Title : Look at me, Please
Cast : Yesung, Siwon, kyuhyun, Donghae, Ryeowook, Changmin
Warning : Yaoi (Boysxboys), Crack pair, OOC, alur berantakan, Cerita gaje, Ide pasaran
.
-Happy reading-
.
Desiran angin menerbangkan partikel-partikel debu yang ringan
"Au mataku sakit" ucap Yesung tatkala partikel-pertikel debu menyakiti mata sipitnya, tangan mungilnya mengucek matanya yang terasa perih, Donghae yang menyadari Yesung melepas genggaman tangannya sontak menoleh kearah Yesung.
"Hyung kenapa" Tanya Donghae cemas
"Mataku perih"
Didongakkan kepala Yesung yang semula menunduk, tangan kekarnya menarik tangan mungil Yesung yang sibuk mengucek matanya.
"Jangan dikucek hyung, nanti infeksi, sini aku tiupin" tangan Donghae memegang kepala Yesung dan mulutnya meniupkan udara ke mata sipit Yesung berharap rasa perih itu hilang dari mata hyung tercinta.
"Sudah baikan hyung" Tanya Donghae setelah selesai meniupi mata Yesung
Yesung mengerjap-ngerjapkan mata sipitnya pelan berusaha menyesuaikan kondisi matanya
"Terima kasih Hae" Jawab Yesung ketika merasakan matanya tidak perih lagi
Donghae tersenyum mendengar kata-kata Yesung, tangan kekarnya menarik tangan mungil Yesung
'Aku akan selalu ada untukmu hyung' kata Donghae dalam hati.
.
.
Siwon terpaku melihat Yesung dan Donghae berciuman, tangan kekarnya meninju keras bangku yang didudukinya sampai tangannya memerah, sakit ditangannya tidak sebanding dengan sakit dihatinya. Siwon memegang dadanya yang terasa sesak seakan oksigen telah lenyap dari dunia ini, raut penuh amarah tergambar jelas di wajah tampannya. Kaki panjangnya melangkah cepat meninggalkan tempat itu-Lotte Park- menjauh dari penyebab rasa sakit di hatinya.
.
Brak Siwon menutup kasar pintu kamarnya
"Brengsek" teriaknya, tangan kekarnya meninju tembok berkali-kali berharap sakit ditangannya dapat mengurangi rasa sakit dihatinya. Gagal, sakit dihatinya terlalu sakit hingga menjalar di setiap inchi tubuhnya.
"Siwon pabo, harusnya aku menyadari dia-Yesung-hanya menganggapmu sebagai sahabat dan tak akan pernah mencintaiku, harusnya aku mengerti" ucap Siwon lirih, matanya memerah menahan sesuatu yang mendesak ingin keluar
"Jangan menangis, jangan menangis" ucapnya lirih, didongakkan kepalanya keatas berharap cairan garam yang menggenang di kedua pelupuk matanya tidak keluar. Gagal, cairan itu meluncur sukses dari kedua ujung matanya.
"Lupakan dia Siwon, lupakan dia, bukankah cinta tak harus memiliki" ucap Siwon lirih nyaris tak terdengar, tangan kekarnya mengusap cairan garam yang membasahi pipinya
"Harusnya aku senang melihat senyum diwajah manisnya" senyum ambigu menghiasi wajah tampannya.
.
.
"Tuan dana yang anda berikan hanya 30 juta won, bukan 100 juta won" kata Ryeowook ketika melihat map yang diberikan Kyuhyun
"Itu tidak mungkin, appaku selalu mentransfer 100 juta won setiap minggu, aku telah memeriksa berkas-berkasnya" kata Kyuhyun emosi, mata caramelnya memandang namja di depannya dengan tatapan menyelidik
"Saya punya bukti kalau hal itu benar tuan, saya menyimpan arsip pemasukan dan pengeluaran uang" kata Ryeowook meyakinkan
"Kalau begitu bawakan arsip itu kesini"
"Baik tuan" Ryeowook melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu
.
"Ini Tuan" Ryeowook menyodorkan map yang berisi pembukuan keuangan Choi Bakery
"Terima kasih, kau boleh pergi sekarang" kata Kyuhyun
"Baik Tuan"
.
