Yo Update Chapter baru. Seperti biasa ane hanya bisa minta maaf karena lama Updatenya, dan juga maaf kalau Chapter ini pendek. Rencananya Chapter ane mw buat sampai akhir battle Team Ellis vs Team Kamito yang sama seperti LN dan Animenya, Tapi Karena Kepanjangan ane perkecil. Karena itu ane Mohon maaf.
Seperti yang ane bilang sebelumnya di cerita ini mengikuti cannon Seirei Tsukai no Blade Dance. Mohon maaf lagi bagi yang tidak suka. Mungkin segitu aja.
Selamat Membaca ^-^
Previously on Seirei Tsukai no Wizard
"Tunggu, aku bilang tunggu!"
Kamito dan Kotaro hampir pergi, namun sebuah suara memanggil mereka dari belakang.
Menoleh, mereka melihat Claire dengan tangannya di pinggangnya tengah menatap tajam ke arah Kotaro dan Kamito.
"Kau mencuri...Rohku...kalian harus bertanggung jawab!"
"Hah?"
Kamito mengernyit...hal itu tak masuk akal baginya. Sementara Kotaro hanya mengambil nafas panjang.
Karena reaksi Kotrao dan Kamito itu, Claire tanpa sabar menyibakkan rambut kuncir duanya.
"Harusnya akulah yang mendapatkan Roh itu, sudah kubilang, kalian harus bertanggung jawab!"
"Tang...Tanggung jawab?"
"Kenapa harus Tanggung Jawab?"
Karena kata kata tak terduga itu, Kamito dan Kotaro jadi lebih bingung.
...Gadis itu bicara apa.
"Karena itulah..."
Claire mengayunkan cambuknya, lalu mengarahkan jari telunjuknya ke arahKotaro dan Kamito.
"Kalian berdua harus menjadi Roh Kontrakku!"
Cincin Wizard yang mengandung kekuatan sihir
(Lingkaran sihir muncul dengan Flame, Water, Hurricane, dan Land Style rings yang melayang)
Penggendali roh dan pengguna sihir modern di dunia ini, menggunakan kekuatan mereka pada kedua tangannya
(Sebuah bayangan tangan muncul saat Flame Style ring menyelip ke jari tengah tangan kiri dan Driver Pada cincin menyelip ke jari tengah kanan, di punggung tangan kanan terdapat symbol naga yang yang membentuk U-turn)
Merubah Keputusasaan menjadi Harapan
(Sosok Kotaro Karasuma melayang di depan lingkaran sihir dan melihat layar, sebelum berubah menjadi Kamen Rider Wizard)
(Play Life is SHOW TIME!)
(Maji ka?! Maji de?! Maji da! Show Time~!) Montase dimulai dengan Kotaro sebagai Kamen Rider Wizard dengan pintu masuk Areisha Spirit Academy di belakangnya. Dia scan Dragorise Ring dan mengangkat lengannya di udara sebelum lingkaran sihir besar muncul dari atas dan Elesis dalam wujud WizarDragon keluar dari lingkaran sihir, terbang ke langit. Kamen Rider Wizard melompat ke WizarDragon sebelum menyemburkan api dan membuat judul: Seirei Tsukai no Wizard muncul sebelum WizarDragon terbang menjauh, membuat u-turn, dan terbang ke arah layar sebelum beralih ke adegan berikutnya.
(Maru de tsuki to taiyou) Kotaro sedang melihat dari atap Academy sambil mengingat kembali kejadian gerhana matahari dan ritual sabbat sampai ada yang menepuk bahunya dan Kotaro melihat Elesis dalam wujud manusia.
(Kasanaru toki no shougeki!) Scene berganti terlihat Claire mengenakan baju miko dan mulai menari bersama Scarlett, Scene berganti Rinslet yang sedang duduk di sebuah taman sambil minum teh dengan pelayannya dan juga Fenrir yang tertidur
(Dare datte kiseki wo shinjitemitai) Scene berganti terlihat Ellis bersama dengan Teamnya sedang patroli sedangkan spiritnya Simorgh berpatroli di atas, Scene berganti Fianna yang sedang berdandan
(Kitto hitsuyou~ fukaketsu no ENAJII~ kokoro tame) Scene berganti terlihat Kamito sedang berlatih dengan Est, lalu Greyworth yang melihat pemandangan diluar jendela dan Restia yang duduk disebuah gedung sambil tersenyum sinis
(Yume to yosou ii ima de uragitte kureru mono~)Tiba-tiba ada montase cepat White Wizard di pantai, Flame Style Ring di meja bersama dengan sebuah buku yang memiliki simbol buku aneh lingkaran sihir sebelum berubah ke Kotaro mempersiapkan diri untuk berubah.
