CHAPTER 5 - Sepenuhnya diriku

M for Save

Ada sedikit adegan Rate-M disini,tapi gomen kayanya ga Lime banget, karena saya belum pandai membuat yang 'lime' banget, hehe.

Terima kasih.

Happy Reading

..

..

..

..

Mereka menempuh perjalanan dengan Limosine bewarna hitam, Sakura menatap ke luar jendela membisu,pikirannya melayang ke hari-hari sebelumnya, namun segera ia enyahkan pemikiran itu.

"apa saya boleh tahu, ada siapa saja disana, tuan?" tanya Sakura memecah keheningan.

"hanya bawahan ku yang membantuku disana,namun kau harus ingat kewajibanmu—seperti di apartemen." Itachi menjawab dengan datar menyangga dagunya dan melihat kearah luar,cuaca hari ini sangat dingin dan salju menutupi semua yang ada di kota Tokyo itu, Sakura mengangguk kemudian memilih untuk tidur.

Sakura bangun merasakan dingin yang amat sangat menusuk kulit hingga ketulangnya, dia melihat ruangan di sekelilingnya, Sakura tidur diatas futon dia bisa merasakan lantai kayu yang dingin juga mendengar desingan angin dari luar ruangan itu, Sakura menemukan sesuatu yang hilang—Itachi.

Sakura memutuskan keluar untuk mengetahui dimana dia, dia membuka pintu geser kamar itu, kemudian dia merasakan butiran putih menyembul ke kakinya, Sakura mengingat sebuah kenangan memilukan

'kala itu kau menolongku, saat aku tergelincir di danau dengan es tipis menyembungikan air yang sangat dingin dan bisa membunuhku saat itu juga,iya kan nee-chan?'

Sakura duduk di pinggir lantai kayu, terlihat rerumputan mulai tertimbun salju,Sakura merasakan dingin yang menusuk menyelimuti pori-pori kulitnya.

'beberapa musim berlalu,sejak saat itu aku sangat menyayangimu nee-chan. Namun apa yang membuat mu sangat ketika kau menutup matamu, aku tidak menyangkal bahwa kau pula yang menjerumuskan aku kedunia hitam yang sekarang aku tinggali ini, andai kau tau aku melakukan ini demi kau … dan demi keluarga kita, namun setelah aku mengetahui kebenarannya aku sadar … aku memang bodoh dan seperti kau lihat sekarang aku melakukan ini untuk diri ku … untuk laki-laki yang berulang kali menyelamatkan hidupku dan membangun kembali puing-puing kehidupanku yang berantakan… aku harap kau bahagia disana nee-chan … kita akan bertemu lagi nanti …. Di dasar neraka bersama orang-orang yang berdosa didunia ini'

Sakura menghela napas panjang,terlihat udara yang keluar dari dalam mulutnya,tanpa sadar air mata turun menelusuri pipi putih nya.

' mengapa aku menangis?!' Sakura menyeka matanya.

Musim dingin terasa sangat menusuk jiwa nya, tanpa sadar Itachi melihat Sakura tertunduk dengan bulir-bulir bening yang ikut jatuh bersama dengan terpaan salju,Itachi diam memutuskan untuk melihat tanpa ingin mencampuri apa yang di rasakan geisha nya itu.

Itachi ingat malam saat ia berada di rumah bordil itu, ia hanya sekedar ingin memastikan apakah benar informasi yang sai berikan bahwa ada perdagangan manusia dan pelacuran yang terjadi di salah satu bangunan di kota tempat tinggalnya itu.

Namun tanpa sadar ia melihat seorang wanita yang membuat mata nya tak bisa mengalihkan pada pemandangan yang lain di muka bumi ini.

Begitu takjub nya bahwa saat ia melihat Sakura ... dada nya bagai kehabisan oksigen. Mata wanita itu,rambut sewarna musim semi bahkan kecantikan dan kelembutan yang menguar secara alami. Membuat siapapun menjadi terpikat,termasuk dirinya. Sampai ia mendapati Giant,orang yang sedang ia selidiki benar adanya membeli Sakura. Tanpa banyak berpikir dan mengesampingkan pemikiran jeniusnya Itachi merebut Sakura dari tangan laki-laki itu secara paksa bahkan dengan cara apapun.