"Aish bagaimana ini bisa begini" Kyuhyun mengacak-ngacak rambut ikalnya frustasi, jari-jari kekarnya membolak-balikkan kertas yang ada dihadapannya dengan kasar, mata caramelnya menyusuri deretan huruf yang berjejer rapi dihadapannya, mata caramelnya terpaku tatkala melihat sebuah nama yang sangat dikenalnya. Tangan kekarnya mengambil Hp yang terletak disaku celananya. Jari-jari kekarnya menekan beberapa digit nomor
Tuut tuut kyuhyun mengetuk-ngetukkan jarinya dimeja tatkala seseorang yang ditelponnya tidak segera mengangkat telponnya
"Halo ada apa Kyuhyun-shi" Tanya seseorang diseberang sana
"Kita perlu bicara, datanglah kekantorku sekarang" Kyuhyun menekankan kata sekarang
"Baiklah, aku akan sampai 20 menit lagi"
Tuut tuut Kyuhyun memutus sambungan telponnya
.
.
"Aku capek Hae" Yesung merebahkan badannya di kursi di dekatnya, peluh membasahi wajah manisnya
"Ini" Donghae mengulurkan sebuah sapu tangan putih bergaris biru kepada Yesung
"Terima kasih" Yesung menerima sapu tangan itu dan mengusap peluh yang membasahi wajah dan lehernya.
Donghae tertegun tatkala melihat tangan mungil itu mengusap peluh dilehernya, sebuah perasaan aneh menyeruak memenuhi setiap rongga tubuhnya, wajah tampan itu memerah membayangkan sesuatu yang tiba-tiba muncul di pikirannya. Digeleng-gelengkan kepalanya pelan berharap pikirannya berhenti membayangkan hal yang tidak seharusnya.
"Hyung haus" ucap Donghae berusaha mengalihkan pikirannya
"Ya"
"Kalau begitu aku belikan minum dulu" Donghae beranjak dari duduknya untuk membeli minum, dilangkahkan kakinya menuju mesin minuman yang terletak 10 meter dari tempatnya duduk.
"Donghae pabo, bagaimana mungkin aku memikirkan mencium leher Yesung hyung" rutuk Donghae, tangan kekarnya menepuk kepalanya pelan berharap pikirannya kembali normal
.
"Siwon kemana yah" gumam Yesung, tangan mungilnya merogoh Hp di dalam saku jeansnya, jari mungilnya menekan berberapa digit nomor dan menekan tombol hijau
"Maaf nomor yang anda tuju sedang" jari mungilnya menekan tombol merah dengan kasar
'Jangan-jangan terjadi sesuatu dengannya' pikir Yesung, didongakkan kepalanya keatas, mata sipitnya menerawang langit yang kini berwarna orange, sebuah perasaan aneh menyeruak dihatinya ketika memikirkan hal itu
"Hyung" Donghae memanggil Yesung yang tengah sibuk dalam lamunannya, merasa tak ada respon dari Yesung, Donghae menepuk pundak Yesung
"Hae kau mengagetkanku" kata Yesung yang telah sadar dari lamunannya
Donghae yang mendengar perkataan Yesung hanya tersenyum seraya mendudukkan tubuhnya disamping Yesung,
"Apa sih yang hyung lamunkan" Donghae mengulurkan sebuah kaleng minuman
"Terima kasih, aku tidak melamun, aku hanya memikirkan Siwon, tadi aku menelponnya tapi tidak diangkat" jawab Yesung, tangan mungilnya membuka kaleng minuman itu dan menegaknya
Donghae menatap lekat-lekat wajah Yesung, sesuatu yang asing mengganjal di dadanya tatkala melihat Yesung mengkhawatirkan orang lain
'Wajar saja kalau Yesung hyung mengkhawatirkan Siwon, sejak kecil mereka memang berteman' pikir Donghae menepis pemikirannya yang berpikir terlalu jauh
"Hyung sudah sore, pulang yuk" kata Donghae
"Maukah kau mengantarkanku Hae,tadi pagi aku berangkat naik mobilnya Siwon dan sekarang aku tak tahu dimana Siwon berada"
"Aku akan mengantarmu kemanapun kau pergi tuan"
"Aish kau bisa saja" Yesung melangkahkan kakinnya meninggalkan Donghae
"Hyung tunggu" Donghae melangkahkan kakinya cepat guna menyusul Yesung, tangan kekarnya meraih tangan mungil Yesung dan segera menggenggamnya
"Hae lepaskan tanganku" Yesung yang merasa tak nyaman tangannya digenggam menyentak-nyentakkan tangannya agar donghae melepaskan genggamannya. Gagal, Donghae malah menggenggamnya semakin erat
"Ini sebagai bayaran karena aku mengantarkanmu"
"Aish kau ini" kata Yesung sebal
.
