CHAPTER 4 - wanita yang mengangkat pedang nya
...
Sudah setengah tahun Sakura menetap di apatermen Itachi, sudah selama itu Sakura berusaha mengambil hati sang boss, musim dingin kini tiba, kini Sakura berada di samping Itachi berdiri dengan tenang mengenakan kimono dengan rambut digelung dengan beberapa hiasan mewah, genta yang ia gunakan teramat tinggi, riasan wajah Sakura sangat tebal menutupi wajah cantiknya.
Setelah hampir setengah tahun, Itachi mulai mempercayakan Sakura untuk keluar bersamanya. sekedar menemaninya menemui relasi bisnis atau sekedar berjalan tanpa tujuan dan dengan setia Sakura menemaninya kemanapun dan kapanpun, loyalitas Sakura tanpa sadar terbentuk seperti bawahan Itachi yang lain, beberapa orang memakai hakama hitam berjalan dengan jarak yang saling berdekatan.
Hari ini Itachi mengenakan hakama berwarna hitam rambutnya masih setia di kuncir, tak lupa ia membawa katana kesayangannya, hanya rambut Sakura yang menjadi satu-satunya warna selain warna hitam. Hari ini Itachi akan bertemu dengan relasi yang cukup berbahaya, mereka akan membicarakan tentang pembagian wilayah.
"boss, itu tuan Giant, dia berambisi untuk menguasai semua wilayah Tokyo, saya sudah mengecek bagaimana dia telah menyebabkan kerusuhan di Kyoto beberapa waktu yang lalu, dia juga terlibat dalam perdagangan narkotika dan juga perdagangan manusia ke luar negeri."
Tangan kanan Itachi—Sai berbisik dengan pelan namun Sakura bisa menangkap apa yang dibicarakan, Sakura merasakan lututnya lemas dan badannya bergetar melihat kilasan masa lalu saat 'Giant' ingin merebut kehormatannya, namun masih banyak tanda tanya di kepalanya saat ia tiba-tiba terbangun diatas ranjang Itachi yang nyaman dan jawaban itu masih menjadi misteri hingga sekarang.
Langkah demi langkah akhirnya Sakura menemukan kumpulan orang-orang dengan payung hitam Sakura bisa melihat wajah 'pria' yang akan ia kutuk sampai ke dasar neraka paling panas, lalu Sakura tertegun dengan siapa ia berjumpa.
"O-onee chan…" gumamnya tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya 'bagaimana bisa?' pikir Sakura, setelah kejadian itu tetap saja dia tidak bisa membenci kakak nya itu … entah kenapa
Karin hanya terdiam lalu memasang wajah jijik "cih, apakah kamu masih hidup, adikku tercinta?" ucap Karin tidak bisa menyembunyikan nada angkuhnya.
Sakura mengepalkan tangannya merasakan hatinya kembali dibelah menjadi dua "harusnya kau sudah mati?!" ucapnya lagi.
'ternyata benar memang dia yang menyebabkan aku sampai seperti ini' Sakura masih menundukan kepala,
'namun aku takan mengampuninya, mata dibayar dengan mata, darah di bayar dengan darah' kini Sakura mengangkat wajahnya menampakkan mata hijaunya berkilat anggun membuat Giant tertegun dengan keindahan yang dipancarkan, Itachi sadar dengan perubahan yang terjadi kepada Sakura dia tersenyum tipis.
"kami tidak ada urusan denganmu,onna!" ucap Itachi dingin membuat Karin bungkam.
"nah ayo kita buat kesepakatannya, Giant-sama." Itachi maju dengan santai.
Giant tertawa "hei kau bocah mau membuat kesepakatan dengan ku?" Itachi tersenyum sangat tipis namun matanya memancarkan bahaya.
