Chapter 7: Ways of Say Goodbye
'Aku mencintaimu, sebanyak aku merasa takut. Setengah gila memikirkan hari bahagia dan menyedihkan yang tak bisa kulupakan. Jangan lupa, sepertinya harus menjadi gelap sehingga cahaya bisa dilihat...
Tolong ingatlah, tolong... jika tak ada lagi tempat untuk hatimu bersandar, aku akan datang. Aku masih disini untukmu.' ~Ways of Say goodbye
.
.
.
"Hyung... apa aku mengganggu?" Leeteuk melihat Kangin menyembulkan kepalanya di pintu kamar
"aniya, masuklah. Aku hanya sedang mendengarkan lagu."
Kangin tak yakin jika Leeteuk benar-benar sedang mendengarkan musik, jelas sekali leader Super Junior ini sedang melamun sehingga tak menyadari ketukannya tadi. Tapi akhirnya Kangin tak membantah, hanya mendudukan diri di hadapan Leeteuk.
"ada apa hm?" Leeteuk bertanya pada Kangin.
"apa kau tak merasakan? Ada yang berbeda dengan kita sekarang."
Leeteuk mengerutkan keningnya, dia tak mengerti dengan penggunaan kata 'kita' yang Kangin maksudkan. "kita?"
"kita, hyung. Super Junior. Kau tak ingin menyelesaikan ini?"
Rasanya ingin sekali Leeteuk menceritakan bebannya ini pada Kangin. Sungguh dia tak tahu keputusannya ini benar atau tidak. Tapi, dia sudah berjanji pada Sungmin...
"menurutmu apa yang harus diselesaikan?"
"Kyuhyun? Sungmin? Member?" Kangin tahu, Leeteuk hanya pura-pura tak mengerti
"Mereka sudah dewasa. Mereka tahu konsekuensi apa yang mereka lakukan. Tugas kita hanya menjaga Super Junior tetap ada."
"bagaimana kita menjaganya jika member sekarang sudah tak seperti dulu, hyung? Kau yakin ELF diluar sana akan tetap bertahan jika dalam SJ sendiri ada keretakan? Dan keretakan itu jelas sekali terlihat, hyung."
Leeteuk tahu kemana arah pembicaraan Kangin. Dia hanya tak ingin melukai siapapun. 'sudah cukup sungmin, sudah cukup dia saja'
"kita akan baik-baik saja, Kangin-ah. Selama kau tetap menjaga kami, kita akan baik. Jangan pedulikan masalah lain selain Super Junior dan ELF. Jangan."
"maksudmu, masalah Sungmin? Aku tahu dia tak pergi ke Maldives bukan?" Kangin memicingkan mata melihat Hyungnya terkejut. Cukup sudah ia berdiam diri selama ini. cukup sudah.
Leeteuk terkejut, tentu saja. Apa Kyuhyun juga tahu dimana Sungmin? Tak boleh! "Bisakah kau tak menceritakannya pada siapapun?"
"termasuk Kyuhyun?" Kangin merasakan sendiri suaranya mulai meninggi
"ya. Terutama dia."
Leeteuk beranjak dari tempat duduknya. Menurutnya obrolan ini sudah mulai mengkhawatirkan, ia tak ingin Kangin bertanya lebih jauh lagi.
Baru saja Leeteuk akan mencapai pintu, ketika kangin berkata "jangan korbankan satu untuk yang lain, hyung. Dan jangan biarkan kami tercerai-berai." Leeteuk mendengarkannya, tapi dia tetap beranjak pergi.
...
Leeteuk berusaha menghubungi Sungmin sejak tadi, tapi entah kenapa dongsaengnya itu sangat sulit dihubungi. Akhirnya dia memutuskan untuk menunggu, semoga saja Sungmin segera meneleponnya balik.
...
Sungmin menatap sendu piano yang sedari tadi ia mainkan. Sudah berpuluh-puluh kali ia menekan tuts piano tapi sepertinya sulit sekali menemukan nada yang pas untuk lagu yang sedang ingin ia nyanyikan.