.
Took took suara dari arah pintu mengagetkan Kyuhyun yang tengah serius membaca map yang diberikan Ryeowook
"Masuklah"
Ceklek seorang namja memasuki ruangan Kyuhyun , namja itu melangkahkan kakinya mendekati Kyuhyun
"Duduklah, ada yang ingin kuperlihatkan padamu" kata Kyuhyun ketika melihat namja itu berada di depannya.
Namja itu mendudukkan tubuhnya di kursi, mata onyxnya memandang Kyuhyun yang tengah sibuk dengan mapnya.
"Bacalah ini" Kyuhyun menyodorkan sebuah map pada namja di hadapannya, namja itu membaca lembar demi lembar kertas yang ada di map itu, mata namja itu membola menyadari semua rencananya telah terbongkar, mata onyxnya menatap Kyuhyun dengan tajam, sebuah pandangan yang tidak bisa diartikan, dia beranjak dari kursi dan berjalan mendekati Kyuhyun. Kyuhyun yang menyadari perubahan namja yang ada di depannya, segera beranjak dari duduknya dan bersiap untuk berlari. Gagal, namja di depannya telah merangkul perut Kyuhyun dan mendekapnya erat
"Lepaskan aku Changmin-shi"
Changmin tidak melepaskannya malah semakin erat memeluk tubuh Kyuhyun, tangan Changmin yang satunya menyingkirkan rambut yang menutupi leher jenjang Kyuhyun, wajahnya mendekati leher jenjang itu dan menjilat permukaan kulit mulus Kyuhyun dengan lidahnya.
"Lepaskan" Kyuhyun meronta-ronta agar terlepas dari pegangan Changmin tapi pegangan Changmin terlalu kuat.
"Tolong, tolong, siapapun tolong aku" Kyuhyun terus berteriak berharap seseorang mendengar teriakannya dan menolongnya. nihil, tak ada seorang pun yang menolongnya mengingat jam kerja telah usai 3 jam yang lalu. Mata caramelnya telah basah oleh airmata.
"Kenapa kau melakukan ini"
"Karena aku mencintaimu" Changmin melepaskan ciumannya dileher Kyuhyun, tangan kekarnya membalik tubuh Kyuhyun agar menghadapnya, Changmin meraih bibir merah dihadapannya, melumat kasar bibir merah itu walaupun sang pemilik bibir itu mati-matian menolaknya
Brak suara dari arah pintu menghentikan aktivitas Changmin
.
.
"Terima kasih Hae" Yesung turun dari mobil dan berjalan memasuki rumahnya
"Hyung tak ingin aku mampir oeh" Donghae mengerucutkan bibirnya
Mendengar perkataan Donghae, Yesung berjalan mendekati Donghae yang tengah bersender di pintu mobilnya.
"Kau ingin mampir, aku tidak punya apa-apa lho"
"Aku tidak minta apa-apa kok hyung, aku hanya ingin melihat tempat kita bermain dulu" Donghae menggandeng tangan mungil Yesung-lagi-dan menariknya memasuki rumah
.
