Mentari pagi bersinar.
Menguak garis cakralawa yang membentang.
Menyibak kesenduan yang membelenggu.
Mengikis pilu yang mengiris.
Mentari… memberi kekuatan.
..
Daddy
MinYoon.
Park Jimin x Min Yoongi.
Older (26th) Jimin x Younger (11th) Yoongi.
Dominant Jimin x Clueless Yoongi.
Pedo Jimin x Pedo-able Yoongi.
BL, yaoi, M for sexual activity, chaptered (maybe), pwp (maybe, not sure about it), OOC.
..
..
..
..
MiniMiniMinYoon
(Np : ADELE - SET FIRE TO THE RAIN)
..
Park Jimin yang sekarang sedang berkutat dengan tumpukan dokumen yang menuntut untuk diselesaikan secepatnya itu menggeram kesal. Pasalnya, ia baru saja kembali dari Seattle tadi pagi dan langsung menemui klien lainnya untuk rapat yang tak bisa menunggu waktu lainnya. Ia bahkan belum pulang dan ia bahkan belum berbicara dengan bocah manis yang saat ia sampai Korea tadi pasti masih tertidur dengan nyaman di atas ranjangnya.
Park Jimin yang setelah rapat itu memutuskan untuk menyuruh asistennya pergi mengantarkan smartphone terbaru yang dibelinya di Seattle. Tadinya, ia berniat untuk memberikan langsung pada bocah manis itu tapi apa daya… ia sudah begitu merindukan bocah manis itu. Lagipula, smartphone itu memang untuk bocah manis itu kan? Lalu apa salahnya ia memberikan lebih awal untuk segera mendengarkan suara manis itu.
Dan setelah berbicara dengan bocah manis itu, Park Jimin harus kembali berkutat dengan dokumen-dokumen sialan yang harus ia selesaikan agar ia bisa cepat pulang dan agar esoknya ia tak diganggu lagi oleh dokumen-dokumen ini.
..
MiniMiniMinYoon
..
Kecupan itu terputus menyisakan tautan benang tipis yang menghubungkan kedua bibir sensual itu.
"Apapun yang kulakukan pada tubuhmu mulai dari sekarang, harus kau ingat sebagai sentuhan seorang Park Jimin, Daddymu yang memintamu untuk melayaninya. Mengerti sayang?"
Tatapan elang itu menuai getar-getar aneh di tubuh Yoongi sebelum Yoongi bisa menjawab, "Nehh… Daddyyh… Yoongiih akan mengingatnya… Yoongiih akan melayani Daddyyh…"
Min Yoongi yang telah kehilangan kewarasannya saat menjawab titah Park Jimin ditengah-tengah kecupan panas Park Jimin yang merambati titik-titik sensitifnya. Min Yoongi yang mengikrarkan diri untuk menjadi milik seorang Park Jimin. Dan Park Jimin yang tersenyum puas dibalik seringaiannya kala melihat tatapan mata Min Yoongi yang telah tertutup selubung kabut nafsu.
Park Jimin menarik kembali tubuh Yoongi untuk semakin merekat dengannya, perlahan bibir hangat itu kembali mengecupi bibir mungil yang telah merekah itu.
"Mmmhh… Daddyyyh…" lenguh Yoongi kala Jimin melepaskan pagutan mereka dan beralih dengan mengecupi lehernya.
"Kau indah, sayang…" balas Jimin yang kini menggigiti kulit Yoongi, menciptakan tanda, tanda kepemilikan seorang Park Jimin.
Bibir panas Jimin kembali menjamah tubuh putih itu, turun dengan perlahan dari leher Yoongi menuju dada mungil yang tak kalah putihnya itu dan menggoda kedua titik menggemaskan itu tanpa benar-benar menyentuhnya.