Sungmin tersenyum miris, bahkan yang bisa ia lakukan setelah pulang ke rumah hanya bermain piano atau gitarnya. Dia tahu, pikirannya sedang tak ada disini.
Akhirnya sungmin memutuskan untuk kembali ke kamarnya, semoga tidur dapat membuat otaknya berjalan lagi.
...
Sungmin terkejut mendapati banyak panggilan tak terjawab dari leeteuk. Bukankah leeteuk berjanji tak akan menghubunginya untuk sementara ini?
Tapi akhirnya sungmin memutuskan untuk menelepon leeteuk. Dering telepon menunggu terdengar di sebrang sana. Leeteuk bahkan mengangkatnya di dering kedua, terlihat sekali dia menunggu panggilan sungmin.
"yeobseo hyung..."
"sungmin-ah? syukurlah kau segera menghubungiku. Ada hal penting yang harus kita bicarakan."
Sungmin mengerutkan keningnya. Dia mendengarkan penjelasan leeteuk dengan wajah tegang, 'bagaimana ini?'
"sungmin kau mendengarku?"
"ah? Nde, hyung. Aku mengerti. aku akan segera berangkat besok."
"hmm apa tak bisa kau berangkat hari ini? maaf memaksamu, tapi aku rasa tak ada waktu lagi."
Sungmin menghela napas lelah, dia tahu semuanya tak akan mudah. "baiklah hyung."
Di detik selanjutnya, sambungan terputus dan sungmin segera mengemasi baju-bajunya.
...
Yesung mendapatkan hari liburnya dari tugas militer yang sedang ia jalani. Karena bingung menghabiskan waktu, akhirnya dia memutuskan mengunjungi dorm. Sebenarnya yesung ingin menghubungi penghuni dorm terlebih dahulu, dia tidak ingin sendirian disana. Akan tetapi tak ada satupun dari member yang menganggkat teleponnya.
Wajar saja mungkin masih terlalu pagi, padahal waktu sudah menunjukan pukul 08.00 KST. Tapi untuk para member yang terbiasa pulang tengah malam karena jadwal yang padat, jam 08.00 masih bisa dibilang 'terlalu pagi'.
Yesung merasa tak perlu memencet bel saat tiba di depan pintu dorm, jadi dia hanya memasukan password apartement dan masuk begitu saja.
Dorm terlihat sepi tapi keberadaan tv yang menyela menandakan ada member yang sudah bangun. Yesung melangkah memasuki dorm dan mencari keberadaan member. Dia sengaja tidak memanggil siapapun karena ingin bermaksud mengejutkan, begitulah pikirnya.
Tapi setelah ruang tamu dan dapur ia telusuri, masih tak terlihat juga batang hidung siapapun. Lalu ia melihat siluet tubuh Kangin memasuki kamar Leeteuk. Yesung merasa ingin tertawa, dia berpikir sekalian saja mengagetkan dua orang itu di kamar leeteuk. Akan tetapi, belum sampai maksudnya, dia mendengar Kangin menyebut nama sungmin, lalu Kyuhyun.
Yesung tahu, saat ini pembicaraan mengenai sungmin menajdi sangat tabu disebutkan oleh semua member. Jika kangin dan leeteuk memilih membicarakan sungmin di kamar, berarti itu adalah hal yang penting. Yesung memutuskan untuk beranjak pergi keluar dorm setelah mendengarkan pembicaraan dua orangtersebut. Tak peduli dia pertemuannya dengan member harus dibatalkan. Entah kenapa dia merasa ada yang tidak beres.
Dalam perjalanannya kelaur dari apartement, yesung (entah ini keberuntungan atau kesialan) bertemu dengan Kyuhyun. Oh kebetulan yang aneh, dia sedang memikirkan Kyuhyun dan bocah ini muncul begitu saja. Tapi tunggu, Kyuhyun bahkan tak menyapanya,
"Kyu! Kyuhyun!"