Dan sekarang disini. Dirumah inti keluarga uchiha Itachi kembali pulang membawa pergi semua dunia yang Sakura miliki,hanya untuknya, bahkan dia tidak peduli jika Sakura akan menangis setiap malamnya karena tinggal di tempat yang lebih asing dari pada Tokyo.

Itachi tidak peduli,asal ia dapat melindungi wanita yang sekarang duduk menangis dalam diam di hadapannya.

Itachi berjalan dalam diam mendekati Sakura,kini ia memakai hakama dan keikogi yang cukup tebal karena salju semakin turun dengan lebat, sampai Itachi berada di belakang Sakura, wanita itu tetap tidak bergeming atau tidak menyadari keberadaan boss nya.

"Sakura, hari semakin petang,kau harus menyiapkan makan malam untuk ku ..." ucap Itachi dengan nada monoton seperti biasanya.

Sakura masih tidak bergeming wajahnya tertutupi helaian merah muda yang kini terurai berantakan, Itachi menghela napas ia dapat melihat partikel yang dinamakan uap keluar dari bibir nya yang kedinginan, kemudian Sakura terlihat menghapus jejak air mata nya, dan merapihkan rambut nya.

"Maafkan saya boss, saya hanya sedang teringat ..." Sakura menggantung perkataannya dan mengulum senyum yang sangat menyedihkan.

Itachi turun menginjak rerumputan yang di selimuti salju,berdiri di depan Sakura.

"bagaimana bisa seorang geisha menangis di depan tuannya, bukankah geisha adalah seorang penghibur, namun apa jadinya jika seorang geisha tidak bisa menghibur tuannya?" Itachi dengan dingin menyentuh jejak air mata di pipi Sakura,membuat Sakura tersentak dan menatap kedua manik obisidan tuannya itu.

Sakura kembali tersenyum kini senyuman manis yang selalu di sukai Itachi "aku masih amatir, bahkan aku adalah seorang remaja yang direnggut impiannya oleh kakaknya sendiri, sekarang aku di tuntut untuk menjadi geisha yang selalu memakai topeng didepanmu dan tersenyum menghiburmu,padahal aku sama sekali tidak bisa tersenyum menyaksikan kenyataan impianku terenggut, aku menjadi seorang pendosa, bahkan aku tidak bisa menikmati masa-masa remajaku., dimana saat ini aku seharusnya merayakan natal bersama kerabat atau teman-teman, dan menyaksikan pergantian tahun dengan orang orang terdekatku. Bukan disini di daerah dan dirumah yang sangat asing melayani seorang penerus yakuza dan berada di dalam kegelapan, bagaimana aku bisa terus hidup dengan itu, Itachi-san?!" Ucap Sakura menyejajari posisi Itachi yang lebih tinggi dari nya,air matanya turun isakan nya kini lebih kuat dan memekakan telinga.

Salju kembali turun menapakan butiran putih polos ke bawah bumi, Itachi mengerti bagaimana perasaan wanita di depannya ini, bahkan selama kurang lebih satu tahun wanita ini sangat berusaha melayani nya tanpa lelah,tidak meminta apapun namun dia memberi semua yang ia punya, kehidupannya.

"Kau bisa kedinginan jika kau menangis di bawah salju,Sakura. Ayo siapkan makanan untukku aku akan menunggumu di dalam." Ucap Itachi memeluk Sakura, Sakura terbelalak karena baru kali ini Itachi memeluknya dengan lembut dan penuh dengan ke hati-hatian, tangisan Sakura semakin keras ketika kedua tangannya mencengkram keikogi hitam Itachi.

"gomen... gomen ne, boss! " ucap Sakura, setelahnya Itachi membawa wanita itu menjauh dari butiran salju menuju aula utama.

