Cakrawala kian menghilang.
Menyisakan pekat tak berujung.
Menghapus senyum, tawa dan asa.
Perih… luka yang tak terobati.
Dan penjaga waktu pun datang.
"Kau telah kehabisan waktumu, nona." Bisiknya.
..
Daddy
MinYoon.
Park Jimin x Min Yoongi.
Older (26th) Jimin x Younger (11th) Yoongi.
Dominant Jimin x Clueless Yoongi.
Pedo Jimin x Pedo-able Yoongi.
BL, yaoi, M for sexual activity, chaptered (maybe), pwp (maybe), OOC.
..
..
..
..
MiniMiniMinYoon
(Np : AKMU MELTED)
..
Tubuh mungil itu kini terduduk di sebuah kursi yang terletak di taman asri yang dipelihara salah satu pekebun Daddynya. Sudah seminggu semenjak pertemuan pertama Yoongi dengan Daddynya itu dan sudah enam hari ia tak melihat Daddy tampannya itu. Setelah sesi cium nan panas itu, Daddynya menarik Yoongi untuk segera tidur. Mereka tidur… dan keesokkan harinya Yoongi tak mendapati Daddynya. Kepala pelayan yang ditugaskan Daddynya untuk melayaninya mengatakan jika pagi-pagi sekali Daddynya harus terbang ke belahan benua lain yang Yoongi tak ingat apa namanya untuk urusan pekerjaan. Dan kini sudah enam hari Yoongi tak melihat wajah tampan Daddynya.
Bahkan… malam itu Yoongi masih belum mengetahui siapa nama Daddynya, setelah ia bertanya pada kepala pelayan baru lah Yoongi mengetahui nama Daddynya, Park Jimin.
"Haah…" Yoongi menghela nafas bosan.
Selama enam hari ini Yoongi lalui dengan bosan. Mungkin di hari pertama dan kedua Yoongi lalui dengan rasa penasaran yang meliputinya saat langkah kaki kecilnya membawanya untuk berkeliling rumah mewah yang tak ubahnya bagaikan istana bagi Yoongi.
Namun dari semua ruangan yang telah Yoongi lihat, ia menyukai ruang perpustakaan dan juga taman asri tempat ia duduk sekarang. Ruang perpustakaan milik Daddynya tak seperti ruang perpustakaan pada umumnya yang akan terlihat membosankan dan kaku dengan dikelilingi semua buku. Daddynya merancang ruang perpustakaannya berdampingan dengan sebuah kolam yang berisi ikan-ikan koi yang cantik sekali. Air terjun berundak yang turun dari dinding kolam dan berakhir masuk ke kolam itupun membuat Yoongi semakin senang berada di sana, karena riakan air yang terdengar itu bagaikan musik alam di telinga Yoongi.
Dan taman… Yoongi hanya tak menyangka Daddynya memiliki taman seindah dan seluas ini. Tempat duduk favorit Yoongi di taman ini adalah tepat di bawah sepasang pohon sakura yang berdiri kokoh berdampingan. Sepasang pohon dengan warna kelopak bunga yang indah ini sedang mulai memekarkan bunga-bunganya. Memasuki musim semi memang seharusnya bunga-bunga indah mulai menampakkan keindahannya kan?
"Tuan Muda?"
Panggilan itu sukses membuyarkan lamunan Yoongi dan membuatnya beralih menatap kepala pelayan Kang yang sedang berdiri hormat padanya.
"Eoh? Kenapa paman Kang?" Tanya Yoongi.
"Tuan Muda Jimin menelpon… beliau ingin berbicara dengan tuan muda." Ujar kepala pelayan Kang sembari menghela sebuah ponsel canggih untuk Yoongi sebelum berlalu untuk memberikan privasi pada Yoongi yang telah mengucapkan rasa terima kasihnya.
"Halo Daddy?" sapa Yoongi ragu, pasalnya setelah hampir seminggu baru kali ini Daddynya itu menghubunginya.
"Hai sweetheart, aku merindukanmu."