Kyuhyun terlihat berbalik dan terkejut melihat yesung sedang berjalan ke arahnya, 'sedang apalagi yesung hyung disini? Bukankah dia terlalu sering muncul?'
"hyung? Kau libur lagi?"
Yesung hanya tersenyum bodoh mendengar pertanyaan itu. Tak berniat menjawab pertanyaan kyuhyun, dia lebih memilih mengatakan hal yang lebih penting daripada alasan kenapa dia sering mendapat libur dari tugas militernya.
"mau minum kopi? Aku akan mampir ke kamarmu." Lalu yesung menarik Kyuhyun mengikutinya. Tak peduli apa tujuan kyuhyun pulang ke dorm.
...
Yesung masih berusaha merangkai teka-teki pembicaraan kangin dan leeteuk tadi. Dia tak ingin salah menyampaikan berita pada Kyuhyun, yang pada akhirnya membuat segalanya lebih memburuk.
Dan kyuhyun juga tak berniat mengawali pembicaraan. Dia hanya memainkan ponselnya tak jelas. Baginya, yesung ada disini saja sudah cukup. 'Setidaknya aku tak sendiri'
"Kau tak ada kegiatan hari ini?" akhirnya yesung memulai.
"hanya latihan, itupun nanti sore."
"oh" yesung terlihat kesulitan mencari kata. Dia cukup bingung harus memulia darimana.
"Kyu..."
"ya?"
Yesung cukup kesal karena Kyuhyun hanya fokus pada ponselnya. Sedangka sedari tadi ia sibuk memikirkan obrolan ini.
"bisakah kau berhenti main game?!"
Kyuhyun mengangkat kepalanya dan melihat yesung menatapnya tajam. Dia menyimpan ponselnya ke dalam saku lalu berusaha fokus melihat yesung.
Yesung cukup terpana akan sikap kyuhyun, bagaimana bisa kyuhyun lebih mementingkan dirinya dibandingkan game-game bodoh itu?
Yesung berdehem salah tingkah, "hmmm kau cukup penurut akhir-akhir ini ya?"
Kyuhyun hanya tersenyum, tak menanggapi ucapan yesung. Dan yesung tahu, itu berarti keadaan kyuhyun sedang benar-benar tak baik. Berita itu memang harus disampaikan, setidaknya ini akan membuat kyuhyun lebih baik, mungkin?
"kau tahu, entah kenapa sejak semalam aku selalau memikirkan sungmin." Yesung memulai. Wajah Kyuhyun terlihat menegang, oh dia tak ingin mendengar nama itu untuk sementara ini.
"mungkinkah sungmin sedang membutuhkan bantuanku ya?" yesung melanjutkan. Terdiam sebentar menunggu reaksi kyuhyun.
"kau... tak merindukannya?" yesung ragu bertanya.
"hyung... sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?"
Kyuhyun tak ingin yesung terus menerus mengungkit sungmin. Dia-sedang-tak-ingin-mengingat-sungmin.
"kau yakin dia ke luar negeri?"
Kyuhyun mengerutkan kening tak mengerti. yesung tersenyum menyadari kyuhyun akhirnya mulai tertarik dengan obrolan ini.
"kau tak mencoba menghubungin ponselnya?"
Ucapan yesung sungguh membuat kyuhyun bimbang. Menghubungi sungmin? Tentu saja dia ingin. Tapi, untuk apa ...
"aku tak mengerti yang kau ucapkan hyung, maaf sepertinya aku harus pulang." Kyuhyun tak ingin mendengarkan omong kosong tentang sungmin lagi.
...
Dalam perjalanan menuju dorm kembali, kyuhyun tak tahan memikirkan saran yesung-hyungnya. Dia masih bimbang, dan dia mulai menaruh harapan (lagi). Apa sebenarnya sungmin tak benar-benar bulan madu? Tangan kanannya mulai mengambil ponsel dan melakukan panggilan.
...