"Giant-sama, ingatkah anda dengan perjanjian yang anda dan mendiang ayah saya laksanakan beberapa tahun silam, saya tidak akan semunafik itu menjadi yakuza atau bahkan menjadi seorang mafia yang melanggar sebuah perjanjian. Secara langsung saya berdiri disini mewakili klan beserta mendiang ayah saya, dan akan mengambil seperempat wilayah yang sudah anda pimpin, saya juga mengetahui bahwa anda beserta bawahan anda yang menyebabkan kerusuhan di Kyoto beberapa waktu yang lalu. Anda bisa membohongi Pers, melimpahkan kesalahan kepada klan kami, namun kebohongan itu tetap akan terbongkar dengan mata saya " Sakura tertegun mendengar Itachi menyampaikan semua argumen itu tanpa ada emosi bahkan tenang, namun Giant terlihat geram wajahnya memerah seakan-akan dia bisa meledak sewaktu-waktu.
"bocah ingusan, jangan sembarang berbicara kau, ayahmu yang sudah mati bersama semua rasa nasionalisme itu dia begitu munafik, yakuza ada untuk menebar ketakutan mereka harus tetap tunduk dan patuh terhadap kita. Tapi apa yang ayahmu pikirkan soal berbaur dan bertatak rama dengan yang lain—dengan penduduk?!" Giant memaki dan menunjuk-nunjuk Itachi dengan mengucapkan sumpah serapah.
"Giant-sama, bagaimana bisa kau mengelak dengan semua bukti yang sudah jelas, kau membuat kerusuhan di Kyoto karena pihak kami sudah bergerak dan menangkap beberapa anak buahmu yang mengedarkan narkoba, bahkan kau membuat rumah Bordil, mempekerjakan gadis-gadis desa dibawah umur, secara terpaksa dengan dalih melestarikan geisha di bumi Tokyo. Kedokmu sudah tercium olehku saat kau mencoba memperluas daerah kekuasaanmu tanpa sepengetahuanku, membuat ladang ganja juga memperjual belikan opium .." Itachi memegang beberapa bukti ditangannya ada plastik berisikan kaset rekaman dan beberapa potret.
Wajah Giant semakin memerah namun dia tidak bisa berkata apa-apa lagi "dan satu lagi, tanyakan pada anak buahmu, tanyakan kesetiaan mereka hingga mereka berkhianat dan memilih bekerja bersamaku. Apa kau mengenal wanita di samping ku? bukan kah dia tambang emas mu, mata nya, rambut nya kau ingin mendapatkannya, bukan. Setelah kau nikmati kau akan menjual mata wanita ini, heh sungguh munafik?!" Itachi tersenyum meremehkan dan menatap tajam orang yang sudah berumur setengah abad di depannya.
Sakura melotot tidak percaya, jadi alasan Itachi membawa nya adalah untuk menyelamatkan dia dari tangan laki-laki keji yang ada di penglihatannya itu.
Sekali lagi Sakura melirik kearah Itachi memandangnya lekat-lekat.
"SIALAANN KAU UCHIHAA ITACHIII !" Giant berteriak mengeluarkan katana entah dari mana, sontak bawahan Itachi maju diiringi bawahan Giant,angin dingin menerpa wajah Sakura.
"Sakura,tunggu disini dan lihat tarian pedang tuanmu ini." Itachi bergumam sekilas mengecup pangkal kepala Sakura namun Sakura tidak menyadari hal itu, karena dia sedang menatap nanar para petarung didepannya.
Darah, teriakan, pukulan, dan amarah menjadi satu membuat kepala Sakura pusing,telinganya berdenging hebat, sementara itu dia melihat rambut merah karin—kakaknya, kini berkibar ditiup angin, Karin memegang sesuatu dibalik kimono merahnya, Itachi dengan lihai menangkis katana Giant suara dentingan pedang saling beradu mengingatkan Sakura pada film-film yang menceritakan perang saat zaman Edo.
Dibelakang Sakura berdiri dua orang laki-laki yang menjaganya "nona, jangan kemana-mana nona akan aman bersama kami" ucap kedua bawahan Itachi disambut dengan anggukan dan senyuman palsu Sakura "hai,arigatou.." ucap Sakura parau.
