Chapter 8: Till I Reach Your Star

.

.

.

Before...

1 pesan masuk.

|'Selamat pagi, kau sudah bangun hyung? Segeralah turun untuk sarapan. Aku menunggumu.'|

Sungmin tersenyum, segera mengetikan balasan untuk Kyuhyun,

|'Seharusnya aku yang mengatakan itu Kyu. Aku menunggumu.'|

Sungmin akhirnya melenggang kembali berjalan ke kamar mandi untuk meneruskan mandi paginya. Entah kenapa dia merasa ada beban berat yang berkurang dari pundaknya. Dia merasa lebih ringan untuk tersenyum.

Ponselnya bergetar lagi menandakan 1 pesan kembali masuk.

|'kau benar, tunggu aku hyung.'|

.

.

.

Sungmin berjalan dengan langkah ringan menuju restaurant di hotel tempatnya menginap bersama member lain. Entah disadarinya atau tidak, tak kunjung hilang senyuman di bibirnya sejak tadi.

Sedangkan di tempat berbeda, Eunhyuk dan Donghae masih meributkan mereka akan memesan apa untuk sarapan kali ini.

"Ya! Kau kalah taruhan semalam jadi kau harus membiarkanku untuk memilih makanan kali ini!" Donghae berkata sambil melemparkan handuk bekas mandinya ke wajah Eunhyuk.

"Kau selalu memesan ikan-ikanan di manapun. Aku bosan bodoh!"

"Ck, salahmu yang memaksaku ikut taruhan itu. Sudah ayo cepat keluar. Yang lain pasti sudah menunggu!"

Donghae baru saja membuka pintu dan keluar kamar saat melihat Sungmin berjalan sendirian melewati kamar mereka. Eunhyuk yang melihat Donghae hanya diam saja pun menolehkan kepalanya keluar kamar demi melihat apa yang sedang diperhatikan sahabat bodohnya ini.

Eunhyuk menghela napas, kemudian membisikan sesuatu pada Donghae.

Donghae tersenyum geli dan menganggukan kepalanya.

...

.

.

Sungmin masih berjalan sambil sesekali bersenandung kecil ketika dia sampai di lift. Segera saja dia memencet tombol untuk menuju ke bawah, sungmin merasa malas menggunakan tangga karena itu akan menghabiskan waktu dan tenaganya.

Baru saja pintu lift terbuka saat tiba-tiba sebuah tangan mencegahnya dan dia juga merasakan seseorang menepuk bokongnya kasar. Sungmin kaget setengah mati dan tanpa Sungmin sadari dua orang pelaku tersebut segera masuk ke dalam lift yang telah terbuka dan segera memencet tombol menutup agar Sungmin tak bisa menyusul mereka.

Sungmin baru sadar telah dikerjai oleh dua dongsaeng pasangan ikan dan monyet itu. Dia hanya menghela napas lelah dan berjalan menuju tangga. Memang takdirnya lebih sedikit berkeringat hari ini. begitulah pikirnya.

Sedangkan Eunhyuk dan Donghae hanya tertawa terbahak melihat wajah masam Sungmin saat tiba di meja makan dan bergabung bersama member lain.

"Hyung, wajahmu asam sekali pagi ini. apa ada yang telah melakukan perbuatan tak senonoh padamu?" Eunhyuk masih berusaha menyindir Sungmin

Dan yang disindir hanya memberikan tatapan malasnya lalu segera duduk.

Tak menyerah kini donghae masih saja berusaha, "Sungmin hyung memang harus banyak berolah raga seperti turun tangga dari lantai tujuh sampe kesini contohnya, agar program dietnya sukses."

Member SJ yang tidak mengerti pembicaran hanya mengerutkan keningnya tak mengerti.

"Apa yang kalian bicarakan ikan?" Akhirnya Kangin bersuara

"Ya siapa yang hyung maksud dengan ikan?!" Donghae menjawab tak terima.

"aku tak bermaksud berbicara denganmu, kau saja yang sadar diri." dan member lain hanya tertawa melihat donghae mati kutu tak bisa menjawab pertanyaan Kangin.

Sungmin tersenyum bahagia melihat keakraban ini. semoga ini bertahan lama.

