The Watched
Author: xxBubbleandTroublexx
Translator: meongmungee
Characters: Baekhyun, Kai, EXO
Protect
(Melindungi)
.
.
.
Orang bilang kematian lebih baik daripada berubah menjadi The Infected. Jika kau meninggal, jiwamu akan terbang bersama The Watchers. Tapi Infected tidak memiliki jiwa. Penyakit itu memakan habis jiwa mereka juga. Dulunya Baekhyun tidak percaya. Kemudian ia melihat orangtua Kyungsoo melalui celah di dinding. Berjalan terseok-seok, hanya kulit dan kerangka yang tersisa. Sebelum hari itu ia selalu berharap mereka akan kembali padanya….namun sekarang ia tahu. Baekhyun kacau sekali saat itu hingga ia jatuh dan menangis. Kai ada disana, sedang berbicara dengan prajurit lainnya. Mereka kira ia telah digigit….hingga Kai melihat kebalik celah itu juga. Ia kemudian mengerti.
Kai tidak mengatakan apapun. Ia hanya diam dan membiarkan Baekhyun menangis. Kemudian ia mengantarkannya pulang. Baekhyun tidak pernah memberitahu Kyungsoo tentang hari itu, ia juga tidak pernah mengungkitnya lagi di depan Kai. Tapi hari itu ia telah berubah. Hari itu ia bersumpah ia tidak akan pernah membiarkan Kyungsoo terinfeksi. Baekhyun akan sangat tersakiti jika ia harus melihat tatapan kosong itu. Itulah sebabnya ia begitu takut malam ini…sekarang Baekhyun sedang lemah, dan menepati janjinya pada Kyungsoo terasa sangat sulit baginya.
Baekhyun menghela napas dan membalik badannya. Tidak mungkin ia bisa tidur malam ini. Terutama dengan kedatangan The Infected. Ia duduk tegak. Hujan turun mengenai atap kayunya, beberapa bocor hingga menetes ke dalam rumah. Petir menyambar, kilat sesekali menerangi ruangan. Baekhyun memainkan pisaunya dengan lembut. Ia punya firasat buruk, bahwa ada sesuatu di luar. Ia mengusap lengannya yang tegang sambil menatap langit-langit. Kilat kembali muncul, diikuti dengan petir yang menggelegar. Bunyi berderit perlahan terdengar dari depan rumah mereka.
Ada sesuatu di luar.
.
.
.
Entah Kai akan mengakuinya atau tidak, pikirannya tidak sedang terfokus untuk berjaga dari The Infected. Pikirannya terfokus pada Baekhyun. Kai sudah mengenal laki-laki mungil yang galak itu sejak ia lahir. Ibu mereka berteman sejak dulu, dan begitu juga mereka. Mereka berdua dulunya melakukan semuanya bersama-sama, bermain bersama, belajar bersama, berlatih bersama, menangis bersama….semuanya.
Kemudian Kai 'Dipilih' oleh The Watchers. Mendadak Kai menjadi seseorang yang istimewa, seseorang yang akan melakukan hal-hal yang hebat. Hanya segelintir orang yang 'Dipilih' oleh The Watchers. Mereka adalah kaum elite, orang-orang yang terlahir untuk mengisi posisi-posisi yang The Watchers ciptakan untuk mereka. Kai terpilih untuk menjadi prajurit. The Watchers telah memilihnya dari sekian banyak orang untuk menjaga Desa tetap aman. Itu adalah kehormatan yang besar, dan tanggung jawab yang lebih besar pula. Kai tidak yakin ia menginginkannya.
Kemudian upacara penerimaannya tiba, sudah waktunya ia membiarkan The Watchers mengklaimnya sebagai milik mereka. Kai kira upacaranya akan persis seperti upacara-upacara lain, seperti berkumpul di Biara untuk berdoa dan merenung. Ia menyangka ia akan berlutut, merapalkan sumpah kuno….sebaliknya ia malah berbaring dan kehilangan kesadaran. Kemudian ia mulai mendengar suara The Watchers dalam kepalanya. Mereka memberitahunya hal-hal yang tidak mungkin ia ketahui sendiri, seperti kapan waktu untuk menyerang, kapan ia harus menunggu. Bagaimana ia harus memimpin, bagaimana ia harus bertarung melawan The Infected. Dengan bimbingan mereka, Kai mulai dicintai oleh semua orang, dan mengapa tidak? Ia lah pemimpin mereka, pelindung mereka, penghubung langsung mereka pada The Watchers. Di tengah kesibukan itu entah bagaimana ia tidak menyadari bahwa Baekhyun telah tertinggal jauh di belakang.
