CHAPTER 7 - Yang Ada Pada Hatinya.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah sebulan sejak kepergian Itachi, musim dingin di ganti dengan lelehan salju dan datangnya musim semi. Sakura yang kini berada diatas pelana Kuro memacu kuda hitam itu dengan kecepatan yang normal dia sedang mengarahkan sapi untuk menuju tanah lapang dibelakang kandang agar sapi-sapi itu makan rumput yang baru tumbuh, dari atas pelana kuda Sakura melihat beberapa pelayan sedang memetik buah dan sayur sekedar melambaikan tangan untuk menyapa Sakura lakukan.
"Baiklah Kuro,santai saja santai ... kita akan berjalan jalan untuk membuat semua persendian mu lemas dan tidak kaku ya!" ucap Sakura mengelus kepala kuda kesayangan Itachi itu dan dijawab dengan erangan Kuro tanda ia setuju.
"Menurut mu apa boss baik baik saja di sana?" Tanya lagi Sakura namun Kuro hanya berjalan santai sambil mengerang dan menggelengkan kepala.
"Baiklah kuda pintar, sekarang waktunya makan siang ayo kita kembali!" ucap Sakura menarik pelan tali pengikat Kuro.
Sesampainya didepan kandang kuda Sakura berjalan sambil memegang tali yang mengikat Kuro dan sesekali berbincang dengan hewan itu, kemudian Sakura melihat Orochimaru berada beberapa meter didepannya dengan sopan Sakura memberikan salam sembari menuntun Kuro yang berada disampingnya.
"Selamat pagi Sakura, bagaimana dengan udara musim semi ini?" Tanya Orochimaru mendekati Sakura, Sakura tersenyum.
"Sangat sejuk dan segar tuan, apa yang membawa tuan kehalaman para pelayan?" Tanya Sakura sopan dan menutupi keingin tahuannya, ia melihat laki-laki berusia 40 tahun itu dengan sopan, namun tetap dengan kehati-hatian yang sama.
"Hanya ingin bersantai dan berjalan-jalan, maukah kau mengajak aku melihat lihat perkebunan? Sepertinya aku melewatkan beberapa tahun untuk melihat perubahan di rumah ini!" ucap Orochimaru yang masih mengenakan keikogi beserta hakama berwarna ungu gelap.
"Seperti keinginan mu, tuan" ucap Sakura sopan kemudian mengambil kuda berwarna coklat dan memberikan istirahat kepada Kuro karena sudah 2 jam kuda itu berjalan bersama nya.
Sakura ada di bawah memegang tali kekang kuda coklat yang Orochimaru tunggangi Sakura mengenakan topi jerami dengan setelan blus biru muda dan celana levis dengan sepatu boot, rambutnya di gelung asal.
"Disini dulunya adalah hutan pinus, sekarang dijadikan sebagai ladang anggur untuk membuat minuman anggur. Seorang penjaga kebun yang memberitahukan kepada saya, dan disana adalah kebun apel beserta kebun buah yang lainnya." ucap Sakura menunjukan satu persatu kebun yang terkadang ia urus.
Sememtara itu Orochimaru mendengarkan Sakura dan sesekali melirik ke arah gadis manis dibawahnya itu, bahkan Orochimaru sangat terpukau dengan ke intelektualan gadis yang menjadi geisha Itachi itu, dia lebih bisa diandalkan daripada pelayan yang lain dan membuat Orochimaru tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya dan menodainya.
Ketika pertama kali ia melihat Sakura berdiri dihadapannya dengan warna baju yang kontras dan wajah yang cantik melebihi apapun, pantas saja Itachi menyembunyikan Sakura dari dunia menyimpan wanita yang bagaikan berlian ini sendiri, hanya untuknya dan pemuasnya.
Orochimaru tersenyum sinis
"...kemudian di selatan sebelah hutan jati ada kolam pemancingan ikan dan bisa digunakan untuk acara piknik dan acara out door yang lain, hampir semua wilayah Kyoto ini adalah milik keluarga Uchiha, jika tuan berkenan saya bisa menunjukan lapangan golf yang segera akan diluncurkan pada musim panas ini." Sambung Sakura kembali berjalan diantara rerumputan dan bunga daisy yang tumbuh liar, langit semakin menguning dan senja semakin menyingsing.
Sakura menengadah melihat langit senja yang menampakan warna nostalgia, tiap kali ia mengingat langit antara siang dan malam, ia selalu memikirkan Itachi, tidak ada selain laki-laki itu.
"Ah-aku ingin melihatnya, sepertinya akan menyenangkan!" Ucap Orochimaru tersenyum, angin menerbangkan helaian hitam yang terkuncir rapih dibahu nya, Sakura bergidik karena angin pergantian musim yang begitu menusuk kulitnya.
Selama satu bulan terakhir, tidak ada keceriaan diwajah cantik nya, bahkan Sakura tak ayal memandang kosong kearah langit ketika duduk ditepi koridor sendirian, ia hanya bisa mencium bau Itachi yang tersisa dikamar miliknya, bahkan itu tidak bisa membuat Sakura menjadi lebih baik, hatinya bergejolak ketika mengetahui wanita yang dikirim oleh Orochimaru berada disampingnya.
Hatinya tidak tenang bahkan ia terus berdoa agar Itachi selalu baik-baik saja, Orochimaru membawa aura yang buruk terhadap kediaman uchiha, bahkan para pelayan wanita mengeluh kepadanya karena sering kali anak buah Orochimaru melakukan hal-hal yang tidak pantas terhadap mereka, dan Sakura sudah menegur mereka dengan cara yang cukup kasar.