Dari balik jendela sai tersenyum melihat perlakuan lembut boss nya yang sangat jarang bahkan baru pertama kali ia lihat selama seumur hidup itu,bersama seorang wanita,Sakura haruno.

...

Sudah sekitar seminggu Sakura menetap di rumah inti keluarga Itachi,Sakura menekuri setiap sisi rumah dengan aksen kuno itu. Ia bisa melihat bahwa kekuarga Itachi bisa dibilang konglong merat, bahkan setiap ruangan terdapat beberapa patung emas juga lukisan lukisan kuno yang harganya tidak ternilai dengan apapun. Rumah ini sangat luas dengan dua aula utama, empat ruang pertemuan yang besarnya tidak bisa Sakura gambarkan,juga kamar-kamar yang di tata rapih meski tidak dihuni.

"Boss,saya masuk" Sakura berbicara dan membuka pintu geser dengan pelan, ia melihat Itachi menggunakan kemeja kerja seperti biasanya dengan tangan menopang dagu, Sakura tahu apa selanjutnya yang dikerjalan Itachi.

Boss nya itu tertidur dengan posisi seperti itu. Sakura menghela napas menutup kedua jendela kayu yang mengarah langsung ke kolam ikan dan taman belakang rumah, ia menyalahkan lampu beserta penghangat ruangan, membereskan dokumen juga mematikan laptop boss nya.

Selang beberapa menit Sakura kembali dengan teh hijau juga selimut, ia meletakan teh hijau di meja kaca, menempatkan selimut tebal di sofa.

"Boss, tidak baik tidur dengan posisi seperti ini.." tepuk Sakura pelan pada bahu boss nya, kemudian manik obisidan Itachi terbuka dan mengangguk, Sakura memegang sebelah lengan boss nya mengisyaratkan ia harus tidur di tempat lain, Itachi bangkit dan terhuyung kemudian menghempaskan tubuhnya pada sofa yang sudah di beri selimut oleh Sakura, sofa adalah akses terdekat karena tempat tidur Itachi cukup jauh dari ruang kerjanya.

Itachi mengerang nyaman kemudian Sakura kembali menyelimuti boss nya dengan selimut beludru berwarna hitam, hingga ia mendengar dengkuran halus dan nafas teratur Itachi.

"Oyashumi,boss." ucap Sakura tersenyum dan menundukan kepala,pergi membawa teh hangat yang tidak di minum oleh Itachi.

.

.

.

.

.

.

Itachi menerjapkan mata, ia melihat alroji nya sudah menunjukan pukul 20.30 malam, ia menguap pelan dan bangun dari sofanya, sebelumnya ia tidak ingat mengapa ia berada di sofa.

Itachi bangun dan meneguk segelas air dari dispensernya. Kemudian ia tersenyum mengumpulkan ingatannya "Sakura.." senyum Itachi terpantul di gelas yang ia pegang.

Itachi melonggarkan dasinya ketika ia memutuskan untuk keluar dari ruang kerjanya, Itachi menelusuri koridor yang tidak asing di laluinya itu. kemudian Itachi mencari seseorang yang selalu menemaninya beberapa waktu belakangan.

Namun ia tidak menemukannya, yang ia temukan hanya pelayan dan penjaga yang sedang bekerja, kemudian Itachi berpapasan dengan Sai.

"Bagaimana kabarmu Sai, Kapan kau kembali kesini?" Tanya Itachi dengan suara datar.

Namun bisa melihat setitik emosi pada mata Sai saat ia menanyakan kabar nya "oh-kabarku baik. Bagaimana dengan tuan?" Sai balik bertanya hal yang paling mustahil dalam hidup nya mengobrol dengan Itachi, tapi sekarang ia dapat melakukannya,dan ia belum percaya.

"Hanya sedikit lelah karena pekerjaan menumpuk,apa kau melihat Sakura?" Tanya Itachi spontan menjawab pertanyaan Sai, mengapa boss nya itu mencari sesuatu yang sangat penting sampai dia menanyakannya pada Sai, entahlah Sai mungkin akan menyimpan pertanyaan itu sendiri.

