Chapter 6 : Because K-Drama
Disclaimer : Boboiboy © Monsta Studio
Warning : AU , Boboiboy elemental and Yaya are sibling, Gaje, OOC , Humor (Maybe), Alur kecepetan , No super power , de el el. Di chapter ini agak ada romancenya nyempil dikit dan mungkin humornya masih gak kerasa -,-".
.
.
.
Happy Reading and…. Don't like don't read this fanfiction !
"Hweee…. Kak Ice sebenarnya apa salahku?" Kata Gempa sambil menangis berlutut di depan kakaknya, Ice.
Ice hanya menatap dingin Gempa. Tak satu patah kata pun keluar dari mulutnya. Keempat saudaranya yang lain hanya bingung melihat sikap dingin Ice kepada adik kesayangannya itu.
Sudah seminggu Ice bersikap dingin kepada Gempa. Semua hal yang Gempa lakukan dianggap salah oleh Ice. Padahal biasanya Ice selalu bersikap lembut kepada Gempa. Walau terkadang Gempa menjahili kakaknya itu, tapi Ice tak pernah sekalipun marah kepada Gempa. Namun sudah seminggu ini Ice selalu menjauhi Gempa dan bersikap dingin. Hal itu tentu saja membuat si anak nomer 2 menjadi bingung. Gempa merasa tak berbuat apa-apa yang bisa membuat kakaknya itu marah dan tak mau berbicara kepadanya.
Memang Gempa tak berbuat apa-apa. Sebenarnya semua itu berawal pada hari rabu minggu lalu.
"Hah... hah...hah... se-ben-tar lagi- sampai hah rumah hah..." Kata-kata Ice terputus-putus karena nafasnya yang memburu akibat berlari. Hari ini adalah hari Rabu. Hari yang selalu di tunggu-tunggu Ice, si sulung Boboiboy bersaudara karena pada hari itu ia terbebas dari kegiatan ekskul dan kegiatan lain yang selalu menyita waktunya untuk bersantai dirumah. Dan pada hari itu pula acara kesukaan Ice akan ditayangkan di tv.
"Assalamu'alaikum" katanya saat Ice sampai dirumah.
"Wa'alaikum salam." Jawab Gempa yang tengah berada di ruang tengah. Seperti biasa Gempa masih berkutat dengan tugas sekolahnya. "Tumben kakak pulang awal." Kata Gempa tak mengalihkan perhatiannya dari laptop.
"Biasa hari rabu. Gak ada ekskul." Jawab Ice sambil berlalu ke kamarnya.
"Oh." Jawab Gempa singkat.
Ice segera masuk kekamar. Mengistirahatkan tubuhnya sejenak lalu ia menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi Ice segera bergegas menuju lantai satu. Disana masih terlihat Gempa yang tengah sibuk memainkan jarinya di atas keyboard. Ice melirik Gempa sejenak lalu ia ke dapur guna mengambil cemilan.
"Gempa geser dong." Kata Ice.
"Hm." Jawab Gempa singkat yang langsung menggeser posisi duduknya.
Gempa memang suka mengerjakan tugas sekolah diruang tengah, lebih tepatnya didepan tv. dan itu sebenarnya sedikit mengganggu Ice karena dia ingin menonton acara favoritnya. Untungnya yang saat ini diruang tengah itu Gempa, bukannya Taufan atau Blaze yang biasanya gak mau disuruh geser.
"Yang lain kemana?" tanya Ice sambil menghidupkan tv.
"Hali sama Yaya belanja, Blaze belum pulang. Taufan ke rumah temen." Jawab Gempa agak ketus karena konsentrasinya sedikit terganggu.
"Oh." Jawab Ice singkat. Tak berapa lama acara tv favoritnya, yaitu drama korea pun dimulai.
Ice memang sangat suka menonton drama korea entah itu yang bergenre humor, angst, romance maupun tentang kerajaan. Kalau sudah menonton drama korea, Ice bisa melupakan semua hal yang terjadi disekitarnya. Mungkin kalau ada bom atom atau gempa bumi pun ia tak kan sadar. Dan satu hal yang membuat kelima adiknya heran yaitu mau selucu atau sesedih apapun adegannya, Ice akan menonton dengan wajah super datar.