(3! 2! 1! Show Time!) Lalu Kotaro menempatkan Flame Style Ring ke beltnya dan tubuhnya bersinar berseri-seri dalam sebuah bola ajaib.
(Magic time~! trick janai!) Dia berputar sambil menunjukkan Flame Style Ring di tangan kirinya.
(Mahou wo hero hanpa nee zo [Mahaluto Hallelujah!]) Tiga PlaMonsters: Kraken kuning, Unicorn biru dan Garuda merah, mengapung jauh dari Wizard sambil melontarkan mantra untuk membuat beberapa ledakan di belakangnya.
(Kioku no ROOTS moguri–konde) Dalam montase cepat, Wizard Flame Style melakukan tarian berputar bersama dengan Claire yang disampingnya sebelum masuk dalam lingkaran sihir lain di mana dia berubah menjadi Water Style yang juga bersama RInslet disampingnya Lingkaran sihir lain muncul di atas kepalanya dan dia segera melompat tinggi untuk berubah menjadi Hurricane Styles dan sedang mengapung bersama dengan Ellis Ketika Wizard melewati lingkaran sihir di tanah, dia berubah lagi menjadi Land Styles, menciptakan kawah bersama dengan Fianna yang sedang duduk di bahu spiritnya Georgios
(Kibou wo tsukui dasou~)Wizard dalam Flame Style melihat keatas bersamaan dengan tangannya yang ingin meraih sesuatu, dia melihat gerhana matahari dan scene berganti terlihat ada tangan seseorang yang meraih tangan Wizard
(Show Time!) Wizard mengendarai motornya sepanjang jalan
(Life is Show Time! tobikkiri no) Wizard melompat ke Underworld lain dan dia melawan Phantom yang mencoba untuk menghancurkan Harapan di dunia.
(Unmei DORAIVU mucha shitemo [Mahaluto Hallelujah!]) Tiba-tiba Elesis dalam wujud Wizardragon terbang di sampingnya saat Wizard melompat ke udara motornya berubah menjadi sayap ekstra dan menempel pada bagian belakang naga.
(Kinou, kyou, ashita, mirai)Kotaro dan Kamito dikejar-kejar oleh Claire yang kemudian dia bertengkar dengan Rinslet karena menghentikannya, lalu Ellis berbicara dengan Kotaro dengan malu-malu ditarik oleh Claire dan Rinslet, kemudian Fianna mencoba menggoda Kotaro dan dia pun ditarik oleh tiga gadis tersebut, saat mereka berempat sedang bertengkar Est meminta Kotaro untuk mengelus-elus Kepalanya yang pada akhirnya Claire, Rinslet, Ellis, Fianna, Est, dan yang lebih mengejutkannya lagi Elesis menarik-narik Kotaro sementara Kamito hanya tertawa gugup
(Subete no namida wo~!) Scene berganti Kotaro sedang mengendarai motornya dan diikuti oleh Claire, Rinslet, Ellis, Fianna, dan Kamito dengan menggunakan kuda
(Show Time!) Scene berganti terlihat tangan Kotaro menyelipkan sebuah cincin pada tangan seseorang
(Houseki ni kaette yaru ze) Empat versi Wizard, masing-masing dalam gaya yang berbeda, berkumpul di satu sama lain, penggabungan menjadi satu dalam sekejap cahaya besar
(Maji ka?! Maji de?! Maji da! Show Time~!) Wizard berputar lagi sambil menunjukkan Flame Style Ring bersama dengan Claire, Rinslet, Ellis, Fianna, dan Kamito lalu Scene berakhir.
Chapter 03
Areisha Spirit Academy.
Dalam institusi ini, semua penyihir sepanjang kerajaan berkumpul dan berlatih keras agar bisa menjadi Kontraktor Roh yang tangguh.
Dengan taman yang indah dibalik dinding purinya, bangunan sekolah berbaris dengan sangat elegan, lebih mirip istana bagi Tuan Putri – faktanya, ini nyaris benar. Dari semua siswa yang menuntut ilmu di akademi ini, hampir semuanya adalah nyonya muda betulan.
Kotaro melihat bangunan sekolah tersebut dan hanya bisa terkagum-kagum. Dia tidak menyangka bahwa dia harus bersekolah lagi, walaupun sekolah ini berbeda dengan sekolah di dunianya dan dia disini juga karena instruksi dari White Wizard sekaligus gurunya.