"Dia di kebun belakang,tadi aku melihatnya memakai baju untuk berkuda." Jawab Sai apa adanya.

Sejam yang lalu Sakura menyapa Sai yang sedang bekerja didalam Perpustakaan dan memberitahunya bahwa ia akan menunggangi Kuro,salah satu kuda yang dipelihara di rumah ini.

"Baiklah terima kasih." Ucap Itachi sebelum meninggalkan Sai, dia balas dengan anggukan dan senyum samar Sai.

"Sakura,kau mengubah tuan menjadi lebih baik." Ucap Sai beemonolog tersenyum dan kembali keruangannya.

Sementara itu Itachi menuju halaman belakang tempat peternakan kuda, benar saja pada cahaya temaram dan rintikan salju Itachi melihat seorang perempuan menunggangi kuda pada malam hari dimusim dingin.

Dia mengenakan sepatu boot,celana hitam yang pass dan kemeja putih yang pas dengan tubuh rampingnya, terlihat kilatan ambisius pada mata giok nya, peluhnya bercucuran tidak mengenal tempat dimana ia berada.

Merasa diperhatikan, Sakura turun dan membawa Kuro bersama nya.

"Boss!" ucapnya terengah menundukan kepala dan Itachi mengulangi apa yang Sakura lakukan.

"Kau bisa menunggangi kuda,Sakura?" Ucap Itachi bertanya di jawab anggukan dan senyuman manis yang selalu Itachi sukai.

"Maafkan aku boss, jika aku pergi tanpa memberitahukan mu." Ucap Sakura lagi Itachi hanya berkata.

"Hn.."

Setelah itu Sakura membawa Kuro ke kandangnya dan menghampiri Itachi dengan mencopot kedua sarung tangan hitamnya.

"lain waktu kita akan pergi melihat balapan kuda,apa kau mau ikut?" Ucap Itachi berjalan bersama Sakura ke rumah utama.

"Apapun yang boss inginkan,saya akan memenuhinya!" ucap Sakura. Itachi melirik dari ekor mata nya dan tersenyum sangat tipis.

"Sakura, bawakan aku beberapa buku dari perpustakaan ke ruangan ku,aku akan menunggu." Ucap Itachi pergi lebih dulu dari pada Sakura, Sakura merasakan perasaan hangat di relung dada dan degup jantung yang lebih cepat dari biasanya.

"Sesuai keinginan anda." Ucap Sakura kemudian bergegas menuju ke perpustakaan di rumah itu.

Setelah membawa beberapa buku, Sakura pamit untuk mengambil makan malam, Itachi memutuskan untuk mandi ketika Sakura menyiapkan makan malamnya.

Sakura memasak nasi kare, salad buah juga sayur, daging asap, beberapa cake untuk dissert juga tidak lupa teh gingseng dengan madu.

Dengan pelan Sakura berkata " boss, aku masuk." Ucap Sakura masuk kedalam ruangan Itachi dengan sedikit bergidik entah mengapa perasaan nya terasa aneh.

'Perasaan apa ini?'

Ucap Sakura dalam hati kemudian membuang perasaan aneh itu. Sakura tidak melihat Itachi dimana pun.

"Boss?" Ucap Sakura kemudian Itachi keluar dari kamar mandinya mengenakan celana untuk tidur seperti biasanya, bertelanjang dada.

Ruangan Itachi dilengkapi dengan penghangat jadi tidak masalah mengenakan pakaian seperti itu. Sementara itu Sakura mengenakan kemeja putih berenda pada bagian kerah hingga bawah dengan rok hitam di atas lutut, sama seperti pelayan yang lain.

Sakura segera menaruh semua makanan dan menata nya di meja Itachi,kemudian Itachi duduk "Tidakkah merasa dingin jika kau duduk di lantai kayu itu Sakura, Mendekatlah. Duduk disisi ku seperti biasanya?!" ucap Itachi di jawab anggukan Sakura.

