Tittle: 49 Days Mission

Summary: 49 hari waktu sehun untuk melindungi Chanyeol dari godaan Baekhyun, mampukan Sehun menjalankan misinya

Main Cast:

Park Chanyeol
Oh Sehun
Ahn Jaehyun
Kris Wu
Byun Baekhyun

Other Cast:

SuLay (Sehun's Parent)
Victoria Song as Mrs. Park (Chanyeol's Mother)
Kim Kibum as Mr. Wu (Kris's Father)
Kim Heechul as Queen of Devil

Cameo:

Do Kyungsoo
NCT U

Warning: boysLove , Chanhun , Uke Sehun.
TYPO EVERYWHERE

Genre: Romance, Fantasy

DILARANG KERAS MEMPLAGIAT FF INI, JIKA INGIN COPY BISA IZIN KE PENULIS

Oleh : Jy

Ff ini terinspirasi dari Peran Kim Saeron di Hi School Love On dan Nam Gyuri di 49Days.

.
.
.
.

CAST AKAN BERTAMBAH DAN BERKURANG DISETIAP CHAPTERNYA

CHAPTER 02

Sehun sedang berbaring malas Sambil menonton acara Music, Chanyeol sedang berbelanja bahan makanan, Chanyeol mengajak Sehun tadi, tapi karena Sehun tidak suka panas matahari jadi Sehun menolak ajakan itu dan memilih berbaring malas di ruang TV.

"Ah... NCT U", Sehun langsung mendudukkan dirinya dan memandang Antusias kearah televisi, "Taeil Hyung ", Pipi Sehun merona melihat sosok idolanya yang menyanyi dengan sangat baik, bahkan Sehun mengelusi layar datar televisi milik Chanyeol tersebut.

'seulpeumeul majuhal ttaemyeon hanbeon deo'

Sehun melompat-lompat saat Idolanya menyanyikan bagiannya dengan nada tinggi.

"nae soneul jaba woneul geuryeo i mankeum nanwo gajin geojanha", Sehun menggoyang-goyangkan kepalanya dan mengayunkan kedua tangannya keatas sambil ikut bernyanyi, "nae on maeumi ne gyeote ... ne kkumi nae gyeote...sandaneun geo gyeondineun geo..hamkkeramyeon jogeum deo haengbokhaejyeo...kkeuteopsi yeongyeoldwae dasi can't live without you...Yeheyyyy!", Sehun bersorak saat lagu berakhir, "Ah sudah habis", Sehun akan berbaring lagi, tapi niat itu musnah saat bel berbunyi dengan tidak sabaran, Sehun menghela nafas.

"Siapa yang berbuat berisik begitu? Awas saja jika itu Chanyeol", Sehun membuka pintu rumah Chanyeol, Sehun sudah bersiap untuk mengeluarkan kata-kata kasar tapi yang terjadi justru mata bersinar itu mengerjap polos melihat seseorang yang belum pernah Ia lihat sebelumnya, Sosok tinggi dengan rambut pirang dan begitu banyak tindik ditelinganya.

"Nu..Nuguseyo?", Sehun sedikit takut melihat penampilan orang itu, sangat berbanding terbalik dengan sosok Chanyeol yang berpenampilan Rapi, sosok ini seperti berandalan saja, celana jeans hitam robek-robek, kaos oblong berwarna putih dengan kemeja kotak-kotak berwarna cokelat sebagai luarannya. Si Berandal itu tak kunjung menjawab, Ia terlalu fokus pada sosok putih Sehun yang nampak begitu 'Woah', Jangan lupakan mulut menganga Berandal itu.

Sehun mengerjapkan matanya bingung dan melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Si Berandal. Si Berandal tersentak dan Akhirnya tersenyum kikuk sambil menelan ludahnya dengan susah payah melihat Sehun yang mengerucutkan Bibir pinknya.

"Kris kenapa Kau berdiri disitu Sayang?", Seorang wanita cantik berusia sekitar pertengahan 40 tahun berambut hitam panjang, berjalan menghampiri Si Brandal dan Sehun yang masih saling berdiri ditengah pintu.

"Eomma, Apa Chanyeol pindah? Kurasa Kita salah rumah", Si Brandal berbicara dengan wanita itu, meninggalkan Sehun yang mengerjap bingung sambil mengerucutkan bibir.

"Hey! Sebenarnya Kalian ini siapa?!", Sehun berteriak keras membuat 2 sosok dihadapannya itu berjengit kaget.

