Fall For You

Craz Present

A SEVENTEEN FICTION

WONSOON SoonWoo, WonwooXSoonyoung

High School AU

Kinda fluff? I don't know

Ps : saya lupa kasih tau kalo project ini itu semacam sekumpulan one shoot, jadi antara satu chapter dan chapter lain nya itu tidak berhubungan ya~

Happy Reading.

Pledis High School itu sekolah yang isinya macam – macam.

Ada kursi, ada meja, ada jendela, ada pin- oke, bukan itu maksudnya. Maksud nya, warga sekolah nya itu bermacam macam. Ada yang tampan, ada yang cantik. ada yang pintar, ada yang yah begitulah. Ada yang kalem, ada yang berisik, dan lain lain.

Tampan, pintar, Kalem, ini adalah gambaran remaja laki laki yang sedang berjalan dengan santai di koridor Pledis High School. Dia berjalan seperti manusia pada umumnya, hanya saja yang membuat ia terlihat berbeda adalah setiap ia melewati orang lain, sudah di pastikan orang yang di lewati akan menganga terpesona –jika para perempuan yang di lewati nya-. Tapi, kalau laki laki yang ia lewati, biasanya mereka jadi iri.

"umm, Kak Wonwoo."

Wonwoo. Jeon Wonwoo nama lengkap nya, dialah remaja tampan, pintar dan kalem yang sedari tadi di ceritakan. Ia menghentikan langkahnya saat adik kelas nya –di lihat dari bet angkatan nya- berdiri di hadapan nya.

" iya, ada apa?"

Bah, para siswa yang ada di sekitar koridor terpesona mendengar suara Wonwoo yang dalam dan terdengar begitu seksi.

"I-Ini untuk Kakak."

Gadis itu menyerahkan sebuah kotak –sepertinya coklat- dan sebuah surat. Seperti nya ini adalah pernyataan cinta lain nya yang di layangkan untuk Wonwoo, dan akhirnya selalu sama-

"akan aku terima pemberianmu, ini karena aku menghargaimu. Tapi, jika ini ajakan kencan, maaf aku tidak bisa."

Jawab Wonwoo yang bisa melihat gadis di hadapan nya menundukkan kepala nya. Wonwoo menerima pemberian gadis itu, lalu pergi berlalu meninggalkan gadis itu yang masih menunduk.

"Yewon, kau tidak apa apa?"

Tiga gadis lain datang menghampiri Yewon –gadis yang tadi menyatakan cinta pada Wonwoo-. Yewon mengangkat wajah nya, lalu-

"ASTAGA! KAK WONWOO GENTLE SEKALI."

Memekik seperti orang gila di tengah koridor.

"LEE SEOKMIN! KEMBALIKAN PONSELKU!"

Keramaian lain nya terjadi, kali ini terjadi di koridor lantai dua –lantai khusus kelas sebelas-. Orang yang bernama Seokmin berlari dengan sekuat tenaga dan secepat yang ia bisa, sementara di belakang nya terlihat seorang bersurai coklat yang tadi berteriak.

"ASTAGA! BISAKAH KALIAN TIDAK BERISIK?"

Teriakan lain nya terdengar, itu dari Lee Jihoon, siswa Pledis High School yang sering dikira anak Middle School karena perawakan nya yang mungil dan juga wajah nya yang manis. Tapi jangan harap ia berlaku manis, karena sesungguhnya terdapat jiwa seorang penyiksa di dalam tubuh mungil nya, contoh nya Mingyu yang jadi korban gitar Jihoon beberapa Minggu yang lalu.

"TAPI KAU JUGA BERTERIAK."

Jawab Soonyoung, dia adalah si surai coklat yang sedari tadi sudah mengejar Lee Seokmin dari mulai parkiran demi mengambil kembali ponsel nya yang tiba tiba di rebut Seokmin.

"OY KAWAN! SOONYOUNG MENYUKAI WO-"

Ucapan Seokmin terpotong karena bibir di bekap oleh Soonyoung yang tadi menerjang nya. Pada akhirnya, terjadi aksi guling gulingan di sertai beberapa tendangan di lantai, bintang utama nya tentu saja Soonyoung da Seokmin.

"kalian sedang apa?"

Suara berat itu membuat Soonyoung tersadar dan segera mendudukkan diri nya, sementara Seokmin masih berada di lantai dengan kedua matanya yang tertutup, mungkin Pingsan, atau Tidur? Atau mungkin mati?

"k-kami sedang eum… ya.. sedang begini."

