Chapter 4 : A Million Pieces

...

"Malam ini kau adalah berjuta-juta potngan. Kau mengisi, mengisi, dan mengisi hatiku secara mendalam.

Kau mengumpulkan hatiku yang patah. Malam ini di tempat yang paling dalam, cahayamu mengisiku sepenuhnya. ~A Million Pieces, Cho Kyuhyun

...

Previous Chapter:

Kyuhyun ingin mengubah posisi duduknya untuk berhadapan dengan sungmin, tapi sebelum itu,

"biarkan seperti ini, kyu. Biarkan seperti ini."

Kemudian suara ombaklah yang terdengar darisana. Dari tempat dua manusia yang saling mencintai.

...

.

.

.

Ciuman itu terlepas karena dorongan sebelah pihak. Sungmin tak kuasa lagi memendam tangisannya. Akhirnya air mata itu jatuh juga. Akhirnya sungmin menangis lagi, mengeluarkan semua kesakitan yang ia pendam selama ini. kesakitan atas semua pilihan yang tak pernah sejalan dengan keinginan hatinya.

Dan nyatanya, sungmin bukan satu-satunya yang menangis disana. Cho Kyuhyun menepuk-nepuk pelan bahu kekasihnya. Mencoba meredakan rasa sakit yang sama. Mencoba meresapi setiap kesedihan yang bersarang di hati keduanya.

Malam ini, sepasang kekasih menangis bersama. Tak bermaksud menyesali takdir yang tak memberi jalan untuk bersama, hanya menangis, berbagi rasa, berbagi duka, yang sama.

...

"Kau tampak tidak sehat. "

Itu pernyataan, bukan pertanyaan. Sungmin tersenyum kecil menatap heechul-hyungnya.

"Seharusnya kau makan dengan banyak, lupakan soal dietmu itu. Lagipula aku lebih menyukai dirimu yang montok, sangat menggoda." Heechul mendengar sungmin akhirnya tertawa karena guyonannya itu 'itu lebih baik, sungmin-ah. Tertawalah'

Sungmin mengambil gelas wine yang disodorkan heechul padanya. Sepertinya tak apa ia mabuk malam ini. dia memang butuh mabuk.

Dan tak butuh berpulu-puluh gelas untuk membuat Lee Sungmin mabuk. Lihat saja wajahnya, sudah memerah sempurna.

"kau memang baik, hyung. Kyuhyun tak pernah mengijinkanku mabuk!" Sungmin mulai melantur tak jelas, sembari sesekali mengerucutkan bibirnya

"kau kesal padanya?"

"eoh! Aku kesal, kesal sekali padanya. Dia bodoh!"

Heechul tertawa tersedak mendengar sungmin mengumpat. "nah yang itu aku setuju. Dia memang bodoh!"

Tapi tawa heechul berhenti, ketika ia baru saja menyadari sesuatu. Sungmin memang sedang tertawa, tapi juga menangis.

Heechul mengulurkan tangannya, mencoba mengusap lelehan air mata sungmin "uljima, kau jelek jika menangis. Seperti anak gadis."

"maafkan aku hyung. Maaf untuk member dan fans. Aku mengecewakan kalian, aku mengkhianati kalian."

Heechul beranjak untuk duduk di sebelah sungmin. Mendekap penuh sayang dongsaengnya ini. dia tahu, sungmin tak butuh nasihat. "uljima, semua akan baik-baik saja."

...

Kyuhyun membanting keras stick ps nya. Dai tak percaya ini sudah yang ke empat kalinya dia kalah.

"Ya! Tidak usah dibanting. Kau kalah, marahlah pada dirimu sendiri!" Hyukjae berujar kesal melihat kyuhyun yang juga tak mau menyerah setelah kalah berkali-kali.

"kau masih mau main tidak?" donghae bertanya pada kyuhyun. Baginya sangat menguntungkan bermain dengan kyuhyun yang sedang tidak fokus seperti sekarang.