"ambil pedang mu, bangkit dan lawan aku." Ucap Sakura dingin menatap laki-laki dengan tubuh lebih besar dari dia, laki-laki itu berlutut dengan suara napas yang memburu.
"itu akan mengajarkan kamu bagaimana cara menghormati seorang wanita!" sambung kembali Sakura, sementara itu disisi yang lain Orochimaru melihat Sakura dengan tatapan lapar, wanita ini tanpa takut mengundangnya ke dojo untuk bertarung dengan bawahan nya.
Menurutnya, masalah antara mereka sangat spele, bawahan nya yang bernama Chiba ingin menyentuh salah seorang pelayan wanita, namun wanita itu menolak, Chiba yang memang emosional memaksanya sampai akhirnya wanita itu berteriak dan Sakura mendengarnya.
Akhirnya Chiba dihajar oleh Sakura habis-habisan, Orochimaru tidak menyangka dengan apa yang wanita ini lakukan, menurutnya dia sangat menarik.
Orochimaru kembali tersenyum dibalik kipas hitam yang menutupi sebagian wajahnya, gaya pedang Sakura tidak bisa diremehkan, juga pertahanan yang ia buat bukanlah sekedar pertahanan yang mudah dipertahankan, Itachi sudah melatih Sakura, laki-laki itu memberikan semua yang ia punya untuk menjaga wanita ini, setelah memata-matainya sekian lama, ini adalah sesuatu hal yang sangat menarik untuk dirinya.
Setelah itu Chiba meminta maaf atas perbuatannya, pertarungan antara pedang dengan pedang yang berakhir tragis, Sakura menang dan secara tidak langsung Orochimaru kalah.
Setelah itu mereka meninggalkan dojo tersebut, Sakura juga memarahi pelayan itu karena setidaknya menjadi pelayan di rumah utama keluarga Uchiha, mereka juga harus bisa menguasai seni bela diri klan tersebut.
...
..
.
.
.
Sakura memijit kepalanya yang lumayan sakit, ia kembali menelusuri koridor pelayan wanita, mengecek mereka apakah sudah tidur atau sebaliknya.
"Apa yang mengganggu mu, Saki?" ucap Ino dari balik pintu geser, Sakura menghentikan langkahnya kemudian menopang dagunya disalah satu tralis kayu, ia kembali melihat bulan purnama yang separo sempurna dan menghela napas panjang.
"Hanya saja, aku tidak tenang, entah mengapa ketika keberadaan Orochimaru-sama disini membuat aku menjadi tidak tenang, ada sesuatu yang aneh, ada sesuatu yang terus mengintai aku." Ucap Sakura merasakan hembusan angin diwajahnya, Ino bangkit dan duduk bersandar disamping Sakura, ia menghela napas panjang.
"aku juga merasakan hal yang sama, para pelayan wanita juga merasakan hal yang sama, meskipun Itachi-sama menurutku itu menakutkan, tapi Orochimaru-sama lebih menakutkan lagi, tiap kali berada disampingnya aku merasakan ketakutan bahwa aku akan ditelan olehnya hidup-hidup, Saki!" ucap Ino memeluk dirinya sendiri, Sakura duduk disampingnya, kedua mata mereka bertemu.
"Baiklah itu adalah curahan hati kita masing-masing, tapi aku juga bingung ketika harus diemban kan oleh tanggung jawab sebagai pengurus rumah ini, aku berharap ini cepat berakhir.." ucap Sakura kembali memijit frustasi keningnya, Ino menyeritkan dahi.
"jadi sejak kapan kamu menjadi se-frustasi itu, Saki?" ucap Ino memelototi Sakura, mendengar kata dengan penekanan yang mengejek itu Sakura menarik sedikit helaian pirang wanita dihadapannya.
"ini hanya curahan hati, diamlah dan dengarkan saja, Ino-senpai?!" ucap Sakura memalingkan wajahnya, ia sadar bahwa ia terlihat frustasi beberapa hari ini.
Hanya karena kesepian nya, atau karena hal yang lain, entahlah ia tidak bisa berpikir lagi.
"baiklah Saki, maafkan aku. Tapi aku serius, aku juga tidak suka dengan Orochimaru-sama, atau bawahannya, ketika kamu sedang mengurusi hal-hal lain, aku memata-matai mereka karena itu adalah keinginan Sai-kun, entah mengapa pada malam terakhir Sai-kun berada disini ia berpesan kepada ku seperti itu. Tanpa kamu ketahui mereka menyelundupkan barang-barang aneh juga gadis-gadis muda pada siang hari ketika kamu sibuk dan ketika semua pelayan sibuk, gadis-gadis itu akan dikembalikan pada siang hari berikutnya, terlihat jelas luka-luka lebam ketika mereka dikembalikan dari pintu bawah tanah yang tembus ke perbatasan halaman belakang."
Ucap Ino membuat Sakura membelalakan matanya, wanita itu memperlihatkan wajah mengerikan yang pernah Ino lihat seumur hidupnya.
"Ino, kenapa kamu baru membicarakan nya sekarang, sial! Cepat kamu hubungi Sai atau tuan muda, beritahukan kepada mereka aku akan bergerak." Ucap Sakura berlari dengan gaduh sepanjang koridor.
Sakura menuju ke ruang bawah tanah, ia memgang lampu pita dan samurai disebelah tangan nya, yukata putihnya tertiup angin dilorong itu, yang ia hanya lihat adalah jajaran pedang yang tersusun rapih dan salah satu ruangan dengan pintu kayu yang disusun dengan besi-besi tua yang melapisi beberapa lapisan kayu.
