...KyuMin...

'Jika kamu tidak datang. Aku akan pergi kepadamu. Aku akan menemukanmu sebagai gantinya. Bahkan hingga dunia berakhir...

Hatiku adalah rumahmu. Kumohon kembalilah' ~Dorothy

...KyuMin...

Sungmin baru saja mengakhiri tulisannya. Tulisan yang akan segera mengubah hidupnya. Mengubah pandangan semua orang padanya. Dia tak cukup kuat untuk berbohong menatap ELF yang dia cintai. Dia tak kuasa melihat wajah-wajah terluka yang baru saja ia khianati. Sungmin tak bisa, melihat ELF-nya tersakiti karena pilihan yang juga menyakitinya. jadi, biarkan mereka mengatakan sungmin pengecut.

"mian... mianhae.. saranghae..."

...KyuMin...

'Tak ada lagi yang bisa kita bicarakan. Fokuslah pada album solomu. Fighting!'

Kyuhyun membaca lagi pesan elektronik yang terkirim ke ponselnya tiga minggu yang lalu. Pesan yang dikirimkan dengan sejuta kebingungan, pesan yang dikirim tanpa tanggung jawab, yang bahkan isinya tak akan pernah berubah berapa kalipun dibacanya.

"kau belum tidur?"

Kyuhyun melihat Eunhyuk baru saja keluar dari dapur dengan ponsel di tangannya. "belum mengantuk."

Eunhyuk melirik sekilas pada kyuhyun yang masih memegangi ponselnya dengan mata penuh harap. "dia belum menghubungimu?"

"oeh? Siapa?"

"berhentilah memikirkan hal lain, fokus saja pada albummu."

"apa aku terlihat kurang ajar?"

Eunhyuk terpaksa mengalihkan tatapan dari ponsel kesayangannya demi melihat wajah kyuhyun, "apa maksudmu?"

"bahkan aku melangkahi yesung hyung mendapatkan album solo pertama."

"ck kau ini. hyungdeul tak akan merasa tersaingi, percayalah. Kami senang melihatmu bertambah sukses. Jadi yang harus kau lakukan sekarang adalah fokus. Okay?"

"hmm arra. Baiklah aku ke kamar dulu."

"yak yak yak! Kau tak akan menemaniku?"

"aku ngantuk."

"ck dasar bocah labil, tadi dia bilang tidak ngantuk."

...KyuMin...

"kau yakin?"

Leeteuk mengulang lagi pertanyaannya untuk yang keempat kalinya. Sungmin bisa saja berbohong dihadapan para petinggi SM seperti tadi, tapi dia tak ingin sungmin berbohong juga dihadapannya.

"aku tidak. Aku tidak yakin. Tapi, apa aku punya pilihan hyung?"

"aku mengerti. ini akan jadi rahasia kita. Aku berjanji."

Sungmin memeluk leeteuk, tak kuasa lagi menahan air mata yang ditahannya sejak tadi. Sejak mereka mengetuk palunya, sejak mereka menentukan tanggalnya.

Leeteuk balas memeluk sungmin, mengusap air mata yang juga tiba-tiba saja turun dari matanya. Dia tak bisa membayangkan ada di posisi sungmin. Tak akan bisa.

"kita pulang, hm?"

Sungmin tak menjawab, hanya melepaskan pelukan kemudian mengangguk.

Bahkan tak ada lagi percakapan diantara mereka dalam perjalanan menuju dorm.

...KyuMin...

"kalian sudah datang?" Ryewook yang melihat sungmin dan leeteuk muncul dari balik pintu dorm segera menghampiri.

"hmm kau sudah memasak? Aku lapar?." Leeteuk berinisiatif menjawab sapaan ryewook karena dipastikan sungmin tak akan. Dia hanya melenggang begitu saja menuju kamarnya.

"sungmin hyung kenapa?"

"tidak apa-apa, dia hanya tak enak badan."