"Daddyyh… sentuh ituuh… aangh… Daddyyh…" desah Yoongi yang tak mengerti kenapa saat Daddynya menyetuh kedua titik di dadanya secara sekilas terasa seperti disengat listrik dan itu terasa nikmat sekali bagi Yoongi membuat Yoongi ingin Daddynya menyentuh itu lebih keras dan lebih kasar lagi.
Jimin yang melihat bayi kecilnya melenguh kenikmatan dan meminta lebih itu memoleskan seringainya sebelum menuruti keinginan bayi kecil manisnya itu. "Kau suka? Kau suka aku melakukan ini padamu?" Tanya Jimin disela-sela kegiatan menggigiti halus kedua titik menggemaskan itu.
"Aaangh… Daddyyhh iniih enak… Yoongiih suka…" desah Yoongi disela-sela jawabannya untuk Daddynya itu.
..
MiniMiniMinYoon
..
Tangan nakal Jimin yang sedari tadi asik mengelusi kedua belahan bokong mungil Yoongi untuk menambah impuls kenikmatan bagi Yoongi yang kini bergerak ke depan bagaikan ular licin dan melingkupi penis mungil Yoongi dengan sempurna.
"Aaangh… Daddyyyh…" lenguh Yoongi semakin keras kala tangan kekar Daddynya bergerak naik-turun di penis kecilnya dan memompa penis mungil itu dengan ritme yang tak bisa ditahan tubuh mungil itu. "Daddyhh… kenapa enak? Daddyh…" Oh Yoongi kecil kau bahkan tak mengerti kenapa diperlakukan seperti itu oleh Daddymu akan terasa nikmat.
Sementara itu Jimin hanya tersenyum kecil mengamati muka memerah Yoongi. Muka memerah nan menggoda yang telah terpengaruh oleh kabut nafsu dan terlihat bingung di antara lenguh nikmatnya itu.
"Aanggh… Daddyyh… Yoongi inginnhhh…" kata-kata itu terhenti, tubuh itu menggeliat kencang dan penis mungil itu menyemburkan sari kenikmatan yang sedari tadi ditunggu oleh Daddy tampannya.
Min Yoongi kecil terengah-engah setelah melepaskan kenikmatan tak terkira itu. Mata polosnya mengerjap bingung. "Daddy, yang tadi apa?" tanyanya.
Melihat itu Jimin terperangah, bagaimana sosok kecil itu masih bisa menatapinya dengan kerjap polos yang menggemaskan setelah ia menggoda Jimin habis-habisan dengan wajah penuh dosanya saat ia mengalami orgasme tadi.
"Sweetheart, yang tadi bisa kau sebut orgasme," ucap Jimin yang kini membawa Yoongi kembali ke dalam dekapan hangatnya. "Saat Daddy bermain dengan ini," Jimin sengaja mengelus lembut penis Yoongi yang menimbulkan desahan kecil dari Yoongi. "Dan kau merasakan kenikmatan yang belum pernah kau dapatkan serta ledakan kenikmatan yang keluar dari sini," tangan kekar itu menggengam keras penis Yoongi dan mengambil sejumput sari kenikmatan Yoongi. "Lalu mengeluarkan ini," tunjuk Jimin di hadapan Yoongi untuk memperlihatkan sari kenikmatan Yoongi itu. "Itu dinamakan orgasme, sayang." Terang Jimin.
..
MiniMiniMinYoon
..
Setelah menunggu Yoongi tenang setelah ledakan kenikmatan itu dan setelah ia mengosongkan air di dalam jacuzzinya, Jimin kini membuat Yoongi menungging ke arahnya dan berpegangan di sisi lain jacuzzi mewah yang sebenarnya hanya bisa diisi oleh seorang saja.
"Daddy, kenapa Yoongi harus menungging? Yoongi malu…" untung saat ini Yoongi tak menghadap ke arahnya, karena kalau Jimin sempat melihat wajah merah merona yang mengucapkan malu tadi, Jimin yakin ia akan segera menyerang Yoongi bahkan tanpa foreplay.