"jangan banyak bicara." Kyuhyun menyetel ulang permainannya. Dan mulai kembali bertanding donghae

Diantara semua teriakan kemenangan dan umpatan kalah selama permainan, kyuhyun masih sempat melirik ke arah pintu. Berharap pintu itu segera terbuka. Berharap seseorang yang sudah seminggu ini tak pulang ke dorm menampakan wajah manisnya. Dia merindukannya.

"dia akan pulang malam ini." Tiba-tiba donghae berujar membuat kyuhyun menatapnya

"apa?"

"heechul hyung sedang menjemputnya, dia akan pulang."

Donghae berteriak kencang karena permainan berpihak padanya lagi. Kyuhyun mengumpat dan memutuskan untuk beranjak duduk di sofa membiarkan hyukjae mngambil alih stick ps nya.

Bermain dengan kondisi perasaannya yang semrawut memang bukan ide yang bagus.

"Sebaiknya kau berlibur, kyu. Kau tampak kacau akhir-akhir ini." Hyukjae sesekali melirik pada kyuhyun, yang ia tahu sedang memikirkan sesuatu.

"aku baik-baik saja."

"kau mengatakan baik-baik saja dengan wajahmu yang mengenaskan. Kau pikir kami percaya?"

Kyuhyun hanya tersenyum miris, membenarkan dalam hati ucapan donghae. Dia sendiri ragu dengan kata 'baik-baik saja' yang baru diucapkannya tadi.

"Super Junior masih disini,kyu. Kami masih ada disini untukmu. " Suara donghae mangalun begitu lembut di telinga kyuhyun. Dia tahu, hyungdeul nya akan selalu ada untuk tempatnya berlindung. Tapi,apakah ia tega memberi beban baru? Saat ini bahkan semua tidak sedang baik-baik saja.

...

Bukan sedang musim hujan, seharusnya. Tapi pagi ini Seoul diawali dengan rintik-rintik air hujan yang turun membasahi bumi. Sebenarnya Kyuhyun sangat malas beraktifitas mengingat dinginnya pagi ini. tapi akhirnya dia beranjak dari ranjangnya dan segera mencuci muka.

Dia pikir semalam bisa bertemu dengan sungmin, tapi setelah menunggu berjam-jam sungmin sama sekali tak menampakan batang hidungnya. Padahal hyukjae bilang ia akan pulang, 'jangan-jangan monyet itu berbohong padaku? Awas saja!' Batin Kyuhyun jahat.

"Kau sudah bangun? Pagi sekali,aku bahkan belum memasak, kyu. " Itu suara Ryewook yang entah bagaimana caranya sudah ada di dapur bersamanya. "kenapa bangun pagi? Jadwal kita siang"

"arra, aku hanya ingin sesuatu yang hangat."

"hm? Mau kubuatkan teh hangat? Kebetulan Sungmin Hyung memintanya tadi."

Kyuhyun yang sedang minum air putih tersedak, apa kata ryewook tadi?

"Sungmin Hyung?"

"huh? Apa? Oh iya, sungmin hyung minta dibuatkan teh hangat. Katanya tak enak badan, sepertinya dia habis mabuk semalam."

"dia pulang?"

"tidak kesini, tapi ke dorm atas, dia menginap di kamar heechul hyung. Tapi sekarang dia ada dikamarnya"

Kyuhyun merengut tak mengerti. kenapa mabuk dan kenapa harus di kamar heechul?

Kyuhyun mengambil alih gelas berisi teh hangat yang baru saja selesai dibuat ryewook "aku yang akan mengantarkan padanya"

Tanpa menunggu jawaban dari ryewook, kyuhyun segera mengambil langkah menuju kamar sungmin.

...

Kyuhyun memang tidak berniat mengetuk pintu tadi, jadi jangan salahkan dia yang tidak sengaja masuk saat sungmin belum berpakaian dengan benar.