.

.
.

.

.
..

...

Chanyeol menaruh beberapa belanjaan diatas Vespanya, Chanyeol tersenyum saat mengingat dirinya kini tak hanya tinggal sendiri, ada sosok milky skin yang tinggal bersamanya sejak kemarin sore.

"Chanyeol", Chanyeol menghentikan acara menata belanjaannya saat mendengar namanya dipanggil oleh seseorang, Chanyeol mengalihkan pandangannya kepada Pria bertubuh mungil dengan mata besar yang memanggilnya.

"Oh... Hai Kyungsoo", Chanyeol balik menyapa, tak lupa dengan Senyum Khasnya.

"Neo... Gwaenchana?", Sosok itu mendekati Chanyeol, membelai lembut pipi Chanyeol yang terdapat luka lebam disana, "maaf... karena Aku kau jadi begini, bahkan JongIn sampai meninggal karena pertengkaran yang disebabkan olehku".

"Ini sudah takdir Kyungsoo, JongIn memang sudah ditakdirkan untuk meninggal, meski bukan karena pertengkaran ini, pasti dengan cara lain", Chanyeol menangkupkan kedua tangannya ke pipi Chubby Kyungsoo, "Jadi... jangan menyalahkan dirimu, Arrachi?"

Kyungsoo mengangguk dan tersenyum, Chanyeol ikut tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke arah Kyungsoo, Kyungsoo yang menyadari situasi memilih memejamkan matanya.

Sosok bersinar nampak memandang tak suka pada Chanyeol dan Kyungsoo yang sedang berciuman, tangan itu terkepal erat.

Takdir? Jika Tak ada Sosok malaikat yang menyelamatmu, Kau yang ditakdirkan untuk Mati Park Chanyeol.

.

.

"Aku benar-benar minta maaf, Aku sama sekali tidak tahu jika Kau adalah Ibunya Chanyeol", Sehun tersenyum salah tingkah.

"Iya tidak apa-apa nak, terima kasih sudah menyelamatkan Uri Chanyeol dari maut ya", Nyonya Park mengusap pelan rambut Sehun, "namamu Sehun kan?"

"Iya, Chanyeol yang memberikan nama itu padaku", Sehun mengangguk semangat, membuat Nyonya Park tersenyum gemas.

"Aigoo, Neomu Kyeopta...", Nyonya Park mencubit pelan pipi kemerahan Sehun, membuat Sehun tersenyum manis. Ah... Sehun jadi rindu Mamanya.

"Kris... kenapa Kau diam saja dari tadi Sayang?", Sehun mengalihkan pandangannya pada si Berandal, Ah iya... Si Brandal itu dari tadi hanya diam saja. Bahkan Ia tak mengenalkan diri pada Sehun, "Kemarilah Sayang~", Nyonya Park menepuk sofa disampingnya, mengisyaratkan agar Bocah tinggi itu duduk di sampingnya.

"Sehun... ini Kris, dia adalah adik tiri Chanyeol", Nyonya Park mengusap pelan bahu si Berandal yang dipanggil Kris tersebut. Kris mengulurkan tangannya kearah Sehun, berniat berkenalan.

Sehun tersenyum Amat manis dan bersiap mengulurkan tangannya, tapi belum tangan putih itu menyentuh tangan Kris, tangan putih Sehun sudah mencengkeram kuat dadanya, entah kenapa dadanya terasa amat panas dan kalungnya bergetar pelan.

"Eunghh", lengkuh Sehun sambil mencengkeram dadanya, itu tentu saja membuat Nyonya Park dan Kris panik setengah mati.

Tak ada yang tahu, bahkan Sehun pun tak tau penyebabnya, yang mengetahui penyebab kesakitan Sehun hanya Sosok bersinar yang memandang Iba pada Sehun, Master Ahn.

'Pria yang kau lindungi, sekarang sedang dibisiki oleh Iblis, Angel'

.

.

.
.

"Eomma? Kris?", Chanyeol bingung ketika memasuki rumahnya sudah ada sosok Sang Ibu dan Adik tiri didalam rumah, lalu kemana Sehun?. "Kalian kenapa ada disini?".

Nyonya Park segera memeluk putra kandungnya tersebut, dan melihat beberapa luka lebam di wajah Chanyeol, "Bagaimana bisa kau terlibat perkelahian begini Sayang, Kau tau bagaimana paniknya Eomma saat mendengar dari Papamu jika Kau berkelahi dan teman yang kau ajak berkelahi terjatuh dari Atap dan meninggal dunia? Eomma sangat menghawatirkanmu Sayang", Nyonya Park mengusap pelan luka di pipi Putranya itu.