Jawab Soonyoung dengan bodoh nya, sementara Seokmin -yang mendengar jawaban Soonyoung akan pertanyaan Wonwoo- meledak dalam tawanya. Soonyoung yang melihat Seokmin tertawa terbahak bahak akhirnya kesal, dan memilih menendang lengan Seokmin. Sementara Wonwoo yang melihat interaksi Soonyoung dan Seokmin hanya mengernyitkan kening nya.

"yah! Kenapa masih di luar kelas?!"

Tiba tiba Guru Park datang, dan membuat semua yang masih di luar kelas berebut untuk masuk ke kelas.

"kalian ini ya, aku bingung mau bilang apa pada kalian."

Ujar Guru Park sembari memijat kecil kening nya. Sementara penghuni kelas sebelas dua hanya bisa terkekeh kecil melihat guru sejarah mereka.

"sekarang kalian buka buku halaman seratus dua."

"cukup untuk pertemuan kita kali ini, dan sebelum aku keluar dari kelas, tolong bagi kelompok untuk tugas sejarah, satu kelompok berisi dua orang, tentukan hari ini, berikan padaku saat jam makan siang berakhir, dan akan kuberikan daftar tugas nya besok."

Hampir seluruh penghuni kelas sebelas dua mengerang, yang tampak biasa saja hanya Jeon Wonwoo dan Lee Jihoon.

"kenapa harus ada tugas?"

Erang frustasi Changkyun yang duduk di samping Wonwoo.

"tentu saja untuk menambah nilai."

Jawab Wonwoo yang kini menyimpan buku sejarah nya dan menyiapkan buku untuk pelajaran selanjutnya.

"kau sih enak, kau kan pintar."

Gumam Changkyun yang kini menjatuhkan kepalanya di atas meja. Wonwoo yang melihat Changkyun seperti itu hanya mendengus kecil.

"BAIKLAH, JADI KITA BAGI KELOMPOK NYA DENGAN CARA APA?"

"BAGAIMANA KALAU SESUAI ABSEN?"

"TIDAK MAU, AKU TIDAK MAU SATU KELOMPOK DENGAN JIHOON"

"BAGAIMANA KALAU SESUAI TEMPAT DUDUK?"

"AKU JUGA TAK MAU SATU KELOMPOK DENGAN HANBIN."

Wonwoo mendengus sebal, ketua kelas dan warga kelas sama berisik nya, membuat Wonwoo pusing saja.

"diundi saja."

Gumam Wonwoo.

"IYA BENAR, DIUNDI SAJA!"

Wonwoo terlonjak kecil dari tempat duduk nya saat Soonyoung ikut berteriak. Ia kaget bukan karena Soonyoung berteriak –karena itu sudah biasa-, tapi karena Soonyoung yang mendengar gumaman nya yang pelan itu.

Dan Soonyoung berakhir satu kelompok dengan Jeon Wonwoo.

"mati aku, matiiiiii."

Seokmin hanya bisa terkekeh geli melihat tingkah Soonyoung yang begitu menggemaskan.

"jangan mati dulu, kau kan belum menerima cintaku."

Soonyoung menatap tajam Mingyu yang hanya nyengir. Sementara Seokmin hanya bergidik kecil, jangankan Mingyu, ia saja yang sudah dari dulu bersama Soonyoung tidak di terima cinta nya. Tentu saja karena-

"Soonyoung, ikut aku."

-Jeon Wonwoo. Nah, kebetulan orang yang sedang berdiri di depan meja Soonyoung.

"k-kemana?"

Tanya Soonyoung yang merasa dirinya kecil saat mata segaris nya menatap kedalam mata tajam Wonwoo.

"perpustakaan."

Jawab Wonwoo singkat, lalu pergi meninggalkan Soonyoung yang terdiam di meja nya.

"Ung~ kalau aku tidak kembali dalam satu jam, tolong telpon ibuku, bilang kalau Kwon Soonyoung sangat menyayangi keluarga Kwon."

Mingyu yang mendengar ucapan Soonyoung tertawa terbahak bahak. Sementara Changkyun yang sedari tadi ikut bergabung bersama Mingyu hanya memutar bola mata nya.

"kau ini, seperti Wonwoo akan membunuhmu saja."

Gumam Changkyun, yang membuat Soonyoung menatap nya.

"dia akan membunuhku, aku kan berisik, dia pasti menendangku dari jendela perpustakaan di lima menit pertama."

Dan nyatanya, lima belas menit berlalu, dan Soonyoung masih duduk di hadapan Wonwoo yang kini sedang membaca buku tentang sejarah. Soonyoung mempoutkan bibir nya, ia tak suka di abaikan.

"ung~ Wonwoo, apa tugasku?"

Wonwoo menurunkan buku nya, memperlihatkan wajah tampan yang semakin tampan karena kini ia menggunakan kaca mata baca nya.

"ah, aku lupa kalau ini tugas kelompok."