Karin tersenyum licik lalu melemparkan sebuah benda, bundar seperti geranat, Sakura membelalakan matanya, terlihat bawahan Giant dengan seketika memakai sehelai kain untuk menutupi hidung mereka
"Bahaya … Itachi-san,tarik mundur semuanya?!" ucap Sakura berlari berusaha menarik boss dan semua rekannya itu, dengan tatapan nanar Itachi segera berlari kearah Sakura mencoba meraih tangan mungilnya itu, lalu seperti adegan slow emotion
"KEMBALI KE POSISI MASING-MASING, dan tutup hidung kalian!" teriak Itachi kepada bawahannya semuanya menuruti dengan cepat menutup hidung mereka, Itachi memeluk Sakura dan berkata "tahan napasmu!" lalu asap berwarna ungu mengelilingi mereka.
Tidak ada jarak pandang yang terlihat hanyalah asap berwarna ungu 'cih dasar licik' ucap Itachi dalam hati, matanya mencari-cari dengan waspada sementara itu ia merasakan satu persatu anggotanya berteriak.
"Sakura tahan napasmu sampai aku—" ucap Itachi dengan cepat, sakura hanya melotot melihat laki-laki itu kini sudah berada di sisinya.
Sakura menatap Itachi lalu Sakura melihat sebilah pedang menembus rusuk kiri Itachi, Sakura bisa melihat ujung mata pedang itu berkilauan dengan darah Itachi.
'TIDAK!' jeritnya dalam hati, tubuhnya bergetar dan tidak bisa bergerak melihat lelehan darah keluar dari sela-sela bibir boss nya.
Itachi kemudian lemas dan tak berdaya, wajah Itachi hampir sepenuhnya membiru, saat asap itu mulai tipis Sakura melihat Giant yang tertawa senang bersama anak buahnya
"hei tolong sediakan makan untukku"
"aku adalah tuan mu"
"jangan keluar dari pintu ini atau kau akan menerima akibatnya"
"Uchiha Itachi, Jangan berbicara formal lagi kepada ku"
"Sakura, lihatlah tarian pedangku"
Kata-kata Itachi berdenging jelas di telinganya, sekali lagi emerald Sakura berkilau namun kali ini Nampak kemarahan yang memuncak dari wajah cantiknya, masih memakai genta Sakura mengambil katana Itachi lalu menerobos pertahanan yang dibuat oleh anak buah Giant.
'aku tidak peduli meski paru-paru ku akan pecah, ataupun isi perutku akan dikeluarkan bajingan itu, namun jika terjadi sesuatu kepada boss, aku berjanji akan memenggal kepala nya' ucap Sakura dalam hatinya, gerakan Sakura bagaikan kilat yang tidak bisa di deteksi.
Kimononya beterbangan seiringan dengan gerakan dan lompatan yang ia lakukan, dia tidak bisa memaafkan apa yang telah Giant lakukan kepada boss nya itu, hingga hampir seperdelapan anak buah Giant tumbang menyisakan beberapa orang termasuk Karin.
"kau atau aku yang akan mati kali ini?!" ucap Sakura menghunuskan katana Itachi tepat didepan wajah Giant.
"Karin, cepat bunuh dia dasar wanita jalang ... untuk apa aku membayarmu lebih hah!?" ucap Giant membeku dan gemetar, dengan sigap Karin mengambil sebilah belati dari dalam obi nya lalu menerjang Sakura, Sakura menahan serangan itu menggunakan katana keduanya beradu pandang.
"aku membenci semua yang ada pada dirimu Sakura, SEMUANYA!" ucap Karin berteriak membuat telinga Sakura berdenging tidak nyaman, namun Sakura hanya menatap perempuan didepannya itu dengan datar, Sakura sadar bagaimana bisa seorang kakak melakukan hal seperti ini kepada adiknya, menjual adiknya secara tidak langsung, menjerumuskan adiknya kelubang hitam berkali-kali Sakura memaafkan kakaknya itu, namun … kini kata maaf dan cinta dihatinya sudah benar-benar memudar karena Sakura sudah membuka matanya lebar-lebar bahwa Karin—kakak nya tidak mencintai dia, Sakura tersenyum mengejek.