"Ini foto siapa hyung" Donghae memandang foto yang terpasang manis di meja belajar Yesung
"Itu Kyuhyun, dia namjachinguku" perkataan Yesung menusuk tepat diulu hatinya
"Namjachingu" Tanya Donghae lirih, raut kesedihan kentara di wajah tampannya
"Iya namjachingu tapi itu dulu sebelum dia meninggalkanku" ucap Yesung lirih, entah sejak kapan pipinya telah basah oleh airmata
Hati Donghae berbunga-bunga mendengar perkataan Yesung, mata onyxnya memandang namja manis didepannya, hatinya kembali mencelos tatkala melihat cairan kesedihan mengalir di pipi orang yang dicintainya
"Jangan menangis hyung, orang itu tidak pantas untuk kau tangisi" Donghae menghapus airmatanya dengan jari kekarnya, direngkuhnya tubuh ringkih Yesung kedalam dekapannya berharap bisa mengurangi rasa sakitnya.
I'm walkin to the day
I'm walkinto the day e e e
Donghae merogoh saku celananya guna mengambil Hpnya yang tengah berdering
'Hyukie' batin Donghae ketika melihat layar handphonenya
"Aku angkat ini dulu ya hyung" Donghae melepas dekapannya dan berjalan menuju pintu
"Ada apa hyuk" Tanya Donghae pada si penelpon-Hyukjae
"Kapan kau kembali ke Paris"
"Aku tidak akan kembali ke Paris, appaku telah menetap disini"
"Apa"
"Maafkan aku Hyukie, sepertinya aku akan pindah sekolah disini, semoga kau baik-baik disana"
"Ne Dongie"
Tut tut tut sambungan telepon terputus sepihak
"Aku kan belum selesai bicara, main putus saja" gumam Donghae kesal
.
Donghae menatap Yesung yang masih setia mengalirkan airmatanya
"Lihatlah orang yang menyayangimu, orang yang selalu membantumu, pikirkanlah perasaan mereka ketika melihatmu tengah bersedih hanya untuk orang yang meninggalkanmu"
Yesung memandang wajah Donghae dengan perasaan bersalah
"Kau benar Hae, tidak seharunya aku menagisinya terus" Yesung menghapus air mata yang mengalir dipipi chubbinya, kedua ujung bibirnya terangkat keatas membentuk senyuman
"Terima kasih"
Donghae yang mendengar perkataan Yesung hanya bisa tersenyum
"Gitu donk hyung, hyung kelihatan sangat manis kalau sedang tersenyum"
"Gombal"
"Apanya yang gombal, memang kenyataan kok"
"Aish kamu ini, Hae ini sudah jam delapan loh, kamu tidak pulang" jari mungilnya menunjuk jam yang tergantung manis di dinding kamarnya
"Hyung mengusirku oeh" Tanya Donghae dengan raut wajah yang dibuat sedih
"Memangnya kamu mau menginap disini?"
"Kalau hyung izinkan, aku mau menginap disini"
"Tidak bisa" Yesung menarik tubuh Donhae agar beranjak dai duduknya
"Ya ya aku pulang" Donghae beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya keluar kamar Yesung
.
Siwon memandang lekat-lekat foto masa kecilnya, 3 namja tersenyum dengan manisnya, jari yang saling bertautan memperlihatkan betapa akrabnya mereka
"Mungkin merelakanmu dengan Donghae hyung adalah keputusan yang terbaik" jari kekarnya menyusuri tiap inchi siluet yang terpampang di foto itu
"Aku yakin dia orang yang baik, dia tidak akan menyakitimu seperti namja brengsek itu" cairan bening membasahi wajah tampannya
.
.
TBC
.
Author nekat buat FF ditengah-tengah tugas yang menggunung
Maafkanlah author kalau ceritanya tambah gaje dan membingungkan
Maafkanlah author kalau bayak typo soalnya author ngerjainnya terburu-buru (2 jam buat FF, 1 jam ngetik )
.
Please review biar author ngerti kesalahannya author
Author akan senang sekali kalau ada yang mengkritik-kritik yang membangun-dan ngasih saran ke author soalnya author masih baru banget masih perlu bimbingan
.
Kyusung shiper, yeyepapo, Haruka, cloud3024, YesungieLove, Kimlala2770, WonYeKyu Shipper, Cloud'yeppa
Terima kasih sudah baca dan komen, maaf saya tidak bisa membalas review kalian.
