Chapter 2 : The Time I Loved You
...
Tidak ada cara untukku mencintaimu, Tidak, aku hanya tak tahu.
Ini adalah waktu dimana cinta kita berada
...
Sebelumnya:
"apa dia memutuskan memilih jalan ini, karenaku? " changmin hanya bisa mengusap bahu kyuhyun, tanpa tahu harus berbuat apa. Dia tahu, kyuhyun hanya butuh pendengar yang baik.
...
"Jangan seperti anak kecil"
Kyuhyun mendongak, tak mengerti ucapan sahabatnya ini. "apa?"
Changmin menghela napas, "makan makananmu dengan benar, jangan hanya diaduk. Seperti anak kecil saja."
"ckck kau yang memaksaku makan. Aku tak lapar!"
"Makan saja, jangan banyak mengeluh"
Akhirnya Kyuhyun tak lagi bersuara, malas menyahuti sahabatnya yang entah kenapa mengekorinya seharian ini.
...
"kau tak punya kegiatan lain?" Kyuhyun baru saja menyelesaikan suapan terakhirnya saat dilihatnya changmin memesan makanan penutup.
"tidak, aku ingin berduaan denganmu hari ini."
"Gila!"
Changmin terbahak mendengar kyuhyun berseru, merasa senang membuat kyuhyun kesal. Menurutnya itu lebih baik, daripada melihat kyuhyun menangis seperti tadi.
"Kalau begitu aku akan menginap di dorm mu malam ini. tak ada penolakan."
"Silahkan, kalau begitu siapkan dompetmu. Aku akan banyak belanja makanan."
Kyuhyun hanya tersenyum (yang menurut changmin mencurigakan) dan menganggukan kepalanya. Kyuhyun tak ingin pulang ke dormnya malam ini, tak ingin mengingat dorm beserta isinya.
"ah satu hal lagi, jika kau mengatakan pada orang lain atau bahkan pada semut sekalipun tentang kejadian di toilet tadi, aku benar-benar akan mencekikmu!"
Bukannya takut, changmin malah tertawa mendengar ancaman itu. "ya ya aku tak akan mengatakan tentang kau yang mena-"
"Ya!" Kyuhyun berteriak dan hampir menerjang changmin jika member DBSK itu tak segera menyingkir dari tempat duduknya.
"Hahahaha baiklah, tenang saja rahasiamu aman bersamaku." Akhirnya changmin menghentikan tawanya
Lama mereka terdiam sebelum changmin kembali bersuara "Kau tau kyu? Tak apa lelaki menangis karna cinta, bukankah itu berarti kau masih mencintainya?"
Kyuhyun tak berniat menjawab pertanyaan changmin, "hmm apa aku boleh bertanya?"
Kyuhyun menatapnya, Changmin tampak ragu melanjutkan pertanyaannya takut menyinggung kyuhyun. Tapi melihat kyuhyun yang masih menatapnya dengan tajam, changmin tahu dia harus tetap bertanya "benarkah sungmin-hyung meragukan perasaanmu?"
Kyuhyun tak mengerti kenapa changmin masih harus bertanya, bukankah pria ini mendengar semuanya tadi, "kau mendengarnya sendiri"
"ya, aku hanya bertanya, sungmin hyungkah, atau kau yang meragukan perasaanmu sendiri?"
Kyuhyun tertegun. Seperti waktu tiba-tiba saja berhenti. Pertanyaan changmin tadi seolah menjadi jawaban atas semua kebingungannya selama ini. Kyuhyun tersenyum sedih, menyadari semua ini memang salahnya. Pantas saja sungmin tak bahagia. Bagaimana sungmin bisa bahagia jika kyuhyun sendiri meragukan perasaanya pada sungmin. Bodohnya dia!
"Aku memang bodoh" kalimat terakhir dari Kyuhyun menjadi jawaban bagi changmin. Dia tahu.
...
Sungmin baru saja akan tertidur saat seseorang mengetuk pintu. Dilihatnya Leeteuk masuk bahkan sebelum ia membukakan pintu.
"apa aku boleh masuk?"
Sungmin merasa suara leeteuk begitu dingin, sedingin ekspresinya saat ini. tiba-tiba ia merasa asing, yang dihadapannya bukan leeteuk-hyungnya. "kau sudah masuk, hyung. Silahkan duduk."
Leeteuk berjalan dan duduk diatas kursi belajar sungmin.
"kita sudah lama tak berbincang seperti ini, benarkan?" yang tertua tampak memulai percakapan
"Ne, hyung. Kita semua sibuk."
"bolehkah aku langsung mengatakan pada intinya?"
