Shooting Star

Park Jimin

Min Yoongi

( Do you remember?

In the book you used to quietly read to me

Our names were engraved inside

I thought we would last forever )

Yoongi memandang pemuda di sebelahnya. Pemuda itu, park jimin, masih setia duduk di atas kasurnya, di sebelahnya, membacakan dongeng itu. Tentang seorang pangeran yang berjanji setia pada sang putri.

"Kau menyukainya hyung?" Jimin menutup buku dongengnya. Yoongi mengangguk senang.

"Tentu!"

Jimin tertawa dan mengusap rambut yoongi. "Baik sekarang tidurlah. Aku akan menjagamu"

( But we're slowly fading

We were just so good

But why did we become like this?

Can't we turn things around? )

"Jimin... kau akan pergi?" Yoongi menatap jimin dari tempat tidurnya.

Jimin mengangguk dan memakai jaketnya. "Kau tidurlah."

Yoongi menatap sendu jimin yang sudah bersiap membuka pintu apartment mereka. "Tidak ada dongeng atau pelukan tidur? Kau terlalu sering keluar malam akhir akhir ini.."

Jimin hanya menoleh sekilas pada yoongi "maaf sayang. Tapi ini urusan penting. Tidurlah. Aku mencintaimu."

Dengan kalimat itu, jimin menutup pintu apartment mereka. Meninggalkan yoongi yang memandang pintu putih dan memutar memorinya.

( The shooting star over there

It feels like it's talking to me

It's the last time, so I got ready to say goodbye

I said goodbye to the wind blowing from faraway

Then the tears started to fall )

Yoongi tersenyum pelan memandang langit malam dari balkon rumah barunya. Kejadian 5 tahun lalu kembali terputar di memorinya. Malam itu, 5 tahun lalu, jimin keluar dari apartment mereka. Tapi Yoongi tidak tidur. Ia menunggu jimin. Menunggu jiminnya pulang. Ia menunggu hingga tengah malam. Mengabaikan rasa sakit di kepala nya. Demi melihat jimin pulang dengan setengah mabuk. Saat itu jimin hanya memandang Yoongi dan langsung tidur tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Air mata yoongi menetes... lagi...

( I still have the letter that I shyly wrote

With slightly ugly handwriting

I thought we would never change

I hate sad endings )

Yoongi meremas surat surat itu di tangannya. Ini adalah surat yang sering di tulis jimin dan dia selipkan di loker yoongi saat mereka masih sekolah. Surat pernyataan cinta jimin, janji jimin, kisah mereka.

Yoongi menyalakan korek api nya. Perlahan, ia membakar semuanya. Perlahan lahan membakar memorinya tentang jimin. Membakar hatinya yang tidak bisa melupakan pemuda yang membuat hatinya se remuk ini.

( Just come to me with a smile

The shooting star over there

It feels like it's talking to me

It's the last time, so I got ready to say goodbye

I said goodbye to the wind blowing from faraway

Then the tears started to fall )

Yoongi ingat saat jimin berlutut di depannya memohon maaf setelah ia memergoki jimin di apartment mereka dengan jungkook, sahabat yoongi, berada di pangkuan jimin. Saat itu ia berharap ia mendadak buta atau seseorang menembaknya sehingga ia tidak perlu melihat mereka berciuman lebih lama. Sehingga ia tidak perlu melihat raut kaget jimin dan jungkook. Tidak perlu melihat jungkook yang langsung berlari keluar apartment. Atau jimin dengan wajah pucat pasinya berusaha meraih tangan yoongi, yang tentu saja langsung ia tepis.

"Baby sugar, aku hanya..."

"Tersenyumlah jimin.." hanya itu yang keluar dari bibir tipis yoongi.

"Jangan katakan apapun. Tersenyumlah, dan hiduplah bahagia" yoongi memandang kosong jendela di belakang jimin yang memperlihatkan langit malam dan bintang bintang.