Itachi makan dengan tenang hanya pantulan lampu yang terlihat diantara manik Sakura, Sakura memperhatikan wajah Itachi, rahangnya terlihat tegas, kulitnya seputih salju dengan rambut hitam yang diikat, hidung Itachi mancung dengan sedikit garis yang berada disisi kanan dan kiri hidungnya.

Sakura menggelengkan kepala dan mengalihkan perhatian dari sosok 'boss' nya itu, ia menatap karpet beludru berwarna coklat yang sangat lembut, menggelitik bagian bawah kakinya.

Setelah selesai Itachi memanggil pelayan lain untuk membereskan piring.

"Tolong masukan baju ku kedalam koper karena beberapa hari lagi aku akan mengadakan pertemuan bisnis." Ucap Itachi mencegah Sakura membantu membereskan piring.

Sakura mengangguk tanpa bertanya kemudian pergi keruang pakaian Itachi.

'Mau kemana boss?' Tanya Sakura dalam hati, ia mengambil beberapa pakaian resmi, mantel juga sepatu dan syal.

Setelah selesai membereskan pakaian Sakura keluar dan mendapati Itachi sedang menonton tv dengan pandangan kosong.

"Boss..." ucap Sakura menggantung kalimatnya.

"Aku hanya ke Amerika, ada beberapa hal yang terjadi disana aku akan membereskan beberapa kekacauan baru yang dibuat oleh salah satu Relasi dari keluarga ku, saat aku pergi aku harap kau merawat rumah ini sama seperti sebelumnya, dan ketika aku kembali rumah ini akan tetap sama seperti sebelum aku tinggalkan." Ucap Itachi menjawab pertanyaan Sakura.

Sakura mengangguk, dan menundukan kepalanya, pikirannya maish menerawang tentang 'kepergian' Itachi menuju Amerika, kemudian ia memutuskan untuk pamit.

Namun belum sempat ia melangkah Itachi menahannya "aku belum memperbolehkan kamu untuk pergi,Sakura." Ucap Itachi berbisik pada telinga Sakura membuat wanita itu menjengit kaget dan berbalik,ia bertatapan dengan Itachi.

Bahkan Sakura lupa kapan terakhir kali dekat juga menatap intens laki-laki didepannya ini. "Go.. gomen boss." Ucap Sakura terbata, ia merasakan tangan hangat mencengkram lengannya, namun tidak menyakitinya.

Dan dengan gerakan slow motion Itachi membuka gelungan rambut Sakura, menyingkirkan helaian yang menutupi wajah nya. "Bisakah kamu benar-benar menjadi geisha'ku secara resmi,Sakura?" Ucap Itachi serius.

Sakura yakin bahwa wajahnya sudah semerah tomat dan jantungnya bahkan lebih cepat daripada nafasnya, ia melihat keseriusan, hasrat, dan ambisi pada mata Itachi yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Dengan senyum yang amat manis Sakura mencium Itachi atas jawaban yang tidak mampu ia utarakan. 'Semuanya sudah menjadi milikmu,ketika tidak ada siapa siapa yang lagi di dunia ini yang aku miliki,boss!' ucap Sakura dalam hati.

Dengan lembut Sakura mengecupi bibir Itachi, Itachi memeluk erat pinggang Sakura yang ramping membawanya, merengkuhnya seolah olah tidak akan ada orang lain yang boleh memilikinya.

Itachi membalas ciuman Sakura dengan lembut dan berhati-hati "ini pertama kalinya untukku, jadi lakukan secara perlahan,boss!" ucap Sakura malu malu.

Itachi membelalakan mata kaget namun ia tersenyum pada Sakura sehingga wanita itu terpana olehnya. Itachi mengecup bibir tipis Sakura kemudian berpindah ke pipi dahi pelipis dan dagu Sakura seolah olah tidak ingin melewatkan seinci pun. Itachi mengangkat Sakura layaknya pengantinnya.