Kotaro penasaran bagaimana keadaan Kamito sekarang karena dia tealah meninggalkannya bersama gadis yang bernama Claire.
FLASHBACK
Setelah mendengar Claire berkata bahwa dia dan Kamito harus menjadi roh kontraknya Kotaro merasa agak kesal karena Claire gagal untuk membuat roh kontrak tersebut dan yang membuat kontrak dengan roh tersebut adalah Kamito.
"Tunggu dulu, kenapa aku juga harus menjadi roh kontrakmu padahal yang membuat kontrak dengan roh tersebut adalah Kamito kan? Jadi Kamito saja yang menjadi roh kontrakmu." Kata Kotaro
"OI, jangan tinggalkan aku sendirian dengan gadis ini Kotaro. Lagipula kau kan yang menyuruhku melakukannya." Kata Kamito yang mulai kesal
"Tapi, aku tidak tahu bahwa kau akan menjadikannya rohmu, kukira kau membuat roh itu kelelahan saja."
Claire yang melihat pertengkaran antara Koutaro dan Kamito merasa keberadaannya diabaikan. Lalu dia mengeluarkan cambuknya dan menyerang Kotaro dan juga Kamito.
"Berisik! Kalian berdua yang salah! Sudah kubilang kalian berdua HARUS menjadi roh kontrakku untuk mengganti rugi apa yang sudah kalian perbuat!" Teriak Claire
Kotaro yang melihat Claire marah mengingatkannya pada seseorang, tapi dia sadar ini bukan waktunya memikirkan masa lalu. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana bisa ke Academy tanpa dengan tenang dan dapat melarikan diri dari gadis berambut merah ini.
"Kotaro, aku bisa merasakan energy sihir yang lumayan kuat. Mungkin energy ini adalah tempat Academy yang kau bicarakan." Kata Elesis yang berbicara pada Kotaro melalui pikirannya
'Benar kah Elesis?' Tanya Kotaro yang juga berbicara melalui pikirannya
"Aa, kau bisa menggunakan sihir teleportasi dan aku akan memfokuskan tempatnya jadi kita tidak akan pindah secara acak."
'Terima kasih, Elesis.'
Kotaro yang sudah selesai berbicara dengan Elesis segera mengganti cincinnya dengan cincin Teleport yang sudah diberikan oleh White Wizard dari koleksi milik Kotaro di dunianya. Sebenarnya beberapa cincin koleksi milik Kotaro ada pada White Wizard dan masih disimpan karena White Wizard berpikir bahwa Kotaro belum siap untuk menggunakan semuanya.
"Maaf Kamito, sepertinya aku akan pergi duluan dan menyerahkan gadis itu kepadamu." Kata Kotaro
"Apa Maksudmu? Bukannya kau juga sama sepertiku yang tidak tahu jalan ke Academy?" Tanya Kamito bingung begitu juga dengan Claire
"Memang begitu, tapi rohku dapat merasakan tempat tersebut jadi sampai jumpa." Kata Kotaro sambil menaruh tangannya di depan Hand Authornya.
TELEPORT! PLEASE!
"OI, tungg-" Perkataan Kamito tidak dilanjut karena melihat dibawah kaki Kotaro terdapat lingkaran sihir. Lingkaran tersebut perlahan keatas dan dalam beberapa detik Kotaro telah menghilang membuat Kamito dan Claire terkejut.
Karena Kotaro menghilang, Claire terpaksa menahan Kamito dulu dan dia akan mengejar Kotaro saat di Academy dan menjadikannya budak.
FLASHBACK END
Tiba-tiba Kotaro merasa merinding dan dia mempunyai firasat buruk jika bertemu lagi dengan Claire. Dia memutuskan sebelum bertemu lagi dengan Claire dia harus bertemu dulu dengan Greyworth.
"Bagaimana Shishou bisa kenal dengannya masih sebuah misteri untukku."
Saat Kotaro akan ke gedung utama untuk menemui direktur Academy, dia melihat sekumpulan Ghoul dan juga Phantom yang mengenakan armor bahu putih dan seluruh tubuhnya biru muda. Dikepalanya terdapat tanduk, Kotaro mengetahui Phantom tersebut yang merupakan Phantom Minotaur.
"Sepertinya yang ditulis surat ini benar." Kata Kotaro yang kemudian mengikuti sekelompok Ghoul tersebut.
Kotaro melihat Ghoul dan Minotaur sedang menyerang seseorang yang terlihat seperti murid di Academy ini. Kotaro langsung mengenakan Connect ringnya.