Gumam Wonwoo yang membuat Soonyoung kembali mempoutkan bibir nya.

"bisa kau cari beberapa buku sejarah?"

Soonyoung menganggukkan kepala nya, lalu pergi dari hadapan Wonwoo, ia tak bisa kalau harus terus berhadapan dengan Wonwoo dan segala pesona nya, bisa mati Soonyoung gara gara jantung nya terus berdetak tak karuan.

"buku sejarah? Kenapa harus di rak atas?"

Soonyoung merengek kecil melihat jajaran buku sejarah yang berada di rak paling atas. Sebenar nya Soonyoung tidak pendek, hanya saja, ia terlalu malas jika harus mendongak dan berjinjit untuk mengambil buku sejarah itu.

"ah mung-"

Ucapan Soonyoung terhenti, tadinya ia berbalik untuk mengambil salah satu kursi agar ia bisa mengambil buku itu, tapi yang ia temukan saat membalikkan tubuh nya adalah Wonwoo, begitu dekat dengan nya, tangan Wonwoo bergerak keatas –mengambil buku yang tadinya akan diambil Soonyoung- dan oh tuhan, Soonyoung bisa mencium wangi tubuh Wonwoo yang begitu memabukkan.

Wonwoo sudah mendapatkan buku sejarah nya. Tapi kenapa ia tidak segera menyingkir dari depan Soonyoung? Soonyoung sedikit mendongak, menatap wajah Wonwoo. Wonwoo menunduk sedikit, juga menatap wajah Soonyoung. Perbedaan tinggi badan lima centimeter terasa pas untuk mereka berdua.

Aku. Jeon Wonwoo. Berjinjit. Ciuman.

Soonyoung menggelengkan kepalanya saat empat hal itu berputar di fikiran nya, dan saat ia tersadar dari fikiran nya, Wonwoo sudah duduk di tempat tadi, akhirnya Soonyoung bisa menghela nafas lega.

Wonwoo selesai dengan tugas sejarah –kelompok- nya. Dan yang sedari tadi di lakukan Soonyoung hanya menatap nya dan menuruti perintah Wonwoo. Wonwoo baru saja akan berbicara, tapi tertahan saat melihat Soonyoung yang tertidur di atas meja baca.

Wonwoo tersenyum kecil melihat Soonyoung yang tertidur dengan damai, mungkin kelelahan.

"Kwon Soonyoung, kau manis sekali."

Gumam Wonwoo dengan senyuman nya yang begitu tulus, jemari nya bergerak menyentuh surai coklat Soonyoung, merasakan betapa lembut nya rambut pemuda Kwon manis di hadapan nya ini. Dari surai lembut itu, jemari Wonwoo berindah pada hamparan pipi tembam Soonyoung, menekan kecil pipi itu beberapa kali, dan tersenyum saat merasakan betapa empuk nya pipi Soonyoung. Bibir tipis itu juga menyita perhatian Wonwoo, ibu jari mengusap bibir Soonyoung, dan ia bisa membayangkan betapa lembut dan manis bibir itu jika ia mengecap nya.

Tapi sayang sekali, kegiatan Wonwoo harus berakhir saat tiba tiba saja terdengar suara gaduh dari depan perpustakaan, itu pasti teman Soonyoung.

"Young Ayo kit- Oh, dia tidur."

Seokmin mengecilkan suara nya saat melihat Soonyoung yang tertidur pulas di atas meja baca.

"ada apa Seokmin?"

Tanya Wonwoo menatap Seokmin dengan mata tajam tapi sedikit sayu miliknya.

"aku hanya mau memberitahu, sekolah pulang lebih awal karena ada rapat dadakan. Dan aku berniat mengajak pulang Soonyoung."

Wonwoo mengernyit tidak suka dengan ide pulang lebih awal, karena itu artinya waktu ia untuk meliat Soonyoung terpotong begitu saja.

"kami belum menyelasaikan tugas kami, jadi biarkan Soonyoung tinggal, nanti biar aku yang mengantar Soonyoung pulang."

Kali ini Seokmin yang mengernyit tidak suka, Seokmin akan mengatakan sesuatu, tapi tidak jadi, karena Wonwoo bilang ini untuk tugas, jadi ia mengalah. Sementara dalam hati, Wonwoo bersorak senang karena ternyata otak pintar nya bisa bekerja dengan baik selain dari pelajaran.

"baiklah kalau begitu."

Gumam Seokmin, lalu pergi berlalu meninggalkan Wonwoo dan Soonyoung. Wonwoo memperhatikan Seokmin, dan saat ia lihat Seokmin sudah keluar dari perpustakaan, ia bergerak cepat mengembalikan semua buku yang tadi ia pakai ke tempat nya, lalu kembali duduk di hadapan Soonyoung dan memilih terus mengamati wajah damai nan indah Soonyoung yang sedang tidur.