"Lihat itu." Yoongi menunjuk langit malam. Jimin berbalik melihat jendela dan melihat nya. Bintang jatuh.

"Aku berharap bisa mengucapkan perpisahan padamu. Aku berharap kau bahagia.." ucap Yoongi dengan mata memerah menahan air matanya sendiri.

( Hold my hand, hold my hand tight

Hug me once more

No matter how many times you say it's ok and comfort me )

Jimin memeluk Yoongi dengan erat. Terlalu erat. Yoongi tidak merespon apapun. Jimin merapalkan kata maaf nya ribuan kali. Air mata sudah membasahi wajah keduanya. Dan Yoongi tidak pernah merasa keinginan untuk matinya sebesar ini.

"Ku mohon hyung... aku hanya mencintaimu. Jungkook hanya... ia hanya... ia hanya kesalahanku" jimin menangis di bahu Yoongi.

Yoongi tersenyum getir. Mereka sudah 6 tahun bersama. Dan ini pertama kalinya ia melihat jimin menangis.

"Tak apa. Pergilah dengan Jungkook" Yoongi menepuk bahu jimin pelan.

"Hyung... kumohon.. maafkan... kita bisa memulai semuanya dari awal. Aku janji tidak akan meninggalkanmu saat malam. Tidak. Setiap saat aku akan bersamamu. Memelukmu. Membacakanmu dongeng. Menyanyikanmu. Menjagamu. Kumohon hyung.. kau satu satunya nafasku.." jimin meremas pelan bahu sempit Yoongi dan menatap matanya. Tapi yang ia dapatkan hanya Yoongi yang memandangnya dengan tatapan kosong. Seseorang telah menarik dunianya. Dan itu adalah park jimin.

( Tears keep falling at the thought of you

Don't forget about you and me

You can't forget about you and me

It's the last time but I can't believe this is it

I said goodbye to the wind that blew over as if to comfort me

Then the tears started to fall )

Tanpa sadar, air mata jatuh dari mata indah Yoongi saat ia memikirkan jimin kembali. Yoongi menyeka air matanya. Jimin pasti sudah bahagia. Malam itu Yoongi hanya melepas pelukan jimin dan ia berkata ia mengantuk. Jimin memeluknya dengan erat. Ia menciumin Yoongi dan mengatakan sesuatu tentang ia tidak akan meninggalkannya. Entahlah. Yoongi tidak bisa mendengarnya saat itu. Pikirannya terlalu berkabut.

Saat hari beranjak pagi, Yoongi melihat jimin tertidur dan Yoongi tau, ini saatnya membiarkan jimin bahagia dengan jungkook. Jadi ia berjalan pergi dari apartment dengan pikiran kosong. dan berakhir di rumah orang tuanya yang berjarak belasan kilometers dari apartment nya. Ia menangis di pelukan ibunya.

Hingga saat ini. Ia masih menangis mengingat jimin. Kenapa jimin melakukan hal bodoh. Ia harusnya dapat bahagia bersama jungkook kan. Itu memang seharusnya. Jadi karena malam itu. Jungkook ternyata hamil. Dan jimin harus bertanggung jawab. Sementara yoongi? Lupakan. Lupakan jimin yang hampir bersujud di kaki Yoongi meminta agar ia lari bersama jimin.

Yoongi meremas kertas di tangannya yang bertuliskan " PARK JIMIN AND JEON JUNGKOOK WEDDING INVITATION "

END

HALLOOHH MAAF AKU LAMA GA UPDATE T.T Laptop rusak jadi ngetik di hp T.T nih aku bawain yunmin galau (semoga ngena galaunya) ini dari lagu lovelyz - shooting star. Buat yang nungguin ah-choo (semoga ada) itu udah aku ketik tapi di lepi :'') ntar ketik ulang di hp deh ya. Sabar :'D

Last but not least, review please ^^