"kita lihat siapa yang akan menjadi anak tunggal—nee chan" ucap Sakura sinis lalu mengayuh pedangnya mencoba menebas leher Karin, dengan sigap Karin mundur namun helaian merah Karin terpotong oleh katana Sakura. Sakura tersenyum puas
"jika aku mempercepat gerakanku sedetik lagi pasti aku akan menjadi anak tunggal, iya kan onee-chan?!" Karin terengah engah mendapati goresan besar di lehernya.
"sedikit lagi aku mengenai venamu!" sambung Sakura kini wajah Sakura tidak lain seperti robot pembunuh dia sama sekali tidak ragu 'aku harus menyelesaikan ini dengan cepat' ucap Sakura dalam hati, Sakura kembali maju dengan cepat genta nya membuat bunyi saat ia berlari 'jurus keluarga yang kau ajarkan malah jurus yang akan mengakhiri hidupmu, nee-chan' sambung Sakura merasakan matanya yang tiba-tiba menjadi panas dan ..
'ZRASHHHH'
Sakura terbelalak kaget melihat katana menembus punggung hingga kebagian jantung Karin, Sakura menyeritkan dahi melihat siapa dibelakang Karin 'cih laki-laki itu' ucap Sakura memandang marah karena mencuri kesempatannya.
"dengan begini aku membuatmu menjadi anak tunggal. Sakura hhahahaha!" ucap Giant namun Sakura terdiam, dia melihat Itachi dijaga oleh bawahannya Sakura melihat wajah Itachi yang sedang menahan rasa sakit, matanya sedikit terbuka dan dia merancu seolah-olah berkata 'apa yang kau lakukan, cepat lari' namun Sakura tersenyum kearahnya seolah-olah berkata 'aku akan baik-baik saja boss'
"perhatikan siapa yang akan melawanmu!" Giant berada di depan Sakura dan meninju perut perempuan itu hingga ia jatuh, Sakura merasakan rasa yang aneh berada di indra pengecapnya 'darah'.
"aku sangat terkejut, pelacur seperti dirimu ingin melindungi tuan nya, apa dia sudah mencekoki mu dnegan rasa nasionalisme miliknya, eh?!" ucap Giant pada Sakura, laki-laki itu berjalan dengan santai di hadapannya.
Sakura bangkit dan bertumpu pada katananya, dia yakin bahwa satu tulang rusuknya patah, dia menahan rasa sakit dengan susah payah.
"jadilah geisha ku maka aku akan memberikan segalanya, pakaian mewah, kedudukan dan harta yang bergelimpang. Aku melihat potensi pada dirimu" ucap Giant 'dan menjadikan aku pelacurmu, dasar sialan !' Sakura berucap dalam hatinya
Sakura positif merasakan kram di perutnya tangannya menggenggam pasir yang membeku.
"apa benar jika aku bersama mu, kau akan memberikan semua itu?" ucap Sakura suaranya bergetar dan parau.
"tidak nonaa!" teriak Sai yang notebenya tidak bisa mengeluarkan ekspresi, kini Sakura merasakan bahwa jalannya sudah buntu banyak hal yang membuatnya putus asa.
"tentu kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan,aku akan memperlakukanmu baik,sayang!" ucap Giant menundukan sedikit tubuhnya dan
'SRAAKK'
Sakura melempar pasir yang ada di genggamannya ke mata pria tua itu dia berteriak kesakitan.
'ZLEBB'
Sakura menghunuskan katananya tepat di jantung laki-laki itu, 'meski banyak keputusasaan dalam hidupku ini, aku tidak akan mundur atau tidak akan takut dengan apa yang terjadi dimasa depan. Ini keputusanku ini pilihanku dan ini jalanku … aku telah berjanji akan memberikan apapun untuk orang yang menyelamatkan ku, pada malam itu.' Sakura menatap Itachi penuh makna merasakan hatinya menghangat.