"Bahkan uri Sungmin juga senyum-senyum sendiri." Celetuk Heechul

Semua orang kini memandang Sungmin, merasa diperhatikan akhirnya Sungmin mendongak melihat semua member. Kini ia salah tingkah, "Ya! Apa aku tak boleh tersenyum? Bahkan iblis pun bisa tersenyum." Sambil mengarahkan dagunya pada Kyuhyun yang kebetulan duduk di hadapannya.

Serempak semua member tertawa kembali, Kyuhyun yang merasa tertuduh segera berdiri dan menunjuk Sungmin yang masih senyum sambil mengaduk-aduk makanannya.

"Ya Hyung! Kau mengataiku iblis?!"

Sungmin kembali mendongak, sambil menggeleng polos dia berkata, "ahni, kau saja yang sensitif. Tunggu, jadi kau merasa iblis?"

Dan bertambah membahanalah tawa dari meja besar tersebut. Eunhyuk bahkan sampai mengeluarkan air mata tak tahan menahan tawa karena perkataan Sungmin.

"Ya Cho Kyuhyun, kau sendiri yang mengatai dirimu iblis?!" Heechul masih saja tertawa. Tapi tawanya lenyap saat dia mendengar Ryewook berkata dengan polosnya,

"Jika Kyuhyun iblis, kau apa hyung?"

Hening saat itu juga sampai Leeteuk berucap, "Dia eommanya Kyuhyun." Disusul gelak tawa cekikikan dari semua member.

...

.

.

.

Makan pagi saat itu sudah hampir selesai, semua member sudah harus bersiap untuk show hari ini. Sungmin merasakan getaran di ponselnya dan melihat istrinya menghubungi. Dia menghela napas sebelum beranjak dan bermaksud mengangkatnya di toilet.

"Yoboseoyo.."

"Apa aku mengganggu?" terdengar suara yeoja dari sebrang sana.

"ahni, kami baru selesai makan."

"aku hanya mengingatkan, ayahmu akan memantau konsermu hari ini. jadi kau harus pastikan tak ada skinship antara kau dan kau-tahu-siapa"

Sungmin meringis dalam hati, bahkan sekarang ia seperti boneka yang tak berhak melakukan apapun tanpa ijin orang lain. "Arra, gomawo sudah mengingatkan. Kututup."

Tanpa menunggu perkataan dari lawan bicaranya, sungmin segera menutup teleponnya. Sampai ponselnya kembali bergetar, kali ini sebuah pesan masuk.

|Candaan yang hebat. Kutunggu senyumanmu di panggung. |

Sungmin tersenyum geli menerima pesan itu dan segera mengetik balasannya.

...

.

.

Ryewook melirik Kyuhyun yang masih asyik bermain dengan ponselnya, bertambah bingung melihat Kyuhyun yang kemudian senyum-senyum sendiri. Merasa bulu kuduknya merinding Ryewook berusaha menjauh dan tak ingin dekat dengan Kyuhyun. 'kenapa setan itu terus saja tersenyum?' batinnya takut

...

.

.

Cho Kyuhyun masih tersenyum saat membaca kembali pesan yang beberapa jam lalu masuk ke ponselnya.

|Kenapa tidak kau yang membuatku tersenyum, setan manis?|

"Ayo berkumpul!"

...

.

.

Ini malam natal, semua orang seharusnya berbahagia menyambutnya. Semua orang pasti memilih merayakan bersama orang tersayang seperti keluarga. Sungmin memang merayakannya bersama keluarga tapi sedari tadi ia bahkan sangat lelah hanya untuk terus tersenyum. Senyum itu tak benar-benar dari hatinya, 'hm aku memang aktor yang hebat' batinnya miris.

Makan malam dengan keluarganya kali ini tak hanya dihadiri oleh orang tua dan adiknya, tapi juga dilengkapi dengan hadirnya mertua sekaligus istri 'sah'nya. Sungjin merasakan jika hyungnya tak nyaman disini, bahkan diapun masih merasa asing dengan suasana ini. tapi tak ada yang bsia dilakukan.

Setelah makan malam selesai dan diselingi dengan perbincangan singkat antar keluarga, mertua sungmin memutuskan untuk pulang dan diantarkan sendiri oleh sungmin beserta istrinya. 'demi kesopanan' begitulah pikir Sungmin.

Sungmin berjalan menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobil saat dilihat ponsel miliknya berkedip-kedip.

1 pesan diterima

|Selamat natal, hyung. Kau menginginkan sesuatu malam ini?|

...

