itu langsung mengamuk. Tidak perlu usaha keras karena sesungguhnya Sehun juga ingin berpisah dari wanita itu.
Malam harinya, Sehun mendatanginya untuk mengucapkan terimakasih. Mereka bercinta lagi, lalu membicarakan tentang harta keluarga Oh dan entah mengapa Seulgi terpancing untuk menceritakannya. Tidak, ia memang sengaja dan merekam semua pembicaraan itu. Seulgi akhirnya memiliki senjata untuk membuat Sehun tidak lagi bisa menolaknya.
Sialnya Yifan mulai sadar dan mulai mengawasi semua gerak-geriknya. Yang bisa Seulgi lakukan hanya menyingkirkan Yifan sesegera mungkin agar ia bisa mendapatkan Sehun yang akan mewarisi hartanya. Tapi takdir Seulgi untuk menjadi wanita yang kaya malah harus tertunda karena Yifan mewariskan hartanya kepada Xiao Lu, wanita yang membuatnya meninggalkan Seulgi di altar.
Lebih parahnya lagi, Sehun mengaku kalau dirinya sudah menikah lagi sebulan kemudian. Seulgi semakin membenci keadaan dirinya, apalagi setelah mengetahui kalau yang dinikahi Sehun adalah Xiao Lu.
Seandainya Seulgi tidak menyelidiknya, mungkin ia tidak akan pernah tau apa yang terjadi pada mereka berdua. Siapa Luhan sehingga bisa dengan mudahnya menarik perhatian Sehun? Setelah mengetahui kenyataannya, Seulgi menyimpulkan kalau dia hanya perlu menyingkirkan Xiao Lu, juga Sehun dan Sarah.
Kali ini, mungkin harus lebih kejam karena menyingkirkan salah satunya saja tidak akan membawa perubahan apa-apa. Meskipun telah terusir, status Seulgi masih lah menantu di keluarga Oh. Dan ketika semua pewarisnya mati, maka seluruh harta itu akan jatuh ketangannya.
Kali ini dirinya memang harus menggunakan cara kasar karena cara yang halus tidak bisa di gunakan lagi sama sekali. Lalu siapa yang a kan di singkirkannya lebih dulu? Tentu saja wanita Itu. Xiao Lu dan anak yang berada di kandungannya. Lalu Sehun dan Sarah sebaiknya menjadi incaran yang terakhir karena wanita itu adalah orang yang paling mudah ditangani.
Ponsel Seulgi yang berada di atas meja berbunyi nyaring. Ia segera menyongsong benda itu dengan langkah cepat dan menerimanya.
"Halo, Maam! Rumah Oh Sehun sudah di temukan."
"Kalau begitu segera carikan aku beberapa orang yang bisa bekerja dengan cepat. Aku harus menyingkirkan seisi rumah itu dengan segera. Tapi sebelumnya pastikan kalau wanita di rumah itu kehilangan bayinya terlebih dahulu. Mereka harus mengesankan perampokan sebagai penyebabnya. Aku ingin semua orang di rumah itu menderita dan mati pada akhirnya. Segera lakukan rencana itu, malam ini juga!"
"Baik Maam. Akan segera saya laksanakan!"
Seulgi segera menutup telponnya dan tersenyum penuh dendam. Yifan sudah menyia-nyiakannya dan ia mungkin tidak berhasil membuat Yifan menyesali perbuatannya. Tapi Seulgi akan membuat Sehun menyesal karena sudah melakukan hal yang sama. Ia akan sangat kecewa karena kehilangan anak yang sangat di harapkannya terlebih dahulu. Mereka harus tersiksa sebelum Seulgi mengirim ajal ke rumah kecil mereka.
Mengetahui cerita antara Luhan dan Chanyeol pada mulanya membuat Sehun semakin protektif dan selalu melarang Luhan mengobrol dengan laki -laki itu atau berkunjung ke rumahnya meskipun hanya untuk melihat Baekhyun.
Sehun sangat cemburu dan dia tidak bisa menyembunyikannya. Tapi setelah Jackson menemukan pekerjaan dan memutuskan untuk pindah rumah, hati Sehun mulai melunak. Ia menyadari kalau Luhan akan sendirian dan keberadaan Baekhyun bisa menemaninya.
Pada akhirnya semua mulai membaik. Sehun mulai mau berbicara dengan Chanyeol tanpa pandangan sinisnya dan kata-kata sengitnya lagi. Kedua laki-laki itu juga perlahan-lahan menjadi cukup dekat. Bahkan mereka sering makan malam bersama dengan mengajak si kecil Chanhyun ikut serta.
Perasaan kikuk Luhan yang pada awalnya sangat tampak, perlahan-lahan juga mulai sirna. Luhan sudah berani berbicara lebih banyak dan lebih cerewet seperti adanya dirinya. Seringkali Chanhyun bermain-main di rumah Luhan selama Baekhyun berbelanja, dan setelah Baekhyun pulang mereka akan memasak makan siang bersama. Menu makan sehari-hari di rumah itu juga selalu serupa dengan menu makanan di rumah sebelahnya. Luhan senang mereka bisa akur lagi, bisa melakukan semuanya bersama sama lagi seperti dulu.
Baginya, maaf dari Baekhyun membuatnya merasa lebih tenang untuk melangkah ke kehidupannya di depan. Maaf dari Baekhyun juga membuat Luhan merasa lebih nyaman untuk tersenyum dan tertawa seperti dulu.
Malam ini, Chanhyun bermain lagi bersamanya. Anak itu menemani Luhan karena Sehun pergi bersama Truddy sejak sore. Chanhyun selalu merasa senang bersama dengan Luhan karena Luhan suka membuat biskuit yang manis yang sangat di sukainya. Selain itu, Luhan juga menyayanginya dengan sepenuh hati sehingga Chanhyun merasa memiliki dua orang tua.