'sampai akhir aku akan melayanimu,menjadi geishamu dan melindungimu, boss.' Sakura merasakan tubuhnya kaku dan pandangannya menjadi gelap, sepersekian detik Sakura merasakan nyeri dikepalanya namun dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya—Sakura pingsan.
…
Sakura merasakan kepalanya berdenyut sakit, tubuhnya kram dan tidak bisa digerakkan "ah—" ucap Sakura merasakan benda lembut di kepalanya—perban, Sakura mengenali ruangan itu,wanginya, bahkan tingkat suhunya 'ini di kamar boss' ucap Sakura memfokuskan pandangannya agar tidak kabur.
" BOSS!" teriaknya tersentak bangun sadar dengan kenangan yang ia alami.
"tenanglah nona" suara baritone yg Sakura kenali berucap dengan datar,Sakura menoleh.
"Sai, bagaimana keadaan boss?!" tanya Sakura tergesa-gesa.
"dia ada sekarang dia sedang membereskan kekacauan di Yokohama dan saya ditugaskan menjaga anda hingga anda siuman, nona" jelas Sai panjang lebar, Sakura mengangguk.
"sudah berapa lama aku tertidur?" tanya nya lagi, Sakura merasakan beberapa perban membelit tubuhnya.
"kurang lebih tiga hari,nona" jawab Sai datar tersenyum dengan dibuat-buat, meski begitu Sakura tidak pernah mengomentari laki-laki itu.
"terima kasih sudah mau menjaga ku, Sai " ucap Sakura berterima kasih dengan tulus membuat semburat merah di wajah Sai, dengan keadaan seperti itu sai membuang pandangannya dan memilih memandang karpet beludru coklat dibawah kaki nya.
"sama-sama, sekarang anda sudah siuman, saya harus permisi … makanan dan baju sudah disiapkan oleh boss,sampai jumpa" ucap Sai menenteng tas penuh kertas dan notebooknya.
"i-a sampai juga ya" ucap Sakura setengah melambai tanpa Sai lihat.
Sakura bangkit, dia bernapas lega karena Itachi baik-baik saja, Sakura melepas perban di kepalanya lalu melihat luka lebam yang ada di wajah cantiknya, dia tersenyum samar tampak wajahnya merasakan kesakitan saat ia menarik napas dalam-dalam.
"selamat tinggal nee-chan" ucapnya merasakan cairan bening turun dari pelupuk matanya.
..
..
Setelah berendam dengan air hangat Sakura merasa lebih baik dia mengenakan long dress berwarna ungu susu dengan pita pink dibelakang punggungnya,seperempat punggungnya terbuka membentuk huruf V, rambut pink Sakura digelung asal menyisakan helaian yang membingkai wajahnya.
Sakura kembali memasak makanan untuk tuan mudanya, ini seperti kegiatan yang wajib ia kerjakan setiap malamnya, Sakura membuat sup tahu dengan ginseng dan membuat bubur beras merah juga teh hijau hangat, Sakura menekan tombol 'play' dan televisi pun menyela menyajikan berita pada hari itu
"pembunuhan tuan Giant di sebabkan oleh bawahannya yang mengaku gerah dengan sikap nya, terlihat Giant-sama juga membunuh wanita yang ingin ia jual, Pers masih menunggu keputusan polisi yang memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti yang sesuai utnuk kasus ini, namun banyak bukti mengarah pada Giant-sama bahwa ia benar-benar menjadi pengedar bahkan pemasok ganja dan opium, juga terlibat dalam perdagangan manusia. Sekian berita dari saya"
Sakura menggeleng-gelengkan kepalanya karena dia pasti tau bahwa hal yang ia lakukan akan berdampak pada akhirnya.
'boss pasti kesulitan karena aku.' Sakura menyesap jus jeruk yang ia buat,tidak lama setelah itu pintu terbuka menampakan sosok yang tidak asing untuk Sakura.
Wajah pria itu tampak sama, tampan dengan wibawa yang tidak tertandingi, namun lebam disana-sini, kemejanya terlihat kusut sama dengan rambutnya, jasnya dia sampirkan di sebelah tanggannya, Itachi terlihat terkejut melihat sosok Sakura.
