...

Previous Chapter:

Mereka hanya saling menatap, "apa salah mencintaimu? Semua orang bahkan boleh mencintaimu, kenapa aku tidak?"

Sungmin tak punya kata-kata lagi untuk membalas pertanyaan kyuhyun. Jadi dia hanya diam saja.

"kita berjanji akan bertemu lagi di persimpangan selanjutnya? Tapi kenapa kau malah berbalik arah? Tak kan ada persimpangan di belakang. Kau ingin mengakhiri segalanya?"

Sungmin melihat kyuhyun meneteskan air matanya lagi, oh Tuhan melihat kyuhyun menangis hanya menambah luka di hatinya

Kyuhyun berusaha bangkit untuk duduk, digapainya tangan sungmin, "hyung.. kembalilah padaku. Kumohon..."

Sungmin semakin menangis mendengar permintaan kyuhyun. Tentu saja dia ingin, tapi...

Kyuhyun memandang sungmin penuh harap. Perlahan mendekatkan wajah untuk mencium bibir sungmin. Dia terlalu menyukai bibir itu. Dia terlalu mencintai pemilik bibir itu.

Mereka berciuman, berusaha mencari-cari rasa manis yang sempat hilang karena kepahitan.

"kembalilah padaku, hyung..."

...

Please, enjoy this chapt

.

.

.

'Jadi figur belakangmu ternyata begitu cantik. Bodohnya aku baru menyadari ketika kau pergi meninggalkanku. Hatiku sakit ketika air mata ini perlahan jatuh. Tapi aku baru menyadarinya ketika melihatmu pergi. Menangis, ketika melihatmu pergi' ~At Close

...

KYUHYUN POV

Aku masih disini, berdiri disamping jendela kamarku. Kota Seoul memang indah, indah tapi sibuk. Diantara orang-orang yang sibuk itu adakah yang sedang jatuh cinta? Atau sedang patah hati? Atau yang jatuh cinta tapi juga patah hati? Mungkin ada.

Atau, diantara mereka ada juga yang sedang bahagia karena takdir mengijinkan bersama dengan yang dicintai. Ah baik sekali takdir itu ya. Lalu bagaimana denganku? Apa aku akan merasakan kebaikan takdir juga?

Dan bicara soal takdir, ternyata bukan takdirku bersanding dengannya. Hari ini, dia akan berdiri di altar. Tentu saja bukan denganku. Aku laki-laki, mereka bilang itu tak boleh.

Tidak, aku tak lagi ingin menyalahkan takdir, jika itu kulakukan maka semua hal indah lain yang terjadi padaku dan dia juga harus aku sesali? Tidak.

Aku mencintai Lee Sungmin. Aku mencintai semua yang ada dalam dirinya. Dulu aku tak tahu, tapi sekarang aku tahu sepenting apa ia untukku. bahkan sekarang aku tak bisa bernapas dengan baik, lihat saja air mata ini terus mengalir. Bodoh!

Aku laki-laki! Tapi, apa aku boleh menangis? Bolehkah aku menangis karna kesalahanku sendiri? Lee Sungmin, kau benar-benar kejam...

...

Flashback

"kembalilah padaku, hyung..."

Kulihat sungmin mengambil alih genggaman tanganku. Dia mengenggam erat kedua tanganku dengan tangan munginya "aku mencintaimu, Kyu. Tapi aku tak bisa bertahan lagi. Maafkan aku."

Lee Sungmin mengatakan itu? Dia benar-benar ingin mengakhiri segalanya?

"Hyung..."

"aku menyerah kyu, kebersamaan tak membuat kita bahagia, bukan? Jadi kenapa kita tak berpisah saja? Aku sadar, kau... tak cukup baik untukku"

Apa katanya?!

"Kau tak tahu caranya membahagiakanku, kau hanya tahu kita bersama dan saling mencintai, tapi kau tak tahu keinginanku untuk bahagia."

"Lee Sungmin! Kau bilang, kita bersama dan saling mencintai itu cukup bagimu?"

"tidak kyu, itu hanya aku yang terlalu sombong. Kau ingin kita kembali bersama? lalu setelah itu apa? Karir kita hancur, kita dibenci banyak orang, keluarga kita malu. Itu yang kau mau? Itu bukan kebahagiaanku kyu, bukan."

Sungmin hyung tahu, badanku tengah bergetar sekarang. Bukan hanya karena demam. Dia membawaku ke dalam pelukannya.

"berjuanglah untuk karirmu, untuk keluargamu. Untuk ELF."

"jadi, aku tak ada dalam daftar kebehagiaanmu hyung?" dan Sungmin tak menjawabnya

...

Dia menyuruhku sukses? Dia menyuruhku berjuang? Berjuang untuk apa?!

Aku... aku lelah...

Aku ingin berhenti, kumohon hentikan semuanya.

Ddrrrtttt itu ponselku. 'Upacaranya sudah selesai. Kami akan pulang, kau baik-baik saja?'

Itu Donghae hyung. Aku tersenyum lirih. Jadi, semua sudah selesai?

'aku hancur. Aku akan berjalan-jalan sebentar'

...

Aku memilih duduk di pojok malam ini. jika biasanya akan ada dua cangkir kopi disini, maka jangan tanya kenapa hanya ada satu sekarang. Karena cangkir satu lagi, tak akan disediakan lagi.

Aku hanya perlu sendiri, aku hanya perlu mengatur kembali napasku. Mencoba meredam semua sakit yang sedang kurasakan ini. mencoba berpura-pura, sluka ini tak pernah ada.

KYUHYUN POV END

...

SUNGMIN POV

Selesai. Akhirnya acara ini selesai. Apa aktingku cukup bagus? Apa senyumku cukup meyakinkan? Keluargaku menyuruhku untuk tinggal malam ini. tidak. Aku tidak bisa.

Jadi, disinilah aku sekarang. Di kamar kami, dahulu. Atau sekarang, kamarku saja. 'Kyu, kau dimana? Kau baik-baik sajakan?'

Dddrrrrtttt

'kau baik-baik saja?'

Aku tersenyum, leeteuk hyung tak henti-hentinya mengirimiku pesan sejak kemarin. 'aku hancur, apa itu bisa dikatakan baik?'

'itu cukup baik untuk semua orang. Dia juga hancur sepertimu. Kuatlah min. Sebentar saja'

Berita itu lebih buruk bagiku. Jika boleh memilih, aku ingin hancur sendiri saja. 'aku tahu, gomawo hyung'

...

'aku akan berjalan di jalanku sendiri, hyung. Tanpamu. Aku akan buktikan padamu, tak ada orang yang lebih baik selain aku untuk mendampingimu. Tunggulah aku, sebentar saja.'

'aku akan melewati jalan ini sendirian kyu, aku berjanji akan sampai di persimpangan itu, menunggumu jika kau belum tiba. Bersabarlah kyu, kumohon.'

TBC

Thanks buat yang udah review semalam. Tapi reviewnya gak bisa aku baca. Entah kenapa ga muncul, padahal nambah terus.

Sayang banget, padahal aku paling seneng baca review reader semua. :'(

Kalo ada yang mau berkenan kirim review lewat pm, aku makasih banget.

Btw, happy new year. Happy sungmin day.

See you tomorrow at ice bsd!

Keep Calm and Love KYUMIN