"ini juga pertama untukku." Ucap Itachi membaringkan Sakura di kasur king size nya,mereka saling berpandangan selama beberapa detik kemudian Itachi kembali menciumi Sakura kini lebih panas dari sebelumnya, ia mengigit pelan bibir bawahnya di susul lenguhan Sakura,Sakura mrmbalas ciuman Itachi dan mereka menghabiskan beberapa menit untuk ciuman panas tersebut, keduanya hanyut bersama perasaan yang menggebu-gebu saling menyentuh, mencium, dan saling memandang satu sama lain, memandang apa yang belum pernah diketahui keduanya.

Kini Itachi membuka satu persatu kancing yang membungkus tubuh Sakura, secara perlahan. Sementara itu Sakura menatap Itachi dengan tatapan yang tidak bisa di definisikan oleh Itachi.

Ketika satu persatu helaian pakaian itu jatuh dari tubuh Sakura,Sakura semakin menguatkan tekad nya.

Memastikan apa yang ia lakukan ini benar adanya 'karena aku sudah berjanji pada penyelamatku, bukan begitu Itachi?' Sakura menutup mata gioknya membiarkan Itachi mengeksplorasi dirinya lebih dalam lagi.

"Jangan tutup matamu, Sakura. Lihatlah aku!" suara baritone itu membuat mata Sakura terbuka , Sakura memeluk laki-laki diatasnya itu dan menyesapi semua aroma yang selalu ingin ia cium dan ia miliki selama ini.

"aku hanya melihatmu,boss." Ucap Sakura meyakinkan dirinya sendiri.

Sakura merasakan tubuh kekar Itachi menghimpitnya, ia bagaikan menyatu dengan tubuh laki-laki itu. Hangat tubuhnya, harum maskulinnya dan tekstur lembut kulit laki laki itu tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya .

Kemudian bersama melodi menghanyutkan yang keluar dari kedua bibir masing-masing. "Itachi...san!" ucap Sakura mengelus peluh yang bercucuran didahi putih Itachi.

"katakan jika terlalu sakit?!" ucap Itachi meyakinkan di jawab anggukan Sakura. Dan malam itu tiada yang bisa menggambarkan apapun kecuali turunnya salju di malam natal yang menjadi saksi antara keterikatan Sakura dan Itachi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sakura merasakan pening pada kepalanya,juga beberapa bagian tubuhnya terasa pegal pegal seperti habis melakukan suatu perjalanan yang jauh. Dia menerjapkan matanya berkali-kali dan mengusap kelopak matanya dengan telunjuk tangan,kemudian Sakura sadar kalau saat ini dia bukan berada pada kamarnya,seperti yang seharusnya. Dia berusaha mengumpulkan ingatan nya tadi malam.

Ciuman...

Pelukan...

Desahan ...

Dan yang paling penting adalah dia telah melepas keperawanan nya, mendadak pandangan Sakura seperti orang tersambar petir 'apa yang sudah aku lakukan,tuhan?!' Ucapnya menahan napas.

Kemudian dia mendengar dengkuran halus dan sesuatu yang hangat berlebihan melingkari pinggang nya, ia melihat pada tubuhnya dan menemukan pucuk kepala orang yang sangat ia kenal, Itachi.

Sakura lega ia mengenakan kemeja,jadi ia tidak terlalu malu saat berhadapan dengan Itachi,ketika ia terbangun nanti. Sakura melirik ke arah jam mewah yang bertengger di dinding.

"Sudah pukul 09.00 aku belum menyiapkan sarapan." Ucap Sakura frustasi karena untuk pertama kali ia gagal menjalankan tugas.

"Boss, sudah siang waktunya bangun." Ucap Sakura berusaha profesional mengelus helaian hitam laki-laki yang sedang memenjarakannya itu.

"Enghh.." ucapnya kemudian melirik wajah Sakura dan kembali melanjutkan tidurnya.

"aku lelah." Ucapnya datar, Sakura menghela napas menyembunyikan semburat merah muda yang ada pada wajahnya, kata-kata Itachi terngiang-ngiang di telinganya, 'aku lelah.'

Sakura menggelengkan kepala mengusir pikiran aneh itu.

"Jika boss tidak sarapan atau tidak memperbolehkan saya membuatkan sarapan, nanti boss bisa sakit...bukan?" Ucap Sakura dengan sedikit penekanan di setiap kata-katanya.