.

.

"Kau tak akan menginap disini?" wanita itu bertanya heran saat melihat sungmin bergegas masuk kembali ke mobil.

"tidak, aku akan tidur di dorm."

"wae? Kau mau bertemu seseorang?"

Sungmin mulai merasa kesal dengan semua ini. "lalu kenapa?" tanyanya tak sabar.

Wanita itu mulai melihat ekspresi sungmin mengeras, tak ingin menambah kekesalan sungmin dia berkata "tak bisakah kau berhati-hati? Bagaimana jika ada yang melihat kau tak menghabiskan malam natal denganku?"

"kau khawatir dengan itu nyonya?"

"tentu saja, kau pikir mudah menjalani ini semua?"

"lalu kenapa tak kita hentikan saja?!" Suara sungmin mulai meninggi. Si wanita tahu jika sungmin tengah marah sekarang.

"Baiklah lakukan sesukamu. Tapi kau harus ada bersamaku besok." Katanya penuh penekanan.

Sungmin menatap kepergian wanita itu menghilang ke dalam rumahnya. Dia ingin menangis saja rasanya.

Sungmin mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan

To: Cho Kyuhyun

|Aku ingin menjadi milikmu malam ini.|

...

.

.

Kyuhyun memejamkan matanya sebentar berusaha memahami arti dibalik pesan hyungnya. Sebenarnya dia berusaha untuk tidak berpikiran kotor, tapi entah kenapa kesimpulan pikirannya selalu berakhir kesana.

"tidak, tidak, tidak, ckck apa yang kupikirkan?!"

Akhirnya setelah galau resah dan gelisah memikirkan pesan sungmin, dia memutuskan untuk menelepon saja.

"yoboseoyo.. kyu..."

"ekhem hyung, kau belum tidur?" Kyuhyun merasa suaranya terdengar gugup. Tentu saja dia gugup!

"aku baru saja akan tidur, kenapa kau menelepon? Ini sudah hampir jam 1 malam."

Kyuhyun bingung harus memulai darimana, "kau ingin aku mengabulkan permintaanmu?"

"permintaan?"

"ya, permintaanmu di pesan tadi. Kau masih ingat?"

Kyuhyun mendengar sungmin tertawa renyah, bahkan dirinya sendiripun ikut tertawa walau tak mengerti apa yang mereka tertawakan

Hingga suara sungmin terdengar lagi,

"apa kau benar-benar bisa mengabulkannya?"

"tentu saja. Ini malam natal."

"jadi kau sedang bekerja menjadi santa klaus?"

"ahni, aku santaKyu. Dan hanya akan mengabulkan permintaan Lee Sungmin."

Sungmin tersenyum haru mendengar kata-kata Kyuhyun. Lihatlah, orang telah dia khianati sedemikian rupa masih saja mampu membuatnya bahagia.

"hyuuung.. jadi bagaimana?"

"hmm kabulkanlah."

"saranghaeyo.. Lee Sungmin. Aku benar-benar mencintaimu."

Sungmin tak sadar menitikkan air mata saat mendengar kata-kata itu terucap lagi dari mulut kyuhyun.

"na..do.. aku juga mencintaimu kyu..."

Dan malam itu mereka habiskan dengan membicarakan banyak hal. Banyak hal yang membahagiakan dan mengundang tawa. Menyalurkan kerinduan ke masa-masa bahagia itu, dulu. Saling berbincang seperti sepasang kekasih yang sedang menjalani hubungan LDR. Yang membedakan, bukan jarak yang menjauhkan mereka, tapi kenyataan.

...

.

.

Kyuhyun menutup teleponnya saat disadari orang di sebrang sana sudah tak menjawabnya. 'pasti tertidur'

"ck, dasar menyebalkan" segera saja dia mengirimkan pesan singkat.

Kyuhyun menatap langit-langit kamarnya. Memikirkan apa yang akan ia lakukan di malam tahun baru nanti. Semoga saja berhasil dan dia pun memejamkan matanya.

...

.

.

|aku sudah menjadi santa klaus untukmu malam ini,

Sekarang giliranmu mengabulkan keinginanku, ayo bertemu malam tahun baru nanti. |

...

.

.

Kyuhyun berdiri disini, di atap dorm Super Junior. Oh bulan desember benar-benar bulan yang sangat dingin. Bahkan kyuhyun sudah mengenakan berlapis-lapis baju tapi ia masih merasa kedinginan.