Wajah Yoongi sontak merona mendengarkan ucapan Jimin padanya, "Yoongi juga rindu Daddy…" sahut Yoongi sembari mengayunkan kedua tungkai kakinya yang menggantung lucu di atas permukaan tanah.
"Hm… nanti malam aku pulang." Ujar Jimin di seberang sana.
"Jinjja Daddy?" Tanya Yoongi dengan nada riang yang tak tersembunyikan.
"Yes sweetheart. Kuharap kau masih terjaga saat aku sampai di rumah nanti."
"Pasti Daddy, soalnya Yoongi rindu Daddy…" balas si mungil sembari menangkup belahan pipinya yang merona parah.
"Nah, masih ada yang harus keselesaikan, kututup… ah, satu lagi sweetheart, ponsel yang kau pegang saat ini adalah milikmu." Dapat Jimin dengar Yoongi memekik terkejut mendengar kata-kata terakhir Jimin. "Kau suka?" tanyanya.
"Suka… tapi ini terlalu bagus Daddy, Yoongi jadi takut memegangnya…" mendengar kalimat polos Yoongi, Jimin terkekeh dibuatnya.
"Oke, kututup." Dan setelah mendengar kata-kata "Bye daddy" Jimin benar-benar menutup teleponnya.
..
MiniMiniMinYoon
..
Yoongi kini sedang berbaring nyaman di kasur milik Daddynya, tangan mungil itu mengangkat tinggi-tinggi ponsel mewah yang Daddy bilang adalah miliknya. "Woah… I got this from my Daddy…" lirihnya.
Tangan mungil itu kini menempatkan ponsel itu di dadanya, pikirannya melayang jauh.
Tentang ia yang telah kehilangan segalanya dan tentang ia yang mendapatkan segalanya dari Daddy barunya.
Pakaian bersih nan indah, makanan hangat yang mengenyangkan perut, rumah tempatnya bernaung dan kasih sayang dari Daddy barunya, kasih sayang yang terenggut paksa secara bersamaan darinya kala keluarganya meninggal.
Perlahan… visinya menampakkan garis senyum yang dilayangkan oleh Daddynya pada malam pertama pertemuan mereka. Senyum menawan yang penuh aura dominan dan entah kenapa membuat Yoongi merasa nyaman.
"Dan satu lagi, Yoongiku sayang… kau hanya akan melayaniku, karena kau adalah milikku."
Kalimat itu masih terngiang di kepala Yoongi. Melayani? Melayani seperti apa? Tapi… jika Daddy yang memintanya, Yoongi pasti akan menurutinya. Karena, entah dengan cara seperti apa Yoongi seperti telah menemukan perlindungannya dari Daddynya dalam semalam. Dan itu memastikan satu hal, bahwa Daddynya adalah dunianya saat ini, maka dari itu Yoongi akan menuruti Daddynya, karena ia tak ingin dunianya meninggalkannya.
Puas dengan kesimpulan dan keputusannya, perlahan mata indah itu memberat dan semakin terpejam rapat. Helaan nafas teratur yang dikeluarkan Yoongi memastikan jika Yoongi kini telah terlelap.
..
MiniMiniMinYoon
..
Sang mentari penguasa siang telah beranjak untuk kembali ke peraduannya dan bertukar singgasana dengan rembulan yang merindu malam. Burung-burung pun ikut meramaikan kedamaian sore nan hangat itu.
Langkah kaki dengan sepatu pantofel itu terdengar menggema membelah keheningan rumah mewahnya. Pria dengan sweater putih dan celana hitam yang membungkus apik kakinya melangkah menuju kamarnya, mengabaikan puluhan pelayannya yang menyambut kepulangannya dengan takzim.
Dan setelah pria itu berdiri di depan pintu kamarnya, pria itu berbalik dan memandang kepala pelayannya. "Mulai dari sekarang, hingga esok aku tak ingin siapapun menginjakkan kakinya ke lantai ini, jangan ada yang mengusikku jika kalian tak ingin berakhir menderita." Tatapan elang itu memandang deretan pelayannya yang menunduk takut dan perlahan berangsur meninggalkan lantai teratas rumah majikannya setelah mendapatkan tanda untuk beranjak dari kepala pelayan.
