Keresahan Hati
Disclaimer: Persona 3 milik Atlus
Chapter 2: Harus Bisa
"Minato..."
Yukari? Apa ini benar dia?.
"Ayo kesini..." Teriak Yukari sambil melambai-lambai ke arahku.
Dirikupun berjalan perlahan menuju kearahnya dengan di temani sebuah senyuman kebahagian yang kuberikan kepadanya.
Namun...
Namun, entah mengapa dia mulai menjauhiku, tapi masih tetap dengan senyumannya dan lambaian tangannya.
"Yukari!" teriakku dan terus berusaha mendekatinya namun, dia terus menjauh dari diriku.
Lenyap...
Sedikit demi sedikit, badannya mulai Lenyap.
"Yukari!" Dirikupun mulai berlari kencang, berusaha mencegahnya agar tidak menghilang dari pandanganku.
Lenyap...
Kini... dia benar-benar Lenyap dari pandanganku
"Yukari!" Teriakku sekencang mungkin.
Lemas menghampiri kedua tulang kakiku yang hanya kugunakan untuk berlari ke arah tempat dimana dia lenyap Sampai pada batasnya,
"YUKARI!"
'BRUAK'
Akhirnya diriku terjatuh.
"Yukari..."
Dan Lenyap...
Karena Impianku, Harapanku dan keinginanku untuk bertemu, memeluk dan juga menepati janji yang telahku buat bersamanya, Telah lenyap sudah...
"Yukari..."
'Tik'
Setetes air mata kesedihan dari kelopak mataku, jatuh dan membasahi putihnya lantai yang kutiduri saat ini.
Kosong...
Hanya kekosongan yang saat ini berada di sekitarku.
Kosong...
Hanya kekosongan yang saat ini aku punya
Dan Kosong...
Hanya kekosongan Yang sekarang menjadi teman dekatku.
Kubalikan badanku dan menatap langit malam yang sangat luas di mataku. Apakah ada harapan untukku, kembali pulang dan menemui semua yang pernah kutinggalkan?
Gapai...
Ku ulurkan kedua tanganku ke arah langit malam yang luas.
Gapai...
Berusaha menggapai sesuatu yang tak mungkin.
Dan Gapai...
Agar bisa menggapai impian bodoh dari diriku seorang yang ingin kembali untuk mereka dan dia.
Tapi, Sia-sia...
Kuhentikan usahaku yang hasilnya tentu saja sia-sia.
Perlahan-lahan mulai kututup kedua bola mataku, berharap bisa mendengar suara mereka lagi di telingaku.
Namun... yang kudengar di telingaku hanya suara hembusan angin yang lewat begitu saja.
Beberapa menit kemudian, Akhirnya diriku tertidur dengan lelapnya diatas lantai putih yang dingin dan berselimutkan hembusan angin sepoi-sepoi.
Tiba-tiba sesuatu yang basah dan hangat menempel di mulutku.
Rasa ini dan kehangatan ini, apa benar?
Aku Harus...
Aku Harus membuka mataku.
Aku Harus...
Aku Harus berdiri dan berhasil menggapai impianku.
Dan Aku Harus...
Dan Aku Harus Tidak boleh menyerah untuk menggapai impianku.
"Berusahalah, Minato-san"
Elizabeth? Kenapa dia ada disini?
"Aku yang akan menggantikanmu untuk menjaga pintu ini"
Apa?
TBC
Yang mau Fict sedih dan menyakitkan ini dilanjutkan lagi, silahkan...
R&R...