"Ne hyung" Sungmin masih berusaha menahan agar suaranya tak terdengar bergetar. Dia tahu, dia tahu apa yang akan dibicarakan Leeteuk
"aku sering mengatakan padamu, dan pada kyuhyun tentu saja, untuk berhati-hati. Maaf jika aku menyinggungmu sungmin"
"Tak apa, hyung. Lanjutkan."
"kau tahu hubunganmu dan kyuhyun bukanlah sesuatu yang biasa. Kalian hanyalah minoritas yang hidup di dunia mayoritas. Bisakah kalian memahami ini?"
Sungmin tak menjawab, Leeteuk merasa tak tahan melanjutkan ini. tapi dia harus.
" Dari awal aku tak pernah bermasalah dengan kedekatan kalian. Aku bahagia jika kalian bahagia. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Aku hanya tak bisa menerima jika hal ini mulai mempengaruhi kita, Super Junior. Sungmin, kita bersama-sama sedari awal meraih semua ini. kau sendiri tahu berapa banyak air mata dan keringat yang sudah kita keluarkan demi mencapai ini semua. Apa kau tega merusak itu semua?"
Sungmin terkejut, tak percaya hyung yang paling dia hormati mengatakan itu padanya. Tapi dia hanya diam, menurutnya diam lebih baik.
"kau hanya punya dua pilihan, sungmin. Dan aku tahu tak ada satu pun dari pilihan itu yang akan membuatmu senang."
Sungmin terlihat waspada. Dia tahu, cepat atau lambat Leeteuk hyung atau siapa pun dari agensinya akan meminta ini padanya. Jadi, sebelum itu...
"aku akan menerimanya." Leeteuk bahkan belum membuka mulut saat sungmin memotong pembicaraannya. "aku akan menikahinya, hyung boleh mengatakan pada pihak agensi. Aku menerima menikah dengan S*eun"
Leeteuk cukup terkejut dengan pernyataan sungmin. Meskipun dia tahu sungmin akan tetap memilih jalan ini.
"bukankah apapun yang aku pilih, aku harus tetap menikah dengan gadis pilihan kalian?" leeteuk mendengar suara sungmin berubah. Dan dia tahu, sungmin terluka. Lalu apa dia juga punya pilihan lain? Mengorbankan satu orang demi sepuluh orang lainnya, apa dia terlihat jahat?
"ya, itu lebih baik bukan? Ayahmu juga akan menerima keputusan ini dengan senang hati."
Sungmin memjamkan matanya, berharap sekarang dia sedang bermimpi.
"segeralah buat pernyataan di depan pers. Agensi bisa mengaturnya jika kau mau."
"tidak, aku akan mengatakannya, tapi tidak dengan konferensi pers, aku akan mengatakannya langsung pada ELF-ku."
Leeteuk memutuskan membiarkan sungmin melakukannya dengan caranya sendiri. Setidaknya dia tak usah ikut campur lagi. Dia kemudian berdiri dan keluar dari kamar sungmin.
Sungmin menangis. Air mata itu jatuh saat leeteuk menutup pintu kamarnya. Apa sekarang ia boleh menangis? Apa sekarang ia boleh merasa sakit? Bahkan ia tak tahu sakit seperti apa ini, karena rasanya sesak sekali. Tubuhnya tak terluka sedikitpun, tapi dia merasa demam sekujur tubuh. Napasnya seakan ada yang menghalangi. Dan dia sama sekali tak bisa bergerak. Sakit. Sungmin merasa sangat sakit. Menurutnya, mati lebih menyenangkan sekarang. Sungmin ingin mati saja. Dan dia... dia butuh kyuhyun-nya saat ini.
"Kyu..."
...
Kyuhyun membuka matanya. Apa dia tertidur? Dia merasa mendengar seseorang membisikan namanya. Kyuhyun melihat changmin masih bergelut dengan game di laptopnya
"apa aku tertidur?"
Changmin berpaling melihatnya. "Ha? Ada apa?"
"hmm tidak, sepertinya aku ingin pulang ke kamarku."
Changmin terkejut, kenapa dengan kyuhyun? "kau kenapa?"
Kyuhyun segera berdiri membereskan barang-barangnya dan berlalu dari kamar itu tanpa berpamitan pada changmin.
...
Sungmin membawa tasnya setelah memasukan beberapa baju dan barang-barang keperluannya yang lain. Sejenak dia merasa geli sendiri, dia merasa seperti seorang gadis yang akan kabur dari rumah.
"Hyung.." Ryewook yang tadinya berniat menawari sungmin makan malah terkejut melihat sungmin dengan membawa tas besarnya. "ini untuk apa?" tanyanya menunjuk ke arah belakang sungmin
"aku akan tidur di rumah beberapa hari, bisakah kau mengatakannya pada... hmm yang lain?"
"ya, tapi kenapa mendadak?"
"aku sudah memutuskan, aku sudah mengambil jalanku."
