Move On?

Assassination Classroom/Ansatsu Kyoushitsu

Milik Yuusei Matsui

.

.

.

.

.

Bel jam istirahat pun berbunyi. Koro-sensei yang sedari tadi mengajar dikelas 1-A kini mengakhiri pelajaran tersebut dan bergegas keluar. Manami memasukan buku-bukunya ke dalam tas, tidak lama kemudian Kayano menghampirinya dengan wajah yang ceria.

"Manami! Ayo, kita ke kantin. Perutku sudah sangat lapar." Ucap Kayano sembari memasang wajah lesu.

"Um, baiklah." Balas Manami.

Mereka berjalan keluar kelas, tetapi Manami melihat murid yang tengah duduk sendiri dikursi depan. Nampaknya ia belum bisa berkomunikasi dengan murid yang lain. Lalu Manami mendekat kearah gadis itu.

"Ano, maukah kau pergi ke kantin bersamaku?" Tanya Manami dengan senyum diwajahnya.

Gadis itupun menoleh, wajahnya tampak cantik dengan rambut hitam panjang, dan mata yang berwarna coklat terang tersebut. Entah kenapa, melihat gadis ini seperti melihat cerminan Manami yang dulu. Belum ada respon dari gadis itu, Kayano pun ikut menghampiri.

"Tidak usah malu-malu, kita kan akan menjadi teman!" Ujar Kayano.

Mata gadis itu seketika tampak berbinar, "Ya, aku ikut. Terima kasih. P-perkenalkan, namaku Kanzaki Yukiko."

"Namaku Okuda Manami."

"Aku Kaede Kayano, yoroshiku, Kanzaki-san."

Tanpa disadari, Manami tersenyum bahagia. Ia tidak menyangka bahwa sedikit demi sedikit ia bisa menambah teman. Mungkin ini akan menjadi hal yang baik. Seketika ia mengingat sosok itu, apa ia bisa berteman baik dengannya?

Sesampainya dikantin, mereka memesan makanan yang mereka inginkan dan duduk dimeja. Banyak hal yang diperbincangkan, bahkan itu di dominasi oleh Kayano, dia seperti tidak punya kehabisan topic pembicaraan. Sedangkan Manami dan Kanzaki terkadang menyahuti dengan tawa kecil karna guyonan Kayano. Beberapa menit kemudian, Manami melihat teman sekelasnya, Nagisa, datang ke meja dengan membawa makanan bersama dengan dua laki-laki.

Manami kemudian menahan nafasnya, ia tidak menyangka bahwa Nagisa akan datang dengan dia. Akabane Karma, sosok yang tadi pagi ia lamunkan. Bahkan jika boleh jujur, Manami tidak ingin sekelas dengan Karma. Itu hanya akan membuat hatinya perih, mengingat sosok Asano yang serupa dengannya.

"Hei, kalian. Apa kita boleh duduk disini?" Tanya Nagisa.

"Wah, tentu. Dengan senang hati, Nagisa-kun." Ujar Kayano tersenyum, "lalu, dia siapa?" Kayano menunjuk laki-laki berambut hitam spike yang duduk disamping Karma.

"Ah, dia teman kelas kita, namanya Sugino."

"Maaf-maaf, aku lupa memperkenalkan diri terlebih dahulu." Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Namaku Tomohito Sugino, salam kenal."

"Salam kenal ne, Sugino-kun. Aku Kanzaki Yukiko." Kanzaki memberikan senyum termanisnya yang membuat Sugino tersipu tiba-tiba.

"Namaku Kaede Kayano!"

"A-aku Manami O-"

"Manami Okuda. Benar, kan Okuda-san?" ucapan Manami seketika terpotong karna suara Karma yang melanjutkan perkataannya.

"Ha'I, benar Karma-kun."

Disaat yang lain sedang berbincang, Manami sedang tenggelam oleh lamunannya. Ia tidak tahu apa maksud dari Karma yang tiba-tiba memotong perkataannya tadi. Sesekali Manami melirik kearah Karma yang tepat berada dihadapannya, tanpa diduga Karma juga melirik kearah Manami dan menyunggingkan senyum tipis, alhasil membuat ia menundukan kepalanya.

.

.

.

Saat jam pelajaran telah usai, para murid mulai membereskan tasnya dan bergegas untuk pulang ke rumah. Kayano dan Kanzaki pun pulang bersama, sedangkan Manami ditugaskan untuk membawa buku-buku ke ruang guru karena hari ini adalah jadwal piketnya, jadi ia sengaja untuk menyuruh Kayano dan Kanzaki pulang terlebih dahulu.

Nagisa yang sudah selesai membereskan semuanya mendekati Karma. Ia melihat Karma yang tak kunjung berdiri dan masih duduk tenang dikursinya.

"Karma, kau tidak pulang?" Nagisa bertanya dengan tampang polosnya.

"Kau duluan saja, Nagisa-kun. Aku sedang menunggu seseorang." Balas Karma.

"Baiklah. Sampai jumpa besok."

Kini hanya tersisa Karma yang berada dikelas tersebut, ia pun melirik tas disebelahnya yang masih ada dikursi. Tidak lama kemudian, Manami masuk ke kelas dan sedikit terkejut saat melihat seseorang yang masih berdiam diri dikelas. Dengan mengumpulkan keberanian, akhirnya ia memilih untuk bertanya.

"Etto, Karma-kun. Kenapa kau belum pulang? Apa kau sedang menunggu seseorang?"

"Hm." Gumamnya.

Manami mulai memutar otaknya, ia bertanya-tanya didalam hatinya siapa orang yang sedang ditunggu oleh Karma. Padahal kelas sudah sepi, bahkan mungkin kelas lain sudah banyak yang terlebih dahulu pulang. Tidak mungkin dirinya yang sedang ditunggu oleh Karma.

'Kenapa aku menjadi berharap seperti ini?' rutuk Manami dalam hati.

"Sepertinya murid dikelas lain sudah pulang, sebaiknya kau pulang. Lebih baik, kau bicara padanya esok hari." Ujar Manami sembari membawa tasnya dan berjalan keluar.

"Aku menunggumu, Okuda-san."

Suara Karma membuat Manami menghentikan langkahnya, dan tubuhnya menegang. Ia pun menoleh kearah Karma dengan memasang wajah bingung, "H-hah? Menungguku? M-memangnya ada apa, Karma-kun?" Tanya Manami.

"Tidak ada, aku hanya ingin mengajakmu pulang bersama." Jawabnya dengan nada santai dan tidak lupa dengan senyum yang biasa ia perlihatkan.

.

.

.

Tbc

Cuap-cuap Author:

Fyuh, akhirnya bisa lanjutin fic ini~ Oh iya, udah pada baca manga ansatsu yang baru update? Sumveh, mau nangis rasanya kalo inget Koro-sensei TT_TT

Minna, terima kasih yang udah luangin waktu buat baca fic sayaaa :3

Please, read and review?~~~