Kyuhyun melihat lagi jam yang melingkar di tangan kirinya, hampir jam 12 malam itu berarti tinggal beberapa menit lagi menuju tahun 2015. Sedangkan orang yang ditunggunya masih juga belum muncul. 'hyung, kau dimana?' batinnya nelangsa.

...

.

.

Di sebuah restaurant mewah di tengah kota Seoul, terlihat sebuah keluarga yang sepertinya sedang merayakan sesuatu. Jika dilihat dari jauh seperti keluarga bahagia tapi percayalah jika dari dekat tak ada benar-benar kebahagiaan disini.

Lee Sungmin menatap kue ulang tahun di depannya dengan mata sendu. Tinggal beberapa menit lagi dan dia harus segera menemui seseorang.

"kau melamun, hyung."

"Sungjin-ah, bisakah kau menolongku? Aku mohon sekali ini saja."

Sungjin mengerutkan keningnya tak mengerti. Tapi kemudian dia berdiri dan berbicara dengan orang tuanya. Sungmin melihat ayahnya menatapnya tajam tapi kemudian menghembuskan napas kasar dan segera beranjak mengajak istri dan menantunya pergi.

Si wanita yang telah menikah dengan sungmin cukup bingung saat ayah mertuanya menyuruhnya ikut pulang bersama, padahal belum sampai pada acara tiup lilin.

"Aboenim, aku akan tinggal disini sebentar lagi."

Ayah Lee pun hanya beranjak tak peduli dan mengajak istrinya untuk beranjak pergi.

"kau tak ikut dengan mereka?" tanya Lee sungjin

"kau duluanlah, masih ada yang harus aku bincangkan dengan kakakmu."

Sungjin menatap kakaknya meminta maaf kemudian beranjak pergi. Sungmin hanya menatap kepergian sungjin dengan menyesal.

"ini malam tahun baru, dan ini hari ulang tahunmu. Tak bisakah kau bersama denganku?"

"dengar, jika kau akan berbicara tentang apa kata orang lagi. Bukankah kita tinggal berfoto bersama kemudian kau menguploadnya ke media sosialmu? Lalu mereka akan berpikir kita sedang bersama?"

"lalu apa? Setelah itu kau menemuinya?" Si wanita terlihat tak rela 'suami'nya pergi memilih menghabiskan waktu dengan orang lain.

"kenapa kau membuat ini rumit? Bisakah kita tak usah berdebat?"

"aku memberikanmu sebuah hadiah, kau tak ingin melihatnya dulu?"

Sungmin berpikir sebentar kemudian mengambil sebuah kotak berhiaskan pita dari tangan si wanita.

Sungmin tak mengatakan apapun saat melihat isi kotak itu, hanya berdiri dan berniat pergi. Sebelum sebuah tangan menghalangi niatnya. "kau tak ingin memakainya?"

Sungmin melepaskan tangan itu dengan lembut sambil berkata, "kau sudah berjanji tak akan ada perasaan apapun diantara pernikahan kontrak ini. semoga kau selalu menepatinya. Kau jelas sudah tahu untuk siapa hatiku berlabuh."

Tapi si wanita langsung berdiri dan menghambur kepelukan sungmin, membuat sungmin kaget bukan main.'apa wanita ini mabuk?' pikirnya.

"lepaskan, apa yang kau lakukan?!" sungmin berusaha melepaskan pelukan sepihak ini dan segera pergi saat pelukan itu terlepas dengan mudahnya.

Si wanita hanya memandang punggung 'suami'nya, dia mendengus kesal.

...

.

.

Sungmin menatap langit malam tahun baru dari balik kaca mobil, bukannya menuju dorm dia malah berakhir disini, di pinggir sungai Han. Dia merasa bimbang, 'apa wanita itu mulai menyukaiku? Tidak! Tidak boleh terjadi! Itu hanya akan lebih menyakiti banyak orang!'

Seharusnya sekarang sungmin berada di atap dorm, tempatnya berjanji untuk merayakan tahun baru bersama Kyuhyun. Tapi bahkan sekarang dia tak bisa memutuskan.

"harus adakah yang tersakiti lagi?"Sungmin hanya menangis dalam diam.

...

.

.