"Baik aku akan sarapan. Tolong siapkan sarapan,Sakura. Kita akan sarapan bersama!" ucap Itachi kini duduk di tepi tempat tidur memamerkan tato harimau pada punggungnya.

Sakura menatap dan berkedip beberapa kali, pikirannya kembali pada kenangan yang mereka lakukan tadi malam.

'aku bahkan masih merasakan sentuhannya ... setiap incinya ...' ucap nya kemudian di susul dengan gelengan aneh yg membuat Itachi mengerutkan dahinya.

Sakura mengetahui bahwa apa yang Itachi 'lakukan' padanya tadi malam, membuat ia terus memikirkan hal itu, bahkan mereka tidak bisa berhenti untuk tidak menyentuh satu sama lain, Sakura menyerit ketika melihat guratan merah di punggung boss nya itu.

"kau sakit?" Ucap Itachi menempelkan punggung tangannya di dahi Sakura.

" aa... tidak,saya akan segera mempersiapkan sarapan,boss!" ucap Sakura merasakan panas di sekujur wajahnya dan berlari kearah kamar mandi di ruang itu, disusul dengan tawa Itachi yang sangat pelan.

Itachi menyadari bahwa wanita itu salah tingkah, ia kembali berbaring menatap langit-langit kamarnya kemudian memejamkan matanya.

Sakura mencuci muka nya di westapel berwarna putih, air nya sengaja ia nyalakan dan dibiarkan mengalir, pikirannya kembali melayang pada malam tadi saat Itachi menyentuhnya dengan sangat lembut, dengan sangat hati-hati bahkan Sakura sangat menikmati nya.

Ia melihat setiap inci wajahnya dan masih merasakan saat Itachi menciumnya dengan pelan, dengan kembut dan menghanyutkan.

Sakura melihat bibirnya yang sekarang sedikit bengkak akibat permainan yang ia mainkan bersama boss nya itu. Bahkan Sakura tidak merasakan sakit ketika Itachi mengecup nya lebih dan lebih.

Karena ia juga menginginkan nya.

Kemudian ia melihat bekas merah di sekeliling leher dan turun ke bawah dadanya, Sakura masih merasakan bibir lembut dan hangat itu mengecup dan menggigit kulitnya hingga menimbulkan bercak yang entah akan menghilang kapan.

Sakura tersenyum 'bagaimana bisa seorang pewaris dan pemimpin yakuza memperlakukan ia begitu lembut seperti ... menyentuh orang yang di cintai?' Mendengar asumsi dari kepalanya itu Sakura kembali membasuh wajahnya.

"jangan berpikir macam macam Saki, dia adalah boss mu!" Peringatinya pada diri sendiri.

"boss adalah boss dan kau hanya pelayannya!" ucapnya menunjuk diri sendiri di cermin.

Setelah menyikat gigi dan mencuci muka Sakura menggelung rambutnya membuat sarapan pagi. Dia membuat sandwich dengan kopi yang dipesan nya dari Indonesia,Aceh. Sementara itu Itachi sudah menunggu sambil memegang handphone nya, dia membalas beberapa pesan dengan cepat kemudian melirik Sakura sekilas.

Rambut merah muda yang biasanya rapih sekarang berantakan dan kusut, namun tetap dalam gelungan yang membuatnya terlihat cantik.

Baju yang biasa ia kenakan kini berganti menjadi kemeja putih Itachi yang kebesaran namun pas dengan tubuhnya.

Dan wajah yang biasanya tegas kini berubah menjadi pemalu bahkan kikuk.

Itu semua karena ulahnya, Uchiha Itachi. Dan Itachi tersenyum menatap Sakura, senyum yang bahkan membuat Sakura menghentikan langkahnya namun sedetik kemudian menghampiri boss nya itu.

'kenapa dadaku berdebar debar?' Ucap Sakura dalam hati kemudian duduk di samping Itachi.

"Apa kau baik baik saja?" Ucap Itachi suara nya lebih terdengar bersahabat.