CONNECT! PLEASE!
Muncul lingkaran sihir dan Kotaro memasukan tangannya dan mengambil WizarSwordGun dalam Gun mode. Tanpa membuang waktu lagi, Kotaro menembakkan peluru perak dari WizarSwordGunnya dan tepat mengenai kepala Phantom Minotaur menyebabkan tanduknya patah satu.
"Kau sebaiknya tidak menyerang seorang murid Minotaur, itu sebuah pelanggaran." Kata Kotaro
"Sialan kau!"
Murid tersebut sudah terlepas dan kaget melihat seorang laki-laki karena di Academy ini seharusnya khusus untuk perempuan saja.
"Larilah, cari tempat yang aman!" Perintah Kotaro sambil mengganti cincinnya dengan Driver on ring. Gadis tersebut tidak membantah dan segera melarikan diri menuju tempat yang aman.
Kotaro menaruh tangannya didepan Hand Authornya.
DRIVER ON! PLEASE!
Lalu sabuknya berubah menjadi WizarDriver berwarna silver. Kotaro membalik Hand Author dibeltnya kearah kiri dan belt tersebut mengeluarkan suara sepertin nyayian.
SHABADOOBIE, TOUCH TO HENSHIN! SHABADOOBIE, TOUCH TO HENSHIN!
"Kisama! Kau yang dirumorkan itu!" Minotaur tersebut langsung membuat bola api dan melemparkannya ke Kotaro dan terjadi sebuah ledakan.
Minotaur terkejut saat api tersebut terhisap oleh lingkaran sihir dan terlihat sosok Kotaro yang telah berubah.
"Saa Showtime da!" Kata Kotaro
Minotaur memrintah sekelompok Ghoul untuk menyerang Kotaro, tapi satu persatu Ghoul tersebut di tembak oleh Kotaro. Kotaro merubah WizarSwordGunnya dalam Sword mode dan mulai menebas Ghoul tersebut.
Kotaro yang akan menyerang Phantom Minotaur dihadang oleh Ghoul yang menggunakan tombaknya.
"Jangan ganggu!" Kata Kotaro sambil menendang Ghoul tersebut.
Kotaro mengubah kembali WizarSwordGunnya dalam Gun mode dan dia mulai menembak Ghoul lagi. Kotaro menarik tuas yang ada di WizarSwordGun yang terbuka dan terlihat seperti Hand Author yang terdapat pada beltnya.
COME ON A SHOOTING, SHAKE HANDS! COME ON A SHOOTING, SHAKE HANDS!
Lalu Kotaro mengusap Flame Style ring diatasnya.
FLAME! SHOOTING STRIKE! HII, HII, HII! HII, HII, HII!
Kotaro menembak semburan api pada Ghoul yang mengepungnya, satu persatu terdapat lingkaran sihir pada Ghoul tersebut yang akhirnya meledak. Kotaro melihat keseliling dan menyadari Phantom Minotaur sudah tidak ada.
"Sial! Dia melarikan diri." Kata Kotaro yang kembali ke wujud semula. Beberapa detik dia terdiam dan akhirnya dia tersadar bahwa dia harus menemui direktur Academy ini.
Kotaro mulai bergerak dari tempatnya dia berdiri dan menuju ruang direktur Academy tersebut. Sudah 1 bulan semenjak dia menerima surat itu dari direktur Academy, dan dia sudah melihat Phantom di Academy ini membuktikan kalau isi surat tersebut memang dan benar dia tidak bisa mengabaikannya.
Kotaro menghentikan langkahnya karena dia suda sampai pada ruang yang ingin dia tuju. Di depannya terdapat Pintu kayu tebal dan besar juga ada tulisan : Kantor Direktur Akademi. Saat Kotaro ingin mengetuk pintu dia mendengar suara dari dalam ruangan.
"Direktur Akademy, aku tidak bisa setuju dengan hal ini!" Suara seorang perempuan dengan nada yang tinggi. Kotaro dapat mengambil kesimpulan bahwa seorang perempuan dan direktur sedang bertengkar.
Karena dia tidak ingin menggangu karena pasti akan menjadi kesan yang buruk, dia memutuskan untuk datang lagi nanti. Dan saat dia akan menjauhi pintu tersebut dia mendengar lagi suara didalam pintu tersebut yang menarik perhatiannya.
"Kenapa kita harus menyambut makhluk seperti laki laki kedalam akademi suci para putri penyihir ini? Terlebih lagi 2 laki-laki?"