Matahari terbit di ufuk timur. Indah sekali dipandang dari atap bangunan tinggi disini. Tapi, Cho Kyuhyun tak bisa menikmati. Tubuhnya bahkan sudah mati rasa untuk merasakan hangatnya mentari. Tubuhnya bahkan hatinya.

Dia baru saja akan berbalik ketika sebuah mantel menghangatkan badannya. Membawa tubuhnya yang menggigil ke sebuah pelukan hangat.

Kyuhyun tak bisa lagi menahan tangisan, bukan hanya badannya tapi juga hatinya sakit bukan main. Sedangkan yang memeluk hanya menatap iba kyuhyun yang menangis sesenggukan.

"bodoh! Kau mau mati?" sambil terus berusaha menghangatkan Kyuhyun.

.

.

...

Donghae mendengarkan penjelasan dokter yang datang memeriksa Kyuhyun, setelah memberikan obat yang dibutuhkan pasiennya segera saja ia beranjak pergi.

"aku pergi dulu, tolong ingat kembali pesan saya."

"nde, kamsahamnida uisanim"

Setelah kepergian sang dokter donghae segera menuju dapur untuk menghangatkan kembali bubur yang baru saja ia pesan. Kyuhyun harus makan sebelum meminum obatnya.

"kyu, makan dulu." Sahutnya saat ia sudah berada di kamar Kyuhyun.

"hyung, kau tak memberi tahu orang tuaku kan?"

"tidak, hanya saja..."

Kyuhyun mengerutkan keningnya, "hanya saja?"

"Aku memberi tahu Leeteuk, dan mungkin dia sedang dalam perjalanan kemari bersama member lain."

"ck, aku hanya sakit biasa."

"kau hampir mati bodoh, apa yang kau lakukan disana semalaman?"

Kyuhyun terdiam sebentar, mengangkat tangan kanannya. Menatap sebuah gelang biru yang sudah melingkar di pergelangan tangan kanannya. "aku menunggunya."

Dan mendengarnya, donghae hanya menghela napas sedih.

...

.

.

Sungmin tahu, Kyuhyun sedang menghindarinya sekarang. Mereka tak pernah saling menelepon dan bertukar pesan di tengah malam lagi. Dan dia tahu apa sebabnya. Seperti saat ini, dia pergi ke dorm sementara member lain sedang berkumpul di ruang tamu Cho Kyuhyun malah pergi entah kemana.

"Tak usah dipikirkan." Leeteuk menepuk bahu Sungmin yang melamun. Sungmin hanya tersenyum.

"ehm Min, besok sajangnim ingin bertemu. Kau bisa?"

Seketika wajah Sungmin berubah tegang, "apa aku melakukan kesalahan?"

Leeteuk hanya mengendikan bahu, "datang saja"

"hyung, bisakah kita bicara di lantai atas?"

Leeteuk hanya mengikuti sungmin ke lantai atas, menuju tempat kamar Leeteuk berada.

...

.

.

"ada apa min?"

Sungmin cukup kesulitan memulai pembicaraan, "hyung, apakah perjanjian kita boleh diketahui orang lain?"

"maksudmu?" Leeteuk memicingkan mata waspada.

"aku hanya berpikir bagaimana jika ada yang tahu mengenai ini."

"kau memberitahu seseorang?"

Sungmin terkejut mendengar tuduhan itu. "tentu saja tidak!"

"kalau begitu biarkan saja. Biarkan tak ada yang tahu." Ucap Leeteuk tenang.

Sungmin terdiam mendengar ucapan leader Super Junior itu.

...

.

.

Keesokan harinya Sungmin dan Leeteuk berjalan tenang menuju kantor petinggi manajemen tempat mereka bernaung. Meskipun tenang terlihat sekali jika sungmin berkeringat. Dia sangat gugup dengan pertemuan ini. ada apa sajangnimnya memanggil?

Belum reda dari rasa gugupnya, sungmin dikejutkan dengan kehadiran orang lain di kantor sajangnim-nya. Seseorang yang beberapa hari ini menghindari Kyuhyun, seseorang yang kini tengah duduk sambil menatap sungmin tajam.

.

Flashback ON

Beberapa jam sebelumnya...

"Duduklah Kyuhyun-ssi."

"ada hal penting apa yang perlu anda bicarakan dengan saya, sajangnim?"

Ketua itu hanya menatap Kyuhyun dengan pangdangan angkuhnya, berusaha tetap tenang mencari strategi terbaiknya.