"Kenapa harus malu? Yoongi hanya dilihat Daddy, dan hanya Daddy yang boleh melihat Yoongi seperti ini sayang." Balas Jimin sembari mengelus lembut bongkahan mungil itu sebelum bergerak maju untuk mencecapi dan mengecupi bongkahan kecil itu.
"Aaangh…" lenguhan Yoongi kembali terdengar saat Jimin tak hanya mengecupi bongkahannya, kini Jimin melesakkan kepalanya untuk bergerak lebih dekat dengan lubang mungil yang sudah berkedut manja untuk dijamah oleh lidah terampil Jimin.
Lidah itu terus maju dan melesak masuk menyapa lubang mungil yang sangat mengundang itu. Sementara Yoongi kini mengeratkan pegangannya pada pinggiran jacuzzi hitam itu karena ia tak ingin terpeleset karena kini otot-otot kakinya telah melemas seiring dengan intensnya lidah sang Daddy yang menyapa lubang mungilnya.
"Nyaahh… Daddyyh… gelii…"
Setiap kata yang bibir mungil itu lontarkan selalu diiringi dengan desahan, takkan bisa tidak karena Jimin benar-benar menggoda lubang itu dengan jilatan nakal Jimin.
"Nah, sweetheart…" peringat Jimin singkat sebelum memasukkan satu jarinya pada lubang itu.
"Daddyyh!" seru Yoongi di antara desahannya karena jujur kenikmatan ini rasanya sudah di luar batas Yoongi.
"Bagaimana rasanya sayang?" Tanya Jimin dengan jari yang perlahan bergerak menggoda Yoongi lebih dalam dan mengaduk Yoongi sedemikian rupa.
"Sesakh Daddyyh… Yoongiii… aangh!"
Dan ledakan kenikmatan itu keluar sekali lagi, bahkan kini getarannya bertahan lebih lama dari yang pertama karena Jimin yang masih menggodanya di bawah sana.
Jimin menarik keluar jarinya yang bersatu di dalam Yoongi. Menuntun tubuh lemas Yoongi paska ledakan kenikmatannya untuk kembali duduk di atas pangkuannya.
"Kau menyukainya?" Jimin melontarkan pertanyaannya sembari mengecupi puncak kepala Yoongi yang bersandar nyaman di dadanya.
"That's great Daddy… Yoongi suka." Lirihan kecil penuh kepuasan itu membuat Jimin menyeringai senang.
"Glad to heard that, sweetheart." Jimin mengelusi tubuh putih Yoongi yang meremang mendapatkan tangan hangat Jimin yang menyentuh tubuhnya. Dan Jimin mengerang pelan menahan lonjakan nafsunya yang menggebu-gebu.
"Daddy?" Yoongi kini menatap Jimin penuh tanda Tanya. "Gwaenchanna?" tanyanya kemudian.
"Tidak." Jawaban yang masih diiringi geraman tertahan itu entah kenapa membuat Jimin terlihat semakin mendominasi Yoongi. "Semenjak mengenalmu, tak ada yang baik di kehidupanku. Kau membuatku gila karena menginginkanmu."
"Daddy menginginkan Yoongi?" Tanya Yoongi yang hanya bisa mengerti kata-kata di bagian itu saja.
"Lebih dari yang kau bayangkan sayang."
Selesai dengan kata-katanya, Jimin meraup bibir Yoongi. Bibir yang sukses menjadi candunya, bibir polos yang telah ia nodai dengan bibirnya dan juga desahan-desahan penuh dosa yang telah dilantunkan bibir itu.
"Aku menginginkanmu." Ucap Jimin lagi yang kini melayangkan kecupannya di pelipis Yoongi.
"Kau indah dan aku memujamu." Kini kecupan itu beralih ke kedua pipi putih Yoongi yang telah merona sejak tadi.
"Kau hanya milikku dan aku milikmu." Lalu kecupan itu berakhir kembali di belahan bibir menggoda Yoongi, menutup ikrar Jimin pada apa yang dirasakannya terhadap Yoongi.