"Karena aku bilang kalau kita membutuhkan mereka. Bukankah alasan itu cukup untukmu?" Suaranya terdengar kaku, namun membawa kekuatan besar hingga Kotaro gemetar meski hanya mendengarnya dari balik pintu.
"A-Apa anda menganggap kalau kita kekurangan tenaga disini?"
"Salah besar, aku tidak mengecilkan kekuatan pasukan yang kau pimpin, tapi, mereka itu istimewa."
"...Maksud anda kemampuan berkomunikasi dengan Roh meskipun merela seorang laki laki?"
"Iya, tapi bukan hanya itu saja."
"Apa maksud anda-" Dan, gadis itu tiba tiba menutup mulutnya rapat-rapat. Ketenangan terjadi untuk beberapa saat saja.
"Siapa disana?" Tanya gadis tersebut yang sepertinya sudah menyadari kalau ada yang sedang menguping.
Kotaro yang mencoba untuk melarikan diri tiba-tiba, pintu kantor dibuka dengan galak. Dari pintu yang ditendang terbuka, disana muncul kaki langsing dan indah yang diayunkan tegas ke depan, gadis cantik berambut kuncir kuda. Sepasang mata tajam dan panjang. Penampilan yang anggun dan mempesona. Ia mengenakan lempeng dada perak di atas seragamnya, yang terlihat seperti penampilan ksatria jaman pertengahan.
Kotaro tidak sengaja melihat celana dalam berendanya dibalik rok seragam tersebut.
"Hitam?" Sadar akan yang dikatakannya Kotaro segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Ap...Ka-Kau orang tidak tahu diri!" Gadis itu menendang Kotaro di perutnya dengan sekuat tenaga yang akhirnya memunculkan teriakan.
"Guoh!"
Serangan tiba-tiba yang tidak sempat dia pertahankan, membuat Kotaro terlempar. Dalam sekejap, gadis muda itu memperkecil jarak diantara mereka dan menekan Kotaro ke lantai, gadis itu mengeluarkan pedang di pinggangnya. Kemudian dia menikamkannya dengan tegas, mengarahkan ujung pedang ke pipi Kotaro.
"..."
Mengarahkan tatapan tajam dan dingin. Kemudian, sepasang mata jernih berwarna cokelat kemerahan itu melebar.
"Kau...apa kau...adalah laki laki?" Kemudian wajah tegas gadis itu merona dan mulai menjadi kemerahan. Di saat itulah direktur tersebut muncul.
"Fnn, sepertinya kau datang sedikit terlambat, Kotaro Karasuma?"
Suara tidak senang datang dari arah belakang kantor. Kotaro yang masih ditahan oleh si gadis itu, perlahan menaikkan alis matanya. Disana terdapat sosok penyihir yang sama sekali tak berubah sejak tiga tahun yang lalu. Rambutnya yang pirang ke abu abuan bergelombang dengan lembut. Kecantikannya menampakkan sisi menggoda dari wanita dewasa.
Dibalik sepasang kacamata mungilnya, matanya, dengan warna abu abu seperti rambutnya, menatap ke arah Kotaro. Dia adalah Dusk Witch Greyworth Ciel Mais. Dengan penampilan yang memukau, seperti karnivora, wanita cantik, dia adalah Ksatria Roh yang meraih titel sebagai satu dari 12 Jenderal Ksatria dari kerajaan. Rumor kalau Kontraktor Roh peringkat tertinggi suka memalsukan usianya mungkin sangat tepat.
"Sudah tiga tahun Kotaro. Melihat wajahmu, sepertinya kamu sudah berubah. Bagaimana keadaan gurumu?"
"Kau saja yang tidak berubah, Dusk Witch. Seperti biasa dia mencari sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak tahu. " Respon datar selagi dia masih ditekan kebawah di punggungnya, si penyihir tersenyum simpul.
"Kotaro Karasuma? Berarti pria ini..." Si gadis kuncir kuda mengangkat alis matanya.
"Hey, bukankah sudah waktunya kamu melepaskanku?" Kotaro menyudutkan matanya dan menggerutu pada gadis muda yang menaiki dadanya ini.
"Ada apa? Kau orang tidak tahu malu dan kasar?"
"Yang penting, aku mengatakan itu demi dirimu juga."
"Apa maksudmu?"
"Gimana bilangnya ya...sejak tadi, kedua pahamu sudah menyentuh badanku."
