KUROKO TETSUYA DIARY
5.
Senpai Jago PHP
Character: Akashi, Kuroko, Furihata
Pairing: (masih) AkaFuri slowbuild!AkaKuro
Genre: Romance, Humor
"Aku" mengacu pada Kuroko
Banyak terimakasih bagi semua yang menunggu
Dont Like Dont Read
Sengaja OOC
Happy Reading!
Wednesday, 8 October, 2xxx Evening
AKASHI SENPAI SIALAAAN!
Astaga, sungguh maafkan aku para pembaca yang budiman jika melihat kata-kata kurang sopan diatas. Aku sudah memikirkannya matang-matang sebelum menulis dan kupikir itu yang paling nyaman dilihat ketimbang umpatan-umpatan lain (yang sepertinya jauh lebih pantas).
Sebelum bercerita keseharianku dalam mengutil(?) Akashi senpai, aku juga minta maaf jika buku harian ini amat pendek. Bukan karena aku malas, tentu saja, tetapi tanganku begitu pegal setelah iblis cebol itu memintaku membersihkan gym seratus kali. Awalnya kupikir dia akan pergi, berduaan bersama pacarnya dan kembali satu jam kemudian mengangguk-angguk memperbolehkanku pulang.
Ah, tapi kemudian aku teringat sebuah hal menyakitkan, Akashi senpai punya emperor eye yang membuat diri ini tidak bisa melarikan diri. Jadi, setelah meneguk ludah kasar berkali-kali, aku baru siap membersihkan gym keparat (upps!) dengan luas beribu-ribu hektar itu hanya bersenjatakan sebuah pel dengan gagang nyaris patah dan kain sehitam ter serta pembersih lantai separo botol.
"Aku menunggumu selesai, Tetsuya. Jangan harap bisa kabur" ujar Akashi senpai mengangkat matanya dari sebuah buku.
Aku saat itu hanya bisa menangguk dan menampilkan senyum patuh (sementara dihati memaki-maki). Segera aku berjalan menuju tempat cuci muka di dekat gudang peralatan dan mengisi ember dengan air.
Sambil mengepel, aku berkali-kali mencuri pandang pada Akashi senpai. Jarang-jarang bisa menikmati ketampananannya tanpa gangguan Furihata senpai. Oh, astaga, apalagi wajahnya saat sedang serius itu! Benar-benar menjadi sebuah candu untukku.
"Perhatikan pekerjaanmu, Tetsuya. Jangan curi-curi pandang mengagumi ketampananku seperti itu. Nanti Kouki bisa marah besar" ujar Akashi senpai sambil tetap serius membaca bukunya.
Aku mendengus kesal dan mulai merasa sedikit malu karena ketahuan, "jangan ge-er, Akashi senpai. Aku memandangmu karena merasa sebal. Dibandingkan terkagum karena ketampanan itu, aku jauh lebih ingin membunuhmu"
Akashi senpai segera mengalihkan pandangannya dari buku dan tampak terkejut, "bagaimana bisa kau ingin membunuhku dengan wajah datar seperti itu? Yang ada justru kau terbunuh terlebih dahulu"
"Mana ada juga yang mengagumi ketampanan orang lain dengan wajah datar?" balasku tak mau kalah.
Segera smirk menakutkan muncul diwajah tampan sialan itu, "kau cukup mengasyikkan untuk diajak berdebat, Tetsuya, dan entah kenapa aku menyukainya. Sana cepat bersihkan!"
Aku jadi sedikit merinding mendengar suara lembut yang biasanya hanya dipakai untuk Furihata senpai. Dalam hati, aku jadi bertanya-tanya sendiri mengapa setan terkutuk dalam wujud manusia itu bisa bersikap selembut ini padaku? Malaikat apa yang merasukinya hari ini?
"Jangan bengong lagi, Tetsuya. Kau tidak lupa bahwa aku harus menunggumu hingga kau benar-benar membersihkannya seratus kali, kan?" ujar pemuda bersurai merah itu masih dengan nada lembut.
Aku segera bergidik lagi dan mulai serius membersihkan lantai yang entah kenapa amat kotor. Astaga, berapa tahun gym tidak dibersihkan hingga kotorannya sehitam ini?
"Semakin lama melihat, aku semakin kasihan padamu. Begini saja, kau harus berjanji menjawab satu pertanyaanku dengan jujur dan akan kubiarkan kau pulang, bagaimana?"
Aku memandang senpai dengan sedikit terkejut. Sungguh jarang melihatnya berbaik hati begini, "a...a...aku mau" cicitku seperti sedang menghadapi sebuah pernikahan.
"Baiklah jika begitu" gumamnya dan dengan segera iris itu menatapku intens, "kalau begitu, apa kau menyukaiku, Tetsuya?"
Skak Mat
Aku bergetar tiba-tiba. Panik, tentu saja. Coba kalian bayangkan, berduaan dengan gebetan yang sudah memiliki pacar tetapi tiba-tiba menanyakan hal absurd.
"A...a...apa maksud senpai? Tentu saja aku tidak menyukaimu!" balasku sedikit tergagap.
"Ho, benarkah? Lalu kenapa kau selalu mengikuti dan berbuat masalah denganku?"
Sekali lagi aku tergagap, "i...itu karena aku membencimu yang selalu bersikap seenaknya sendiri, jangan ge-er"
"Kalau begitu bagaimana jika aku menyukaimu?" ucapnya lagi mendekati wajahku, "Kau imut dan cukup menarik untuk jadi pendampingku, tidakkah begitu?"
"Akashi senpai jangan bodoh! Ingatlah dengan Furihata senpai!" bentakku sedikit marah.
"Bagus sekali, Tetsuya. Kau memang bukan orang yang bisa dibuat tunduk hanya karena pernyataan palsu seperti itu"
"E...e..eh?!"
"Oh, iya, omong-omong Tetsuya, jangan katakan pada Kouki jika aku tidak membentakmu tadi. Hanya saja, salah satu tokoh dalam buku ini membenci temannya yang bersikap kasar dan mengintimidasi. Aku khawatir jika lama-lama saeperti itu akan dibenci juga. Jadi INGAT! Jangan mengira aku menyukaimu" ujar Akashi senpai berjalan keluar dari gym, "Oh, dan jangan lupa untuk menyelesaikannya! Ada CCTV disini hingga aku bisa tahu jika kau berniat kabur sebelum seratus"
END
of
Senpai Jago PHP
Udah lama banget kayaknya aku nggak apdet :v
Maaf deh karena chap ini pendek banget soalnya aku lagi kepengen publish, tapi waktu nggak memungkinkan. Maaf juga kalo ada banyak typo. aku ngebut buat ini dari jam empat :v
Oh, iya, perkiraan chap selanjutnya tanggal 15 Mei. Aku janji bakal bikin yang panjang untuk memuaskan jiwa AkaKuro shipper para readers. Dan juga doain semoga UNku sukses yaa
Yuki: habis UN aku buatin tigapuluh halaman deh :v
Special thanks to H (inspirasi terbesar), yang udah review, follow, dan fav cerita ini, dan para silent reader dan reader (tanpa kalian tulisan ini nggak bakal aku lanjut :v)
Akhir kata, review, please?