"Yoongi… Yoongi…" Yoongi hanya bisa membuka mulutnya dan tak bisa berkata apa-apa sembari mengumpulkan nafasnya. "Yoongi hanya ingin Daddy, Yoongi milik Daddy." Jawab Yoongi kemudian dan mengakhirinya dengan mengecup singkat bibir Jimin.
..
MiniMiniMinYoon
..
Yoongi kini berbaring di atas ranjang nyaman dan hangatnya bersama Jimin yang kini berada di atasnya dan menatapinya penuh kuasa.
"Min Yoongi…" panggil Jimin yang dijawab dengungan pertanda Yoongi menyimak. "My Little Sugar… my mate… mine." Ucap Jimin dan kembali mengecupi Yoongi, menggugah nafsu yang sempat surut untuk kembali membludak.
Melarikan kecupan itu ke kedua titik kecil nan menggoda di tubuh Yoongi setelah nafsu keduanya telah memuncak.
Menyapu lembut titik kecil nan menggoda itu dengan panas dan menghasilkan erangan tertahan penuh dosa.
Meninggalkan tanda-tanda samar di sekujur tubuh Yoongi bersamaan kecupan itu.
Meraup kesejatian Yoongi dengan sekali sentakan dan menuai nyanyian kotor penuh dosa dari tubuh yang berbaring pasrah meremas sprai mahal berbahan sutra sebagai pelampiasan kenikmatan.
..
MiniMiniMinYoon
..
Merasa gelora dari selubung kabut nafsu itu telah menembus batasnya, Jimin memposisikan dengan tepat penis gagah perkasanya tepat di depan sarangnya, rumahnya yang seharusnya. Jimin menyandarkan sepasang kaki ramping itu di pundaknya, mata nyalangnya yang sejajar dengan mata sayu Yoongi melemparkan tatapan menenangkan sebelum dengan perlahan penis gempal berurat itu merangsek masuk ke lubang kecil Yoongi. Menuai kembali pekikan sakit tertahan Yoongi.
"Aku, aku akan menyelesaikan ini dalam sekali sentak." Geram Jimin dan selesai dengan kalimatnya, Jimin benar-benar menyentak masuk dalam sekali sentakan.
"AAAAAAKHHH DADDYYYYHH!"
Teriakan penuh rasa sakit itu sontak terlempar dari bibir Yoongi, Jimin benar-benar membelahnya. Bokongnya panas, bokongnya pasti lecet dan bokongnya terasa penuh.
"Sorry sweetheart." Mata Jimin memandang meminta maaf, memandang mata sayu Yoongi yang mengalirkan air mata kesakitan. Jimin mengecup hidung mungil itu meminta maaf.
"Punya Daddy… terlalu besar." Keluh Yoongi sembari merasakan seberapa besarnya penis Jimin di dalamnya.
Mendengar itu Jimin hanya terkekeh geli, "Ya sayang, besar dan siap untuk memberikanmu kenikmatan." Dan Jimin mulai menarik keluar penisnya menyisakan sedikit bagiannya di dalam Yoongi sebelum kembali menghentak keluar masuk dengan ritme perlahan.
"Uukkhh Daddyyh…"
Lenguhan Yoongi yang terbelah antara nikmat dan rasa sakit itu membuat Jimin semakin semangat untuk menemukan titik kenikmatan Yoongi, prostat Yoongi. Untuk kemudian di sapa secara bertubi-tubi hingga Yoongi takkan sempat memikirkan yang lain selain meminta Jimin untuk terus memberikan kenikmatan padanya.