Sungmin cukup kesulitan membawa kopernya ini seorang diri. apalagi dia harus waspada tak ada satupun lensa kamera yang tertuju padanya. Sampai akhirnya ponsel miliknya bergetar dan tertera nama Cho Kyuhyun disana. Sungmin melotot tak percaya.
...
Kyuhyun memberhentikan mobilnya mendadak. Dia tak menyangka nomor sungmin masih aktif. 'bukankah dia di luar negeri?' pikirnya. 'tunggu mungkin saja memang nomornya tak sengaja diaktifkan dan ditingggalkan di korea'. Kyuhyun menepikan mobilnya karena sejak tadi beberapa mobil sudah meneriakinya.
Akhirnya dia memutuskan mengaktifkan nomor pribadi dari ponselnya dan mencoba menghubungi sungmin lagi. Namun nihil, nomor itu sudah tak aktif. Ada apa ini?
Beberapa hari kemudian...
...
"segeralah beristirahat, dan sampai jumpa besok."
Leeteuk menutup latihan untuk konser Super Show 6 besok. Semua orang terlihat lelah tapi merasa tak sabar menunggu hari esok.
Super Junior menaiki van yang sudah disediakan untuk menuju hotel. Sesampainya di hotel semua orang bergegas masuk ke kamarnya masing-masing.
Sungmin berjalan lunglai, dia tak banyak berbicara hari ini. dia bahkan menyadari sejak tadi tak ada yang mengajaknya berbicara selain Ryewook. Tapi sungmin mencoba untuk mengabaikan kesepiannya, bukankah besok ia akan bertemu dengan ELF?
Sungmin tersenyum sedih memikirkannya. 'Apa mereka masih setia padaku? Aku bahkan sudah berkhianat'
Ponselnya bergetar tepat saat ia akan benar-benar terlelap. Dan sungmin melihat nama Kyuhyun disana.
...
Dua orang itu terlihat canggung. Mereka hanya duduk diam menatap langit malam dari balkon kamar Sungmin.
Sungmin tak mengerti kenapa ia mau saja diajak bertemu malam-malam begini, bahkan ini di kamar!
"bagaimana maldives hyung?" Kyuhyun menolehkan kepalanya pada sungmin sambil tersenyum.
"indah, kau tahu? Bahkan kau bisa melihat pantulan dirimu di air laut." Sungmin merasa perlu menetralkan suaranya. Entah kenapa ia merasa suaranya bergetar.
"begitukah? Aku jadi ingin kesana."
Sungmin menolehkan kepalanya, melihat Kyuhyun masih tersenyum. 'ada apa dengan bocah ini?'
"aku.. mendoakan yang terbaik untukmu hyung." Kyuhyun berdiri dan berbalik enghadap sungmin. Melihat langsung pada mata sungmin. Dia tahu hyungnya ini tak akan pernah bisa berbohong di hadapannya langsung.
Dan sungmin mulai bingung denga tingkah laku Kyuhyun, apa Kyuhyun mulai mencurigai sesuatu? Tidak! Tidak boleh! Sungmin segera mencari akal.
"ah, kudengar kemarin kau meneleponku? Ponselku tertinggal dirumah, dan sungjin mengatakan bahwa kau menelepon, ada apa?"
Kyuhyun menaikan alisnya "huh? Aku tak meneleponmu."
"benarkah? Sungjin bilang kau menghubungiku."
"aku tak meneleponmu hyung, justru aku menelepon sungjin."
Sungmin melotot tak percaya, apa maksudnya ini? jelas-jelas kemarin nomor kyuhyun menghubungi ponselnya. Apa saat itu kyuhyun sedang mabuk? Dan apa katanya? Kyuhyun menelepon sungjin? Untuk apa?
"Tapi, benarkah aku pernah menhubungimu saat kau di maldives?"
"iya, kau menghubungiku "
"Tapi aku tak merasa menghubungimu. Mungkin kau salah lihat"
"Tidak kyu, aku yakin nomor handphonemu yang menelepon."