Ryewook terdiam, mencoba mencerna maksud hyungnya ini. apa maksudnya adalah ...
"aku tak mengerti hyung,,," ryewook sebenarnya mengerti, dia hanya berharap sungmin hyung-nya tak mengatakan hal itu
"aku terlalu besar kepala,Ryewookie." Sungmin melihat sendiri ryewook mengeluarkan air matanya. "aku pikir semua akan baik-baik saja saat kami saling mencintai dan tetap bersama. Tapi, kenyataannya tidak. Kami tak sekuat itu... kami tak bisa melawan dunia."
Bersamaan dengan jatuhnya air mata sungmin, dia memutuskan berlalu sebelum dia juga menangis seperti ryewook.
...
Kyuhyun baru saja akan membuka pintu dorm saat melihat sungmin yang keluar dari dorm mereka. Sungmin terlihat terkejut, tapi dia hanya tersenyum dan melewati Kyuhyun begitu saja.
"Hyung, kau tak tidur disini?"
Sungmin masih tak mau menatapnya dan hanya menganggukan kepala. "aku akan menginap dirumah beberapa hari"
Kyuhyun yang merasa ada yang tak beres dengan sungmin memutuskan untuk mengikutinya.
Sungmin baru saja akan membuka pintu mobilnya saat melihat kyuhyun ada dibelakangnya "kenapa kau mengikutiku?"
Tanpa menjelaskan apapun kyuhyun mengambil alih kunci mobil sungmin dan segera duduk di kursi kemudi. "ikut aku"
Sungmin hanya menghela napas pasrah, kemudian masuk ke mobil.
Entah sudah berapa kali mereka ada di posisi seperti ini. sungmin yang terdiam menatap jalanan kota seoul di malam hari, dan kyuhyun yang menyetir mobil tanpa tahu kemana arah tujuan.
Kyuhyun tak berniat memulai percakapan, begitu juga dengan sungmin. Hingga tanpa sadar kyuhyun melajukan mbilnya hingga ke perbatasan kota.
...
Matahari terbit dengan gagahnya dari sebelah timur. Menyapa jiwa-jiwa redup yang butuh kehangatan. Memberikan janji-janji kehidupan baru pada setiap manusia yang masih berharap. Seperti kyuhyun, dan sungmin yang menatap terbitnya matahari dengan mata penuh harap.
"aku mencintaimu. Aku mencintaimu dan terlalu bodoh untuk tidak mempertahankanmu."
Kyuhyun masih tak bisa mengalihkan pandangannya dari matahari yang belum muncul sepenuhnya. "aku mencintaimu, tak peduli seberapa besar perasaan itu, aku hanya mencintaimu."
Sungmin tersenyum, untuk pertama kalinya (dalam sebulan terakhir) tersenyum dengan tulus. Kata-kata kyuhyun tadi tak akan menyelesaikan masalahnya, dia tahu. Tapi entah kenapa itu menghangatkan. Seperti matahari terbit yang memberi kehangatan pada jiwa-jiwa yang berharap, seperti itulah rasanya bagi sungmin.
"kau tak perlu tetap bersamaku untuk menerima cintaku. Aku mencintaimu, tak peduli bagaimana keadaanmu, aku akan selalu menunjukan cintaku padamu."
Dan sungmin tetap tersenyum, berjalan perlahan hingga berada tepat di belakang kyuhyun yang masih memunggunginya.
"Aku tak butuh dunia untuk mencintaiku. Aku hanya butuh kau" Kyuhyun berbalik, melihat senyum sungmin yang sangat menyilaukan baginya, tapi dia tak peduli. Kyuhyun mencintai sungmin.
Sungminlah yang terlebih dahulu memeluk kyuhyun. Menyalurkan kebahagiaan yang ia tahu tak akan bertahan lama.
Kyuhyun memeluk sungmin, "jantungku masih berdebar untukmu. Aku masih mencintaimu. Kau dengar itu?"
Sungmin mengangguk antusias. Dia tak punya kata-kata lagi untuk kyuhyun. Dia tak bisa berkata-kata lagi
"aku selalu mencintaimu. Semua waktu yang telah berlalu. Waktu dimana cinta kita berada."
...
TBC
...
Sungmin itu sangat mencintai fansnya. Aku yakin dia ga bermaksud mengecewakan kita. Dia hanya ga punya pilihan. Aku yakin itu. Apa kalian juga yakin? :')
WineKyumin137, ovallea, me2310, peachpetals, ryuakari, terimaksih udah menyapa di chapter 1 kemarin.
Dan untuk PumpkinEvil137 aku kasih bocoran dikit boleh ya, tenang aja aku bakal bikin ending yang bahagia buat kisah mereka disini ;) thanks udah setia baca dan review panjangnya.
And for all of you, please enjoy this chapt