Kai sudah berusaha memperbaiki hal itu, namun saat ini malah Baekhyun yang seakan meninggalkannya. Ia membuat Kai gila ketika ia berjalan melewatinya begitu saja seakan-akan Kai tidak ada. Ketika The Watchers memperingatinya bahwa Baekhyun sedang dalam bahaya, ia berlari melewati hutan. Berdoa agar Baekhyun masih hidup, Kai benar-benar melupakan kenyataan kalau ia bisa mati juga….dan juga cerita Baekhyun tentang cahaya yang berkilau itu.
Apa yang harus aku lakukan untuk mendapat perhatiannya?
Petir menyambar dari langit. Kai mendongak untuk melihat hujan yang turun dengan lebat dan menghela napas. Ia tahu jawabannya. Kurasa, jadilah Kyungsoo….
Kai….Ia membeku. Ia mengenali suara itu. Suaranya suram, campur aduk, muncul dari pikirannya yang sangat dalam. Itu suara The Watchers. Utara…Lihatlah ke utara Kai….
Merinding, Kai segera melihat kearah sisi lain Desa. Jantungnya terasa terhenti, ia melihat mereka. Sosok-sosok yang bergerak cepat di tengah kegelapan. Dindingnya telahnya diterobos. The Infected ada di dalam Desa. Ia berteriak, untuk memperingatkan. Saat prajurit-prajurit lainnya segera bergerak ke sebelahnya, perasaan takut menyerangnya. The Infected sedang menyerbu rumah Baekhyun.
Baekhyun akan mati jika kau tidak menyelamatkannya….
.
.
.
Suara apa itu? Tidak mungkin hanya suara badai….kan?
Baekhyun memutuskan untuk merangkak keluar dari papan tempat ia tidur dan turun ke ruang utama. Api di perapian sudah hampir mati. Ia menggigil. Kenapa dingin sekali? Pintunya berderit, membuatnya terlonjak kaget. Menggelengkan kepalanya ia mendekat kearah pintu. Kenapa pintunya terbuka? Aku sangat yakin sudah menutupnya, lalu menguncinya…. Apa aku setidak berguna dan sebodoh itu? Baekhyun menjulurkan tangannya kearah pintu untuk menguncinya sambil cemberut.
Pintunya terbuka lebar. Satu Infected muncul dari pintu sambil menggertakkan giginya. Baekhyun berteriak dan terjatuh kebelakang. Ia segera masuk kedalam rumah sambil menggeram. Baekhyun melompat kearah kakinya, lalu menyerangnya dengan pisaunya. Ia menjerit lalu mati. Baekhyun membanting pintu saat yang lainya mulai berdatangan. Masih ada banyak di luar sana, Aku harus mengeluarkan Kyungsoo dari rumah….Mereka akan menghancurkan rumah ini berkeping-keping. Aku harus mengeluarkannya SEKARANG!
Baekhyun bergegas ke atas papan tempat mereka tidur. Ia mengutuk pergelangan kakinya berdenyut, ia mengesampingkan rasa sakitnya. "Kyungsoo! Kyungsoo BANGUN!"
Bocah laki-laki berambut hitam itu mengerang. Baekhyun menggoyangkan kakinya. Kedua mata Kyungsoo terbuka sepenuhnya. "Baekhyun…"
Seluruh rumah terasa bergoyang karena The Infected sedang menyerbunya dari luar. Baekhyun nyaris panik….Tidak ada jalan keluar, mereka terkepung. SIAL BAEKHYUN BERPIKIRLAH! TEMUKAN JALAN KELUAR!
Atapnya. Ketinggian berarti waktu. Jika The Infected menyerbu kedalam mereka tetap tidak bisa memanjat hingga ke atap. Mungkin saja akan mengulur waktu hingga Kai datang kesini. Ia menggenggam tangan Kyungsoo, lalu menariknya ke arah dinding. Baekhyun menghancurkan atap, membuat lubang dengan cepat. Saat Kyungsoo merangkak naik, mereka berhasil mendobrak pintu. The Infected menyerbu kedalam, melemparkan tubuh mereka keatas papan. Baekhyun menendang salah satu yang berada di dekatnya. Kemudian menarik tubuhnya keatas atap melalui lubang. Ia menjatuhkan satu Infected bertubuh tinggi, namun ia tidak bisa melihat di tengah hujan lebat. "Kyungsoo?" Ia berseru.
