Rough
Park Jimin
Min Yoongi
.
I can't approach you so I'm lost
I like you but we're looking at different places
The more I try to get closer
The farther apart our hearts get
I can't meet you so I'm lingering
Just like parallel lines
Yoongi memandangi foto di tangannya. Foto yang sama yang ia pandangi sejak satu jam lalu.
"Yoongi-ya, ini sudah malam. Sampai kapan kau akan berdiri di luar seperti itu?"
Yoongi menoleh dan menemukan eomma nya berdiri dengan tangan terlipat di depan pintu. Yoongi tersenyum.
"Sebentar lagi eomma..."
"Kau bisa menemui nya jika kau mau. Bukan hanya melihat fotonya seperti itu."
Yoongi tetap mempertahankan senyumnya dan menggeleng pelan. "Tidak bisa sekarang..."
I can't believe it, we will meet for sure
I'll wait until always
I couldn't tell you but I really liked you
Like a dream from my childhood, like a miracle
If only I can travel in time and become an adult
I'll hold your hand in this rough world
"Hyung, kenapa kau tidak pergi menemui nya? Kenapa tidak menahannya?"
Yoongi menyesap kopinya pelan. "Kim Taehyung, aku lelah dengan pertanyaan yang sama."
Taehyung menutup buku tebal di hadapannya. "Kalau begitu jawab pertanyaanku. Kau seperti anak sma saja."
Yoongi tertawa. "Hahaha. Kau yang seperti anak sma. Apakah tugas kuliah mu sangat sedikit hingga menginterogasiku seperti itu?"
Taehyung mendengus. "Aku hanya lelah melihatmu melamun lalu memandangi fotonya lagi. "
"Baiklah. Aku akan menjawab pertanyaanmu itu. Tapi aku yakin kau sudah tau jawabannya." Yoongi meletak kan kopinya.
"Apa? Alasan itu lagi? Untuk mimpi?"
Yoongi mengangkat bahunya. "Kami punya mimpi. Mimpi yang harus diraih. Apa aku harus menahannya dan mengabaikan mimpinya?"
"Lalu? Merindukannya diam diam? Tidak akan bertemu lagi?"
"Kami akan bertemu. Tapi tidak sekarang... aku yakin kami akan bertemu..."
I'm trying to approach you but we're missing paths
I still haven't told you that I like you
When I see you hesitating
I realize that we're still so young
We're just one step apart but the distance isn't closing
Just like parallel lines
3 years ago
"Jimin! Park Jimin!"
Pemuda bersurai coklat itu menoleh. "Ya Yoongi?"
Yoongi mendekati Jimin dan tersenyum gugup. "A-aku... aku..."
"Cepatlah Yoongi. Kau tau kan kita akan menghadiri kelas tambahan."
Yoongi menggigit bibirnya gugup. "Aku... m-menyukai..."
Jimin menepuk puncak kepala Yoongi pelan. "Aku rasa kita harus cepat ke kelas jika tidak ingin nilai kita turun di ujian akhir high school ini. Bagaimana?"
Yoongi menunduk. Dia sudah di tolak bahkan sebelum menyatakan perasaannya..
"Ayo Yoongi." Jimin mengusak pelan surai kecoklatan Yoongi dan berjalan mendahuluinya.
Yoongi menghela nafas berat. "Aku menyukaimu..."
Some day, I will tell you everything I couldn't
I'll go to you until always
I couldn't tell you but I really liked you
Like a dream from my childhood, like a miracle
If only I can travel in time and become an adult
I'll hold your hand in this rough world
"Hyung! Itu 3 tahun lalu saat kalian masih SMA astaga!" Taehyung menggelengkan kepala dengan kesal. "Lupakan saja!"
Yoongi terkekeh seakan pernyataan Taehyung adalah hal paling menggemaskan. "Bagaimana bisa?"
Taehyung begidik ngeri. "Tidak tidak. Cinta macam apa itu?"
"Aku tidak tau. Hanya aku tidak bisa melupakannya. Jadi aku menyerah berusaha melupakannya."
"Kenapa saat itu kau tidak mengejarnya?"
Mata Yoongi menerawang jauh. "Aku rasa kami memang masih terlalu muda untuk hal seperti itu... aku berharap saat itu aku sudah lebih dewasa dan aku akan mengejarnya untuk mengatakan aku benar benar menyukainya. Tapi apa yang dapat di pikirkan anak sekolah menengah?"
Even if we're trapped in time and lost
We will meet in the end
Please know that I truly mean it
Even if it's a bit awkward
I couldn't tell you but I really liked you
Yoongi menghela nafas kesal. Ibunya menyuruhnya untuk mengantar kue ke sebuah alamat. Tapi sudah satu jam Yoongi berputar dengan mobilnya. Dan ia tetap tidak menemukan alamat itu!
"Ugh. Dimana alamat ini?" Yoongi membaca dengan teliti alamat di tangannya. Lalu memandang keluar untuk memastikan daerahnya.
Tapi matanya terpaku pada sosok yang berdiri di depan rumah tidak jauh dari mobilnya. Sosok itu membelakanginya. Tapi punggung tegap itu... Yoongi mengenal punggung itu..
"Jimin..."
Jimin menoleh dan mendapati Yoongi berdiri di sebelah mobilnya. Wajah pemuda itu terlihat kaget. Dan Jimin tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.
"Hai Yoongi-ah. Ku dengar kau merindukanku. Apa benar hm?"
Like a dream from my childhood, like a miracle
If only I can travel in time and become an adult
I'll hold your hand in this rough world
Just promise me one thing, I hope you won't change
Smile for me even then
If only time will pass and we can become adults
I'll hold your hand even when we're missing paths.
3 years ago...
"Jimin, pesawatmu sudah datang... Kapan kau akan kembali?"
"Aku hanya menyelesaikan kuliah ku... wae?"
"Aku... aku..."
"Kau menyukaiku?"
"I-itu.."
"Kita lihat saja 3 tahun lagi... saat aku kembali ke sini. Bagimana?"
"Kau janji?"
"Tidak. Apa kau akan menungguku?"
"Aku..."
"Kita tidak tau apa yang terjadi di masa depan. Tapi jika memang kau memang untuk ku, kita akan membuktikan. 3 tahun lagi."
.
END
.
hehehehe saya berhari hari muter lagu ini mulu tapi ga sempet ngepost~ alurnya maju mundur cantik kaya yungi jadi jangan bingung ya/? itu crtanya yungi flashback waktu jimin ninggalin dia. tp jimin balik dong~ mana tega saya pisahin our minyoon. yang minta our dilemma kiss, sabar ya :"( manga aslinya ga update. jadi aku bingung.. apa dilanjutin dengan ideku sendiri tanpa manga asli? hahahaha.
sekian~ last but not least, review please^^