Pahanya yang putih dan mulus itu terasa sangat empuk. Sangat disayangkan kalau dia harus menegaskan hal itu, namun ini bukan situasi dimana dia bisa menikmati keuntungan tidak terduga. Belum lagi dia bisa mendengar Elesis yang bisa Koatro bayangkan dalam wujud naganya menggeram dan siap untuk memangsanya walaupun itu sangat mustahil.
Wajah serius gadis muda itu menjadi merah seperti terbakar. Berdiri dengan cepat sambil memegangi roknya, tanpa ampund ia mengayunkan pedangnya.
Suara Greyworth menggelegar. Gadis bernama Ellis itu segera menghentikan jarak setipis rambut, Kotaro berhasil mengelak dengan memutar tubuhnya.
"Ap-Apa yang mau kau lakukan?"
"Ka-kau dasar mata keranjang! Di saat ini juga, aku akan mengubahmu jadi salmon rebus!"
"Tunggu! Tenang dulu – dan aku bukan salmon!" Tebasan yang tajam, membuat sikut Kotaro nyaris saja tertebas.
Dalam 3 tahun masa pelatihannya membuat Kotaro hampir terbiasa dimana dia akan mati dalam satu hari saja. Pelatihannya juga tidak disatu tempat, tapi berbagai tempat Kotaro sudah kunjungi.
"Sarungkan pedangmu, Ellis! Semua tindakan kekerasan di lingkungan Akademi dilarang tegas!" Suara Greyworth menggelegar. Gadis bernama Ellis itu segera menghentikan gerakannya.
"Di-Direktur Akademi...A-Aku hanya..."
"Apa aku harus mengulanginya dua kali, Ellis Fahrengart!?"
"Tidak, Um-aku minta maaf." Ellis sambil menatap tajam ke arah Kamito, menyarungkan pedangnya dengan ragu-ragu. Grayworth menekan kacamatanya dan tersenyum.
"Jadi kau sudah di usia itu. Yah, ditekan kebawah oleh tubuh lembut Ellis dibalik armornya, hampir semua laki laki normal tidak akan tahan."
"Di-Direktur Akademy!?"
"Tunggu! Tolong jangan katakan apa apa yang bisa memicu kesalahpahaman. Aku hanya-" Kotaro segera memprotes. Namun, matanya tanpa sengaja menuju ke arah dada Ellis, memang, dia mengenakan armor jadi sulit dideteksi, tapi sudah pasti, payudara menyedihkan Claire Rogue tak ada apa apanya dibandingkan dirinya.
"Ka-Ka-Kau! Li-Lihat lihat apa kau!?"
" Maaf, aku tidak sengaja..." Kotaro dengan cepat mengalihkan tatapannya.
"Guh! Kalau kau bukan tamu Direktur Akademy, aku akan membuatmu jadi Pot-au-feu saat ini juga!"
"Kenapa Pot-au-feu?!" Meski dia tak memahami kalimat metafora itu, tetap saja terdengar menakutkan.
"Ellis, kau boleh pergi sekarang. Tidak menyenangkan kalau melihat pertengkaran didepan mataku." Greyworth mengucapkan itu dengan nada dingin.
"A-Aku tidak bisa meninggalkan anda di ruangan ini dengan...pria itu. Kalau dia punya hasrat aneh aneh pada Direktur Akademi-"
"Hal seperti itu tak mungkin!" Kotaro langsung menyela ucapannya. Apa yang gadis ini katakan membuatnya bingung.
"Kalau begitu juga tidak masalah. Aku selalu mengenakan pakaian dalam keberuntunganku."
"Aku akan berpura-pura tidak mendengarnya." Kata Kotaro dengan nada datar
"Mm, membosankan sekali melihat wajah datarmu. Ngomong-ngomong, warnanya adalah-"
"Aku tak mau mendengarnya!"
"Cuma bercanda."
"Dan itu tidak membuatku tertawa." Sang Dusk Witch tertawa tawa kecil tanda puas, tatapan mata Kotaro terisi dengan niat membunuh terhadapnya.
"Ta-Tapi Direktur Akademy tidak boleh berduaan saja dengan pria ini tanpa pen—"
"Ellis Fahrengart!" Karena nada bicaranya yang kalem, bahu Ellis gemetar.
"Apa aku perlu mengulangi ucapanku dua kali?"
"Um, maafkan saya." Sungguh Greyworth yang mengerikan, dengan suaranya yang gemetar, Ellis mengangguk, dan pergi ke arah koridor dengan ragu ragu.
Setelah dilepaskan, Kotaro berdiri tegak sambil menghembuskan nafas lega. Membersihkan sisa debu di jasnya, dia bergerak masuk kedalam kantor. Setelah Kotaro menutup pintu di belakangnya, Greyworth mengangkat bahunya.