"hyung yakin melihat dengan benar? Mungkin nama lee hyukjae?"
"ck kau ini benar-benar. Aku yakin melihat nama kontakmu memanggil di ponselku saat itu."
Kyuhyun tersenyum. 'jadi benar?'
Dia kembali duduk, kali ini lebih dekat pada Sungmin.
Sungmin yang masih kesal dengan Kyuhyun merasa terkejut saat tiba-tiba Kyuhyun sudah ada di dekatnya, bahkan Kyuhyun kini mengusap halus pipinya.
"K-Kyu.."
"aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu hyung. Apapun keputusan yang kau ambil, bagaimanapun akibatnya untukku, aku akan selalu mendoakanmu. Kau hanya harus mengingat bahwa aku masih ada. Jika dulu aku ada disisimu, maka sekarang aku hanya menjauh sedikit. Tak meninggalkanmu, hanya menjaga jarak. Tak mendekat, hanya melihatmu dari jauh. Agar kau leluasa menikmati kebahagaiaanmu. Dan jika kau membutuhkanku, kau hanya perlu memanggilku. Kau mengerti?"
Sungmin yang terhipnotis oleh senyuman dan sentuhan lembut di pipiny hanya bisa mengangguk begitu saja.
Tak menyadari Kyuhyun kemudian berlalu dari kamarnya.
'tunggu saja, hyung. Aku akan tahu apa sebenarnya rencanamu.'
...
Flashback ON
Kyuhyun memberhentikan mobilnya mendadak. Dia tak menyangka nomor sungmin masih aktif. 'bukankah dia di luar negeri?' pikirnya. 'tunggu mungkin saja memang nomornya tak sengaja diaktifkan dan ditingggalkan di korea'. Kyuhyun menepikan mobilnya karena sejak tadi beberapa mobil sudah meneriakinya.
Akhirnya dia memutuskan mengaktifkan nomor pribadi dari ponselnya dan mencoba menghubungi sungmin lagi. Namun nihil, nomor itu sudah tak aktif. Ada apa ini?
Kyuhyun memutarbalik mobilnya, yesung hyung pasti tahu sesuatu.
...
"Yeobseoo?"
"Sungjin-ah? Ini aku, Cho Kyuhyun."
"ah ne, Kyuhyun hyung? Ada apa menelepon?"
"hmm aku menghubungimu atas nama orang tuaku. Mereka bilang kemarin tak sempat datang ke pernikahan.. ehm Sungmin hyung. Mereka meminta maaf."
"ah, gwenchana hyung. Aku akan menyampaikan permintaan maafnya kepada orang tuaku dan sungmin hyung."
"bisakah aku lengsung menghubungi sungmin hyung? Maksudku, eommaku yang akan menghubungi sungmin. Bisakah aku meminta nomoer ponselnya yang aktif diluar negeri?"
Jeda sesaat sebelum suara sungjin terdengar lagi. "mian hyung, aku tak tahu. Sungmin hyung berkata tak ingin diganggu jadi bahakan kami keluarganya tak bisa menghubunginya."
"oh begitu?apa sungmin sengaja tak membawa ponsel juga?" Kyuhyun bahkan lupa menyebutkan kata hyung- dalam kalimatnya. Dia tak sabar mendengar jawaban dongsaeng kandung sungmin ini.
"aku rasa dia membawanya, hanya saja tak memberitahu nomornya."
Kyuhyun merasa ingin berteriak saat itu juga. Tapi dia harus menahan diri. "baiklah, terima kasih informasinya, sungjin-ah. aku teleponnya."
Setelah sambungan terputus, Kyuhyun segera menghubungi seseorang, yang segera diangkat di dering pertama.
"kau benar hyung. Sungmin masih di korea selatan."
...
"aku sudah menelepon sungjin tadi."
...
"hmm kau benar, aku perlu memastikan pada sungmin hyung juga. Terima kasih hyung, kau membuka mataku"
...