Ryewook tahu ada yang tak beres semenjak pagi-pagi sekali leeteuk datang dan mengajak sungmin pergi. Hingga menjelang malam mereka baru pulang, tapi ia tak punya keberanian untuk bertanya.

"dimana yang lain?"

Pertanyaan leeteuk membuyarkan lamunannya, namun ia segera tanggap "belum pulang, hanya kyuhyun di kamarnya."

Leeteuk menatap pintu kamar kyuhyun, memandangnya sendu seolah sedang meminta maaf pada kyuhyun 'mianhae, kyu. Mianhae. Ini untukmu juga.'

Leeteuk tidak sadar jika ryewook sedang memperhatikannya, 'ada apa sebenarnya?'

'apa kau akan kuat kyu?'

"aku akan menemui sungmin, tolong hubungi member yang lain segera berkumpul disini."

"oeh? Ne, hyung."

...KyuMin...

Mereka duduk di sofa yang terdapat di ruang tamu dorm. Ryewook melihat kyuhyun yang kacau. Dia tahu kyuhyun sedang menderita, dan kenapa leader mereka malah menyuruh berkumpul seperti ini?

Kyuhyun tak mengalihkan tatapannya dari Sungmin yang bahkan tak mau menatapnya sama sekali. Sungmin dan member tahu betul tatapan kyuhyun tertuju pada siapa, tapi mereka berusaha untuk tak peduli, malah bertanya-tanya untuk apa berkumpul seperti ini.

"kita akan datang, tanggal 13 nanti, pernikahan sungmin." Leeteuk merasa mendadak tak bisa membuat kalimat yang baik di pikirannya. Dia sungguh tak tega dan merasa tak sanggup mengatakan ini pada Kyuhyun.

"mwo?" Kyuhyun terlihat tak percaya dengan apa yang diucapkan hyung tertuanya ini

"aku akan datang. Dan kau juga harus."

Kyuhyun melotot tak percaya. Jadi leeteuk benar-benar mendukung keputusan sungmin?

"kau pikir aku sudi untuk datang?! Kenapa tak sekalian keluarkan aku dari grup ini?!"

"Kyu..." Donghae yang ada disamping kyuhyun berusaha menenangkan. Dia memegang erat tangan kyuhyun yang sudah mengepal.

"apa maksudmu?" heechul memandang tajam leeteuk. Dia merasa leader mereka benar-benar sudah gila.

"salah satu member kita akan menikah,bukankah kita harus datang untuk memberi dukungan dan doa?"

Kangin tak menjawab pertanyaan leeteuk, dia hanya menatap sungmin yang berwajah datar. "kau ingin kami datang?"

Sungmin mendongak dan tersenyum lemah, mengeluarkan sebuah kartu undangan. "aku membuat satu untuk kalian semua, karena kalian keluargaku, dimohon kehadirannya."

"Apa yang sedang terjadi disini?!" Heechul berdiri dan langsung menarik sungmin untuk berdiri juga. Kangin segera menlindungi sungmin, takut heechul berbuat kasar

"apa yang kau lakukan lee sungmin?! Kau bahagia dengan pernikahan ini?!"

"apa kau tak memikirkan ELF?" Eunhyuk akhirnya bersuara

Sungmin hanya tersenyum (lagi). "karena memikirkan ELF maka aku ingin kalian datang. Akan jadi pembicaraan tidak baik untuk Super Junior jika kalian tak datang ke pernikahanku."

Heechul mendengus tak percaya dengan ucapan sungmin "kau sudah jadi pembicaraan buruk dengan pernikahan ini,kau tahu?!"

"aku harus menikah. Aku akan menikah. Apa kalian tak ingin datang untuk mendukungku?" Sungmin merasa sudah tak kuat lagi menahan air matanya.

Dan semua yang melihat sungmin dengan wajah seperti itu sudah dipastikan tak akan ada lagi yang tega membentaknya. Semua terdiam. Mereka hanya tak mengerti, kenapa sungmin begitu terburu-buru dan kerasa kepala mengenai pernikahannya ini?