"Assalamu'alaikum." Kata Halilintar dan Yaya bersamaan.
"Wa'alaikum salam." Jawab Gempa yang kini sudah sedikit rileks karena tugasnya sudah hampir selesai.
"Lho kak Ice sudah pulang toh?" tanya Yaya melihat kehadiran kakak sulungnya.
"Oh iya sekarang rabu ya? Pantas." Kata Halilintar sambil meletakkan barang bawaannya di atas meja di dapur.
"Hali hari ini masak apa?" tanya Ice saat ada iklan.
"Chicken teriyaki sama sup jamur." Kata Halilintar mulai mengeluarkan belanjaannya dari dalam kantung tas belanja.
" Hem oke." Kata Ice yang perhatiannya kembali ke layar tv.
"Fyuuuh akhirnya selesai juga." Kata Gempa sambil men shut down laptopnya. "Yaya bikinin roti panggang dong." Lanjutnya.
"Ya." Kata Yaya yang langsung melaksanakan perintah Gempa.
"Kak nontonnya jangan dekat-dekat dong." Kata Gempa memperingatkan kakaknya itu.
"Hn." Jawab Ice singkat, tapi masih tak beranjak dari tempat duduknya.
"Nih kak." Kata Yaya saat meletakkan sepiring roti panggang berlapis selai coklat dan segelas ice lemon tea.
"Wah kamu tau aja kesukaan ku. Makasih." Kata Gempa sambil tersenyum.
"Sama-sama." Jawab Yaya yang juga tersenyum.
Ice sekilas mencium aroma roti panggang, otomatis tangannya langsung menggapai roti yang terletak di antara dirinya dan Gempa. Tatapannya masih terfokus ke tv dan tak sengaja Ice memegang tangan Gempa yang juga akan mengambil sepotong roti panggang kesukaannya itu.
Sontak Ice dan Gempa sama-sama menoleh.
"Eh maaf. Kak Ice dulu yang ambil." Kata Gempa sambil menarik tangannya.
Ice mengambil satu potong roti panggang dan langsung memasukkannya kedalam mulut dengan wajah super datar.
"Kak itu dramanya tentang apa?" tanya Gempa yang juga memakan roti panggang yang ada.
" Sepasang kekasih yang jiwanya tertukar kalau pas hujan." Jawab Ice singkat.
"Oh, aku ikutan nonton ya." Kata Gempa yang juga mulai ikut menikmati alur cerita.
"Hn." Jawab Ice singkat. Dan mereka berdua pun menonton drama korea itu bersama.
~~~~Because K-Drama~~~~~
"Kak Gempa, Kak Ice makan malam udah siap." Kata Blaze menepuk pundak kedua kakaknya itu yang tengah asik menonton tv.
"Oh Blaze udah pulang? " tanya Gempa sedikit kaget saat ditepuk oleh Blaze.
"Iya sejam yang lalu." Kata Blaze sambil meninggalkan kedua kakaknya itu.
"Ugghh. Hemm udah selesai." Kata Ice sambil meregangkan tubuhnya. Ia melihat jam yang ada diruangan itu. Matanya membelalak karena ternyata sudah hampir jam setengah tujuh. "HEEE SUDAH HAMPIR SETENGAH TUJUH?! GAWAT AKU BELUM SHOLAT!" kata Ice buru-buru. "Kalian udah sholat maghrib?" tanyanya kepada adik-adiknya.
"Udah." Jawab keempat adiknya bersamaan.
"Kamu?" tanya Ice kepada Gempa yang hanya dibalas dengan gelengan kepala. "Ya udah ayo sholat dulu." Kata Ice kepada Gempa. Selesai Sholat mereka berenam makan malam bersama.
Selesai makan dan sholat isya, Ice langsung masuk kekamrnya. Didalam kamar ia masih melanjutkan menonton drama korea di laptop. Dan secara kebetulan hari itu Ice sama sekali tak ada pr yang harus dikerjakan, jadi dia bisa menonton drama sampai puas. Tak berapa lama Ice pun tertidur.
~~~~Because K-Drama~~~~~
Ice membuka matanya perlahan. Ia mengerjap beberapa kali.