Telinga Sakura menangkap bunyi jangkrik, hewan-hewan malam yang menghuni ruangan itu, dan suara isak tertahan,ia membelalakan mata nya kemudian dengan langkah pelan mencari-cari suara yang sangat kecil dan terdengar sayup-sayup itu.
Dengan kasar Sakura mematahkan gembuk tua yang menyegel pintu didepan nya, hanya dengan satu tebasan pedang.
Susah payah ia menarik pintu dengan tebal 30 senti itu, ia merasakan tangannya lecet ketika menarik gagang pintu yang berkarat.
Sakura mengarahkan lampu pita ditangannya ke arah ruangan,matanya kembali hampir keluar dari rongganya, ia kembali melihat puluhan pedang kuno yang tertata rapih di Rak-Rak pedang dengan ukiran rumit disetiap sisinya.
Dua hal yang ia simpulkan, pertama Ino tidak akan mempermainkan nya, dan yang kedua telinganya tuli dan ia dalam suasana hati yang kacau.
Sakura kembali meyakinkan dirinya lagi apakah yang ia dengar adalah kenyataan ataukah sebaliknya.
Dengan langkah pelan ia kembali memfokuskan indra pendengarannya, ia kembali mendengar suara isakan yang tertahan.
Sakura berjongkok kemudian menempelkan telinganya kearah lantai, suara isakan itu semakin ia dengar dengan jelas, Sakura menyusuri lantai itu, dia tidak boleh gegabah, Sakura mengetuk pelan lantai itu, ternyata itu hanyalah lantai yang dibuat dari batu, ia kembali mengetuk lantai itu dengan katana nya, suaranya masih terdengar nyaring bahkan ia mendengar bahwa suara katananya yang bersentuhan dengan lantai batu itu.
Sampai ketika ia mendengar suara katana nya bersentuhan dengan lantai yang terbuat dari kayu, Sakura menyeritkan dahinya, ia kembali mengetuk-ngetuk katananya dengan keras.
Isakan tangisan itu berubah menjadi lebih keras, Sakura menekuri lantai didepannya, ia kembali menyamakan suara ketukan, ternyata ia menemukan sebuah pintu yang disamarkan dnegan warna yang sama dengan lantai batu, bahkan jika tidak memperhatikan dengan jeli, Sakura tidak bisa membedakan hal itu.
Kemudian ia mencari celah dengan ujung pedangnya, dengan lihai Sakura mencongkel ujung papan itu dan membukanya secara perlahan, ia terkejut bahwa itu adalah pintu geser, Sakura segera masuk kedalam ruangan itu, melompat dengan membawa lampu pita ditangannya.
Ia melihat wanita-wanita yang mengenakan kimono lusuh, umur mereka bahkan dibawah dirinya, pipi mereka basah dengan mata yang sembab karena banyak menangis, mereka diikat kedua tangan dan kaki,mulut mereka dibungkam dengan kain-kain tebal, keadaan nya menyedihkan, tapi yang Sakura ketahui, bahwa semuanya memiliki wajah dan paras yang cantik, itu mengingatkan ia pada masa lalunya.
Sebagai seorang geisha yang dijual dipelelangan.
"Apa yang terjadi disini?" ucap Sakura dengan nada tinggi, suaranya melengking dan bergema diruangan itu, mata emerald nya terpantul membara bersama lampu pita yang ada ditangan nya.
Sakura melepaskan salah satu bungkaman mulut wanita yang tidak menangis, ia mengambil napas panjang kemudian menatap Sakura dnegan takut.
"Kami dijual oleh orang, didesa kecil dipinggir kota Kyoto adalah daerah yang jauh dari perkotaan, kemudian seorang saudagar menawarkan sebuah pekerjaan untuk gadis-gadis muda dikediaman utaman keluarga Uchiha, hanya wanita yang cantik yang bisa terpilih, dan kami terpilih, namun ketika datang ketempat ini, kami ditempatkan disini, malahan kami dijadikan budak pemuas nafsu oleh kepala keluarga ini." Ucapnya kembali terisak.
Sakura menghentakan pedang yang ia bawa hingga membuat suara yang emmekakan telinga.
"Dia bukanlah kepala keluarga, dia adalah seorang tamu yang tinggal sementara disini, kepala keluarga yang kamu sebut-sebut adalah laki-laki yang tidak akan menodai wanita seperti itu?!" ucap Sakura tanpa sadar, wanita itu membelalakan mata kemudian menunduk.
"Maaf aku tidak tau akan hal itu, nona maukah kamu menyelamatkan kami?!" ucap nya memohon, ia menangis sejadi-jadinya.
Sakura berjongkok, ia memandang manik coklat milik wanita itu.
"Tanpa disuruh aku akan menyelamatkan kamu, jadi mintalah teman-teman kamu untuk diam dan ikuti aku, kita akan ke Wisma Pelayan." Ucap Sakura tersenyum, wanita itu menghela napas lega dan meminta teman-temannya untuk diam dan tenang.
Sakura naik keatas kemudian membantu mereka secara perlahan, Sakura melihat keadaan, kemudian memberikan kode agar mereka secara diam-diam pergi.
Sakura sangat tahu bahwa firasatnya benar, nalurinya benar soal keberadaan Orochimaru yang membuat firasatnya menjadi buruk.
Apa yang harus ia katakan pada Itachi perihal pamannya yang dengan sengaja mendukung perjualan manusia, atau membawa barang-barang yang ia curigai sebagai narkoba kedalam kediaman nya itu.
Entahlah, itu akan membuat segala sesuatunya menjadi sulit, kepalanya semakin sakit dengan banyak opini yang berkecamuk dalam pikirannya.