"kau sengajakan?!" baiklah sepertinya sungmin benar-benar marah

"ck hyung, aku bahkan tak tahu kau punya kebiasaan mabuk dan melucuti pakaianmu sendiri setelahnya. Kau tak pernah kuijinkan mabuk dihadapanku. Jadi mana mungkin aku sengaja mengintip tubuhmu itu."

Sungmin tak merubah tatapan tajamnya pada Kyuhyun. Kekasih hatinya ini seringkali berbohong dan menjahilinya, jadi mana mungkin dia percaya begitu saja.

"lagipula, aku hanya melihat sedikit tadi. Anggap saja kau sedang bersedekah."

"Ya!" Sungmin beranjak dari duduknya dan langsung menerjang kyuhyun yang sedang setengah berbaring di ranjangnya. Bermaksud memukul kepala kyuhyun, tapi bocah itu cepat sekali berkelit. Sungmin tak kehabisan akal, dia mengangangkat kakinya dan menahan paha kyuhyun agar tak bergerak, tangan kirinya yang masih bebas dari cekalan kyuhyun segera saja mencubit keras pinggang kyuhyun. Merasa puas melihat kyuhyun yang akhirnya kesakitan.

"Hyuuung! Appo! Apa yang kau lakukan?!" kyuhyun menjerit kesakitan.

"itu hukuman untuk pria mesum sepertimu, pabbo!"

"Ya! Berhenti memukuliku, yang mesum itu kau!"

Sungmin menghentikan pukulannya di kepala kyuhyun, dan berganti menjewer telinga kyuhyun "apa maksudmu bocah?! Kau yang mengintipku tadi!"

"Ya! Ya! Ya! Ini sakit hyung! Kau tak lihat posisimu sekarang?!"

Sungmin terdiam dan melihat dirinya tengah menindih kyuhyun. Segera saja sungmin berdiri dan merasa salah tingkah. 'Ck kenapa bisa begini'

"kalau ingin memperkosaku jangan begini hyung, sakit tahu!"

Sungmin melotot dan ingin memukul kepala kyuhyun (lagi) jika kyuhyun tak segera menangkap tangannya lalu menarik sungmin untuk berbaring seperti dirinya.

"kau manis jika tengah salah tingkah begini." Kyuhyun menahan senyum melihat sungmin yang tak bisa berkutik lagi.

Sungmin sendiri merasa gugup bukan main, bagaimana bisa mereka berdua ada di posisi berbahaya begini, bagaimana jika ada yang masuk ke kamar? ini harus dihentikan!

Sungmin mulai bergerak agar bisa beranjak dari posisinya,ketika dia mendengar kyuhyun bertanya dengan suara lembut,

"kenapa kau mabuk?" kyuhyun bertanya sembari mennyingkarkan dengan lembut rambut yang menghalangi wajah manis sungmin. "apa kau mabuk karenaku?" tanya nya percaya diri.

Sungmin tersenyum mengejek, "kenapa harus karenamu?" akhirnya sungmin bisa terlepas dari pegangan kyuhyun saat kyuhyun akhirnya mau menyingkir dari badannya.

"entah, mungkin karena kau mencintaiku dan tak bisa bersamaku."

Sungmin mendengar kyuhyun mengucapkannya dengan enteng, seolah itu bukan masalah besar baginya.

"aku mabuk karena heechul hyung mengijinkanku minum, tidak seperti kau,"

Kyuhyun tergelak tertawa, hyungnya ini sedang berusaha mengalihkan pembicaraan? "minumlah tehnya, tadi ryewook hyung membuatkannya untukmu."

Kemudian mereka terdiam tak lagi bersuara. Sungmin yang sibuk meminum tehnya dan kyuhyun yang hanya diam melihat ke arah jendela.

Hingga akhirnya... "aku merindukanmu."

Kyuhyun menoleh, itu suara sungmin? Padahal sedari tadi hatinya juga meneriakan kalimat yang sama.