Rumahnya mulai bergoyang-goyang, membuat Kyungsoo terjatuh. Baekhyun menangkapnya sebelum ia terjatuh dari sisi atap yang curam. Rasa sakit yang menyengat menyerang lututnya. The Infected menghancurkan rumah dari dalam, mencakar-cakar dinding. Rumahnya bergoyang lagi, kali ini seluruh kerangka rumah yang terbuat dari kayu ikut bergoyang. Kilat menyambar di langit, menerangi The Infected di bawah mereka dengan jelas. Tunggu, MEREKA MENGHANCURKAN DINDING. Jika mereka terus melakukannya, atapnya akan runtu-
Baekhyun dan Kyungsoo berteriak saat atap rumah mereka runtuh. Bintang-bintang berterbangan di pandangan Baekhyun. Ia melenguh karena kakinya terasa patah. Ia berusaha untuk bangun, meraba-raba dalam kegelapan untuk menemukan pisaunya. "Kyungsoo!" Ia berbisik. Kilat menyambar. Dua Infected muncul dari reruntuhan atap. Baekhyun menarik Kyungsoo ke belakangnya saat The Infected melompat kearah mereka. Baekhyun melayangkan pisaunya, mengenai dada salah satunya. Cahaya kilat telah memudar sepenuhnya, meninggalkan mereka dalam keadaan gelap total. Suara lengkingan infected terdengar mengelilingi mereka.
Kyungsoo berteriak. Baekhyun membalik tubuhnya, berusaha menemukannya di dalam kegelapan. "Kyungsoo!" Ia berteriak. "Kyungsoo!"
Petir menyambar lagi. Kyungsoo sedang meronta-ronta melawan The Infected. Baekhyun melemparkan pisaunya pada The Infected lalu cahayanya menghilang. The Infected meraung. Kemudian terdengar sebuah erangan. Baekhyun meraih tangan Kyungsoo lalu memeluknya erat. Berapa jumlah mereka? Dimana mereka?
Ada pergerakan di sebelah kanannya. Baekhyun menarik pisau lain dan menusukkannya. The Infected menjerit kemudian jatuh ke tanah. Dimana Kai? Aku tidak bisa- sesuatu menabrak tubuhnya. Baekhyun terhuyung, berusaha berdiri tegak. Jantungnya berdebar kencang. Ia sangat takut. Petir kembali menerangi ruangan. Dua Infected berdiri, melompat kedepan mereka berdua. Cahayanya lenyap.
Kami akan MATI.
Suara dari serangan pedang terdengar di dalam ruangan. Ada suara langkah yang terburu-buru di sekitar mereka, suara sayatan pedang dan jeritan Infected. Baekhyun merasa seseorang mengambil Kyungsoo darinya. Sebuah tangan menyentuh punggungnya. Ia melompat dengan kaget. Kilat menyambar lagi, dan ia hampir saja pingsan karena merasa lega. "Kai…"
"Kyungsoo sudah di luar," katanya. "Keluar dari sini, kami akan menghadapi mereka."
Baekhyun berlari kearah pintu, tersandung dari reruntuhan dan mayat-mayat. Ia berhasil sampai di luar. Orang-orang berlarian kemana-mana, mencari tempat berlindung, berlari dari pertarungan. Baekhyun meringkuk dan bersembunyi di belakang sebuah rumah. Baekhyun menangis sambil mengurut kakinya. Aku hampir saja gagal, Kyungsoo….Ia hampir mati…
Petir menyambar di atasnya. Baekhyun terlonjak lalu menatap langit. Matanya terbuka lebar dan napasnya terhenti. Cahayanya meluncur di langit, membentuk huruf-huruf yang diajarkan oleh The Brotherhood padanya dahulu. Apakah itu The Watchers? Apakah itu pesan dari mereka? Sama seperti cahaya yang waktu itu? Ia berusaha membacanya, membisikannya.
"Tem-Temukan…j-ja-jalan…..k.e…. jalan keluar."
Apa maksudnya? Sebelum ia dapat berpikir lebih jauh, kepala Baekhyun terjatuh kedepan. Kepalanya sakit sekali, begitu juga dengan pergelangan kakinya…. The Watchers memberitahunya sesuatu..tapi ia tidak bisa membuka matanya. Kenapa semuanya terasa kabur? Baekhyun berusaha tetap sadar, namun akhirnya ia tetap kehilangan kesadarannya.
Temukan jalan keluar….Aku harus tahu mengenai itu. Jika itu memang kata-kata The Watchers… Aku harus mengingatnya.
.
.
.
.
.
"Kita hampir membunuhnya."
"Baekhyun? Ia lebih tangguh dari kelihatannya."
"Bukan berarti The Watchers senang, kita hampir gagal dan menghancurkan semuanya lagi."
"Baekhyun tidak bisa diprediksi. Ia membuat semuanya menarik."
"Kyungsoo harusnya mati. Kai menyelamatkannya."
"Tentu saja. Kai adalah seorang pahlawan. Tapi jangan khawatir, Kyungsoo akan segera mati, dan semuanya akan berjalan sesuai jadwal."
