Hari ini Yunho juga Jaejoong mengajak Changmin mengunjungi kebun binatang yang terletak di pinggir kota Seoul. Kebahagian nampak jelas dari keluarga kecil itu. Terlihat si imut Changmin kecil kita tak berhenti bersorak melihat atraksi lumba-lumba. Jaejoong dan Yunho ikut bahagia melihat kebahagian putra kecil mereka. Terbesit rasa bersalah di diri mereka karena harus meninggalkan Changmin untuk bekerja. Pekerjaan keduanya sebagai presiden direktur dua perusahan besar mengharuskan keduanya untuk menitipkan Changmin pada Pengasuhnya.

Sebagai orang tua tentu saja Yunho dan Jaejoong paham, Changmin sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang mereka. Itulah sebabnya setiap akhir pekan tiba baik Yunho maupun Jaejoong akan meluangkan waktu khusus untuk putra tersayang mereka.

"Umma minnie yapal, pelut minnie cudah belteliak minta makan " Jaejoong terkekeh mendengarnya.

"Sepertinya aegya umma sudah sangat kelaparan. Kajja kita pulang!"

"Minnie mau hambulgel yang becal, picca, kentang goyeng, dan eclim polci jumbo ne umma" Yunho yang mendengar rengekan Changmin langsung mengajak keluarga ke sebuah kafe yang ada di kebun binatang tersebut. Rasanya berkeliling seluruh area kebun binatang ini telat membuat persediaan bahan bakar putranya habis.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Setelah dari kebun binatang, Yunho membawa keluarga kecilnya ke sebuah cafe milik sahabatnya. Cafe yang tidak terlalu kecil tapi sangat menarik dari segi desain interior yang memang berkonsep keluarga.

"Minnie, mau makan apa chagi?" Jaejoong bertanya pada Changmin yang sedaritadi tak berhenti membolak balik halaman buku menu.

"Euumm... Min bingung umma, makanan dicini enak-enak cemua. Min pecen cemua ne umma. Min yapel banget" Rengek Changmin pada Jaejoong. Jaejoong maupun Yunho hanya menggeleng kepala melihat putra kesayangan mereka.

'Aigo, sebenarnya waktu hamil Changmin Aku mengidam apa, sampai bisa punya anak dengan nafsu makan bak monster' Batin Jaejoong heran.

"Ani chagi, kalau Minnie memesan semua makanan disini nanti perut Minnie sakit" Yunho menjawab. Tentu saja bukan dia tak mampu membeli semua menu di Cafe tersebut, bisa saja dia membeli Cafe tersebut beserta isi-isinya. Hanya saja dia tak ingin putranya itu jatuh sakit karena kekenyangan.

"Eumm... alaceo Min pecen hambulgel polci jumbo, kentang goyeng dan eclim laca coklat jumbo jumbo ne Umma" rengek Changmin lagi.

"Aigo... gurae tapi eskrimnya yang jumbo kecil saja ya" Jawab Jaejoong.

"Jumbo jumbo umma...nee" kali ini Changmin meluncurkan puppy eyes attack andalannya.

"Ani, jumbo kecil saja, nanti Minnie sakit chagi" timpal Jaejoong.

"Ne Alaceo Umma" sahut Changmin nelangsa. Pelayan pun mencatat pesanan mereka dan beranjak pergi.

"Aigo Uri Minnie sedih eoh? Eumm sebagai gantinya Appa akan membelikan Minnie Lego Transformer baru, Otte?" Yunho yang tak mau melihat putranya sedih mencoba menghibur dengan iming-iming mainan yang sangat disukai Changmin. Dia yakin putranya itu pasti tidak akan menolaknya.

"NE NE NE APPA MIN MAUUU...YEIY YEGO TLANPOLMEL BALU...YEIY" Changmin melompat-lompat karena saking senangnya, tawa lepas Changmin adalah sumber kebahagiaan Yunho dan Jaejoong.

CUP

"Gomawo Appa"

CUP

"Gomawo Umma" Changmin mencium pipi kedua orang tuannya.

"Calanghae Appa Umma"

"Nado Chagi" Betapa bahagianya mereka, tak hanya keluarga Yunho yang merasakan kebahagiaan mereka. Terlihat seluruh pengunjung Cafe yang lain juga merasakan itu. Kebahagiaan itu begitu memancar membingkai senyum setiap orang.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kebahagiaan itu sederhana, hanya dengan melihat senyum orang yang kita cintai, maka kita pun akan merasakan kebahagiaan juga.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC/END?

REVIEW NE ^ o ^