"o-okaeri boss!" Sakura segera berlari dan mengambil alih jas yang tergantung di tangan Itachi, tanpa tolakan Itachi membiarkan Sakura menuntunnya untuk duduk di sofa tempatnya biasa menghabiskan waktu beberapa jam setelah pulang bekerja.
Sakura menyodorkan jus yang ia buat kepada bossnya dan diterima tanpa suara oleh laki-laki itu sambil mengendorkan dasi dia meminum minuman itu, matanya hampir terbelalak ketika mendapati rasa segar dan seketika saraf-saraf kakunya menjadi kendur dan rileks, dia menghabiskan minuman itu hingga tersisa buah yang diiris tipis dalam gelas bening itu, Itachi menghela napas panjang dan mengatakan.
"terima kasih Sakura" untuk pertama kalinya Itachi menatapnya lembut, Sakura tersenyum dengan anggukan dan senyuman paling manis malam itu.
Membuat Itachi semakin terbelalak kaget, karena betapa cantiknya makhluk yang duduk disampingnya, dan ia baru menyadarinya setelah sekian lama.
...
"jangan sungkan boss" ucap Sakura menyelipkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya,Itachi mengangguk dan melepaskan kemeja hitamnya, lalu membuang nya ke tangan Sakura, Sakura terbelalak kaget mendapati luka tusukan yang kini mengeluarkan darah amat banyak,pantas boss nya ini terlihat sangat kuyu malam ini.
"ya tuhan, biar aku gantikan perbanmu?!" Sakura berlari membawa antiseptik,perban dan kasa lalu dia mengganti perban boss nya dengan hati-hati, Sakura mengambil tablet penambah darah dan memaksa Itachi untuk meminumnya
"aku tidak apa-apa" ucap Itachi membela diri, dekat dengan sakura terkadang membuat ia lupa dengan dirinya.
"boss, jangan memaksakan diri seperti ini, aku mohon" Sakura menatap Itachi melas dan terselip permohonan dikata-katanya, tanpa banyak bicara Itachi memakan makan malamnya dan meminum pil yang di sediakan Sakura.
"hei, Sakura … bagaimana kau bisa sebegitu menakutkan ketika menghadapi Giant, bahkan aku tidak menyangka kau bisa membunuhnya?" ucap Itachi kini mulai ada nada serius dan keingin tahuan, perut Sakura seperti digelitik namanya di panggil seperti itu kemudian dia menjawab dengan ringan.
"wanita bisa melakukan hal diluar akal ketika mereka terdesak,boss" jawab Sakura menunduk dan membereskan peralatan makan Itachi, dibalas dengan anggukan Itachi.
"dulu keluargaku adalah klan yang hebat dalam ilmu bela diri dan aku menguasai beberapa kebolehan memakai katana ataupun pukulan dengan tangan kosong, itu semua ayahku berikan untuk menjaga diriku. Namun aku lupa ketika ayah sudah meninggal, ayah meninggal membawa semua kenanganku bersamanya aku jadi malas untuk berlatih. Dan kau tau entah mengapa saat kemarin aku bisa seperti itu, hahaha aku saja tidak bisa mempercainya, lari dan menggunakan pedang dengan genta berukuran 15cm dibawah tanah?!" oceh Sakura membuat Itachi kembali membelalakan mata obisidannya.
"apa kau menyesal?" tanya Itachi datar,pandangannya menusuk hingga Sakura bergidik "aa … bagaimana mengatakannya ya, umm … menyesal pasti ada, namun hatiku seperti dibelah menjadi dua menyaksikan kakak ku menjualku, dia pantas menerima itu dan Giant pantas menerima itu" jawab Sakura ringan.