Sehun juga mulai berlatih menjadi ayah dan dia selalu melatih diri dengan Chanhyun. Pada mulanya anak itu seringkali menangis saat bersamanya. Tapi, lama kelamaan mereka berdua sudah bisa bermain kuda-kudaan di sekitar rumah.
"Paman tidak pulang ya?" Chanhyun bertanya sambil menyuap biskuitnya yang pertama.
Luhan baru saja membuatnya dan merasa tidak ada salahnya memberikan Chanhyun biskuit sebelum waktu tidurnya tiba. Mungkin Chanhyun akan menginap di rumah Luhan malam ini.
"Paman pasti pulang!"
"Paman kemana?"
"Pergi bersama temannya, sayang!"
Chanhyun diam dan melahap habis biskuitnya . Ia mengambil biscuit kedua dan menggigitnya lagi, tangan kecilnya menyentuh perut Luhan yang besar.
"Kapan bayinya keluar? Kata ibu di dalam sini ada bayi ya?"
Luhan tersenyum sambil membelai kepala Chanhyun.
"Hyunnie ingin mendengar bayi Bibi, boleh?"
"Tentu saja! Kesini, mendekat!"
Luhan melambaikan tangannya sebagai tanda kalau ia memberi izin Chanhyun untuk mendekat. Bocah itu merapatkan diri dan merebahkan kepalanya di atas perut Luhan. Beberapa waktu kemudian ia mengangkat kepalanya dan memandangi Luhan dengan senang.
"Bibi, bayinya bergerak!"
"Dia sudah mau keluar sayang, sebentar lagi. Makanya terus bergerak!"
"Laki-laki atau perempuan?"
Luhan menggeleng. Ia sama sekali tidak tau apa jenis kelamin anaknya. Sehun tidak pernah ingin mengetahui itu, dan tidak pernah mengizinkan Luhan menjalani USG untuk mencari tau. Sehun menginginkan semuanya menjadi kejutan dan ia harap apapun jenis kelamin anaknya, bisa di terima dengan baik oleh dunia. Dan akan mendapatkan kebahagiaan dan jauh dari penderitaan. Luhan tidak ingin anaknya menderita sepertinya, tidak boleh.
Chanhyun menguap, padahal baru jam delapan malam. Mungkin anak itu terlalu banyak makan hari ini sehingga rasa kantuk menyerangnya lebih cepat. Ia mulai menyandarkan kepalanya kepada tubuh Luhan, masih berusaha membuka matanya agar tidak tertidur. Luhan merangkul Chanhyun erat-erat dan membelai lengannya.
Ia memandangi anak itu dan berkhayal seperti apa wajah anaknya nanti. Tidak ada satu halpun yang bisa terbayang. Luhan tidak bisa menebak seperti apa rupa anaknya.
"Bibi, ada orang!"
Luhan terkejut. Jika saja Chanhyun tidak menegakkan kepalanya, Luhan pasti mengira kalau Chanhyun sedang mengigau. Anak itu melihat ke jendela dan Luhan melakukan hal yang sama. Sekelebatan itu datang lagi. Begitu cepat.
"Itu, ada orang!"
Chanhyun menunjuk ke arah jendela dan turun dari sofa. Luhan segera meraih tubuhnya dan memeluknya erat-erat. Perasaannya tidak enak. Mungkin ia harus segera lari. Dia harus menyelamatkan diri.
TBC
Apdet brooh! Mueheheee..
Berhubung gue lagi seneng gegara lagu solo nya D.O yang sukses bikin gue baper /curhatneng?/ jadi gue apdet. Kayaknya ini ff bakalan selesai 2 chapter lagi deh.
Sebenernya setelah ini selesei gue pengennya publish ff lagi. Dan sayangnya masih remake-an. Jadi gue minta pendapat kalian yah, kalo banyak yg nggak setuju ya mungkin gue bakal hiatus dulu sampe pertengahan tahun/kayaknya/ buat semedi biar dapet ilham buat bikin ff karya sendiri /XD/.
Oiya baru-baru ini gue kepikiran sesuatu, kira-kira siapa ya orang yang beruntung ngedapetin sehun di real life? Apa jangan-jangan gue? /khayalluthor-_-/, oke abaikan.
Buat yang nanya Baekhyun itu baik apa jahat, tuh di atas udah ke jawab yaa..
Sama Seulgi noh udah diusir jugak sama si Sarah..
Banyak typo kah? Sorry yah kawan-kawan, daku hanyalah manusia luar biasa /eh?/. Enggak ding, maksudnya manusia biasa :D.
Makasih buat yang udah nge-fav, nge-foll, DAN TERUTAMA YANG NGE-REVIEW. Mumumuuuuu :*:*
Seyeo cinta kaliaaaan!
Big Thanks and Big Hug to :
Angel Deer, hunnaxxx, nisaramaidah28, fitry .sukma .39, Navizka94, luluhunhun, PxnkAutumnxx, Arifahohse, Seravin509, misslah, Nam NamTae, ramyoon, OhXiSeLu, JodohSeHun, ElisYe Het, Juna Oh, minkook94, Lisasa Luhan, Kim zangin, 7wulanm, molly a.k.a syfr17, lian, Sarrah HunHan, Ririn Ayu, XikaNish, rikha-chan, Luniaakimwu, HunHanCherry1220, Radya, Ludeer, Alicia lavegne, SyiSehun, and all Guest.
Last..
Review juseyo..
Gomawooo...