"Kami mohon diri Tuan Muda, jika Anda memerlukan kami, kami akan segera datang." Ujar kepala pelayan Kang dan pamit undur diri dari hadapan majikannya itu.
Jimin hanya melirik sekilas dan kini tangannya beranjak untuk membuka pintu kamarnya. Matanya berpendar ke segala arah untuk mendapati sosok mungilnya sedang terbaring lelap di atas ranjang. Tersenyum singkat sebelum Jimin melangkah semakin masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.
Langkah kaki Jimin membawanya ke tempat sosok mungil itu berbaring, setelah sampai dan duduk di samping sosok indah yang terlelap itu tangan Jimin menyeka helaian surai hitam milik Yoongi yang masih tertidur nyaman. "Kau bilang kau akan menyambutku ketika aku pulang." Ucapnya sebelum beranjak untuk berbaring di samping Yoongi dan membawa tubuh mungil itu untuk berada di pelukannya. "Tak apa… aku yang pulang terlalu cepat untuk menemuimu." Jimin terkekeh geli mendengar ucapannya barusan.
..
MiniMiniMinYoon
..
Kedua kelopak mata yang bergerak itu menandakan bahwa sosok itu akan terjaga dari tidurnya. Kelopak mata itu perlahan-lahan terbuka untuk menyadari jika hal yang pertama dilihatnya adalah sebuah dada bidang yang menjadi sandarannya tidur. Sedikit mengangkat kepalanya untuk mendapatkan wajah siapa yang memeluknya itu, Yoongi terpekik kecil ketika melihat manik kelam itu sedang menatapinya.
"Daddy?!" tanyanya tak percaya. "Daddy sudah pulang?" tanyanya lagi.
"Yes sweetheart." Balas Jimin yang terkekeh geli mendengar pekikan riang Yoongi.
"Daddy… maaf Yoongi tertidur." Ucap Yoongi begitu mengingat janjinya untuk menyambut Jimin pulang.
"Tak apa sayang," balas Jimin sembari mengecup pelipis Yoongi sebelum membawa tubuh kecil itu berbaring nyaman di atas tubuhnya. "Nah, mana ciuman selamat datang untuk Daddy?" Tanya Jimin kemudian.
Mendengar itu Yoongi mengerutkan keningnya, berpikir. Sebelum kemudian Yoongi beranjak untuk mencapai pipi Jimin dan mengecupnya singkat. "Selamat datang Daddy." Ucapnya setelah melepaskan kecupan itu.
"Aww… manis sekali sweetheart." Ucap Jimin sebari membelai pipi Yoongi yang merona. "Hei, bagaimana harimu?" Tanya Jimin kemudian.
"Bosaaaaan!" keluh Yoongi di atas tubuh Jimin. "Soalnya Daddy perginya lama sekali." Sambung Yoongi yang merasa nyaman saat tangan Jimin mengelus punggungnya.
"Jadi kau merindukanku?" Tanya Jimin yang sekarang tangannya sudah semakin turun dan mengusap-usap bokong mungil Yoongi.
"Yes, Daddy. Yoongi rindu Daddy…" jawab Yoongi dengan bibir dimajukan pertanda merajuk.
"Oh astaga…" geram Jimin singkat sebelum mengangkat tubuh Yoongi yang masih berbaring nyaman di tubuhnya untuk sejajar dengan wajahnya agar ia bisa meraup bibir menggoda itu dalam kenikmatan terdalam.
Yoongi hanya bisa merinding nikmat kala ia merasakan kembali kecupan panas yang dilayangkan Daddynya dan juga usapan-usapan nakal Daddynya di belahan bokongnya menambahkan friksi kenikmatan itu pada Yoongi.
Jimin mengerang disela-sela raupannya itu. Segala yang berada ditubuh Yoongi serasa menariknya untuk segera menggagahi bocah itu. Bibir yang merajuk tadi sukses menembus batas kesabaran Jimin yang memang tipis itu. Bibir mungil yang menggoda Jimin untuk menodainya dengan sapuan bibirnya dan juga kecapan lidah panasnya.