"NYAAH!" pekik Yoongi penuh dosa kala titik kenikmatan itu dihantam Jimin tanpa ampun setelah Jimn menemukannya. Kejutan listrik penuh kenikmatan itu membuat Yoongi buta dan hilang akal, karena takkan ada hal lainnya yang bisa dilihat Yoongi selain wajah tampan Daddynya yang menggeram dan terlihat jantan saat mendorong masuk penisnya sedalam-dalamnya dan ia hilang akal saat penis itu menghajar titik terdalam puncak kenikmatannya tampa ampun dan belas kasihan.
"Daddyh… daddyh… uuh… Yoongi… aanghh…" desah Yoongi saat Jimin semakin mempercepat hantamannya.
"Yes sweetheart… you're so thigh… aargh!" geram Jimin penuh nafsu dan kepuasan kala ia berhasil menggagahi Yoongi.
"Nyanh… daddyh…"
..
MiniMiniMinYoon
..
Kedua tubuh yang dibaluri keringat menggoda itu masih saja saling bertaut, bersatu merengkuh kenikmatan. Jimin masih saja memompa tubuh Yoongi dan Yoongi masih saja menerima itu dengan pasrah.
Yoongi polos bersih tanpa dosa itu kini telah terlumuri dosa paling indah dan paling panas yang bisa ia rasakan. Dan si pembalur dosa itu kini sedang berada di atas tubuhnya, memompanya, mengaduknya dan mengacaukannya dengan sebuah penis besar untuk menggagahinya.
Desahan-desahan itu mengalir lancar dari bibir kurang ajar Yoongi yang mengundang Jimin untuk membekap bibir manis berbalur kenikmatan dunia itu dengan bibir panasnya yang terasa pas sekali untuk membuat bibir Yoongi memerah sempurna.
..
MiniMiniMinYoon
..
"Daddyh, Yoongi…" mengerti akan kebingungan yang terpancar dari mata Yoonginya, tangan Jimin bergerak untuk memanja penis mungil Yoongi yang dalam hitungan detik menumpahkan sari kenikmatannya membuat Yoongi melenguh kencang karenanya dan menggeliat merasakan ledakan kenikmatan itu ditambah Jimin yang masih saja tak berhenti memompanya.
Jimin masih saja menumbuk Yoongi penuh hasrat, dan gerakan itu bertambah intens kala ia merasakan hasratnya akan sampai dan membuncah keluar.
"Yoongiih, Daddy mencintaimu." Disertai kata penuh cinta dan tatapan memuja itu, Jimin menangkup bibir Yoongi dan meraup bibir itu untuk membekap dan menahan dirinya yang akan melolong penuh kepuasan saat ia sampai pada titik puncak hasratnya.
Hasrat yang meledak-ledak dan menghantam Yoongi penuh gairah dan kehangatan.
Yoongi dapat merasakannya, cairan itu menembak masuk ke dalam Yoongi setelah Jimin bagaikan dominan lapar yang menghentaknya tanpa ampun dan semakin cepat lalu mengeluarkan segalanya di dalam Yoongi.
Keduanya terengah-engah, terengah-engah akan puncak yang mereka raih bersama. Puncak kenikmatan yang membuat Yoongi pening merasakannya dan membuat gelegak darah dominan Jimin puas karena telah meraup seluruh kenikmatan dari tubuh indah di bawahnya itu.
..
MiniMiniMinYoon
..
"Daddy…" panggil Yoongi dua puluh menit kemudian setelah nafas keduanya sudah aman dan teratur saat mereka berbaring kelelahan setelah penyatuan mereka.
"Ya sayang?" tanggap Jimin yang masih asik mengelus surai hitam Yoongi.
"Tadi Daddy bilang kalau Daddy mencintai Yoongi?" Tanya si kecil itu lagi.
Jimin membuka matanya yang terpejam, menghentikan elusannya dan menatap Yoongi yang sudah lebih dulu menatapnya. "Yes, I love you." Ucap Jimin kemudian dan menghantarkan tatapan hangat penuh cintanya pada Yoongi.