"Aa ... hanya sedikit sakit ... pada ... boss pasti tahu!" ucap Sakura menunduk dan jujur dengan apa yang ia katakan.

"Maafkan aku jika aku terlalu kasar,lain kali aku akan melakukannya dengan lebih lembut!" balas Itachi membuat mata Sakura terbelalak 'lain kali?' Ucapnya dalam hati,kemudian ia tersenyum melihat Itachi

"Aa-Ia lain kali, mungkin itu ... emm... pertama kalinya untukku boss,jadi ..." ucap Sakura di balas elusan lembut tangan Itachi di pucuk merah muda nya.

"Silahkan..." ucap Sakura menghidangkan sandwich dan kopi pada Itachi dan di balas dengan sebuah gumaman kecil yang Sakura anggap sebagai tanda syukur terhadap tuhan, Sakura memakan sarapannya dengan tenang dan sesekali melihat ke arah boss nya yang masih memakan sarapan nya dengan lahap.

Sakura tersenyum dan Itachi menyadari apa yang Sakura perhatikan " boss, apa boss sangat lapar?" ucap Sakura mengambilkan satu potong sandwich kembali dan di jawab dengan anggukan Itachi.

"Untuk menghilangkan pegal dan nyeri, tidak ada salahnya kalau kita berendam di pemandian air panas, pastikan kamu menggosok punggungku dengan benar, Sakura." Sakura merasakan suhu tubuhnya naik beberapa derajat mendengar kata 'pemandian, kita dan ... menggosok punggung.' namun Sakura tetap menjaga sikapnya untuk tidak berpikir aneh aneh soal 'apa yang terjadi selanjutnya' Sakura kembali menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Itachi tertawa tertahan membaca apa yang Sakura pikirkan.

"Aku tidak akan melakukan apa-apa tanpa persetujuan mu,jadi jangan khawatir." Ucap kembali Itachi menyesap kopi panasnya.

"Bagaimana aku bisa menolak apa yang boss inginkan,bukan?" Jawab Sakura lugas membuat Itachi hampir tersedak.

"Baiklah aku akan mempersiapkan air hangat di Onsen, sementara itu kamu cuci piring itu, Sakur." Ucap Itachi Sakura tersentak kaget.

"bi..biar aku saja boss yang mencuci dan menghangatkan air?!" ucap Sakura di sela kegiatannya mencuci piring namun entah mengapa Sakura merasakan kembali lengan kekar itu melingkari tubuhnya yang ramping dengan sempurna,mengunci dan memberi kehangatan.

"ikutilah kemauan ku!" ucap Itachi berbisik ditelinga Sakura membuat Sakura bergidik.

"ba-baik boss!" balas Sakura sepanjang itu Sakura membiarkan Itachi memeluk ataupun mengecup pangkal bahu nya,saat ia mencuci piring.

Dan selama itu jantung Sakura terus berdetak lebih cepat, ia yakin jika Itachi melakukan hal yang lebih dari ini dia akan terkena serangan jantung.

..

.

..

TBC

A/N : ekhem ... hallo teman-teman.

Maaf baru update, emm... aku berharap kalian suka dengan chapter ini, tapi aku minta maaf ya lemon nya ngga asem-asem banget.

Tapi aku akan berusaha lebih keras!

Baiklah, aku hanya ingin berterima kasih untuk semua teman-teman yang membaca dan masih mau menunggu kelanjutan cerita ini, aku senang sekali waktu membaca kotak review, nanti akan aku usahakan untuk membalas satu persatu, aku juga berharap teman-teman mau memakai akun fanfiksi saat mereview, jadi aku bisa membalasnya.

Terima kasih untuk : Sashicchi, BlackHead394, echaNM, hanazono yuri, Rinda Kuchiki, zehakazama, Himenatlyschiffer, himmmecchi, JesShinji , Kimaru-Z, harulisnachan, Bang Kise Ganteng, lilo, Nadia Kara Annabele, 0chan.

Terima kasih atas dukungan, saran, juga penantian nya.

Baiklah

Sampai jumpa!

SakuraH20