"Aku tidak apa-apa Eomma, lagi pula Paman Wu bilang Aku terbukti tidak bersalah, hanya Sekolah memberiku skorsing selama 3 hari"

Nyonya Park mengelus pelan rambut putranya , bersyukur karena putranya masih ada didunia ini.

"Hey Dobi!", Kris mendekati Chanyeol dan merangkul bahunya dengan sedikit keras, "Siapa Lelaki putih yang menyambut kedatangan kami tadi? Kekasihmu?"

"Apa urusannya dengan mu?", Chanyeol menghempaskan tangan Kris dengan keras, "jangan menyentuhku dengan tangan kotormu itu", Chanyeol menatap sinis kearah Kris.

"Cih sok suci sekali dirimu Tuan muda kecil Park?", Kris menepuk-nepuk bahu Chanyeol seolah-olah sedang membersihkan kotoran yang melekat di tubuh Chanyeol.

"Sudah ku bilang jangan menyentuhku Idiot", marah Chanyeol dan berlalu mencari keberadaan Sehunnya, eh ? Apa? Sehunnya?

"Cih apa-apaan telinga lebar itu, dia kira dia bersih, dasar kotoran Ayam"

Nyonya Park hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat bagaimana kedua putranya tak pernah akur.

.

.

.

"Ahn? Bagaimana keadaan Angel dibumi?", Sesosok wanita bercahaya bertanya pada sosok bercahaya lain yang sedang berdiri hormat dihadapannya.

"Angel sejauh ini baik-baik saja Ratu", Sosok yang adalah Master Ahn itu membungkuk pada Sang Ratu, "Saya akan terus mengawasi Angel"

"Aku harap Misi yang diberikan pada Angel akan berjalan dengan lancar", Sosok pria bersinar lain ikut menimbrung, Ia adalah Raja Para Malaikat.

"Saya harap juga begitu Raja, tapi tadi Manusia yang dilindungi Angel melakukan satu kesalahan kecil, kesalahan yang membuat Angel kehilangan Dua helai bulu sayapnya"

"Ini baru dua hari, dan masih ada 5 hari lagi untuk memulai misi agar Angel bisa kembali bersama kita, Aku harap Angel bisa mengerjakan Tugasnya dengan baik", Raja menghela nafas.

"Saya pastikan Angel akan berhasil menyelesaikan Misinya", Master tersenyum, "Saya masih ada beberapa Tugas, Ratu.. Raja.. Saya permisi", Master Ahn menunduk dalam dan menghilang entah kemana, meninggalkan Cahaya kecil yang musnah tertelan angin.

"Uri Angel pasti akan kembali pada kita Sayang", Ratu mengusap pelan lengan Raja.

"Aku hanya takut Angel akan sama seperti dia, yang tidak akan bisa kembali bersama kita lagi", Ratu memeluk Rajanya dengan erat.

.

.

.

Ini adalah tempat yang sangat Gelap, bahkan tak ada cahaya sama sekali ditempat ini, hanya ada sinar-sinar merah yang memancar dari mata para penghuni tempat itu.

Di sebuah rumah besar nan gelap -hanya ada cahaya dari api-api kecil disudut ruangan-, ada sesosok wanita cantik berjubah hitam dengan mata merah, didalam jubah itu ada gaun hitam pekat yang melekat ditubuh ramping dan putih sosok itu. Dihadapan sosok itu ada sosok lain, sosok lelaki muda yang memiliki wajah manis nan imut, menggunakan Jubah hitam yang sama dengan sosok sebelumnya dan didalam jubah itu ada setelan kemeja hitam pekat. Jangan terkecoh dengan wajah cantik dan Manis mereka, karena mereka adalah Iblis.

"Mommy... Aku mohon kabulkan permintaanku, Aku ingin menjadi seorang Manusia sama seperti Angel, akan lebih mudah merecoki tugas Angel jika Aku jadi manusia juga", Sosok lelaki manis nampak sedang memohon pada sosok wanita cantik, dengan wajah polos dengan mata merah yang bersinar imut.