"Daddyyyhhh…" ucap Yoongi dengan nafas terputus-putus setelah sesi panas itu.
"Kau menyukainya? Kau menyukai saat Daddy menciummu?" Tanya Jimin disela-sela kecupan ringan yang ia layangkan pada bibir merah Yoongi.
"Uuhm, Yoongi suka Daddy…" namun setelah mengucapkan itu Yoongi malah menarik dirinya dari Jimin dan terduduk di atas perut datar Jimin. Menghiraukan tatapan tidak suka Jimin, Yoongi bertanya. "Daddy… waktu itu Daddy bilang kalau sebagai ganti apa yang Daddy berikan, Yoongi harus melayani Daddy. Melayani seperti apa? Apa seperti paman Kang?" kepala yang dimiringkan itupun sukses menambah kadar keimutan makhluk manis dihadapan Jimin itu dan membuat Jimin tak jadi melayangkan kata-kata tak setujunya saat Yoongi menjauh darinya.
"Kau ingin tahu kau harus melayaniku seperti apa, sayang?" mata elang itu berkilat kejam sesaat setelah ia melihat Yoongi menganggukan kepalanya dengan antusias. "Baik, kurasa memang sudah saatnya."
Selesai dengan kalimatnya, Jimin beranjak dari kasurnya dengan Yoongi yang masih berada di dalam pelukannya. Jimin melangkahkan kakinya menuju kamar mandinya. Membiarkan Yoongi untuk duduk di atas closet duduknya dan menghampiri jacuzzi hitamnya untuk membiarkan jacuzzi itu terisi dengan air hangat dan juga buih-buih harum yang berasal dari sabun mahalnya.
"Daddy?" Tanya Yoongi bingung saat Jimin menghampirinya dan mulai membuka pakaian yang melekat di tubuhnya. "Kita mandi?" Tanya Yoongi lagi.
"Ya sayang, kita mandi." Ujar Jimin dengan senyuman miringnya, kini ia membawa tubuh polos itu untuk masuk ke dalam jacuzzinya yang telah terisi setengah.
..
MiniMiniMinYoon
..
Yoongi sedang sibuk bermain dengan buih-buih harum itu saat Daddy tampannya beranjak ke arahnya. Mata Yoongi terpaku saat melihat Daddynya yang berdiri dengan gagahnya walau tanpa sehelai benangpun yang bertengger apik di badannya.
"Ada apa sayang?" Tanya Jimin sembari tersenyum miring melihat reaksi Yoongi.
"Itu… tubuh Daddy… bagus." Ucapnya sebelum menunduk dan melihat tubuh putihnya yang berbading terbalik dengan tubuh eksotis Jimin yang kini beranjak untuk masuk ke dalam jacuzzi hitam itu.
"Tubuhmu juga indah sayang, Daddy menyukainya." Ucap Jimin yang kini membawa Yoongi untuk duduk di atas pangkuannya.
Yoongi kecil yang masih mengagumi tubuh Jimin itu kini membawa tangannya untuk menyentuh tanda-tanda keperkasaan seorang Park Jimin, absnya.
Membuat Jimin mengerang pelan kala merasakan sentuhan ringan di perutnya itu dan menarik Yoongi masuk ke dalam pelukannya sebelum kembali mengerang kala merasakan kulit halus Yoongi yang menempel penuh pada tubuhnya.
"Daddy?"
"Kau ingin tahu maksud dari melayaniku kan?" Tanya Jimin dan mendapat anggukan dari Yoongi, Jimin kembali melanjutkan. "Cium aku… seperti yang kita lakukan saat pertama kali kita kenal dan juga seperti tadi saat kita bertemu kembali." Titah Jimin penuh dengan dorongan sensual di matanya kala menatap Yoongi.
Yoongi kecil yang tak mengerti kenapa tatapan yang dilayangkan Jimin menguasainya begitu sempurna itu beranjak pelan untuk menuruti keinginan Jimin dan mengabaikan jika saat ia bergerak, bokong mungil itu menyentuh halus tanda-tanda keperkasaan seorang Park Jimin lainnya.