"Errgghh ini dimana?" tanyanya bingung saat mengamati ruangan yang ada disekitarnya. Ruangan itu sangat indah. Didekor dengan bunga dimana-mana dan bernuansakan putih.
'Seperti di istana' batinnya. Tak berapa lama terdengar alunan musik yang merdu. Ia menengok ke sumber suara.
"Lho Hali, Taufan, Blaze , Yaya kalian ngapain main musik disini?" tanya Ice saat menyadari ternyata keempat adiknya lah yang memainkan instrumen musik tersebut.
Keempat adiknya sama sekali tak menjawab. Mereka masih terus bermain alat musik.
"Kak Ice." Terdengar sebuah suara yang tak asing bagi Ice. Ice langsung menengok dan mendapati Gempa berdiri dibelakangnya dengan mengenakan sebuah tuxsedo yang sangat bagus. Jujur saja Ice berpendapat kalau adiknya itu tampan. Yah walaupun sebenarnya semua anak laki-laki Boboiboy itu tampan.
"Gempa. Ngapain kamu pakai baju kayak gitu?" tanya Ice bingung.
Gempa hanya diam. Ia tak menghiraukan pertanyaan Ice. Lalu Gempa menjulurkan tangannya. "Mau dansa?" Tanyanya sambil tersenyum.
'BLUSH'
Seketika itu juga wajah Ice memerah "Ap-?" kata-katanya terputus karena Gempa langsung meraih tangan Ice dan mereka berdua mulai berdansa.
Ice merasa bingung dengan situasi yang ia alami saat ini.
"Sudah ikuti saja musiknya. Tak usah memikirkan hal lain." Kata Gempa lembut.
Ice yang merasa wajahnya semakin memanas, langsung menghentikan gerakannya. Ia mendorong tubuh Gempa.
"Sebenarnya kamu kenapa sih?" tanya Ice mulai panik.
"Aku gak papa kok. Cuma aku gak bisa berhenti mikirin kamu." Kata Gempa sambil memberikan sekuntum mawar merah yang entah ia dapat dari mana.
"Apa?! Kamu udah gila ya? Aku ini kakakmu tau?" kata Ice sedikit meninggikan suaranya.
"Iya aku gila karena cinta sama kamu." Kata Gempa lagi sambil melangkah mendekati Ice.
Ice merasa bulu kuduknya berdiri. Ia refleks memundurkan langkahnya saat Gempa maju. Tak disangka Ice tersandung dan ia terjatuh.
Gempa yang melihat hal itu langsung menangkap tubuh Ice. Wajah mereka berdua sangat dekat. Ice bisa melihat jelas wajah adiknya itu. Saat ini wajahnya sudah sangat merah. Sekali lagi ia mendorong tubuh Gempa dan langsung berbalik. Namun tangannya di tarik oleh Gempa. Dan tak disangka Gempa mengecup singkat bibir Ice membuat siempunya bibir merona hebat.
"LEPASKAN!" teriaknya. Ice langsung berlari dengan wajah merah seperti kepiting rebus meninggalkan Gempa yang berdiri sambil tersenyum.
'Apa-apaan tadi itu?' batin Ice. Ia terus berlari meninggalkan ruangan yang kini menurutnya sudah tak terlihat indah lagi. Ice hampir menangis. Langkahnya terhenti. Ia berusaha mengatur nafasnya.
"Hah...hah...hah... t-ta-tadi itu... tadi itu FIRST KISS KU! TIDAAAAAKKKKK!" teriaknya.
~~~~Because K-Drama~~~~~
"TIDAAAAAKKKKK!" Ice langsung membuka matanya. Keringat dingin mengucur dari dahinya. Lalu ia mendengar suara ketukan.
"Kak, Kak Ice kenapa? Kak." Teriak Halilintar dari balik pintu.
Nfas Ice masih memburu. Jantungnya masih berdegup sangat kencang. Perlahan ia turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu.
"Kak Ice kenapa sih kok teriak-teriak gitu?" tanya Blaze dengan wajah khawatir. Kamar Blaze dan Halilintar memang berdekatan dengan kamar Ice. Jadi wajar kalau mereka mendengar teriakan Ice.