"Kau kira mudah untuk menjadi manusia?", Sosok wanita cantik -yang dapat kita panggil sebagai Ratu Iblis saja- mengusap rambut sosok lelaki manis -kita panggil Devil- yang menyebul dibalik Jubah, "Dari pada Kau menjadi manusia, berpura-pura menjadi manusia akan lebih menyenangkan", senyum mengerikan muncul dari bibir tipis wanita itu, "Kau harus melenyapkan Angel, gagalkan segala rencananya, buat manusia yang dilindunginya menuruti apapun maumu".

"Berpura-pura? Apa Aku bisa hanya berpura-pura saja menjadi manusia Mommy?"

"Ya... terlalu beresiko untuk menjadi manusia, tapi Ada satu hal istimewa yang dimiliki Kaum iblis, yaitu Berpura-pura , menyamar lebih tepatnya, Para Iblis bisa menyamar menjadi apapun yang diinginkan", Ratu Iblis tersenyum miring, "dan tugas utama Kaum Iblis adalah menggoda manusia, Devil. Apapun yang terjadi Kau harus gagalkan Angel, lenyapkan dia melalui perantara manusia itu".

"Mommy tenang saja, serahkan semuanya padaku, manusia adalah perkara mudah untukku".

Kedua Iblis itu tertawa lepas, Tawa nyaring yang membuat siapapun merinding mendengarnya.

.

.

.

Sehun terbangun di kamar yang semalam ditempatinya, Dadanya terasa sakit. Tangan putihnya reflek memegang kalung sayap berwarna merahnya, ada dua sisi warna merah yang memudar.

"Tidak... ini tidak boleh terjadi", Sehun menangis tanpa suara, hanya Air mata yang mengalir dari mata bersinarnya, "Kenapa Kalung ini memudar? Apa yang telah terjadi?"

"Angel..."

"Ma..master Ahn... Apa yang terjadi, kalungku memudar hiks"

"Park Chanyeol, manusia yang kau lindungi melakukan sebuah dosa, Kau sebagai pelindungnya dicatat gagal melakukan tugas"

"Kenapa? Apa yang dilakukannya? Dia hanya berbelanja tadi"

"Kau sebagai pelindungnya harus mengikutinya kemanapun Ia pergi, Dia tanggung jawabmu sekarang Angel, kau sudah merubah takdirnya, jangan biarkan Dia melakukan kesalahan"

"Ini sangat Sulit Master Ahn, hiks melindungi Chanyeol kenapa terasa begitu sulit, Aku merindukan Mama dan Papa", Master Ahn mendekati Sehun, ingin menepuk bahu Sehun sebagai rasa pedulinya, tapi Dunia mereka kini berbeda, Ia tak akan bisa menyentuh Sehun dan bercanda dengan Sehun seperti dulu, 5 lebih 49 hari lagi... Apapun yang terjadi esok, Ahn berjanji dalam hati, Akan membantu Sehun.

"Hiks... Master Ahn, Aku merindukan Mama dan Papa.. hiks...hiks... Master Ahn..."

"Kau harus bertahan Angel, bahkan misimu belum resmi dimulai, jangan melakukan kesalahan lagi, Aku hanya bisa mengawasimu dari kejauhan, Kau harus bersikap mandiri dan menjadi lebih dewasa, jangan membuat Raja dan Ratu kecewa untuk kedua kalinya, dengan kesalahan yang Sama, Kau satu-satunya harapan mereka Angel, Kebahagiaan dan kedamaian Istana ada padamu Kini"

"Kecewa? Kesalahan yang Sama? Maksudmu apa Master?"

Master Ahn hanya memasang wajah datar Khas miliknya, dan menghilang, membuat Sehun berteriak panik, "Master Ahn jangan menghilang! Apa yang kau maksud kecewa dan kesalahan yang sama?! Master Ahn! Hiks... Master Ahn!"

"Oh Sehun? Master Ahn? Nugu?", Seseorang membuka pintu kamar Sehun, membuat Sehun terdiam membatu.

.

.

.
.

Tobe Continue...

Hahaha -_- , Chapter ini saya publish ulang karena ada kesalahan lumayan fatal yang saya Lakukan T.T ada jumlah hari dan Sayap yang saya kurang pahami di chapter selanjutnya, itu terjadi karena otak saya rada lemot buat menyadari sesuatu dan mata saya yang sering melewatkan kata-kata yang saya baca kkkkk...
Semoga makin gak bingung ya sama daur ulang Chapter 2 ini kkkkk...
Jangan lupa review dan jangan bosan menanti lanjutan Fanfic ini ya ^^
Xiexie ^-^

JY