Kyuhyun yang terdiam sejak tadi, kemudian menatap sungmin yang sedang berusaha menghapus air matanya. Dia merasa hancur. Dia merasa terkhianati. Kenapa sungmin memilih jalan ini? bukankah pernikahan berarti akhir dari segalanya? Apa itu artinya sungmin sudah mengakhiri semuanya?

Lalu, bagaimana dengan janji mereka? Kyuhyun tersenyum sedih. Dia dicampakan? Jadi dia memang sedang dicampakkan.

Kyuhyun berdiri, yang langsung ditatap oleh semua member yang ada disana "kalian datanglah, sungmin hyung butuh dukungan member. Benar, tak baik jika kalian tak datang."

Sungmin merasa hatinya dipukul dengan kapak yang besar, kata-kata kyuhun...

"dan hyung..." kyuhyun sedang berbicara padanya

"maaf aku tak akan hadir, sebagai adikmu aku sangat menyesal. Tapi, aku kan mati jika aku memaksakan diri datang kesana. Kalian tak ingin melihatku mati, bukan? Jadi, aku tak akan datang. permisi"

Kata-kata kyuhyun begitu menusuknya. Memukul-mukul hatinya yang sudah sangat terluka. Tapi, dia memang pantas menerimanya..

...KyuMin...

Kyuhyun POV

Mungkin ini gelas keenamku, oh atau ketujuh? Entahlah, malas menghitungnya. Dan oh? Ini tanggal 12? Hahaha aku tertawa dalam hati. Jadi besok ya?

Besok...

Besok...

Besok, aku benar-benar dicampakan. Apa ada yang tahu bagaimana rasanya? Rasanya seperti mati, ah aku lupa, bagaimana aku tahu rasanya mati, bukankah aku belum mati? Cho Kyuhyun bodoh!

Aku ingin minum lagi,

"hentikan, bodoh!" oh? Siapa yang baru saja mengataiku bodoh? Hah! Aku memang bodoh!

"kau sudah mabuk, dan masih ingin minum?! Hentikan!" jadi itu yesung hyung. Kenapa si kepala besar ini ada disini? Seharusnya dia sedang wajib militer! Aku benar-benar meragukan di sedang wamil, setiap hari hanya memposting foto di instagram, aaak hentikan untuk apa memikirkan si kura-kura ini.

"bodoh, kalau tak tahan maka hentikan saja pernikahannya!"

Aku tertawa, tertawa dengan kencang sekali. Sampai rasanya aku tak yakin, apa aku sedang tertawa? Atau menangis? Aku masih bisa melihat yesung hyun yang melihat prihatin padaku. Hah untuk apa dia melihatku seperti itu.

"aku ini manusia laknat. Aku berdosa. Aku menjijikan. Begitulah yang kalian pikirkan."

Baiklah sepertinya tak apa meracau. Yesung hyung sepertinya tak mendengar. Dia hanya sibuk membereskan kamarku.

"lalu kenapa jika aku mencintai laki-laki?! Apa itu merugikan kalian?! Hahahha bodoh! Urus saja hidup kalian!"

"hentikan kyu, bangunlah"

Aku hanya menuruti si kepala besar ini. berdiri dan menghempaskan badan di tempat tidur. Aku berusaha mengatur napasku yang mulai memburu. Aku tak merasa mempunyai penyakit paru-paru, tapi rasanya sulit sekali bernapas

"aku mencintainya. Kenapa kalian memisahkannya dariku?" yesung hyung melihatku sendu, apa dia juga melihat air mataku?

"kau tahu rasanya hyung? Aku sungguh tak tahan lagi, kumohon hentikan ini. aku tak bisa bernapas. Aku mohon..."

Kyuhyun POV end.

Yesung hanya terpaku melihat kyuhyun menangis tersedu sedu dihadapannya. Dia tak bisa melakukan apa-apa selain mengusap bahu magnaenya. Dia tahu sungmin pasti punya alasan kuat, yang entah apa itu. Dia hanya tak tahu alasannya.