"Ah gak papa Cuma mimpi buruk aja." Kata Ice dengan wajah datarnya. Padahal didalam hati ia masih ketakutan dengan mimpinya itu.
"Makanya sebelum tidur baca doa. Jangan nonton drama korea sebelum tidur! Bisa jadi kebawa mimpi tuh adegannya!" kata Halilintar yang kemudian kembali masuk kekamarnya.
'Kok dia tau.' Batin Ice bingung mendengar perkataan adiknya itu.
"Haaaahhh ku kira apaan. Ya udah ah aku mau tidur lagi. Hoaaamm." Kata Blaze yang juga kembali kekamarnya.
Ice memandangi kedua adiknya itu. Kemudian Ice juga kembali masuk kekamarnya. Ia kembali berbaring ditempat tidur. "Huh menyebalkan." Katanya. Ice berusaha kembali tidur. Tapi percuma karena mimpinya terus terngiang dikepalanya.
"Mungkin bener juga kata Hali, aku kebanyakan nonton drama korea." Kata Ice lebih kepada dirinya sendiri. "Tapi bagaimana bisa aku memimpikan Gempa mengajak ku dansa dan menciumku?" lanjutnya
Diliriknya layar laptop yang masih menampilkan adegan drama korea dimana kedua kekasih yang jadi tokoh utama drama tersebut sedang berciuman. Melihat adegan itu, membuat Ice teringat mimpinya barusan. Ice langsung mematikan laptopnya secara kasar.
"Mungkin karena adegan itu." Katanya agak kesal.
~~~~Because K-Drama~~~~~
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 5 pagi. Baru dua jam yang lalu Ice bisa memejamkan matanya. Jam wakernya terus berbunyi.
"Ugghh berisik." Katanya sambil melempar (dengan tak sadar) jam wakernya. Ice kembali memejamkan matanya.
"Kak Ice bangun, subuhan dulu." Terdengar suara seseorang dari balik pintu.
Ice melirik singkat pintu kamarnya. "Ugh, iya lima menit lagi." Katanya dengan malas.
"Kak Bangun! subuhan dulu! " kata orang dibalik pintu sekali lagi.
Dengan perasaan malas, Ice akhirnya bangun dan mengambil air wudhu. Saat membuka pintu kamar ia sedikit kaget melihat ternyata Gempa yang berdiri disana.
"Ayo kak sholat" kata Gempa sedikit kesal karena kakaknya itu sulit dibangunkan. Ia lalu meninggalkan Ice yang masih terpaku ditempatnya berdiri. Terlintas lagi mimpi buruknya di benak Ice.
Cepat-cepat ia mengusir pikiran-pikiran negatifnya itu. 'Ah mungkin setelah ini aku gak bakal nonton drama korea lagi' Batinnya sambil melangkahkan kaki meninggalkan kamarnya. Dan benar saja setelah selesai sarapan Ice langsung menghapus semua file drama korea miliknya dan ia tak pernah lagi menonton drama korea di tv. Dan itulah alasan sebenarnya sikap dingin Ice kepada Gempa.
~~~~BECAUSE K-DRAMA END~~~~~
Hai hai... jumpa lagi sama Mizu... gak pada bosen kan ketemu mizu? pasti pada nungguin Fic bikinan Mizu ini kan? /PD amat lu/ hehehehe di chapter ini Mizu nyoba beralih fokus karena biasanya Hali terus yang jadi titik fokusnya. Sesekali coba ke yang saudara lainnya. dan untuk Chapter ini Mizu milih Ice sama Gempa... tapi sedikit nyempil Romance nih... new pairing Gempa x Ice... mizu harap readers semua suka... kalau gak suka gak papa sih... nah gak perlu banyak omong lagi... oh iya sebelumnya mizu ucapkan banyak terima kasih kepada readers yang udah berkenan ninggalin review, Mizu senang baca review dari kalian semua dan maaf kalau gak Mizu balas... *Nunduk* sekali lagi terima kasih *nunduk lagi* ... Nah jangan bosen-bosen ninggalin jejak kalian di fic ini ya... kritik, saran dan review selalu mizu tunggu... daaahhhh jaa nee... sampai ketemu di chapter selanjutnya...
Mizu
