Title : Look at me, Please
Cast : Yesung, Siwon, kyuhyun,Donghae, Henry, Changmin, Jongjin
Warning : Yaoi (Boysxboys), Crack pair, alur berantakan, Cerita gaje, Ide pasaran
.
Disini Yesung, Siwon, Donghae 17 tahun, Kyuhyun dan Henry 16 Tahun, Changmin 21 tahun
.
-Happy reading-
.
Seorang namja tampan sedang berjalan dengan tergesa-gesa
"Hai Siwon" seseorang menyapanya, tak dihiraukannya namja atau yeoja yang sejak tadi menyapanya. Choi Siwon, namja dengan gesture tubuh sempurna, wajah tampan, lesung pipit yang indah ketika tersenyum, orang yang taat beragama dan yang terpenting adalah dia anak pemilik Choi cooperation menjadikannya idola di SM High School tapi sikap dinginnya membuat namja dan yeoja segan mendekatinya.
Kaki panjangnya terus melangkah menuju parkiran, langkahnya terhenti ketika sampai disamping mobil bermerk Ferrari
Tip tip terdengar pengaman mobil dimatikan, dibukanya pintu mobil itu dan memasukinya
"Aku harus membeli tiket sore ini, aku tidak ingin besok yesung hyung menunggu" katanya
Dilajukannya mobil itu cepat keluar dari SM High School, membelah jalanan kota Seoul yang tidak begitu ramai, laju mobil itu memelan ketika melihat tempat bertuliskan Lotte Park, dilajukannya mobilnya pelan memasuki tempat itu, Siwon keluar dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju antrian tiket
"Uh antriannya panjang sekali" gumamnya
Seseorang menepuk bahu Siwon , sontak Siwon menoleh guna melihat namja yang menepuk bahunya
"Donghae hyung" teriak Siwon ketika melihat namja yang menepuk bahunya adalah sahabat lamanya
"Kau tidak ingin memelukku oeh" kata Donghae
Mendengar hal itu, Siwon memeluk Donghae dengan erat
"Kau mau membunuhku ya" kata Donghae ketika ia merasa sesak karena Siwon memeluknya terlalu erat
"Mian, kan hyung tadi yang memintanya" kata Siwon tidak bersalah
"Dasar kamu tidak pernah berubah, sikapmu yang kekanakan itu tidak cocok dengan wajahmu yang manly" kata Donghae mengejek
"Sudahlah hyung, aku tidak ingin memulai pertengkaran" kata Siwon
"Kenapa hyung berada disini, bukankah hyung sekolah di Paris" Tanya Siwon
"Appaku dipindah tugaskan di Seoul, makanya kami sekeluarga pindah, sudah seminggu ku disini" kata Donghae
"Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau pulang, kau tidak rindu padaku oeh" kata Siwon pura-pura marah
"Aku lupa nomor teleponmu" jawab Donghae seraya tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Maukah kau menceritakan keadaan kota Seoul selama aku pergi" sambung Donghae
"Tidak banyak yang berubah" jawab Siwon singkat
"O, kalau begitu ceritakan tenang Yesung hyung, aku kangen sekali dengannya" kata Donghae
Mendengar perkataan yang dilontarkan Donghae membuat Siwon terpaku sejenak, rasa sakit menjalar di tepat di dadanya, seakan ribuan jarum menusuk organ yang berada didalamnya, lama Siwon terdiam membuat Donghae merasa ada janggal dengan sahabat kecilnya ini, ditepuknya pundak Siwon dengan pelan, berharap sang pemilik – Siwon tersadar akan lamunannya
Siwon yang tersadar lamunannya menatap Donghae dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan,
"Kau kenapa?" Tanya Donghae kepada Siwon yang masih setia menutup bibirnya
"Tidak ada apa-apa, Yesung hyung baik-baik saja, hanya saja suasana hatinya kurang baik, rencananya besok pagi aku akan mengajaknya ke tempat ini, itulah sebabnya aku mengantri tiket" kata Siwon
Raut wajah sedih masih kentara di wajah tampan Siwon, Donghae menyadari hal itu tapi Donghae tidak ingin ikut campur masalah Siwon