Tanpa Sakura tahu, laki-laki dnegan rambut seputih salju melihatnya dengan senyum mengerikan, bagaikan Harimau yang akan memangsa kelinci didalam kandang, kapanpun ia mau.
...
..
...
..
.
.
Sakura kembali melihat langit sore dari balik hutan jati, batang-batang pohon nya terlihat menakar langit dan terlihat menyeramkan, Sakura kembali menarik tali kekang kuda coklat Orochimaru karena hari semakin petang dan langit akan kembali menggelap.
Orochimaru sangat suka ketika Sakura bercerita tentang macam-macam kebun, juga menjawab pertanyaan-pertanyaan laki-laki itu, tanpa laki-laki itu ketahui, wanita yang ada dibawahnya sangat membencinya, sejak kejadian semalam, ketika ia membebaskan para budak dari penjara.
Sakura hanya melihat Orochimaru tidak lebih sebagai seorang pengkhianat, Sakura mengalami insomnia semalaman akibat pergelutan batin yang ia rasakan.
Ia hanya mengkhawatirkan Itachi, ia ingin mendengar suaranya, namun jika ia menelpon Itachi duluan, Sakura yakin tuannya itu akan mengkhawatirkannya.
Ia memilih diam dan menyelesaikan ini bersama dengan Ino.
"SAKIIIIIIIII...!"
Sakura mendengar suara Ino sayup sayup dari rumah utama
"Toloongggg..." ucap beberapa lengkingan suara pelayan wanita.
Sakura kembali menajamkan telinga,memastikan apa yang ia dengar.
"Nonaaa... tolong kami!" kini mata Sakura melihat Kikyo yang berlari kearahnya namun segera ditangkap oleh laki-laki dengan yukata hitam.
'Tch... ada yang tidak beres' Sakura memutuskan menyelidiki apa yang terjadi tanpa membuat Orochimaru yang kini sedang memetik sebuah bunga curiga.
"Tuan, matahari semakin turun sebaiknya kita kembali" ucap Sakura menatap Orochimaru dengan sopan.
"Untuk apa terburu-buru Sakura?" Ucap Orochimaru menyerahkan bunga daisy dengan warna yang cantik.
"Kita akan makan malam tuan" ucap Sakura menatap Orochimaru hati-hati dan menerima bunga itu.
"Dan kita akan bermain sebentar, Sakura haruno"
Ucap suara batitone laki-laki dari balik pohon jati,rambut dan kulitnya seputih tulang kimono putih dengan tambang ungu yang mengikat pinggangnya.
"K-kau..." ucap Sakura mengingat laki-laki bertato spiral yang ikut dalam pelelangan malam itu.
"Ki-Kimimaru!" ucap Sakura suaranya bergetar, Orochimaru tersenyum memamerkan gigi putih nya dan mata nya yang seperti ular berkilat tersapu senja.
Sakura semakin mendengar suara pelayan wanita yang meminta tolong.
"Sakiii ... lari !" Ucap Ino meronta-ronta saat laki-laki yang Sakura kenal sebagai pelayan Orochimaru membawa nya.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA MEREKA SEMUA!" Ucap Sakura dengan suara bergetar dan menatap tajam kedua laki-laki didepannya tanpa takut.
"Aku terus mencari dan mencari dimana cherry blossom'ku berada sejak pelelangan..." ucap Kimimaru melangkah mendekati Sakura dan Orochimaru, Sakura merasakan tengkuknya bergidik.
"Ternyata dunia ini sempit hingga mempertemukan kembali kau dan aku, dan boss ku." Sambung Kimimaru kini sejajar dengan Orochimaru,Sakura menatap nanar keduanya.
"Apa yang kau inginkan?!" Ucap Sakura mengertakan gigi nya.
'Gawat ...' ucapnya dalam hati
"Aku akan memberitahu sesuatu padamu. Pertama Itachi takan kembali. Kedua jangan harap kau bisa lolos dan ketiga kau harus setia kepada ku, jika kau masih menginginkan hidup!?" ucap Kimimaru datar menunjukan ketiga jarinya didepan Sakura.
Sakura memejamkan mata menghirup sebanyak banyaknya udara kedalam paru-parunya.
Dia membuka matanya dan dengan secepat kilat menaiki pelana kuda menarik tali kekang kuda membuat kuda itu mengangkat kedua kakinya ke depan.
Sakura menarik tali itu hingga membuat kuda coklat yang ia tunggangi berlari kencang menembus angin, kilauan jingga matahari masih berpendar sedikit, sebelum terbenam Sakura semakin memacu kudanya dengan kecepatan tinggi melewati perkebunan yang tadi siang ia lalui, saat Sakura menoleh untuk sekedar memastikan bahwa ia telah meninggalkan Orochimaru dan Kimimaru di belakang Sakura makin terkejut saat mendapati Kimimaru mengejar nya dengan berlari sangat cepat, itu bukanlah lari orang-orang normal.
'Sial dia ninja!' Ucap Sakura dalam hati mempercepat laju kuda nya.
Sakura memikirkan cara untuk kabur dari Kimimaru, namun dengan adegan slow motion Sakura merasakan tubuhnya terhempas disambung dengan suara kuda yang melengking, Sakura terjatuh di rerumputan dia merasakan kepalanya membentur tanah yang masih dilapisi salju tipis Sakura melihat kaki kuda coklat yang ia tumpangi patah.
'Sial' ucap Sakura berusaha bangun dan berusaha lari dari monster yang ada didepannya itu.
Kimimaru tersenyum senang bagaikan mendapatkan mainan baru.