"tadi aku dan bawahanku mencoba membereskan kekacauan di Yokohama, disana aku mendapati berpuluh-puluh rumah Bordil yang di dirikan oleh Giant-sama, saat kami mencoba 'membersihkan' daerah itu kami sempat beradu pendapat dan baku hantam tidak bisa dihindari, mereka mengancam — tangan kanan Giant-sama, untuk membunuh anak kecil dan orang tua yang tidak bersalah lalu mereka akan menyebarkan pembunuhan itu yang mengatas namakan klan kami, hingga kembali tercium bahwa yakuza dibalik semua ini. Besok keputusan finalnya, sesungguhnya aku tidak mau ada bawahanku yang harus mengorbankan nyawanya … sudah cukup dengan insiden beberapa hari yang lalu … melihat mereka dengan suka rela maju ke garis depan, aku merasa menjadi pemimpin paling bodoh karena bersembunyi di balik punggung rapuh mereka, karena kondisiku yang sangat tidak memungkinkan."
Cerita Itachi panjang membuat Sakura tertegun, ini pertama kalinya Itachi berbicara kepadanya secara pribadi Sakura merasakan laki-laki di sampingnya ini sangat terluka dengan apa yang di emban oleh pundaknya.
"boss ..." Sakura merengkuh wajah Itachi dengan tangannya yang kecil,Itachi merasakan rasa dingin menjalari wajahnya juga aroma lembut yang selalu ia temukan ketika ia memakai baju dari lemarinya, Itachi sadar bahwa aroma itu diciptakan dari tangan Sakura yang selama ini mencucikan baju juga menyetrikanya hingga setiap harinya dia memakai kemeja yang selalu rapih dan wangi.
"jika lawanmu mendesak mu, ada dua langkah yang harus kau ambil, pertama bertarung dan memaksanya, kedua melakukan kesepakatan sepihak,kesepakatan yang sama-sama menguntungkan untuk titik lemah dia dan tawarkan keuntungan yang melebihi keinginannya ..." Sakura memeluk Itachi mengelus punggungnya dengan lembut,Sakura bisa mencium aroma maskulin yang familiar di indra penciumannya,Itachi mengangkat tangan dan ingin membalas pelukan wanita itu namun ia urungkan.
Ia tidak menolak namun Itachi tau bahwa ini yang ia butuhkan.
"aku ingin tidur,Sakura .." ucap Itachi bangkit dan mengganti pakaiannya, seperti biasa dia hanya bertelanjang dada tidur dengan celana kesayangannya, Sakura bisa melihat tato harimau yang bertengger dipunggung pria itu namun wajah sang harimau sedang ditutup dengan perban
"aku sudah tidak takut lagi,boss ..." ucap Sakura berbisik kemudian tersenyum melihat tato Itachi.
"oyashumi"
…
Pagi hari ketika salju kembali turun dengan butiran-butiran putih yang dikeluarkan oleh langit, Sakura menguap pelan, namun rasanya pagi ini begitu hangat seperti awal di musim semi, Sakura menggeliat pelan dan merasakan sebuah benda asing di bawah selimutnya,Sakura membuka mata dan mencocokan keadaan—dia melihat hidung mancung dan tangan kekar melingkari pinggang kecilnya, membawa kenyamanan padanya.
"b-boss" ucap Sakura membelalakan mata,Sakura bisa merasakan hembusan napas yang teratur di dadanya.
"b-bos …"
Itachi masih belum bangun
"tu-tuan …"
Itachi masih tidak merespon
"i-Itachi… san…"
Kini Itachi mulai menggeliat dan membuka matanya
"ah .." ucapnya santai , kemudian dia kembali menyusupkan wajahnya ke dalam dada Sakura,wajah Sakura terasa panas dan tubuhnya menegang.
"ne .. tuan apa rencana hari ini .. kemarin kau bilang … ini sudah siang …" ucap Sakura terbata dan Itachi menjawab.
"Sai pergi untuk melakukan suatu perjalanan, sampai ia kembali kita hanya bisa bersiap dan menunggu, tadi pagi tangan kanan Giant-sama berkata bahwa mereka menyerah dan menerima tawaran dariku." Ucap Itachi kini menatap mata Sakura,hidung mereka bersentuhan mempertemukan napas keduanya.