"Dia adalah putri dari keluarga bangsawan Fahrengart. Ksatria yang handal, meski agak keras kepala."
"Apa gadis tadi murid disini juga? Dia mengenakan armor diatas seragamnya."
"Dia adalah pemimpin dari Ksatria Sylphid, kelompok yang mengurus semua yang mengganggu aturan dalam Akademi."
"Seperti Komite moral publik saja. Kalau begitu, mereka harus bisa bertindak lebih tegas lagi!" Kotaro mengingat kembali, apa yang terjadi di dalam hutan saat ia menemui gadis berambut merah seperti bara api itu. Meninggalkannya begitu saja bersama Kamito mungkin adalah hal yang buruk, dalam banyak hal. Mungkin Kamito akan membalas perbuatan Kotaro, walaupun Kotaro berharap Kamito tidak melakukannya.
"Fu, akan kupertimbangkan itu. Ngomong ngomong Kotaro, kenapa kau kelihatan kucel? Seolah olah kamu baru diserang di Hutan Roh."
"Tidak, aku dicakar seekor kucing. Kucing betina yang berapi api. Lalu aku meninggalkan kucing tersebut bersama seorang laki-laki. Dan saat ingin kemari aku diserang oleh seekor banteng." Kotaro menjawab seenaknya dengan wajah datar, Greyworth mengangkat bahunya. Greyworth mengetahui yang dimaksud laki-laki adalah Kamito, namun dia memutuskan untuk tidak membahasnya.
"Kau lebih baik berhati-hati, ada rumor kalau bagian terdalam Hutan Roh yang bahkan Komite Investigasi Spirit tak mau memasukinya, ada Roh Level-S yang masih tertidur disana. Sekali bertemu dengannya, nyawamu jadi taruhannya- dalam kasusmu, bisakah kamu menjinakkannya?"
"Entahlah, lagipula aku kesini untuk urusan lain." Kata Kotaro dengan wajah dan nada yang serius. Lalu dia mengeluarkan surat yang diterimanya lalu menaruhnya di depan meja. Greyworth tidak bergeming sedikitpun.
"Kau mengirim ini padaku, dan aku sudah mengkonfirmasinya tadi, sudah berapa lama?"
"Sejak saat aku mengirim surat tersebut. Menurut informasi yang kuterima dari Shiroi no Mahōtsukai tentang Phantom, dapat kusimpulkan bahwa sudah ada korban di Academy ini."
"Memang benar, tadi aku juga melihat seorang murid yang diserang itu dan mengingat kalau disini pasti kebanyakan kontraktor roh berpotensial menjadi Gate. Lalu?"
"Murid disini tidak bisa mengalahkan Phantom begitu juga dengan guru-guru disini. Karena itu aku memohon pada Shiroi no Mahōtsukai untuk mengirimmu kesini. Dan dia juga bilang kemungkinan Phantom menyerang kesini sangat besar." Kata Greyworth lalu dia mengeluarkan setumpuk dokumen yang disalah satu dokumen tersebut terdapat profil latar belakang Kotaro.
"Aku ingin kau masuk sebagai murid di Academy ini, untuk melindungi murid disini dari Phantom dan juga melatih sihirmu disini. Itu permintaan dari gurumu."
Kotaro tidak bisa menolak, karena melawan Phantom sudah menjadi tugasnya sejak datang ke dunia ini. Dia tidak ingin melihat orang menjadi Phantom lagi, bagi Kotaro alas an itu sudah cukup.
"Baiklah, tapi aku mempunyai syarat."
"Apa itu?"
"Pertama aku diizinkan untuk menyelidiki tempat yang terdapat Phantom jika ada yang menyerang, kedua aku ingin kau memberikan informasi yang kau ketahui jika ada hubungannya dengan Phantom. Belum lagi, Phantom yang aku lawan tadi melarikan diri."
"Baiklah aku menyetujui syaratmu itu. Karena aku membutuhkanmu untuk melindungi murid-murid disini. Dan juga bisakah kau menggunakan sihirmu disini? Aku ingin melihatnya." Kata Greyworth.
"Kau seharusnya tahu, menggunakan banyak sihir membuat lelah." Kata Kotaro mengeluh, walaupun begitu dia tetap melakukannya.
Kemudian Kotaro mengeluarkan PlaMonster ring dan dia mengenakan dijari tangan kanannya, lalu menaruh tangannya dihadapan Hand Authornya.
GARUDA! PLEASE!