"Le-lepaskan mereka semua, Kimimaru!" Ucap Sakura lantang ia merasakan persendian dibahunya bergeser tidak seharusnya, langit mulai gelap namun Sakura masih bisa melihat manik ungu dan rambut putih Kimimaru yang berada tepat didepannya.
"NONAAA ... SELAMATKAN DIRI ANDA!" Ucap Hana berteriak.
Sakura melihat Hana dengan tatapan nanar, lidahnya kelu tidak bisa mengatakan kata-kata yang pantas. Sakura melihat tiga orang pelayan Orochimaru merobek yukata putih Hana dan memperkosanya dengan brutal, Sakura melihat nya dan tidak bisa melakukan apa apa, menyaksikan Hana dan pelayan yang lain meminta tolong dari pelupuk matanya.
'Aku harus menyelamatkan mereka!' Ucap Sakura menendang Kimimaru, tanpa memperdulikan rasa sakit dibahu nya Sakura melesat meninju perut kekar Kimimaru dan mengambil katana nya.
Dengan posisi menyerang Sakura menghunuskan katana ditangannya disambut dengan senyuman Kimimaru yang kini terpatri diwajahnya.
"Kamu benar-benar wanita yang menarik. Pantas saja banyak yang memperebutkan kamu" ucap Kimimaru menjilat bibir bawah nya, membuat Sakura bergidik.
Tanpa banyak berbicara Sakura menyerang Kimimaru dengan brutal, dia tidak memberi ampun laki laki itu, dengan kelihaian pedang yang dibimbing langsung oleh Itachi Sakura membuat Kimimaru terluka, namun anehnya meski luka nya mengeluarkan darah yang banyak laki-laki didepannya itu masih bisa berdiri dan tersenyum.
"Terakhir kali aku menemukan wanita sepertimu adalah ketika 20 tahun yang lalu ketika aku melakukan penyerangan dikediaman ini..." ucap Kimimaru memiringkan kepalanya membuat suara 'krek' dari sendi yang kaku.
'Jadi dia yang membantai orang-orang disini, keluarga Itachi!?' Sakura menatapnya nanar dia menarik nafas dalam dalam agar perasaannya lebih tenang.
"Aku ingin mengeksplorasi mu...semakin ingin ..." ucap Kimimaru kini menghilang dari hadapan Sakura.
Sakura berputar dengan posisi siaga mencari dimana perginya laki-laki itu.
Kemudian Sakura merasakan sesuatu melingkari pinggang dan bahu nya dengan kecepatan yang tidak bisa diterima oleh akal, Sakura merasakan tangannya seolah tidak berdaya dan melepaskan katana yang ia genggam kuat-kuat.
"Aku berbicara disini, aku adalah boss dan kau adalah pelayanku. Aku ninja dan kau gadis biasa." Ucap Kimimaru melingkarkan sebelah tangannya pada pinggang Sakura dan sebelah tangannya memainkan rambut merah muda Sakura yang terurai.
Nafas Sakura tersengal-sengal bahkan degup jantungnya tidak bisa dirasakan karena terlalu keras berdetak.
'Itachi pasti akan menolongku!?' ucap Sakura mempertahankan harapannya agar tetap hidup, Sakura merasakan pandangannya menjadi gelapp, ia berusaha mempertahankan dirinya, ia berusaha keluar dari situasi aneh ini.
Air mata mengalir dipelupuk matanya, mata Sakura seolah-olah dipejamkan secara paksa, seberapapun ia mencoba melawan ia tidak bisa melakukan apa-apa.
"Nah sekarang ...kamu milikku, Sakura." Ucap Kimimaru membopong Sakura yang sudah tidak sadarkan diri ke rumah utama.
.
.
.
.
.
.
.
Sakura menerjapkan mata beberapa kali, yang ia temukan hanya ruangan gelap dan ia merasakan pergelangan tangan hingga bahu kiri nya kesemutan, kepalanya berdenyut nyilu namun ia menggelengkan beberapa kali agar tidak begitu merasakan sakitnya, Sakura bersyukur masih mengenakan baju lengkap nya meski sekarang kotor dan terdapat robekan disana sini.
"Rupanya kau sudah bangun,Sakura?" Sakura menatap nanar kedepan, kearah suara yang membuat dia dalam mimpi buruk itu.
Kimimaru mengenakan yukata putih musim panas dan memperlihatkan sebagian besar dada bidangnya, rambutnya yang seputih salju tergerai membingkai wajah datar laki-laki itu, Sakura menyeret tubuhnya menjauhi Kimimaru namun dengan cepat Kimimaru ada di atas tubuhnya,Sakura bisa mencium bau pohon pinus dari tubuh laki-laki itu.
"Kau tidak bisa lari lagi dari ku..." Sakura bergidik namun lengan kekar Kimimaru menahan tubuhnya.
"MENJAUHLAH,SIALAN!" Ucap Sakura menatap Kimimaru dengan sebal sampai akhir dia tidak akan menyerah itu janjinya.
"Kamu masih saja menjual mahal dirimu kepadaku ..." ucap Kimimaru menciumi kelopak mata Sakura.
"Kurang ajar, apapun yang kau sentuh,apapun yang kau lihat itu tidak berarti apa apa untukku, dan kau tidak akan pernah menyentuh hati ku, bajingan!" Ucap Sakura meneriaki Kimimaru, Kimimaru hanya tersenyum kembali menghimpit kasar tubuh Sakura, membuka satu persatu kancing blus nya.
Sakura memalingkan kepala tidak bisa melakukan apapun, Sakura menggigit bibir bawahnya ketika satu persatu kehormatannya direnggut, Sakura menitikan air mata karena tidak akan sanggup untuk bertemu dengan boss nya lagi.