"Besok aku juga akan kesini, bolehkah aku bergabung denganmu dan Yesung hyung" Tanya Donghae
Sebenarnya Siwon merasa keberatan dengan permintaan Donghae, ia hanya ingin berdua saja dengan Yesung tetapi melihat Donghae yang mengeluarkan puppy eyesnya akhirnya Siwon mengiyakannya
"Baiklah hyung, besok jam 10 di depan pintu gerbang' kata Siwon
"Sip" kata Donghae seraya mengacungkan jempolnya
"Tuan tuan" sebuah suara menginterupsi percakapan mereka, sontak keduanya menoleh kearah sumber suara
"Maaf tuan, kami tadi keasikan ngobrol sampai kami tidak memperhatikan, kami pesan tiga 3 tiket" kata Donghae
Kasir itu menyerahkan tiga lembar tiket kepada Donghae
"Terima kasih" kata Donghae seraya menyerahkan beberapa lembar uang kepada penjaga kasir
"Biar aku yang bayar" kata Siwon, tangannya mencegah tangan donghae
"Biar aku saja yang traktir, kan sudah lama kita tidak bertemu" kata Donghae
"Baiklah kalau itu maumu" kata Siwon, Dilepaskan pegangan tangannya
Mereka berdua berjalan menuju pintu keluar
"Kita berpisah disini, sampai bertemu besok" kata Siwon seraya melambai-lambaikan tangannya pada Donghae yang berjalan menjauhinya
"Iya" balas Donghae seraya melambaikan tangannya
.
.
Yesung berjalan dengan gontai menuju rumahnya, pandangannya kosong, tak terlihat sedikitpun raut bahagia di wajah manisnya
Bruk, Yesung menabrak sesuatu – lebih tepatnya seseorang membuat tubuhnya oleng dan terjatuh
"Mian" kata orang yang telah menabrak Yesung, diulurkan tangannya untuk menolong Yesung yang terjatuh
Yesung mendongakkan kepalanya guna melihat siapa orang yang menabraknya, terlihat namja sipit dengan pipi chubby sedang mengulurkan tangannya, disambutnya uluran tangan namja itu
"Terima kasih" kata Yesung yang kini telah berdiri dari jatuhnya
"Aku yang seharusnya minta maaf padamu, perkenalkan Henry imnida" kata namja sipit itu – Henry
"Yesung imnida" kata Yesung
Beberapa menit mereka masih dalam posisi yang sama, melihat Henry yang masih diam di tempatnya membuat Yesung sadar kalau dia belum melepaskan tangan Henry
"Mian" kata Yesung gugup, segera dilepaskan pegangan tangannya dari tangan Henry
"Yesung gege mau kemana, biar saya antar" Tanya Henry
"Gege?" Tanya Yesung penarasaran, baru kali ini dia mendengar kata itu
"Gege itu sebutan untuk orang yang lebih tua dari kita" jawab Henry
"Oh begitu, aku mau pulang, tidak usah kau antar, nanti malah merepotkanmu" kata Yesung
"Aku merasa tidak direpotkan kok gege, anggap saja ini sebagai permintaan maafku" kata Henry
"Baiklah kalau begitu, rumahku berjarak 20 meter dari sini" kata yesung
Mereka berjalan menuju rumah Yesung, obrolan mengiringi langkah mereka, perjalanan mereka terasa sangat cepat, tak terasa rumah Yesung sudah di depan mata
"Sudah sampai, terima kasih telah mengantarku" kata Yesung seraya membungkukkan badannya 90 derajat
"Ya sama-sama, sampai berjumpa lagi gege" kata Henry seraya melambai-lambaikan tangannya dan berjalan meninggalkan Yesung
Yesung melangkahkan kakinya memasuki rumahnya
"Hyung, siapa namja tadi, manis sekali, pacar baru hyung ya" pertanyaan adik Yesung – Jongjin berbuah jitakan manis di kepala Jongjin
"Jangan bicara sembarangan, aku masih setia dengan Kyuhyun" Yesung menutupi mulutnya dengan tangannya, menyadari apa yang diucapkannya. Mata sipit itu memanas mengingat sang namjacingu yang sudah tidak lagi bersamanya, dilangkahkan kakinya cepat menuju kamarnya
"Jongjin pabo" rutuk Jongjin menyadari kekeliruannya, seharusnya dia mengerti keadaan hyungnya sekarang.
.