"sudah kubilang bukan? Kau akan jadi penyanyi solo yang baik. Dan sekarang kau berhasil."

Kyuhyun hanya tersenyum kecil, meskipun dalam hati dia tetap waspada. Dia tahu ada hal lain yang berusaha disampaikan atasannya ini. "ya, terima kasih sajangnim."

"dan aku berniat membuatmu lebih sukses, bagaimana menurutmu?"

Kyuhyun mengerutkan tak mengerti. dan pria itu pun melanjutkan kata-katanya.

"kau akan segera disiapkan untuk album solo keduamu." Ucapnya tenang.

Kyuhyun menatap curiga atasannya, "dan alasan anda sajangnim?"

Pria paruh baya itu hanya tertawa terbahak mendengar pertanyaan kyuhyun, "alasan? Tentu saja untuk membuatmu lebih sukses."

Kyuhyun berdiri, merasa tidak mood melanjutkan pembicaraan ini. "saya harus permisi sajangnim, kita bisa berbincang lain kali mungkin."

Sebelum akhirnya, "kau terlalu sombong, Kyuhyun-ssi."

Dan Kyuhyun menghentikan langkahnya.

"kau berpikir semua kesuksesanmu itu karena dirimu sendiri?" si pria itu kembali tertawa, menyunggingkan senyum menyeringainya melihat Kyuhyun kembali berbalik.

"kalian pikir bisa bermain di belakangku? Lee Sungmin telah membuat perjanjian denganku. Dia mengorbankan dirinya agar kau bisa terus berada disini. Di gedung ini."

Kyuhyun hanya menatap atasannya dengan tajam, menunggu kelanjutan kalimat yang akan keluar dari mulut atasannya ini.

Flashback OFF

...

.

.

Keempat orang itu duduk melingkar di sofa. Aura tegang sudah daritadi melingkupi ruangan tersebut. Terutama saat dua orang member SJ itu bergabung bersama Kyuhyun dan sajangnimnya.

Pria paling tua disana melihat jam tangan di lengannya, berdehem sebentar sebelum berpamitan karena ada hal lain yang harus ia urus.

"kuserahkan semuanya padamu Leeteuk-ssi."

Dan pria paruh baya itu segera beranjak dari sana.

"aku pernah bilang pada kalian bukan, untuk berhati-hati. Kau tahu, dunia kita berbeda dengan orang-orang di luar sana. Semua yang kalian lakukan akan selalu jadi sorotan.."

"langsung saja pada intinya hyung.." Kyuhyun memotong ucapan leeteuk tak sabar, merasa tak peduli dengan semua nasihat hyungnya.

Leeteuk menghirup napas berat sebelum menjelaskan "hentikan, hentikan perasaan kalian."

Kyuhyun memandang leeteuk tajam, sedangkan Sungmin hanya diam tanpa ekspresi.

"aku tahu ini berat, tapi bisakah kalian tak diam-diam berhubungan? Hubungan kalian bahkan sudah jadi rahasia umum di kalangan artis SM. Dan media juga hampir saja mengetahuinya, sudah terlalu banyak kecurigaan mengenai kalian. Itu bisa mengacaukan rencana kita, apa kau mengerti sungmin?"

Yang ditanya hanya menunduk kemudian.

"Kyu, jangan biarkan pengorbanan sungmin sia-sia. Dia mengorbankan dirinya ke dalam sandiwara pernikahan ini agar kau bisa lebih sukses lagi dalam karirmu. Bukankah itu yang selalu kau impikan?"

Kedua dongsaengnya hanya menatapnya tak berniat bicara, jadi leeteuk kembali melanjutkan, "bisakah kalian saling melupakan? Dan menjadi hyung dan dongsaeng seperti dulu lagi?"

Kyuhyum tersenyum menghina ucapan hyungnya, "bagaimana jika aku menyuruhmu melakukan hal yang sama hyung?"

"bagaimana jika aku menyuruhmu melupakan orang yang kau cintai hanya demi karirmu?!" Sekali lagi kyuhyun membentak.

Leeteuk dan sungmin terlihat terkejut mendengar bentakan kyuhyun.

"pengorbanan? Cih, aku lebih menganggapnya pengkhianatan. Dan kau Leeteuk hyung, jangan berpura-pura kau melakukan ini untukku. Aku tahu dengan pasti untuk apa kau melakukan ini."