Sebuah nampan kecil muncul dan bagian-bagian dari nampan tersebut mulai melayang dan bergabung menciptakan PlaMonster Garuda, nampan tersebut mulai menghilang. Kotaro menaruh cincin tersebut dislot bagian dada dan Garuda mulai hidup sambil berkicau.
"Ooh, sihir yang menggagumkan." Kata Greyworth
Kotaro mengulangi proses yang sama pada PlaMonster ring lainnya.
UNICORN! PLEASE!
KRAKEN! PLEASE!
Satu persatu, dua PlaMonster muncul dan hidup saat Kotaro menaruh cincinya pada PlaMonster tersebut. Garuda, Unicorn, dan Kraken tampak bingung karena dipanggil secara bersamaan.
"Aku ingin kalian memeriksa Academy ini dan mencari Phantom Minotaur, aku yakin dia belum jauh." Kata Kotaro. Para PlaMonster mengerti dan segera mereka pergi untuk mencari Phantom di Academy ini.
"Lalu ada lagi yang ingin kau sampaikan?"
"Dalam dua bulan, Blade Dance akan diselenggarakan di Astral Zero. Aku sudah mendaftarkanmu sebagai peserta di kompetisi itu."
"Apa katamu?!" Kata Kotaro terkejut
Blade Dance sekali setiap beberapa tahun, merupakan ritual Kagura terbesar yang diselenggarakan di Astral Zero.
Para Kontraktor Roh berkumpul dari sepanjang benua, dan menampilkan Tarian Pedang sebagai persembahan pada Lima Raja Elemental Besar. Singkat kata, itu adalah Festival Bela Diri terbesar untuk sesama Kontraktor Roh.
Negara dari kelompok pemenang akan diberi beberapa tahun perlindungan dewa oleh Raja Elemental, hadiah yang sangat menggiurkan bagi setiap negara. Bersama dengan hadiah utama bagi sang pemenangnya. Satu Permintaan akan dikabulkan.
Kotaro mengetahui betul karena sudah mempelajari dunia ini berkat White Wizard, tapi baginya harus mengikuti festival tersebut tentu membuatnya terkejut.
"Kau tahu kan bahwa roh kontrakku adalah Phantom! Kenapa kau mendaftarkanku!"
"Aku juga sudah berbicara dengan gurumu dan dia setuju. Phantom atau bukan tetap saja disamakan dengan roh. Kemungkinan ada penyerangan tidak terduga, jadi aku ingin kau berjaga-jaga." Balas Greyworth
"Kau sangat licik. Kau tahu itu."
"Aku akan menganggap itu sebagai pujian."
Kotaro hanya bisa menghela nafas saja, tujuan dia ke Academy ini adalah mencari Phantom saja dan letak dimana pemimpin mereka. Tapi karena hal yang tidak terduga dia harus melakukan hal yang merepotkan.
"Oh iya aku sampai lupa, aku sudah mengurus semua prosedur yang diperlukan, jadi kau bisa tenang."
Pembicaraan antara Kotaro dan Greyworth pun selesai, tiba-tiba Kotaro mendengar teriakkan dari luar pintu. Yang juga dia sangat kenal dengan suara ini adalah milik temannya yang sesame laki-laki yaitu Kamito. Dia menduga Kamito diserang oleh Ellis seperti dirinya tadi.
"Kotaro bisa kau membiarkanku dan Kamito berbicara empat mata saja dan sebelum kau pergi aku ingin kau mengenakan seragam ini." Kata Greyworth yang memberikan seragam Areisha Spirit Academy khusus untuk laki-laki.
Setelah mengenakan seragamnya dia segera keluar dari ruangan direktur tersebut tidak menyadari senyum seringai di wajah Greyworth.
"Seperti katamu Shiroi no Mahōtsukai, sudah saatnya dunia mengetahui keberadaannya. Seorang yang akan memberikan harapan, Yubiwa no Mahōtsukai."
Yosh Chapter 3 akhirnya beres juga, di chapter ini ane sengaja gk kasih deskripsi perubahan Kotaro, ane akan kasih deskripsinya nanti saat Team Ellis vs Team Kamito.
Kotaro Harem : Claire, Rinslet, Ellis, Fianna, Est, Rubia, Elesis
Ya, ane masuki Est ke harem Kotaro dan juga ane akan jelasin alasannya. Jangan lupa R&R tapi jangan Flame, ane buat Fanfic sekedar hobi dan kesenangan aja dan jangan sunkan untuk melihat cerita ane yang lain.
Sampai berjumpa di Chapter dan cerita yang akan datang ^-^