Sakura mengangguk "lalu …" ucapnya.
"lalu ... aku hanya ingin beristirahat dan aku masih mengantuk ..." jawab Itachi mempererat pelukannya. Sakura hanya bisa menegang dan menepuk-nepuk pelan punggung tuannya itu.
Perasaan hangat melingkupi relung dada keduanya,jam menunjukan pukul 09.00 pagi, Sakura bangun dan pergi membersihkan diri,setelah itu dia memasak sarapan untuk Itachi, terkadang Sakura bingung dengan sikap Itachi yang sewaktu-waktu berubah terhadapnya, dilain sisi ia sedingin es dilain sisi dia sehangat matahari … Sakura menghela napas panjang.
"boss.. bangun matahari sudah meninggi" Sakura membawa semangkuk bubur kacang merah beserta susu putih hangat,aroma bubur menggelitik hidung Itachi, mau tak mau dia terbangun dan segera sarapan, setelah membersihkan diri Sakura mengganti perban dan mengobati luka Itachi.
"bagaimana, apa yang kamu keluhkan?" tanya Sakura dan dijawab dengan gelengan Itachi, Sakura mengangguk kemudian membereskan kembali peralatan yang berserakan.
"kita akan pindah ke Kyoto, disana ada rumah milikku, tempat nya sangat sederhana aku berharap kau bisa menyesuaikan diri disana ..." Itachi berbicara tanpa menjawab apa yang sakura tanyakan, sambil menyesap susu hangatnya, tidak lama lengan kekarnya melingkari pinggang Sakura.
Sakura mulai protes dengan sikap Itachi, namun ia merasakan bibir Itachi menempel pada telinganya "diam Sakura,tunjukan bahwa kau milikku, ini adalah ulah seseorang yang mencoba menyelidiki ku atau kamu,disini ada yang memasang CCTV, aku menemukan beberapa tadi pagi jadi lakukan seperti yang aku perintahkan, maka dari itu kita harus pergi dari sini..." bisik Itachi membuat wajah Sakura kembali memerah,Sakura mengangguk pelan kemudian membalas pelukan Itachi.
"memang apa yang mereka peroleh dnegan menyelidiki aku?" ucap Sakura merasakan tekstur tangan itachi, itachi menghembuskan napas membuat sakura kehabisan oksigen secara mendadak.
"jika mereka tahu kalau kita berpura-pura mungkin mereka akan membawa kamu pergi, dengan cara apapun!" balas Itachi membuat Sakura membulatkan matanya, ia sunggung tidak ingin pergi kemana-mana lagi, ia sudah menetapkan dimana ia tinggal.
Disini disamping Itachi
Sakura membalikkan tubuhnya dan menatap obisidan abu-abu itu dengan pancaran penuh kesungguhan, Itachi dengan perlahan mendekatkan wajahnya, dan mengecup bibir Sakura sangat lembut "apa ini sudah cukup?" bisik Sakura merasakan kepalanya berputar, Itachi hanya membalas dengan anggukan dan elusan di punggung kecil wanita itu.
Namun apa yang Sakura lakukan itu terlihat bukan seperti kepura-puraan, hanya dengan berpura-pura seperti ini sudah cukup.
Entah mengapa Sakura merasa bahagia.
Sementara itu dari balik CCTV seorang laki-laki kembali mendengus dan tersenyum, "jadi ... dia benar-benar mencintai budak nya, ini akan menjadi hal sulit untuk mendapatkan nya, Kimimaru ..." ucap suara baritone laki-laki, ia menghembuskan asap cerutu dari sela-sela bibirnya.
Mata tajam laki-laki dengan kulit seputih tulang melihat pucuk kepala sakura dengan tatapan tajam dan dalam.
"tapi ... aku akan mendapatkan nya tuan, wanita itu milik 'ku, Sakura Haruno." Ucap nya kemudian tersenyum sinis.
...
TBC
A/N : Baik, saya update kilat .. hehe
Silahkan meninggalkan jejak di kotak review~