Sungmin menahan diri untuk tak menangis saat itu juga. Perkataan kyuhyun benar-benar menohoknya. Kemudian dia berdiri, menatap wajah kyuhyun yang memerah menahan marah, kecewa, entahlah. "aku hanya ingin kau bahagia, kyu."

"Dan apa itu kebahagiaanku, apa kau tahu?" Kyuhyun merasa lelah menjelaskan.

Dan pria itu hanya berlalu begitu saja, meninggalkan leeteuk dan sungmin.

...

.

.

Kyuhyun mengeratkan pegangan tangannya pada besi penghalang atap gedung ini. bahkan sekarang ia tak tahu lagi harus marah pada siapa. Kenyataan yang baru saja ia tahu benar-benar menamparnya. Dia tak tahu, dia benar-benar tak tahu jika sungmin begitu menderita mencintainya. Dia bahkan merasa tak pantas lagi bertemu sungmin. Demi dirinya, sungmin bahkan mengorbankan karirnya sendiri. Kyuhyun tahu bagaimana sungmin ingin sekali menjadi penyanyi sukses dan bisa mengeluarkan album sendiri.

Dia bahkan membenci dirinya sendiri, kenapa bukan dia saja yang melakukan pernikahan kontrak itu? Kenapa?!

1 pesan diterima

|maafkan aku,kyu. |

Kyuhyun semakin merasa bersalah menerima pesan dia yang minta maaf. Demi Tuhan dialah yang membuat sungmin menderita.

Akhirnya Kyuhyun berdiri, memantapkan dirinya. Dia harus berjuang, dia masih harus berjuang.

Segera saja Kyuhyun menghubungi nomor yang baru saja mengiriminya pesan singkat.

Telepon sudah diangkat, tapi masih hening disana..

"hyung kau mendengarku?"

...

"Aku... aku akan berjuang. Aku masih akan berjuang untukmu."

"sampai kapan?"

... kali ini kyuhyun yang terdiam.

"sampai kapan kyu? Bisakah... bisakah kita berjuang bersama?"

...

Sungmin tahu Kyuhyun tak akan bisa menjawab, jadi dia memutuskan panggilan tersebut.

.

.

.

Setiap langkah yang memberatkanku

Tetap berusaha untuk mengerjarmu

Di jalanan pada saat matahari tenggelam itu, bayanganmu...

Terlihat begitu sedih karena suatu alasan

Seperti hati yang sedang tersakiti

Sebuah bintang bersinar di langit gelap

Mimpiku yang begitu bodoh dan cinta yang ingin kulindungi

Kuukirkan mereka di dalam bintang

Tunggu aku, sampai aku menemukan cara untukmu

Agar bintang kita tak akan pernah

Melewatkan satu sama lain lagi

Sebentar saja menunggu, hingga aku mencapai bintangmu

Apakah aku lupa?

Lagu yang kita dengarkan

Setiap kali aku sangat merindukan

Senyuman wajahmu

Sebuah keajaiban kecil yang bersinar di dalam hatiku

Kumohon ingatlah bahwa semua itu adalah cinta

Ketika kau berjuang dan merasa kesepian

Kau tidak sendiri

Jangan pernah lupa, hingga aku bisa mencapai bintangmu

Diriku yang menyedihkan dan juga hati ini

Aku tidak tahan lagi

Kau memiliki keberanian untuk

Mengungkapkan kebenaran yang kau sembunyikan,

Aku akan melindungimu

Tunggu aku, sampai aku menemukan cara untukmu

Agar bintang kita tidak akan pernah

Melewatkan satu sama lain lagi

Sebentar saja untuk menunggu, hingga aku mencapai bintangmu

*Till I Reach Your Star ~Cho Kyuhyun

TBC

.

.

.

Makasih yang udah review kemarin. Walaupun ga dibales semua tapi udah aku baca kok semuanya. Chingudeul ga usah khawatir, jikapun aku udah menyerah ttg kyumin di kehidupan nyata. Tapi setidaknya aku ingin tetep membuat cinta mereka hidup di khayalanku, di kepalaku, di karya-karyaku.

Semoga chingudeul jg begitu, kita saling menyemangati. Gomawo udah mau baca kisah-kisahku.

Enjoy this chapt and see you next chapt

Keep calm and love Kyumin!