Keresahan Hati
Disclaimer: Persona 3 milik Atlus
Chapter 3: Kesempatan Ataukah Takdir?
Kenapa?
"Karena saya juga punya keinginan, yaitu melihatmu kembali senang"
Jawaban Elizabeth mulai membuat diriku resah.
Aku tahu...
Aku tahu Elizabeth bukan pengguna 'The Wild Card'.
Aku tahu...
Aku tahu Dia bukan siapa-siapa bagiku.
Dan Aku tahu...
Dia hanyalah seorang wanita yang terkurung di velvet room yang hanya untuk di takdirkan menjadi Asisten dari seorang kakek-kakek.
Kini ada dua pilihan di kepalaku, 'pergi dari sini dan kembali ke teman-temanku semua dengan cara meninggalkan gadis yang sudah ku anggap sebagai adikku ini?' ataukah 'tetap memenuhi takdir sebagai segel yang terus disiksa oleh Erebus selamanya saat ada kesempatan untuk pergi?'
Seandainya aku bisa mengulang waktu dan memilih untuk membunuh 'Dirinya' yang tersegel di dalam tubuhku, mungkin aku akan membenci diriku sendiri. Adakah kesempatan, Untukku kembali pulang tanpa mengorbankan dirinya?
Kesempatan...
Kesempatan hanya sebuah peluang.
Kesempatan...
Kesempatan tidak akan ada lagi di hadapanku.
Dan kesempatan...
Hanyalah yang aku inginkan untuk hidup kembali menjadi manusia.
Tapi...
Apakah ini yang dinamakan kesempatan? Mengorbankan seseorang yang menginginkanku bahagia, padahal dirinya akan merasa tersiksa saat menggantikan diriku yang sudah di takdirkan yang hanya menjadi sebuah 'Gembok pintu' belaka.
Takdir...
Takdir tidak memihak siapapun.
Takdir...
Takdir hanyalah sebuah ungkapan belaka.
Dan Takdir...
Takdirku hanyalah menjadi sebuah 'Gembok Pintu'.
Apakah takdirku bisa ku ubah?
"Sayonara Minato-san..."
"ELIZABETH!"
Tiba-tiba pandanganku mulai kabur dan semuanya mulai gelap saat Elizabeth mengucapkan kalimat 'selamat jalan' untukku, diriku seorang.
Aku Tak Tega...
Meninggalkan seseorang yang rela menggantikan tempatku.
Aku Tak Tega...
Membayangkan dirinya di siksa Erebus.
Dan Aku Tak Tega...
Mengawali ke kembalianku ke semua temanku dengan perasaan menyesal.
Tapi... inilah yang di ingikan oleh seorang Elizabeth, melihatku tidak menderita lagi.
Kubuka mataku dengan perlahan dan berharap diriku bisa melihat wajah senyum mereka walau aku tak tahu, tempat dimana sekarang diriku berada saat ini.
TBC
Sekali lagi yang menginginkan Fict ini berlanjut, silahkan...
R&R