Yoongi yang menerima pernyataan dan tatapan itu seketika tergeragap dan menatap Jimin ragu, "Daddy, Yoongi senang mendengarnya. Di dunia ini, sekarang hanya ada Daddy bagi Yoongi… Yoongi janji… Yoongi hanya akan mencintai Daddy seorang."
Mendengar kalimat itu Jimin kembali mengerang sebelum ia kembali meraup bibir Yoongi dengan semua kata-kata manisnya.
Memeluk Yoongi dan kembali membawa tubuh mungil itu untuk berbaring di atasnya, "Bersamaku, hanya dengan bersamaku maka akan kujanjikan kebahagiaan di dunia mu, dunia kita." Ucap Jimin lagi.
Mereka kembali berbaring dengan Yoongi yang kini bersandar di dada bidang Jimin. Meresapi kenyamanan yang tercipta di antara kesunyian. Yoongi dengan hati-hati mendengar detak jantung Jimin yang menggila, dan tersenyum karenanya.
"Ne Daddy, yang tadi itu apa namanya?" Tanya Yoongi kemudian.
Jimin yang tak mengerti mengerutkan keningnya dan bertanya, "Yang tadi yang mana sayang?"
Mendengar pertanyaan Jimin, Yoongi mendudukan dirinya di atas otot-otot perut Jimin yang menggoda itu sebelum tangan lentiknya meraih penis Jimin yang sudah setengah layu.
"Saat ini Daddy masuk ke lubang Yoongi, namanya apa Daddy?" Tanya Yoongi.
Damn, rutuk Jimin. Bocah kecilnya memang menyimpan bakat menjadi bitchy yang tak disadarinya. Bagaimana ia bisa bertanya sepolos itu sementara tangannya kini sibuk memainkan penisnya yang kembali berdiri tegak?
"Itu namanya bercinta, bersetubuh, making out, making love, sex." Jawab Jimin di antara deraan impuls rangsangan yang diciptakan Yoongi.
"Ooh, Daddy? Boleh Yoongi bercinta lagi dengan Daddy?" Tanya Yoongi lagi yang kini sibuk mengarahkan lubangnya pada penis Jimin dan menatap Jimin dengan mata berkedip-kedip lucu meminta Jimin menyetujui permintaannya.
"Lakukan Yoongi, masukkan. Kita akan terus bercinta kapanpun kita menginginkannya." Balas Jimin.
Yoongi yang mendengar itu menjerit senang dan dengan cepat membawa penis perkasa itu untuk kembali menyapa lubangnya yang terasa gatal dan ingin kembali dimasuki. Dan oh, mereka kembali bercinta hingga pagi menjelang dan takkan ada yang mengganggu kegiatan mereka karena seluruh pelayannya telah mendapatkan perintahnya yang memang akan menggagahi Yoongi sampai pagi menjelang.
..
..
..
END?
..
..
..
Yolo!
Saya rasa saya sudah gakuat menulis Yoongi yang ternistakan seperti ini… oh astaga… ehtapi saya masih pengen nulis cerita ini lagi, jadi gajadi END deh.
Thanks lho atas antusiasme kalian.
Yuk balas-balas review lagi.