Brak terdengar suara keras dari arah pintu karena Yesung menutup pintu itu dengan keras, direbahkan tubuhya keras diatas tempat tidur, dibenamkan wajahnya dibantal, tetes-tetes air garam sukses meluncur dari mata sipitnya menciptakan anak sungai yang mengalir membasahi pipinya.
"Biar air mata ini mengalir terus membawa pergi luka yang terasa menyayat hati" batin Yesung
Terlalu banyak air mata yang keluar dari matanya membuatnya lelah, ditutupnya mata sipit itu pelan, perlahan nafas teratur mengiringi tidurnya.
.
.
-Di Jepang-
"Kyu" seorang namja sedang menggoyang-goyangkan telapak tangannya di depan wajah namja yang dipanggil Kyu, merasa tidak ada respon dari namja itu, dia memanggilnya lebih keras "Cho kyuhyun" seraya menepuk pundak namja yang bernama Cho Kyuhyun.
Kyuhyun terlonjak dari lamunannya, ditatapnya namja yang menyadarkannya dan berkata "Maaf Changmin, aku tidak mendengarkan penjelasanmu"
Namja yang bernama Changmin hanya bisa mengela nafas melihat kelakuan Kyuhyun
"Kyu, kalau kau begini terus, aku tak yakin perusahaan appamu bisa kau selamatkan" perkataan Changmin membuat Kyuhyun menyadari kebodohannya
"Baiklah kalau begitu, aku akan sungguh-sungguh" kata Kyuhyun dengan semangat
Changmin hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Kyuhyun
"Kuharap aku bisa menghapus dirinya dari pikiranmu" batin Changmin
Hening memenuhi ruang rapat itu, Changmin sibuk dengan mapnya dan Kyuhyun sibuk dengan laptopnya
"Turunnya omset perusahaan ayahmu adalah karena kualitas roti yang kurang baik, kualitas roti yang kurang baik itu dikarenakan proses pengolahan yang kurang tepat sehingga roti yang dihasilkan keras dan terasa hambar" kata Changmin memecah kesunyian
"Bisa kau jelaskan secara rinci proses mana yang kurang tepat" Tanya Kyuhyun serius
"Aku sudah mengumpulkan semua proses dan keterangannya dalam map ini" kata Changmin seraya menyodorkan map itu kepada Kyuhyun
"Terima kasih" kata Kyuhyun, diambilnya map itu dari tangan Changmin, Kyuhyun membuka dan mengamati lembar demi lembar kertas yang tersusun rapi di map itu
"Aku akan membacanya nanti, sekian rapat kali ini" kata Kyuhyun
Ditegakkan tubuhnya melangkah keluar dari ruangan itu setelah sebelumnya membungkukkan badannya 90 derajat pada Changmin
.
-Di rumah Kyuhyun-
Kyuhyun mengamati lembar demi lembar laporan yang Changmin berikan padanya
"Kerja bagus Changmin-shi, kau memang professional, tidak menyesal ku membayarmu mahal" kata Kyuhyun yang puas dengan laporan Changmin, diletakkanya lembaran-lembaran laporan itu di atas mejanya.
Kaki panjangnya melangkah menuju meja yang berada di sudut ruangan, sesampainya di depan meja, tangannya membuka laci meja itu dan mengambil selembar kertas berukuran 4x6 inci, ditatapnya lekat-lekat kertas itu, jari kekarnya meraba tiap inci siluet wajah yang terpampang di kertas 4x6 inci tersebut
"Hyung maafkan aku, tunggu aku kembali ke Korea dan menjelaskan semuanya" gumam Kyuhyun
Setetes cairan bening membasahi pipi pucatnya, dipeluknya foto itu erat berharap dia – orang yang berada di foto itu mengerti perasaannya
.
TBC
.
Gimana ceritanya?
Tambah gajekah?
Alurnya tambah membingungkan kah?
..
Kalau banyak review, cerita ini akan aku lanjutkan, kalau tidak ada review ya tetap tak lanjutkan #plak
.
Author ucapkan terima kasih karena sudah membaca FF author yang gaje ini #bungkuk 90 derajat bareng Yesung oppa
Please review biar author ngerti kesalahan Author
.
Kimlala2770 : Terima kasih sudah diingatkan
cloud3024 : Terima kasih sudah membaca dan komen
yeyepapo : Pasaran ya Unni, yang kepikiran di otakku Cuma ide itu, terima kasih sudah baca dan komen