"kau benar, aku akan terus berjuang. Gomawo. Kau selalu membantuku."
Kyuhyun menutup teleponnya, merasa tak sabar bertemu sungmin.
...
"menelepon siapa?"
"kyuhyun."
"besok pasti foto-foto mereka segera beredar."
"hmm, mereka pasti tengah ketir-ketir mencari cara untuk meyakinkan kyuhyun bahwa sungmin tengah berbulan madu."
"hah, kasian sungmin hyung." Ryewook menghela napas
"hmm kasian kyuhyun juga." Yesung menimpali.
...
Flashback OFF
...
Sungmin terbangun di pagi hari. Hari ini masih ada latihan tersisa sebelum show mereka. Jadi dia bergegas pergi ke kamar mandi untuk kemudian sarapan bersama member.
Sungmin sedang menikmati guyuran air hangat saat tiba-tiba pikirannya melayang pada percakapannya semalam dengan Kyuhyun.
"Astaga! Kenapa aku tak sadar?!" Sungmin baru saja ingat jika semalam secara tak sadar mengakui pada Kyuhyun jika ia sendiri yang menerima telepon Kyuhyun saat itu.
"Ini gawat!"
Dia segera menyelesaikan acara mandinya agar bisa menghubungi Leeteuk. Tapi langkahnya terhenti, 'tunggu, bukankah bagus jika Kyuhyun merasa curiga? Dengan begitu aku tak perlu memberitahunya secara langsung. Dan dia tak harus menanggung sakit yang lebih dari sebelumnya.'
Ya, Sungmin berfikir tak apa Kyuhyun mengetahui segala rencananya. Setidaknya itu bisa meringankan bebannya bukan. Tapi getaran di ponsel membuatnya tersadar.
1 pesan masuk.
'Selamat pagi, kau sudah bangun hyung? Segeralah turun untuk sarapan. Aku menunggumu.'
Sungmin tersenyum, segera mengetikan balasan untuk Kyuhyun,
'Seharusnya aku yang mengatakan itu Kyu. Aku menunggumu.'
Sungmin akhirnya melenggang kembali berjlan ke kamar mandi untuk meneruskan mandi paginya. Entah kenapa dia merasa ada beban berat yang berkurangdari pundaknya. Dia merasa lebih ringan untuk tersenyum.
Ponselnya bergetar lagi menandakan 1 pesan kembali masuk.
'kau benar, tunggu aku hyung.'
...
TBC
Lama banget buat kembali memutuskan untuk bisa nulis lagi. Sempet merasa ga ada gunanya nulis giniian. Tiba-tiba hilang semua rasa percaya dan kagum sama salah satu tokoh utama di kisah ini. tergantikan dengan rasa benci dan kecewa.
Dengan semua kejadian yg terjadi akhir-akhir ini, apa ada yang ngerasa super junior udah ga kayak dulu lagi?
Entah kenapa aku tiba-tiba ngebayangin sungmin benar-benar ga akan bersama SJ lagi setelah wamil. Semoga aja tidak.
Tapi gara-gara pemikiran itu, aku jd berhenti percaya sama sungmin. Sama kyumin.
Sampai akhirnya skrg aku benar-benar berhenti berharap.
Sulit rasanya ngegambarin perasaan aku ke kyumin skrg.
Aku hanya percaya diaantara mereka dulu ada sesuatu.
Sekarang, biarin waktu yang bicara. Mari kita tetep dukung SJ apapun yang terjadi. Jikapun kyumin ga akan bisa kayak dulu lagi, jikapun sungmin tak akan kembali (pahitnya). Aku hanya akan mendukung SJ.
Aku berhenti mempercayai kyumin tapi aku berharap suatu saat mereka bisa berbaikan, bersama lagi. Entah sebagai saudara atau sebagai teman. Hanya ingin melihat mereka bersama sebagai apapun dan bahagia. Itu saja.
Semoga masih ada yang mau baca karyaku ini.
Sampai jumpa di chapt selanjutnya.