Mulanya, hanya kecupan-kecupan ringan yang Yoongi layangkan, sebelum Yoongi mengeluarkan lidah mungilnya untuk mengecap bibir sensual milik Daddynya. Kecapan yang berhasil membuat Jimin mengeluarkan lidahnya juga untuk meraup si mungil yang menggoda itu.
"Aahh…" desahan kecil tercipta disela-sela kecupan panas itu.
"Daddyhhh…" dan Yoongi yang melenguh nikmat saat Jimin membelai belahan bokongnya disela-sela kecupan panas mereka.
Kecupan itu terputus menyisakan tautan benang tipis yang menghubungkan kedua bibir sensual itu.
"Apapun yang kulakukan pada tubuhmu mulai dari sekarang, harus kau ingat sebagai sentuhan seorang Park Jimin, Daddymu yang memintamu untuk melayaninya. Mengerti sayang?"
Tatapan elang itu menuai getar-getar aneh di tubuh Yoongi sebelum Yoongi bisa menjawab, "Nehh… Daddyyh… Yoongiih akan mengingatnya… Yoongiih akan melayani Daddyyh…"
Min Yoongi yang telah kehilangan kewarasannya saat menjawab titah Park Jimin ditengah-tengah kecupan panas Park Jimin yang merambati titik-titik sensitifnya. Min Yoongi yang mengikrarkan diri untuk menjadi milik seorang Park Jimin. Dan Park Jimin yang tersenyum puas dibalik seringaiannya kala melihat tatapan mata Min Yoongi yang telah tertutup selubung kabut nafsu.
..
..
TBC
..
..
.
Yolo kalian para MinYoon trash. (so do I)
Dasar kalian… muncul semua setelah melihat kata pwp dan pedo kan? Astaga… Park Jimin, tanggung jawab!
Ahaha… ehiya, saya ngetik ini sambil ngedegerin lagunya AKMU yang Melted, kenapa? Biar saya tetep dingin pas nulis cerita yang bikin diri saya sendiri gemeter… karena saya udah lama gak nulis yang mature gini… terakhir ada ff MinYoon maturepun itu remake ff saya sebelumnya dengan pair lain untuk ultah Min Yoongi, jadinya saya butuh ekstra pervert buat nulis ini.
Lucunya… saat memberi judul "DADDY" saya malah ketawa dan nyanyi "I got it from ma daddy!" Saya gabisa berhenti ngakak gegara itu. Dan saya ngakak lagi pas Yoongi ngomongin itu juga di ff ini.
Nah… ada yang ingin saya ingatkan ke kalian yang telah membaca ff ini. Pedo… iya ini pedo mengingat rentang usia PJM-MYG. Dan saya cukup kaget dengan kalian yang bilang menunggu ff dengan tema seperti ini, karena saya pikir tadinya tema seperti ini sudah banyak dan antusiasme kalian membuat saya sedikit takut. Soalnya saya itu menulis tergantung mood… ff ini akan cepat update ataupun akan panas di setiap update-annya sesuai dengan mood saya, serius, ini salah satu kelemahan saya dalam menulis. Jadi, saya harap kalian mengantisipasi ini dengan baik, oke?
Lalu, biarkan saya membalas review kalian disini. (saya sedang menghemat kuota, hiks)
..
..