Masih ia ingat betapa dingin wajah Itachi ketika ia pertama kali bertemu dengannya.
Betapa sibuknya ia sampai lupa untuk tidur dikasur dan mengenakan selimut
Atau betapa angkuhnya ketika ia membuat perjanjian dan menyelesaikan permasalahan dengan sikap tenangnya.
Memperlakukan Sakura secara layak.
Bersikap adil dengan bawahan yang melayaninya.
Tidak pernah mengatakan hal kasar ataupun memperlakukan siapapun dengan semena-mena.
Itu adalah Itachi, boss yang selama ini ia selalu jaga, ia selalu dampingi dan dengan segala hal yang berkaitan dengannya Sakura mengakui bahwa ia mencintainya.
Dan hanya Sakura yang bisa sekurang ajar masuk kedalam daerah pribadi miliknya.
Hanya dia
Tidak ada yang lain
"Apa alasan kau melakukan ini?" Tanya Sakura suaranya bergetar masih menatap ke arah dinding disampingnya, Kimimaru memegang dagu Sakura agar melihat ke arahnya.
"Hanya sebuah kesenangan..." ucap Kimimaru menyeringai Sakura menatapnya datar.
"Apa kerusuhan di Kyoto, Yokohama dan Amerika adalah ulahmu dan Orochimaru?" Sambung Sakura bertanya asal tentang opsi yang ia pikirkan.
Sementara itu Kimimaru mulai menciumi leher jenjang Sakura "iya... itu adalah ulahku, agar memancing dia dan aku mengeluarkan kartu as ku, Giant dan Karin" ucap Kimimaru datar menatap giok Sakura dan dengan seperkian detik mengeras bagai berlian.
'Jadi laki-laki sialan ini mempermainkan Karin?!' ucap Sakura kembali bernostalgia bagaimana ia melihat detik-detik Karin terbunuh, air matanya jatuh tanpa sadar.
"Aku tahu ... kau sedang menangisi si jalang itu kan, Sakura?" ucap Kimimaru menjilat air mata Sakura, napas Sakura memburu pandangan matanya menajam dan siap membunuh laki-laki didepannya itu
"KURANG AJAR KAU !" ucap Sakura berteriak bagai orang frustasi.
"HAHAHAHA!" Kimimaru semakin tertawa sejadi-jadinya.
"ayo Sakura~ semakin kau meronta semakin aku menikmatimu, keluarkan semua kekesalanmu, tunjukan bagaimana kau membenci aku, aku takan menyerah..." ucap Kimimaru tersenyum senang sementara itu Sakura tidak bisa memikirkan apa-apa hatinya hancur bahkan dia tidak bisa memikirkan apa yang akan terjadi pada detik berikutnya, Sakura pasrah.
Kimimaru melihat perubahan drastis Sakura, mata nya yang penuh sinar, keoptimisan, bahkan emosi yang menggebu-gebu kini hilang tanpa bekas, lenyap begitu saja.
'boss ... andai aku menyadari emosi yang dinamakan cinta ini lebih cepat sebelum keberangkatanmu dan mengungkapkan kepadamu bahwa aku mencintaimu... aku akan mati tenang pada detik ini.
Boss...apa pantas seorang geisha jatuh hati pada tuannya?
Apa yang akan boss jawab saat aku mengatakan "aku mencintaimu boss.." dengan lantang?
Boss hanya kau laki-laki yang selalu aku perhatikan setelah kepergian tou-san, kaa-san dan Karin nee-chan.
Boss andaikan tuhan menghidupkan aku dan kamu di dunia yang berbeda, aku akan memohon agar kita di pertemukan sebagai dua orang biasa, aku seorang penjual bunga dan kau seorang petani. Kita akan jatuh cinta dengan cara yang sederhana seperti kebanyakan orang lainnya. Tidak ada laki-laki bersetelan jas yang bekerja sebagai yakuza dengan banyak pengawal, dan tidak ada seorang wanita yang diambil paksa dari rumah bordil dan dijadikan geisha nya. Andaikan itu semua sesuai dengan harapanku, kita akan bahagia selamanya...kau setuju kan boss?'
Sakura hanya melihat ke arah langit-langit dengan plafon putih hanyut dengan dunia nya.
"Kurang ajar beraninya kau mengacuhkan aku!" ucap Kimimaru sebelah tangannya menggenggam wajah Sakura secara kasar.
"Sudah aku bilang, kau boleh menyentuh fisikku, menyiksa mental ku tapi kau tidak akan pernah bisa menyentuh apa yang disebut dengan hati yang aku punya, Kimimaru-sama" ucap Sakura menatap Kimimaru datar dengan nada mencemooh, Kimimaru semakin geram kini dia mencium bibir Sakura dengan liar, namun Sakura hanya diam bagaikan sebuah boneka maneki yang tidak memiliki jiwa.
'Boss ... jika aku sudah menjadi lebih hina seperti pelacur di rumah-rumah bordil, apa boss masih mau menerima ku?'
Air mata Sakura kembali mengalir, Kimimaru menyentuh bagian sensitive yang ada pada dada Sakura, Sakura menggigit bibir bawah nya agar tidak mengeluarkan suara yang akan ia benci seumur hidupnya.
'Boss ...'
Kimimaru menciumi perut langsing Sakura dan kedua tangannya bermain diatas dada Sakura, Sakura menahan tubuhnya agar tetap diam dan tidak merespon, cairan merah bening keluar dari sela-sela bibirnya karena Sakura menggigitnya terlalu keras.
'ku mohon ...'