"aku ingin pulang tapi tak punya keberanian menatap wajahmu. Jadi aku bersembunyi."

Kyuhyun tak berniat menyela, jadi dia hanya membiarkan sungmin berbicara.

"Heechul hyung bilang akhir-akhir ini kau terlihat kacau... terutama setelah konfirmasi SM itu. Mereka hebat ya? Bahkan aku belum membuat keputusan."

Kyuhyun mendengar suara sungmin mulai bergetar. Dia tahu bukan hanya dirinya yang sedang tertekan. Sungmin pasti lebih tertekan.

"mereka membenciku. ELF-ku membenciku karena keputusan yang belum sepenuhnya kuambil."

Kyuhyun melihat wajah sungmin yang semakin sendu, tak tahu harus berkata apa lagi. Kyuhyun kemudian bangun dan memeluk Sungmin. "maaf tak bisa berada disampingmu."

"tidak kyu, kau memang tak boleh berada disampingku. Tak boleh."

Seperti luka yang kemudian diberi air garam, seperti itulah rasanya saat sungmin mengatakan kalimat itu padanya. Kyuhyun tahu, dia hanya akan semakin terluka. Tapi dia tak peduli, kyuhyun makin mengeratkan pelukannya pada sungmin. Sekalipun dia tahu, memeluk sungmin seperti mengenggam sebuah pisau. Kau akan semakin terluka jika menggenggamnya lebih erat.

...

Sungmin baru saja mengakhiri tulisannya. Tulisan yang akan segera mengubah hidupnya. Mengubah pandangan semua orang padanya. Dia tak cukup kuat untuk berbohong menatap ELF yang dia cintai. Dia tak kuasa melihat wajah-wajah terluka yang baru saja ia khianati. Sungmin tak bisa, melihat ELF-nya tersakiti karena pilihan yang juga menyakitinya. jadi, biarkan mereka mengatakan sungmin pengecut.

"mian... mianhae.. saranghae..."

...

Kyuhyun menutup laptop kesayangannya. Berjalan menghampiri jendela kamarnya. Dia tersenyum, akhirnya keputusan itu diambil juga.

'kau membuat semuanya lebih mudah bagi semua orang hyung. bahkan kau tak memberiku lagi kesempatan untuk menunggumu di persimpangan. Apa maksudmu?'

'ya, kau hanyalah sejuta potongan hatiku. Kau benar-benar menghancurkannya berkeping-keping. Sungmin hyung.'

...

Leeteuk beranjak dari duduknya, membiarkan heechul dan kangin yang masih membaca sebuah tulisan.

'dia benar-benar melakukannya? Tapi, kenapa begini? Bukan seperti ini maksudku.'

...

TBC

...

Jeongmal gomawo:

PumpkinEvil137: Kyumin emang manis, hhe thanks doanya

Ovallea: disini aku bikin karakter leeteuk sebagai leader yg melindungi memberdeul. Jd menurut aku wajar bgt klo leetek berlaku gini, anyway thanks reviewnya. Yup bener, ayah sungmin pasti berperan besar dlm pernikahan laknat itu.

Nymph673: hai selamat datang dan selamat membaca

Petalstephee137: yes berhasil bikin nangis! kekeke

PeachPetals: karena harus ada pahit dulu kalo mau manis :D

WineKyumin137: setuju! Satu embek yang sok peduli sama ELF tp nyatanya nyakitin kita. Iya merekapasti janjian tuh di jeju hahaha

me2310: jangan baper ya hahaha

Orangegirls: changmin is the best! :D

Fani: kecewa pasti, tapi ttep dukung kyumin kan?

Please enjoy this chapter.

Keep Calm and Love KYUMIN

PS: hai kemaren aku lama ga update karna galau nonton kry atau gak, akhirnya beli tiket juga karena dorongan yng begitu kuat hahaha

Reader ada yang nonton juga? Bareng yuuk, yg dari bandung, ayo ikut trip bareng ELF_Bandung