Fyodult : 39 (sankyuu/terima kasih) untuk jadi yang pertama~~ iya, namanya juga pedo, jadinya Mas Jimin suka yang imut-imut haha. Mryuppy : terima kasih sudah suka~ ung, kamu juga semangat! MinJiSu : Yoongi emang FUCKABLE banget, saya setuju itu! Jang Taeyoung : Mas Jimin emang baik hati dan tidak sombong kok, cuma mesyum saja~ Csupernova : saya pikir ini tadinya akan mainstream loh, ternyata tidak ya? Ini sudah lanjut~ Parasyub : Saya juga suka dominan Jimin~ #Hi5 Guesteu : Oke kan kalau Mas Jimin ngepedoin Yoongi? Hiing… jangan suruh saya update ASAP gituu… Pigochanyellow : sudah lanjut ini. JeonJeonzKim : Kamu memang jahat karena sudah membiarkan Yoongi dipedoin Mas Jimin. Mau tau gak? Saya susah loh ini nyari cover photo yang Mas Jimin kelihatan aura Dominannya. Soalnya senyum Mas Jimin keseringan manis sih… tapi dengan semua otot yang melekat itu, Mas Jimin top markotop deh. Dan Yoongi itu emang bottom, lebih tepatnya top level on tsundere uke species. Mineeeyyyy98 : bocah sebelas tahun dan clueless, gimana mau sadar kalau lagi dalam bahaya coba, apalagi doinya pasrahan~ 07 : Mas Jimin disini 26 tahun ya~ Shirayuki Miu : Yoongi memang pedo-able kan? Neo ddo fighting! AgustD : Ini sudah lanjut~ Littlesugar : jangan lahap Yoongi! Biar Mas Jimin aja yang melahap Yoongi! Syunan : 39 (sankyuu/ terima kasih) karena sudah suka yaa~ Hantu Just In : Hei, senang melihat kamu review disini tanpa capslock jebol. Jangan dibayangin Mas Jimin jadi pedo, nanti kalau pengen gimana? Soalnya Mas Jimin Cuma punya Yoongi. Syugababy : Saya juga bukan aliran S&M, jadinya saya gatega ngebuat Mas Jimin ngekasarin Yoongi disini~ HyunShine : Uh-oh, chill out… jangan terlalu excited, haha~ Vinolia566 : Ini sudah lanjut. Btw, saya bukan Thor, saya bukan pewaris tahta Asgard…. JonginDO : seru ya? Saya malah malah gemeter ini nulisnya. 39 (sankyuu/terima kasih) sudah baca yaa~ Phylindan males login : Hei kamu yang males login, saya memang gemeter parah ngebayangin chibi Yoongi dipedoin sama Mas Jimin yang mesyum~ ung, you too, keep on writing! Yoonminlovers : Iya, Yoongi kan dipedoin, jadinya Mas Jimin musti sama Yoongi yang masih kanak-kanak. Olalatwenty2 : kamu maniak~~ stop nyanyi~ hehe. Ung, saya sutuju kalau Yoongi emang pedo-able #Hi5 ish, subnya Daddy Jimin cuma sweety little kitten Yoongi saja~ Hanami96 : serius nih, emang jarang ya disini pedo Jimin? 7XL7 : kamu mau nyoba apa? Dipedoin Jimin? Emang kamu lebih muda berapa tahun dari Jimin? Haha… Nackata614 : nextnya kapan? Chap Dua sudah mengudara, chap selanjutnya saya musti nyari 'insfire' dulu biar kuat nulisnya~ GithaCallie : Hei kamu yang ketumpahan capslock! Ketemu lagi~~ sshush! Jangan ngebayangin kalau itu sepupu kamu, serius ntar gagal fokus loh jadinya, dan juga jangan bawa-bawa nama artis lain… ini hanya tentang Mas Jimin dan Yoongi saja~ dan kalau yang melecehkan Yoongi itu Mas Jimin, bukannya malah bagus? Haha bizzleSTarxo : yok, dah lanjut nih. EmaknyaJimin : aduh, ada emaknya Mas Jimin? Yoongi emang imut tante, tante baru tau ya? Guest : gasabar buat apa hayo? Ash : wow, satu lagi yang mengatakan bahwa belum ada yang membuat pedoJimin… hmm, saingan ya? Mari dipikirkan nanti…
..
..
Apa ada yang terlewat?
Btw, kalian di sini liner berapa? Saya… Cuma mau tahu, kalian sudah cukup umur belum untuk baca ini…
Trus, memang agak sedikit melenceng, ada diantara kalian yang menyimak Descendants of the Sun, terutama ep 12? Woah, sekelas Song Hegyo sama Kim Jiwon berantem di drama karena pacar masa lalu mereka yang tak lain tak bukan adalah Min Yoongi… saya facepalm pas liat ep itu. Nugu ttemune? Min Yoongi ttemune~
Dan… panggil saya My (dibaca mi, bukan mai) karena saya bukan Thor si pewaris Asgard dengan palu petirnya…
Jja, see you~