Kini Kimimaru membuka jeans Sakura, mata Sakura membelalak lebar,ia berharap tuhan mencabut nyawanya saat itu juga, kini Kimimaru sudah bersiap dengan wajah sangat sumringah
"Sudahlah,jangan berpikir tuan'mu akan menyelamatkan mu, dia pasti sudah bersenang-senang dengan Kin, sekarang aku akan benar-benar memilikimu...Sakura!" ucap Kimimaru dengan seringaian licik
'tolong aku ...'
Sakura hanya bisa menutup mata nya, merasakan air mata terus keluar tanpa diminta.
'BRAKK'
Sakura mendengar sesuatu yang amat keras bagaikan potongan kayu yang dibelah secara paksa, kemudian ia membuka matanya, yang terlihat adalah setengah dari tembok dan bagian persegi kamar yang menaunginya terbelah menjadi serpihan kecil, Sakura menahan napas nya dan melihat orang yang berdiri diujung tiang menghalangi bulan purnama yang kini sudah sepenuhnya terbentuk yang mulai meninggi, tiang yang menyangga plafon yang kini sudah hancur menjadi kepingan kertas, Sakura terpana melihat kepingannya bagaikan salju yang tertiup angin.
"Sialan Itachi, kenapa kau bisa lolos dari Kin?!" ucap Kimimaru berteriak dan memakai kembali yukata putihnya, Sakura masih tercengang kemudian menerjapkan mata beberapa kali 'I-Itachi kata-nya?' ucap Sakura dalam hati.
Dengan cepat Sakura memandang wajah laki-laki yang berada dalam khayalannya beberapa detik yang lalu, perutnya bagai disiram air es melihat tatapan Itachi lebih tajam dan dingin dari sebelumnya "b-bos.." hanya itu yang Sakura utarakan, kemudian matanya kabur karena mengetahui air mata kembali membanjiri kelopak mata nya yang sudah bengkak.
"Kenapa tidak ada yang mengangkat teleponku,Sakura?!" tanya Itachi dingin, kini suaranya berada tepat di samping Sakura, Sakura tersenyum.
"Gomen ne...aku terlalu sibuk untuk menyelamatkan yang lain, tapi ..." ucap Sakura tidak melanjutkan kata-katanya, Sakura bisa merasakan Itachi menyelimuti tubuhnya, pandangan Sakura memang kabur karena banyak menangis tapi ia yakin aroma yang menguar itu sebenarnya adalah baju Itachi, dan benar saja saat Itachi menggendongnya Sakura bisa merasakan dada Itachi yang telanjang menempel pada pipinya.
"boss ... gomen!" ucap Sakura suaranya bahkan tercekat, tenggorokannya kering begitupun dengan air matanya.
Itachi memandang Sakura dengan dingin namun Itachi mengerti apa yang Sakura ucapkan, kemudian Itachi hanya mengecup kening Sakura dan membawanya ketempat yang lebih aman, bersama pengawalnya juga Sai dengan Ino yang ada dalam gendongannya.
"bawa Sakura, dan pastikan ia aman, aku akan mengurus laki-laki yang sudah banyak merugikan banyak orang ini?!" ucap Itachi di sambut anggukan Sai.
"Dia putriku,biar aku yang membawanya?!" ucap laki-laki dengan rambut merah muda memudar beserta beberapa pengawalnya.
"Baiklah tuan Kizashi" ucap Sai dengan wajah tenang, kemudian bergantian menatap Ino yang tidak lebih malang dari Sakura. 'maafkan aku Ino,jika aku terlambat beberapa detik lagi...si brengsek itu pasti sudah menyentuhmu?!' Sai kembali menatap Ino dengan tatapan tajam yang membuat siapapun akan bergidik ngeri melihatnya.
Sementara itu Itachi kembali mengeluarkan katananya dan menyerang Kimimaru bagaikan bayangan yang menari-nari di langit malam, sementara itu Kimimaru bagaikan kilat yang menyilaukan, keduanya bertempur tanpa ampun, goresan juga dentingan pedang membuat suara mengerikan dikediaman Uchiha malam itu.
Mereka terus bertanding, sementara itu terlihat luka goresan, sayatan bahkan lebam-lebam pada keduanya "sialan kau Itachi, mengapa kau mengganggu kesenanganku, dan bahkan kau bertindak sejauh itu, bergabung dengan klan Haruno yang sebenarnya adalah ayah kandung gadis itu!" ucap Kimimaru terengah-engah menatap Itachi yang dengan santai mengibaskan pedangnya untuk menghilangkan darah.
"kau menculik Sakura dan menaruhnya didepan pintu keluarga Uzumaki, dan meninggalkan secarik kertas dengan nama nya itu, kau melakukan itu karena kau iri melihat Kizashi memiliki anak, sementara itu kekasihmu...ibu ku di jodohkan oleh ayahnya dengan dalih agar kehidupan beliau sejahtera, tidak dengan samurai yang serabutan dan membabi buta sepertimu, bagaimana Kimimaru atau bisa kubilang mantan calon suami ibuku?" ucap Itachi menatap Kimimaru dengan merendahkan sementara itu mendengar penjelasan Itachi Kimimaru tercengang sambil berkata 'bagaimana bocah ingusan itu tahu?' kemudian mendecih dan kembali menyerang Itachi.
"Bahkan ketika kau melihat ibu ku bahagia kau menyalahkan ayahku karena merebutnya, namun kau tau kan jika itu kesealahanmu, karena ketidakmampuanmu ibuku akhirnya diambil paksa dari mu." Itachi menghunuskan katana dengan kecepatan di luar akal ke torax sebelah kiri Kimimaru, namun sepersekian detik Kimimaru lambat menghindar dan akhirnya ujung katana Itachi merobek baju dan bagian otot luar dada Kimimaru, dengan sigap Kimimaru mundur memegang luka nya dan terengah-engah.