Dalam alam bawah sadar nya, Soonyoung merasa seperti di perhatikan sedari tadi. Jadilah Soonyoung memutuskan untuk bangun, dan saat ia membuka kedua matanya ia begitu terkejut saat melihat wajah tampan Wonwoo berada dekat dengan wajah nya. Dan ia bisa merasakan pipinya memanas sampai ke telinga.

"tidur mu nyenyak sekali ya."

Gumam Wonwoo yang membuat Soonyoung terpaku. Bukan karena mendengar suara seksi Wonwoo, tapi lebih pada karena sekarang Wonwoo mengusap sayang kepala nya.

"aku mimpi ya."

Gumam Soonyoung, karena tidak mungkin Wonwoo bersikap begitu pada nya, memang nya Soonyoung itu apanya Wonwoo sampai Wonwoo memperlakukan nya dengan sayang. Sementara Wonwoo yang mendengar gumaman Soonyoung hanya terkekeh kecil.

"kau manis sekali."

Ujar Wonwoo, seketika membuat Soonyoung menatap nya.

"tuh kan, ini mimpi."

Gumam Soonyoung lagi, Wonwoo yang melihat Soonyoung jadi gemas sendiri, ingin menyadarkan Soonyoung kalau ini bukan mimpi. Tapi tiba tiba saja sebuah ide terlintas di fikiran nya.

"nah, karena ini mimpi, kau bisa mengungkapkan semua perasaan mu tanpa harus merasa malu."

Ujar Wonwoo yang kini melihat Soonyoung begitu tertarik dengan ucapan nya, terihat dari binar mata Soonyoung.

"Wonwoo, apa kau membenciku?"

Tanya Soonyoung yang mulai masuk dalam permainan Wonwoo.

"tidak, tentu saja tidak. Bagaimana mungkin aku membenci makhluk semanis kau."

Jawab Wonwoo yang membuat Soonyoung kembali merona.

"Ey~ Gombal."

Wonwoo gemas ingin mencubit kedua pipi Soonyoung yang merona.

"Wonwoo, sebenarnya aku suka kamu."

Tadinya Wonwoo akan mencubit pipi Soonyoung agar sadar kalau ini bukan mimpi, tapi sepertinya ia harus menahan itu dan mendengar apa yang akan di ucapkan Soonyoung.

"lalu?"

Tanya Wonwoo yang kini tampak mulai tertarik.

"ya begitu, aku suka tapi aku sadar diri."

Soonyoung menundukkan kepalanya, sementara Wonwoo mengernyit bingung.

"sadar diri?"

Tanya Wonwoo, sementara Soonyoung hanya mengangguk kan kepalanya.

"iya, Wonwoo kan tampan, pintar, dan banyak yang suka. Nah aku? Aku berisik, tampan juga tidak, pintar apalagi. Jadi ya begitu."

"kau manis, kau periang, kau lucu, dan aku suka."

Senyuman Soonyoung kembali saat mendengar ucapan Wonwoo.

"ah, andai saja ini kenyataan."

Wonwoo tidak bisa menahan senyuman nya melihat tingkah lucu Soonyoung.

"Soonyoung, kau mau tidak jadi kekasihku?"

Soonyoung tidak kaget, ia tampak biasa saja, karena ia kira ini adalah mimpi.

"tentu saja aku mau."

Jawab Soonyoung memperlihatkan senyuman termanis nya.

"kalau begitu sini mendekat."

Soonyoung mendekat kan wajah nya dengan wajah Wonwoo. Pipi Soonyoung merona merah saat Wonwoo tersenyum begitu tampannya dengan jarak wajah mereka yang begitu dekat.

Lalu setelah itu Soonyoung tidak mengerti.

Wonwoo menarik tengkuk nya, lalu bibir mereka bersentuhan –berciuman lebih tepat nya-. Dan ini terasa begitu nyata, ini seperti bukan mimpi. Atau ini memang nyata?

Soonyoung membelalakkan mata nya saat ia merasakan bibir Wonwoo yang mulai melumat bibir nya.

JADI INI NYATA?

END

/dibunuh reader/

/tinggal nama/

Holla Readersnim tercintakuhhhhhhh, aku menyukai respon mu di Chap sebelumnya. Miyanek miyanek hajima jika banyak typo, karena sesungguhnya saya jarang merhatiin typo, its becos my other half entah ada di mana /galauin kaca mata/

Buat SeungSoon Shipper, nanti, lain kali, tapi ngga janji xD, mau bikini yang manis manis buat kalian ihik

Btw, ditunggu ya review nya sayang~