...KyuMin...

"yeobseyo..."

...

"yesung hyung? Ah ne, ada apa?

...

Sungmin terpaku mendengar penjelasan di sebrang sana. "aku akan datang"

Sungmin menutup sambungan teleponnya. Dia segera membereskan barang-barangnya.

"kau akan pergi?" sungjin heran melihat kakakkandungnya begitu tergesa-gesa "ini sudah malam"

"aku tidak akan menginap di dorm. Dini hari aku akan pulang. Aku tak akan kabur."

Sungjin hanya menghela napas lelah, bahkan dia belum sempat mengatakan apapun.

...KyuMin...

Yesung segera berdiri melihat sungmin yang baru saja masuk ke kamar. Sedangkan sungmin, dia hanya menatap kyuhyun yang sekarang tak sadarkan diri di tempat tidurnya.

"maaf memintamu datang mendadak. Tapi, hanya kau yang dapat mengurusnya, seperti biasa."

Sungmin tersenyum maklum "gwencana hyung, gomawo sudah menghubungiku."

"aku akan meninggalkan kalian"

...KyuMin...

Sungmin hanya menatap wajah kyuhyun yang terlelap. Setelah sempat membereskan beberapa barang yang tak harus ditempatnya, sungmin mengambil air dingin dan mengompres badan kyuhyun. Sepertinya kyuhyun demam.

Dia memperhatikan wajah kyuhyun, 'bersabarlah,kyu. Bersabarlah sebentar saja.'

Sungmin terkejut ketika tiba-tiba kyuhyun membuka matanya, lalu menatapnya.

Mereka hanya saling menatap, "apa salah mencintaimu? Semua orang bahkan boleh mencintaimu, kenapa aku tidak?"

Sungmin tak punya kata-kata lagi untuk membalas pertanyaan kyuhyun. Jadi dia hanya diam saja.

"kita berjanji akan bertemu lagi di persimpangan selanjutnya? Tapi kenapa kau malah berbalik arah? Tak kan ada persimpangan di belakang. Kau ingin mengakhiri segalanya?"

Sungmin melihat kyuhyun meneteskan air matanya lagi, oh Tuhan melihat kyuhyun menangis hanya menambah luka di hatinya

Kyuhyun berusaha bangkit untuk duduk, digapainya tangan sungmin, "hyung.. kembalilah padaku. Kumohon..."

Sungmin semakin menangis mendengar permintaan kyuhyun. Tentu saja dia ingin, tapi...

Kyuhyun memandang sungmin penuh harap. Perlahan mendekatkan wajah untuk mencium bibir sungmin. Dia terlalu menyukai bibir itu. Dia terlalu mencintai pemilik bibir itu.

Mereka berciuman, berusaha mencari-cari rasa manis yang sempat hilang karena kepahitan.

"kembalilah padaku, hyung..."

...KyuMin...

TBC

Happy Birthday Sungmin! Saengil Chukkae Lee Sungmin,jangan lupa cepet cerai ya! :p

Hai masih adakah yang nungguin kisah ini?

Terima kasih yang masih nungguin, makasih juga yang udah review,

ShinYangChoi, lee137, orange girls, kyumindudut,me2310, peachpetals, nymph673, oallea, PumpkinEvil137, Choi Rye Hyun,

Makasih buat semua saran, komentar dan pendapatnya. Kalo ada pujian dari reader, itu semua aku dedikasikan buat sumber inspirasi, the one and only KYUMIN

Selamat tahun baru chingudeul, semga tahun ini kita dapat kabar baik dari KYUMIN

Ada yang nonton KRY? Ada project kyumin lho, ayo gabung! Gak nonton juga boleh gabung kok. Booth joyers indonesia nanti ada di sekitaran hall 7 ice bsd. Dibuka jam 08.00 sampe jam 12.00 ada take photo juga jam 12.10

Ayooo semarakkan, biar KYU tau joyers masih ada di Indonesia!

The last,

Keep Calm and love KYUMIN