"Aku sengaja melakukan sandiwara ini agar teman-teman tercintaku merasakan apa yang aku rasa, jadi aku menjadi benang takdir antara kalian berdua namun aku tidak menyangka bahwa kau lebih jenius daripada ayahmu." ucap Kimimaru tersenyum, terlihat cucuran keringat dari wajahnya.
"Karena keluarganya adalah yakuza yang menjabat di Amerika makannya mereka tidak tahu bahwa anaknya berada disini, semua penculikan yang kau lakukan sangat bersih berkat pamanku Orochimaru dan sangat kebetulan sekali saat aku membereskan kerusuhan disana aku bertemu dengannya dengan tuan Kizashi, sikapnya mengingatkan aku pada Sakura jadi aku bertanya kepadanya mengenai hal-hal kecil tentang keluarga, dan pertanyaanku dijawab dengan begitu teliti dan baik, akhirnya aku memberitahu dia apa yang terjadi,ketika Ino menelpon aku sambungannya terputus dan saat aku berusaha menelpon Sakura dia tidak mengangkat, begitu pun dengan pelayan diruangan lain. Dan itu tidak seperti biasanya, kau bodoh Kimimaru sangat bodoh,kau memancing aku agar mengetahui rencanamu. Kau pikir aku hanya anak ingusan yang diatur oleh peraturan keluarga." Ucap Itachi panjang membuat Kimimaru tercengang, semua yang Itachi lakukan sangat kebetulan dan sarat akan keberuntungan.
Kimimaru menyeringai "HAHAHA ... seperti dugaanku, kau hebat Itachi ... bahkan lebih hebat daripada pendahulu-pendahulu klan uchiha yang sangat kolot dan membuatku muak, sangat menarik" Kimimaru tertawa seakan-akan melihat permainan yang sangat ia ingin mainkan, bahkan dengan lawan yang membuat dia sangat tertarik.
"Biar aku beritahu, semua yang kau katakan benar, aku dan pamanmu yang tamak akan kekuasaan itu bergabung, kami memiliki dua tujuan pertama aku ingin semua klan uchiha mati karena aku benci melihat mereka memonopoli Mikoto-ku dan paman mu ingin mereka mati karena pamanmu ingin menguasai kekuasaan klan yang tidak akan dia dapatkan, namun siapa sangka kau lolos dalam pembantaian itu dan kembali bersama laki-laki pucat dengan senyum yang berbahaya, dia mantan narapidana di Amerika serikat ya, kalau tidak salah namanya Sai. Aku tidak menyangka kalian akan bekerja sama dengan sangat baik dan mampu memulihkan kondisi klan yang sudah berantakan dalam waktu 2 tahun, nah ... jadi Orochimaru memanfaatkan itu untuk membuat kerusuhan dan mempertemukanmu dengan anak Kizashi yang sudah dijual oleh kakak nya sendiri, kau tau rencana ku hampir sempurna ... bahkan aku berniat menjadikan Sakura sebagai pelayan kesayanganku..." ucap kembali Kimimaru membuat Itachi memandangnya dan segera ingin membunuhnya, tanpa banyak bicara Itachi kembali melesat maju menghunuskan katana nya dan pertempuran pun kembali terjadi.
"Dan dengan semua yang kau utarakan,aku mengambil kesimpulan bahwa kau orang paling menyedihkan di dunia ini" ucap Itachi kini menusuk bahu kanan Kimimaru "cih.." Itachi melihat Kimimaru memuntahkan darah dari sela bibirnya.
"Kau terlalu banyak menginginkan milik orang lain..."
sambung Itachi mencabut pedangnya dan menusuk dengan cepat lengan sebelahnya
"...namun kau takan bisa mengambil apa yang sudah menjadi milikku"
Itachi melengkapi kata rumpang dalam kalimatnya.
"SIALAN KAU ITACHI, BUNUH AKU SEKARANG!" ucap Kimimaru frustasi hanya bisa meraung-raung dan tidak bisa menggunakan tangannya.
Itachi tersenyum "tidak akan ... kau akan mati membusuk menempati sel bekas Sai, aku sudah mempersiapkan sel paling bawah, untuk orang seperti mu" dengan satu anggukan Itachi memberi syarat dan dalam hitungan detik datang orang-orang dengan seragam serba hitam, memegang senjata dan memakai alat pelindung diri yang lengkap.
"FBI aku menyerahkan dia dan Orochimaru sebagai tersangka, dan jika perlu silahkan introgasi kembali dia agar mau mengakui kekacauan apa saja yang ia buat pada Negara kalian, jika sudah selesai aku ingin minta laporan rutin dari penjara inti setiap minggu nya." Ucap Itachi dengan santai dan dijawab anggukan oleh ketua kelompok tersebut.
..
..
..
..
..
..
A/N : hallo, aku update kilat loh, terima kasih ya untuk teman-teman yang membaca juga yang me-review, aaw~ aku sangat senang loh.
Jadi aku memutuskan untuk memberikan hadiah ini kepada kalian, semoga kalian suka yaa ...
Terima kasih untuk : Sashicchi, BlackHead394, echaNM, hanazono yuri, Rinda Kuchiki, zehakazama, Himenatlyschiffer, himmmecchi, JesShinji , Kimaru-Z, harulisnachan, Bang Kise Ganteng, lilo, Nadia Kara Annabele, 0chan, Luca Marvell, Guest, jui chan, Miura Kumiko, yencherry, SantiDwiMw, kiyoi-chan.
Terima kasih atas support, masukan dan saran nya.