GithaChallie : karena Jimin pedo makanya sasarannya Yoongi bocah kecil nan polos, Yoongi udah sebelas tahun ya jadi bukan bocah TK yaa~ JeonJeonzKim : ciyeee si jono kepooooo~ haha, nih dan lanjut jon udah dituntasin mesumannya~ Jang Taeyoung : ini sudah lanjut dan sudah dimulai~ apa yang Jimin lakukan? Bercinta dengan Yoongi~ Shirayuki miu : kinaaan~ justru aku yang kasihan sama Jimin, pesona Yoongi kan parah banget. Menurut kamu ncnya detail gak? Lagu… hm, tergantung mood dan kebetulan sekarang lagi hujan jadi aku setel lagu itu deh. Gak, kinan udah gede kok~ Riska971 : ih kalau saya gamau maafin gimana? Soalnya kamu masih manggil saya thor. Hoo, asupan NC… kamu mesyuum~ Nanaelfindo : gabisa bayangin gimana imutnya Yoongi? Lihat NOW3 deh, pas unit Yoongi-Jhope dengan Yoongi dan rambut warna-warninya yang cuma nyengir pas Jhope lagi ngomong sama ke-sok-an misteriusnya Yoongi yang cuma manggut-manggut gajelas pas diajakin ngomong, itu imut bin gemesin. Wait? 00line? Woah, adek saya juga ada yang umur segituuuu! Olalatwenty2 : kamu maniak~ iya Daddy Jimin emang Hot, siapa yang mau nyanggah coba? Aku juga pengen nyulik Yoongi! Restikadwii07 : gaaak, Yoongi gak terhipnotis, Yoongi cuma terpedaya Daddy tampan yang memanja~ JonginDO : syudah lanjut ya, gemeter gimana? Hmm, gemeter kayak lagi ngeliat Yoongi? Guesteu : Pliz, jangan panggil saya author… eung, Yoongi udah diena2in disini, gimana? Makin gakuku kan? Hantu Just In : kamu memang kothor~ haha, oh saya seline sama akang seokjin~ Park Rinhyun-Uchiha : wiw, udah legal tuh, yuk gigit Yoongi bareng-bareng. Parasyub : kenapa tbcnya disaat panas? Biar kalian penasaran dan kalian bisa calm down, hehe *saya nakal dan iseng* Chimslay : makasih udah suka yaa~ setuju sama kamu #Hi5 Michaelchildhood : iya, soalnya saya gasuka om om pedo tukang paksa, hiiing, jangan panggil saya thor pliz… Syugababy : semakin mesyum semakin suka? Kamu juga mesyum~ Mineeeyyyy98 : iya iya yang syudah cukup umur… TrbBangtanboys : halo juga kamu, makasih ya~ eh saya mah gamau Yoongi dikasarin… bizzleSTarxo : Yoongi kan masih kecil, masih gangerti kalau dia kerangsang, yang gila mah Jimin yang udah dengan topnya merangsang Yoongi~ syupit : maaf lho kalau gabisa fast update, sudah saya bilang, saya penulis yang bergantung mood~ crownacre : errruuun~ kemarin Yungi disebut-sebut lagi sama Seo daeyoung~ haha. MinJiSu : saya juga gamau tau, saya suka naro tbc yang nakal kayak kemaren, saya juga suka jarang fast update. Pigochanyellow : ini udah lanjut ya. Dessy574 : seumuran dong kita. Mau ngabarin gimana? Emang saya kenal kamu ya? Eung, makasih dukungannya~ Yoongiena : ini syudah lanjut ncnya~ Scsehun21 : riren? Dari attack on titan bukan? Vinolia566 : ini udah lanjut yaaa~ Csupernova : biariiiiin, yang penting hot dan bikin nagih, ya gak? Ash : sepertinya kamu suka ya kalau Daddy menghukum his boys… kita lihat nanti aja ya… ide aku penuh banget untuk ff ini… Minyunghei : keliatan kok, keliatan kalau lagi update aja kali ya… dilestarikan… oh astaga. Aularian : saya juga suka jenis kinky seperti ini, apalagi kalau subjeknya mendukung banget~ Byun Reka : maunya dicium Yoongi aja~ satu lagi yang suka Yoongi dihukum… kasihan dedek Yoonginyaaaa. Hanami96 : saya juga bingung, saya kira ide ini sudah biasa sampai kalian bilang ini belum pernah ada di MinYoon… wow. Yoonminlovers : syudah lanjut lho ini~ PandaARMYEXOL : gimana yang versi MinYoon yang ini? Aneh ya pasti… Nackata614 : ung, ini syudah lanjut. INDRIARMY : hayo yang ngebayangin pedo-pedoan~ haha. Phylindan : siapa hayo yang cute?
Jja, see ya in the next story!
